• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen Skripsi ini kupersembahkan untuk: (Halaman 60-70)

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Analisis Data Identitas Pemohon Dan Usahanya

Berikut ini adalah salah satu data identitas pemohon kredit:

a. Data Pemohon;

2) Nama pemohon : Hj. Wahidah (Direktris) 3) Nama perusahaan : CV.Safwah

4) Alamat : Jl.Langsat, Bone, Kab.bone 5) Jenis usaha : Jasa konstruksi

a. Permohonan kredit;

1) Jenis kredit : KMK Sektor Konstruksi

2) Plafon : Rp.100.000.000,00

3) Jangka waktu : 3 bulan

4) Tujuan kredit : Tambahan modal kerja b. Hubungan dengan Bank Sulselbar Bone;

Pemohon merupakan nasabah giro dengan nomor rekening 091.003.1456.6

c. Hubungan dengan bank lain

Sesuai informasi bank yang kami terima bahwa yang bersangkutan juga merupakan debitur pada bank lain yaitu bank rakyat indonesia (BRI) dan tidak termasuk dalam daftar hitam bank indonesia (BI).

d. Aspek manajemen;

1) Riwayat singkat perusahaan.

Perusahaan ini didirikan pada tanggal 26 januari 2010, akta nomor 10 dan dibuat dihadapan notaris herman labbase,SH dengan CV.Safwah, yang berkantor pusat di jalan langsat, kabupaten bone

dimana nyonya Hajja Wahidah bertindak sebagai persero pengurus dengan jabatan Direktris.

2) Susunan pengurus sebagai berikut:

Direktris : Hajja Wahidah

Wakil Direktris : Jusmiati Persero comanditer : Sridevi f. Aspek pemasaran;

1) Daerah pemasaran adalah Tk. 1 sulawesi selatan 2) Tercacat sebagai rekanan pada pemda bone g. 1) Perizinan;

a) NPWP : 02.810.465. 1-803.000

b) SITU : 500/126/K.MSB

c) SIUP : 269/LUT/PK/V/2012

d) TDP : 20.24.130.300.277

e) IUJKN : 1-137583-7322-2-00092

f) SBU : 2-7322-1-16-1-20-137583

2)Agunan yang diberikan;

Sebidang tanah yang diatasnya berdiri bangunan perumahan sesuai SHM No. 775 SU, No 00283/Bone/2008, tanggal 07-04-2008. Luas 183 M2. Letak di bone kabupaten bone atas nama Hajja Wahidah.

2. Analisis laporan keuangan yang dilaksanakan oleh PT.Bank sulselbar cabang bone.

Setelah melakukan analisis-analisis terhadap kebenaran laporan keuangan yang telah di audit (akuntan publik) diserahkan oleh calon debitur bersama surat permohonan kredit dan apabila bagian pemasaran telah yakin akan kebenaran laporan keuangan tersebut, maka selanjutnya dilakukan analisis rasio untukmengetahui kondisi keuangan perusahaan dan sampai dimana kemampuan perusahaan untuk melaksanakan operasinya dimasa yang akan datang. Hal ini tercermin didalam hasil pada masa lalu dalam laporan keuangan. Analisis rasio yang dilaksanakan oleh PT.Bank Sulselbar Cabang Bone, meliputi:

a. Rasio Likuiditas

Yaitu menunjukkan sejauh mana kewajiban lancar jaminan pembayarannya adalah aktiva lancar. Hal ini dapat dilihat pada current ratio, yaitu perbandingan aktiva lancar dan hutang lancar.

1.

b. Rasio Solvabilitas

Yaitu menujukkan sejauh mana modal sendiri menjamin seluruh hutang dengan menggunakan rumus.

1.

2.

c. Rasio Profitabilitas

Yaitu menujukkan berapa persen keuntungan yang dicapai dengan menjual produk.

1.

2.

3.

3. Proses Penerapan Analisis Laporan Keuangan Terhadap Permohonan Kredit. Berikut ini penulis akan memperlihatkan laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi selama tiga periode terakhir.

Tabel 2 CV. Safwah

Laporan posisi keuangan 31 Desember 2012,2013,2014

Asset 2012 2013 2014

Asset Lancar

Kas 2.500.000 11.254.000 11.210.000)

piutang usaha 98.000.000 99.564.000 110.624.000

persediaan barang 250.000.000 335.640.000 375.642.000 Total asset lancer 350.000.000 446.458.000 497.476.000 Asset tidak lancar

Tanah Bangunan 88.035.000 88.035.000 88.035.000

Kendaraan 88.035.000 88.035.000 88.035.000

Peralatan Kantor 2.250.000 2.250.000 2.250.000 Penyusutan 0 (25.640.000) (51.280.000) Total Asset tidak lancar 178.320.000 152.680.000 127.040.000

Total Asset 528.820.000 599.138.000 624.516.000

Liabilitas Jangka Pendek

Hutang Dagang 12.000.000 10.671.000 12.067.000

Hutang Bank 100.000.000 81.645.000 17.789.000

Total Liabilitas Jangka

Pendek 112.000.000 93.316.000 29.856.000

Ekuitas

Modal disetor 250.000.000 250.000.000 250.000.000

Laba ditahan 88.335.000 166.820.000 255.823.000

Laba tahun berjalan 78.485.000 89.002.000 88.837.000

Total Ekuitas 416.820.000 505.822.000 594.660.000

Total Liabilitas Dan Ekuitas 528.820.000 599.138.000 624.516.000

Tabel 3 CV.Safwah Laporan Laba Rugi 31 Desember 2012,2013,2014

URAIAN 2012 2013 2014

Penjualan netto 539.217.000 727.943.000 737.042.000

Harga pokok penjualan 404.413.000 545.957.000 552.782.000

Biaya administrasi umum 34.949.000 36.397.000 36.852.000

Laba (rugi) operasional 99.855.000 145.589.000 147.408.000

Biaya bunga 7.520.000 15.240.000 17.254.000

Biaya penyusutan 0 25.640.000 25.640.000

Biaya lainnya 0 0 0

Pendapatan setelah bungan dan penyusutan 92.335.000 104.709.000 104.514.000

Penghasilan lainnya 0 0 0

Laba sebelum pajak 92.335.000 104.709.000 104.514.000

PPH badan (13.850.000) (15.707.000 (15.677.000)

Laba bersih setelah pajak 78.485.000 89.002.000 88.837.000

Dari analisis yang dilakukan oleh bagian analisis kredit,perusahaan CV. Safwah telah memenuhi ketiga analisis yaitu analisis identifikasi pemohon dan usaha, analisis 5C, dan analisis aspek-aspek kredit. Untuk aspek keuangan , dibawah ini hasil analisis rasio:

Tabel 4 ANALISIS RASIO

Analisis Ratio

Hasil Analisis Ratio Standar Ratio

Ket.

2012 2013 2014 Likuiditas ratio

a.current ratio 321% 478% 1.666% >200% Baik Solvabilitas ratio

a.total debt to equity ratio 26% 18% 5% <50% Baik Profitabilitas ratio

a.net profit margin 14% 12% 12% >15% Baik

Sumber:PT.Bank Sulselbar

Perusahaan CV.Safwah mengajukan kredit sebesar Rp.100.000.000, pihak bank merekomendasikan sebesar Rp.100.000.000.

4. Efektivitas Pemberian Kredit

Efektivitas dari pemberian kredit ditandai dengan tercapainya tujuan pemberian kredit yang diharapkan oleh Bank Sulselbar cabang Bone. Selama melakukan penelitian, penulis memperoleh keyakinan bahwa yang diberikan telah sesuai dengan prinsip dan prosedur yang ditetapkan. Hal ini dapat dilihat dari proses penyelesaian kredit dari mula penyampaian permohonan dan data dari monitoring kredit untuk memastikan bahwa pemanfaatan kredit digunakan sesuai tujuan semula.

Dari berbagai tahapan tersebut, termasuk didalamnya analisis kredit yang mencakup analisis laporan keuangan laporan keuangan, PT.

Bank Sulselbar Cabang Bone menujukkan bahwa kredit yang telah diberikan pada debitur aman dalam arti mempunyai kondisi keuangan yang baik dan debitur telah memanfaatkannya sesuai dengan tujuan semula yaitu memajukan usaha sehingga dapat menjamin pengembalian pinjaman tepat waktunya disertai dengan pembayaran bunga yang telah ditetapkan sebelumnya.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari hasil pembahasan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pada Bank Sulselbar Cabang Bone setiap pemberian kredit harus berdasarkan surat permohonan yang ditanda tangani oleh pemohon.

Permohonan dituangkan dalam formulir permohonan kredit sesuai standar pada Bank Sulselbar. Pada tahap ini dimana dokumen persyaratan kredit yang berupa laporan keuangan nasabah dibuat oleh pihak bank secara estimasi berdasarkan hasil wawancara pihak bank dengan nasabah untuk nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk prospek usaha nasabah.

2. Tersedianya data laporan keuangan calon debitur yang lengkap, releven, benar dan telah diaudit dari kantor akuntan publik sebelum analisis kredit dimulai. Untuk memperoleh gambaran mengenai keadaan yang sebenarnya dari data laporan keuangan tersebut, bank melakukan inspeksi langsung kelapangan usaha calon debitur, meminta informasi dari bank lain, serta meminta informasi dari pihak yang memiliki hubungan bisnis dengan calon debitur.

3. Terdapat analisis perhitungan rasio keuangan untuk mengetahui likuiditas, sovabilitas dan profitabilitas perusahaan calon debitur. Rasio keuangan yang dihitung terdiri dari; Current ratio, Total Debt to Equity Ratio, Net Profit Mergin.

B. Saran

1. Sebaiknya bank sulselbar mempertegas penerapan prinsip kehati-hatian yang telah ditetapkan pada prosedur pemberia kreditnya dari prosedur permohonan kredit sampai dengan prosedur penyelamatan kredit bermasalah. Tindakan ini merupakan salah satu upaya bank untuk mengurangi resikokredit macet sebab bank dapat menilai itikad baik pemohon kredit salah satunya adalah dengan melengkapi semua dokumen persyaratan permohonan kredit dan petugasyang menangani permohoanan kredit.

2. Sebaiknya bank sulselbar juga memperhatikan analisis terhadap prospek usaha nasabah, karena usaha nasabah merupakan sumber pemasukan bagi nasabah untuk dapat melunasi kredit berikut bunganya. Bila bank hanya terpaku pada nilai agunan saja, justru bank dapat menjerumuskan nasabahnya dan itu bukan berarti penyelesaian yang saling menguntungkan bagi nasabah maupun bank karena ada pihak yang dapat dirugikan.

3. Sumber daya manusia merupakan aspek yang paling penting, oleh karena itu diperlikan pegawai yang kompeten dan dapat dipercaya. Berdasarkan hal ini, pihak Bank Sulselbar Cabang Bone perlu:

a) Menempatkan pegawai yang berkualitas, bertanggung jawab, jujur dan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan.

b) Menempatkan pegawai kejabatan yang lebih tinggi berdasarkan profesionalisme, integritas, dan kemampuan yang dimilikinya dan bukan berdasarkan senioritas dari pegawai.

DAFTAR PUSTAKA

Agnes Sawir. 2005. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Drs.Indriyo. 2002. Manajemen Keuangan. Universitas Gadjahmada. Yogyakarta.

Hasanuddin Rahman. 2000. Kebijakan Kredit Perbankan Yang Berwawasan Lingkungan. PT. Citra Aditya, Meden.

Kasmir. 2001. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta.

Kasmir. 2002. Dasar-dasar Perbankan. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta.

Munawir. 2007. Analisis Laporan Keuangan Yogyakarta: LibertyYogyakarta Nabila I Soraya. 2005. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Makassar.

Simorangkir, O.P, 2001, Dasar - Dasar Mekanisme Perbankan. Aksara Press, Jakarta.

Sofyan Syafri Harahap. 2004. Anilisis Kritis Atas Laporan Keuangan. PT.Raja Grafindo Persada.Jakarta

Siswanto Sutojo. 2007. Analisis Kredit Bank Umum. PT. Damar Mulia Pustaka.

Jakarta

Untung Budi. 2000. Kredit Perbankan di Indonesia. ANDI. Yogyakarta

Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 2005, Tentang Pokok-Pokok Perbankan Pasal 1 ayat 1. Jakarta.

Dalam dokumen Skripsi ini kupersembahkan untuk: (Halaman 60-70)

Dokumen terkait