• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Kajian implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi di SMAN 4 Luwu Utara dapat dianalisis melalui teori perkembangan belajar menurut tokoh Sosiologi pendidikan Baldwin. Baldwin menerangkan perkembangan anak sebagai proses sosialisasi dalam bentuk meniru atau imitasi yang berlangsung secara adaptasi dan seleksi. Fase peniruan ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu fase proyektif, fase subjektif, dan fase objektif. Fase proyektif adalah fase di mana anak mendapatkan kesan mengenai model atau objek yang ditiru, sedangkan pada fase subjektif anak cenderung meniru gerakan-gerakan atau sikap model atau objeknya. Selanjutnya, pada fase objektif anak telah menguasai hal yang ditirunya, sehingga anak dapat mengerti bagaimana orang merasakan, berpikir, berangan-angan, berbuat, dan seterusnya (Fudyartanta, 2010:

65-66).

Berkaitan dengan pendidikan karakter religius yang diterapkan melalui pembelajaran Sosiologi bahwa proses belajar siswa mengenai karakter religius menempatkan guru Sosiologi sebagai model yang ditirunya. Pada fase proyektif siswa masih dalam tahap memahami perilaku guru serta mendapatkan kesan terhadap objek yang ditiru. Siswa menganalisis terhadap perilaku guru yang memberikan contoh beribadah di sekolah, mengucapkan salam, berdoa sebelum

belajar, dan mengajarkan ajaran agama. Selanjutnya, pada tahap subjektif siswa yang telah mendapatkan kesan bahwa perilaku tersebut merupakan perilaku yang baik untuk ditirunya, siswa cenderung untuk melakukan sesuai dengan apa yang dilakukan oleh guru Sosiologi tersebut. Pada tahap yang terakhir yaitu fase objektif siswa telah mengerti arti pentingnya menjalankan agama sehingga dapat melaksanakan ajaran agama tanpa lagi melihat objek yang dijadikan model untuk ditiru.

Implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi yang terdapat di SMAN 4 Luwu Utara merupakan sebuah proses yang dilakukan terus-menerus untuk meningkatkan karakter religius dalam diri siswa. Mulyasa (2012: 1-2) menyebutkan bahwa pendidikan karakter merupakan proses yang berkelanjutan dan tak pernah berakhir (never ending process), sehingga menghasilkan perbaikan kualitas yang berkesinambungan (continuous quality improvement), yang ditujukan pada terwujudnya sosok manusia masa depan, dan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.

Dengan demikian, implementasi pendidikan karakter religius yang dilakukan melalui pembelajaran Sosiologi di SMAN 4 Luwu Utara sesuai dengan konsep pendidikan karakter menurut Mulyasa (2012). Pembahasan terakhir mengenai implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi di SMAN 4 Luwu Utara secara global bahwa dalam proses penanaman karakter religius terintegrasi dalam mata pelajaran yang dilakukan secara terus menerus tanpa berhenti selama masih ada pembelajaran Sosiologi. Nilai-nilai agama yang ditanamkan dalam pembelajaran Sosiologi bukan dalam bentuk

pengetahuan yang berdiri sendiri layaknya nilai-nilai agama dalam mata pelajaran pendidikan agama yang lebih mengarah pada dogma agama, melainkan lebih kepada nilai-nilai agama yang bersifat lebih praktis yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari menyangkut amalan terhadap manusia lain dan lingkungan alam sekitar.

Dengan demikian, implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Sosiologi yang dilakukan di SMAN 4 Luwu Utara telah sesuai dengan prinsip- prinsip program pendidikan karakter di sekolah menurut menurut Budimasyah (Gunawan, 2012: 36) yaitu: (1) Pendidikan karakter di sekolah harus dilaksanakan secara berkelanjutan (kontinuitas); (2) Pendidikan karakter hendaknya dikembangkan melalui semua mata pelajaran (terintegrasi); (3) Sejatinya nilai- nilai karakter tidak diajarkan (dalam bentuk pengetahuan); (4) Proses pendidikan dilakukan peserta didik dengan secara aktif (active learning) dan menyenangkan (enjoy full learning).

Faktor yang paling didukung dalam implementasi pendidikan karakter religius pada pembelajaran sosiologi di sman 4 luwu utara adalah sistem atau program yang dibuat di SMAN 4 Luwu Utara merupakan induk dari semua strategi yang dilaksanakan. Oleh karena itu, pengoperasian strategi bergantung pada sistem yang menjadi dasarnya. Qomar (2014:94) manajemen menjadi kunci pemecahan karena pada manajemen terdapat kaidah-kaidah maupun strategi- strategi penataan secara rapi, teratur, dan terprogram.

Semua guru harus melakukan kerja sama untuk mendukung dalam proses

penanaman nilai karakter religius sehingga dalam kegiatan pembelajaran dan penanaman nilai, guru merupakan ujung tombak penting keberhasilan. Tanpa dukungan guru yang profesional, semua komponen pendidikan akan sia-sia untuk memaksimalkan pengalaman belajar maksimal bagi peserta didik.

Ditambah lingkungan sekolah yang sangat mendukung dalam proses pendidikan, dimana lingkungan yang sejuk, hening jauh dari keramaian dan lingkungan sekolah yang sangat luas, lingkungan yang kondusif di SMAN 4 Luwu Utara sangat mendukung dalam proses pendidikan, bukan hanya lingkungannya juga akan tetapi faktor fasilitas yang ada disekolah sangat memadai untuk proses implementasi pendidikan karakter religius. Berkaitan dalam faktor pendukung pendidikan karakter system pembelajaran juga memiliki beberapa komponen yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan dan saling berintraksi untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran yang telah ditetapkan.

Hambatan Implementasi pendidikan karakter religius di SMAN 4 luwu utara lebih merujuk pada perbedaan pemahaman terhadap siswa, dimana beberapa karakter yang perlu di perbaiki, bahkan siswa memiliki latar belakang yang berbeda. Perbedaan pemahaman saat guru menjelaskan tentang pembelajaran sosiologi yang dikaitkan dengan karakter religius, siswa juga memiliki bakat dan potensi yang berbeda-beda serta perbedaan psikologis siswa juga menjadi pengaruh terhadap proses Implementasi Pendidikan karakter Religius, terlebih bagi siswa yang baru masuk karna mereka kurang mendapatkan bekal yang cukup ketika dibangkut sekolah pertama.

Hambatan pendidikan karakter religius juga berpengaruh pada lingkungan diluar sekolah, karna guru tidak dapat lagi mengontrol siswa pada saat diluar lingkungan sekolah, apalagi jika kurangnya perhatian orang tua terhadap penerapan karakter religius. Orang tua hanya menyerahkan penuh tanggung jawab pendidikan karakter tersebut kepada guru. Akan tetapi sebenarnya yang menjadi peran utama dalam penanaman karakter religius itu adalah kelurga karna meiliki waktu yang lebih banyak dibandingakan di lingkungan sekolah. Lingkungan masyarakar siswa juga sangat mendukung penerapan pendidikan karakter karna lingkungan itu memiliki dampak positif dan negatif bagi siswa dan berpengaruh penting terhadap pendidikan karakter religius

94 A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian Implementasi Pendidikan Karakter Religius dalam Pembelajaran Sosiologi di SMAN 4 Luwu Utara dapat di simpulkan bahwa:

Implemetasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran sosiologi di SMAN 4 Luwu Utara telah dilaksanakan mulai dari persiapan pembelajaran yang notabennya belum masuk didalam kelas, pelaksanaan pembelajaran didalam kelas hingga tahap evaluasi pembelajaran. Dimana guru mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan menyusun RPP yang menyelipkan karakter religius, dan langkah pembelajaran menganalisis karakter kedalam dua kategori kelas yang kondufis dan kelas yang kurang kondusif. Hingga tahap selanjutnya yaitu tahap evaluasi pembelajaran menggunakan form penilaian.

Implementasi pendidikan karakter religius di SMAN 4 Luwu Utara

berdasarkan hasil penelitian informan menemukan beberapa faktor yang menjadi pendukung implemetasi pendidikan karakter yaitu sarana dan prasarana yang disediakan oleh sekolah, kekompakan guru dalam penerapan didalam kelas maupun kegiatan lainnya, Menanamkan nilai agama yang baik kepada siswa dan toleran terhadap perbedaan yang ada. Sedangkan beberapa hambatan dalam implemetasi pendidikan karakter yang ada di SMAN 4 Luwu Utara meliputi lemahnya kontrol guru ketika siswa berada diluar sekolah, kurangnya perhatian orang tua, perbedaan tingkat pemahaman siswa, daya tangkap serta kemampuan

potensialnya yang kurang sehingga mempengaruhi proses pendidikan karakter religius.

B. Saran

Dari kesimpulan diatas yang dipaparkan penulis diatas ada beberapa saran yang diharapkan oleh peneliti : bagi kepala sekolah, guru, kurikulum di harapkan mampu meningkatkan pendidikan karakter religius kepada orantua dan siswa agar bisa menjadi lebih baik dan optimal. Membuat program untuk lebih efesien mendukung pendidikan karakter religius dalam pembelajaran.

96

Amri, S., Jauhari, A., & Elisah, T. (2011). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Anjari, W. (2012). Tawuran Pelajar dalam Perspektif Kriminologis, Hukum Pidana, dan Pendidikan. Jurnal Ilmiah Widya, 218772.

Creswell, J. W. (2010). Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Dalimunthe, R. A. A. (2015). Strategi dan Implementasi Pelaksanaan Pendidikan Karakter di Smp N 9 Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Karakter, (1).

Emiasih, D. (2011). Pengaruh Pemahaman Guru Tentang Pendidikan Karakter terhadap Pelaksanaan Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran Sosiologi. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 3(2).

Endarmoko, E. (2016). Tesamoko Tesaurus Bahasa Indonesia: Tesaurus Bahasa Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.

Fathurrohman, P., Suryana, A. A., & Fatriani, F. (2013). Pengembangan Pendidikan Karakter. Pt Refika Aditama.

Fudyartanta, K. (2010). Membangun Kepribadian dan Watak Bangsa Indonesia yang Harmonis dan Intergal. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Gulo, W. (2002). Metodelogi Penelitian. Jakarta: Grasindo.

Gunawan, H. (2012). Pendidikan Karakter. Bandung: Alfabeta, 2.

Haris, A (2014). Penerapan Pendidikan Berbasis Karakter di Sdit Nurul Amal Pondok Cabe Ilir Pamulang.

Jamaluddin, D. (2013). Character Education in Islamic Perspective. International Journal of Scientific & Technology Research, 2(2), 187-189.

Kemendiknas, R. I. (2010). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kemendiknas.

Listyarti, R. (2012). Pendidikan Karakter dalam Metode Aktif, Inovatif, dan Kreatif. Jakarta: Erlangga, 4, 1.

Lies, A. (2009). Implementasi Pendidikan Imtaq di Smp Negeri 2 Bantul (Doctoral Dissertation, Tesis: Uny).

Meleong, L. J. (2010). Atletodologi Penelitian Kualitatrf. Pt. Remaja Rosda Karya. Bandung.

Muʼin, F. (2011). Pendidikan Karakter: Konstruksi Teoretik & Praktik. Ar-Ruzz Media.

Mulyadi, D. (2015). Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan Pelayanan. Bandung:

Alfabeta

Mulyasa. (2012). Manajemen Paud. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nana, S.S. (2009). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nurochim, H. (2013). Perencanaan Pembelajaran Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Pt.

Raja Grafindo Persada.

Naim, N. (2011). Dasar-Dasar Komunikasi Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Qomar, M. (2014). Pesantren: dari Tarnsformasi Metodologi Menuju Demokratisasi Institusi. Jakarta: Erlangga.

Pristine, A. Depict & Endang Suryani.(2015). Implementasi Pembentukan Karakter Budi Pekerti di Smp Negeri 1 Tanggul Jember Jurnal Pendidikan Karakter, 5(1).

Puspitasari, R., Hastuti, D., & Herawati, T. (2015). Pengaruh Pola Asuh Disiplin dan Pola Asuh Spiritual Ibu Terhadap Karakter Anak Usia Sekolah Dasar.

Jurnal Pendidikan Karakter, (2).

Putri, N. A. (2011). Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Melalui Mata Pelajaran Sosiologi. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 3(2).

Rudy, G (2013). Pendidikan IPS filosofi, konsep dan aplikasi. Bandung: Alfabeta.

Sanjaya, W. (2008). Kurikulum Dan Pembelajaran (Teori & Praktek KTSP).

Kencana.

Sudrajat, A. (2011). Mengapa Pendidikan Karakter?. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1).

Soekanto, S. (2015). Sociology An Introduction. Jakarta. Pt. Raja Grafindo Pesada.

Yuniardi, D (2015). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Smp Pgri 1 Ciputat.

Zainul Fitri, A. (2012). Pendidikan Berkarakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah.

99

L A M

P

I

R

A

N

Lampiran 1

PEDOMAN OBSEVASI

No. Aspek Yang Diamati Kegiatan

1. Sarana dan prasarana sekolah

Mengamati kondisi sarana dan prasarana yang ada di sekolah untuk menunjang kegiatan pembelajaran di dalam kelas maupun diluar kelas seperti tempat

ibadah, perpus, kantin dll

2. Lingkungan sekolah

Mengamati kedaan lingkungan sekolah dan sekitarnya. Mencatat Kelebihan dan kekuranganya

seperti kebersihan, strategis tidaknya letak sekolah dengan lingkungan

3. Guru

Melihat cara guru memberikan materi pada saat proses pembelajaran dan melihat guru melaksanakan dan memberikan nilai-nilai

pendidikan karakter

4. Siswa

Mengamati sikap siswa pada saat proses pembelajaran di dalam

kelas .

HASIL OBSERVASI 1. Mengamati keadaan sekolah :

Kondisi gografis SMAN 4 Luwu Utara sangat strategis berada jauh dari pemukiman warga, sekolah terletak di bawa bukit. Akses jalanan dan transportasi untuk menuju ke sekolah sangat mudah, ada siswa yang dating kesekolah menggunkan kendaraan pribadi, kendaraan umum seperti ojek motor dan mobil sewa bagi siswa yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah.

Lingkungan sekolah juga mendukung karna SMAN 4 Luwu Utara terlihat asri dengan banyak pepohonan dan tatanan tumbuhan serta sarana prasarannya yang baik. Fasilitas sekolah juga sangat mendukung seperti masjid, laboratorium kimia,laboratorium fisika, laboratorium biologi, laboratorium komputer lapangan basket, lapangan voli, lapangan takraw, lapangan bulu tangkis, perpustakaan, dan masih banyak lagi.

2. Mengamati proses belajar mengajar

Di SMAN 4 Luwu Utara dalam proses pembelajaran memiliki beberapa tahap seperti mulai dari persiapan, pendahuluan, kegiatan inti, serta penutup.

PEDOMAN WAWANCARA

“IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI(STUDI KASUS DI SMA

NEGERI 4 LUWU UTARA)”

Bagi Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Luwu Utara A. Identitas Informan

1. Nama :

2. Jenis kelamin : 3. Tempat/Tanggal lahir :

4. Umur :

5. Alamat :

6. Status Pekerjaan : B. Tabel Daftar Pertanyaan

1. Bagaimana implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi ?

No Indikator Subindikator Pertanyaan

1. Implementasi pendidikan karakter religius dalam pembela- jaran Sosiologi

Kesiapan Sekolah

1. Apakah di SMA NegerI 1 sudah menanamkan pendidikan karakter

?

2. Bagaimana penanaman pendidikan karakter yang dilaksanakan di SMA Negeri 4 Luwu Utara?

3. Apa tujuan utama dari pendidikan karakter itu sendiri ?

4. Bagaimana kesiapan sekolah da- lam melaksanakan pendidikan karakter ?

5. Terkait dengan penelitian yang dilakukan peneliti, menurut pen- dapat Bapak bagaimana pelaksa- naan pendidikan karakter utaman- ya karakter religius melalui pem- belajaran Sosiologi ?

6. Apa yang dilakukan pihak sekolah

religius melalui pembelajaran So- siologi ?

Kesiapan Guru 7. Bagaimana kesiapan guru dalam melaksanakan pendidikan karakter melalui mapel yang terdapat di SMA Negeri 4 Luwu Utara?

8. Bagaimana kesiapan guru Sosiolo- gi dalam melaksanakan pendidikan karakter religius di SMA Negeri 4 Luwu Utara?

9. Apakah guru Sosiologi di sekolah sudah bisa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis karakter ?

Keikutsertaan Kepala Sekolah

10. Bagaimana cara Bapak turut serta dalam melaksanakan pendidikan karakter ?

11. Apakah Bapak/Ibu memantau Guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis karakter?

12. Bagaimana cara Bapak/Ibu dalam mengevaluasi pelaksanaan

pembelajaran berbasis pendidikan karakter ?

Fasilitas 13. Bagaimana ketersediaan fasilitas pembelajaran di SMA Negeri 4 Luwu Utarauntuk mendukung pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui pembelajaran So- siologi ?

No Indikator Subindikator Pertanyaan 1. Hambatan-

hambatan

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

14. Apakah semua guru di SMA Negeri 4 Luwu Utaratelah memahami pelaksanaan pendidikan karakter melalui pembelajaran ?

15. Terkait dengan penelitian peneliti, apakah guru Sosiologi di SMA Negeri 4 Luwu Utaradapat

menerap- kan pendidikan karakter religius dengan baik ?

16. Secara umum, apakah guru So- siologi di SMA Negeri 4 Luwu Utaradapat menerapkan

pendidikan karakter religius yang disesuaikan dengan materi

pembelajaran?

Dana 17. Adakah hambatan pelaksanaan pendidikan karakter yang berkai- tan dengan dana ?

Sarana dan Prasa- rana

18. Bagaimana dengan ketersediaan sarana dan prasarana dalam menunjang pelaksanaan pendidi- kan karakter melalui pembelajaran

?

19. Apakah ada hambatan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pen- didikan karakter melalui pembela- jaran ?

20. Apakah ada buku Sosiologi ber- basis karakter ?

Lingkungan di luar sekolah

21. Bagaimana dengan pengaruh lingkungan di luar sekolah kai- tannya dengan penerapan nilai karakter pada siswa ?

22. Adakah hambatan yang disebab- kan oleh lingkungan luar sekolah kaitannya dengan penerapan karakter pada siswa ?

UTARA)”

Bagi Guru Sosiologi Kelas X di SMA Negeri 4 Luwu Utara A. Identitas Informan

1. Nama :

2. Jenis kelamin :

3. Tempat/Tanggal lahir :

4. Umur :

5. Alamat :

6. Status Pekerjaan :

B. Tabel Daftar Pertanyaan

1. Bagaimana implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi ?

No Indikator Subindikator Pertanyaan

1. Perencanaan pembelajaran

Perangkat Pembelajaran

1. Apakah sebelum mengajar Bapak menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) ?

2. Dalam penyusunan RPP, apakah Bapak mencantumkan nilai karakter yang akan dicapai pada setiap materi pembelajaran Sosiologi ?

3. Adakah nilai karakter religius dalam RPP yang Bapak buat ?

4. Selain RPP apa saja yang Bapak persiapkan sebelum melaksanakan pendidikan karakter religius melalui

pembelajaran Sosiologi ?

Media 5. Media apa yang sering ibu gunakan dalam kegiatan pembelajaran Sosiologi berbasis karakter ? (PPT, film, lagu, gambar, artikel dll)

6. Apakah media yang Bapak gunakan sudah efektif digunakan dalam penerapan karakter religius melalui pembelajaran Sosiologi ?

dengan penerapan pendidikan karakter religius ? (PJBL, PBL, Cooperative learning)

8. Apa pertimbangan Bapak dalam menentukan strategi

pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran?

Metode Pembelajaran

9. Metode apa saja yang sering Bapak gunakan dalam pelaksanaan pendidi- kan karakter religius melalui

pembelajaran Sosiologi ? (Ceramah.

Diskusi, tanya jawab dll)

10. Apa pertimbangan Bapak dalam menentukan metode pembelajaran yang digunakan?

3. Evaluasi pembelajaran

Aspek penilaian 11. Bagaimana cara penilaian pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui pembelajaran Sosiologi ?

No Indikator Subindikator Pertanyaan 1. Hambatan-

hambatan

Faktor peng- hambat

12. Apakah Bapak menemui kendala da- lam pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui pembelajaran So- siologi ?

13. Apakah ada keluhan yang dialami pe- serta didik berkaitan dengan pelaksa- naan pendidikan karakter religius me- lalui pembelajaran Sosiologi ?

14. Menurut pendapat Bapak, apa yang menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui pembelajaran So- siologi ?

Cara mengatasi 15. Bagaimana Bapak mengatasi kendala dalam pelaksanaan pendidikan karak- ter religius melalui pembelajaran So siologi ?

16. Apakah pihak sekolah membantu da- lam Bapak mengatasi kendala terse- but ?

PEMBELAJARAN SOSIOLOGI(STUDI KASUS DI SMA NEGERI 4 LUWU UTARA)”

Bagi siswa SMA Negeri 4 Luwu Utara A. Identitas Informan

1. Nama :

2. Jenis kelamin :

3. Tempat/Tanggal lahir :

4. Umur :

5. Alamat :

6. Status Pekerjaan : B. Tabel Daftar Pertanyaan

1. Bagaimana implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi ?

No Indikator Subindikator Pertanyaan

1. Perencanaan pembelajaran

Perangkat Pembelajaran

1. Menurut saudara, apakah Guru dalam memulai dan mengakhiri kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan jam pelajaran?

2. Menurut saudara, apakah guru pernah meminta untuk menentukan model pembelajaran sesuai dengan keinginan Saudara ?

Bahan Ajar 3. Apakah saudara memiliki buku pegangan mata pelajaran Sosiologi berbasis karakter ?

4. Sumber belajar apa yang sering digunakan Guru dalam kegiatan pembelajaran? (Buku, LKS, Internet, dll)

5. Apakah guru pernah memberikan tugas di rumah (mencari materi, mencari artikel/berita dll) sebelum mempelajari materi baru ?

pelaksanaan pembelajaran Sosiologi berbasis karakter ?

7. Apakah sumber belajar yang tersedia disekolah sudah mendukung pemahaman saudara terhadap materi Sosiologi ?

Media 8. Apa saja media pembelajaran yang tersedia di kelas saudara untuk menunjang pembelajaran Sosiologi?

9. Apakah Guru menggunakan media dalam pembelajaran Sosiologi?

10. Apa media yang sering Guru gunakan dalam kegiatan pembelajaran Sosiologi ?

11. Menurut saudara apakah media yang Guru gunakan dalam pembelajaran dapat dipahami oleh peserta didik?

2. Pelaksanaan Pembelajaran

Pendahuluan Pembelajaran

12. Menurut saudara, apakah Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa?

13. Apakah Guru memberikan gambaran awal berkaitan materi yang akan diajarkan?

14. Apakah Guru memberikan ulasan kembali mengenai materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya?

15. Apakah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran materi yang akan diajarkan?

16. Apakah Guru menjelaskan pokok- pokok bahasan yang akan dipelajari dalam pembelajaran?

17. Apakah guru menanamkan pendidikan karakter yang terkait dengan materi pembelajaran ?

karakter ? Apakah ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, dll?

19. Metode apa yang paling sering diterapkan oleh guru?

20. Apakah guru pernah mengaitkan materi pembelajaran dengan nilai-nilai agama ?

21. Bagaimana cara guru menyampaikan materi pembelajaran ? Apakah persis dengan buku atau disesuaikan dengan kenyataan sosial yang ada di masyara- kat ?

22. Apakah guru pernah menyampaikan nilai-nilai agama dalam pembelajaran Sosiologi ?

23. Bagaimana cara guru Sosiologi menyampaikan nilai-nilai agama ? Apakah sama dengan guru agama ? 24. Menurut Saudara, apakah guru So-

siologi Saudara memiliki karakter religius yang tinggi ?

25. Apakah guru Sosiologi Saudara pernah meminta Saudara untuk mengamalkan ajaran agama ?

26. Menurut saudara, apakah Sosiologi dapat dijadikan sebagai salah satu me- dia untuk menanamkan nilai-nilai agama ?

Kegiatan Penutup

27. Pada saat akhir pembelajaran, apakah guru memberikan kesimpulkan dari hasil pembelajaran yang dikaitkan dengan nilai-nilai agama ?

28. Apakah guru menutup pembelajaran dengan salam ?

29. Apakah guru meminta Saudara untuk berdoa terlebih dahulu setelah pem- belajaran selesai ?

3. Evaluasi pembelajaran

Aspek penilaian 36. Apakah guru pernah melakukan penilaian selain memberikan PR atau tugas ?

37. Apakah guru pernah melakukan penilaian yang berhubungan dengan karakter atau sikap siswa ?

2. Bagaimana hambatan-hambatan implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran siologi ?

No Indikator Subindikator Pertanyaan

1. Hambatan- hambatan

Faktor peng- hambat

38. Apakah Saudara mengalami kesulitan dalam memahami materi Sosiologi ? 39. Apakah Saudara mengalami kesulitan

dalam memahami nilai-nilai agama yang dikaitkan dengan materi pem- belajaran Sosiologi ?

Cara mengatasi 40. Bagaimana Saudara mengatasi ken- dala dalam memahami materi So- siologi ?

41. Bagaimana Saudara mengatasi ken- dala dalam memahami nilai-nilai agama yang dikaitkan dengan materi pembelajaran Sosiologi ?

TABEL INFORMAN WAWANCARA

NO. NAMA INFORMAN UMUR PEKERJAAN ALAMAT

1. H. Yangmani. S.Pd., M.Si 56 Kepala Sekolah Masamba

2. Umrah, S. Sos 4 Guru Sosiologi Bone-Bone

3. Marsanda 18 Siswa Kelas XII Patoloan

4. Amelia 18 Siswa Kelas XII Bone - Bone

5 Elfi Yonanda 18 Siswa Kelas XII Lemahabang

6. Indri Handayani 17 Siswa Kelas XI Sidomukti

7. Muahammad Agus 17 Siswa Kelas XI Bone - Bone

8. Sri Wahyuni 17 Siswa Kelas XI Banyurip

9. Siti Aisyah fitri 16 Siswa Kelas X Banyurip

10. Putri Damayanti 16 Siswa Kelas X Patila

11. Nurlista 16 Siswa Kelas X Bone-Bone

Kisi Instrumen Dokumentasi

No Jenis Dokumen Sumber Ada Tidak Keterangan

1 Profil Sekolah TU

2 Visi dan Misi Sekolah

TU

3 Data Jumlah Guru dan Tenaga Kependidikan

TU

4 Data Jumlah Siswa

TU

5 Data sarana dan prasarana

TU

6 Silabus Mata Pelajaran Sosiologi

Guru

7 RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran )

Pelajaran Sosiologi

Guru

Tabel trigulasi Teknik No Item Hasil

Penelitian

Wawancara Observasi Dokumentasi Interpretasi

1. Implementa si

Pendidikan karakter religius di SMAN 4 Luwu Utara

Secara umum

SMAN 4

Luwu Utara telah

melaksanakan Pendidikan karakter, utamanya Pendidikan karakter religius yang telah

diterapkan oleh siswa di lingkungan sekolah maupun lingkungan diluar sekolah.

Pendidikan karakter diterapkan oleh semua

siswa di

SMAN 4

Luwu Utara telah

menerapkan Pendidikan karakter religius mereka selalu menedengark an setiap arahan dari kepala

sekolah maupun guru yang ada disekolah sebagai contoh siswa berdoa sebelum dan setelah melakukan

SMAN 4 Luwu Utara telah

mengimplementasika n Pendidikan karakter religius diantaranya kepala sekolah selalu menghimbau tentang Pendidikan karakter.

Guru juga

mengimplemetasikan Pendidikan karakter religius melalui proses pembelajaran dan merancang melalui silabus dan RPP yang berkaitan dengan nilai karakter religius, guru juga memberikan contoh

kepada siswa

sehingga siswa dapat menirunya. di sela- sela pembelajaran

guru selalu

Dokumen terkait