BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
1. Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD)
Dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa untuk melihat akuntabilitas pengelolaan Alokasi Dana Desa yang ada di Desa Bone terdapat 5 (lima) tahap penting di dalamnya yaitu perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan, mekanisme dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Bone telah sesuai dengan Permendagri No.
20 Tahun 2018.
2. Perencanaan Alokasi Dana Desa (ADD)
Dari hasil wawancara yang telah dilakukan dengan Pak Amiruddin selaku PLT/Sekretaris Desa Bone, mengenai perencanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Bone telah sesuai dengan Permendagri No 20 Tahun 2018 dimana tahap awal dimulai dari melakukan Musyawarah Dusun (Musdus), Musyawarah Desa, dan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbag). Adapun hasil dari Musdus yaitu menampung dari usulan-usulan masyarakat yang nantinya akan menjadi acuan bagi pemeritah desa untuk dituangkan dalam RPJMDes. Hasil dari musdus akan dilanjutkan di Musdes untuk penyusunan RKP Desa. Selanjutnya di Musrenbang membahas tentang penyusunan APBDesa. Dengan melakukan musyawarah di desa maka secara langsung melihat bagaimana tingkat partisipasi masyarakat mengenai penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Bone.
Pada tahap perencanaan tingkat partisipasi masyarakat sangat antusias dalam menyampaikan usulan ataupun masukan secara langsung, sehingga tercipta kerjasama yang baik antara pihak aparat desa dengan masyarakat setempat. Namun tingkat kehadiran lembaga masyarakat Desa Bone sangat minim dalam kegiatan perencanaan pengelolaan ADD.
3. Pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD)
Pada tahap pelaksanaan pengelolaan alokasi Dana Desa (ADD) dimana pelaksanaan kegiatan dikerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang dikoordinator oleh Sekretaris Desa Bone. TPK bertanggungjawab terhadap kegiatan yang dilakukan dengan
berkoordinasi serta melaporkan setiap kegiatannya kepada sekdes dan kades.
Berdasarkan hasil wawancara dalam pengelolaan ADD setiap pelaksanaan kegiatan harus atas perintah dari Sekdes Bone selaku koordinator TPK serta disetujui oleh Kades Bone dan yang akan bertanggungjawab sepenuhnya terkait LPJ adalah Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Dalam pelaksanaan mulai dari penyusunan RAB hingga kegiatan selesai dilaksanakan aparat desa Bone tidak mengalami kendala dan semua berjalan dengan baik sesuai aturan yang berlaku.
4. Penatausahaan Alokasi Dana Desa (ADD)
Kaur Keuangan Desa Bone telah memanfaatkan sistem Teknologi Informasi (TI) yaitu menggunakan aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES) yang telah dikembangkan oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) dalam melaksanakan tahap penatausahaan. Dalam hal ini pemerintah Desa Bone memiliki peranan melakukan pencatatan atau penatausahaan terhadap penerimaan serta pengeluaran dan melakukan tutup buku yang dilaksanakan setiap akhir bulan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya yang terdiri atas buku kas umum, buku pembantu pajak dan buku bank. Namun pada tahap penatausahaan dalam melaksanakan tanggungjawabnya Kaur Keuangan kurang disiplin sehingga terjadi rangkap jabatan terhadap Kaur Administrasi yang nantinya dapat memicu manipulasi data. Dan juga terdapat kendala dalam proses pencatatannya seperti pada saat pengimputan data jaringan terkadang bermasalah dan juga sangat
membutuhkan kehati-hatian dalam pengimputan data ke sistem agar tidak mengalami kesalahan dalam mengimput.
5. Pelaporan Alokasi Dana Desa (ADD)
Pada tahap pelaporan di Desa Bone sudah berjalan dengan baik.
Dimana pemerintah desa telah melaporkan realisasi pelaksanaan anggarannya tepat waktu yaitu untuk laporan realisasi semester pertama dilaporkan pada bulan juli dan semester kedua pada bulan desember yang dilaporkan sendiri oleh pemerintah desa kepada Bupati melalui Camat Bajeng, hal ini telah sesuai dengan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018. Pada saat pemerintah Desa Bone melaksanakan pelaporan kepada bupati pemerintah desa tidak mengalami kendala sehingga dapat melaporkan realisasi pelaksanaan ADD tepat waktu dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
6. Pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa (ADD)
Bentuk pelaporan pertanggungjawaban yang dilakukan pemerintah desa Bone tidak hanya kepada tingkat pemerintah yang berada diatasnya, tetapi pelaporan pertanggungjawaban juga ditujukan kepada BPD dan masyarakat. Dalam segala pertanggungjawaban terkait pengelolaan ADD semua harus dilaksanakan secara terbuka.
Untuk menjaga transparansi anggaran yang dilakukan pemerintah desa selaku pengelola ADD maka pemerintah desa menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada masyarakat dengan memasang spanduk atau baleho di depan kantor Desa Bone terkait dengan anggaran tahun berjalan sehingga seluruh masyarakat Desa Bone dapat melihat dan mengetahui apa-apa saja yang telah di gunakan Pemerintah Desa Bone
dalam pengelolaan ADD, sehingga dengan adanya baleho tersebut dapat membantu tercapainya transparansi dalam mengelola ADD.
63
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Akuntabilitas pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam pencapaian Good Government Governance di Desa Bone Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa telah sesuai dengan Permendagri No 20 tahun 2018, yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan hingga pertanggungjawaban. Akuntabilitas pengelolaan ADD dalam pencapaian Good Government Governance di pemerintahan Desa Bone didukung dengan prinsip transparansi dan prinsip partisipasi.
B. Saran
Berdasarkan keterbatasan penelitian yang telah dilakukan maka saran dari penelitian ini adalah:
1. Bagi pemerintah Desa Bone sebagai pelaksana pengelolaan keuangan desa sudah cukup baik dalam mengelola Alokasi Dana Desa (ADD) akan tetapi harus tetap ada peningkatan dalam mengelola ADD, hal tersebut dapat dilakukan dengan mencari ide-ide baru melalui kegiatan studi banding dari desa ke desa yang terletak di dalam kecamatan Bajeng maupun diluar kecamatan Bajeng, dengan kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan bagi pemerintah desa Bone.
2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian bukan hanya satu desa saja tetapi beberapa desa agar nantinya dapat membandingkan pengelolaan desa satu dengan desa yang lainnya.
Dan juga untuk peneliti selanjutnya agar lebih rinci lagi membahas komponen-komponen yang terkait dengan pengelolaan Alokasi Dana Desa.
65
DAFTAR PUSTAKA
Andriawan, J. (2020). Analisis Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD). Skripsi, 12.
Bolang, J. (2014, Desember). Penerapan Prinsip Akuntabilitas dan Transparansi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan yang Baik. Lex et Societatis, Vol.
II/No. 9, 38.
BPKP. (2015). Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan & Konsultasi Pengelolaan Keuangan Desa. Jakarta: Juklak Bimkon Pengelolaan Keuangan Desa.
Garung, C. Y., & Ga, L. L. (2020). Pengaruh Akuntabiitas dan Transparansi Terhadap Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam Pencapaian Good Governance pada Desa Manuela, Kecamatan Sasitamean Kabupaten Malaka. Jurnal Akuntansi : Transparansi dan Akuntabilitas, Vol. 8, No. 1, Hal. 19-27.
Ghazali, R., Fahmi, M., & Katiallo, T. (2018). Analisis Pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa dengan Pendekatan Good Governance pada Desa Talang Buluh Kabupaten Banyuasin. Jurnal Akuntansi dan Bisnis, Vol 3, No 1, 334-340.
Gunawan, S. G., Subadi, W., & Supardi, H. (2020). Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dilihat dari Aspek Akuntabilitas Pada Desa Tangkan Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur. Jurnal Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis, Volume 3 Nomor 2, 598-612.
Hamid, A. (2016, November). Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan alokasi Dana Desa (ADD) dalam Pencapaian Good Governance (Studi Empiris di Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa). Skripsi, 33.
Hardiningsih, P., Oktaviani, R. M., & Srimindarti, C. (2019). Akuntablitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa menuju Good Government Governance.
Jurnal Stie Semarang, Vol II No 3.
Karimah, F., Saleh, C., & Wanusmawatie, I. (2014). Pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat (Studi pada Desa Deket Kulon Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan). Jurnal Administrasi Publik, 598.
Keban, Y. T. (2000). "Good Governance" dan "Capacity Building" sebagai Indikator Utama dan Fokus Penilaian Kinerja Pemerintahan. Naskah.
Kurrohman, Taufik. (2015). Accountability of Planning on Village Fund Allocation Osing Community in Banyuwangi. International Conference on Accounting Studies (ICAS), 17-20 August 2015 Johor Bahru, Johor, Malaysia.
www.icas.my.
Malumperas, M. H., Manossoh, H., & Pangerapan, S. (2021). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (Studi Kasus di Desa Bowongkali, Kecamatan Tabukan Tengah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara). Jurnal Emba, Vol. 9 No. 1, 266-272.
Mardiasmo. (2002). Akuntansi Sektor Publik. yogyakarta: Penerbit Andi.
Mustaram, R. A., Sudiyarti, N., & Kumala, Z. (2020, April). Analisis Penerapan Prinsip Good Government Governance dalam Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Poto Kecamatan Moyo Hilir. Jurnal Ekonomi dan Bisnis , Vol 17 No 1.
Pangesti, M. D. (2020). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa (Studi Kasus Desa Mranggen Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak).
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Perubahan Pengelolaan Keuangan Desa.
Prandara, R. (2020). Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa Terhadap Kesejahteraan Finansial Masyarakat (Studi di Desa Waringinsari Barat Kabupaten Pringsewu). Skripsi, 21.
Riyanto, L. A., Afifuddin, & Widodo, R. P. (2021). Akuntabilitas dan Transparansi Pemerintah Desa Terhadap Alokasi Dana Desa dalam Mewujudkan Good Governance (Studi Kasus di Kantor Pemerintah Desa Bendoroto, Kecamatan Munjungan). Jurnal Respon Publik, Vol. 15, No. 2, 29-39.
Safitri, T. A., & Fathah, R. N. (2018). Pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam Mewujudkan Good Governance. Jurnal Litbang Sukowati, volume 2 nomor 1, 89-105.
Sugiyono. (2010). Metode penelitian bisnis (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan r&d). bandung: alfabeta.
Susilawati, D., Parwoto, Wulaningrum, P. D., & Wijayanto, T. (2020). Good Governance Aloksi Dana Desa (ADD) : Peran Perangkat dan Akuntabilitas Publik Suatu Analisis di Desa Tirtomartani Kecamatan Kalasan. Journal of Applied Accounting and Taxation, Vol. 5, No. 1, 57- 69.
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa .
LAMPIRAN
SURAT IZIN PENELITIAN PTSP PROVINSI SUL-SEL
SURAT IZIN PENELITIAN PTSP KABUPATEN GOWA
SURAT KETERANGAN PENELITIAN
Pedoman Wawancara A. Tahap perencanaan
1. Bagaimana mekanisme perencanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa yang dilakukan oleh pemerintah Desa Bone?
2. Bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dalam hal perencanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa?
3. Siapa saja yang hadir pada kegiatan Musyawarah Pembangunan Desa dalam rangka perencanaan dan pengelolaan Alokasi Dana Desa?
4. Bagaimana pemerintah Desa Bone mewujudkan prinsip akuntabilitas dan partisipasi dalam proses perencanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa?
B. Tahap pelaksanaan
1. Bagaimana proses pelaksanaan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Bone?
2. Apakah ada kesulitan dari pemerintah Desa Bone dalam melakukan proses pelaksanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa?
3. Apakah pelaksanaan pengelolaan ADD sudah berjalan sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan?
4. Bagaimana peran Pemerintah Desa Bone dalam mendukung keterbukaan dan penyampaian informasi secara jelas kepada masyarakat dalam proses pelaksanaan program yang di danai dari Alokasi Dana Desa?
5. Bagaimana partisipasi masyarakat dalam proses pelaksanaan program yang didanai dari Alokasi Dana Desa ?
6. Bagaimana pemerintah Desa Bone melaksanakan prinsip akuntabilitas dalam proses pelaksanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam mewujudkan Good Governance?
C. Tahap penatausahaan
1. Bagaimana mekanisme penatausahaan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Bone?
2. Apakah ada kesulitan dari pemerintah Desa Bone dalam melakukan proses penatausahaan ?
D. Tahap pelaporan
1. Apa sajakah jenis pelaporan yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Bone dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa?
2. Apakah ada kesulitan dari pemerintah Desa Bone dalam membuat pelaporan Alokasi Dana Desa?
E. Tahap pertanggungjawaban
1. Bagaimana sistem pertanggungjawaban dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Bone?
2. Bagaimana pemerintah Desa Bone mempertanggungjawabkan
pengelolaan Alokasi Dana Desa dalam mewujudkan Good Governance?
3. Apakah ada tingkat kesulitan dari pemerintah Desa Bone dalam
membuat pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku?
KANTOR DESA BONE
REALISASI ANGGARAN ALOKASI DANA DESA (ADD)
BALEHO ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA (APBDESA)
RANCANGAN RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA (RKP DESA) TA 2021
PAPAN INFORMASI
WAWANCARA BERSAMA PLH KEPALA DESA/SEKRETARIS DESA BONE
WAWANCARA BERSAMA PERANGKAT DESA BONE
MUSYAWARAH DESA
DAFTAR HADIR MUSYAWARAH DESA
KEGIATAN POSYANDU DESA BONE
SURAT KETERANGAN BEBAS PLAGIASI