• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Makna Simbolik Kitab Lontara

teori interaksionisme simbolik, Individu atau unit-unit tindakan yang terdiri atas sekumpulan orang tertentu saling menyesuaikan atau saling mencocokkan tindakan mereka satu dengan yang lainnya melalui proses interpretasi (Ritzer,

2010: 53). Teori ini memusatkan pada proses individu menginterpretasikan dan memberi makna terhadap objek, peristiwa dan situasi. Manakala suatu situasi memungkinkan individu berpikir positif tentang orang lain, maka rasa menghargai akan terbentuk, begitupun sebaliknya jika situasi tersebut membuat orang kecewa mengakibatkan kesan buruk.

Lebih lanjut Blumer (Poloma, 2013: 263) mengatakan keistimewaan dari interaksionisme simbolik ialah manusia dilihat saling menafsirkan atau membatasi masing-masing tindakan mereka dan bukan hanya saling bereaksi kepada setiap tindakan itu menurut mode stimulus-respon. Seseorang tidak langsung memberi respon pada tindakan orang lain tetapi didasari oleh pengertian yang diberikan kepada tindakan itu. Dengan demikian interaksi manusia dijembatani oleh penggunaan simbol-simbol, oleh penafsiran, oleh kepastian makna dari tindakan- tindakan orang lain.

Seiring dengan perkembangan zaman, benda-benda dan alat-alat tradisional mulai hilang digeser dengan alat-alat modern sesuai dengan teori perubahan sosial menurut Selo Soemardjan adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. (Soerkanto, 2010)

Blumer (2013: 263) mengatakan keistimewaan dari interaksionisme simbolik ialah manusia dilihat saling menafsirkan atau membatasi masing-masing tindakan mereka dan bukan hanya saling bereaksi kepada setiap tindakan itu menurut mode stimulus-respon. Seseorang tidak langsung memberi respon pada

43

tindakan orang lain tetapi didasari oleh pengertian yang diberikan kepada tindakan itu. Dengan demikian interaksi manusia dijembatani oleh penggunaan simbol- simbol, oleh penafsiran, oleh kepastian makna dari tindakan-tindakan orang lain.

Makna merupakan pertautan yang ada dalam unsur-unsur dalam bahasa itu sendiri, terutama pada tataran kata-kata. Makna sebagai penghubung bahasa dengan dunia luar merupakan kesepakatan para pemilikny sehingga sulit dimengerti oleh orang lain. Istilah makna merupakan kata dan istilah, bentuk makna diperhitungkan sebagai istilh sebab bentuk ini mempunyai konsep dalam bidang tertentu, yaitu dalam bidang linguistic.

Simbol adalah gambar, bentuk atau benda yang mewakili suatu gagasan, benda ataupun jumlah sesuatu. Meskipun simbol bukanlan nilai itu sendiri, namun simbol sangatlah dibutuhkan untuk kepentingan penghayatan akan nilai-nilai yang diwakilinya.

Adapun Definisi simbol menurut para ahli yaitu:

a. Farrer Simbol adalah bayang-bayang, cerminan, dan pengetahuan tentang Allah sampai kepada kita melalui proses yang berjalan terus menerus dimana bayang - bayang itu secara tidak sempurna mencerminkan realitas tetapi pada gilirannya realitas itu mentransformasi bayang-bayang tersebut.

b. Lonergan Simbol adalah intensionalitas yang mendasar artinya. Subyek merasa tertarik pada suatu obyek atau sebaliknya; subyek menanggapi secara spontan.

c. William Dillistone Simbol adalah gambaran dari suatu objek nyata atau khayal yang menggugah perasaan atau digugah oleh perasaan. Perasaan-perasaan

berhubungan dengan objek, satu sama lain, dan dengan subjek.

http//www.carapedia.com/pengertian_definisi_simbol_menurut_para_ahli _info946,html. Diakses 23 juni 2014 pukul 20:00

Makna Simbolik adalah simbol yang dihasilkan dari sebuah objek melahirkan sebuah tindakan yang ada pada makna yang melekat di objek tersebut, Contoh penggunaan songkok warna putih bagi individu melahirkan sebuah penghargaan.

Lontara adalah aksara tradisional masyarakat Makassar. Bentuk aksara lontara menurut budayawan Prof Mattulada (alm) berasal dari "sulapa appa wala suji". Wala suji berasal dari kata wala yang artinya pemisah/pagar/penjaga dan suji yang berarti putri. Wala Suji adalah sejenis pagar bambu dalam acara ritual yang berbentuk belah ketupat. Sulapa appa (segi empat) adalah bentuk mistis kepercayaan Makassar klasik yang menyimbolkan susunan semesta, api,air,angin dan tanah, Makna sulapak appak juga menggambarkan dari empat penjuru mata angin, Barat, Timur, Utara dan Selatan. Keempat penjuru ini merupakan bagian dari kehidupan manusia, seperti masalah rezeki itu datangnya dari empat penjuru. Orang bisa berusaha, baik keutara, timur, barat dan selatan untuk mendapatkan rezeki yang halal tak heran bila dengan falsafah empat penjuru itu, banyak orang-orang Makassar yang merantau ke berbagai penjuru demi untuk mencari tempat yang layak serta h uruf lontara ini pada umumnya dipakai untuk menulis tata aturan pemerintahan dan kemasyarakatan.

Sebagian besar masyarakat tidak mengerti apa makna yang tersirat dibalik dibuatnya kitab lontara tersebut karena lontara yang ditulis jumlahnya sangat

45

sedikit dan pada saat ini generasi muda seakan tidak peduli lagi dengan warisan budaya tersebut. Oleh sebab itu, masyarakat sekarang telah banyak yang sama sekali tidak mengetahui seperti apa dan bagaimana makna yang ada dalam kitab lontara tersebut.

Jika dibandingkan dengan penggunaan aksara lainnya, seperti latin dan arab yang diadopsi oleh berbagai negara. Misalnya aksara latin yang dipakai oleh bahasa jerman, belanda, prancis, inggris, rusia, spanyol dan sebagainya, dengan menggunakan aksen tertentu.

Melihat hal tersebut seharusnya masyarakat Makassar dan generasi muda tidak seharusnya malu menggunakan bahasa lontara seharusnya kita bangga dengan aksara lontara kita sendiri yang merupakan warisan budaya yang seharusnya diketahui oleh semua generasi keturunan yang berasal dari suku makassar.

Rumpung huruf lontara dari Makassar, telah dibanyak dipakai oleh suku Makassar, Bugis dan Mandar. Sayangnya dalam perkembangan selanjutnya, huruf yang menjadi ciri khas Makassar sekarang ini kurang nampak dipermukaan.

Huruf ini hampir lenyap ditelan huruf lain yang kini sudah mendunia seperti huruf-huruf bahasa korea yang sekarang ini banyak digilai oleh generasi-generasi muda.

Perlu diketahui, bahwa lontara ini sebagai salah satu karya besar nenek moyang orang Makassar yang sangat besar pengaruhnya dalam perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, dosalah kita bila karya besar itu tidak diwariskan pada anak cucu kita.

BAB V PENUTUP

A.Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian, maka peneliti dapat menyimpulkan beberapa kesimpulan untuk menjawab masalah yang diangkat dalam penelitian ini, kesimpulan yang dapat ditarik yaitu :

Pemahaman masyarakat Desa Bangkalaloe Kabupaten Jeneponto tentang makna simbolik kitab lontara oleh sebagian masyarakat sudah tidak mengetahui lagi makna yang terkandung dalam kitab lontara tersebut. Hal ini disebabkan karena lontara yang ditulis jumlahnya sangat sedikit dan pada saat ini generasi muda seakan tidak peduli lagi dengan warisan budaya tersebut. Oleh sebab itu, masyarakat sekarang telah banyak yang sama sekali tidak mengetahui seperti apa dan bagaimana makna yang ada dalam kitab lontara tersebut.

Selain itu, Kurangnya minat generasi muda untuk mempelajari lontara sangat terkait dengan kebijakan pemerintah itu sendiri yang hanya memasukkan bahasa daerah sebagai salah satu dari sekian banyak muatan lokal. Generasi muda sekarang ini sudah bisa dihitung jari yang bisa membaca huruf lontara. Itu terjadi karena kesalahan sistem pendidikan yang hanya memandang muatan lokal sebagai penunjang. Akibatnya generasi sekarang lebih cenderung menggunakan huruf lain.

B.Saran

Kebudayaan adalah warisan bangsa , warisan para pejuang-pejuang bangsa 46

47

yang mempertaruhkan nyawa mereka demi menjaga kelangsungan hidup dan kelestarian budaya lokal. Cintailah budaya kita sendiri karena akan menjadi sebuah kebanggaan bagi Bangsa dan Negara jika budaya lokal dilestarikan.

Jangan hanya bisa mengelu-elukan budaya luar sementara kebudayaan kita sendiri terlupakan hingga banyak orang menganggap bahwa budaya itu telah hilang seiring denagn perkembangan zaman.

Ihromi.2013.Pokok-Pokok Antropologi Budaya.Jakarta Yayasan Pustaka Obor Indonesia

Kartohadikoesoemo, Soetardjo.1984.Desa.Jakarta:Balai Pustaka.

Shadiq Kawu, A.2011.Kisah-Kisah Bijak Orang SulSel 2.Pustaka Refleksi Lathief,Halilintar.2014.Orang Makassar.Yogyakarta:Padat Daya.

Poloma, Margaret M.2010.Sosiologi Kontenporer.Jakarta.Rajawali Pers Purnama,H.L.2014.Kerajaan Gowa.Makassar:Arus Timur

Nawawi,Hadari.2005.Metode Penelitian Bidang Sosial.Yogyakarta:Gajah Mada Universitas Prees.

Ritzer,George,2010. Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda.

Jakarta.Rajawali Pers.

Ritzer, George dan Godman, Douglas J.2010.Teori Sosiologi Modern.Jakarta:

Kencana

Sajogyo dan Sajogyo, pudjiwati.2007.Sosiologi Pedesaan Jilid 1.Yogyakarta:

Gajah Mada University Prees.

Sajogyo dan Sajogyo, pudjiwati.2011.Sosiologi Pedesaan Jilid 11.Yogyakarta:

Gajah Mada University Prees.

Sugiyono.2011.Metode Penelitian Pendidikan.Bandung.Alfabeta

Wiranata,I Gede.2011.Antropoli Budaya.Bandung.PT Citra Aditya Bakti.

Soekanto, Soerjono. 2010. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers

Carapedia,2014,Pengertian dan definisi simbol menurut para ahli (online)

(http//www.carapedia.com/pengertian_definisi_simbol_menurut_para_ahli _info946,html. Diakses 23 juni 2014 pukul 20:00

Irawan . 2012 . penelitian dengan judul Integrasi dan peranan orang melayu di sulawaesi selatan.(Online) http//www.Carapedia.com

Midori.2014. Defenisi Simbol. (Online) hhtp//id.wkipedia.org/wiki/simbol,diakses Tanggal, 23 juni 2014 pukul 20:13.

Protomalayan.2012.Karakteristik masyarakat suku makassar (Online).

(http://www.protomalayan.blogspot.com/suku_makassar_sulawesi_html)

Sanusi (2007 ) Meneliti tentang pentingnya Aksara Lontara diformulasi.

(Online) http//id.wkipedia//wiki/aksara lontara,diakses Tanggal,15 juni 2014 pukul 16:15.

Dokumen terkait