• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diketahui bahwa masing- masing variabel yang diikutsertakan dalam penelitian ini telah memenuhi kualitas yang baik, yaitu valid dan reliabel.

1. Pengaruh Pengetahuan Perpajakan (X1) terhadap kepatuhan wajib pajak (Y)

Hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini diketahui bahwa nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel dan menunjukan angka positif (2,047 >

2,004) maka berpengaruh positif pada tingkat signifikansi 0,05 yang menyatakan bahwa pengetahuan perpajakan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepatuhan wajib pajak sehingga Hipotesis (H1) diterima.

Hasil ini menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan perpajakan maka akan semakin meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hal ini menunjukan bahwa peranan pajak sangat penting dalam membiayai pembangunan suatu daerah bahkan Negara, dengan peningkatan kepatuhan wajib pajak itu berarti akan semakin menambah serta meningkatkan pendapatan asli daerah.

Hal ini berarti pengetahuan perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Semakin tinggi tingkat pengetahuan pajak yang dimiliki oleh wajib pajak maka kepatuhan wajib pajak juga akan meningkat. Hal ini sesuai dengan teori atribusi yang mengungkapkan bahwa pengetahuan perpajakan merupakan salah satu penyebab internal yang dapat mempengaruhi persepsi wajib pajak dalam membuat keputusan mengenai perilaku kepatuhan wajib pajak dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pengetahuan perpajakan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam menunaikan kewajiban perpajakannya. Pengetahuan yang dimiliki wajib pajak membuatnya terdorong untuk patuh terhadap kepatuhan wajib pajak karena wajib pajak paham akan tindakan yang dilakukannya adalah sesuatu yang baik bagi dirinya dan daerah, sehingga kepatuhan wajib pajak Kelurahan Sowa akan semakin meningkat.

Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Febrian, dkk (2019), Alfira Widya Pangestika (2018), Randi, dkk (2016) variabel pengetahuan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, begitupun dengan penelitian Wirmie, dkk (2019) menemukan hasil yang sama. Hasil penelitian ini ternyata tidak sejalan dengan penelitian Sardes dan Novera (2020), Suyanto (2018), Reza Radhi Anshari (2021) meneliti tentang pengetahuan pajak terhadap kepatuhan yang hasilnya tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, karena kurangnya pemberian informasi tentang pengetahuan perpajakan oleh pemerintah.

2. Pengaruh Kesadaran wajib pajak (X2) terhadap kepatuhan wajib pajak (Y) dalam membayar PBB

Hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini diketahui bahwa nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel dan menunjukan angka positif (2,155 >

2,004) maka berpengaruh positif pada tingkat signifikansi 0,05 yang menyatakan bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepatuhan wajib pajak sehingga Hipotesis (H2) diterima.

Hasil ini menyatakan bahwa semakin tinggi kesadaran yang dimiliki wajib pajak maka akan semakin meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

Peningkatan kepatuhan wajib pajak berarti akan semakin menambah serta meningkatkan pendapatan asli daerah bahkan negara untuk membiayai pembangunan nasional.

Hal ini berarti kesadaran wajib pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Semakin tinggi kesadaran yang dimiliki wajib pajak, maka kepatuhan wajib pajak juga semakin tinggi. Hal ini sesuai dengan teori atribusi yang mengungkapkan bahwa kesadaran wajib pajak

merupakan faktor internal berupa dorongan dari dalam diri untuk berperilaku patuh yang dibentuk oleh pengetahuan perpajakan, persepsi positif tentang pajak, dan karasteristik wajib pajak.

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pengaruh kesadaran wajib pajak yang tinggi memengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak PBB yang tinggi pula. Wajib pajak tidak akan patuh membayar pajak jika tidak atas dasar sadar diri sendiri. Apabila kesadaran wajib pajak tinggi maka kepatuhan wajib pajak juga tinggi.

Hasil penelitian ini konsisten sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zifora Yanesya Takaria (2019), M. Ma’ruf, Sri (2019), Febrian, dkk (2019), Randi Ilhamsyah, dkk (2016), Reza Radhi Anshari (2021), Sardes, dkk (2020), Suyanto (2018), Zumrotun (2021) yang menunjukan bahwa kesadaran wajib pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Yuwita Ariessa Pravasanti (2020) yang menunjukan kesadaran wajib pajak masih rendah dan tidak mendorong kepatuhan sehingga tidak memiliki pengaruh yang signifikan.

Tidak didukung oleh penelitian Alfira Widya Pangestika dkk (2018) di kota Lampung tingkat Kesadaran wajib pajak tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak.

3. Pengaruh Kualitas Pelayanan Pajak (X3) terhadap kepatuhan wajib pajak (Y) dalam membayar PBB

Hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini diketahui bahwa nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel dan menunjukan angka positif (2,139 >

2,004) maka berpengaruh positif pada tingkat signifikansi 0,05 yang menyatakan bahwa kualitas pelayanan pajak berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepatuhan wajib pajak sehingga Hipotesis (H3) diterima.

Hasil ini menyatakan bahwa semakin puas pelayanan yang diberikan maka akan semakin meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Hal ini menunjukan bahwa peranan kualitas pelayanan pajak berperan penting dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak yang berarti akan semakin menambah serta meningkatkan pendapatan asli daerah bahkan negara dalam membiayai pembangunan nasional.

Hal ini berarti kualitas pelayanan pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Semakin puas pelayanan yang diberikan maka kepatuhan wajib pajak juga akan meningkat. Hal ini sesuai dengan teori atribusi yang mengungkapkan bahwa pelayanan pajak merupakan

faktor eksternal karena berasal dari luar wajib pajak atau akibat dari paksaan situasi. Persepsi wajib pajak mengenai kualitas pelayanan dari aparat pajak akan mempengaruhi penilaian masing-masing wajib pajak untuk berperilaku patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Wajib pajak yang merasa mendapat kemudahan, senang dan puas akan memenuhi kewajiban perpajakannya secara sukarela.

Hal ini mengindikasikan bahwa pengaruh kualitas pelayanan pajak yang memuaskan mempengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak PBB dalam membayar pajak. Wajib pajak tidak akan patuh membayar pajak jika pelayanan yang diberikan tidak memuaskan wajib pajak. Apabila pelayanan pajak yang diberikan oleh petugas kepada wajib pajak sangat baik, lebih cepat, dan menyenangkan wajib pajak maka hal tersebut menentukan kepuasan wajib pajak, kepuasan ini akan mempengaruhi kemauan wajib pajak untuk membayar pajak.

Hasil Penelitian ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh M.Hasan Ma’ruf, Sri (2019) Randi Ilhamsyah dkk (2016), Reza Radhi Anshari (2021), Zumrotun (2021) menunjukan variabel Kualitas Pelayanan Pajak berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hasil penelitian tidak sejalan dengan penelitian Sardes, dkk (2020) Wirmie Eka, dkk (2019), Suyanto (2018) Kualitas Pelayanan tidak berpengaruh secara parsial & signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

4. Pengaruh Sanksi pajak (X4) terhadap kepatuhan wajib pajak (Y) dalam membayar PBB

Hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini diketahui bahwa nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel dan menunjukan angka positif (2,080 >

2,004) maka berpengaruh positif pada tingkat signifikansi 0,05 yang menyatakan bahwa sanksi pajak berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepatuhan wajib pajak sehingga Hipotesis (H4) diterima. Hasil ini menyatakan bahwa semakin berat dan efektif sanksi pajak yang diterapkan, semakin tinggi kepatuhan wajib pajak. Hal ini menunjukan bahwa sanksi pajak secara tidak langsung dapat meningkatkan pembangunan daerah bahkan negara, karena dengan peningkatan kepatuhan wajib pajak itu berarti akan semakin menambah serta meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak.

Hal ini berarti sanksi pajak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. semakin berat sanksi pajak yang diberikan kepada wajib pajak maka kepatuhan wajib pajak juga akan meningkat. Hal ini sesuai dengan teori atribusi yang mengungkapkan bahwa sanksi perpajakan merupakan

penyebab eksternal karena berasal dari luar wajib pajak atau akibat dari paksaan situasi. Persepsi wajib pajak tentang pemberian sanksi akan mempengaruhi nilai masing-masing wajib pajak untuk berperilaku patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Pemberian sanksi yang memberatkan wajib pajak akan membuat wajib pajak untuk memilih berperilaku patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakan.

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa semakin berat sanksi pajak yang diberikan kepada wajib pajak yang melanggar ketentuan perpajakan

maka semakin tinggi kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB. Sanksi pajak bisa merubah kebiasaan seseorang menjadi patuh membayar pajak.

Wajib pajak pasti akan jera bilamana terus menerus dikenai sanksi karena adanya tekanan mental sebagai akibat pelanggaran pajak yang dibuatnya sendiri. Dengan adanya sanksi yang memberi efek jera, kepatuhan wajib pajak semakin meningkat.

Hasil penelitian yang terkait dengan penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Randi Ilhamsyah dkk (2016) yang menyatakan bahwa sanksi perpajakan mempunyai yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Hambani (2020), Zumrotun (2021) sanksi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hetti Herawati (2019), Reza Radhi Anshari (2021) sanksi perpajakan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.

68

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian dan analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Pengetahuan perpajakan (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Artinya semakin baik pengetahuan perpajakan maka semakin tinggi pula Kepatuhan Wajib Pajak.

2. Kesadaran Wajib Pajak (X2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Hal ini berarti bahwa semakin baik Kesadaran wajib pajak maka kepatuhan wajib pajak juga semakin meningkat.

3. Kualitas Pelayanan Pajak (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Hal ini berarti bahwa semakin baik Kualitas Pelayanan Pajak maka kepatuhan wajib pajak bumi dan bangunan akan semakin baik.

4. Sanksi Pajak (X4) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan, artinya semakin tegas sanksi yang ada maka semakin tinggi pula Kepatuhan Wajib Pajak.

B. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini tidak lepas dari keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh peneliti. Adapun keterbatasan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Ruang lingkup peneliti hanya terbatas pada satu Kelurahan.

2. Penelitian ini hanya menggunakan 4 variabel independen, yaitu pengetahuan perpajakan, Kesadaran wajib pajak, Kualitas Pelayanan pajak, sanksi pajak.

C. Saran

Terlepas dari keterbatasan yang dimiliki, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan masukan dan justifikasi bagi kepentingan praktis, dalam rangka peningkatan wajib pajak di Kelurahan Sowa. Berikut ini beberapa saran dari peneliti berkaitan dengan keterbatasan antara lain:

1. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal dan untuk menghindari bias responden atau rendahnya reposisi rate, maka sebaiknya diusahakan menggunakan metode observasi (pengamatan) langsung kepada objek atau metode eksperimen sebagai pengganti metode kuesioner.

2. Memperluas lingkup penelitian (wilayah penelitian), memperbanyak sampel dan pemilihan sampel yang acak, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasikan dan memberikan kontribusi yang lebih berarti.

3. Sebaiknya penelitian selanjutnya menambahkan variabel lain sebagai variabel independen, karena peningkatan wajib pajak di Kelurahan Sowa tidak hanya diukur dari pengaruh penerapan berbasis social (pengetahuan perpajakan, kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan pajak, sanksi pajak).

4. Pemerintahan sebaiknya menerapkan Sanksi pajak dengan tegas.

70

DAFTAR PUSTAKA

Diana, A., & Setiawati, L. (2014). Perpajakan-Teori dan Peraturan Terkini.

Yogyakarta: ANDI.

Darwin (2016). Pajak Bumi dan Bangunan Bidang Perkebunan. Jakarta: Mitra Wacana Media.

Febrian, W. D., Ristiliana, & Permatasari, R. (2019). Pengaruh Pengetahuan dan Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan Volume 2 Nomor 1

Fuadi, A. O & Mangoting, Y (2013) Pengaruh Kualitas Pelayanan Petugas pajak, Sanksi Perpajakan dan Biaya kepatuhan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM

Ghony D dan Almanshur F , 2012. Metodologi Penelitian kualitatif. Yogjakarta: Ar‐

Ruzz Media

Ghozali, Imam, 2009. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Edisi Keempat, Penerbit Universitas Diponegoro.

Hambani, S., & Lestari, A. (2020). Pengaruh Penyuluhan Pajak, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), dan Sanksi Pajak terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan. JURNAL AKUNIDA Volume 6 Nomor 1.

Handayani, Faturokhman, dan Pratiwi. 2012. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan Pekerjaan Bebas. Simposium Nasional Akuntansi XV Banjarmasin.

Hardianingsih, P., & Yulianawati, N.(2011). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kemauan Membayar Pajak. Dinamika Keuangan Dan Perbankan, 3(2), 126-142.

Harjowiryono, M. (2019). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Bendahara Pemerintah dalam Penyetoran Pajak. JURNAL PERBENDAHARAAN, KEUANGAN NEGARA DAN KEBIJAKAN PUBLIK.

Hasan, Iqbal. 2004. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Hidayanti, S.D. (2011). Pelimpahan Pajak Bumi dan Bangunan Sektor Pedesaan dan Perkotaan (PBB P-2) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB)

menjadi Pajak Daerah, antara peluang dan tantangan. Jurnal WIGA, 2088- 0944.

Jati, I.G. (2016). Pengaruh sikap, kesadaran wajib pajak dan pengetahuan perpajakan pada kepatuhan perpajakan pada kepatuhan membayar pajak bumi dan bangunan. E-JurnalAkuntansi Universitas Udayana, 1510-1535.

Jatmiko, A. N. (2006). Pengaruh Sikap Wajib Pajak Pada Pelaksanaan Sanksi Denda, Pelayanan Fiskus dan Kesadaran Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Empiris Terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi di Kota Semarag). Tesis

Kamus Besar Bahasa Indonesia diakses pada tanggal 13 Februari 2021.

Mardiasmo (2018). Perpajakan Edisi Terbaru. Yogyakarta: ANDI.

Ma’ruf, M. H., & Supatminingsih, S. (2020). Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Jurnal Akuntansi dan Pajak.

Noviani, Elly. 2005. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Kelurahan Sunggingan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus. Skripsi. Semarang.

Pajak, D. D. (2021). Wajib Pajak Kriteria Tertentu. Jakarta: Kementrian Keuangan Direktorat Jenderal Pajak.

Pangestika, A. W., & Darmawan, J. (2018). Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Seminar Nasional Teknologi dan Bisnis.

Priantara, D. (2016). Perpajakan Indonesia. Yogyakarta: ANDI.

Purwono, H. (2010). Dasar-Dasar Perpajakan dan Akuntansi Pajak. Jakarta:

Erlangga.

Putra, W. E., Kusuma, I. L., & Dewi, M. W. (2019). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak. Jurnal Akuntansi dan Pajak.

Randi Ilhamsyah, Maria G Wi Endang, Rizky Yudhi Dewantara (2016) Pengaruh pemahaman dan pengetahuan wajib pajak tentang peraturan perpajakan, kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor (studi samsat Kota Malang) RedaksiDDTCNews(2021). Subjek, Tarif, dan Dasar Pengenaan PBB.

Sardes Yunita Sihombang, Novera K Maharani (2020). Pengaruh Pengetahuan Pajak, Kesadaran Wajib pajak, Kualitas Pelayanan Pajak, dan Sanksi

Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak orang pribadi Di Wilayah Kelurahan Kebon Jeruk.

Sari, V. A. P., & Fidiana. (2017). Pengaruh tax amnesty, pengetahuan perpajakan dan pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia ( STIESIA ) Surabaya. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi Setiono, S. D. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan

Wajib Pajak Bumi dan Bangunan.

Soemitro, H. R (1989) Pajak Bumi dan Bangunan. Bandung

Sormin, F., Sarpingah, S., & Handayani, R. (2018). Perpajakan PPh Final. Jakarta:

Mitra Wacana Media.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Manajemen. Alfabeta: Bandung Supratman, dkk. 2003. Filsafat Ilmu. Semarang : UNNES Press.

Suyanto., & Pratama, Y.H (2018) Kepatuhan wajib pajak orang pribadi: Studi aspek pengetahuan, kesadaran, kualitas pelayanan dan kebijakan sunset policy

Syaiful. (2021). PAD Wakatobi Minim, Hanya Rp 6,9 Miliar. Kendari:

TenggaraNews.com. Dipetik April 6, 2021, dari https://tenggaranews.com/2020/03/12/pad-wakatobi-minim-hanya-rp69- miliar/

Widiyanti, D. R., & Pranaditya, A. (2018). Pengaruh Sosialisasi, Sanksi dan Pemahaman Prosedur Perpajakan Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan Di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi.

Wulandari, Lia. 2007. Pengaruh Pendapatan, Kualitas Pelayanan, dan Penegakan Hukum Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak dalam Membayar Pajak Bumi dan Bangunan. Skripsi. Semarang : FE UNNES. (Skripsi UNNES tidak untuk dipulikasikan).

Zifora Yanesya Takaria, & Lorina Siregar Sudjiman. (2019). Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak terhadap Kepatuhan Membayar Pajak Bumi dan Bangunan.

Zumrotun Nafiah, Sopi, Arini Novandalina (2021) Pengaruh Sanksi Pajak, Kesadaran Wajib Pajak, dan Kualitas pelayanan pajak terhadap kepatuhan Pajak orang pribadi di KPP Pratama Pati

73

LAMPIRAN

L A M P I R

A

N

Hal : Permohonan Pengisian Kuesioner Yth. Bapak/Ibu Responden

Dengan Hormat,

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Risnawati NIM : 105731124317 Jurusan : Akuntansi

mengajukan permohonan pengisian kuesioner yang akan digunakan sebagai sumber data dalam penelitian yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan (Pada Kelurahan Sowa Kecamatan Togo Binongko)”.

Sesuai dengan judul penelitian tersebut, objek dari penelitian ini adalah Wajib Pajak Bumi dan Bangunan Kelurahan Sowa. Untuk mendukung penelitian ini, saya mengharapkan bantuan bapak / ibu untuk mengisi kuesioner yang saya lampirkan bersama dengan surat ini.

Kuesioner ini digunakan untuk keperluan akademis, oleh karena itu saya mengharapkan kejujuran dalam pengisian kuesioner. Saya menjamin kerahasiaan dari semua pendapat / opini / jawaban yang bapak / ibu berikan dalam kuesioner terlampir sesuai dengan etika penelitian.

Atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu meluangkan waktu untuk mengisi dan menjawab semua pertanyaan dalam penelitian ini, saya ucapkan terimakasih.

Hormat saya,

RISNAWATI Lampiran 1 Surat Permohonan Pengisian Kuesioner

Beritanda centang () pada identitas pengenal Bapak,/Ibu/Saudara 1. Nama : ...

2. Alamat : ...

3. Jenis Kelamin : Laki-Laki Perempuan

4. Pendidikan Terakhir : Tidak Sekolah SD SMP/MTs

SMA/MA S1

5. Pekerjaan : Pandai Besi Perantau

Pedagang Honorer

PNS

Cara Pengisian Kuesioner :

Bapak/Ibu/Saudara/i cukup memberikan tanda centang () pada pilihan jawaban yang tersedia sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu/Saudara/i. Setiap pernyataan mengharapkan hanya ada satu jawaban. Setiap angka akan mewakili tingkat kesesuaian dengan pendapat Bapak/Ibu/Saudara/i. Skor/Nilai jawaban adalah sebagai berikut:

Skor/Nilai 1 : Sangat Tidak Setuju (STS) Skor/Nilai 2 : Tidak Setuju (TS)

Skor/Nilai 3 : Kurang Setuju (KS) Skor/Nilai 4 : Setuju (S)

Skor/Nilai 5 : Sangat Setuju (SS)

Catatan :Jawaban apapun yang diberikan tidak akan mempengaruhi apapun tehadap Bapak/Ibu, karena penelitian ini semata-mata digunakan hanya untuk pengembangan ilmu pengetahuan

IDENTITAS RESPONDEN Lampiran 2 Kuesioner Penelitian

DAFTAR PERNYATAAN

1. Pengetahuan Perpajakan (X1)

NO Pernyataan SS S KS TS STS

1 PBB digunakan untuk pembangunan daerah 2 PBB merupakan salah satu sumber dana

pembagunan di negara kita

3 Tata cara pembayaran PBB sangat mudah dilakukan

4 Dasar pengenaan PBB adalah aset yang dimiliki berupa tanah, bangunan, dan rumah

5 Setiap wajib pajak harus mngetahui hak dan kewajibannya dalam perpajakan

2. Kesadaran Pajak (X2)

NO Pernyataan SS S KS TS STS

6 Kesadaran WP bahwa melakukan kepatuhan membayar PBB adalah suatu kewajiban

7 WP sadar bahwa penundaan pembayaran pajak sangat merugikan negara

8 WP sadar bahwa membayar pajak sudah membantu membangun pembangunan nasional 9 Saya tidak merasa bahwa membayar PBB

merupakan persoalan yang memberatkan masyarakat

10 Selama membayar pajak saya berusaha mematuhi peraturan Pajak Bumi dan Bangunan

3. Kualitas Pelayanan Pajak (X3)

NO Pernyataan SS S KS TS STS

11 Pelayanan pembayaran PBB dilayani dengan cepat

12 Petugas yang menangani PBB selalu membantu apabila ada wajib pajak yang mengalami kesulitan dan bingung dalam membayar pajak

13 Petugas cepat dalam menyampaikan informasi PBB

14 Kecepatan, ketetapan, dan pelayanan yang ramah

15 Memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami

4. Sanksi Pajak (X4)

NO Pernyataan SS S KS TS STS

16 Saya setuju apabila tidak membayar PBB maupun terlambat dalam membayar PBB akan dikenakan sanksi

17 Besarnya sanksi yang dikenakan telah sesuai 18 Pelaksanaan sanksi denda terhadap wajib pajak

yang lalai oleh petugas pajak tertib pada waktunya 19 Pembayaran pajak sebaiknya dilakukan sebelum

jatuh tempo, jika sudah lewat akan terkena denda 20 Saya selalu diberi kesempatan untuk mengajukan keberatan dan penundaan dalam membayar pajak 5. Kepatuhan Wajib Pajak (Y)

NO Pernyataan SS S KS TS STS

21 Saya sudah melakukan pembayaran PBB tepat waktu/sebelum jatuh tempo

22 Saya melakukan pembayaran pajak sesuai dengan kewajiban

23 Saya tidak memiliki tunggakan pajak

24 Saya selalu membayar pajak dengan tepat jumlah 25 Saya mempersiapkan dana pajak sebelum waktu

pembayaran pajak

Tabulasi Hasil Kuesioner Pengetahuan Perpajakan (X1)

Pengetahuan Perpajakan (X1)

NO X1_1 X1_2 X1_3 X1_4 X1_5 Total_X1 NO X1_1 X1_2 X1_3 X1_4 X1_5 Total_X1

1 3 5 3 5 5 21 31 4 4 5 5 5 23

2 4 3 2 4 2 15 32 3 3 3 3 3 15

3 4 4 3 3 5 19 33 3 3 4 3 5 18

4 4 5 4 4 5 22 34 2 3 2 3 2 12

5 3 3 4 3 2 15 35 4 3 4 5 5 21

6 5 3 4 3 4 19 36 4 4 3 2 3 16

7 4 3 3 2 4 16 37 3 3 4 5 5 20

8 5 5 4 5 5 24 38 5 5 4 5 5 24

9 4 3 2 2 4 15 39 5 3 3 5 3 19

10 3 3 2 3 3 14 40 4 3 3 3 2 15

11 3 4 5 3 3 18 41 5 4 3 3 3 18

12 2 4 2 3 2 13 42 2 4 2 4 2 14

13 3 5 4 4 4 20 43 5 4 4 5 5 23

14 2 2 2 3 2 11 44 4 4 5 5 4 22

15 5 5 3 4 3 20 45 3 3 3 3 3 15

16 2 4 2 4 2 14 46 3 3 5 5 3 19

17 5 3 4 5 4 21 47 2 4 3 2 4 15

18 5 5 5 5 4 24 48 4 5 4 5 4 22

19 5 5 4 3 5 22 49 3 4 3 2 2 14

20 3 2 2 4 4 15 50 3 3 3 2 2 13

21 3 3 5 4 5 20 51 3 3 5 4 4 19

22 4 3 4 4 3 18 52 3 3 2 3 3 14

23 3 4 3 4 4 18 53 3 4 4 4 4 19

24 4 5 5 5 4 23 54 3 3 2 2 3 13

25 2 2 3 4 2 13 55 3 5 3 3 3 17

26 3 3 3 3 5 17 56 4 3 4 3 2 16

27 2 3 2 3 2 12 57 3 5 3 3 5 19

28 4 5 5 4 4 22 58 4 4 5 5 5 23

29 3 4 2 4 2 15 59 4 4 3 4 5 20

30 3 3 3 2 3 14 60 2 4 3 2 3 14

Tabulasi Hasil Kuesioner Pengetahuan Perpajakan (X1) Lampiran 3 Tabulasi Hasil Kuesioner

Tabulasi Hasil Kuesioner Kesadaran Pajak (X2)

Kesadaran Pajak (X2)

NO X2_1 X2_2 X2_3 X2_4 X2_5 Total_X2 NO X2_1 X2_2 X2_3 X2_4 X2_5 Total_X2

1 4 4 4 4 5 21 31 3 4 5 5 5 22

2 2 3 2 2 4 13 32 3 3 2 3 2 13

3 4 3 5 5 3 20 33 4 3 4 3 3 17

4 5 5 4 4 5 23 34 2 2 3 2 3 12

5 3 3 4 2 3 15 35 5 3 5 4 5 22

6 4 3 4 3 5 19 36 2 3 3 2 3 13

7 3 2 4 3 3 15 37 3 3 3 3 5 17

8 5 4 4 4 4 21 38 5 4 5 5 5 24

9 2 4 4 2 3 15 39 5 4 4 3 4 20

10 3 3 2 2 3 13 40 2 2 4 3 4 15

11 5 4 4 4 3 20 41 4 5 3 4 4 20

12 3 2 3 4 2 14 42 4 3 2 2 3 14

13 4 5 3 4 4 20 43 3 5 3 3 3 17

14 2 2 2 2 3 11 44 5 4 4 5 4 22

15 3 5 5 3 5 21 45 3 3 3 4 2 15

16 3 3 3 3 4 16 46 5 4 3 3 4 19

17 5 4 3 3 3 18 47 3 4 4 2 4 17

18 5 5 4 5 5 24 48 4 5 5 5 4 23

19 3 5 5 5 4 22 49 2 4 2 3 4 15

20 2 2 4 2 3 13 50 3 2 3 3 3 14

21 3 3 5 5 5 21 51 4 3 4 4 3 18

22 2 3 3 3 4 15 52 2 2 3 3 2 12

23 3 5 3 5 4 20 53 4 3 5 3 4 19

24 5 5 4 5 5 24 54 2 3 3 3 2 13

25 3 3 3 2 2 13 55 5 3 3 5 5 21

26 5 4 3 5 3 20 56 4 3 3 3 3 16

27 4 4 2 4 4 18 57 5 3 5 3 3 19

28 4 4 5 5 5 23 58 5 4 4 5 4 22

29 4 2 3 3 3 15 59 4 4 4 4 4 20

30 2 2 3 3 3 13 60 4 2 4 2 3 15

Tabulasi Hasil Kuesioner Kualitas Pelayanan Pajak (X3)

Kualitas Pelayanan Pajak (X3)

NO X3_1 X3_2 X3_3 X3_4 X3_5 Total_X3 NO X3_1 X3_2 X3_3 X3_4 X3_5 Total_X3

1 3 3 3 3 3 15 31 4 4 3 4 5 20

2 4 4 3 2 2 15 32 2 2 3 2 2 11

3 3 3 5 3 4 18 33 4 5 3 4 4 20

4 4 5 4 4 4 21 34 2 3 3 3 3 14

5 3 4 3 2 3 15 35 4 5 3 3 3 18

6 3 4 5 3 4 19 36 4 3 3 4 2 16

7 4 3 3 3 3 16 37 3 3 5 3 5 19

8 5 4 5 4 5 23 38 4 4 5 4 5 22

9 3 2 2 2 2 11 39 5 4 3 4 3 19

10 3 2 2 3 3 13 40 2 2 3 4 3 14

11 3 4 4 5 4 20 41 3 5 4 4 3 19

12 2 2 3 2 4 13 42 4 3 2 3 2 14

13 5 3 3 4 5 20 43 4 3 4 3 5 19

14 2 2 3 3 2 12 44 4 4 5 4 5 22

15 3 5 3 5 3 19 45 3 3 3 4 3 16

16 2 4 3 4 4 17 46 3 3 5 4 5 20

17 4 4 5 5 5 23 47 3 3 3 4 4 17

18 5 4 4 4 4 21 48 5 4 4 5 4 22

19 4 5 4 4 5 22 49 3 3 4 2 3 15

20 4 4 4 2 4 18 50 2 3 2 3 2 12

21 3 4 5 3 3 18 51 5 4 4 4 4 21

22 4 2 4 2 2 14 52 2 4 2 3 3 14

23 5 3 4 4 3 19 53 4 5 3 4 5 21

24 4 5 4 4 5 22 54 3 2 2 2 2 11

25 3 4 4 2 3 16 55 5 4 5 5 3 22

26 4 5 4 5 4 22 56 4 3 3 3 3 16

27 3 2 3 4 2 14 57 3 4 5 4 4 20

28 5 4 5 4 5 23 58 4 4 5 4 5 22

29 4 2 3 3 4 16 59 3 5 4 5 3 20

30 3 2 2 2 3 12 60 2 3 4 4 4 17

Tabulasi Hasil Kuesioner Sanksi Pajak (X4)

Sanksi Pajak (X4)

NO X4_1 X4_2 X4_3 X4_4 X4_5 Total_X4 NO X4_1 X4_2 X4_3 X4_4 X4_5 Total_X4

1 5 5 5 3 4 22 31 4 5 5 4 5 23

2 4 2 4 3 2 15 32 4 4 2 4 3 17

3 5 4 5 3 5 22 33 4 5 4 5 5 23

4 4 4 4 4 4 20 34 3 2 2 2 2 11

5 4 4 4 2 4 18 35 5 4 5 3 4 21

6 4 4 3 3 4 18 36 3 4 3 4 3 17

7 2 4 3 2 2 13 37 4 5 4 4 4 21

8 4 4 4 4 4 20 38 5 4 5 4 4 22

9 4 4 2 2 2 14 39 5 3 3 5 4 20

10 3 3 2 2 2 12 40 3 3 2 2 2 12

11 4 3 3 3 5 18 41 4 4 3 3 3 17

12 3 4 4 4 3 18 42 2 2 3 2 2 11

13 3 5 4 4 4 20 43 3 5 4 3 5 20

14 2 2 2 3 3 12 44 5 5 4 4 5 23

15 4 3 4 5 3 19 45 3 3 4 2 3 15

16 2 2 4 4 2 14 46 4 4 5 4 3 20

17 4 5 5 3 4 21 47 3 4 3 3 2 15

18 4 4 4 5 4 21 48 4 5 5 4 4 22

19 4 4 5 5 3 21 49 2 2 2 2 3 11

20 4 3 3 2 2 14 50 3 2 2 3 2 12

21 5 5 5 3 5 23 51 3 5 4 4 4 20

22 3 3 3 3 4 16 52 3 3 2 3 2 13

23 3 5 4 3 5 20 53 3 4 5 5 5 22

24 5 4 5 4 4 22 54 3 3 3 3 3 15

25 4 2 4 3 2 15 55 4 4 4 4 5 21

26 5 5 3 4 3 20 56 2 3 2 3 3 13

27 4 4 4 2 2 16 57 5 4 3 4 3 19

28 4 5 5 5 5 24 58 5 4 4 4 5 22

29 3 4 2 3 4 16 59 3 4 3 4 3 17

30 3 2 2 2 3 12 60 2 2 3 2 4 13

Tabulasi Hasil Kuesioner Kepatuhan Wajib Pajak (Y)

Kepatuhan Wajib Pajak (Y)

NO Y_1 Y_2 Y_3 Y_4 Y_5 Total_Y NO Y_1 Y_2 Y_3 Y_4 Y_5 Total_Y

1 3 3 4 5 4 19 31 4 4 5 4 5 22

2 2 4 2 2 4 14 32 2 2 3 2 3 12

3 3 3 4 3 4 17 33 3 4 4 3 5 19

4 5 4 5 5 5 24 34 2 3 2 3 3 13

5 4 4 4 3 3 18 35 4 5 5 5 3 22

6 4 4 4 3 4 19 36 2 3 3 4 4 16

7 3 3 4 3 2 15 37 3 5 5 5 5 23

8 5 5 4 4 5 23 38 5 4 4 4 5 22

9 4 4 2 4 3 17 39 5 4 4 3 4 20

10 3 3 2 2 2 12 40 3 4 3 3 3 16

11 5 5 3 5 4 22 41 3 4 4 4 5 20

12 3 4 3 3 4 17 42 3 3 4 2 4 16

13 5 3 4 4 4 20 43 5 4 5 3 5 22

14 2 2 2 2 2 10 44 5 4 4 5 4 22

15 3 4 4 5 5 21 45 2 3 4 2 2 13

16 3 2 3 3 3 14 46 3 5 5 5 4 22

17 4 3 5 4 3 19 47 4 2 4 3 3 16

18 5 4 4 5 5 23 48 5 5 5 4 4 23

19 5 4 5 5 3 22 49 3 3 2 3 3 14

20 3 4 2 4 3 16 50 3 3 2 3 3 14

21 5 5 5 5 4 24 51 5 4 3 5 4 21

22 4 4 2 3 2 15 52 2 4 2 3 2 13

23 3 5 5 3 5 21 53 5 4 5 5 3 22

24 5 4 4 5 5 23 54 3 3 2 3 2 13

25 4 3 4 2 4 17 55 3 5 3 5 3 19

26 3 4 4 3 5 19 56 3 3 2 2 4 14

27 2 4 3 4 3 16 57 4 5 4 5 3 21

28 4 4 4 5 5 22 58 5 5 5 5 5 25

29 3 3 4 4 3 17 59 4 3 5 3 5 20

30 2 3 2 3 2 12 60 4 4 2 4 3 17

Statistik Deskriptif Variabel Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std.

Deviation

Pengetahuan Perpajakan (X1) 60 11 24 17,70 3,600 Kesadaran Wajib Pajak (X2) 60 11 24 17,70 3,684 Kualitas Pelayanan Pajak (X3) 60 11 23 17,67 3,521

Sanksi Pajak (X4) 60 11 24 17,73 3,844

Kepatuhan Wajib Pajak (Y) 60 10 25 18,33 3,812 Valid N (listwise) 60

Statistik Deskriptif Pernyataan 1. Pengetahuan perpajakan (X1)

Statistics

X1_1 X1_2 X1_3 X1_4 X1_5 Total_X1

N Valid 60 60 60 60 60 60

Missing 0 0 0 0 0 0

Mean 3,47 3,68 3,38 3,62 3,55 17,70

Std. Error of Mean

0,122 0,113 0,130 0,133 0,145 0,465

Median 3,00 4,00 3,00 4,00 4,00 18,00

Mode 3 3 3 3 5 15

Std.

Deviation

0,947 0,873 1,010 1,027 1,126 3,600 Variance 0,897 0,762 1,020 1,054 1,269 12,959

Range 3 3 3 3 3 13

Minimum 2 2 2 2 2 11

Maximum 5 5 5 5 5 24

Sum 208 221 203 217 213 1062

2. Kesadaran Wajib Pajak (X2)

Statistics

X2_1 X2_2 X2_3 X2_4 X2_5 Total_X2

N Valid 60 60 60 60 60 60

Missing 0 0 0 0 0 0

Mean 3,57 3,43 3,58 3,47 3,65 17,70

Std. Error of Mean

,139 ,127 ,120 ,138 ,121 ,476

Median 4,00 3,00 4,00 3,00 4,00 18,00

Mode 3 3 3 3 3 15

Std. Deviation 1,079 ,981 ,926 1,065 ,936 3,684

Variance 1,165 ,962 ,857 1,134 ,875 13,569

Range 3 3 3 3 3 13

Minimum 2 2 2 2 2 11

Maximum 5 5 5 5 5 24

Sum 214 206 215 208 219 1062

Statistik Deskriptif Varibel Lampiran 4 SPSS Descriptive Statistics

3. Kualitas Pelayanan Pajak (X3)

Statistics

X1_1 X3_1 X3_2 X3_3 X3_4 X3_5 Total_X3

N Valid 60 60 60 60 60 60 60

Missing 0 0 0 0 0 0 0

Mean 3,47 3,50 3,52 3,60 3,48 3,57 17,67

Std. Error of Mean

0,122 0,120 0,127 0,124 0,120 0,133 0,455

Median 3,00 3,50 4,00 3,50 4,00 3,50 18,00

Mode 3 3a 4 3 4 3 22

Std.

Deviation

0,947 0,930 0,983 0,960 0,930 1,031 3,521 Variance 0,897 0,864 0,966 0,922 0,864 1,063 12,395

Range 3 3 3 3 3 3 12

Minimum 2 2 2 2 2 2 11

Maximum 5 5 5 5 5 5 23

Sum 208 210 211 216 209 214 1060

4. Sanksi Pajak (X4)

Statistics

X4_1 X4_2 X4_3 X4_4 X4_5 Total_X4

N Valid 60 60 60 60 60 60

Missing 0 0 0 0 0 0

Mean 3,63 3,72 3,57 3,35 3,47 17,73

Std. Error of Mean

0,119 0,130 0,135 0,123 0,138 0,496

Median 4,00 4,00 4,00 3,00 3,50 18,00

Mode 4 4 4 3a 4 20

Std. Deviation 0,920 1,010 1,047 0,954 1,065 3,844

Variance 0,846 1,020 1,097 0,909 1,134 14,775

Range 3 3 3 3 3 13

Minimum 2 2 2 2 2 11

Maximum 5 5 5 5 5 24

Sum 218 223 214 201 208 1064

5. Kepatuhan Wajib Pajak (Y)

Statistics

Y_1 Y_2 Y_3 Y_4 Y_5 Total_Y

N Valid 60 60 60 60 60 60

Missing 0 0 0 0 0 0

Mean 3,60 3,75 3,62 3,68 3,68 18,33

Std. Error of Mean

0,135 0,108 0,141 0,135 0,131 0,492

Median 3,00 4,00 4,00 4,00 4,00 19,00

Mode 3 4 4 3 3 22

Std. Deviation 1,045 0,836 1,091 1,049 1,017 3,812

Variance 1,092 0,699 1,190 1,101 1,034 14,531

Range 3 3 3 3 3 15

Minimum 2 2 2 2 2 10

Maximum 5 5 5 5 5 25

Sum 216 225 217 221 221 1100

1. Pengetahuan perpajakan

Correlations

X1_1 X1_2 X1_3 X1_4 X1_5 Total_X1

X1_1 Pearson Correlation 1 ,325* ,430** ,379** ,438** ,708**

Sig. (2-tailed) 0,011 0,001 0,003 0,000 0,000

N 60 60 60 60 60 60

X1_2 Pearson Correlation ,325* 1 ,313* ,278* ,370** ,611**

Sig. (2-tailed) 0,011 0,015 0,031 0,004 0,000

N 60 60 60 60 60 60

X1_3 Pearson Correlation ,430** ,313* 1 ,504** ,512** ,773**

Sig. (2-tailed) 0,001 0,015 0,000 0,000 0,000

N 60 60 60 60 60 60

X1_4 Pearson Correlation ,379** ,278* ,504** 1 ,405** ,720**

Sig. (2-tailed) 0,003 0,031 0,000 0,001 0,000

N 60 60 60 60 60 60

X1_5 Pearson Correlation ,438** ,370** ,512** ,405** 1 ,777**

Sig. (2-tailed) 0,000 0,004 0,000 0,001 0,000

N 60 60 60 60 60 60

Total_X1 Pearson Correlation ,708** ,611** ,773** ,720** ,777** 1 Sig. (2-tailed) 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000

N 60 60 60 60 60 60

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

2. Kesadaran Wajib Pajak

Correlations

X2_1 X2_2 X2_3 X2_4 X2_5 Total_X2

X2_1 Pearson Correlation 1 ,437** ,342** ,533** ,368** ,743**

Sig. (1-tailed) 0,000 0,004 0,000 0,002 0,000

N 60 60 60 60 60 60

X2_2 Pearson Correlation ,437** 1 ,240* ,517** ,501** ,731**

Sig. (1-tailed) 0,000 0,033 0,000 0,000 0,000

N 60 60 60 60 60 60

X2_3 Pearson Correlation ,342** ,240* 1 ,441** ,435** ,653**

Sig. (1-tailed) 0,004 0,033 0,000 0,000 0,000

N 60 60 60 60 60 60

X2_4 Pearson Correlation ,533** ,517** ,441** 1 ,473** ,814**

Sig. (1-tailed) 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000

N 60 60 60 60 60 60

X2_5 Pearson Correlation ,368** ,501** ,435** ,473** 1 ,741**

Sig. (1-tailed) 0,002 0,000 0,000 0,000 0,000

N 60 60 60 60 60 60

Total_X2 Pearson Correlation ,743** ,731** ,653** ,814** ,741** 1 Sig. (1-tailed) 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000

N 60 60 60 60 60 60

**. Correlation is significant at the 0.01 level (1-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (1-tailed).

Correlate of Bivariate Lampiran 5 SPSS COrrelate of Bivariete

Dalam dokumen Pada Kelurahan Sowa Kecamatan Togo Binongko (Halaman 75-82)

Dokumen terkait