BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Smartphone adalah perangkat terkemuka mengambil dan memainkan peran terminal mobile universal. Sebagai strategi pemasaran istilah smartphone di perkenalkan di pasar, merujuk kelas baru ponsel yang menyediakan layanan terpadu dari komunikasi, komputasi dan sector mobile, termasuk komunikasi suara, pesan, personal informasi manajemen aplikasi dan kemampuan komunikasi nirkabel (Zheng:2006:4).
Smartphone mempunyai fitur yang sangat banyak dan lengkap, bukan hanya dilengkapi dengan kamera, radio, game, pemutar musik, pemutar video seperti handphone biasa, tetapi juga dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi yang berhubungan dengan internet. Banyak aplikasi yang menggunakan fitur internet yang bisa dijalankan di smartphone, seperti browser, game online, e-mail, jaringan sosial, dan masih banyak yang lainnya. Facebook, twitter, whatsaap, wechat dan sejenisnya adalah beberapa contoh jaringan sosial yang dapat dijalankan di smartphone.
Anak usia sekolah dasar terutama kelas tinggi biasanya memiliki karakter mulai ingin mencoba mengembangkan kemandirian dan menentukan batasan – batasan norma. Selain itu anak – anak usia sekolah dasar juga memiliki karakter
lebih senang menghabiskan waktu di luar rumah, aktivitas fisik yang semakin hari semakin meningkat dan mulai berusaha mencari jati diri.
Anak pada usia sekolah dasar pada kelas tinggi akan sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya, terutama teman sebayanya. Anak akan selalu ingin merubah perilaku apabila teman sebayanya juga melakukan sesuatu.
Pada usia – usia sekolah dasar anak dan teman sebayanya adalah hal yang tidak bisa dipisahkan, karena dengan teman sebayanya mereka bisa bermain dan sekaligus membentuk harga diri di kalangan anak seusianya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini anak usia sekolah dasar sudah banyak yang memiliki atau menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari- hari. Baik itu untuk berkomunikasi dengan keluarga ataupun teman sebayanya, bermain game atau menonton Youtube. Tentu hal ini sangat memprihatinkan apabila anak usia sekolah dasar lebih suka berkomunikasi dengan menggunakan smartphone daripada berinteraksi langsung dengan orang-orang di sekitarnya. Hal ini tentu akan mengurangi waktu mereka dalam berkomunikasi langsung dengan orang-orang sekitarnya.
Berdasarkan hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial murid. Adanya pengaruh penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial murid kelas tinggi MIS Rembon Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja yang menjadi temuan penulis ini didukung oleh penelitian sebelumnya, seperti penelitian yang dilakukan oleh Ina Astari Utaminingsih (2016:19) yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Ponsel Pada Remaja Terhadap Interaksi Sosial Remaja” (Kasus
66
SMUN 68, Salemba Jakarta Pusat, DKI Jakarta). Penelitian tersebut memfokuskan pada sejauh mana smartphone dapat mempengaruhi interaksi sosial pada remaja. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tingkat penggunaan ponsel pada remaja cenderung tinggi sebagai media komunikasi dan juga media hiburan dan dianggap menjadi kebutuhan sehari-hari yang penting bagi remaja baik laki- laki dan perempuan. Namun, penelitian ini juga menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel tidak mempengaruhi interaksi remaja secara tatap muka.
Sebagaimana diketahui hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa penggunaan ponsel tidak mempengaruhi interaksi sosial murid secara tatap muka, murid kelas tinggi MIS Rembon walaupun mereka sering menggunakan smartphone di rumah, tapi hal tersebut tidak mempengaruhi hubungan mereka dengan keluarga di rumah baik hubungan dengan orang tua, saudara maupun teman di lingkungan rumahnya. Begitupun ketika di sekolah, mereka tetap berteman dengan siapa saja tanpa memilih berteman dengan temannya yang menggunakan smartphone. Untuk hal-hal yang berhubungan dengan interaksi sosial dengan keluarga atau teman sebaya mereka tetap mengutamakan interaksi secara langsung atau tatap muka.Walaupun di kalangan masyarakat saat ini kita dapat melihat bahwa smartphone lebih memudahkan dalam berkomunikasi, tetapi murid kelas tinggi MIS Rembon kecamatan Rembon masih lebih mengutamakan untuk interaksi sosial secara langsung karena tidak semua murid memiliki smartphone.
67 BAB V
SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan angket, maka peneliti dapat mengetahui pengaruh penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial murid kelas tinggi MIS Rembon Kecamatan Rembon Kabupaten Tana Toraja tahun ajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana a = angka konstan dari unstandardized Coefficients. Dalam penelitian ini nilainya sebesar 21,413. Angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai arti bahwa jika tidak ada penggunaan smartphone (X) maka nilai konsisten interaksi sosial (Y) adalah sebesar 21,413. b = angka koefisien regresi . Nilainya sebesar 0,694. Angka ini mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% tingkat penggunaan smartphone (X) maka interaksi sosial (Y) akan meningkat sebesar 0,694. Karena nilai koefisien regresi bernilai positif (+), maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini penggunaan smartphone (X) berpengaruh positif terhadap interaksi sosial (Y).
Untuk tingkat hubungan berada dalam korelasi lemah. Sehingga persamaan regresinya adalah Y = 21,413 + 694 X.
Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan smartphone terhadap interaksi sosial murid.
68
B. Saran
Berdasarkan hasil observasi dan dokumentasi selama proses penelitian, kiranya penyusunan akan sedikit memberikan saran yang dapat menjadi masukan dan bahan pertimbangan bagi para pengguna smartphone. Berikut ini merupakan beberapa saran dari peneliti:
1. Dalam menggunakan smartphone kita harus tahu aturan dan waktu, jangan sampai dengan adanya smartphone menjadikan kita bermalas-malasan.
2. Untuk tetap menjaga interaksi sosial dapat terjalin dengan baik, murid harus senantiasa meluangkan waktu yang lebih banyak dengan orang-orang di sekitarnya. Baik itu di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
69
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:
Rineka Cipta.
Akdon, Riduwan. (2011). Rumus dan Data dalam Aplikasi Statistika. Bandung : Alfabeta
Aqib, Zainal dkk. 2011. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SD, SLB dan TK.
Bandung: Yrama Widya.
Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi Teori, Paradigma, dan DIskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana Pranadamedia Group.
Backer, Elisa. 2010.Using Smartphoneand Facebook in A Major Assessment: The Student Experience. E-Journal. Australia: University of Ballarat.
Barakati, Dijey Pratiwi. (2013). Dampak Penggunaan Smartphone Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris. Jurnal. Tersedia [Online]:
(https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jefs/article/view/1820/1431 diakses pada 10 Januari 2019)
Fiati, Rina. 2005. Akses Internet Via Ponsel. Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta.
Faruq, 2016. Penggunaan Smartphone Dalam Interaksi Sosial Di Kalangan Remaja Awal. Skripsi diterbitkan: Jakarta UIN Syarifhidayatullah Jakarta.
Gunawan, Ary H. 2000. Sosial Pendidikan Suatu Analisis Sosiologi Tentang Berbagai Problem Pendidikan. Jakarta : PT Asdi Mahasatya.
Gerungan. 2004. Psikologi Sosial. Bandung : PT Refika Aditama.
Hurlock, Elizabeth B. 1999. Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Hartono. 2008. Menggunakan Smarthpone/PDA Lebih Optimal.Bandung:
Informatika.
Hermawan, Didik. (2010). Pengaruh Ineraksi Sosial Terhadap Prestasi Belajar Matematika (Murid Kelas IV Damar Wulan I Kepung Kediri). Skripsi Pendidikan Matematika. (http://www.pustakaskripsi.com/pengaruh- interaksi-sosial-terhadap-prestasi-belajar-matematika-1459.html diakses pada 10 Januari 2019).
Kusumastuti, Ambar. 2014. Peran Komunitas Dalam Interaksi Sosial Remaja Di Komunitas Angklung Yogyakarta. Skripsi diterbitkan. Yogyakarta:
Universitas Negeri Yogyakarta.
70
Kuntjojo. 2010 Konsep-Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, (http://pgpaud.unpkediri.ac.id/index.php/web/detberita/berita/23 diakses pada 10 Januari 2019).
Noor, Juliansyah. 2011. Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Kadir, Abdul dkk. 2003. Pengenalan teknologi Informasi.Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta.
Kartini, Kartono. 1995. Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung:
Penerbit Mandar Maju.
Lutan, Rusli. 2001 Strategi Pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.
Jakarta: PP Universitas Terbuka.
Matakupan, J. 1991. Program Pendidikan Usia Sekolah. Bandung: Tri Pitaka Manumpil, B. 2015. Hubungan penggunaan gadget dengan tingkat prestasi
murid di SMA Negeri 9 Manado. Jurnal Universitas Sam Ratulangi.
(http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jkp/article/viewFile/7646/7211.
diakses pada tanggal 10 Januari 2019) .
Nasution. (2009). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.
Petersalim & Yenni Salim. 1991. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta Modern English Press,
Soekanto, Soerjono. 2002. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo.
Saydam, Gouzali. 2005. Teknologi Telekomunikasi Perkembangan Dan Aplikasi.
Bandung: CV. Alfabeta.
Suyanto, Slamet, 2005. Dasar- dasar Pendidikan Anak Usia Dini .Yogyakarta:
Hikayat Publishing.
Setiadi, Elly M dkk. 2011. Pengantar Sosiologi, Pemahaman Fakta Dan Gejala Permasalahan Sosial. Jakarta: Kencana, Cet II.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Siregar, Syofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Perbandingan Penghitungan Manual & SPSS. Jakarta: Prenamedia Group.
Saomi.2017. Pengaruh pengaruh smartphone bagi kehidupan pelajar. Diakses melalui situs http://www.kompasiana.com/omi/ pengaruh smartphone bagi kehidupan pelajar, pada tanggal 18 Februari 2020.
Sinta. 2017. Dampak Penggunaan Handphone Terhadap Proses Interaksi Sosial Dikalangan Mahamurid Akademi Kebidanan Sinar Kasih Tana Toraja.