• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

sepenuhnya berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

menjadi masalah baru yang perlu di pecahkan, yaitu:

1. Masalah integrasi pondok pesantren ke dalam sistem pendidikan nasional.

2. Masalah pengembangan wawasan sosial, budaya, dan masalah ekonomi.

3. Masalah pengalaman kekuatan dengan pihak-pihak lain untuk mencari tujuan membentuk masyarakat ideal yang diinginkan.

4. Masalah yang berhubungan dengan keimanan dan keilmuan sepanjang yang dihayati pondok pesantren.

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pondok pesantren perlu adanya peneguhan tradisi keilmuwan lembaga di tengah arus tantangan globalisasi. Setidaknya revitalisasi menyangkut tiga ranah penting pendidikan pesantren. Pertama, revitalisasi pola pengajaran agar mampu menumbuhkan tradisi keilmuwan dan melahirkan generasi pembelajar. Kedua, revitalisasi pola kepemimpinan pesantren agar lebih terbuka terhadap segala perubahan zaman. Ketiga, revitalisasi lingkungan belajar yang kondusif, komprehensif, dan memberdayakan.

Pondok Pesantren Darul Ishlah dalam modernisasi sistem pendidikan modern masih terlihat banyak sekali kendala yang dihadapi, sehingga mudah diduga bahwa hasilnya pun belum sampai pada taraf memuaskan. Oleh karena itu, upaya untuk merumuskan kembali sebuah lembaga yang bercirikan pesanten dan mampu untuk memproduksi siswa (santri) yang benar-benar mempunyai kemampuan handal dan profesional serta berakhlak mulia senantiasa perlu dilakukan terus-menerus secara berkesinambungan.

Sedangkan komponen-komponen yang perlu dikembangkan oleh Darul Ishlah selain dari segi fisik atau bangunan, yaitu cara berpikir yang ilmiah, dari segi sistem administrasi pesantren, segi kurikulum, struktur organisasi, sarana dan prasarana, metode pengajaran dan ekstra pesantren.

Jadi di pondok pesantren Darul Ishlah sudah ada modernisasi dalam sistem pembelajarannya, akan tetapi masih ada kekurangan yang perlu dikembangkan lagi secara berkesinambungan.

BAB V PENUTUP

B. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:

1. Sistem Pendidikan di Pondok Pesantren Darul Ishlah pada awalnya menganut sistem pendidikan pesantren salaf pada umumnya. Namun seiring dengan perkembangan zaman, pengasuhnya mulai memasukkan sistem pendidikan yang berlaku di Indonesia.

2. Modernisasi sistem pendidikan pesantren dipondok pesantren Darul Ishlah nampak dalam upaya peningkatan pendidikan agama Islam dalam masyarakat. Adapun beberapa langkah yang diterapkan di pondok pesantren Darul Ishlah dalam peningkatan pendidikan agama Islam dalam era modernisasi pada masyarakat yaitu melalui: (a). Arisan tahlilan mingguan, (b). pembacaan dhiba’an atau berzanji, (c). pembacaan Al quran, (d). pengajian keagamaan, (e). Penyuluhan (berupa penyuluhan pertanian, keterampilan, manajemen usaha, serta koperasi simpan pinjam), dan (f). program pengabdian bagi santri yang sudah lulus Madrasah Aliyah di berbagai lembaga pendidikan.

3. Faktor penunjang dalam mewujudkan modernisasi sistem pendidikan pesantren di ponpes Darul Ishlah meliputi; (1). Dukungan dari dewan pengasuh pondok pesantren berupa motivasi maupun materi. (2).

Komitmen dan semangat yang tinggi dalam memajukan lembaga dari para pengurus pondok pesantren meskipun fasilitas tidak memadai, (3). Rasa

optimisme yang tinggi dari berbagai pihak baik itu pengurus yasasan, dewan pengasuh, para pengurus maupun para santri, (4). Terbentuknya budaya auto kritik yang bersifat kontruktif di lingkungan pesantren, (5).

Konsistensi dari para asatidz maupun para santri untuk mendukung pelaksanaan program pengembangan pendidikan Islam pada masyarakat, (6). Adanya pola pemikiran dari masyarakat umum (pengasuh, pengurus, santri, dan masyarakat) yang menganggap bahwa pendidikan Islam lebih penting dari pada pendidikan umum (7). Kemampuan dari para pengasuh menjadi suriteladan, sehingga segala anjurannya dapat memotivasi orang lain. Sedangkan faktor penghambatnya meliputi, (1). Multi peran pengurus, yang menyebabkan kinerja dan konsentrasi kurang maksimal, (2). Sulitnya memahami berbagai karakter yang ada pada masyarakat, (3).

Kurangnya partisipasi dari para masyarakat, (4). Kurangnya sarana penunjang dalam pelaksanaan kegiatan, (5). Kurangnya semangat atau keinginan kuat dari para santri dan masyarakat untuk menuntut ilmu, (6).

Adanya perilaku yang lebih mendahulukan kepentingan pribadi dari pada kepentingan pondok pesantren baik dari pengasuh, pengurus yayasan, pengurus Pondok Pesantren (asatidz) serta para santri.

C. Saran

Saran yang dapat penulis sampaikan kepada segenap civitas (santri, ustadz atau ustadzah dan kiai) pondok pesantren Darul Ishlah Desa Purwajaya Kecamatan Banjar Margo Tulang Bawang adalah: 1. Pada pihak pondok pesantren, hendaknya lebih berbenah lagi mengenai pengembangan bidang ketrampilan dan pelatihan untuk menyalurkan dan mengembangkan potensi yang dimiliki santri, seperti pelatihan komputer, ketrampilan menjahit atau

mungkin pelatihan jurnalistik dan sejenisnya. Serta perlu lebih membuka diri lagi terhadap masuknya pengetahuan non agama dalam kurikulumnya, dan juga pengembangan dalam bidang menejerial sistem pendidikan dan pengajarannya, agar dapat lebih baik dan tangguh serta siap bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan lain. Dalam era globalisasi ini sebaiknya pondok pesantren Darul Ishlah lebih mengoptimalkan lagi dalam proses pembelajaran dengan menggunakan metode-metode yang ada dan mengadopsi metode- metode modern, agar tujuan dalam proses belajar mengajar dapat tercapai dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

A. Qomar, Metodologi Studi Islam, (Bandung: PENA, 2011).

Abdul Hamid dan Yaya, Pemikiran Modern dalam Islam, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2010).

Abdul Tolib, Pendidikan Di Pondok Pesantren Modern, (Universitas Wiralodra Indramayu: Risalah, ISSN. 2085-2487, 2015), Vol, 1.

Abdullah, Kajian Historis Lembaga Pendidikan Pesantren (Jakarta: Bulan Bintang, 2003).

Andi Supangat, Statistika dalam Kajian Deskriptif, Inferensi, dan Nonparametrik, (Jakarta: Kencana Premada Media Group, 2010).

Arifin, Metode Pembelajarn Agama Islam. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, hlm 2005).

Deddy Mulyana, Metodology Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010).

Djamal Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung:

ALFABETA, 2014).

Djamaluddin dan Abdullah Aly, Kapita Selekta Pendidikan Islam,(Bandung: CV Pustaka Setia, 1999), Cetakan II.

Edi Kusnadi, Metodologi Penelitian, (Metro: STAIN Metro dan Ramayana Pers, 2008).

Eko Setiawan, Modernisasi pola Sistem Pendidikan Pesantren (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern Daaul Fikri Mulyoagung Dua Malang), (Universitas Brawijaya Malang), Jurnal Pascasarjana Sosiologi Fakultas Pertanian.

Haris Herdiansyah, Wawancara, Observasi, dan Fokus Groups , (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013).

Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Rajawali, 2012).

Hipunan Peraturan Perudang Undanagan, Undang-UndangSisdiknas Sistem Pendidikan Nasional, (Bandung: Fokus Media, 2013).

Husain Usman, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta: Bumi Aksara, 2003).

Husni, Arah Baru Pendidikan Islam di Indonesia, (Jakarta: Logos Raharjo, 2001).

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014).

M. Bahri Gazali, Pendidikan Pesantren Berwawasan Lingkungan, (Jakarta:

Pedoman Ilmu Jaya, 2001).

M. Ihsan Dacholfany, Pendidikan Karekter Ala Pesantren Gontor, (Jakarta:

Wafi Media Tama , 2001).

Mahmud, Model-model Pembelajaran di Pesantren, (Tangerang: Media Nusantara, 2006).

Mardiyah, Kepemimpinan Kiai Dalam Memelihara Budaya Organisasi, (Yogyakarta: Aditya Media Publising, 2012).

Moh. Kasiram, Metodologi Penelitian Kuantitatif-Kualitatif , (Malang: UIN- Maliki Press, 2008).

Muhammad Zamroji,(Modernisasi Sistem Pendidikan pondok pesantren Sekolah Tinggi Agama Islam At- Tahdjzib Jombang Indonesia).

Muzayyin Arifin, Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011), Cet Kelima.

---, Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Jakarta: PT BumiAksara, 2003).

Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010).

Nanang Martono, Sosiologi Perubahan Sosial Perspektif Klasik Modern Pos Modern dan Poskolinial (Jakarta: Rajawali Pres, 2014).

Nurotun Mumtahanah, Pengembangan Sistem Pendidikan Pesantren dalam Meningkatkan Profesionalisme Santri, (Al-Hikmah: Jurnal Studi Keislaman, 2015), Volume 5, Nomor 1.

S. Margono, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010).

S. Nasution, Metode Research, (Jakarta: Bumi Aksara, 2014).

Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitaif, (Bandung: Alfabeta, 2014).

---, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R & D, (Bandung: Alfabeta, 2013).

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2010).

Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Rajawali Pers, 2013).

Syarifah Gustiawati Mukri, Modernisasi Sistem Pendidikan Pesantren:, JURNAL I Fakultas Agama Islam UIKA Bogor NSANIA,Vol. 13, No. 2, ssn, 307849509, Mei-Agustus 2013.

Tim Perkembangan Ilmu pendidikan , ilmu dan Aplikasi Pendidikan, (Jakarta:

IMTIMA, 2007).

Yasmadi, Modernisasi Pesantren (Kritik Nurcholis Madjid Terhadap Dunia Pendidikan Islam Tradisional), cet. Ke-1 (Jakarta: Ciputat Press, 2002).

Zuhairi, et.al. Pedoman Penelitian Karya Ilmiah, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2016).

OUTLINE

MODERNISASI DALAM SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN (Studi Di Pondok Pesantren Darul Ishlah Desa Purwajaya Kecamatan

Banjar Margo Tulang Bawang)

HALAMAN SAMPUL HALAMAN JUDUL NOTA DINAS

HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK

ORISINALITAS PENELITIAN HALAMAN MOTTO

HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah B. Pertanyaan Penelitian

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian D. Penelitian Relevan

BAB II KERANGKA TEORI

A. Sistem Pendidikan Pondok Pesantren

1. Pengertian Sistem Pendidikan Pondok Pesantren

2. Dasar-Dasar Sistem Pendidikan Pondok Pesantren 3. Pentingnya Sistem Pendidikan Pondok Pesantren B. Modernisasi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren

1. Pengertian Modernisasi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren 2. Pentingnya Modernisasi Sistem Pendidikan Pondok

Pesantren

3. Ciri-Ciri Modernisasi Sistem Pendidikan Pondok Pesantren 4. Dampak Positif dan Negatif Modernisasi Sistem Pendidikan

Pondok Pesantren

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Sifat Penelitian

B. Sumber Data

C. Teknik Pengumpulan Data

D. Teknik Penjamin Keabsahan Data E. Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Tempat Penelitian

1. Sejarah Berdirinya Pesantren Darul Ishlah 2. Visi dan Misi Pondok Pesantren Darul Ishlah 3. Keadaan Ustad dan Ustadzah Pesanten Darul Ishlah 4. Keadaan Santri Pesantren Darul Ishlah

5. Keadaan Sarana dan Prasarana Pesantren Darul Ishlah 6. Struktur Organisasi Pesantren Darul Ishlah

ALAT PENGUMPUL DATA (APD)

MODERNISASI DALAM SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN

(Studi Di Pondok Pesantren Darul Ishlah Desa PurwajayaKecamatan Banjar MargoTulang Bawang)

A.Lembar Wawancara

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur

1. Daftar Wawancara (Interview) dengan Pengurus Pondok Pesantren Darul Ishlah Desa Purwajaya Kecamatan Banjar MargoTulang Bawang

a. Pola kepemimpinan seperti apa yang digunakan dalam pesantren ini?

b. Bagaimana cara bapak memadukan sistem pendidikan yang baru dengan yang lama?

c. Bagaimana cara menyeimbangkan iman dan ilmu di dalam pesantren?

d. Bagaimana cara anda menghilangkan pembagian ilmu pendidikan?

e. Apakah disini masih bertahan pada kurikulum yang ada? Jelaskan!

2. Daftar Wawancara (Interview) dengan Ustad Pondok Pesantren Darul Ishlah Desa PurwajayaKecamatan Banjar MargoTulang Bawang a. Pola pengajaran seperti apa yang digunakan dalam pesantren ini?

b. Bagaimana cara bapak menerapkan sistem pendidikan yang baru dengan yang lama?

c. Bagaimana cara menyeimbangkan iman dan ilmu di dalam pesantren?

d. Bagaimana cara anda menghilangkan pembagian ilmu pendidikan?

e. Apakah disini masih bertahan pada kurikulum yang ada? Jelaskan!

LEMBAR OBSERVASI

MODERNISASI DALAM SISTEM PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN

(Studi Di Pondok Pesantren Darul Ishlah Desa PurwajayaKecamatan Banjar MargoTulang Bawang)

A. Observasi

Pengamatan mengenai Modernisasi Dalam Sistem Pendidikan Pondok Pesantren (Studi di Pondok Pesantren Darul Ishlah Desa

PurwajayaKecamatan Banjar MargoTulang Bawang)

1. Mengamati proses pembelajaran yang dilakukan oleh kiyai di Pondok Pesantren Darul Ishalah

2. Mengamati proses pembelajaran yang dilakukan oleh ustad di Pondok Pesantren Darul Ishlah

3. Mengamati kegiatan belajar yang dilakukan oleh para santri

4. Mengamati kegitan siraman rohani yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Darul Ishlah

Dokumen terkait