• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Pengujian hipotesis bertujuan untuk memberikan jawaban yang dikemukakan peneliti apakah hipotesis dapat diterima atau ditolak. Hipotesis yang akan diuji adalah terdapat pengaruh hasil belajar siswa dengan model pembelajaran cooperative script kelas VII MTs Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Ampenan.

Dilakukan uji hipotesis untuk menguji hipotesis digunakan uji beda rata-rata yang Independent Sample t-test sedangkan untuk pengambilan keputusan apakah Ha ditolak atau diterima maka menggunakan taraf signifikasi yaitu jika signifikan > 0,05 maka Ho ditolak, dan Ha diterima jika signifikan < 0,05, setelah dilakukan uji perbedaan rata-rata dengan Independent Sample t-test maka hasilnya sebagai berikut:

Tabel 4.5 Analisis t tes

No Aspek Sig Taraf

Signifikan

Keterangan 1 Kontrol ,000 0,05 ,000 <0,05

Hipotesis diterima 2 Eksperimen ,000 0,05

Berdasarkan data di atas, maka dapat dilakukan pengujian hipotesis dengan cara membandingkan ttabel dengan nilai thitung. Karena nilai thitung sebesar 0,000 danttabel sebesar 0,05 maka dapat dikatakan thitung˂ ttabel jadi hipotesis diterima.

Penelitian ini bertitik tolak dari pertanyaan apakah terdapat pengaruh model Cooperative Script pada mata pelajaran IPA. Teknik pembelajaran Cooperative Script ini mendorong keaktifan siswa pada saat pembelajaran yang meliputi keberanian siswa dalam mengungkapkan ide yang mereka miliki, keberanian dalam mengajukan pertanyaan, melatih daya ingat siswa, serta kecepatan mereka dalam berpikir.32

Peneliti menggunakan dua kelas yaitu kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan VII B sebagai kelas kontrol dengan jumlah 25 siswa kelas eksperimen dan 24 siswa kelas kontrol, sehingga jumlah kelas VII sebanyak 49 siswa. Kelas eksperimen menerapkan model Cooperative Script dan kelas kontrol diterapkan metode ceramah.

Cooperative adalah Strategi belajar dimana siswa belajar dalam

kelompok kecil yang memiliki kemampuan yang berbeda. Metode Cooperative Script menurut Departemen Nasional yaitu dimana siswa bekerja

berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian materi yang dipelajari. Pembelajaran Cooperative Script merupakan salah satu bentuk atau model pembelajaran kooperatif.33

Pembelajaran dengan model cooperative script diawali dengan kerja individu, siswa secara individu mempelajari dan mengikhtisarkan materi pelajarannya, kemudian baru mendiskusikan hasil kerjanya secara

32 Ragillusyah Zamzani, Munoto, Pengaruh Teknik Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat Menerapkan Dasar-Dasar Elektronika Pada Siswa Kelas X Tav Di Smk Negeri 1 Sidoarjo, ( Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya, Jurnal Pendidikan Teknik Elektro. Volume 02 Nomor 1 Tahun, 2013) Hal. 348

33 Edwina Rusvita Nur, Wakidi, Muhammad Basri, “Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Kognitif”, (FKIP Universitas Lampung, 2017) Hal.

10-11

berpasangan. Pada saat satu siswa membaca ringkasan, siswa yang lain mendengarkan dan mengoreksi kesalahan-kesalahan atau bagian-bagian yang penting atau hilang dan guru mengamati kegiatan siswa. Kegiatan selanjutnya siswa bertukar peran, siswa yang semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar, begitu juga sebaliknya dan guru membantu siswa menyusun kesimpulan.34

Materi IPA yang diajarka di kedua kelas sama yaitu mengenai pencemaran lingkungan. Penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu variabel bebas (X) adalah model Cooperative Script dan varibel terikat (Y) adalah hasil belajar.Penelitian ini pada dasarnya dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh hasil belajar IPA peserta didik sebagai perlakuan antara kelas yang diterapkan model Cooperative Script dengan kelas yang diterapkan model ceramah sebagai kelas kontrol. Soal tes yang akan digunakan pada pretest dan posttest di kelas ekperimen dan kelas kontrol sebelumnya telah terlebih dahulu di validasi. Peneliti menggunakan 2 validasi yaitu validasi isi dan validasi konstruk. Validasi isi dilakukan oleh validator yaitu dosen, di mana terdapat beberapa soal yang harus diperbaiki terutama dari segi bahasa. Kemudian soal tersebut dilakukan validari konstruk dengan cara diujicobakan pada siswa VIII B dengan jumlah sebanyak 25 siswa di MTs Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Adapun tujuan dari uji coba item soal ini adalah untuk

34 Irma Tiara, Sanjaya, Rodi Edi, “Pengaruh Penerapan Model Cooperative Script

Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X Sma Negeri 3 Tanjung Raja”, (Program Studi Pendidikan Kimia Fkip UniversitasSriwijaya, 2014) Hal. 160-161

mengetahui validitas butir soal, dan tingkat reliabilitas soal tes. Setelah dianalisis menggunakan rumus kolerasi product moment dari 20 soal terdapat 15 soal yang dibilang valid ataupun dapat digunakan.

Berdasarkan uji normalitas data hasil belajar dengan model Cooperative Script dapat terlihat nilai pretest dan postest pada kelas kontrol dan eksperimen mempunyai nilai signifikan dibawah taraf signifikasi yaitu 0,5 atau 5%. Jadi, dapat dikatakan bahwa sebaran data disetiap kelas terdistribusi normal. Hasil uji homogenitas kelas eksperimen dan kelas kontrol terlihat nilai pretest dan postest memiliki nilai signifikan dibawah nilai taraf signifikasi. Nilai signifikan 2 tailed pretest pada penelitian ini yaitu 0,398 dan nilai signifikan 2 tailed postest yaitu 0,383.

Jadi, tidak terdapat perbedaan diantara keduanya dan data dapat dikatakan normal dan memiliki varians yang sama. Tidak ada perbedaan kelas yang lebih unggul dari kelas tersebut, masing-masing kelas memiliki persamaan antara siswa yang berprestasi dan juga memiliki siswa yang kurang atau lambat dalam belajar.

Hipotesis pada hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol.

Jika t hitung > t tabel atau taraf signifikan < α (nilai signifikan < 0,05 ) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berarti ada perbedaan signifikan dalam penerapan Cooperative Script dengan metode ceramah terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII/A dan VII/B.35 Analisis t tes yang terlihat dari

35 Armansyah, Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas Viii4 Smp Negeri 1 Makassar, (Jurusan Kurikulum Dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar, Jurnal Nalar Pendidikan, vol. 2, Nomor 1, 2014)

pretest dan postest memiliki nilai signifikan dibawah taraf signifikasi yaitu 0,000 jadi dapat dikatakan hipotesis diterima. Dapat ditarik kesimpulan bahwa Hipotesis diterima. Hipotesis menyatakan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan Model pembelajaran Cooperative Script lebih tinggi dari pada hasil belajar siswa yang pembelajarannya secara konvensional. Nilai rata-rata kelas eksperimen dengan menggunakan model cooperative script adalah 80,68 sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol dengan menggunakan metode ceramah adalah 57,375. Dapat dilihat bahwa perbedaan nilai rata-rata dengan menggunakan model Coopertive Script dan metode ceramah sangat berbeda. Nilai rata-rata dengan menggunakan model Cooperative Script bisa dikatakan tinggi. Jadi, penggunaan model Cooperative Script sangat efisien dalam proses pembelajaran dan model Cooperative Script ini sangat melatih pendengaran, ketelitian, atau kecermatan setiap peserta didik mendapat peran dan dapat melatih kesalahan orang lain dengan lisan.

Melalui kelompok kecil siswa saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar yang baik.

Dengan model Cooperative Script pada kelas eksperimen siswa lebih aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar sehingga membuat hasil belajar siswa menjadi lebih baik. Dengan demikian, pembelajaran dengan

menggunakan model Cooperative Script berpengaruh tinggi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.36

36Yuli Trilarasati, Iskandar Syah Dan Muhammad Basri, Pengaruh Model

Pembelajaran Cooperative Script Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa, ( Fkip Unila, Lampung, 2014) Hal. 11

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai analisis pengaruh model pembelajaran Cooperative Script hasil belajar siswa kelas VII MTs Nahdlatul Mujahidin NW Jempong maka dapat disimpulkan

“Terdapat pengaruh model pembelajaran Cooperative Script terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII di MTs Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Tahun Pelajaran 2018/2019”. Dapat terlihat dari hasil uji analisis data, uji normalitas data hasil belajar dengan model Cooperative Script dapat terlihat nilai pretest dan postest pada kelas kontrol dan eksperimen dengan sebaran data disetiap kelas terdistribusi normal.

Hasil uji homogenitas kelas eksperimen dan kelas kontrol terlihat nilai pretest dan postest memiliki nilai signifikan dibawah nilai taraf signifikasi. Nilai signifikan 2 tailed pretest pada penelitian ini yaitu 0,398 dan nilai signifikan 2 tailed postest yaitu 0,383. Jadi, tidak terdapat perbedaan diantara keduanya dan data dapat dikatakan normal dan memiliki varians yang sama. Hipotesis pada hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jika t hitung > t tabel atau taraf signifikan <

α (nilai signifikan < 0,05 ) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Analisis t tes yang terlihat dari pretest dan postest memiliki nilai signifikan dibawah taraf signifikasi yaitu 0,000 jadi dapat dikatakan hipotesis diterima. Dapat ditarik kesimpulan bahwa Hipotesis diterima.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti ingin memberikan saran- saran sebagai berikut:

1. Bagi guru bidang studi IPA, agar menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkannya sehingga siswa lebih tertarik dan termotivasi untuk belajar IPA dan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script.

2. Agar siswa lebih aktif pada saat proses belajar, guru sebagai fasilitator mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Bagi penulis (peneliti) selanjutnya yang ingin melakukan penelitian yang sama, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan mempersiapkan sajian materi lain dan dapat mengoptimalkan waktu guna meningkatkan hasil belajar IPA siswa.

3. Bagi mahasiswa, dengan adanya penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran Cooperative Script terhadap hasil belajar ini dapat memberi pengetahuan mengenai model Cooperative Script dalam pembelajaran yang dapat digunakan pada saat praktek mengajar.

Daftar Pustaka

Amir Maksum, Sri Mantini Rahayu. Model Cooperative Script Berpendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS) terhadap Hasil Belajar: Universitas Negeri Semarang:

Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 2013

Aprilya Hestyana dkk. Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Geografi, 2018

Armai Arief, Pengantar dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta:

Ciputat Pers, 2002

Armansyah. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas VIII/4 SMP Negeri 1 Makassar Volume 2. Makassar, 2014 Asep Jihad. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo, 2013 Edwina Rusvita Nur. Wakidi, Muhammad Basri, “Pengaruh Model

Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Kognitif.

FKIP Universitas Lampung, 2017

Fajrah Yuniarsih. Penerapan Model Cooperative Script Pada Pembelajaran FisikanSiswa Kelas VIII MTs Negeri 1 Lubuk Linggau Tahun Pelajaran 2014/2015. Artikel Pendidikan Fisika:

STKIP PGRI Lubuk Linggau, 2015

Hamzah B. Uno, Nurdin Mohamad. Belajar Dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara, 2013

Ibrahim dan Nana Syaodih S., Perencanaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003

Irma Tiara, Sanjaya, Rodi Edi. Pengaruh Penerapan Model Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X Sma Negeri 3 Tanjung Raja. Program Studi Pendidikan Kimia Fkip Universitas Sriwijaya. 2014

M. Basyiruddin Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta:

Ciputat Pers, 2002

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru.

Bandung: Rosda Karya, 2002

Muhammad Nurman. Evaluasi Pendidikan. Mataram: Institut Agama Islam Negeri Mataram, 2015

Muniroh Khayyizatul. Dalam Skripsi Ilmplementasi Pembelajaran Cooperative Script Sebagai Usaha Meningkatkan Kreativitas Dalam Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII MTs Wahid Hasyim. Yogyakarta, Sleman, 2010

Mundilarto, IPA Terpadu 1. PerpustakaanNasional. Katalog Dalam Terbitan. Jakarta. 2011

Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014.

Ragillusyah Zamzami, Munoto. Pengaruh Teknik Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat Menerapkan Dasar-dasar Elektronika Pada Siswa Kelas X TAV Di SMK Negeri 1 Sidoarjo Volume 2. Surabaya, 2013

Riska Dewi Handayani, Yuli Yanti. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Di Kelas IV MI Terpadu Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung. UIN Raden Intan Lampung: Jurnal Terampil Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Vol. 4 No. 2, 2017

Sanjaya, Wina. Perencanaan Desain Sistem Pembelajaran (Jakarta:

Prenada Media Group, 2010

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2013

Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta, 2013

Tengku Zahara Djafar, Kontribusi Strategi Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar. Padang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang, 2001

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Jakarta: Balai Pustaka, 2006

Tira Fitriana Putri. Skripsi Pengaruh Metode Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas V Mata Pelajaran Ipa Di Mi Masyarikul Anwar IV. Lampung: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2018

Widodo W, Fida, dkk, Ilmu Pengetahuan Alam/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Edisi Revisi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta. 2016

Wina Sanjaya, Perencanaan dan Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

2009

Yuli Trilarasati dkk. Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Script Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa, 2018

LAMPIRAN

GAMBAR Kelas Eksperimen

Gb 1. Pemberian soal pretest

Gb. 2 Pembagian kelompok

Gb 3. Pembagian materi kelompok Cooperative Script

Gb 4. Menunjuk salah satu anggota kelompok untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok

Gb 5. Salah satu murid membacakan hasil kelompoknya dan angggota yang lain menyimak dan memberi masukan hal-hal yang terlupakan

Gb 6. Penggantian menyampaikan hasil kelompoknya

Gb 7. Membuat kesimpulan pelajaran bersama-sama

Gb 8. Pemberian Postest

Kelas Kontrol

Gb 1. Pemberian soal pretest Gb 2. Pemberian materi dengan menggunakan metode ceramah

Gb 3. Menjelaskan materi pelajaran Gb 4. Meminta salah satu murid menjelaskan ulang apa yang telah diterangkan

Gb 5. Pemberian soal postest

Lampiran 1

SILABUS PENCEMARANAN LINGKUNGAN Mata Pelajaran : IPA

Satuan Pendidikan : MTs Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Ampenan Kelas/Semester : VII/2

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Indikator Materi

Pembelajaran Penilaian Alokasi

Waktu Sumber Belajar

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Indikator Materi

Pembelajaran Penilaian Alokasi

Waktu Sumber Belajar

KI.3. Memahami pengetahuan

(faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,

teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,

memodifikasi, dan

3.8 Menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan dan dampak bagi

ekosistem 4.8 Membuat

tulisan tentang gagasan penyelesaian masalah pencemaran di

lingkunganny a berdasarkan hasil

pengamatan

Menjelaskan definisi pengertian pencemaran lingkungan.

Menjelaskan macam- macam pencemaran ligkungan.

Menyebutkan faktor-faktor penyebab pencemaran.

Menjelaskan dampak pencemaran lingkungan

Menjelaskan definisi pencemaran Macam- macam pencemaran lingkungan.

Tertulis 10 X 40 menit

 Buku Ilmu Pengetahu an Alam SMP/MTs kelas VII

Lampiran 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN

Nama Sekolah : MTs Nahdlatul Mujahidin NW Jempong Ampenan Mata Pelajaran : IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Tema : Pencemaran Lingkungan Kelas / Semester : VII / 2

Alokasi waktu : 5x Pertemuan (12 JP) A. Kompetensi Inti

 KI. 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

 KI 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

 KI.3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

 KI. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar Dan Indikator Pencapaian Kompetensi

KI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1. 3.8 Menganalisis terjadinya 3.8.1 Menjelaskan pengertian

KI Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi pencemaran lingkungan

dan dampak bagi ekosistem

pencemaran lingkungan

3.8.2 Menjelaskan macam-macam pencemaran lingkungan

3.8.3 Menyebutkan factor-faktor penyebab pencemaran udara 3.8.4 Menjelaskan dampak

pencemaran udara

3.8.5 Menjelaskan pengertian pencemaran tanah

2. 4.8 Membuat tulisan tentang gagasan penyelesaian masalah pencemaran di lingkungannya

berdasarkan hasil pengamatan

4.8.1 Membuat gagasan tertulis tentang solusi pemecahan

masalah pencemaran

lingkungan

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

1. Menjelaskan definisi pengertian pencemaran lingkungan.

2. Menjelaskan macam-macam pencemaran ligkungan.

3. Menyebutkan faktor-faktor penebab pencemaran.

4. Menjelaskan dampak pencemaran lingkungan.

D. Materi Pembelajaran

Pencemaran lingkungan merupakan satu dari beberapa faktor yang dapat memengaruhi kualitas lingkungan. Pencemaran lingkungan (enviromental pollution) merupakan segala sesuatu baik berupa bahan-bahan fisika maupun kimia yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Zat yang dapat mencemari lingkungan dan dapat mengganggu kelangsungan

hidup makhluk hidup disebut polutan. Polutan ini dapat berupa zat kimia, debu, suara, radiasi, atau panas yang masuk ke dalam lingkungan. Terdapat 3 jenis pencemaran lingkungan, yaitu:

1. Pencemaran Air

Pencemaran air yaitu masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air. Akibatnya, kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran air dapat terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai, rawa-rawa, danau, dan laut. Pencemaran air dapat berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.

2. Pencemaran Udara

Udara adalah salah satu faktor abiotik yang memengaruhi kehidupan komponen biotik (makhluk hidup). Pencemaran udara didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana udara mengandung senyawa- senyawa kimia atau substansi fisik maupun biologi dalam jumlah yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia, hewan, ataupun tumbuhan serta merusak keindahan alam serta kenyamanan, atau merusak barang-barang perkakas (properti).

3. Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah adalah suatu keadaan dimana bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah lingkungan tanah alami.

Pencemaran ini biasanya terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan peptisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan subpermukaan.

E. Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Scientific

2. Metode : Diskusi dan eksperimen 3. Model : Cooperative Script F. Media Pembelajaran

Media :

Worksheet atau lembar kerja (siswa)

Alat/Bahan :

Alat Tulis

Spidol

Papan tulis

G. Sumber Belajar

 Buku IPA Terpadu Kelas VII Semester Genap

H. Langkah-langkah Pembelajaran 1 . Pertemuan Pertama (3x 40 Menit)

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit) Guru :

Orientasi

1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran

2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin

3. Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

Apersepsi

4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari yaitu definisi pencemaran dan juga macam – macam pencemaran lingkungan

5. Memberikan apersepsi dan motivasi dengan memberikan contoh lingkungan yang asri , bersih, dan rapi serta lingkungan sebaliknya yang kotor dan juga tidak tertata yang ada di sekitar lingkungan sekolah atau di tempat lain yang belum pernah di lihat peserta didik

Motivasi

6. Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

7. Apabila materi tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :

8. Pencemaran Lingkungan

9. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung 10. Mengajukan pertanyaan

1 . Pertemuan Pertama (3x 40 Menit) Pemberian Acuan

11. Memberikan pretest pada siswa

12. Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.

Kegiatan Inti ( 130 Menit ) Kegiatan Pembelajaran 1. Eksplorasi

a. Guru menyampaikan materi pendahuluan.

b. Siswa dibagi ke dalam kelompok dengan anggota 2 orang (berpasangan).

c. Masing-masing kelompok diberikan handout berisi materi pembelajaran tentang pencemaran lingkungan.

2. Elaborasi

a. Siswa diminta untuk membaca materi lalu dibuat ringkasan.

b. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.

c. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap; Membantu mengingat.menghafalkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.

d. Siswa dalam kelompok bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.

3. Konfirmasi

a. Guru meluruskan jawaban dari diskusi kelompok yang dilakukan oleh siswa.

b. Guru bersama peserta didik memberikan kesimpulan tentang materi yang sudah dibahas.

1 . Pertemuan Pertama (3x 40 Menit)

Kegiatan Penutup (15 Menit) Guru :

13. Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran pencemaran lingkungan.

14. Guru memberikan penguatan tentang materi yang telah dipelajari.

15. Guru memberikan motivasi kepada siswa pada akhir pelajaran 16. Guru menyimpulkan materi tentang pencemaran lingkungan.

17. Guru memberikan motivasi kepada siswa pada akhir pelajaran.

18. Mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan berdoa dan salam.

2 . Pertemuan Kedua (2 x 40 Menit)

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit) Guru :

Orientasi

1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran

2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin

3. Memperhatikan kesiapan psikis dan fisik siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dengan mengecek kebersihan, kerapihan, ketertiban, dan kehadiran siswa

4. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari yaitu definisi pencemaran air dan dampaknya

Apersepsi

5. Memberikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa “apakah air dilingkungan kalian bisa dikatakan bersih?

6. Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.

7. Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.

Motivasi

2 . Pertemuan Kedua (2 x 40 Menit)

8. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung 9. Menunjukkan kepada peserta didik beberapa contoh air kotor dan berwarna 10. Mengajukan pertanyaan

Pemberian Acuan

11. Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.

Kegiatan Inti ( 130 Menit ) Kegiatan Pembelajaran 1. Eksplorasi

a. Guru menyampaikan materi pendahuluan.

b. Siswa dibagi ke dalam kelompok dengan anggota 2 orang (berpasangan).

c. Masing-masing kelompok diberikan handout berisi materi pembelajaran tentang pencemaran air.

2. Elaborasi

a. Siswa diminta untuk membaca materi lalu dibuat ringkasan.

b. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.

c. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.

Sementara pendengar : Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap; Membantu mengingat.menghafalkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.

d. Siswa dalam kelompok bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.

3. Konfirmasi

a. Guru meluruskan jawaban dari diskusi kelompok yang dilakukan

Dalam dokumen pengaruh model cooperative script terhadap (Halaman 57-63)

Dokumen terkait