• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

F. Pembahasan

Hasil uji hipotesis :

Tabel 4.10 Uji t

t hitung t tabel Keputusan

0,820 3,182 H0 diterima

Oleh karena nilai t hitung sebesar 0,820 lebih kecil dari t tabel sebesar 3,182, maka dapat disimpulkan Ha ditolak dan H0 diterima, yang berarti bahwa tidak terdapat pengaruh retribusi pasar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram 2014-2018.

52

tahunnya mengalami penurunan terus-menerus. Realisasi retribusi pasar dari 19 pasar yang terdapat di Kota Mataram rinciannya adalah sebagai berikut:

Pasar Mandalika (Bertais) pada tahun 2014 dengan penyetoran sebesar 678.438.000, kemudian mengalami kenaikan pada tahun 2015 sebesar 734.710.000 di tahun 2016 mengalami penurunan yang sangat signifikan yaitu dengan pendapatan 479.012.000 dan pada tahun 2017 mengalami penurunan kembali dengan pendapatan 466.009.000 akan tetapi pada tahun 2018 kembali meningkat menjadi 583.346.000.

Pasar Cakranegara menyetorkan realisasi pada tahun 2014 sebesar 182.475.000 kemudian pada tahun 2015 mengalamii peningkatan penyetoran sebesar 197.939.000 pada tahun 2016 mengalami penurunan dengan penyetoran sebesar 479.012.000 penurunan terjadi kembali pada tahun 2017 dengan jumlah 466.009.000 begitupun pada tahun 2018 penyetoran menurun yaitu sebesar 270.094.075.

Pasar Sindu penyetoran pada tahun 2014 sebesar 185.554.000 mengalami kenaikan penyetoran pada tahun 2015 sebesar 186.168.000 pada tahun 2016 menurun kembali akan tetapi tidak terlalu segnifikan yaitu 180.953.000 mengalami penurunan kembali pada tahun 2017 dengan angka 466.009.000 begitupun pada tahun 2018 penyetoran kembali menurun dengan jumlah setoran 197.878.600.

Pasar Abian Tubuh menyetor pada tahun 2014 sebesar 102.307.600 pada tahun 2015 meningkat menjadi 114.048.000 kembali meningkat pada tahun 2016

menjadi 118.254.000 begitupun pada tahun 2017 dengan jumlah penyetoran 131.823..500 kembali mengalami peningkatan pada tahun 2018 dengan jumlah setoran sebesar 154.536.000.

Pasar Karang Lelede pada tahun 2014 menyetorkan realisasi sebesar 164.636.000 kemudian pada tahun 2015 mengalami kenaikan penyetoran menjadi 183.760.000 pada tahun 2016 meningkat kembali menjadi 188.842.000 kenaikan terjadi kembali pada tahun 2017 yaitu 192.858.000begitupun pada tahun 2018 meningkat menjadi 218.109.000.

Pasar Sayang-sayang, pada tahun 2014 mengalami kenaikan sebanyak 121.177.000, di tahun 2015 juga meningkat 152.458.000, begitupun pada tahun 2016 dengan setoran 156.339.000, begitupun pada tahun 2017 meningkat dengan jumlah setoran 223.526.000, selain itu di tahun 2018 mengalami kenaikan penyetoran kembali menjadi 277.067.000.

Pasar Karang Seraya menyetor [ada tahun 2014 sebesar 70.350.000 mengalami peningkatan tahun 2015 menjadi 75.058.000 begitupun pada tahun 2016 meningkat menjadi 75.473.000 akan tetapi pada tahun 2017 mengalami penurunan menjadi 73.882.000 pada tahun 2018 kembali meningkat dengan jumlah setoran sebesar 85.260.000.

Pasar Selagalas pada tahun 2014 menyetor realisasi sebesar 3.650.000 pada tahun 2015 menurun menjadi 2.270.000 begitupun pada tahun 2016 terjadi penurunan kembali menjadi 2.104.000 pada tahun 2017 mengalami sedikit

54

kenaikan yaitu dengan jumlah 2.150.000 dan pada tahun 2018 mengalami kenaikan kembali dengan jumlah penyetoran sebesar 2.300.000.

Pasar Panglima menyetor pada tahun 2014 sebesar 8.937.000 pada tahun 2015 mengalami kenaikan menjadi 12.750.000 pada tahun 2016 menurun menjadi 10.950.000 terjadi penurunan kembali pada tahun 2017 yaitu menjadi 9.150.000 begitu pula pada tahun 2018 menurun dengan jumlah setoran 3.200.000.

Pasar Pagesangan pada tahun 2014 meningkat dengan 268.794.500, di tahun 2015 terjadi kenaikan juga dengan penyetoran 305.463.300, pada tahun 2016 meningkat dengan 343.529.500, begitu juga pada tahun 2017 dengan 365.341.075 pada tahun 2018 mengalami kenaikan yang cukup baik dengan angka 427.619.500.

Pasar Dasan Agung pada tahun 2014 menurun menjadi 177.269.400, di tahun 2015 naik sebesar 198.965.400, tahun 2016 juga naik dengan penyetoran 203.727.600 dan pada tahun 2017 mengalami peningkatan kembali dengan 223.358.400, pada tahun 2018 pasar dasan agung kembali mengalami kenaikan penyetoran menjadi 231.425.800.

Pasar Rembiga pada tahun 2014 menyetor dengan jumlah 40.218.600 meningkat pada tahun 2015 menjadi 42.217.200 meningkat kembali pada tahun 2016 menjadi 43.324.400 pada tahun 2018 kembali mengalami peningkatan penyetoran sebesar 44.211.400.

Pasar Karang Sukun menyetor pada tahun 2014 sejumlah 56..050.000 pada tahun 2015 menurun menjadi 55.475.000 mengalami penurunan kembali pada

tahun 2016 menjadi 55.085.000 di tahun 2017 meningkat dengan jumlah setoran 66.898.000 begitu pula terjadi kenaikan pada tahun 2018 dengan jumlah ssetoran 74.345.000.

Pasar Cemara pada tahun 2014 menyetor realisasi sejumlah 159.135.000 mengalami kenaikan pada tahun 2015 menjadi 181.242.600 meningkat kembali pada tahun 2016 dengan jumlah setoran 195.836.600 pada tahun 2017 mengalami penurunan penyetoran dengan jumlah 194.270.200 pada tahun 2018 kembali meningkat dengan jumlah setoran sebesar 218.483.800.

Pasar Karang Medain menyetor pada tahun 2014 sebesar 4.020.000 pada tahun 2015 meningkat menjadi 4.785.000 pada tahun 2016 menurun menjadi 2.905.000 pada tahun 2017 mengalami peningkatan sebesar 4.320.000 pada tahun 2018 mengalami penurunan kembali dengan jumlah setoran sebesar 3.420.000.

Pasar Kebon Roek pada tahun 2014 mengalami kenaikan dengan jumlah 399.907.200, akan tetapi pada tahun 2015 mengalami penurunan yaitu sebesar 384.685.000, begitu juga yang terjadi pada tahun 2016 mengalami penurunan dengan angka 344.972.000, akan tetapi pada tahun 2017 Pasar Kebon Roek meningkat dengan setoran sejumlah 421.452.200, di tahun 2018 kembali mengalami peningkatan dengan jumlah setoran 457.772.500.

Pasar Pagutan pada tahun 2014 menyetor realisasi sebesar 107.059.000 mengalami peningkatan penyetoran pada tahun 2015 menjadi 135.303.000 meningkat pula pada tahun 2016 dengan jumlah setoran 149.720.000 meningkat

56

kembali pada tahun 2017 yaitu 197.266.000 begitu pula pada tahun 2018 meningkat dengan jumlah setoran sebesar 227.784.000.

Pasar perumnas menyetor pada tahun 2014 dengan setoran 55.192.450, pada tahun 2015 menurun dengan jumlah 54.966.500, pada tahun 2016 mengalami penyusutan dengan nilai 54.884.250, mengalami kenaikan penyetoran tahun 2017 yaitu 64.179.700, pada tahun 2018 pasar Perumnas mengalami kenaikan setoran yang begitu drasti dengan angka 113.436.350.

Pasar Ampenan pada tahun 2014 menyetor sebesar 124.102.900 meningkatpada tahun 2015 menjadi 124.241.200 kembali meningkat pada tahun 2016 menjadi 136.878.500 begitu pula pada tahun 2017 dengan jumlah setoran 186.449.500 pada tahun 2018 kembali meningkat dengan jumlah yang disetorkan yaitu 199.555.000.

Didalam buku hukum pajak dan retribusi pajak, retribusi pasar sebagai salah satu retribusi jasa umum yang memiliki penerimaan relatif tinggi dibandingkan dengan retribusi jasa umum lainnya, jadi retribusi pasar berpengaruh di dalam peningkatan PAD. Dalam penelitian ini menjelaskan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan, dengan melihat beberapa hasil yang telah di teliti.

Dari beberapa hasil wawancara dengan staf dinas perdagangan ada beberapa faktor yang membuat hasil realisasi dari tiap-tiap pasar belum bisa memenuhi PAD yaitu belum selesainya realisasi atau perbaikan pasar sehingga

masih banyak lahan-lahan kosong yang belum ditempati oleh para pedagang kemudian dampak bencana alam yang tidak bisa di prediksi oleh manusia.

Efektifitas retribusi pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram tidak terdapat pengaruh yang signifikan, oleh karena itu tidak dilakukan perhitungan untuk analisis determinasi atau seberapa besar kontribusi yang diberikan.

Pendapatan Asli Daerah berasal dari aset daerah guna untuk mendukung dana pembangunan daerah. Dana ini salah satunya berasal dari:

Retribusi Jasa Umum (Retribusi Pelayanan Kesehatan, Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan, Retribusi Pengganti Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta Catatan Sipil, Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat, Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, Retribusi Pelayanan Pasar, Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran, Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta, Retribusi Penyediaan dan atau Penyetoran Kakus, Retribusi Pengolahan Limbah Cair, Retribusi Pelayanan Tera/Tera Ulang, Retribusi Pelayanan Pendidikan, Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi).

Retribusi Jasa Usaha (Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, Retribusi Pasar Grosir dan atau Pertokoan, Retribusi Tempat Pelelangan, Retribusi Terminal, Retribusi Tempat Khusus Parkir, Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Villa, Retribusi Rumah Potong Hewan, Retribusi

58

Pelayanan Kepelabuhan, Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, Retribusi Penyeberangan di Air, Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah).

Retribusi Perijinan Tertentu (Retribusi Izin Mendirikan Bangunan, Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol, Retribusi Izin Gangguan, Rertibusi Izin Trayek, Retribusi Izin Usaha Perikanan).

Menurut hasil Uji hipotesis membandingkan nilai signifikansi dengan 0,05. Untuk mengetahui nilai t hitung, dapat dilihat dalam output SPSS pada analisis regresi linear sederhana dan didapatkan hasil t hitung sebesar 0,820 sedangkan nilai t tabel dapat dihitung dengan rumus :

Nilai a = 0.05 / 2 = 0,025

Derajat Kebebasan (df) = n-2 = 5-2 = 3 dilihat dalam distribusi t tabel dan didapatkan hasil t tabel sebesar 3,182, dengan hasil ini dapat diambil kesimpulan bawa tidak ada pengaruh yang signifikan dikarenakan nilai t hitung lebih kecil dari t tabel.

Analisis data nilai signifikansi (Sig.) lebih besar > dari probabilitas 0,05 mengandung arti bahwa tidak ada pengaruh retribusi pasar (X) terhadap PAD (Y), dari hasil output SPSS diketahui nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,472 lebih besar dari > probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa “Tidak ada pengaruh signifikan retribusi pasar (X) terhadap PAD Kota Mataram (Y).

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Setelah melakukan pembahasan terhadap data yang diperoleh dalam penelitian dan analisis yang telah dilakukan dari 19 pasar yang ada di Kota Mataram, maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut:

Berdasarkan hasil penelitian, Retribusi pasar merupakan salah satu retribusi jasa umum yang relatif tinggi penerimaanya dibandingkan dengan retribusi jasa umum lainnya, akan tetapi retribusi pasar belum bisa memenuhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram. Dari hasil uji t di peroleh hasil yaitu nilai t hitung sebesar 0,820 lebih kecil dari t table sebesar 3,182 dan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 yaitu sebesar 0,472 maka dapat disimpulkan yang berarti bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan retribusi pasar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram 2014-2018.

Retribusi pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Mataram tidak terdapat pengaruh yang signifikan, oleh karena itu tidak dilakukan perhitungan untuk analisis determinasi atau seberapa besar kontribusi yang diberikan.

60

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan kepada pihak terkait berkelanjutan penelitian yang akan datang:

1. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan penelitian ini bisa menjadi refrensi yang bermanfaat, penulis mengharapkan kepada peneliti untuk memperluas ruang lingkup penelitian yang telah ada mengenai Retribusi Pasar terhadap Pendapatan Asli Daerah.

2. Untuk lembaga yang berkaitan agar memperkuat proses pemungutan retribusi, meningkatkan pengawasan penarikan retribusi pasar, menekan kembali target yang harus di capai oleh setiap pasar mengingat Retribusi Pasar menjadi salah satu faktor yang berkontribusi tinggi di dalam Pendapatan Asli Daerah.

61

DAFTAR PUSTAKA

Adrian Sutedi, Hukum Pajak dan Retribusi Daerah, Bogor, Ghalia Indonesi, 2008.

Ahmad Yani, Hubunggan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah, (Jakarta: PT.

Raja Grafindo Persada).

Amin Widjaja Tunggal, Pelaksanaan Pajak Penghasilan Perseorangan, Jakarta:

Rinek Cipta, 1991.

Baiq El badriati, dkk, penguatanrumuskuantitatif, Mataram: 2016 Bambang. Analisis Laporan Keuangan, Jakarta : LP3ES, 1994.

John W. Creswell, Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed, Edisi Ketiga, Bandung, Pustaka Pelajar, 2008.

Jonata Sarwono, Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.

Kuntjojo.Metodelogi Penelitian, Kediri: Universitas Nusantara PGRI, 2009.

Marihot pahala siahaan. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada 2013.

Marihot pahala siahaan. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada 2013.

Muhamad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2008.

Muhammad, Ekonomi Mikro dalam Perspektif Islam Cetakan Pertama, Yogyakarta, BPFE 2004.

Nana Syaodih SukmaDinata, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 2010.

Pass Christophes. Teori Ekonomi Makro, Jakarta : Erlangga, 1997.

Slamet, Munawir, et.al., Perpajakan untuk SLTA, Yogyakarta: BPFE UGM, 1990.

62

Sugiono, Metode Penelitian Bisnis,Bandung, CV. Alfabeta, 2003.

Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif”, Bandung : Alfabeta, CV, 2012.

Sugiyono.Statistika Untuk Penelitian, Bandung : Alfabeta, 2010.

Suharsimi Arikunto, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif, Jakarta: Bina Aksara, 1989.

Suparmoko, Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pendekatan Teoritis Yogyakarta, BPFE 1997.

Syofian Siregar, Metode Penelitian kuantitatif Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS, Jakarta; Kencana Prenada Media Group 2013.

Waluyo, Perpajakan Indonesia Buku 1 Edisi 8, Jakarta, Salemba Empat 2008.

Wikipedia, Pendapatan, https://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan, diakses pada 20- 05-2018.

Dokumen terkait