BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
b. Refleksi
Secara kolaboratif, peneliti bersama guru melakukan refleksi yakni penilaian atau kajian analisis tentang tindakan yang telah tercapai dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.
baik. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 85% dan tergolong baik.
Kegiatan belajar mengajar guru dan aktivitas peserta didik didalm kelas dari siklus I ke siklus II ternyata mengalami peningkatan. Ini dibuktikan dengan hasil yang telah diperoleh dari setiap siklus menggunakan model pembelajaran guided inquiry yang telah ditetapkan.
Perbandingan hasil antara aktivitas guru dan aktivitas peserta didik dalam 2 siklus dapat dilihat dalam table berikut.
Tabel 4.7 Perbandingan Observasi Aktivits Guru dan Aktivitas Peserta Didik
No Observasi Siklus I Siklus II
1 Aktivitas Guru 70 % 90 %
2 Aktivitas Peserta Didk 60 % 85 %
Peningkatan aktivitas guru juga dapat dilihat dari grafik berikut :
2. Penguasaan Konsep Peserta Didik
Hasil analisis data pada pelaksanaan siklus I dengan menggunakan metode guinded inquiry, penguasaan konsep peserta didik secara teoritik dengan menggunakan tes yang berupa soal pilihan ganda diperoleh skor 60.00%. Hal ini dikarenakan masih terdapat kekurangan dalam proses pembelajaran berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.
Pada pelaksanaan siklus II dengan menggunakan menggunakan metode guinded inquiry, penguasaan konsep peserta didik secara teoritik dengan menggunakan tes yang berupa soal pilihan ganda diperoleh skor 80.00%. Untuk kedua tes tersebut tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya karena telah mengalami peningkatan yang signifikan.
Perbandingan hail tes penguasaan materi peserta didik dalam 2 siklus dapat dilihat melalui tabel berikut.
Perbandingan Observasi Aktivitas Guru dan Siswa
Tabel 4.8 Perbandingan Hasil Tes Penguasaan Konsep dan Keterampilan Berpikir Kreatif
No Aspek Siklus I Siklus II
1 Penguasaan Konsep 60.00 % 80.00 %
Berdasarkan hasil data penelitian, diperoleh bahwa pembelajaran menggunakan metode guinded inquiry dapat memperbaiki penguasaan konep dan keterampilan berpikir kreatif peserta didik khususnya pada materi Kalor dan Perubahannya. Dengan model pembelajaran menggunakan metode guinded inquiry mengutamakan peserta didik dalam belajar dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada, baik dalam materi maupun mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru berkenaan dengan materi yangn diberikan. Selain itu, model pembelajaran ini menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi peserta didik, serta untuk memperoleh pengetahuan konsep yang esensial dari materi yang dipelajari.
Grafik hasil belajar peserta didik pada materi kalor dan perubahannya adalah sebagai berikut :
Seperti penelitian yang dilakukan oleh Sumarniti menunjukkan adanya pengaruh penggunaan metode pembelajaran inkuiri terbimbing yang dilakukan oleh guru terhadap hasil belajar siswa, dalam proses inkuiri, siswa dilatih untuk meningkatkan kemandirian dan juga kemampuan berpikir untuk memecahkan masalah, selain itu rangsangan atau bimbingan yang diberikan oleh guru akan memengaruhi bagaimana siswa menyerap informasi melalui kegiatan berpikir.56
56 Sumarniti, pengaruh Metode Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas
V SD di Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2013/2014. (Online), (http://jurnal.fmipa.unila.ac.id, diakses 20 Oktober 2016).
Dan dalam peneitian yang telah dilakukan oleh Penelitian lain dilakukan oleh Nurrohmah menunjukkan peningkatan hasil belajar ranah kognitif pada siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran guided inquiry.َ Dalamَ artikelnyaَ yangَ berjudulَ “Pengaruhَ penggunaanَ
strategi pembelajaran guided inquiry terhadap hasil belajar ranah kognitif ditinjau dari gaya belajarَ siswa”َ dijelaskanَ bahwaَ penelitianَ yangَ dilakukanَ
adalah penelitian eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan siswa yang mendapat pembelajaran dengan strategi guided inquiry mengalami peningkatan hasil belajar kognitif dibandingkan siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional.57
57Nurrohmah, pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Hasil Belajar Ranah Koqnitif ditinjau dari Gaya Belajar Siswa. (Online), Tahun 2008, Nomor 40, Agustus 2008 (http://Spingerlink.com, diakses 13 Oktober 2016).
84 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa menggunakan model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VII B pada mata pelajaran Kalor dan Perubahannya di MTs Negeri 1 Dompu tahun pelajaran 2020/2021. Pada siklus I hasil Rata-rata 15 orang peserta didik 67.00 dengan ketuntasan klasikal 60.00%
dengan kategori tidak tuntas, dimana terdapat 9 orang peserta didik yang tuntas dan 6 orang yang tidak tuntas. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 79.60 dengan kentuntasan klasikal sebesar 80.00%
dikategorikan tuntas dengan peserta didik yang tuntas adalah 12 peserta didik dari 15 orang peserta didik jadi pada siklus ini terjadi peningkatan nilai rata-rata peserta didik sebesar 12,60 dan dapat dikatakan tuntas dalam belajar karena klasikal sebesar 20.00%.
Dengan demikian model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konsep pada peserta didik kelas VII B pada mata pelajaran IPA Terpadu di MTs Negeri 1 Dompu Tahun pelajaran 2020/2021.
Karena proses pembelajaran dengan menggunaan model pembelajaran guided inquiry peserta didik aktif, kreatif, terus berfikir dengan menggali pengalamannya sendiri (bukan sekedar mengikuti perintah, meniru, dan menghafal), dan peserta didik terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang
disampaikan guru, sehingga materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru dapat dengan mudah dipahami oleh peserta didik, sehingga hasil belajar dan pemahaman konsep peserta didik meningkat.
Hasil tes yang cukup signifikan, maka model pembelajaran guided inquiry untuk meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konsep peserta didik perlu dipertahankan dalam proses pembelajaran IPA Terpadu. Oleh karena itu, dengan merujuk pada tes yang telah dipaparkan dari hasil siklus I dan sampai siklus II.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini. Peneliti dapat menyampaikan beberapa saran sebagai berikut :
1. Guru harus mempertahankan model pembelajaran guided inquiry untuk mengajar peserta didik karen model ini memiliki kelebihan yang akan membuat peserta didik menciptakan seting pembelajaran untuk merangsang anak agar aktif, kreatif dan mandiri dengan menggali pengalamannya sendiri bukan sekedar mengikuti perintah guru, meniru atau menghafal. Dan sesuai hasil penelitian yang telah dicapai, penggunaan model pembelajaran guided inquiry dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA Terpadu.
2. Bagi peserta didik, hendaknya disiplin dan selalu mematuhi peraturan- peraturan yang ditetapkan disekolah, serta mengiatkan diri untuk lebih rajin belajar baik secara individu maupun kelompok agar peserta didik dapat
mencapai hasil belajar yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditemukan disekolah.
3. Kepada Kepala sekolah hendaknya selalu memberikan motivasi berprestasi kepada guru untuk terus meningkatkan kompotensi guru, meningkatkan kualitas pendidikan dengan melibatkan peran aktif guru dan dukungan sarana dan prasarana dalam proses pembelajaran yang dibutuhkan.
4. Hasil penelitian ini diharapkan agar dapat mengembangkan wawasan ilmu pengetahuan, dapat menambah kajian bahan pustaka dan bisa dijadikan sebagai dasar untuk mengadakan penelitian yang lebih lanjut.
87
DAFTAR PUSTAKA
Ade Suherlan, Supervisi akademik untuk meningkatkan kemampuan guru SMA cokroaminoto sukaresmi dalam membuat administrasi Penelitian tindakan kelas melalui workshop, (Jurnal Ilmiah Indonesia, 2018), Vol. 3, No 1.
Ali Hamzah dan Muhlisrarini, Perencanaan dan Strategi Pembelajaran Matematika, (Jakarta: PT. Rajagravindo Persada, 2014).
Andhany, Bella, Kinerja Bom Calorimeter Pada Pengukuran Nilai Kalor Biosolar, (Undip, 2016).
Amien, M, Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan menggunakan Metode “Discovery” Dan “Inquiry”, (Jakarta:Dikti, 1979).
Asrul,dkk,َ”PengaruhَModelَPembelajaranَInkuiriَTerbimbingَterhadapَHasilَBelajarَ
IPA pada Materi Panca Indra Manusia Bagi Siswaَ Sekolahَ Dasar”,َ (Jurnal Papeda, 2020), Vol 2, No.1.
Bowoَ Sugiharto,َ dkk,َ “Penerapan Guided Inquiry untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa pada pembelajaran biologi di kelas XI IPA SMA Al Muayyad Surakta Tahun Pelajaran 2014/2915”.َ
Bukhori, M. A. F, Pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Optimalisasi Pemahaman Konsep Fisika pada Pesertadidik di SMA Negeri 4 Magelang Jawa Tengah, Jurnal ilmiah fisika,pebelajaran dan aplikasinya, Vol. 4, Nomor 1 & 2, Januari & juli 2012.
Burhan Nurgiyantoro, Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi.
(Yogyakarta: BPFE, 2012).
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2020).
Dahar, R.W, Teori-teori Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta : Erlangga, 2011).
Conny Semiawan, dkk, Pendekatan Keterampilan Proses, Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar, (Jakarta: Giramedi, 1992).
Haury, David L, Teaching Science Through Inquiry, (ERIC Clearinghouse For Science Mathematics And Environmental Education Columbus OH, 1993).
Heris, Langkah praktis penelitian tindakan kelas bagi guru, (Bandung : PT Refika Aditama, 2017).
IsfiَMuzari,َ”GuidedَInquiryَMethod:UpayaَMeningkatkanَHasilَBelajarَIPAَSiswaَ
KelasَVIIَMTsَNegeriَ4َGunungَkidulَTahunَPelajaranَ2018/2019”,َ(Jurnal Pendidikan Madrasah,2019), Vol. 4, Nomor 1.
Llewllyn, D, Teaching High School Science Through Inquiry, (California: Corwin Press, 2005).
Kunandar. Langkah-Langkah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengalaman Profesi Guru (Jagakarsa : Rajawali Pers, 2011).
Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Bandung :PT Remaja Rosdakarya,2002), Nashar, Peranan Motivasi dan Kemampuan awal dalam Kegiatan Pembelajaran,
(Jakarta: Delia Press, 2004).
Nini Karlina, dkk. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Fisika Siswa SMP, (Jurnal Penelitian Pendidikan Fisika, 2019), Vol.4 No. 1.
Nurrohmah.Pengaruh Penggunaan Strategi Pembelajaran Guided Inquiry terhadap Hasil Belajar Ranah Koqnitif ditinjau dari Gaya Belajar Siswa. (Online), Tahun 2008, Nomor 40, Agustus 2008 (http://Spingerlink.com, diakses 13 Oktober 2016).
Paul Suparno. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Poesprodjo, Pemahaman Konsep, (Jakarta:Erlangga, 1987).
Purwanto, Metodologi Penelitian Kuantitatif Untuk Psikologi Dan Pendidikan, (Yogyakarta: Puataka pelajar, 2008).
Rahmazani,dkk. Penerapan Model Pembelajaran Inquiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Fluida Statis, (Jurnal Mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Banda Aceh, 2017).
Riska,dkk, Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Inquiri Terbimbing, Jurnal Ilmiah, Vol. 1, Nomor 3, Oktober 2017.
R.W . Dahar, Teori-teori Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta : Erlangga, 2011).
Semiawan, Conny dkk, Pendekatan Keterampilan Proses, Bagaimana Mengaktifkan Siswa dalam Belajar, (Jakarta: Giramedi, 1992).
Siti Fatimah.’’Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematikamateri Statistik Melalui Model Group Investigation Berbasis Kontekstual Pada Siswa Kelas Xi Ipa 2 Semester I Sma 15 Semarang Tahun Ajaran 2014. (Jkpm, 2017), volume 4 nomor 1.
Sofian Amir, Proses Pembelajaran, ( Jakarta: Prestasi Pustakarya, 2010).
Sri Esti Wuryani, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Grasindo, 2004).
Sudiyono, supriyanto, triyo,dkk, Strategi Pembelajaran Partisipasi di Perguruan Tinggi. ( Malang: UIN Malang Press, 2006).
Sumarniti. Pengaruh Metode Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SD di Kecamatan Sawan Tahun Pelajaran 2013/2014.
(Online), (http://jurnal.fmipa.unila.ac.id, diakses 20 Oktober 2016).
Suwarni,dkk, Pengajaran Mikro, (Yogyakarta; Tiara Wacana, 2006).
Tim Dosen Fakultas Tarbiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Materi Pendidikan dan Latihan Profesi Guru, (Malang: UIN Maliki Press, 2011).
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif; Konsep, Landasan, dan Implementasi Pada KTSP, (Edisi Pertama. Jakarta: Kencana, 2010).
Trianto, Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstrutivistik, (Jakarta:
Prestasi Pustaka 2007).
Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010)
Wina sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas. (Jakarta : Kencana, 2012).
Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta : Prenadamedia Group, 2016).
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
(Jakarta: Kencana, 2006).
Yulianti, D. & Wiyanto, Rancangan Pembelajaran Inovatif Prodi Pendidikan Fisika.
(Semarang: LP3 UNNES, 2009).
LAMPIRAN
MODUL KEGIATAN PESERTA DIDIK Satuan Pendidikan : MTSN 1 DOMPU IPA
Tahun Pelajaran : 2020/2021 Kelas/Semester : VII /Ganjil
Materi Pokok : KALOR & PERPINDAHANNYA
A. Kompetensi yang Ingin dicapai
Menjelaskan konsep kalor, perpindahan kalor dan penerapanya dalam kehidupan sehari-hari.
Melakukan percobaan untuk meyelidiki pengaruh kalor terhadap perubahan suhu.
B. Indikator Pencapaian Kompetensi
Peserta didik dapat mengidentifikasi suhu dan perubahannya serta manfaatnya sebagai anugrah sekaligus ciptaan Tuhan setelah melakukan percobaan.
Peserta didik dapat belajar dan bekerja, baik secara individu maupun berkelompok dalam percobaan.
Peserta didik dapat menjelaskan pengertian kalor setelah melakukan percobaan dan berdiskusi.
Peserta didik dapat menjelaskan macam-macam cara perpindahan kalor setelah melakukan percobaan dan diskusi
Peserta didik dapat menerapkan prinsip kalor dan perpindahannya dalam kehidupan sehari hari setelah melakukan percobaan dan berdiskusi.
Nama : VII B
Peserta didik dapat mengolah dan menyajikan data serta menarik kesimpulan mengenai kalor dan perpindahannya serta pengaruh kalor terhadap suhu setelah melakukan percobaan dan diskusi.
C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dengan percaya diri dapat menjelaskan pengertian kalor setelah melakukan percobaan dan berdiskusi.
Peserta didik dengan kreatif mampu menjelaskan perpindahan kalor secara konduksi, konveksi dan radiasi setelah melakukan percobaan.
Peserta didik dengan bijaksana memanfaatkan prinsip konduktor dan isolator dalam kehidupan sehari-hari setelah percobaan
Peserta didik dengan bertanggungj awab dapat menerapkan prinsip perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan percobaan dan berdiskusi.
Peserta didik degan teliti dapat mengolah dan menyajikan data serta menarik kesimpulan pengaruh kalor setelah melakukan percobaan dan diskusi.
D. Penggunaan Modul
( Berilah tanda centang ( √ ) berdasarkan kegiatan yang anda lakukan! )
No Indikator Ya Tidak
1. Apakah anda membaca kompetensi, indikator dan tujuan yang hendak dicapai?
2. Apakah anda membaca materi pokok pembelajaran dalam Buku Siswadan informasi pendukung yang ada di dalam modul ini
3. Apakah anda membaca perintah tugas yang diberikan
4. Apakah anda mengerjakan tugas dan mengisikannya di lembar kerja dengan jelas
E. Materi
PERTEMUAN 1
A. KONSEP KALOR 1. Pengertian Kalor
Kalor adalah transfer energi dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.
2. Satuan kalor
Dalam SI satuannya adalah kalori atau joule
Satu kalori adalah banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan 1 gr air sehingga suhunya naik 1 °C
1 kilokalori = 4,186 x 103 joule = 4,2 x 103 joule
1 kalori = 4,2 joule
1 joule = 0,24 kalori
3. Kalor dan Perubahan Suhu Benda
Secara umum, suhu benda akan naik jika benda itu mendapatkan kalor. Sebaliknya, suhu benda akan turun jika kalor dilepaskan dari benda itu.
Kenaikan suhu kalor dipengaruhi oleh massa benda, jumlah kalor, dan jenis benda.
Tabel kalor jenis beberap abahan
4. Kalor pada Perubahan Wujud Benda
Perubahan wujud benda tidak mengubah suhu
Kalor untuk mengubah wujud zat disebut kalor laten.
dengan:
Q = kalor yang dibutuhkan/dilepas untuk berubah wujud (J) m = massa zat yang berubah wujud (kg)
L = kalor lebur atau kalor beku (J/kg)
U = kalor penguapan atau kalor pengembunan (J/kg)
Contoh Soal
Berapakah kalor yang diperlukan untuk meleburkan 5 kg air dalam keadaan beku (es), jika kalor lebur air tersebut 336.000J/kg?
Penyelesaian:
Dik: m (massa) = 5 kg
Lair (kalor lebur air) = 336.000J/kg = 3,36 x 105 Jkg-1 Dit: Q (kalor yang diperlukan) ?
Peny: Q = m x L
= (5 kg) x (3,36 x 105 Jkg-1) = 16,8 x 105 J = 1,68 x106 J
PERTEMUAN 2
B. PERPINDAHAN KALOR
Kalor berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah
Kalor berpindah melalui tiga cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.
1. Konduksi
Yaitu perpindahan kalor (panas) melalui zat padat (bahan) tanpa disertai perpindahan partikel-partikel
bahan tersebut. Contohnya saat menyetrika pakaian.
Benda yang jenisnya berbeda memiliki kemampuan menghantarkan panas secara konduksi (konduktivitas) yang berbeda pula.
Bahan yang mampu menghantarkan panas dengan baik disebut konduktor
Bahan yang menghantarkan panas dengan buruk disebut isolator 2. Konveksi
Yaitu perpindahan kalor dari satutempat ketempat lain bersama dengan gerak partikel-partikel bendanya. Contohnya ketika kita memanaskan air bagian bawah dalam suatu wadah maka bagian atas juga akan ikut panas. Contoh pada peralatan yaitu oven dan pengering rambut
Arus konveksi juga dapat ditemui di pantai, berupa angin laut dan angin darat.
•َSiangَHari
Daratan lebih cepat panas dari pada lautan (kalor jenisnya kecil), udara di atas daratan ikut panas dan bergerak naik, digantikan oleh udara daril autan. Dengan demikian, terjadilah angin laut.
•َMalamَHari
Daratan lebih cepat mendingin dari pada lautan, udara di atas lautan lebih hangat dan bergerak naik, digantikan oleh udara dari daratan. Dengan demikian, terjadilah angin darat.
3. Radiasi
Yaitu perpindahan kalor tanpa memerlukan medium. Contohnya adalah perpindahan kalor dari matahari ke bumi, rambatan kalor dari lampu ketelur-telur pada mesin penetas sederhana, atau saat mendekatkan tangan keapiunggun.
Setiap benda dapat memancarkan dan menyerap radiasi kalor, yang besarnya bergantung pada suhu benda dan warna benda.
Makin panas benda dibandingkan dengan panas lingkungan sekitar, makin besar pula kalor yang diradiasikan kelingkungannya
Makin luas permukaan benda panas, makin besar pula kalor yang diradiasikan kelingkungannya Benda yang memiliki kalor memancarkan radiasi
panas kesekitarnya
F. ASSESMENT/ PENILAIAN
Aktivitas 5.1
Setelah kalian mempelajari materi pertemuan pertama yaitu tentang konsep kalor, kerjakanlah tugas berikut ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman kalian terhadap materi tersebut.
1. Apakah yang dimaksud dengan kalor?
Jawab:……….………
………...………
………..
2. Jika 1 kalori = 4,2 joule, berakah joule kah jika 5 kalori?
Benda yang bersuhu rendah menyerap radiasi panas dari sekitarnya
Makin rendah suhu benda, makin besar pula kalor yang diterima daril ingkungannya
Makin luas permukaan benda dingin, makin besar pula kalor yang diterima dari lingkungannya
Warna benda menentukan daya pancar radiasi
Makin gelap benda yang terasa panas, makin besar pula kalor yang diradiasikan kelingkungannya
Makin gelap benda yang terasa dingin, makin besar pula kalor yang diterima dari lingkungannya
PERTEMUAN 1
Jawab:……….………
………
………
3. Kapankah suatu benda akan mengalami kenaikan suhu dan menurunkan suhu?
Jawa:……….………
………...………
……….
4. Tuliskan 3 faktor yang mempengaruhi kenaikan suhu kalor!
Jawab:……….………
………...………
……….
5. Antara air, perak dan besi yang manakah yang memiliki jumlah kalor jenis paling rendah?
Jawab:……….………
………
……….
6. Tuliskan 3 peristiwa yang berhubungan dengan perubahan wujud benda!
Jawab:……….………
………...………...………
………
7. Apakah yang dimaksud dengan kalor laten?
Jawab:……….………
………...………
………
8. Tuliskan rumus menghitung kalor penguapan!
Jawab:……….………
………...………
………..
9. Tuliskan rumus menghitung kalor lebur!
Jawab:……….………
………...………
……….
10. Berapakah kalor yang diperlukan untuk meleburkan 8 kg air dalam keadaan beku (es), jika kalor lebur air tersebut 336.000J/kg?
Jawab:……….………
………...………
……….
Aktivitas 5.2
Setelah kalian mempelajari materi pertemuan pertama yaitu tentang perpindahan kalor, kerjakanlah tugas berikut ini untuk mengetahui sejauh mana pemahaman kalian terhadap materi tersebut.
1. Tuliskan pengertian dan contoh dari perpindahan kalor secara:
a. Konduksi
Jawab:………..……….………
………...………
……...…...
b. Konveksi
Jawab:………..……….………
………...………
……...…...
c. Radiasi
Jawab:………..……….………
………...………
……...…...
2. Tuliskan contoh benda yang tergolong:
a. Konduktor
Jawab:………..……….………
…………...………...………
PERTEMUAN 2
………
………
………..
b. Isolator
Jawab:………..……….………
………...………
………
3. Jelaskan apa yang kalian ketahui dari gambar yang berkaitan dengan konveksi!
Jawab:………..……….………
………...………
……...…...
4. Tuliskan hubungan dari warna benda menentukan daya pancar radiasi!
Jawab:………..……….………
………...………
……...…...
SOAL
Jawablah soal dibawah ini dengan memberi tanda silang (X) pada jawaban yang benar!
1. Zatَyangَdapatَmemindahkanَkalorَdenganَbaikَdisebut….
A. Konduksi B. Konduktor C. Isolator D. Konveksi 2. 1َjouleَ=َ0,24َ….
A. Kalori B. Kalor C. Kilokaori D. Joule
3. Perpindahan kalor melalui zat tanpa disertai perpindahan partikel zat disebut
….
A. Isolator B. Konduktor C. Konveksi D. Konduksi
4. Perpindahan kalor melalui zat tanpa disertai perpindahan partikel zat disebut
….
A. Isolator B. Konduktor\
C. Konveksi D. Konduksi
5. Satuanَkalor….
A. Joule B. Kalori C. Kilokalori D. Radiasi
6. Perpindahanَkalorَtanpaَadanyaَzatَperantara….
A. Konveksi B. Konduktor C. Radiasi D. Isolator
7. Kalorَsebandingَdenganَ….َBenda A. Massa
B. Zat C. Suhu D. Kilo
8. Salahَsatuَcontohَisolatorَ….
A. Baja B. Besi C. Tembaga D. Kayu
9. Salah satu bentuk energi yang berpindah dari suhu tinggi ke benda bersuhu lebihَrendah….
A. Kalori B. Kalor C. Joule D. Kilokalori
10. Perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan partikel zat….
A. Isolator B. Radiasi C. Konduksi D. Konveksi
11. Ada beberapa perpindahan kalor, sebutkan jenis-jenis. Perpindahan kalor yang benar....
A. Konveksi, radiasi
B. Konduksi dan konveksic.
C. Radiasi dan konduksi D. Semua benar
12. Pada perpindahan kalor secara konduksi dibagi atas dua golongan yaitu konduktor dan isolator. Manakah dibawah ini yang termaksud dengan perpindahan kalor secara isolator dan konduktor yang benar?
A. Konduktor adalah zat yang tidak mudah menghantar kalor dan isolator adalah zat yang mudah menghantar kalor
B. Konduktor adalah zat yang mudah menghantar kalor dan isolator adalah zat yang tidak mudah menghantar kalor
C. Konduktor adalah zat yang mudah menghantar kalor dan isolator adalah zat yang juga mudah menghantar kalor
D. Konduktor dan isolator adalah penghantar kalor yang baik
13. Banyaknya kalor yang diperlukan oleh 1 kg zat sehingga suhunya naik 1oC disebut….
A. Kapasitas kalor B. Kalor jenis C. Kilokalori D. Kalorimeter
14. Kalor adalah sutau bentuk energi yang secara alamiah dapat berpindah dari bendaَyangَbersuhu….
A. Rendah ke tinggi B. Tinggi ke rendah C. Sama suhunya D. Tetap
15. SatuanَSIَ(StandarَInternasional)َuntukَkalorَadalah….
A. Kalori B. Kalorimeter C. Joule D. Watt
16. Kalor dapat berpindah dari suhu rendah ke suhu tinggi, jika dibantu dengan alat….
A. Mesin pemanas B. Tara kalor mekanik C. Mesin pendingin D. Mesin uap
17. Sepotong es akan dipanaskan sampai menimbulkn uap, ini dilakukan untuk membuktikan….
A. Adanya kalor pada benda
B. Kalor dapat mengubah wujud benda
C. Kalor dapat berpindah dari benda yang satu ke benda lainnya D. Adanya perpindahan kalor pada setiap zat
18. Pada suhu tertentu, suatu benda diberikan kalor tetapi temperatur benda tidak berubah.َBerartiَbendaَtersebut….
A. Tidak mau menerima kalor B. Memantulkan kalor yang diterima C. Sudah jenuh terhadap penambahan kalor
D. Sedang berubah wujudnya
19. Dibawah ini termasuk proses perubahan wujud zat yang melepas kalor, yaitu padaَsaat….
A. Membeku dan menguap B. Membeku dan mengembun C. Menguap dan melebur D. Melebur dan mengembun
20. Contoh dari perpindahan kalor secaraَkonveksiَadalah….
A. Terjadinya angin darat dan angin laut B. Panas api unggun sampai ke badan
C. Seterika listrik menjadi panas setelah dialiri arus listrik D. Jemuran menjadi kering di jemur di bawah sinar matahari
21. Benda yang dapat menyerapَkalorَpalingَbaikَadalahَyangَberwarna….
A. Biru B. Putih C. Hitam D. Merah
22. Jika 1 kalori = 4,2 joule, berapa joule kah jika 5 kalori?
A. 30 B. 21 C. 15 D. 20
23. Ketika dua benda yang suhunya berbeda diletakkan saling bersentuhan, kalor akan mengalir seketika dari benda yang suhunya tinggi ke benda yang suhunya rendah. Aliran kalor seketika ini selalu dalam arah yang cenderung menyamakan suhu. Jika kedua benda itu disentuh cukup lama sehingga suhu keduanya sama, keduanya dikatakan dalam keadaan setimbang termal, dan