• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan metode pembelajaran guided inquiry dalam

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "penerapan metode pembelajaran guided inquiry dalam"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Apakah penggunaan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Terpadu di MT Negeri 1 Domp? Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang metode pengembangan rasa ingin tahu dan kemampuan komunikasi siswa dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dalam pembelajaran fisika khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya, serta dapat dijadikan sebagai bahan kajian untuk dikembangkan lebih lanjut. penelitian pendidikan. Bagi peneliti yaitu memberikan gambaran yang realistis tentang permasalahan pembelajaran di sekolah dan upaya penanggulangannya serta memberikan pengalaman dalam mengumpulkan karya ilmiah berdasarkan penelitian di bidang pendidikan.

Bagi guru memberikan gambaran tentang proses pembelajaran fisika dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran di kelas. Untuk sekolah, yaitu menawarkan metode pembelajaran yang inovatif untuk mengembangkan pembelajaran sehingga meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut.

Definisi Operasional

Sistematika Pembahasan

KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Kerangka Berpikir

Pembelajaran saintifik di MTs Negeri 1 Dompu belum optimal dan menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Dengan adanya metode pembelajaran inkuiri diharapkan dapat membawa perubahan yang signifikan bagi siswa dalam proses pembelajaran, metode pembelajaran inkuiri ini pada dasarnya sangat menitik beratkan pada siswa sehingga mereka mengembangkan sendiri pengetahuannya di bawah pengawasan dan bimbingan guru. Selain itu, metode investigasi juga menciptakan siswa yang aktif belajar dan senang dengan pelajarannya, siswa dapat memahami pelajaran IPA dengan baik.

Sehingga hasil belajar siswa meningkat dengan kuat dan mendapatkan nilai yang diharapkan.

Hipotesis Penelitian

Setting Penelitian

Sasaran Penelitian

Desain Penelitian Tindakan Kelas

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara observasi, wawancara, angket atau metode lain sesuai dengan data yang dibutuhkan. Refleksi, mis. mengevaluasi perubahan yang telah terjadi atau hasil yang diperoleh berdasarkan data yang dikumpulkan. Hasil yang diharapkan dengan bantuan penelitian tindakan kelas adalah adanya peningkatan atau peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran, antara lain peningkatan kinerja siswa, peningkatan kualitas proses pembelajaran, peningkatan kualitas pembelajaran. penggunaan media dan alat peraga, serta peningkatan kualitas prosedur dan alat evaluasi. , memperbaiki masalah pendidikan di sekolah dan meningkatkan kualitas implementasi kurikulum serta pengembangan kompetensi siswa.

Rencana Penelitian

Supervisi akademik untuk meningkatkan kemampuan guru SMA Cokroaminoto Sukaresmi dalam melakukan penelitian tindakan kelas melalui workshop. Pelaksanaan tindakan yang dilakukan peneliti adalah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Inqury dengan RPP terlampir, dengan skenario yang disusun berdasarkan tahap perencanaan. Observasi dilakukan selama pelaksanaan tindakan, setelah observasi dilakukan, peneliti bersama guru melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tindakan.

Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang kurang selama pelaksanaan tindakan siklus I, agar diperbaiki pada siklus berikutnya. Refleksi adalah analisis hasil observasi untuk mengetahui sejauh mana pengembangan model pembelajaran yang dikembangkan berhasil memecahkan masalah dan jika tidak berhasil diidentifikasi faktor-faktor yang menghambat kegagalan tersebut. Pada tahap ini peneliti sebagai observer mengkaji kekurangan dari tindakan yang telah diberikan, apabila hasil pada siklus I menunjukkan hasil yang kurang maksimal, maka perlu dilakukan peninjauan kembali atau penyempurnaan dan pelaksanaan tindakan.

Gambar 3.1 Siklus Kegiatan PTK 43
Gambar 3.1 Siklus Kegiatan PTK 43

Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya

Setiap siklus dilakukan dua kali tatap muka. . butir-butir tentang kegiatan atau perilaku siswa dan guru mengenai hasil belajar pada saat proses pembelajaran berlangsung di kelas. Kegiatan siswa yang dijadikan acuan dalam lembar observasi adalah: 1) Siswa berdoa dengan sungguh-sungguh untuk memulai. belajar berdoa dengan sungguh-sungguh untuk mulai belajar. Dari uraian lembar observasi aktivitas siswa di atas, terdapat 16 poin yang harus menjadi acuan ketika melakukan observasi dengan metode quide inquiry, setiap satu poin akan dinilai 4 (sangat baik) jika n = 13-16 siswa. melakukan kegiatan dan mendapat nilai 3 (baik) jika kegiatan dilakukan oleh n = 10-12 siswa, dan nilai 2 (cukup baik) jika kegiatan dilakukan oleh n = 6-9 siswa dan nilai 1 (buruk) diberikan jika n = 1-5 siswa melakukan kegiatan tersebut.

Aspek yang dinilai benar atau salah, dengan pedoman penskoran memberikan skor 1 jika benar dan skor 0 jika jawaban salah.

Pelaksanaan Tindakan

Pengamatan aktivitas siswa diamati oleh peneliti atau observer dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi kalor dan perubahan di Kelas VII MTs Negeri 1 Dompu dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dalam pembelajaran IPA Terpadu. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas siswa yang terdiri dari 20 aspek yang diamati.

Dari hasil uraian siklus I di atas terlihat bahwa hasil yang diperoleh pada aktivitas siswa adalah 60% dan cukup baik. Kegiatan terakhir bersama guru, siswa menyelesaikan materi yang dipelajari dan mengucapkan salam. Hasil observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menggunakan lembar observasi aktivitas siswa yang terdiri dari 5 aspek penilaian.

Dari hasil uraian siklus II di atas terlihat bahwa skor yang diperoleh pada aktivitas siswa sebesar 85% dan tergolong baik. Hasil uraian siklus I di atas dapat diketahui bahwa skor yang dicapai pada aktivitas siswa adalah 60% dan cukup memadai. Aktivitas belajar mengajar guru dan aktivitas siswa di kelas dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan.

Perbandingan hasil antara aktivitas guru dan siswa dalam 2 siklus dapat dilihat dari tabel berikut. Nilai ujian sangatlah penting, sehingga model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konsep siswa harus tetap dipertahankan dalam proses pembelajaran IPA Terpadu. Dan menurut hasil penelitian yang telah dicapai, dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA terpadu.

Siswa dapat menerapkan prinsip kalor dan perpindahannya dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan percobaan dan diskusi.

Tabel 3.2 Kriteria tingkat keberhasilan belajar peserta didik   dalam presentase (%)
Tabel 3.2 Kriteria tingkat keberhasilan belajar peserta didik dalam presentase (%)

ProsedurَPenelitian

AnalisisَData

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Pengalihan pada tahap ini dilakukan dengan menyusun perangkat pembelajaran berupa RPP, menyiapkan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran oleh guru dan lembar observasi aktivitas siswa. Siswa diberikan motivasi atau dorongan untuk memusatkan perhatiannya pada materi yang akan dijelaskan untuk menggali potensi awal siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Kegiatan dasar, langkah 1 mengarahkan siswa pada masalah, pada tahap ini guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan masalah berupa pertanyaan untuk dipecahkan bersama oleh siswa.

Kegiatan akhir bersama siswa guru menyimpulkan tentang materi yang telah dipelajari, guru menugaskan siswa untuk mempelajari materi selanjutnya dan mengucapkan salam. Hal-hal yang diamati adalah mengamati aktivitas guru dan mengamati aktivitas siswa. Guru masih belum bisa memberikan motivasi atau rangsangan kepada siswa dalam hal pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan yang akan dilakukan.

Guru harus memotivasi atau mendorong siswa dalam bentuk pertanyaan yang berhubungan dengan kegiatan yang akan mereka lakukan. Hasil observasi aktivitas siswa dilakukan dengan cara mengamati perilaku siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dari hasil uraian siklus I di atas terlihat bahwa nilai siswa pada tes penguasaan konsep sebesar 60,00% dan berada pada persentase rendah.

Pada siklus berikutnya perlu ditingkatkan kembali penguasaan materi siswa sesuai dengan konsep yang ada. Siswa diberikan motivasi atau dorongan untuk memusatkan perhatiannya pada materi yang akan dijelaskan untuk menggali potensi awal siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Hal ini menunjukkan bahwa pada II. a) Menguasai konsep siswa.

Dari hasil uraian siklus II di atas terlihat bahwa skor yang diperoleh pada hasil tes siswa sebesar 80,00% dan tergolong baik sehingga tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya.

Tabel 4.5 Hasil tes penguasaan konsep setelah pembelajaran siklus I
Tabel 4.5 Hasil tes penguasaan konsep setelah pembelajaran siklus I

Pembahasan

Hasil analisis data pelaksanaan siklus I dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing, penguasaan teori konsep oleh siswa dengan menggunakan tes berbentuk soal pilihan ganda, mencapai skor 60,00%. Pada pelaksanaan Siklus II dengan metode inkuiri terbimbing, penguasaan konsep teori oleh siswa melalui tes berbentuk soal pilihan ganda mencapai skor 80,00%. Berdasarkan hasil data penelitian ditetapkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing dapat meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kreatif siswa khususnya pada materi Kalor dan Perubahan.

Berdasarkan pembahasan dan analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan model inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII. Kelas B pada mata pelajaran Panas dan Perubahan di MT Negeri 1 Domp Tahun Pelajaran 2020/2021. tahun. Sedangkan di II. Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konsep pada siswa kelas VII. Kelas B pada mata pelajaran IPA Terpadu di MT Negeri 1 Domp tahun ajaran 2020/2021.

Karena proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, siswa aktif, kreatif, berpikir jauh ke depan dengan menggali pengalamannya sendiri (tidak sekedar mengikuti perintah, meniru dan menghafal) dan terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Setelah melakukan percobaan, siswa dapat mengenal suhu dan perubahannya serta manfaatnya sebagai anugerah dan ciptaan Tuhan. Mahasiswa dapat mengolah dan menyajikan data serta menarik kesimpulan tentang kalor dan perpindahannya serta pengaruh kalor terhadap temperatur setelah melakukan percobaan dan diskusi.

Mahasiswa mampu secara kreatif menjelaskan perpindahan kalor secara konduksi, konveksi, dan radiasi setelah melakukan percobaan. Siswa menggunakan prinsip konduktor dan isolator dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan percobaan. Siswa dapat menerapkan prinsip perpindahan kalor secara bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari setelah melakukan percobaan dan diskusi.

Siswa dapat dengan cermat mengolah dan menyajikan data serta menarik kesimpulan tentang pengaruh kalor setelah percobaan dan diskusi.

Tabel 4.7 Perbandingan Observasi Aktivits Guru   dan Aktivitas Peserta Didik
Tabel 4.7 Perbandingan Observasi Aktivits Guru dan Aktivitas Peserta Didik

PENUTUP

Saran

Berapa banyak kalor yang diperlukan untuk mencairkan 5 kg air beku (es) jika kalor lebur air tersebut 336.000 J/kg. Contohnya adalah perpindahan panas dari matahari ke bumi, perambatan panas dari lampu dari telur di inkubator sederhana, atau saat Anda mendekatkan tangan ke kayu bakar. Semakin panas suatu benda dibandingkan dengan panas lingkungan sekitarnya, semakin besar panas yang dipancarkan ke lingkungan.

Semakin besar luas permukaan benda panas, semakin banyak panas yang dipancarkannya ke sekelilingnya.Benda yang memiliki panas memancarkan radiasi. Berapa kalor yang diperlukan untuk mencairkan 8 kg air beku (es), jika kalor untuk mencairkan air adalah 336.000J/kg. Ketika dua benda yang suhunya berbeda bersentuhan satu sama lain, kalor akan segera mengalir dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah.

Gambar

Tabel 2.1 Tahap Pembelajaran Guided Inquiry
Gambar 2.2 Bagan Kerangka Berpikir
Gambar 3.1 Siklus Kegiatan PTK 43
Tabel 3.2 Kriteria tingkat keberhasilan belajar peserta didik   dalam presentase (%)
+7

Referensi

Dokumen terkait

For and on behalf of the First Party, sell, transfer / transfer and / or release the rights to the Land and Building to the Second Party itself, at the