• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

54 e. Hasil Analisis Data

Hasil analisis yang diperoleh pada penelitian ini setelah melakukan analisis data berupa uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis, adalah bahwa pada uji normalitas, data hasil tes sebelum (pre test) dan sesudah (post test) pembelajaran berdistribusi normal.

Kemudian data pre test dan post test dilakukan uji homogenitas, dan hasil analisisnya menyatakan bahwa data pre test dan post test homogen atau mempunyai varian yang sama. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis data dengan analisis Paired-Sample T Test uji dua sisi, hasil analisis menunjukkan bahwa ditolak dan diterima.

Sehingga disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan strategi polya untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi aritmatika sosial.

55

berjumlah 5 item. Kemudian dilakukan uji reliabilitas terhadap 5 item angket tersebut.

Setelah diuji validitas dan realibilitasnya, tes tersebut disebarkan kepada sampel sejumlah 28 orang siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dimana peneliti menjadikan kelas VII A sebagai sampel yang berjumlah 28 orang siswa. Pelaksanaan penelitian ini dimulai tanggal 05 November 2018 sampai dengan tanggal 19 November 2018. Pada penelitian ini, sampel diberikan perlakuan yaitu pembelajaran dengan penerapan Stratgi Polya. Sebelum diberikan perlakuan, terlebih dahulu siswa diberikan pretest berupa tes untuk mengukur keadaan siswa sebelum penerapan strategi polya. pretest ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7 November 2018. Setelah siswa diberikan pretest, peneliti kemudian memberikan perlakuan berupa proses belajar mengajar selama 3 kali pertemuan. Pada hari Kamis tanggal 8 November 2018, peneliti melaksanakan proses pembelajaran pertemuan pertama dengan membahas materi tentang harga barang, untung, rugi, persentase keuntungan. Pada hari Sabtu berikutnya pada tanggal 10 November 2018, peneliti melaksanakan proses pembelajaran pertemuan kedua dengan membahas materi tentang diskon, pajak, bruto, netto dan tara. Dan pada hari kamis 15 November 2018, peneliti melaksanakan proses pembelajaran pertemuan ke tiga dengan membahas bunga tungga. Setelah diberikan perlakuan, pada hari sabtu 17 November 2018 siswa diberikan posttest berupa tes dengan redaksi yang sama untuk mengukur ada atau tidak pengaruh Strategi polya

56

untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah pada materi aritmatika sosial.

Penerapan Strategi polya adalah suatu langkah pemecahan masalah yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan masalah atau soal secara runtu. Supaya dalam menjawab soal siswa dapat mengatasi kesulitan dalam menjawab soal. Pada poses pembelajaran menggunakan penerapan strategi polya, terlebih dahulu peneliti menjelaskan alur dari strategi yang akan digunakan dalam menjawab soal agar dalam memecahkan masalah siswa bisa paham.

Hasil analisis yang dilakukan pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa data yang diperoleh pada pretes dan postes berdistribusi normal.

Setelah melakukan uji normalitas, kemudian melakukan uji homogenitas.

. Uji homogenitas berfungsi untuk mengetahui apakah kedua sampel berasal dari populasi yang sama. Berdasarkan analisis hasil uji homogenitas untuk kelas menunjukkan bahwa data yang diperoleh dari hasil pre-test dan post- test homogen.

Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas didapatkan data yang normal dan homogen serta nilai tertinggi yang diperoleh siswa kelas eksperimen sebelum perlakuan adalah 70 dan nilai terendah adalah 20, sedangkan nilai tertinggi sesudah perlakuan adalah 95 dan nilai terendah adalah 60.

Setelah melakukan uji normalitas dan uji homogenitas data tersebut diketahui berbentuk homogen atau berasal dari populasi yang sama maka

57

peneliti akan melanjutkan ke uji t sampel related dua sisi. uji t berfungsi untuk mengetahui apakah penerapan strategi polya untuk mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah pada materi aritmatika antara kelas yang sudah diberi perlakuan dengan kelas yang belum diberi perlakuan maka akan dilakukan uji perbedaan yaitu dengan uji t. Dari hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan, diperoleh data adanya perbedaan prolehan nilai siswa pada hasil pretest dan posttest kelas eksperimen dengan menggunakan penerapan strategi polya dalam hal ini kelas VII A. Hal ini terlihat pada rekap nilai posttest siswa, dimana pada kelas eksperimen diperoleh nilai tertinggi sebesar 95 dan nilai terendah adalah 60 dengan nilai rata-rata 78 dan standar deviasi 8. Sedangkan pada nilai pretest diperoleh nilai tertinggi 70 dan nilai terendah 20 dengan nilai rata 45 dan standar deviasi 16. Berdasarkan uji statistik (uji-t) yang telah dilakukan, diperoleh harga thitung = -14,430. Harga ini lebih besar dari harga ttabel = -2,052 dengan taraf signifikan 5%. Hal ini menunjukkan dapat diyakini 90% kesulitan siswa yang dilihat pada hasil belajar siswa sebelum diberi dan sesudah diberi perlakuan yang diajarkan dengan menggunakan penerapan strategi polya. Dengan kata lain, penerapan strategi polya dapat mengatasi kesulitan siswa. Hasil ini sesuain dengan penelitian yang dilakukan oleh Ratna disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan strategi heuristik model polya dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Hal ini dapat dilihat dari adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara

58

siswa yang belajar menggunakan strategi heuristik model polya dengan siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional.

59 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini adalah: “Ada Pengaruh Penerapan Strategi Polya dalam mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah pada materi aritmatika sosial ”. Hal ini ditunjukkan oleh perbedaan hasil tes belajar matematika siswa dari sebelum proses pembelajaran dengan diterapkannya Strategi polya dengan sesudah penerapan Strategi Polya. Sebelum proses pembelajaran dengan menerapkan Strategi polya. Selain itu dari hasil perhitungan uji t-sampel related dengan analisis Paired- Sampel T-test uji dua sisi diperoleh nilai = -14,430 dan = 2,052 untuk taraf signifikan 5% dengan df = 27. Sehingga berdasarkan kriteria pengujian hipotesis yaitu

, maka ditolak14,430 - 2,052 atau 14,430 - 2,052), maka dapat disimpulkan H0 ditolak.

B. Saran

Untuk merealisasikan hasil penelitian ini, maka disarankan:

1. Kepada guru, khususnya guru mata pelajaran matematika dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran hendaknya memilih strategi pembelajaran yang dapat mengatasi kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah siswa karena sangat dibutuhkan untuk daya ingat dalam pemecahan masalah dan serap siswa dalam proses pembelajaran.

2. Kepada siswa MTs Nurul Jannah NW Ampenan hendaknya berusaha dengan maksimal untuk belajar secara sungguh-sungguh agar berdampak

60

baik juga untuk prestasi siswa, terutama dalam menyelsaikan masalah agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

3. Bagi para peneliti selanjutnya yang berkenan ingin melakukan penelitian yang sama, skripsi ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan variabel-variabel yang mempengaruhi minat dan variabel lain dalam cakupan yang luas.

61

DAFTAR PUSTAKA

Al, Krismanto Dan Rochmitawati. Modol Matematika SMP Program Bermutu:

Kapita Selekta Pembelajaran Aljabar Di Kelas VII SMP, Sleman: PPTK Matematika. 2009.

Amalia Zulvia. “Analisis Kesulitan Siswa dalam Mengerjakan soal Cerita Matematika Materi Aritmatika Sosial ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Metro”. Institut Agama Islam Ma’arif Metro Lampung Iqra’, Vol. 1, No. 2, November 2016.

Arikonto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta, 2010.

Dapertemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: CV Penerbit J- ART, 2004.

Depdiknas. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depertemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2003.

Fajar Surya Hutama, “Penggunaan Strategi Pemecahan Masalah Model Polya untuk Meningkatkan Aktifitas dan Hasil Belajar Pecahan Siswa Ke;as IV SDN Wirowongsu 01 Kecamatan Ajung Tahun 2010/2011”. Universitas Jember, 2011.

Halmiatun, Mega. “Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berfikir dalam Upaya Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa Kelas VII MTs Badrussalam NW Sekarbela Tahun Ajaran 2015/2016. IAIN MATARAM.

Hamruni. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Insan Madani. 2012

Hamzah, Ali dan Muhlisrarini. Perencanaan dan Strategi Pembelajaran Matematika. Jakarta: Rajawali Pers. 2014.

Irzani & Alkusaeri. Pengembangan Program Pembelajaran Matematika. Griya Permata Mataram: Yazidopress. 2013.

Kristofora, Maria Wati, dkk. “Analisis Kesalahan Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Dengan Menggunakan Langkah Polya Siswa Kelas VII SMP”.

jurnal Prisma Universitas Suryakancana, Vol. VI, Nomor, Juni 2017, h. 10 Margono. Metodologi Penelitian pendidikan. Jakarta: PT Reneka Cipta. 2004.

Mulya, Alfira Astuti. Statistika Penelitian. Mataram: Insan Madani Publishing.

2016.

62

Offirstson, Topic. Aktivitas Pembelajaran Matematika Melalui Inkuiri Berbantuan Software Cinderella. Yogyakarta: Publisher. 2014.

Polya. How To Solve It, New Jersey: Princeton University Press. 1973.

Pedoman Penulisan Skripsi IAIN Mataram.

Purwoto. Strategi Pembelajaran Mengajar. Surakarta: UNS Press. 2003.

Ratna Dewi, “Pengaruh Penerapan Strategi Heuristik Model polya terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP Negeri 2 Pekanbaru”. Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru. 2013.

Sanjaya, Wina. Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

2013.

Siti Imroatun, dkk.”Strategi Pemecahan Masalah Matematika Siswa kelas VII SMP Kristen 2 Salatiga ditinjau dari Langkah Polya”. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Kristen Satya Wacana. 201

Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. 2013.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D,. Bandung:

Alfabeta. 2014.

Sugiyono. Statistika untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta. 2017.

Uno, Hamzah B. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2006.

63

LAMPIRAN

64 Lampiran 1

65

66

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Madrasah : MTs Nurul JannahNW Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : VII/Satu

Materi Pokok : Aritmetika Sosial Alokasi Waktu : 2 45 Menit

A. Kompetensi Inti

KI-1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI-2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KI-3: Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI- 4: Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.4 Mengenal dan

menganalisis berbagai situasi terkait aritmatika sosial (penjualan, pembelian, potongan, keuntungan, kerugian, bunga tunggal, persentase, bruto, neto, tara)

3.4.1 Menjelaskan pengertian nilai suatu barang.

3.4.2 Menghitung harga penjualan, harga pembelian, untung atau rugi.

3.4.3 Menentukan persentase untung, atau persentase rugi.

4.2 Menggunakan konsep 4.2.1 Memecahkan dan Lampiran 2

67

aljabar dalam

menyelesaikan masalah aritmatika sosial sederhana

menyelesaikan masalah terkait aritmetika sosial (penjualan, pembelian, untung, dan rugi)

C. Tujuan Pembelajaran

Melalui proses pengamatan, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan mengkomunikasikan hasil mengolah informasi dalam penugasan individu dan kelompok siswa dapat:

1. Peserta didik memahami nilai suatu barang

2. Peserta didik dapat menentukan harga penjualan, pembelian, untung dan rugi.

3. Peserta didik dapat menentukan persentase untung atau persentase rugi 4. Peserta didik dapat Memecahkan dan menyelesaikan masalah terkait

aritmetika sosial (penjualan, pembelian, untung, dan rugi) D. Materi Pembelajaran

1. Nilai atau harga suatu barang

Pernahkah kalian mendengan kata uang? Tentu hal ini tidak asing bagi kehidupan kita. Uang juga merupakan bagian penting dalam kehidupan sehari-hari baik individu maupun kelompok. Hampir setiap aktivitas manusia berkaitan dengan penggunaan uang,baik digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kegiatan usaha. Uang juga jadi penentu nilai dari suatu. Apa fungsi uang tersebut?

Contoh:

Dani berkeinginan membeli sebuah bolpen dan 5 buah buku tulis uang ada disebuah toko buku, tapi dia ragu dan malu, apakah uangnya cukup untuk membeli bolpen dan buku tersebut. Uang dimiliki Dani hanyalah Rp. 20.000,00. Kemudian Dani memperhatikan orang yang membeli jenis bolpen dan buku yang ia inginkan. Dani memperhatikan ada seorang pembeli membeli 5 buah bolpen dan dibayar sebesar Rp.

25.000,00, kemudian ada orang lain yang membeli sebuah buku dan

68

membayar sebesar Rp. 5.000,00. Berilah saran kepada Dani apa yang harus ia lakukan?

Berdasarkan ilustrasi diatas, maka dapat ditentukan harga sebuah bolpen dan 5 buah buku tulis yang harus dibayar oleh Dani adalah:

Misalkan 1 buah bolpen = p, dan harga 5 buah bolpen 5p = 25.000, maka harga sebuah bolpen adalah

5p = 25.000 p = 25.000 : 5 p = 5.000

Misalkan 1 buah buku = q, dan harga satu buah buku q = 5.000, maka harga 5 buah buku adalah

q = 5.000

5q = 5 5.000 = 25.000

Dani mempunyai uang sebesar Rp. 20.000,00, jika Dani ingin membeli sebuah bolpen dan 5 buah buku, maka Dani harus mengeluarkan uang sebesar:

1p + 5q = 1(5.000) + 5 (5.000) = 5.000 + 25.000 = 30.000

Berarti uang Dani tidak cukup untuk membeli sebuah bolpen dan 3 buah buku

2. Harga Penjualan, pembelian, Untung dan Rugi

Dalam perdagangan, seseorang akan membeli suatu barang, kemudian akan menjualnya kembali. Dalam hal ini pembelian barang disebut

“Harga pembelian”, sedangkan penjualan barang disebut “Harga penjualan”. Selain itu dalam transaksi jual beli diperoleh istilah-istilah:

a. Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian,

dengan syarat harga penjualan > harga pembelian.

b. Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan,

dengan syarat harga penjualan < harga pembelian.

c. Impas = (Harga Penjualan = Harga Pembelian)

69

d. Persentase keuntungan dan kerugian terhadap Harga Pembelian Besarnya keuntungan atau rugi dapat dinyatakan dalam persen (%).

Peresentase keuntungan =

Peresentase kerugian =

Contoh:

Seorang pedagang membeli jeruk sebanyak 40 kg dengan harga Rp 6.500,00 per kg. Kemudian 30 kg diantaranya dijual dengan harga Rp 7000,00 per kg, dan sisanya dijual dengan haraga Rp 6000,00 per kg.

Hitunglah:

a. Harga pembelian b. Harga penjualan

c. Besarnya untung atau rugi dari hasil penjualan tersebut Penyelesaian:

Diketahui : Hb jeruk 40 kg = 6.500,00 per kg.

Hj jeruk 30 kg = 7000,00 per kg Hj jeruk 10 kg = 6000,00 per kg Ditanyakan...?

a. Berapakah harga pembelian?

b. Berapakah harga penjualan?

c. Besarnya untung atau rugi dari hasil penjualan tersebut a. Harga pembelian = 40 6.500 = 260.000

Jadi harga pembelian jeruk adalah Rp 260.000,00 b. Harga penjualan = (30 7000) + (10 6000)

= 210.000 + 60.000 = 270.000 Jadi harga penjualannya adalah Rp 270.000,00.

c. Karena harga penjualan lebih besar dari harga pembelian, maka pedagang tersebut mengalami untung.

70

Untung = harga penjualan – harga pembelian

= 270.000 – 260.000 = 10.000

Jadi besarnya keuntungan yang diperoleh pedagang tersebut adalah Rp 10.000,00.

E. Metode Pembelajaran

Model pembelajaran : Penerapan Strategi polya

Metode Pembelajaran : Diskusi, ceramah dan tanya jawab F. Media Pembelajaran

- Lembar Kerja Siswa (LKS) - Papan tulis, dan lingkungan kelas G. Sumber Belajar

1. Nurul Choirul Janah, S.Pd. Buku Ajar Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII sesuai Kurikulum 2013.

2. Referensi lain

H. Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Alokasi

Waktu Pendahuluan 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka

dan berdoa untuk memulai pembelajaran.

2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin.

3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

4. Guru memotivasi siswa dengan menginformasikan manfaat mempelajari materi ini dalam kehidupan sehari-hari.

5. Guru menjelaskan proses pelaksanaan pembelajaran strategi polya

6. Guru memberikan apersepsi sebagai pengalaman awal siswa (materi prasyarat) yang dihubungkan dengan materi pelajaran.

7. Siswa diminta untuk membentuk kelompok yang jumlah anggotanya maksimal 5 orang seperti yang ditentukan guru

10 Menit

Inti Mengamati

Siswa mengamati dan guru memberikan pertanyaan-pertanyaan guna untuk memahami pengalaman dan kemampuan dasar siswa sesuai dengan tema atau pokok persoalan yang akan dibicarakan.

Adapun pertanyaan yang diajukan:

a. Apakah kalian sering pergi ke pasar, toko

10 Menit

71

atau pusat perbelanjaan lainnya?

b. Tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan kata penjual dan pembeli?

c. Yang manakah disebut penjual dan pembeli?

d. Kemudian ketika penjual menjual barang dengan harga lebih besar dari modalnya,apakah dia untung atau rugi?

e. Apakah yang dimaksud dengan untung dan rugi?

Menanya

Siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan guru membimbing siswa untuk memahami masalah (understanding problem) pada materi yang diajarkan dengan memberikan pertanyaan- pertanyaan atau pesoalan-persoalan yang mendetail yang pada akhirnya sampai pada pertanyaan yang memerlukan pemecahan masalah yang terdapat pada materi tersebut.

Adapun contoh persoalan yang diberikan ialah:

Saya membeli sebuah buku dengan harga Rp 2.500,00. Kemudian saya menjual buku tersebut dengan harga Rp 3000,00 kepada teman saya.

a. Apakah saya untung atau rugi?

b. Berapa persenkah untung atau ruginya?

15 Menit

Mengeksplorasi

Siswa mencoba menemukan jawaban dan memecahkan masalah dari persoalan yang diberikan. Hal ini merupakan tahapan

merencanakan pemecahan

masalah(devising a plan) yaitu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan jawaban guna memecahkan masalah dari persoalan yang ada. Secara berkelompok, siswa mengerjakan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang terkait dengan pertanyaan- pertanyaan pada contoh permasalahan yang telah diberikan (Bahan LKS

15 Menit

72 terlampir)

Mengasosiasi

Melalui diskusi dalam kelompok, siswa menganalisis, menalar, mengoreksi, menyimpulkan masalah yang telah diperoleh/dik

Siswa melaksanakan rencana pemecahan masalah tersebut(carrying out the plan).

Guru mengawasi siswa mengerjakan soal bersama kelompoknya dan membantu apabila ada hal yang kurang jelas atau ada kelompok yang bermasalah dengan pekerjaanya. mengumpulkan melalui LKS dalam rangka memahami bagaimana bisa menjawab pertanyaan tersebut

20 Menit

Mengomunikasikan

Pada tahap ini siswa memeriksa kembali jawaban yang diperoleh (looking back).

Guru menjadi moderator jalannya proses presentasi hasil diskusi. Guru memberi umpan balik atau konfirmasi. Hal-hal tersebut merupakan tahap akomodasi yaitu dimana guru meminta siswa untuk mengemukakan hasil kesimpulan dari pemecahan masalah yang telah didapat oleh siswa. Salah satu siswa mewakili kelompoknya melaporkan hasil penyelesaian Latihan. Wakil kelompok ditunjuk secara acak dan siswa lain didorong untuk bertanya dan menanggapi.

Pada tahapan terakhir dimana guru meluruskan atau memberikan pemahaman lebih lanjut dengan memberikan tugas- tugas sesuai dengan materi yang sedang dibahas.

15 Menit

Penutup 1. Guru dan siswa secara bersama-sama menyimpulkan hasil diskusi bentuk penyajian relasi dan fungsi.

2. Guru memberikan tugas beberapa soal mengenai materi yang telah diberikan yang terdapat pada buku paket siswa.

3. Menginformasikan kegiatan untuk pertemuan berikutnya

4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar.

5 Menit

73 I. Penilaian Hasil Belajar

1. Jenis / Tekhnik Penilaian

Tekhnik Penilaian : pengamatan dan tes tertulis Prosedur Penilaian :

No Aspek yang dinilai Tekhnik penilaian

Waktu penilaian 1 Sikap

 Terlibat aktif dalam pembelajaran

 Aktif berdiskusi dengan teman kelompoknya

 Disiplin serta bertanggung jawab dalam

menyelesaikan tugas

Pengamatan Selama proses pembelajaran

2 Pengetahuan

 Menentukan nilai suatu barang, penjualan, pembelian, untung dan rugi.

Pengamatan dan tes tulis

Penyelesaian tugas individu maupun tugas keompok 3 Keterampilan

 Terampil menerapkan aritmetika sosial dalam menyelesaikan masalah nyata secara teliti dan sistematis

Pengamatan Penyelesaian tugas individu maupun

kelompok

2. Instrument Penilaian

a. Pak isnuri membeli 1 kodi baju butik di Pekalongan dengan harga Rp 1.440.000,00. Harga pembelian tiap potong baju batik tersebut sama, maka harga tiap potongnya adalah?

b. Tiga lusin piring dibeli dengan harga Rp 234.000,00. Apabila piring tersebut dijual dengan harga Rp 7000 tiap buah, maka pedagang tersebut akan mengalami untung atau rugi sebesar?

c. Pak sofyan membeli 30 kg mangga dengan harga Rp 270.000,00 dan 20 kg mangga tersebut dijualnya dengan harga Rp 11.000,00 dan sisanya dijual dengan harga Rp 9.500,00 tiap kg. Maka keuntungan yang diperoleh Pak Sofyan adalah?

74

d. Pak Seno membeli 80 kg rambutan dengan harga Rp 400.000,00.

Apabila ia menjual rambutannya dengan harga Rp 4000,00 per kg, maka persentase kerugian yang didapat pak Seno adalah ?

3. Pedoman Penilaian

No. Aspek Penilaian s

k o r

S k o r M a k s i m a l 1. Memahami masalah (understanding

problem)

4

2 5 Merencanakan pemecahan masalah

(devising a plan)

6 Melaksanakan rencana pemecahan masalah (carrying out the plan)

6 Memeriksa kembali solusi yang

diperoleh (looking back)

4 2. Memahami masalah (understanding

problem)

4

2 5 Merencanakan pemecahan masalah

(devising a plan)

6 Melaksanakan rencana pemecahan masalah (carrying out the plan)

6 Memeriksa kembali solusi yang

diperoleh (looking back)

4 3 Memahami masalah (understanding

problem)

4

2 5 Merencanakan pemecahan masalah

(devising a plan)

6 Melaksanakan rencana pemecahan masalah (carrying out the plan)

6 Memeriksa kembali solusi yang

diperoleh (looking back)

4

75

4 Memahami masalah (understanding problem)

4 Merencanakan pemecahan masalah (devising a plan)

6

2 Melaksanakan rencana pemecahan 5

masalah (carrying out the plan)

6 Memeriksa kembali solusi yang

diperoleh (looking back)

4

Perhitungan nilai akhir dari skala 0 – 100 sebagai berikut:

NILAI =

100

76

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Madrasah : MTs NW Nurul Jannah Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : VII/Satu

Materi Pokok : Aritmetika Sosial Alokasi Waktu : 3 45 Menit

A. Kompetensi Inti

KI-1: Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI-2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

KI-3: Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI- 4: Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.4 Mengenal dan

menganalisis berbagai situasi terkait aritmatika sosial (penjualan, pembelian, potongan, keuntungan, kerugian, bunga tunggal, persentase, bruto, neto, tara)

3.4.4 Menyelesaikan masalah sehari- hari yang berkaitan dengan diskon, pajak, bruto, tara, dan neto

.

4.2 Menggunakan konsep

aljabar dalam

menyelesaikan masalah aritmatika sosial sederhana

4.2.1 Memecahkan dan menyelesaikan masalah terkait aritmetika social diskon, pajak, bruto, tara, dan neto.

77 C. Tujuan Pembelajaran

Melalui proses pengamatan, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan mengkomunikasikan hasil mengolah informasi dalam penugasan individu dan kelompok siswa dapat:

5. Siswa dapat memahami diskon, pajak, bruto, tara, dan neto 6. Siswa dapat menentukan hubungan antara bruto, netto, dan tara.

7. Siswa dapat Memecahkan dan menyelesaikan masalah terkait aritmetika sosial (diskon, pajak, bruto, tara, dan neto)

D. Materi Pembelajaran 1. Diskon

Diskon (rabat) adalah potongan harga suatu barang, yang biasanya dalam bentuk persen (%). Misalkan diskon suatu barang adalah a %, maka nilai diskon adalah

Nilai diskon =

harga barang sebelum diskon Jadi

Harga Bersih = Harga kotor – diskon Contoh:

Pada awal tahun ajaran, Yani membeli sepasang sepatu dengan harga Rp 135.000,00. Jika penjual memberikan diskon 25%, berapa rupiah Yani harus membayar sepatu itu setelah dipotong diskon?

Penyelesaian:

Diketahui:

Harga beli sepatu = Rp 135.000,00.

Diskon = 25%

Ditanyakan?

Hb sepatu setelah diskon?

Harga jual = Rp 135.000,00 Diskon = 25% =

Dokumen terkait