BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Motivasi merupakan suatu tujuan yang ingin dicapai melalui perilaku tertentu dan adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, lebih khususnya dalam hal belajar. Untuk memotivasi siswa dalam belajar, salah satunya yang sangat berperan adalah guru, dimana guru merupakan pendidik yang paling sering berinteraksi dengan siswa. Salah satu tugas guru yang paling berat adalah mengaktifkan dan
membuat peserta didik termotivasi dalam mengikuti pelajaran, untuk itu pemilihan model atau metode yang digunakan perlu direncanakan secara matang sehingga peserta didik dapat belajar efektif dan efisien.
Dalam suatu proses pembelajaran salah satu hal terpenting yang diperhatikan oleh seorang guru adalah pemberian model pembelajaran.
Pemberian model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) mengacu pada pokok bahasan Memahami Masalah Pranata dan Penyimpangan Sosial. Model pembelajaran ini digunakan agar siswa lebih aktif di kelas serta bisa mengeluarkan ide-ide yang ada pada kemampuan peserta didik. Model pembelajaran inside outside circle (IOC)yang dimaksud disini adalah pembelajaran dengan sistem lingkaran kecil dan lingkaran besar, di mana siswa saling berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur. Sedangkan model pembelajaran Student Team Acheivement Divison (STAD) adalah model pembelajaran yang mengacu kepada belajar kelompok siswa, menyajikan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks.
Siswa dalam satu kelas tertentu dipecah menjadi kelompok dengan anggota 4- 5 orang. Pada sisi lain kedua model pembelajaran tersebut memberikan gambaran dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dan membuat siswa menjadi lebih aktif di kelas.
Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan peneliti dari lapangan yaitu data dari observasi aktivitas belajar siswa pada saat pembelajaran
dengan menggunakan model IOC dan STADserta data dari pemberian angket motivasi belajar sebelum dan sesudah menggunakan model IOC dan STAD.
Hasil observasi aktivitas belajar siswa pada kelas VIII selama pembelajaran dengan menggunakan model IOC dan STADmenyatakan bahwa tingkat aktivitas belajar siswa dari pertemuan pertama sampai dengan pertemuan ketiga selalu mengalami peningkatan pada indikator dan deskriptor yang telah peneliti tentukan. Peningkatan aktivitas belajar ini disebabkan karena pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM) menggunakan model pembelajaran kooperatif sehingga pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung antusias siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran semakin meningkat, hal ini ditandai dengan siswa menjadi lebih aktif dalam bertanya, mengajukan pendapat dan kerja sama dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan materi penyimpangan sosial.
Ditinjau dari hasil penyebaran angket motivasi belajar sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan model IOC dan STAD. Setelah melakukan analisis data terhadap hasil pre test dan post testpada kedua model pembelajaran tersebut terjadi peningkatan motivasi belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran IOC dan STADlebih baik jika dibandingkan dengan motivasi belajar siswa yang diajarkan sebelum menggunakan model pembelajaran IOC dan STAD. Hal ini terjadi karena proses pembelajaran yang dilakukan tidak hanya diskusi dan tanya jawab saja, akan tetapi proses pembelajarannya
berdiri dan bergerak sehingga siswa tidak cepat merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran.
Keberhasilan penelitian ini juga dapat dilihat dari hasil analisis data, diperoleh hasil analisis menggunakan uji-t bahwa data hasil penyebaran instrumen angket sebelum (pre test) dan sesudah (post test)pada kelas yang proses pembelajarannya menggunakan model IOC maupun STAD dinyatakan homogen atau mempunyai varian yang sama. Selanjutnya untuk uji hipotesis data dengan analisis uji-t Paired-Sample T Test uji dua sisi hasil analisis menunjukkan bahwapenolakan hipotesis nol (H0) dan penerimaan hipotesis alternatif (Ha) yaitu model pembelajaran kooperatif tipe IOC dan STAD efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMPN 6 Satu Atap Praya Barat Daya Tahun Pelajaran 2016/2017.
Proses pembelajaran yang berlangsung tentunya tidak secara langsung menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Melainkan diperlukannya model atau metodeuntuk mendukung KBM. Dengan menggunakan model pembelajaran, tentunya tingkat keaktifan siswa selama proses pembelajaran semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan penggunaan model pembelajaran IOC dan STAD dapat menciptakan suasana belajar yang baik serta meningkatkan motivasi belajar siswa dalam belajar.
Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian di atas adalah penggunaanmodel pembelajaran IOC dan STADdapat memberikan peningkatan yang positif terhadap motivasi belajar siswa. Tingkat pemahaman
siswa terhadap materi pelajaran, keaktifan siswa, dan antusias siswa dalam kelompok dapat menyebabkan terciptanya suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa serta menjadikan siswa lebih percaya diri dalam menyampaikan ide- idenya. Oleh karena itu, pemeilihan model pembelajaran yang tepat bagi siswa dapat mendorong motivasi siswa yang lebih tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas serta siswa tidak cepat merasa bosan mengikuti pelajaran karena pembelajaran yang semula teachered centrered menjadi student centered, sehingga siswa benar-benar merasa belajar tanpa beban dan belajar tanpa merasa diajar.
BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data hasil penelitian yang sudah dilakukan, dapat simpulkan bahwa:
1. Model pemebelajaran kooperatif tipe inside outside circle (IOC) efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMPN 6 Satu Atap Praya Barat Daya Tahun Pelajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan hasil rata-rata angket motivasi belajar siswa dari sebelum proses pembelajaran dengan menggunakan model IOC yakni sebesar 52,44 dengan sesudah menggunakan model IOC yakni sebesar 62.
Selain itu dari hasil perhitungan uji t-sampel related dengan analisis Paired-Sampel T-test uji dua sisi diperoleh nilai thitung = -15,231 dan ttabel = 1,740 untuk taraf signifikan 5% dengan(df) = – 2 = 34.
Sehingga berdasarkan kriteria pengujian hipotesis yaitu thitung≥ttabel atau - thitung≤ - ttabel (15,231≥1,697 atau -15,231≤-1,697), maka dapat disimpulkan H0 ditolak.
2. Model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement devision (STAD) efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMPN 6 Satu Atap Praya Barat Daya Tahun Pelajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan oleh adanya
71
peningkatan hasil rata-rata angket motivasi belajar siswa dari sebelum proses pembelajaran dengan menggunakan model STAD yakni sebesar 51,38 dengan sesudah menggunakan model STAD yakni sebesar 60,39. Selain itu dari hasil perhitungan uji t-sampel related dengan analisis Paired-Sampel T-test uji dua sisi diperoleh nilai thitung = - 14,254 dan ttabel = 1,740 untuk taraf signifikan 5% dengan (df) =
– 2 = 34. Sehingga berdasarkan kriteria pengujian hipotesis yaitu thitung≥ttabel atau -thitung≤ - ttabel (14,254≥1,697 atau -14,254≤ -1,697), maka dapat disimpulkan H0 ditolak.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan dari penelitian di atas, diajukan beberapa saran yang mungkin berguna bagi pembaca dan dunia pendidikan umumnya, adapun saran yang peneliti ingin sampaikan antara lain adalah:
1. Kepada guru, khususnya guru mata pelajaran IPS Terpadu dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran hendaknya meningkatkan penggunakan model pembelajaran yang interaktif guna meningkatkan motivasi belajar siswa.
2. Kepada siswa diharapkan lebih aktif, giat dan selalu semangat dalam belajar agar tercapai hasil belajar yang semakin meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi. Prosedur Penelitian. Yogyakarta: Rineka Cipta, 2010.
Bungin Burhan. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana, 2010.
Djaali. Psikologi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2013.
Hamzah. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara, 2014.
Http://pendidikanekonomi.com/2014/10/indikator-motivasi-belajar.html. Diambil pada tanggal 7 Mei 2016, pukul 09.30 WITA.
Syah Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.Bandung:
PT.Remaja Rosdakarya, 2008.
Nana Sudjana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014.
Nasution. Metode Research. Jakarta:Rineka Cipta, 2007.
Ngalimun. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressindo, 2014.
Rianto Yatim. Paradigma Baru Pembelajaran. Surabaya: Prenada Media, 2010.
Shoimin Aris. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2014.
Siregar Eveline. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Galia Indonesia, 2014.
Skripsi Fathurrahman IKIP Mataram 2011 “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle (IOC) Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XIdi MA. Abu Hurairah Mataram Pada Materi PeluangTahun Pelajaran 2010/2011”.
Skripsi Hasan Asyari IAIN Mataram 2009 “Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achivement Division (STAD) dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII C Pada Mata Pelajaran IPS Ekonomi di MTs NW Ketangga Lombok Timur Tahun Pelajaran 2008/2009”.
Skripsi Sopian Hadi IAIN Mataram 2012 “Penerapan Metode Pembelajaran Inside Outside Circle Pada Pokok Bahasan Perilaku Konsumen dan Produsen Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X MA
Hidayatul Muhsinin Labulia Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2011/2012”.
Sugiyono. Metode Penelitian Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2013.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2014.
Supardi. Bacaan Cerdas Menyusun Skripsi. Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2010.
Sapriya. Pendidikan IPS-Konsep dan Pembelajaran, Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2009.
Suprihatiningrum. Strategi Pembelajaran, Teori Dan Aplikasinya. Jogjakarta: Ar- Ruzz Media, 2014.
Suprijono Agus. Cooperatif Learning. Surabaya: Pustaka Belajar,2009.
Trianto. Model-Model Pembelajaran Terpadu, Jakarta: Bumi Aksara, 2012.
Widyatun Diyah, “Model Pembelajaran inside outside circle (Lingkaran Besar- Lingkaran Kecil)”, Jurnal Bidan Diah, (April, 2012).
Wildan. Praktis Merancang Pembelajaran. Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2012.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NamaSekolah : SMPN 6 Satu Atap PRABARDA Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas / Semester : VIII / 1
Standar Kompetensi :Memahami masalah penyimpangan sosial
KompetensiDasar : Mengidentifikasi berbagai penyakit sosial (miras, judi, narkoba, HIV/AIDS,PSK, dan Sebagainya) sebagai akibat penyimpangan social dalam keluarga dan masyarakat.
AlokasiWaktu : 2X 40 menit (1x pertemuan)
IndikatorPencapaian: 1. Menjelaskan pengertian penyimpangan sosial
Kompetensi 2. Mengidentifikasi macam-macam perilaku menyimpang 3. Menyebutkan contoh-contoh penyimpangan social dalam keluarga dan
masyarakat
4. Mendiskripsikan faktor-faktor penyebab penyimpangan sosial 5. Mengidentifikasi dampak penyimpangan sosial
A. TujuanPembelajaran :
Setelah selesai kegiatan pembelajaran, siswa dapat : - Menjelaskan pengertian penyimpangan, sosial
- Menyebutkan contoh-contoh penyimpangan sosial di keluarga dan masyarakat
- Mendiskripsikan faktor-faktor penyebab penyimpangan sosial - Mengidentifikasi dampak penyimpangan sosial
B. Materi Ajar (Terlampir)
Pengendalian Penyimpangan Sosial 1. Pengertian penyimpangan sosial 2. Contoh-contoh penyimpangan sosial
3. Faktor-faktor penyebab penyimpangan sosial
4. Dampak penyimpangan sosial C. MetodePengajaran:
1. Kooperatif tipe IOC D. Langkah-langkahKegiatan
1.Pendahuluan(10 Menit)
a. Melakukan apersepsi (mengecek kehadiran siswa dan mengingatkan kembali materi yang sudah di bahas pada pertemuan sebelumnya).
b. Menjelaskan tentang pembelajaran inside outside circle.
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
d. Memberikan motivasi dengan bertanya sekilas tentang penyimpangan sosial.
2. Kegiatan Inti (60 Menit)
a. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-4 orang.
b. Tiap-tiap kelompok mendapat tugas mencari informasi berdasarkan pembagian tugas dari guru.
c. Setiap kelompok belajar mandiri, mencari informasi berdasarkan tugas yang diberikan.
d. Setelah selesai, seluruh siswa berkumpul saling membaur (tidak berdasarkan kelompok).
e. Separuh kelas lalu berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam.
f. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.
g. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.
77
h. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya, sampai seluruh siswa selesai berbagi informasi.
i. Pergerakan baru dihentikan jika anggota kelompok lingkaran dalam dan luar sebagai pasangan asal bertemu kembali.
3. Penutup (10 Menit)
a. Dengan bimbingan guru siswa membuat simpulan dari materi yang telah didiskusikan.
b. Siswa diberi PR.
E. SumberBelajar
1. Buku paket IPS terpadu kelas VIII 2. LKS IPS Terpadu kelas VIII
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NamaSekolah : SMPN 6 Satu Atap PRABARDA Mata Pelajaran : IlmuPengetahuanSosial
Kelas / Semester : VIII / 1
StandarKompetensi : Memahami pranata dan penyimpangan sosial
KompetensiDasar : Mengidentifikasi Pengendalian Penyimpangan Sosial, Pengertian dan Cakupan Pengendalian Sosial, Macam-
macam Pengendalian sosial.
AlokasiWaktu : 4X 40 menit (2 x pertemuan)
IndikatorPencapaian: 1. Menjelaskan pengertian pengendalian penyimpangan sosial
Kompetensi 2. Mengidentifikasi macam-macam pengendalian penyimpangan sosial 3. Mendeskripsikan fungsi pengendalian sosial
4. Menjelaskan pengertian pranata sosial
5. Mengidentifikasiperanlembaga/pranataterhadappengendalianataupenyimpangansosial.
A. TujuanPembelajaran :
Setelah selesai kegiatan pembelajaran, siswadapat :
- Menjelaskan pengertian pengendalian penyimpangan sosial - Mengidentifikasimacam-macampengendalianpenyimpangansosial - Mendiskripsikanfungsipengendaliansosial
- Menjelaskanpengertianpranatasosial
- Mengidentifikasiperanlembaga/pranataterhadappengendalianpenyimpangan sosial
B. MateriAjar (Terlampir)
Pengendalian Penyimpangan Sosial 5. Pengertianpengendaliansosial
6. Macam-macampengendalianpenyimpangansosial 7. Fungsipengendaliansosial
8. Pengertianpranatasosial
9. Peranlembaga/pranataterhadappengendalianpenyimpangansosial C. MetodePengajaran:
2. Kooperatif tipe IOC D. Langkah-langkahKegiatan
Pertemuan 1
4. Pendahuluan (10 Menit)
e. Melakukan apersepsi (mengecek kehadiran siswa dan mengingatkan kembali materi yang sudah di bahas pada pertemuan sebelumnya).
f. Menjelaskan tentang pembelajaran inside outside circle.
g. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
h. Memberikan motivasi dengan bertanya sekilas tentang pengendalian sosial.
5. Kegiatan Inti (60 Menit)
a. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-4 orang.
b. Tiap-tiap kelompok mendapat tugas mencari informasi berdasarkan pembagian tugas dari guru.
c. Setiap kelompok belajar mandiri, mencari informasi berdasarkan tugas yang diberikan.
d. Setelah selesai, seluruh siswa berkumpul saling membaur (tidak berdasarkan kelompok).
e. Separuh kelas lalu berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam.
f. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.
g. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.
h. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya, sampai seluruh siswa selesai berbagi informasi.
i. Pergerakan baru dihentikan jika anggota kelompok lingkaran dalam dan luar sebagai pasangan asal bertemu kembali.
6. Penutup (10 Menit)
c. Dengan bimbingan guru siswa membuat simpulan dari materi yang telah didiskusikan.
d. Siswa diberi PR.
Pertemuan 2
1.Pendahuluan (10 Menit)
a. Melakukan apersepsi (mengecek kehadiran siswa dan mengingatkan kembali materi yang sudah di bahas pada pertemuan sebelumnya).
b. Menjelaskan tentang pembelajaran inside outside circle.
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran.
d. Memberikan motivasi dengan bertanya sekilas tentang pranata sosial.
2. Kegiatan Inti (60 Menit)
a. Membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3-4 orang.
b. Tiap-tiap kelompok mendapat tugas mencari informasi berdasarkan pembagian tugas dari guru.
c. Setiap kelompok belajar mandiri, mencari informasi berdasarkan tugas yang diberikan.
d. Setelah selesai, seluruh siswa berkumpul saling membaur (tidak berdasarkan kelompok).
e. Separuh kelas lalu berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar. Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama, menghadap ke dalam.
f. Dua siswa yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini bisa dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.
g. Kemudian siswa berada di lingkaran kecil diam di tempat, sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.
h. Sekarang giliran siswa berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya, sampai seluruh siswa selesai berbagi informasi.
i. Pergerakan baru dihentikan jika anggota kelompok lingkaran dalam dan luar sebagai pasangan asal bertemu kembali.
3. Penutup (10 Menit)
a. Dengan bimbingan guru siswa membuat simpulan dari materi yang telah didiskusikan.
b. Siswa diberi PR.
F. SumberBelajar
a. Bukupaket IPS terpaduklas VIII b. LKS IPS Terpaduklas VIII
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NamaSekolah : SMPN 6 Satu Atap PRABARDA Mata Pelajaran : IlmuPengetahuanSosial
Kelas / Semester : VIII / 1
StandarKompetensi : Memahami masalah penyimpangan sosial
KompetensiDasar : Mengidentifikasi berbagai penyakit sosial (miras, judi, narkoba, HIV/AIDS,PSK, dan Sebagainya) sebagai akibat penyimpangan social dalam keluarga dan masyarakat.
AlokasiWaktu : 2X 40 menit (1x pertemuan)
IndikatorPencapaian: 1. Menjelaskan pengertian penyimpangan sosial
Kompetensi 2. Mengidentifikasi macam-macam perilaku menyimpang
3. Menyebutkan contoh-contoh penyimpangan social dalam keluarga dan masyarakat
4. Mendiskripsikan faktor-faktor penyebab penyimpangan sosial 5. Mengidentifikasi dampak penyimpangan sosial
A. TujuanPembelajaran :
Setelah selesai kegiatanpem belajaran, siswa dapat : - Menjelaskan pengertian penyimpangan, sosial
- Menyebutkan contoh-contoh penyimpangan sosial di keluarga dan masyarakat
- Mendiskripsikan faktor-faktor penyebab penyimpangan sosial - Mengidentifikasi dampak penyimpangan sosial
B. MateriAjar (Terlampir)
Pengendalian Penyimpangan Sosial 10. Pengertianpenyimpangansosial 11. Contoh-contohpenyimpangansosial
12. Faktor-faktorpenyebabpenyimpangansosial 13. Dampakpenyimpangansosial
C. MetodePengajaran:
3. Kooperatif tipe STAD D. Langkah-langkahKegiatan
7. Pendahuluan(10 Menit)
i. Melakukan apersepsi (mengecek kehadiran siswa dan mengingatkan kembali materi yang sudah di bahas pada pertemuan sebelumnya).
j. Memberikan motivasi dengan bertanya sekilas tentang penyimpangan sosial.
8. Kegiatan Inti (50 Menit)
a. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dan lain-lain).
b. Guru menyajikan materi pelajaran tentang penyimpangan sosial
c. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota- anggota kelompok. Anggota yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
d. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
9.Penutup (20 Menit)
a. Guru mengevaluasi hasil diskusi.
b. Dengan bimbingan guru siswa membuat simpulan dari materi yang telah didiskusikan.
G. SumberBelajar
1. Bukupaket IPS terpaduklas VIII 2. LKS IPS Terpaduklas VIII
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
NamaSekolah : SMPN 6 Satu Atap PRABARDA Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas / Semester : VIII / 1
StandarKompetensi : Memahami pranata dan penyimpangan sosial
KompetensiDasar : Mengidentifikasi Pengendalian Penyimpangan Sosial, Pengertiandan Cakupan Pengendalian Sosial, Macam-
macam Pengendalian sosial.
AlokasiWaktu : 4X 40 menit (2 x pertemuan)
IndikatorPencapaian: 1. Menjelaskan pengertian pengendalian penyimpangan sosial
Kompetensi 2. Mengidentifikasi macam-macam pengendalianp enyimpangan sosial 3. Mendeskripsikanfungsipengendaliansosial
4. Menjelaskanpengertianpranatasosial
5. Mengidentifikasi peran lembaga/ pranata terhadap pengendalian atau penyimpangan sosial.
A. TujuanPembelajaran :
Setelahselesaikegiatanpembelajaran, siswadapat :
- Menjelaskanpengertianpengendalianpenyimpangansosial
- Mengidentifikasimacam-macampengendalianpenyimpangansosial - Mendiskripsikanfungsipengendaliansosial
- Menjelaskanpengertianpranatasosial
- Mengidentifikasiperanlembaga/pranataterhadappengendalianpenyimpangan sosial
B. MateriAjar (Terlampir)
Pengendalian Penyimpangan Sosial 14. Pengertianpengendaliansosial
15. Macam-macampengendalianpenyimpangansosial
16. Fungsipengendaliansosial 17. Pengertianpranatasosial
18. Peranlembaga/pranataterhadappengendalianpenyimpangansosial C. MetodePengajaran:
4. Kooperatif tipe STAD D. Langkah-langkahKegiatan Pertemuan 1
10. Pendahuluan (10 Menit)
k. Melakukan apersepsi (mengecek kehadiran siswa dan mengingatkan kembali materi yang sudah di bahas pada pertemuan sebelumnya).
l. Memberikan motivasi dengan bertanya sekilas tentang pengendalian sosial.
11. Kegiatan Inti (50 Menit)
e. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dan lain-lain).
f. Guru menyajikan materi pelajaran tentang pengendalian sosial.
g. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota- anggota kelompok. Anggota yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
h. Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
12. Penutup (20 Menit)
a. Guru mengevaluasi hasil diskusi.
b. Dengan bimbingan guru siswa membuat simpulan dari materi yang telah didiskusikan.
Pertemuan 2
1.Pendahuluan (10 Menit)
Melakukan apersepsi (mengecek kehadiran siswa dan mengingatkan kembali materi yang sudah di bahas pada pertemuan sebelumnya).
Memberikan motivasi dengan bertanya sekilas tentang pranata sosial.
2. Kegiatan Inti (50 Menit)
Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dan lain-lain).
Guru menyajikan materi pelajaran tentang panata sosial.
Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota- anggota kelompok. Anggota yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
3.Penutup (20 Menit)
a. Guru mengevaluasi hasil diskusi.
b. Dengan bimbingan guru siswa membuat simpulan dari materi yang telah didiskusikan.
H. SumberBelajar
4. Bukupaket IPS terpaduklas VIII 5. LKS IPS Terpaduklas VIII
Lampiran 5
ANGKET MOTIVASI BELAJAR Nama :
Kelas : Hari/tanggal : Petunjuk Kegiatan:
a. Isilah identitas di atas dengan lengkap
b. Bacalah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan baik dan teliti
c. Berilah tanda checklist (√) pada jawaban yang dianggap paling sesuai yang anda lakukan/rasakan selama ini
Keterangan:
5 = Selalu 4 = Sering
3 = kadang-kadang 2 = jarang
1 = tidak pernah
No Pernyataan Jawaban
1 2 3 4 5
1 Sebelum jam pelajaran dimulai saya membaca buku pelajaran
2 Saya bersemangat dalam mengikuti proses
belajar mengajar
3 Saya bertanya pada teman kelas jika ada hal-hal yang belum saya pahami
4 Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
5 Saya membaca buku pelajaran setiap hari di rumah
6 Saya mencatat pelajaran yang diterangkan
oleh guru
7 Ketika melihat teman mendapat prestasi lebih baik dari saya, saya berusaha mengembangkan diri lebih giat
8 Saya memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh guru
9 Saya rajin belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus
10 Saya belajar dengan giat supaya menjadi anak yang beprestasi
11 Saya senang mendapat pujian pada saat proses pembelajaran
12 Saya senang jika ada hal-hal yang menarik pada saat proses pembelajaran berlangsung
13 Saya bersemangat mengikuti proses pembelajaran karena pembelajaran yang digunakan oleh guru saya beragam
14 Saya mengulangi materi pelajaran di rumah
15 Saya membuat jadwal belajar di rumah
Uji Validitas Instrumen
Nomor Item Instrumen Skor
No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1 Edi Supyanto 4 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 61
2 Faizah 3 4 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 58
3 Fitriatul Aini 2 3 2 3 3 2 4 4 2 4 4 3 4 4 4 48
4 Halimatus Zohriah 3 3 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 43
5 Hamzan Jayadi 4 3 3 5 3 4 4 4 4 3 4 4 3 5 4 57
6 Islahatul Diniati 2 3 2 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 3 4 54
7 Khairul Azmi 5 4 5 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 4 65
8 Katrun Goni 3 3 3 4 3 3 5 4 3 3 4 4 4 3 5 54
9 L. Hamdan 4 4 2 4 2 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 59
10 Lili Rahmayani 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 63
11 Liza Indriani 4 3 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 5 5 4 61
12 M. Fauzan Kholid 4 3 2 5 3 3 4 4 3 4 4 4 3 4 4 54
13 M. Hanafi 4 4 2 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 5 62
14 M. Kuswidiyanto 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 59
15 Mislaini 3 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 4 3 49
16 Nahjud Taisyir 4 5 5 5 3 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 64
17 Nurmayanti 4 3 5 4 4 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 60
18 Nurul Aini 4 4 5 4 5 4 4 3 4 5 4 3 4 4 4 61
Jumlah 65 65 61 73 59 67 74 70 69 69 72 70 72 72 74 1032
r hitung 0.739 0.625 0.655 0.488 0.554 0.68 0.487 0.484 0.789 0.574 0.589 0.552 0.513 0.53 0.478 r tabel 0,468 0,468 0,468 0,468 0,468 0,468 0,468 0,468 0,468 0,468 0,468 0,468 0,468 0,468 0,468 Validitas valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid valid
Lampiran 7
1. Uji Hipotesis Model Pembelajaran IOC
X Y X^2 Y^2 X*Y
55 63 3025 3969 3465
53 61 2809 3721 3233
49 62 2401 3844 3038
55 64 3025 4096 3520
57 68 3249 4624 3876
50 58 2500 3364 2900
54 60 2916 3600 3240
52 62 2704 3844 3224
49 60 2401 3600 2940
54 67 2916 4489 3618
54 59 2916 3481 3186
50 60 2500 3600 3000
52 60 2704 3600 3120
51 66 2601 4356 3366
53 59 2809 3481 3127
51 60 2601 3600 3060
54 64 2916 4096 3456
51 63 2601 3969 3213
944 1116 49594 69334 58582
Untuk menguji hipotesis digunkan uji-t dengan rumus t-sampel related sebab dalam hal ini sampel yang digunakan hanya satu kelompok, rumusnya sebagai berikut:
− +
= −
2 2 1 1 2
2 2 1 2 1
2 1
2 n
s n r s n s n s
X t X
dimana r =
{
12 ( 1 21)2(}{
1)( 22 2() 2)2}
2
1
∑ ∑ ∑ ∑
∑
∑
∑
−
−
= −
x x
N x x
N
x x x
x rxx N
Sebelum menganalisis data dengan uji t-sampel related terlebih dahulu, dilakukan perhitungan untuk menacari nilai r.