• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen NIRFAH - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 136-139)

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Variasi bahasa alay ditinjau dari ilmu folklore adalah salah satu bentuk (genre) foklor yang disebut ”ujaran rakyat” (folk speech). Slang ini dapat berupa satu kalimat, tetapi dapat juga terdiri sebuah kata yang tidak lazim di dalam bahasa nasional Indonesia yang resmi. Bahasa Indonesia alay merupakan bagian dari bahasa Slang yang dirumuskan sebagai ragam bahasa yang tidak resmi digunakan oleh kaum remaja, waria atau kelompok sosial tertentu untuk komunikasi intern sebagai usaha orang di luar kelompoknya tidak mengerti, berupa kosakata yang serba baru dan berubah-ubah. Variasi bahasa Slang digunakan kaum remaja berupa ujaran yang bercirikan dengan kosa kata yang baru ditemukan dan cepat berubah, digunakan oleh kaum muda atau

125

kelompok sosial dan profesional untuk komunikasi di dalamnya.

Variasi atau variasi bahasa menurut pemakai dinamakan dialek yang terdiri atas dialek regional yang digunakan pada daerah tertentu, dialek sosial yang dipakai oleh kelompok sosia tertentu, misalnya dialek wanita, remaja dan sebagainya; serta dialek temporal yaitu dialek yang dipakai dalam kurun waktu tertentu.

Penggunaan bahasa Indonesia variasi alay di kalangan siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar dilihat dari faktor jenis kelamin dan tingkat pendidikan (kelas) siswa ketika berbicara kepada gurunya pada saat berdiskusi, tanya jawab, menyampaikan saran/ide/gagasan dan meminta bantuan berada pada kategori jarang (frekuensi penggunaan rendah). Adapun penggunaan bahasa Indonesia variasi alay kalangan siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar dilihat dari faktor jenis kelamin dan tingkat pendidikan (kelas) siswa ketika berbicara kepada temannya pada saat berdiskusi, tanya jawab, menyampaikan saran/ide/gagasan dan meminta bantuan berada pada kategori sering (frekuensi penggunaannya tinggi).

Karakteristik penggunaan kosakata bahasa Indonesia variasi alay di kalangan siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar dilihat dari segi penggunaannya yang terdiri atas kosakata yang penggunaannya umum diambil dari kosakata dialek Jakarta dan diambil dari bahasa Inggris. Penggunaan secara lokal diambil dari

126

bahasa daerah setempat.dari segi bentuk, kosakata tersebut dapat diklasifikasikan menjadi singkatan, bentuk akronim, dan bentuk bahasa daerah. Selain itu, bentuk kosakata bahasa Indonesia variasi alay di kalangan siswa juga dapat dilihat dari segi tema dan penggunaan kata yang terdiri: masalah cinta remaja; kenakalan remaja; nama orang; nama tempat; sifat; nama produk/merek barang; aktivitas; panggilan/sebutan; teknologi; dan nama kelompok/geng.

Faktor-faktor penyebab bahasa Indonesia variasi alay di kalangan siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu berdasarkan data responden yaitu siswa kelas XII, XI, dan X pada umumnya memperoleh bahasa Indonesia variasi alay dari (1) teman, (2) media elektronik (TV, media cetak), dan (3) lingkungan sekitar.

Dalam penelitian ini, kaum perempuan lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia variasi alay dibandingkan dengan kaum laki-laki baik secara formal maupun nonformal. Hal ini disebabkan karena adanya kaum perempuan yang salah menafsirkan mengenai makna emansipasi wanita yang sebenarnya.

127

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis data, dapat ditarik beberapa simpulan sebagai berikut:

1. Penggunaan bahasa Indonesia variasi alay di kalangan siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar dilihat dari faktor jenis kelamin dan tingkat pendidikan (kelas) siswa ketika berbicara kepada gurunya pada saat berdiskusi, tanya jawab, menyampaikan saran/ide/gagasan dan meminta bantuan berada pada kategori jarang (frekuensi penggunaan rendah). Adapun penggunaan bahasa Indonesia variasi alay kalangan siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar dilihat dari faktor jenis kelamin dan tingkat pendidikan (kelas) siswa ketika berbicara kepada temannya pada saat berdiskusi, tanya jawab, menyampaikan saran/ide/gagasan dan meminta bantuan berada pada kategori sering (frekuensi penggunaannya tinggi).

2. Karakteristik penggunaan kosakata bahasa Indonesia variasi alay di kalangan siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar dilihat dari segi penggunaannya yang terdiri atas kosakata yang penggunaannya umum diambil dari kosakata dialek Jakarta dan diambil dari bahasa Inggris.

Penggunaan secara lokal diambil dari bahasa daerah setempat.dari segi bentuk, kosakata tersebut dapat diklasifikasikan menjadi

128

singkatan, bentuk akronim, dan bentuk bahasa daerah. Selain itu, bentuk kosakata bahasa Indonesia variasi alay di kalangan siswa juga dapat dilihat dari segi tema dan penggunaan kata yang terdiri: masalah cinta remaja; kenakalan remaja; nama orang; nama tempat; sifat; nama produk/merek barang; aktivitas; panggilan/sebutan; teknologi; dan nama kelompok/geng.

3. Faktor-faktor penyebab bahasa Indonesia variasi alay di kalangan siswa SMK Komputer Mutiara Ilmu berdasarkan data responden yaitu siswa kelas XII, XI, dan X pada umumnya memperoleh bahasa Indonesia variasi alay dari (1) teman, (2) media elektronik (TV, media cetak), dan (3) lingkungan sekitar.

B. Saran

Berdasarkan kajian teori hasil penelitian ini, maka penulis menyarankan beberapa hal yaitu:

1. Penggunaan bahasa Indonesia variasi alay kalangan SMK Komputer Mutiara Ilmu Makassar walaupun sifatnya hanya muncul sementara, harus mendapat perhatian serius dari guru secara umum khususnya guru bahasa Indonesia karena penggunaan bahasa Indonesia variasi alay yang tidak terkendali bisa memengaruhi tata bahasa Indonesia dan akan memunculkan kesulitan dalam mengungkapkan penelaahan dan penerapan dalam bahasa Indonesa. Pelanggaran struktur yang baku bisa mengakibatkan gangguan pada pengecapan tatanan yang sudah ada.

129

2. Siswa hendaknya tidak menggunakan bahasa Indonesia variasi alay dalam suasana resmi. Guru senantiasa mengarahkan dan membimbing sehingga siswa tidak membiasakan kesalahan berbahasa, yang bertentangan dengan tujuan belajar bahasa Indonesia menurut EYD. Penelitian dan pengkajian di bidang linguistik, khususnya linguistik terapan, harus mendapat perhatian lebih banyak dibandingkan kajian di bidang linguistik murni. Hal ini menjadi tuntutan karena perkembangan teknologi yang begitu cepat yang membawa pengaruh kepada berpadunya berbagai ilmu dalam menghasilkan suatu kajian baru, termasuk dalam bidang linguistik.

130

DAFTAR PUSTAKA

Adhani. 2009. Interferensi dan Integrasi.

(http:/adhani.wimamadiun.com/materi/sosiolinguistik/bab6.pdf.)diak ses 10 Januari 2011.

Alwasilah, A. Chaedar. 1985. Sosiolinguistik Bahasa. Surabaya: Budaya Angkasa.

. 1993. Politik Bahasa dan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Alwi, Hasan dan Sugono, Dendy. 2000. Politik Bahasa: Risalah.

Alwi, Hasan, dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Indonesia Edisi Ketiga.

Jakarta: Balai Pustaka.

Aslinda dan Syafyahya. 2010. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: Rafika Aditama.

Asri. 2009. Variasi Bahasa Indonesia di Kalangan Pelajar di Kabuaten Kolaka. Tesis (tidak diterbitkan). Makassar: Universitas Hasanuddin.

Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif. Surabaya. Kencana Prenada Media Group.

Cahyono, Bambang Yudi. 1995. Kristal-kristal Ilmu Bahasa. Surabaya:

Airlangga University Press.

Chaer, Abdul dan Leoni Agustina. 1995. Sosiolinguistik Perkenalan Awal.

Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 1998. Pengantar Ilmu Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. 2004. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Fasold, Ralph.1984. The Sociolinguistics of Society. England: Basil Blackwell Publisher.

Ghamber, J.K. 2006. Linguistik Variation and in Social Significance.

Toronto: Univerity of Toronto.

130

131

Ginting, Wahyu Putra. 2010. Sosiolinguistik: Suatu Pengenalan. Malaysia:

Dewan Mahasa.

Hasan, M. Iqbal. 1999. Statistik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

http://lupherblueniz.blogspot.com/2010/03/definisi-alay-menurut-para-ahli.

Hudson. R.A. 1980. Sociolinguistics. Cambridge: Henarry Offset.

Keraf. Gorys. 1980. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, Harimurti. 1982. Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Flores:

Nusa Indah.

. 1984. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia.

Jakarta: Universitas Indonesia.

. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Kompas Online. 2006. Bahasa Gaul aagitu Lhooo.

(http://www2.kompas.com/kompascetak/0609/15/muda.2954993.htm).

diakses 10 Januari 2011.

Moeliono, Anton M. 1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta:

Balai Pustaka.

Moloeng, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mustakim. 1994. Membina Kemampuan Berbahasa: Panduan ke Arah Kemahiran Berbahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Nababan, P.W.J. 1994. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Ohoiwutun, Paul. 1977. Sosiolinguistik: Memahami Bahasa dalam Konteks Masyarakat dan Kebudayaan. Jakarta: Kasaint Blanc.

Pateda, Mansoer. 1987. Sosiolinguistik. Bandung: Angkasa.

Poerwadarminta, W. J. S. 2008. Kajian Bahasa Indonesia. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Pribadi, Doni Judian. 2010. Kamus Gaul Alay. Yogyakarta: Kata Baku.

132

Ramlan, M. 2009. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: C.V.

Karyono.

Riasa, Nyoman. 2006. Bahasa ABG dalam Cerpen Remaja: Implikasi Pengajarannya bagi Siswa-siswa Sekolah Menengah di Australian.

Jakarta: Puspa Swara.

Silal Arimi. “Sosiolinguistik”

http://i-elisa.ugm.ac.id./ inex.php?app=komunitas_ home diakses pada 15 April 2008.

Siregar, Abdul. 1998. Kajian Sosiolinguisitik Terapan. Yogyakarta: Sabda.

Sugono, Dendy. 1994. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakara:

Puspa Swara.

Sumarsono, dkk. 2002. Bahasa Gaul. Yogyakarta: Sabda.

Sunaryo. 2000. Penggunaan Bahasa.” (http://www2,kompas. com.htm, diakses 10 September 2008).

Susi, Yuliawati. 2008 Situasi Kebahasaan di Wilayah Pangandaran: Suatu Kajian “Sosiolinguistik tentang Pergeseran dan Pemertahanan Bahasa”. Makalah. Bandung: Fakultas Sastra Unpad University Press. Kompas, 22 Agustus 2005.

Suwito. 1985. Pengantar Awal Sosiolinguistik: Teori dan Problema.

Surakarta: Henary Offset.

Tarigan, Henry Guntur. 1988. Keterampilan Berbicara (Suatu Keterampilan Berbahasa). Bandung: Angkasa.

Wardhaugh, Ronald. 1986. An Intriduction to Lingusitics. New York: Basil, Blackwell.

Warsiman. 2007. Kaidah Bahasa Indonesia yang Benar: untuk Penulisan Karya Ilmiah (Laporan-Skripsi-Tesis-Desertasi). Bandung: Dewa Ruchi.

Wilies, Sofyan S. 1994. Problema Remaja dan Pemecahannya. Bandung:

Angkasa.

Williams, Raymond. 1960. Cultural and Society. New York: Anchor Book.

_______ . 1985. Keywords. United States: Oxford University Press Yusuf, Suhendra. 1994. Seni Berbahasa. Surakarta: Angkasa Prima.

135

VARIASI BAHASA ALAY DI KALANGAN SISWA SMK KOMPUTER MUTIARA ILMU MAKASSAR: KAJIAN SOSIULINGUITIK

Kuisioner ini meliha penggunaan bahasa Indonesia variasi alay di kalangan SMK Komputer Mutiara Ilmu.

Pertanyaan yang diajukan meminta Anda untuk memilih salah satu jawaban yang tersedia. Setiap pertanyaan yang diajukan tidak memiliki jawaban yang salah. Semua jawaban dianggap benar. Anda juga tidak perlu mencantumkan identitas pribadi setelah mengisi kuesioner ini. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kessediaan Anda untuk mengisi ini dengan sebaik-baiknya.

I. Identitas Responden

1. Jenis Kelamin : Laki-laki / perempuan

2. Usia :

3. Tempat Tinggal : 4. Kelas :

II. Daftar Kosakata Bahasa Indonesia Variasi Alay

Isilah kolom di bawah ini dengan kosakata bahasa Indonesia variasi alay yang Anda ketahui dan sering digunakan di lingkungan sekolah disertai artinya dan asal peemerolehannya.

Kuesioner

136

No. Kosakata Variasi Alay Arti/Makna Asal Pemerolehan 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

137

III. Penggunaan Bahasa Indonesia Ragam Gaul Pada Saat Proses Belajar Mengajar Di Dalam Kelas.

1. Jika berbicara kepada guru saat berdiskusi , saya menggunakan bahasa Indonesia variasi alay

A. Sering B. Jarang C.Tidak Pernah 2. Jika berbicara kepada teman berdiskusi, saya menggunakan

bahasa Indonesia variasi alay

A. Sering B. Jarang C.Tidak Pernah 3. Jika berbicara kepada guru pada saat tanya jawab , saya

menggunakan bahasa Indonesia variasi alay

A. Sering B. Jarang C.Tidak Pernah 4. Jika berbicara kepada teman pada saat tanya jawab , saya

menggunakanan bahasa Indonesia variasi alay

A. Sering B. Jarang C.Tidak Pernah 5. Jika berbicara kepada guru pada saat meyampaika

saran/ide/gagasan , saya menggunakan bahasa Indonesia ragam gaul

A. Sering B. Jarang C.Tidak Pernah 6. Jika berbicara kepada teman pada saat menyampaikan

saran/ide/gagasan , saya menggunakan bahasa Indonesia variasi alay

A. Sering B. Jarang C.Tidak Pernah

7. Jika berbicara kepadaa guru pada saat meminta bantuan , saya menggunakan bahasa Indonesia variasi alay

A. Sering B. Jarang C.Tidak Pernah

8. Jika berbicara kepada teman pada saat meminta bantuan, saya menggunakan bahasa Indonesia variasi alay

A. Sering B. Jarang C.Tidak Pernah Terima Kasih...

Dalam dokumen NIRFAH - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 136-139)

Dokumen terkait