BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan analisis hasil penelitian studi literatur yang dilakukan pada lima puluh jurnal ilmiah berkaitan dengan discovery learning, didapatkan jenis media pembelajaran yang paling banyak digunakan adalah jenis media video. Jenis media pembelajaran ini paling banyak digunakan karena jenis media ini merupakan jenis media yang selain memberikan informasi dapat menjadi hiburan, sehingga lebih cepat ditangkap dan dipahami oleh siswa. Selain itu juga guru akan lebih mudah menyampaikan materi dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat pada table 4.2 persentase Jenis media video sebesar 22%.
Penggunaan media video sangat tidak ragukan lagi di dalam kelas. Dengan video peserta didik mampu melihat langsung suatu peristiwa yang tidak bisa dilihat secara langsung, berbahaya, maupun peristiwa masa silam yang tidak dapat dibawa langsung ke dalam kelas. Peserta didik dapat mengulang kembali video tersebut sesuai kemauan dan keperluan mereka. Pembelajaran dengan media video dapat menumbuhkan minat serta memotivasi peserta didik agar selalu memperhatikan pelajaran.
Menurut Daryanto (2011: 79), mengemukakan beberapa kelebihan penggunaan media video, antara lain : 1) Video menambah suatu dimensi baru di dalam pembelajaran, video menyajikan gambar bergerak kepada siswa disamping suara yang menyertainya. 2) Video dapat menampilkan suatu fenomena yang sulit untuk dilihat secara nyata.
Sedangkan kekurangannya, antara lain : 1) Opposition Pengambilan yang kurang tepat dapat menyebabkan timbulnya keraguan penonton dalam menafsirkan gambar yang dilihatnya. 2) Material pendukung video membutuhkan proyektor agar dapat menampilkan gambar yang ada di dalamnya. 3) Dana dalam membuat video membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Ronald Anderson (1987: 105) media video mempunyai kelebihan, antara lain: 1) Dengan menggunakan video yang diikuti suara atau tidak, kita dapat menunjukkan kembali gerakan tertentu. 2) Dengan menggunakan efek tertentu dapat diperkokoh baik proses belajar maupun nilai hiburan dari penyajian itu. 3) Dengan video, informasi dapat disajikan secara serentak pada waktu yang sama di lokasi (kelas) yang berbeda dan dengan jumlah penonton atau peserta yang tak terbatas dengan jalan menempatkan monitor di setiap kelas. 4) Dengan video siswa dapat belajar secara mandiri. Sedangkan keterbatasan penggunaan media video, antara lain : 1) Biaya produksi video sangat tinggi dan hanya sedikit orang yang mampu mengerjakannya. 2) keterbatasan jumlah penonton dengan layar monitor yang kecil, kecuali jaringan monitor dan proyeksi video dicopy atau di perbanyak.
3) Ketika akan digunakan, peralatan video harus sudah tersedia di tempat penggunaan. 4) Sifat komunikasi media video bersifat satu arah sehingga harus diimbangi dengan pencarian bentuk umpan balik yang lain.
Pada sebuah media pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga dengan media video. Pada penayangan media video tidak dapat berdiri sendiri, media video ini membutuhkan alat pendukung seperti LCD guna memproyeksikan gambar maupun speaker aktif dalam memberikan suara agar terdengar
jelas. Dalam penggunaannya media video hanya bersifat satu arah, sehingga peserta didik hanya memperhatikan media video, hal seperti ini yang perlu diperhatikan oleh guru.
Dikarenakan sifat media video dapat diulang-ulang maupun diberhentikan, maka guru dapat mengajak berkomunikasi dengan peserta didik tentang isi/pesan dari video yang dilihat, maupun tanya jawab tentang video yang disimak. Sehingga sifat komunikasi videotersebut tidak bersifat satu arah.
Dari beberapa pendapat para ahli di atas peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa kelebihan dan kelemahan media video yaitu: a. Kelebihan: mampu memberikan informasi yang lalu serta bisa memutar ulang sesuai kebutuhan sehingga mempermudah siswa untuk mengingat kembali pelajaran yang diberikan. b. Kelemahan: Penggunaan jenis media video ini bergantung pada daerah yang memiliki jaringan listrik yang stabil.
Dari hasil analisis, siswa yang diajar dengan media konvensional rata-rata didapatkan belum mencapai kriteria ketuntasan. Hal ini disebabkan siswa masih bingung dan kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan. Sebagaimana dikatakan oleh Majid (2013) kesulitan belajar adalah salah satu hambatan terhadap upaya siswa dalam mencapai tujuan belajar.
Hal ini disebabkan pada saat guru menjelaskan materi yang sedang diajarkan siswa kurang aktif. Hal ini terbukti dalam penelitian Eko Mulyadi, dari hasil penelitianya menunjukan bahwa rendahnya kinerja dan prestasi siswa terlihat pada saat pembelajaran siswa kurang aktif, guru yang lebih banyak menjelaskan sehingga kompetensi sikap siswa dalam mengingat dan memahami kurang terbentuk.
Sedangkan jenis media yang paling sedikit digunakan dalam model pembelajaran
discovery learning yaitu media hypercontent.
Menurut syaiful bahri djamara Simonson, Smaldino, Albright, dan Zvacek (2005, 137-138) mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis TIK terutama yang basisnya adalah internet pada dasarnya merupakan pembelajaran berbasis jaringan. Salah satu sebutan yang familiar dan dikemukakan oleh mereka adalah hypercontent-designed instruction, yakni pembelajaran yang didesain secara terstruktur dengan menggunakan pendekatan hypercontent.
Secara sederhana hypercontent bisa dipahami sebagai konsep yang menjalinkan satu materi dengan materi lain secara simultan dalam satu program teknologi digital tertentu. Logikanya tidak jauh dari hypertext, yakni satu teks memuat banyak teks lain yang saling terhubung satu sama lain. Wujud riilnya adalah menu-menu tampilan di halaman website, jika di-klik maka akan membawa pengguna (user) pada materi satu dan lainnya. Dengan kata lain: sebuah teks sebenarnya menampung dan menghubungkan dengan teks-teks lain (hyper). Disini media hypercontent paling sedikit dipakai karena media ini belum terlalu lama digunakan yaitu sekitaran satu tahun dan pengaplikasiaanya masih belum banyak yang tahu. Serta banyaknya yang tidak tahu bahwa hypercontent adalah media.
Olehnya itu dengan mengacu hasil analisis pada lima puluh jurnal ilmiah yang berkaitan dengan discovery learning , maka guru melakukan upaya perbaikan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Pada upaya perbaikan diperoleh rata-rata telah mencapai kriteria ketuntasan. Hal ini terjadi karena siswa mengikuti pembelajaran dengan baik dan memahami materi yang mereka telah terima.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Musriyatul Fikriyah, Indrawati dan Agus Abdul Ghani, dimana terjadi peningkatan pada jenjang kognitif (menganalisis), hal ini dikarenakan adanya rasa ingin tahu pada diri peserta didik pada saat melakukan percobaan sehingga peserta didik benar-benar melakukan pengamatan atas percobaan yang dilakukan.
Hasil ini di dukung juga oleh penelitian Khilya Ulfa, Achmad Buckhori, dan Yanuar Hery Murtianti, bahwa model pembelajaran guided discovery learning untuk video pembelajaran lebih baik dari pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah.
Peserta didik sangat setuju dengan penerapan model pembelajaran discovery learning berbantuan media karena lebih bermanfaat bagi mereka, membuat mereka terampil sehingga dapat membuat gagasan-gagasan baru. Selain itu, dengan model pembelajaran berbantuan membuat mereka termotivasi, mengemukakan pendapat sehingga suasana belajar lebih aktif, materi mudah diingat, dan membuat fisika lebih menarik untuk dipelajari. Peserta didik merasa setuju apabila pembelajaran berbantuan media dapat mengeksplorasi diri mereka sendiri. sehingga diperoleh peningkatan hasil belajar.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amalia. R, dkk mengajar dengan discovery selain berkaitan dengan penemuan juga bisa meningkatkan keterampilan berpikir kreatif. Di sisi lain untuk lebih meningkatkan kreatifitas siswa, model discovery sangat cocok untuk menaikkan kemampuan berpikir siswa.
Penggunaan media video pembelajaran, merupakan media variasi dalam model
pembelajaran yang bersifat praktis dan menarik, sehingga dapat membantu guru dalam penyampaian materi pelajaran.
Peneliti menemukan kelemahan peneliti dalam melakukan analisis. Kurangnya pemahaman peneliti dalam menganalisis sehingga hasil dari analisis ini masih perlu penyesuaian agar kedepan karya ilmiah ini bisa lebih sempurna.
Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning peserta didik didorong agar mampu belajar secara aktif dan mandiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, dan guru mendorong peserta didik agar memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.
Meskipun memiliki beberapa kelemahan, penggunaaan model pembelajaran discovery learning berbantuan media dalam proses pembelajaran telah mampu meningkatkan hasil belajar dan mendapatkan respons yang baik dari siswa, artinya secara keseluruhan penggunaaan model pembelajaran discovery learning berbantuan media memberikan pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa, sehingga media sangat diperlukan dalam menggunakan model pembelajaran saat proses belajar mengajar berlangsung.
77 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan tujuan penelitian, hasil dan pembahasan, maka kesimpulan penelitian ini yaitu:
1. Analisis hasil penelitian library research yang dilakukan pada lima puluh jurnal ilmiah berkaitan dengan discovery learning, didapatkan jenis media pembelajaran yang paling banyak digunakan adalah jenis media Video dengan persentase 22%, PhET = 20%, Audiovisual = 14%, Animasi = 10%, Multimedia dan Powerpoint = 8%, Macromedia Flash = 4%, Hypercontent, Web, Shared dan Webed, Sciens KIT Lab, Teknologi Augmented Reality, Program Cabri 3D, dan Presentasi Prezi = 2 %.
2. Jenis media video adalah jenis media yang paling banyak digunakan pada model pembelajaran discovery learning berbantuan media dengan persentase 22%.
3. Jenis media Hypercontent, Web, Shared dan Webed, Sciens KIT Lab, Teknologi Augmented Reality, Program Cabri 3D, dan Presentasi Prezi adalah jenis media yang paling sedikit digunakan pada model pembelajaran discovery learning berbantuan media dengan persentase 2%.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Penggunaan media pada model pembelajaran sangat efektif digunakan dalam proses belajar mengajar sehingga diharapkan dapat diterapkan di sekolah- sekolah.
2. Guru sebaiknya mengelola waktunya dengan efektif dan efisien. Pengelolaan waktu yang efektif dapat membantu siswa dalam menyelesaikan tiap tahap pembelajaran dengan sebaik mungkin.
3. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat dianalisis lebih dalam lagi dengan menggunakan sumber data lebih dari lima puluh jurnal ilmiah agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Adlina. et. All. 2019. Efektivitas Model Discovery Learning Berbantuan Simulasi Phet Terhadap Hasil Belajar Fisika Di Kelas X SMA Swasta Al-Washliyah 1 Medan. Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika. Universitas Negeri Medan. 9-18.
Afifuddin & Sabeni, B. A. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Pustaka Setia.
Alfiah, R. A. et. All. 2018. Analisis Keterlaksanaan Model Discovery Learning Berbantuan Multimedia Pembelajaran Asam Basa dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Kota Jambi. Journal Of The Indonesian Society Of Integrated Chemistry. Universitas Jambi. 10(1):
21-28.
Alwasilah, A. C. 2009. Pokoknya Kualitatif. Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya.
Amalia, Fitri. et. All. 2018. Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Audiovisual Terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 31 Padang. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Universitas Negeri Padang. 1(7): 125-132.
Anggreni, Y. D & Festiyed. 2019. Analisis Pendahuluan Pengembangan Buku Praktikum Berbasis Discovery Learning Berbantuan Science KIT Lab Terhadap Implementasi Pendidikan Masa Depan Indonesia. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika. Universitas Negeri Padang. 5(1): 17-24.
Arief, S. Sardiman, dkk. 2003. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Ariyani, Rahmi Dwi, et. All. 2017. Model Pembelajaran Guided Discovery (Gd) Disertai Media Audiovisual Dalam Pembelajaran Ipa (Fisika) Di SMP. Jurnal Pembelajaran Fisika. Universitas Jember. 6(4): 397-403.
Arsyad, M. Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Arviyana, Maretta. et. All. 2017. Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Audiovisual Terhadap Keterampilan Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Padang. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Negeri Padang. 6(2): 183-191.
Arviyana, Maretta. ett. All. 2017. Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Audiovisual Terhadap Keterampilan Menulis Teks Prosedur Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Padang. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Negeri Padang. 6(2): 183-191.
Astuti, Y. W. et. All. 2019. Pengembangan Powerpoint dengan Discovery Learning Materi Pencemaran Lingkungan Kelas X SMAN 4 Palembang. Bioeduscience. Universitas Muhammadiyah Palembang. 3(2): 57-65.
Atika, Deni. et. All. 2018. Pengaruh Metode Discovery Learning Berbantuan Video Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa SMA. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia.
Universitas Negeri Semarang. 12(2): 2149-2158.
Basiradanuwijaya, Trisnawaty & Thamrin, N. S. 2019. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IX MTS 1 Model Palu pada Kompetensi Dasar “Stating the Intention/Purpose” dalam Pembelajaran Bahasa Inggris menggunakan Discovery Learning Berbantuan Video. Jurnal Kreatif Online. Universitas Tadulako. 7(3): 208-219.
Budiningsih, Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaeranti, S. N. et. All. 2018. Modul Yang Dilengkapi Dengan Teknologi Augmented Reality: Cara Mudah Belajar Fisika Untuk Konsep Dan Fenomena Kuantum Di SMA Kelas XII. Prosiding Seminar Nasional Fisika (E-Journal). Universitas Negeri Jakarta. 7: 118-128.
Damayanti, S. Q. et. All. 2016. Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Animasi Macromedia Flash Disertai Lks Yang Terintegrasi Dengan Multirepresentasi Dalam Pembelajaran Fisika Di SMA. Jurnal Pembelajaran Fisika. Universitas Jember. 4(4): 357-364.
Daryanto. 2011. Model Pembelajaran. Bandung: PT Sarana Tutorial Nurani Sejahtera.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Embun, B. (2020, April 17). Banjir Embun. Retrieved From Penelitian Kepustakaaan:
http://banjirembun.blogspot.co.id/2012/04/penelitian kepustakaan.html.
Farid, A. M. Miftah. et. All. Pengaruh Media Simulasi Phet Menggunakan Model
Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik. Jurnal Nalar Pendidikan. Universitas Negeri Makassar. 6(2): 1-8.
Fitri, Rahayu. et. All. 2018. Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Audiovisual Terhadap Keterampilan Menulis Teks Fabel Siswa Kelas VII SMP Negeri 7 Padang. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Negeri Padang. 7(3): 287-294.
Hamalik, Oemar. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi aksara.
Handayani, Elsa & Simamora, Pintor. 2019. Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Phet Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Tingkat SMA Pada Materi Pokok Fluida Dinamis. Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika.
Universitas Negeri Medan. 21-27.
Handayani, Yusri & Marisda, D.H. 2019. Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Hypercontent Pada Konsep Suhu Dan Kalor. Jurnal Pendidikan Fisika dan Terapannya. Universitas Muhammadiyah Makassar. 1(1): 32-37.
Hariyanto, Agus. 2016. Pengaruh Discovery Learning Berbantuan Paket Program Simulasi Phet Terhadap Prestasi Belajar Fisika. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. UPTD SMAN 1 Kertosono. 1(3): 365-377.
Hidayat, Rian. et. All. 2019. Pengaruh Model Guided Discovery Learning Berbantuan Media Simulasi PhET Terhadap Pemahaman Konsep Fisika Siswa. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika. Universitas PGRI Palembang. 7(2): 97-104.
Hikmah, B. N. et. All. 2017. Pengaruh Media Animasi Pada Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik. Simposium Nasional MIPA Universitas Negeri Makassar. Universitas Negeri Makassar. 90-94.
Hosnan, M. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Hutapea, Lisbeth. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Program Cabri 3D untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Materi Pokok Dimensi Tiga. Jurnal Matematika. SMAN 8 B. Lampung. 2(1): 77-85.
Indriana, Dina. 2011. Ragam Alat Bantu Media Pengajaran. Jokjakarta: Diva Perss.
Jalil, Muhamad. et. All. 2016. Pengembangan Pembelajaran Model Discovery Learning Berbantuan Tips Powerpoint Interaktif Pada Materi Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungan. Jurnal Refleksi Edukatika. Program Pasca Sarjana Pendidikan IPA Universitas Negeri Semarang. 6(2): 130-137.
Jauhari, Tantawi. et. All. 2016. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Media Phet Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMAN 1 Gunungsari Tahun Pelajaran 2015/2016. Jurnal Pendidikan Fisika dan
Teknologi. Universitas Mataram. 2(1): 7-12.
Jonathan, Sarwono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan kualitatif. Yokyakarta:
Graha Ilmu.
Joyce, Weil & Colhoun. 2009. Models Of Teaching Model-Model Pengajaran.
Yokyakarata: Pustaka Pelajar.
Kalatting, Sherly. et. All. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Web Menggunakan Pendekatan Guided Discovery Learning. Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika Universitas Negeri Jakarta.
1(1): 1-8.
Kausar, Al. et. All. 2020. Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Videoscribe terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Koordinat Kartesius di SMPN 7 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika. Universitas Syiah Kuala. 5(1): 62-69.
Kemp & Dayton. 2011. Planning and Procing Instructional Media (Fith Edition). New York: Harper & Row, Publisher.
Khaerunnisa. 2018. Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Audiovisual Terhadap Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi (Penelitian Tindakan pada Siswa Kelas XI di SMA Dharma Karya UT Kota Tangerang Selatan). Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. Universitas Muhammadiyah Jakarta. 6(2): 71-81.
Khanah, Nur. et. All. 2019. Efektivitas Model Project Based Learning (Pjbl) Dan Model Discovery Learning (Dl) Berbantu Macromedia Flash Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII. Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika. Universitas PGRI Semarang. 135-145.
Kusrini, et. All. 2018. Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Powerpoint Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.
Musamus Journal Science Education. Universitas Musamus. 1(1): 27-32.
Lidiana, Hamidah. ett. All. 2018. Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Phet Terhadap Hasil Belajar Fisika Peserta Didik Kelas XI SMAN 1 Kediri Tahun Ajaran 2017/2018. Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi.
Universitas Mataram. 4(1): 33-39.
Majid, Abdul. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.
Medianty, S. U. et. All. 2018. Penerapan Model Discovery Learning Dengan Menggunakan Media Video Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA 1 SMAN 1 Kota Bengkulu. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Kimia. Universitas Bengkulu. 2(1): 58-65.
Mulyadi, Eko. 2015. Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Kinerja dan Prestasi Belajar Fisika Siswa SMK. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. 22(4): 387.
Mulyar, L. D. 2018. Pengembangan Modul Elektronik Model Discovery Learning Materi Hukum Newton Tentang Gerak Dengan Video Stop Motion. Prosiding Seminar Nasional Fisika (E-Journal). Universitas Negeri Jakarta. 7: 129-136.
Niswatuzzahro, Vivi. et. All. 2018. Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Kelas 5 SD.
Universitas Muria Kudus. 273-284.
Nuriza, U. et. All. 2019. Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis dan Motivasi Belajar Matematika Siswa Melalui Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Macromedia Flash 8. Jurnal Peluang. Universitas Syiah Kuala.7(1):
64-72.
Nurulhidayah, M. R. et. All. 2020. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Menggunakan Media Simulasi Phet Terhadap Pemahaman Konsep Fisika Siswa.
Jurnal Pendidikan Fisika. Universitas Muhammadiyah Metro. 8(1): 95-103.
Pratiwi, Wulan. ett. All. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Berbantuan Media Video Pembelajaran Fisika Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa di SMA Negeri 4 Palu. Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online.
Universitas Tadulako. 5(1): 41-44.
Purwanto. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi dan Pendidikan.
Yokyakarta: Pustaka Belajar.
Putra, I. G. D. et. All. 2020. Hasil Belajar IPS Menggunakan Kolaborasi Model Discovery Learning Berbasis Media Animasi. Journal of Education Technology.
Universitas Pendidikan Ganesha. 4(2): 103-109.
Puwanto, Andik & Wahyuni, Sri. 2018. Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMAN 6 Kita Bengkulu Dengan Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Berbantuan Media Animasi. Prosiding Seminar Nasional Fisika (E-Journal). Universitas Negeri Jakarta. 7: 152-160.
Rahayu, Anggun. et. All. 2016. Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Audiovisual Terhadap Keterampilan Menulis Berita Siswa Kelas VIII SMP Negeri 28 Padang. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Negeri Padang. 5(2): 44-51.
Rahayu, N. P & Dwikoranto. 2020. Efektivitas Model Pembelajaran Simulasi Berbantuan Phet Untuk Pembelajaran Fisika Ditinjau Dari Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik SMA. Inovasi Pendidikan Fisika. Universitas Negeri Surabaya. 9(2): 104-110.
Rahmayani, Aprilia. et. All. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Menggunakan Mediavideo Terhadap Hasil Belajar. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar. Universitas PGRI Semarang. 3(2): 246-253.
Riduwan. 2015. Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta.
Rostika, E. et. All. 2020. Dampak Penggunaan Model Discovery Learning Berbasis Media Blog Dan Multimedia Interaktif Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Materi Geografi. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran. Magister Studi Teknologi Pendidikan, Sekolah Pascasarjana IPI Garut. 5(1): 888-902.
Rusman. 2013. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru.
Jakarta. Rajawali Pers.
Salmina, Mik & Mustafa. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Materi Dimensi Tiga Dengan Bantuan Video Pembelajaran. Jurnal Numeracy. STKIP Bina Bangsa Getsempena. 6(2): 247-254.
Saputra, Wahyu & Nofita, Sari Ira. 2018. Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Animasi Macromedia Flash terhadap Aktivitas Siswa pada Materi Tekanan di SMP Negeri 1 Suhaid. Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya. IKIP PGRI Pontianak. 1(1): 17-21.
Saputro, H. E. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Dan Motivasi Melalui Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Multimedia Pada Materi Jujur, Amanah, Dan Istiqamah. Fitrah. Junior High School 2 Rembang Central Java, Indonesian. 1(2):
171-188.
Senjani, J. H. et. All. 2015. Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Video Pembelajaran Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Pada Pokok Bahasan Optika Geometris Kelas X SMA Negeri 2 Pati Tahun Pelajaran 2014/2015. Seminar Nasional Matematika Dan Pendidikan Matematika. Universitas PGRI Semarang.
31-37.
Sipahutar, Melva. et. All. 2018. Model Discovery Learning Berbantuan Media Adobe Flash Cs 6 Pada Materi Hukum Newton. Jurnal Pendidikan Fisika. Universitas Jambi.
3(2): 59-65.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Skripsi, Tesis dan Disertasi. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suprihatiningrum, Jamil. 2013. Strategi Pembelajaran Teori dan Aplikasi. Yokyakarta:
AR-RUZZ Media.
Syafriani, Dewi & Bancin, S.A.Br. 2020. Pembelajaran Kooperatif Stad Dan Discovey Learning Berbantuan Macromedia Flash Pada Materi Laju Reaksi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dan Menuntaskan Nilai KKM. School Education Journal. Universitas Negeri Medan. 10(2): 155-161.
Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktifisik.
Surabaya: Prestasi Pustaka Publisher.
Ulfa, Khilya. ett. All. 2017. Efektivitas Model Guided Discovery Learning untuk Video Pembelajaran Dalam Mengetahui Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa. Journal of Mathematics Education, Science and Technology.
Universitas PGRI Semarang. 2(2): 267-275.
Wabula, Mira. et. All. 2020. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Video Dan Problem Based Learning Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Biologi dan Terapan. Universitas Pattimura. 5(1):
29-41.
Wahyudi, Muhammad Amin. et. All. 2019. Efektivitas Pembelajaran Discovery Learning dan Mean Ends Analysis Berbantuan Media Presentasi Prezi terhadap Hasil Belajar Siswa. Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika. Universitas PGRI Semarang. 1(4): 8-15.
Yusuf, Muhammad & Wulan, A.R. 2015. Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Menggunakan Pembelajaran Tipe Shared dan Webbed untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains. Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika. Universitas Pendidikan Indonesia 1(2): 19-26.
Zed, M. 2014. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.