BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan Hasil Penelitian
pada tahun 2020 ke tahun 2021 rasio cepat kembali naik sebesar 21,63% menjadi 87,51%. Nilai rasio cepat tersebut dapat dikatakan rendah namun jika piutang perusahaan dapat ditagih, perusahaan dapat melunasi kewajiban lancarnya tanpa harus melikuidasi persediaan.
Untuk prinsip kehati-hatian perusahaan, maka besarnya quick ratio paling rendah adalah 150%. Artinya kewajiban jangka pendek 150% dijamin oleh aset lancar selain persediaan sebesar 150%.
Semakin tinggi nilai rasio maka menunjukkan semakin baik pula kinerja keuangan yang dicapai oleh perusahaan.
Hal ini menunjukkan bahwa pembayaran kewajiban jangka pendek yang dipenuhi aset lancar belum sepenuhnya dapat dibayarkan karena selisih aset lancar dengan persediaan yang jauh, mulai dari tahun 2019sampai dengan 2021 aset lancar terus meningkat dan persedian mengalami fluktuasi, sedangkan hutang lancar yang meningkat setiap tahun. Uraian diatas menunjukkan bahwa pembayaran kewajiban jangka pendek yang dipenuhi dengan aset lancar belum sepenuhnya dapat dibayarkan. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah jumlah persediaan dalam aset lancar yang sedikit.
56
Kinerja keuangan PT Telkom Indonesia Tbk. dilihat melalui analisis likuiditas dengan rasio lancar (Current Ratio).
Tabel 2.7
Hasil Penghitungan Current Ratio Tahun Aset Lancar Hutang Lancar
Current Ratio
Standar Industri
2019 41.722.000.000 58.369.000.000 71,47% Kurang Baik
2020 46.503.000.000 69.093.000.000 67,30% Kurang Baik
2021 61.277.000.000 69.131.000.000 88,63% Kurang Baik
Sumber data: Data diolah
Pada tahun 2020Current Ratio sebesar 71,47%, hal ini terlihat dari hasil penghitungan pada tahun 2019 Current Ratio sebesar 67,30% naik menjadi 71,47%. Meningkatnya Current Ratio ini disebabkan karena aset lancar pada tahun 2020 meningkat dari tahun 2019, aset lancar pada tahun 2019 sebesar Rp41.722.000.000 naik menjadi Rp46.503.000.000 pada tahun 2020.
Tahun 2021 Current Ratio meningkat sebesar 88,63%, hal ini terlihat dari hasil penghitungan pada tahun 2020 sebesar 67,30% menjadi 88,63%, hal ini disebabkan karena meningkatnya aset lancar dari tahun 2020 hingga 2021 sebesar Rp46.503.000.000 naik menjadi Rp61.277.000.000.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam kurun waktu antara tahun 2019 sampai dengan 2021 Current Ratio mengalami naik turun. Pada
tahun 2019 Current Ratio PT Telkom Indonesia yaitu sebesar 71,47%, kemudian pada tahun 2020 Current Ratio sebesar 67,30%, hal ini menunjukkan bahwa current ratioturun sebesar 4,17%. Pada tahun 2021 current ratio kembali mengalami kenaikan sebesar 88,63%.
Tahun 2020 ketahun 2021 rasio lancar sebesar 21,33%. Nilai sebesar 21,33% bukan sesuatu yang bernilai material namun cukup mempengaruhi current ratio untuk tahun selanjutnya. Pembayaran kewajiban lancar yang harus dikeluarkan cukup besar terletak pada pembayaran beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi, beban penyusutan dan amortisasi, dan beban karyawan.
Berdasarkan data hasil penelitian yang telah diuraikan diatas dapat dijelaskan kinerja keuangan perusahaan dari rasio likuiditas PT Telkom Indonesia Tbk. berdasarkan current ratio. Kinerja keuangan PT Telkom Indonesia Tbk. sesuai dengan data hasil penelitian berdasarkan current ratio menunjukkan angka di bawah 200%. Rasio lancar (current ratio) pada tahun 2019 sampai tahun 2020 sebesar 4,17% hal ini disebabkan total aset lancar dan hutang lancar meningkat setiap tahun dan pembayaran hutang lancar masih bisa ditutupi. Ditahun yang sama aset lancar yang meningkat adalah piutang usaha yang diterima perusahaan.
Kinerja keuangan PT Telkom Indoesia Tbk. tahun 2019 sampai dengan 2021 dengan nilai current ratio berada dibawah standar industri yaitu 200%, maka dapat dikatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan masih kurang baik. Hal ini telah diteliti sebelumnya (Kamriya maulana, 2019)dan (Nur Anisa Suci Ramadani, 2021), dari hasil penelitian yang dilakukan oleh
58
kamriya maulana, bahwa current ratio PT. Telekomunikasi Indonesia Tbkpada tahun 2016 sampai dengan 2018 berdasarkan current ratio dinyatakan baik. Karena berdasarkan hasil perhitungan rata-rata current ratio selama 3 tahun yaitu 1,05 kali, yang artinya jumlah aktiva lancar sebanyak 1,05 kali atau1,05 : 1 antara aktiva lancar dengan utang lancar. Sedangkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nur Anisa Suci Ramadani bahwa Rasio lancar PT Telkom Indonesia tbk. mengalami penurunan secara beturut-turut selama periode 2016 sampai dengan 2020. Hal ini menggambarkan perusahaan kurang baik dalam memenuhi kewajiban atau hutang jangka pendeknya. Rata-rata rasio lancar PT. Telkom indonesia sebesar 91,42% yang berarti angkanya tidak memenuhi standar rasio keuangan. Standar rasio lancar nilainyasebesar 100%-200%.
Berdasarkan hasil dari kedua penelitian sebelumnya dapat dilihat bahwa current ratio dari tahun 2016 sampai dengan 2018 dinyatakan baik.
Berbeda dengan hasil penelitian dari tahun 2016 sampai dengan 2020 current ratio PT Telkom Indonesia dinyatakan kurang baik, itu artinya kinerja keuangan PT Telkom Indonesiaberdasarkan current ratio mengalami kemunduran.
2. Analisis Quick Ratio dalam mengukur kinerja keuangan pada PT Telkom Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Kinerja keuangan PT Telkom Indonesia Tbk. dilihat melalui analisis likuiditas dengan rasio cepat(Quick Ratio).
Tabel 2.8
Hasil Penghitungan Quick Ratio Tahun Aset Lancar Persedia
an
Hutang Lancar
Quick Ratio
Standar Industri 2019 41.722.000.
000
585.000.
000
58.369.000.
000 70.47% Kurang
Baik 2020 46.503.000.
000
983.000.
000
69.093.000.
000 65.88% Kurang
Baik 2021 61.277.000.
000
779.000.
000
69.131.000.
000 87.51% Kurang
Baik Sumber data: Data diolah
Quick Ratio (Rasio Cepat) Adalah rasio cepat dimana ukuran uji solvensi jangka pendek yang lebih teliti daripada rasio lancar karena pembilangnya mengeliminasi persediaan yang dianggap aktiva lancar yang sedikit tidak likuid dan kemungkinan menjadi sumber kerugian.
Tahun 2020 quick ratiosebesar 65,88%, hal ini terlihat dari hasil penghitungan pada tahun 2019 Quick Ratio sebesar 70,47% turun menjadi 65,88%. Turunnya Quick Ratioini disebabkan karena persediaan pada tahun 2020 meningkat dari tahun 2019, persediaan pada tahun 2019 sebesar Rp585.000.000 naik menjadi Rp983.000.000 pada tahun 2020.
Tahun 2021 Quick Ratio meningkat sebesar 87,51%, hal ini terlihat dari hasil penghitungan pada tahun, 2020 sebesar 65,88% menjadi 87,51%, hal ini disebabkan karena persediaan turun dari tahun 2020 hingga 2021 sebesar Rp983.000.000 turun menjadi Rp779.000.000.
60
Kinerja keuangan perusahaan dari rasio likuiditas PT Telkom Indonesia Tbk. berdasarkan quick ratio dinyatakan kurang baik. Dapat dilihat bahwa rasio cepat dari tahun 2019 sampai 2021 mengalami fluktuasi dimana terjadi kenaikan aset lancar dari tahun 2019 ke tahun 2020 sebesar Rp4.781.000.000 sedangkan dari tahun2020 ke tahun 2021juga naik sebesar Rp14.774.000.000. Aset lancar yang terusmengalami kenaikan sedangkan persediaan yang mengalami naik turun dengan kenaikan hutang lancar sehingga perbandingan antara aset lancar setelah dikurangi persediaan tidak memenuhi kemampuan perusahaan.
Hal ini telah diteliti sebelumnya (Kamriya maulana, 2019) dari hasil analisis data dengan menggunakan standar industri untuk Quick ratio adalah 1,5 kali, hal ini menunjukkan kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk berdasarkan quick ratio dinyatakan baik , berbeda dengan hasil penelitian sekarang bahwa quick ratio dari PT Telkom Indonesia dari tahun 2019 sampai dengan 2021 dinyatakan kurang baik, itu artinya kinerja keuangan PT Telkom Indonesia berdasarkan quick ratio mengalami kemunduran.
Berdasarkan hasil penghitungan analisis rasio likuiditas di atas, dapat diketahui bahwa presentase Current Ratio dan Quick Ratio PT Telkom Indonesia Tbk. pada tahun 2019 sampai dengan 2021 mengalami naik turun itu artinya kinerja keuangan PT Telkom Indonesia dinilai masih kurang baik. Hal ini sangat berguna untuk melihat kondisi suatu perusahaan, baik kondisi pada saat ini maupun dijadikan sebagai alat untuk memprediksi untuk kondisi di masa yang akan datang (forecast analyzing). Oleh karena itu, kinerja keuangan PT Telkom Indonesia pada tahun 2019
sampai dengan 2021 dapat dinilai masih kurang baik, sebaiknya perusahaan memperbaiki kondisi keuangan dengan berupaya untuk meningkatkan laba dan ekuitas perusahaan agar dapat diperlihatkan kepada investor maupun pelanggan atau masyarakat secara umum bahwa perusahaan mempunyai kredibilitas yang baik.
Evaluasi laporan keuangan ini digunakan sebagai bahan penilaian atas kebijakan manajemen terhadap perusahaan apakah kinerja perusahaan mengalami kemajuan atau malah mengalami kemunduran. Jika dilihat dari kinerja keuangan PT Telkom Indonesia Tbk. dari tahun 2019 sampai dengan 2021 kurang baik itu artinya kinerja keungan perusahaan mengalami kemunduran.Ini sesuai dengan janji Allah pada surat Ar-Ra‟ad/11:13, sebagai berikut :
ۥَُّن ِِّفۡهَذ ٍِۡي َٔ َِّۡٚسَٚ ٍَِۡٛت ٍِّۢي ٞدََٰثِّمَؼُي ََُٕظَف ۡحَٚ ۦ
ِط ۡيَأ ٍۡ ِي ُّۥ هَِّللٱ
ٌَِّإ ََّللٱ ََّٰٗرَح ٍو َٕۡمِت اَي ُطَِّٛغُٚ َلا
َزا َضَأ اَشِإ َٔ هۡىِِٓؽُفََأِت اَي ْأ ُطَِّٛغُٚ
َُّللٱ َُّن َّز َطَي َلاَف ا اء ُٕؼ ٖو َٕۡمِت ٍِّي ىَُٓن اَي َٔ ۥ
ۦَُِِّٔز ٍلا َٔ ٍِي ١١
Terjemahnya:
11.Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.44
Ayat diatas menjelaskan bahwa suatu keadaan yang kita hadapi tidak berubah dengan sendirinya melainkan kita yang mengubahnya sendiri baik itu buruk maupun baik. Sesuatu yang kita kerjakan baik maka kebaikan pula yang kita dapat. Begitu juga sebaliknya suatu yang kita kerjakan buruk maka keburukan pula yang kita
44Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur‟an dan Terjemahnya (Bandung: PT SygmaXamediaArkanleema, 2009), h.250.
62
dapat. Maka suatu kinerja pun demikian apabila kinerja keuangan perusahaan itu baik maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan sesuai yang diharapkan.Penilaian disini harus secara objektif agar dapat diketahui kondisiperusahaan sebenarnya dan tidak hanya mengutamakan urusan pribadi agar nantinya dapat menghasilkan kebijakan yang baik dan tepat untuk perusahaan.
Berhasil tidaknya suatu kebijakan perusahaan banyak dipengaruhi oleh tindakan pihak manajemen yang benar.
Laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mulai dari tahun 2019 sampai dengan 2021 dapat digunakan untuk memprediksi laba atau deviden di waktu yang akan datang. Dari sudut pandang investor analisa laporan keuangan dapat digunakan sebagai alat prediksi prospek masa depan perusahaan tersebut. Rasio keuangan dirancang untuk membantu mengevaluasi laporan keuangan atau membantu kita mengidentifikasi beberapa kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan. Rasio keuangan juga sebagai alat pembanding posisi perusahaan dengan pesaing, untuk kebijakan keuangan perusahaan ke depan. Rasio keuangan yang digunakan oleh peneliti yaitu Rasio Likuiditas berdasarkan current ratio dan quick ratio.
Berdasarkan hasil penelitian diatas ditinjau dari pengertian rasio likuiditas adalah rasio keuangan yang menunjukan kemampuan finansial perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya tepat waktu kepada kreditor. Melalui rasio likuiditas juga pemilik perusahaan dapat menilai kemampuan manajemen dalam mengelola dana yang telah dipercayakan, termasuk dana yang dipergunakan untuk membayar kewajiban jangka pendek. Investor sangat membutuhkan rasio likuiditas terutama dalam hal pembagian deviden tunai, sedangkan kreditur membutuhkannya
untuk pedoman pengembalian pinjaman pokok dengan bunganya. Kreditor maupun supplier lazimnya akan menyerahkan pinjaman/utang kepada perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas tinggi.
Menurut Kasmir kinerja keuangan merupakan hasil cerminan dari kondisi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu, apakah perusahaan telah mencapai target yang telah ditetapkan atau tidak. Kinerja keuangan tersebut berkaitan dengan kemajuan perusahaan, karena bidang keuangan dapat dijadikan sebagai ukuran tingkat kesuksesan perusahaan45. Evaluasikinerja sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilankeputusan yang akan datang. Hal ini sesuai dengan Al- Quran surat Al- Hashr/18:59, sebagai berikut :
ٍَِٚصَّنٱآَ َٚأ ََٰٚ
ْإَُُياَء ََّللٱْإُمَّذٱ َٔ ٖٖۖسَغِن ۡدَيَّسَل اَّي ٞػۡفََ ۡطُظَُرۡن َٔ
ََّللٱْإُمَّذٱ ٌَِّإ
ََّللٱ ٌَُٕهًَۡؼَذ اًَِت ُۢطِٛثَذ
١١
Terjemahnya:
18. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.46
Ayat diatas menjelaskan bahwa suatu perbuatan yang kita kerjakan walaupun sekecil zarah akan diketahui oleh Allah SWT. Maka suatu kesalahan atau kebenaran yang terjadi walaupun tidak diketahui oleh manusia namun Allah SWT mengetahuinya.
Kinerja keuangan perusahaan berkaitan erat dengan pengukuran danpenilaian kinerja. Pengukuran kinerja merupakan kualifikasi dan efisiensi serta efektivitas
45Kasmir,“Analisis Laporan Keuangan”, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2015). h 58
46Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur‟an dan Terjemahnya (Bandung: PT SygmaXamediaArkanleema, 2009), h.548.
64
perusahaan dalam pengoperasian bisnis selama periode akuntansi. Pengukuran kinerja digunakan perusahaan untuk melakukan perbaikan di atas kegiatan operasionalnya agar dapat bersaing dengan perusahaan lain.
Evaluasi laporan keuangan dan evaluasi kinerja keuangan sangat penting dilakukan oleh suatu perusahaan sebagai pertanggungjawaban terhadap Kreditor maupun supplier yang telah memberikan pinjaman atau utang kepada perusahaan tersebut. Ini sesuai dalam Q.S. Al- Baqarah/2:151.
اًََك ُىُكًُِّهَؼُٚ َٔ ۡىُكِّٛك َعُٚ َٔ اَُِرََٰٚاَء ۡىُكَۡٛهَػ ْإُهۡرَٚ ۡىُكُِّي الإُؼ َض ۡىُكِٛف اَُۡهَؼ ۡضَأ َةََٰرِكۡنٱ
َٔ
َحًَ ۡك ِحۡنٱ
ًٌََُٕهۡؼَذ ْإَُُٕكَذ ۡىَن اَّي ىُكًُِّهَؼُٚ َٔ
١٥١
Terjemahnya:
151. Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.47
Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah mengutus kapada umat manusia seorang Rasul yang akan mengajarkan kita bagaimana umat manusia dapat menjalankan pekerjaan serta tanggung jawab yang diberikan. Serta mengajarkan kita apa yang belum kita ketahui sesuai dengan Al-kitab dan Al-Hikmah. Sehingga apa yang kita kerjakan dapat bermanfaat bagi kita dan orang lain.
Isi kandungan ayat-ayat di atas dijelaskan betapa pentingnya sebuah pencatatan atas kegiatan perdagangan atau transaksi yang dilakukan secara hutang- piutang dalam memperoleh harta dan kekayaan. Dan sesungguhnya harta dan kekayaan itu merupakan ujian bagi kita kaum muslim. Jadi dalam melakukan
47Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur‟an dan Terjemahnya (Bandung:
PTSygmaXamediaArkanleema, 2009), h. 23.
kegiatan untuk melangsungkan kehidupan harus bebas dari perbuatan dosa karena apapun yang kita lakukan di atas dunia ini harus dipertanggungjawabkan walau hanya sebesar zarah.
Hasil penilaian kinerja juga dapat dijadikan sebagai alat evaluasi kinerja manajemen apakah mereka bekerja secara efektif atau tidak. Jika berhasil mencapai target yang telah ditentukan bisa dikatakan bahwa mereka berhasil bekerja secara efektif. Namun, sebaliknya jika tidak berhasil mencapai target yang telah ditentukan , maka ini akan menjadi pelajaran bagi manajemen untuk periode selanjutnya.
Hasil penghitungan rasio likuiditas pada PT Telkom Indonesia periode tahun 2019 hingga 2021menunjukkan bahwa pada tahun 2020 nilai rasio likuiditas (Current Ratio dan Quick Ratio) perusahaan semakin rendah maka dapat dikatakan bahwa kondisi perusahaan kurang baik. Adapun nilai rasio likuiditas PT Telkom Indonesia pada tahun 2019 mulai meningkat dan juga pada tahun 2021 mengalami peningkatan secara signifikan.
Berdasarkan hasil analisis diatas dapat ditunjukkan bahwa konsep indentifikasi dalam proses akuntansi, dimana identifikasi adalah proses akuntansi awal yang mengidentifikasi transaksi dalam kategori harta, kewajiban, modal, pengeluaran, atau pendapatan. Sebagaiman tercantun dalam surah Al-Baqarah/2:282.
ٍَِٚصَّنٱآَ َٚأ ََٰٚ
َف ٗ اًَّؽ ي ٖمَجَأ ََٰٗنِإ ٍٍَۡٚسِت ىُرَُٚاَسَذ اَشِإ ْا َُُٕياَء ُُِٕثُر ۡكٱ
ُۢةِذاَك ۡىُكََُّۡٛت ةُر ۡكَٛۡن َٔ
ِت ِلۡسَؼۡنٱ ًََُّّهَػ اًََك َةُر ۡكَٚ ٌَأ ةِذاَك َبۡأَٚ َلا َٔ
َُّللٱ ِمِه ًُۡٛۡن َٔ ۡةُر ۡكَٛۡهَف
ِ٘صَّنٱ َِّۡٛهَػ كَحۡنٱ
ِكَّرَٛۡن َٔ
ََّللٱ َُّّت َض َۡٛش ُُّۡ ِي ۡػَرۡثَٚ َلا َٔ ۥ ٌَاَك ٌِنَف ا ا
ِ٘صَّنٱ َِّۡٛهَػ كَحۡنٱ اًفِٛؼَض َۡٔأ آًِٛفَؼ
ُّ ِٛن َٔ ۡمِه ًُۡٛۡهَف َُْٕ َّمًُِٚ ٌَأ ُغِٛطَر ۡؽَٚ َلا َۡٔأ ِت ۥ
ِلۡسَؼۡنٱ َٔ
ْأُسِٓ ۡشَر ۡؼٱ
ٍ ِي ٍَِۡٚسَِٛٓش ٖۖۡىُكِناَج ِّض
َّن ٌِنَف َٔ ٞمُج َطَف ٍَِۡٛهُج َض إََُكَٚ ۡى ٌِاَذَأ َط ۡيٱ
ٍَِي ٌَ َٕۡض ۡطَذ ًٍَِّي ِء اَسَٓ شنٱ
َّم ِضَذ ٌَأ
66
آًََُٰىَس ۡحِإ َطِّكَصُرَف آًََُٰىَس ۡحِإ َٰٖ َط ۡذُ ۡلأٱ
َبۡأَٚ َلا َٔ
ُء اَسَٓ شنٱ ۡؽَذ َلا َٔ ْإُػُز اَي اَشِإ
ٌَأ ْا ًُٕ
َص ُُِٕثُر ۡكَذ ا ًطِٛثَك َۡٔأ ا ًطِٛغ
ََٰٗنِإ ِِّهَجَأ َسُِػ ُظَؽۡلَأ ۡىُكِنََٰش ۦ َِّللٱ
َّلاَأ َََٰٗۡزَأ َٔ ِجَس َََّٰٓشهِن ُو َٕۡلَأ َٔ
َّلاَأ حاَُُج ۡىُك َۡٛهَػ َػَۡٛهَف ۡىُكََُۡٛت آَََٔ ُطِٚسُذ اج َط ِضاَح ًج َط ََٰجِذ ٌَُٕكَذ ٌَأ َّلاِإ ْا ُٕتاَذ ۡطَذ ُسِٓ ۡشَأ َٔ هإَُْثُر ۡكَذ ُرۡؼَٚاَثَذ اَشِإ ْا ٔ
ََُِّّنَف ْإُهَؼۡفَذ ٌِإ َٔ ٞسَِٛٓش َلا َٔ ٞةِذاَك َّض اَضُٚ َلا َٔ ۡى ُۢقُٕؽُف ۥ
َٔ هۡىُكِت ََّٖۖللٱْإُمَّذٱ ُىُكًُِّهَؼُٚ َٔ
هَُّللٱ َٔ
َُّللٱ ٞىِٛهَػ ٍء َۡٙش ِّمُكِت ٢١٢
Terjemahnya:
282. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya.
Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.48
48Departemen Agama RI, Al-Qur‟an dan Terjemahan, (Bandung: Syamil Qur‟an, 2009), h. 48
Sedikitnya 7 kata dalam ayat diatas menyebutkan asal kata “ka-ta-ba”, yang berarti “menulis/mencatat”. Salah satu pengertian akuntansi adalah mencatat semua transaksi yang bernilai ekonomis. Ayat diatas juga menjelaskan “waktu”
bermuamalah. Juga terdapat konsep waktu dalam akuntansi: semua transaksi harus memiliki tanggal transaksi yang jelas, selain itu terdapat periode pelaporan keuangan per 31 Desember setiap tahun.
Akuntansi syariah dapat dipahami sebagai akuntansi dengan tiga konsep prinsip meliputi prinsip keadilan, kebenaran, dan pertanggungjawaban dengan dasar hukum syariah dan bersifat universal. Akuntansi syariah adalah penggunaan akuntansi sesuai syariat islam secara nyata yang sudah ada atau ditetapkan sejak era Nabi Muhammad SAW., khulafaurrasyidin, serta pemerintah lainnya.
Akuntansi syariah memiliki prinsip pertanggungjawaban sebagai salah satu bentuk implementasi dari ajaran yang tertera dalam al quran. Maksudnya, setiap manusia diajarkan untuk selalu bertanggungjawab atas perbuatannya.dalam hal ini transaksi yang dilakukan oleh seorang pebisnis atau pengusaha harus dapat dipertanggungjawabkan secara kongkret melalui laporan keungan atau laporan akuntansi.
Akuntansi syariah juga menggunakan prinsip keadilan sesuai dengan yang diajarkan dalam agama islam. Setiap manusia harus berprilaku adil kepada siapapun.
Prinsip keadilan dalam akuntansi syariah sendiri memiliki dua arti. Pertama, prinsip keadilan yang berkaitan dengan praktek moral, yakni kejujuran. Kejujuran ini sangat penting supaya informasi akuntansi yang disajikan tidak menyesatkan dan merugikan banyak orang. Kedua,prinsip keadilan berasal dari kata adil yang bersifat fundamental dan berpijak pada nilai-nilai syariah serta moral. Artinya bahwa prinsip
68
keadilan ini menjadi pendorong untuk melakukan upaya dekonstruksi terhadap pembangunan akuntansi modern menjadi akuntansi alternatif yang baik.
Akuntansi syariah juga memiliki prinsip kebenaran yang saling berkaitan dengan prinsip keadilan. Adanya prinsip kebenaran ini akan menciptakan keadilan dalam mengakui, mengukur, dan melaporkan setiap transaksi ekonomi. Karena pengakuan, pengukuran, dan pelaporan transaksi keuangan akan berjalan baik bila memiliki rasa kebenaran dalam pelaporannya.
Rasio Lancar atau Current Ratio, merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo. Rasio lancar dapat pula dikatakan sebagai bentuk untuk mengukur tingkat keamanan (margin of safety) suatu perusahaan.
Nilai perusahaan dapat diukur dengan menggunakan Quick Ratio, Quick Ratio merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai sediaan (inventory). Artinya, nilai sediaan kita abaikan, dengan cara dikurangi dari nilai total aktiva lancar. Hal ini dilakukan karena sediaan dianggap memerlukan waktu relative lebih lama untuk diuangkan, apabila perusahaan membutuhkan dana cepat untuk membayar kewajibannya dibandingkan dengan aktiva lancar lainnya.
Melakukan penelitian dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yang pengolahan datanya dilakukan secara deskriptif, diperoleh dari laporan posisi keuangan PT Telkom Indonesia Tbk. tahun 2019 sampai dengan 2021. Pada tabel 2.4
hasil olah data menggunakan rumus current ratio dari tahun 2019 sampai dengan 2021 mendapatkan hasil dibawah standar industri current ratio yaitu 200%, hal ini menunjukkan bahwa PT Telkom Indonesia dinyatakan kurang baik artinya bahwa perusahaan belum mampu membayar sepenuhnya kewajiban jangka pendeknya.
Kemudian pada tabel 2.5 hasil olah data menggunakan rumus quick ratiojuga mendapatkan hasil yang kurang baik. Dapat dilihat bahwa quick ratio dari tahun 2019 sampai 2021 mengalami fluktuasi dan tidak mencapai standar industri quick ratio yaitu 150%. Aset lancar yang terus mengalami kenaikan sedangkan persediaan yang mengalami naik turun dengan kenaikan hutang lancar sehingga perbandingan antara aset lancar setelah dikurangi persediaan tidak memenuhi kemampuan perusahaan.
Analisis rasio likuiditas terhadap kinerja keuangan PT Telkom Indonesia berdasarkan current ratio dan quick ratio, dalam hal ini menunjukkan bahwa analisis rasio likuiditas terhadap kinerja keuangan PT Telkom Indonesia berdasarkan current ratio dan quick ratio sangat penting untuk dilakukan oleh perusahaan setiap tahunnya guna mengetahui pencapaian target perusahaan, apakah perusahaan mengalami kemajuan atau mengalami kemunduran.
Tabel 2.9
Analisis Kinerja Keuangan PT Telkom Indonesia Tbk. per 2019-2021 Jenis
Rasio
Ukuran 2019 2020 2021
Standa r Rasio
Rata-Rata Rasio Rasio
Likuidita s
Current Ratio 71,47% 67,30% 88,63% 200% Kurang Baik Quick Ratio 70,47% 65,88% 87,51% 150% Kurang Baik
70
Sumber: Data diolah
Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil dari penelitian sebelumnya bahwa dari hasil penghitungan current ratio dan quick ratio dalam penelitian ini mendapatkan hasil yang kurang baik, sedangkan penelitian sebelumnya mendapatkan hasil yang baik, itu artinya kinerja keuangan PT Telkom Indonesia Tbk. mengalami kemunduran. kemudian penelitian yang dilakukan oleh syahriyah semaun pada industri perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 38 perusahaan, yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan dengan menggunakan program Structural Equation Modeling (SEM) menunjukkan hasil bahwa kinerja keuangan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan49. Maka dari itu sebaiknya perusahaan memperbaiki kondisi keuangan dengan berupaya untuk meningkatkan laba dan ekuitas perusahaan agar dapat diperlihatkan kepada investor maupun pelanggan atau masyarakat secara umum bahwa perusahaan mempunyai kredibilitas yang baik.Berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan bahwa justifikasi tersebut adalah benar.
49 Syahriyah Semaun,(2022),“Pengaruh Corporate Governance dan Keputusan Pembiayaan terhadap Kinerja Keuangan dan Nilai Perusahaan Industri Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Jurnal Akademi Manajemen Strategis , 21( S2), 1-10.