• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 84-93)

BAB II LANDASAN TEORI

B. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian dipaparkan diatas, dapat diuraikan bahwa orang tua berperan penting dalam mendidik anak, madrasah pertama anak adalah orang tua, orang tua memegang peranan penting dalam perkembangan anak secara menyeluruh dan pada khususnya pada anak yang orang tua nya mengalami perceraian. Dan lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama bagi anak.

110Menurut wawancara dengan bapak Wahyudi selaku Kepala Desa Giri Kencana Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara pada tanggal 29 Juli 2019.

111Menurut wawancara dengan bapak Wahyudi selaku Kepala Desa Giri Kencana Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara pada tanggal 29 Juli 2019.

Dengan latar yang berbeda-beda baik sosial maupun budayanya tercipta pula ragam tingkah laku dan kebiasaan sesuai dengan cara pendidikan yang mereka peroleh di rumah orang tuanya dan macam-macam kebiasaan yang sudah berlaku di rumahnya yang akan mempengaruhi pendidikan agama Islam yang telah diacarkan oleh orang tua mereka meskipun dengan keadaan orang tua yang telah berpisah.

Ketika keaktivitas sehari-hari di rumah semakin memperjelaskan bahwa salah satu orang tua akan segera pergi, beri tahu anak-anak. Jika mungkin, kedua orang tua harus hadir ketika anak-anak diberi tahu tentang perpisahan yang akan terjadi. Alasan perpisahan atau perceraian sangat sulit untuk dimengerti oleh anak-anak. Setelah bercerai atau perpisah, orang tua sama pentingnya bagi anak seperti sebelum perceraian atau perpisahan.

Orang tua yang bercerai perlu memberikan mereka dukungan sebanyak mungkin. Bauserman mengatakan satu analisis studi menemukan bahwa anak-anak dalam keluarga dengan hak asuh menyesuaikan diri lebih baik dapi pada anak-anak dalam keluarga yang hak asuh tunggal.112

Dalam penelitian yang peneliti lakukan hanya terbatas pada pendidikan agama Islam pada anak yang orang tuanya mengalami perceraian, sehingga peneliti melibatkan orang tua dan anak dalam menggali dan Pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk anak-anak

112John W. Santrock, Perkembangan Anak, (Jakarta: PT Glora Aksara Pratama, 2007), h.

188

menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama mendapatkan informasi mengenai peran mereka sebagai orang tua dalam memberikan pendididikan agama Islam pada anak. Orang tua sangat berpengaruh dalam mendidik anak terutama dalam pendidikan Islam, maka dari itu orang tua harus lebih memperhatikan dan selalu membimbing dan mendidik anak dengan baik.

Walau orang tua dalam keadaan kehancuran perpisahan tetapi tugas untuk mendidik anak adalah tugas bersama, memberikan masa depan yang terbaik untu anak adalah tanggung jawab bersama, perceraian adalah hal yang menyakitkan bagi kedua belah pihak dan juga sangat menyakitkan juga untuk anak-anak mereka, tetapi ini keputusan kedua orang tua yang menurut orang tua yang terbaik, dan terkadang anak menjadi imbasnya dari persoalan itu, begitupun juga dengan pendidikan agama anak, pengawasan orang tua yang menjadi berkurang akan membuat mereka lalai dalam menjalankan perintah-perintah agama.

Seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Athiyah Al-Abraysi bahwa tujuan utama dari pendidikan islam adalah pembentukan akhlak dan budi pekerti yang sanggup menghasilkan orang-orang yang bermoral, berjiwa bersih, pantang menyerah, bercita-cita tinggi, dan berakhlak mulia baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, juga mengertikan kewajiban masing-masing, dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, maupun menyusun skala prioritas, menghindari perbuatan tercela,

mengingat Tuhan, dan mengetahui dalam setiap pekerjaan apa yang dilakukan.113

Berdasarkan menurut teori orang tua adalah orang yang menjadi panutan dan contoh bagi anak-anaknya. Setiap anak akan mengagumi orang tuanya, apapun yang dikerjakan orang tua akan dicontoh oleh anak.

Misalnya anak laiki-laki bermain menggunakan mobil-mobilan dan motor- motoran, anak perempuan bermain menggunkan boneka dan masak- masakan.contoh tersebut adalah kekaguman anak terhadap orang tuanya, karena itu keteladanan sangat perlu seperti shalat berjamah, membaca bismillah ketika makan, hal-hal kecil seperti itu anak akan menirukannya.

Orang tua adalah pendidik utama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak-anak pertama kalinya mendapat pendidikan. Dari berbagai pendapat di atas dapat dipahami bahwa orang tua adalah orang yang utama dan pertama yang berperan dalam pendidikan, membesarkan dan membimbing serta mengarahkan terbentuknya kepribadian anaknya. Selain itu orang tua juga merupakan teladan tingkah laku bagi anaknya, orang tua juga harus menunjukkan kerjasama dan perhatikan terhadap ibadah shalat anak-anaknya, baik di rumah maupun di luar rumah.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis dapat menyimpulkan bahwa upaya orang tua untuk menanamkan pendidikan agama Islam pada anak masih sangat rendah, hal ini masih dilihat dari besarnya jawaban

113Heri Jauhari Mucthar, Fiqih Pendidikan,( Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2005), h.

129

kadang-kadang dipilih orang tua, dan jawaban dari wawancara terhadap anak. Begitupun hasil pengamatan dan wawancara peneliti kepada responden yang menunjukkan bahwa sebagai hasil pengamatan dan wawancara peneliti kepada responden yang menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua susah dalam mendidik anak tentang agama Islam di dalam rumah. Dikarenakan berbagai hal seperti orang tua yang sibuk bekerja, para orang tua yang lebih mempercayai menitip anak kesekolah agama dan tempat anak di berikan pelajaran tambahan untuk mengaji. Lois Hoffman menjelaskan bebrapa kemungkinan pengaruh dari ibu yang bekerja pada perkembangan anak.114

Berdasarkan data yang telah dikumpul melalui observasi dan wawancara dan setelah data dianalisa, maka dapat diinterpretasikan bahwa pendidikan agama Islam pada anak yang orang tuanya mengalami perceraian di Desa Giri Kencana Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara belum berjalan sesuai dengan yang teliti harapkan. Selama observasi peneliti mengamati masih banyak orang tua yang belum mampu mengajarkan mengaji anaknya dan anak juga masih ada anak yang belum bisa mengaji walaupun sudah dileskan mengaji, masih banyak orang tua juga yang tidak sholat, memberikan contoh yang tidak baik tetapi mereka menyuruh anaknya sholat tapi mereka sendiri tidak menjalankan shalat, masih banyak anak yang berprilaku kurang baikdan selalu mengucapkan kata-kata yang tidak baik, masih banyak anak yang tidak disiplin dan tidak

114 John W. Santrock, Perkembangan Anak, (Jakarta: PT Glora Aksara Pratama, 2007), h.

184

menghormati orang tua. Anak cenderung lebih mudah menerapkan hal-hal yang dilihatnya dari pada yang didengarkannya, karena kemampuan berpikirnya belum berkembang secara matang, dan pendidikan agama Islam pada anak menjadi faktor yang penting bagi keluarga yang mengalami perceraian dari hal baik buruknya anak.

Dan jawaban orang tua juga tidak singkron dengan anak, hasil wawancara, observasi serta data yang telah dikumpul melalui observasi dan setelah data dianalisa, maka dapat diinterpresentasikan bahwa setelah orang tua mereka berpisah, kasih sayang, perhatian, kepedulian itu berkurang yang mereka rasakan, orang tua lebih menyerahkan pendidikan agama anak di sekolah dan ditempat belajar tambahan ngaji, dan masih ada orang tua yang belum mengajarkan kebaikkan kepada anak mereka dengan contoh tidak mengucapkan salam ketika hendak masuk rumah atau keluar rumah, masih ada orang tua yang tidak memberikan contoh teladan yang baik kepada anak, dan masih banyak orang tua yang tidak melaksanakan sholat ataupun mengaji.

Begitupun dengan anak mereka lalai dalam beribadah akibat kurangnya awasan orang tua, merekapun berani untuk berbohong dengan alasan takut dimarah orang tua, dan merekapun yang berbuat salah tidak meminta maaf kepada orang tua dengan kesalahan yang mereka perbuat.

Masih banyak sekali orang tua yang tidak menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya, apalagi dalam pendidikan agama anak.

Berdasarkan teori bahwa peran orang tua bertanggung jawab dalam melindungi keluarga dari api neraka. Hal ini tentunya dapat dilakukan orang tua dalam hal pendidikan terutama pendidikan agama Islam dalam keluarga.

Dalam hal melaksanakan pendidikan terdapat dalam lingkungan keluarga. Orang tua berperan penting dan amat berpengaruh pada keberhasilan pendidikan anak. Dengan demikian tanggung jawab pendidik itu pada dasarnya tidak bisa dibebankan kepada orang lain, sebab guru atau pendidik lainnya dalam mikul tanggung jawab pendidikan hanyalah merupakan keikutsertaan saja.

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang pendidikan Islam dalam keluarga orang tua yang mengalami perceraian di Desa Giri Kencana Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara, maka diperolehkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Orang tua sangat berperan penting dalam memberikan pendidikan pada anak, apalagi tentang pendidikan agama Islam, yang mana pendidikan agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk anak-anak menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akhlak mulia mencakup etika, bud ipekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Kehilangan salah satu orang tua dalam perpisahan perceraian orang tua yang mengakitbatkan anak kekurangan figure seseorang bapak/ibu didalam rumah mereka, menjadi kelalaian dalam mengawasi anak. Pendidikan agama pada anak yang terjadi sangatlah jauh dari yang diharapkan, banyak anak-anak yang tidak sopan pada orang tua, banyak anak-anak yang tidak melaksanakan sholat, masih ada anak yang tidak bisa mengaji, masih ada anak yang tidak hafal doa-doa seperti doa masuk masjid ,doa mau tidur dan doa lainnya, masih banyak anak yang tidak mendengarkan perkataan orang

78

tua, maka dari itu kurangan pengawasan orang tua. Tetapi dari sebagian mereka ada juga yang akhlaknya baik, hafalan doa bagus, bacaan Al- qurannya bagus dan mereka yang mengerti keadaan orang tuanya.

2. Problem yang terjadi pada orang tua yang mengalami perceraian dalam mendidik pendidikan agama anak, akibat perpisahan yang terjadi kurangnya perhatian, kurangnya kepedulian yang seharusnya anak dapatkan. Hal ini disebabkan karena secara umum orang tua cukup sibuk dalam kegiatan masing-masing seperti bekerja. Sehingga orang tua kurang memperhatikan pendidikan agama kepada anak, padahal seluruh orang tua mengharapkan anaknya menjadi anak yang baik, cerdas dan berakhlak mulia. Namun upaya yang dilakukan kurang maksimal.

3. Dalam upaya memberikan pendidikan agama pada anak orang tua lebih mempercayakan pada guru disekolah, pada guru ngaji ditempat belajar tanbahan mereka. Fasilitas yang diberikan orang tua kepada anak sudah cukup, namun karena madrasah pertama anak adalah orang tua jadi orang tua harus memberikan pendidikan terbaik untuk anak mereka.

Oleh karena itu pengetahuan agama yang mereka kuasi masih belum cukup akan tetapi orang tua yang mengalami perceraian memberimotivasi lebih pada anak mereka dengan fasilitas yang mendukung pendidikan agama anak untuk meningkatkan pendidikan agama pada anak yang orang tuanya mengalami perceraian.

B. SARAN

1. Kepada orang tua yang mengalami perceraian diharap kan agar bisa membagi waktu dengan anak dengan baik, karena anak yang orang tua yang mengalami perceraian adalah anak yang membutuhkan perhatian khusus dari dampak orang tua yang mengalami perceraian. Maka dari itu orang tua diharapkan bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, sehingga bisa memberikan bimbingan dengan baik dan benar tentang pendidikan agama bagi anak.

Bagaimana pun kasih sayang dan perhatian orang tua sangatlah dibutuhkan oleh anak. Sangat disayangkan pada fase penting perkembangan anak, orang tua tidak memperhatikan atau bahkan tidak tau apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan potensi anak terutama pada pendidikan agama. Kebiasaan yang baik perlu ditanamkan sejak kecil, karena segala hal yang ditanamkan sejak kecil pada anak akan menjadi dasar dan pondasi ketika mereka besar nanti.

Orang tua diharapkan untuk lebih lagi memberikan pembelajaran pada pendidikan agama didalam keluarga karena pendidikan agama dilingkungan sekolahhanya sebatas ketika di sekolah, begitupun ditempat mengajihanya beberapa jam saja, anak lebih banyak mendapatkan pelajaran dirumah, jadilah pendidik yang baik untuk anak.

2. Kepada anak diharapkan belajar pendidikan agama dengan sungguh- sungguh dan jangan pernah menyepelekan pendidikan agama Islam

Dalam dokumen SKRIPSI - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 84-93)

Dokumen terkait