• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

C. Pembahasan

2. Kofisien regresi

Tabel 4.11 Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standard ized Coefficie

nts

T Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant )

41,638 8,258 5,04

2

,000

kompeten si

,629 ,168 ,520 3,75 1

,001

a. Dependent Variable: motivasi

1. Keterampilan Mengajar Guru Di Madrasah Aliyah Ma’arif Lasepang Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng

Hasil olah data lembar angket dari 42 siswa yang dijadikan sebagai sampel penelitian, diperoleh nilai keterampilan mengajar guru tertinggi sebesar 60 dan terendah 37. Rentang nilai (range) sebesar 23. Rata-rata skor (mean) 48,5 dengan standar deviasi sebesar 5,5.

Hasil analisis statistik deskriptif tentang praktikum siswa dengan nilai rata-rata sebesar 48,5 berada pada interval 45−48 di kategori sedang. Persentase pada kategori sedang adalah 47.6% dengan jumlah 20 orang. Persentase siswa yang berada pada kategori rendah (di bawah interval rata-rata) adalah 26.2% dengan jumlah 11 orang dan kategori tinggi (di atas interval rata-rata) adalah 26.2% dengan jumah 11 orang.

2. Motivasi Belajar Siswa Di Madrasah Aliyah Ma’arif Lasepang Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng

Hasil olah data lembar angket dari 42 siswa yang dijadikan sebagai sampel penelitian, diperoleh nilai motivasi belajar tertinggi sebesar 88 dan terendah 61. Rentang nilai (range) sebesar 27. Rata-rata skor (mean) 72,7 dengan standar deviasi sebesar 6,7.

Hasil analisis statistik deskriptif tentang praktikum siswa dengan nilai rata-rata sebesar 73 berada pada interval 71-75 di kategori sedang.

Persentase pada kategori sedang adalah 42% dengan jumlah 18 orang.

Persentase siswa yang berada pada kategori rendah (di bawah interval rata- rata) adalah 40,8% dengan jumlah 18 orang dan kategori tinggi (di atas interval rata-rata) adalah 16,7% dengan jumah 7 orang.

3. Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di Madrasah Aliyah Ma’arif Lasepang Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng

Bagian pembahasan ini dikhususkan untuk menjawab rumusan masalah yang ketiga yakni ada tidaknya Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di Madrasah Aliyah Ma’arif Lasepang Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Jenis analisis yang digunakan adalah analisis statistik inferensial.

Hal ini digunakan untuk menarik kesimpulan (inferensi) yang berlaku untuk populasi secara umum. Analisis ini dilakukan untuk keperluan pengujian hipotesis dengan terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, uji linearitas, analisis korelasi, analisis regresi linear dan uji signifikansi koefisien regresi yang telah dirumuskan pada hasil penelitian.

Setelah dilakukan analisis statistik inferensial didapatkan persamaan statistik dari regresi linear berupa Ŷ=a + bX. Persamaan statistik yang didapatkan pada penelitian ini adalah Ŷ=41,638 + 0,629X.

Hal ini dapat diartikan bahwa jika nilai keterampilan mengajar guru ada peningkatan sebesar satu satuan maka motivasi belajar akan meningkat

sebesar 0,629 . Koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,520. Koefisien ini menandakan bahwa terdapat hubungan yang cukup antara variabel yang diuji yakni kompetensi keterampilan mengajar guru sebagai variabel bebas dan motivasi belajar sebagai variabel terikat.

Setelah didapatkan koefisien korelasi kemudian dilanjutkan dengan menguji signifikansinya. Perlu diketahui bahwa angka 0,520 bukanlah memperlihatkan besarnya korelasi yang dimaksud, melainkan memperlihatkan arah dari korelasi antara variabel yang diuji. Arah korelasi yang positif menunjukkan adanya korelasi yang sejajar dan searah.

Koefisien regresi yang positif menunjukkan bahwa apabila nilai keterampilan mengajar guru bertambah, maka nilai motivasi belajar siswa akan mengalami pertambahan pula Sehingga hal ini menunjukkan bahwa keterampilan mengajar guru memberikan sumbangsi pada motivasi belajar siswa kelas X Di Madrasah Aliyah Ma’arif Lasepang Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng tersebut, juga didapatkan bahwa garis keterampilan mengajar guru dan motivasi belajar adalah linear. Garis linear yang didapatkan yaitu garis linear yang positif. Hubungan yang linear positif yaitu semakin tinggi keterampilan mengajar guru maka semakin tinggi pula motivasi belajar siswa atau semakin rendah keterampilan mengajar guru maka semakin rendah pula motivasi belajar siswa.

Adanya pengaruh yang signifikan antara keterampilan mengajar guru dengan motivasi belajar siswa dapat dilihat dari hasil uji signifikansi dengan uji hipotesis. Dengan diterimanya H1 disimpulkan bahwa koefisien regresi tersebut signifikan. keterampilan mengajar guru dapat berpengaruh terhadap motivasi belajar. Jika keterampilan mengajar guru tidak baik, maka motivasi belajarpun kurang baik.

Penelitian ini telah membuktikan bahwa keterampilan mengajar guru dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Tetapi perlu kita ketahui, bahwa motivasi belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh faktor lain, bukan hanya pada keterampilan mengajar guru. Pada penelitian ini, ditemukan bahwa keterampilan mengajar guru hanya berpengaruh sebesar 0,270 (nilai R Square).

Dari beberapa hasil analisis dan uraian pembahasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Motivasi Belajar Siswa Di Madrasah Aliyah Ma’arif Lasepang Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng

78 PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang diperoleh setelah melakukan penelitian ini adalah:

1. Hasil perhitungan statistik deskriptif Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru Di Madrasah Aliyah Ma’arif Lasepang Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng diperoleh nilai rata-rata 48,5. Hal ini menunujukkan bahwa nilai tersebut berada pada kategori sedang dengan persentase 47,6%, yaitu sebanyak 20 orang siswa dari 42 siswa yang dijadikan sampel penelitian.

2. Hasil perhitungan statistik “Motivasi Belajar Siswa Di Madrasah Aliyah Ma’arif Lasepang Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng” diperoleh nilai rata-rata 72,7. Hal ini menunjukkan bahwa nilai tersebut berada pada kategori sedang sebanyak 18 orang siswa dari 42 mahasiswa yang dijadikan sampel penelitian.

3. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial (Regresi Linear Sederhana) diperoleh nilai diperoleh (t hitung) = 3,751. Berarti

> (3,751 > 2,024) Maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa: Ada pengaruh positif dan signifikan antara Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru Terhadap Motivasi

Lamalaka Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng . B. Saran

Sehubungan dengan hasil yang telah dikemukakan dalam penelitian ini maka saran yang diajukan oleh penulis adalah sebagai berikut:

1. Kepada para guru hendaknya lebih meningkatkan kompetensi pendidik sehingga dapat mendukung motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran.

2. Bagi siswa sebaiknya lebih komunikatif dengan guru yang mengajar agar tercipta sinergi yang baik antara pendidik dan peserta didik.

3. Bagi calon peneliti selanjutnya kiranya dapat mencari faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Hal ini berdasarkan pada nilai R Square yang didapatkan hanya sebesar 0.270. Ada faktor lain yang mempengaruhi motivasi belajar selain keterampilan mengajar guru, seperti faktor dari dalam siswa adanya kebutuhan, adanya pengetahuan tentang kemajuan dirinya sendiri dan adanya cita-cita serta aspirasi sedangkan faktor eksternal atau yang berasal dari luar mahasiswa yaitu ingin mendapat perhatian berupa fasilitas atau pujian dan lain-lain.

Jakarta: PT Rineka Cipta.

Asri, zainal. 2010. Microteaching. Jakarta: Rajawali Pers.

Ahmad Mushtafa Al-Maraghi. 1986. Terjemah Tafsir Al-Maraghi jilid 4 Semarang: Toha Putra.

Alvin W.Howard. Slameto, 2010 Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta. Rineka Cipta

Dequily dan Gazali. Slameto, 2010 Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta. Rineka Cipta

Departemen RI. 2007. Al-Quran dan Terjemahannya. Bandung: Syamil Qur’an

Enco Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, Bandung:

Rosdakarya, 2004 h. 135.

Hamalikomar. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rafika aditama M. Syukron. 2012. Kualitas Pembelajaran. Jakarta: cendekia.

M.Dalyono. 2005. Psikologi pe ndidikan. Jakarta: Bhineka Cipta.

Muhibbin Syah. . 2005. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Natawidjaja,Rahman. 2011. Konseling kelompok konsep, konsep dasar pendekatan Bandung: Rizqi Prees

Purwanto, M. Psikologi Pendidikan. 2002. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Evaluasi Hasil Belajar Cet.V. 2013. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.

Jakarta. Rineka Cipta.

Yusuf. Syamsu. 2009. Program Bimbingan dan Konselin di Sekolah.

Bandung Rizki press.

Dokumen terkait