• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Penelitian

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL

C. Pembahasan Penelitian

Pada bagian ini, penulis akan memaparkan beberapa pembahasan dari hasil penelitian yang telah di peroleh. Adapun pembahasan yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :

1. Kualitas kinerja

Kualitas kinerja berhubungan dengan mutu yang dihasilkan oleh para pegawai dari suatu pekerjaan dalam organisasi, dimana kualitas pekerjaan ini mencerminkan tingkat kepuasan dalam menyelesaikan pekerjaan dan kesesuaian pekerjaan yang diharapkan oleh organisasi. Untuk dapat juga melihat kualitas kinerja pegawai dapat dilihat dari transparansi pelayanan seperti pungutan liar.

Berdasarkan dengan hasil penelitian yang dilakukan, bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar terus berupaya untuk tetap memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat. Pungutan liar

adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan menguntungkan diri sendiri secara melawan hukum. Hal ini di kaitkan pembentukan Peraturan Walikota Makassar Nomor 48 Tahun 2015 yang berbunyi pengurusan dan penerbitan dokumen kependudukan tidak dipungut biaya. Dengan adanya dasar hukum yang berhubungan langsung di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ini untuk kedepannya tidak adanya hal seperti pungutan liar yang terjadi di lingkungan dinas. Hal yang berupaya meminimalisirkan adanya pungutan liar dengan cara memasang CCTV dimana mana dan memberikan tambahan perbaikan penghasilan untuk menjadi pegawai lebih meningkatkan kualitas kinerjanya dan semangat kerja.

Penelitian mengenai kinerja pegawai yang pernah diteliti oleh Norma Tiara pada tahun 2021 dengan judul “Kinerja Pegawai pada Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Banjarmasin I”. Bahwa salah satu faktor yang menjadi penghambat kinerja pegawai pada unit pelayanan pendapatan daerah banjarmasin I ialah masih terdapat oknum yang tidak bertanggung jawab di Kantor UPPD Banjarmasin I yang menjadi perantara atau makelar untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, yang menggunakan istilah kata mijas untuk mendukung praktik ini berada di tengah-tengah masyarakat (Manado 2021).

Berdasarkan hasil penelitian penulis dengan penelitian terdahulu, menunjukkan bahwa dengan adanya pungli dan calo ini dapat mengurangi peningkatan kinerja pegawai sebagaimana upaya agar dengan adanya kesadaran pegawai ataupun masyarakat ini menjadi asal mulanya untuk

menghindari hal-hal yang mengurangi kualitas suatu instansi maupun pegawai.

2. Kuantitas kinerja

Kuantitas adalah jumlah yang di hasilkan dinyatakan dalam istilah yaitu ukuran hasil kerja unit maupun jumlah silkus aktivitas yang diselesaikan oleh pegawai sehingga kinerja pegawai dapat di ukur melalui jumlah tersebut. Kinerja pegawai bertujuan untuk menunjang keterampilan dan kemampuan pegawai. Dalam hal ini kuantitas kinerja pegawai yang dimaksudkan yaitu banyaknya suatu pekerjaan yang diselesaikan pegawai sesuai dengan kesepakatan jumlah pekerjaan yang dikerjakan dalam penilaian kinerja pegawai.

Dalam hal ini, Berdasarkan hasil penelitian penulis lakukan, dalam segi kuantitas kinerja pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar dengan adanya ukuran untuk menilai kuantitas kinerja dapat dilihat dari standar pelayanan pada instansi tersebut. Hal ini berupa produk hukum yang mencerminkan transparansinya pelayanan, dengan bisa memahami standar pelayanan yang telah dicantumkan tersebut ini terbukti bahwa bukan pegawai tidak tepat waktu untuk dapat memberikan pelayanan atau berkas masyarakat tetapi ada tahapan dan prosesnya dalam menyelesaikannya.

Penelitian mengenai kinerja pegawai pernah di teliti oleh Norma Tiara pada tahun 2021 dengan judul “Kinerja Pegawai pada Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Banjarmasin I”. Bahwa kinerja pegawai dapat

dilihat dari kuantitas kerja yang sesuai dengan SOP, wajib pajak yang melakukan proses kehilangan STNK seharinya bisa lebih dari 5 orang tergantung keperluan masing masing wajib pajak. Terkait dengan volume pekerjaan dan produktivitas kerja yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu dengan kuantitas tersebut seorang pegawai memiliki kemampuan ataupun kepercayaan untuk melakukan pekerjaan.

Berdasarkan hasil penelitian penulis dengan hasil penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang sejalan bahwa dalam mengukur kuantitas suatu kinerja dapat diukur dalam standar operasional pelayanan yang akan menjadikan pegawai dapat lebih memberikan pelayanan yang prima untuk masyarakat.

3. Ketepatan waktu

Ketepatan waktu adalah tingkat aktivitas diselesaiakan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain. Ketepatan waktu dalam menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawab seorang pegawai dan pencapaian target berdasarkan standar kerja waktu instansi.

Dalam hal ini, Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar dalam segi ketepatan waktu adalah bagaiamana proses pelayanan lebih mudah dan cepat, hal ini terkait dengan hasil observasi langsung bahwa kegiatan pelayanan seperti one day service menjadi memudahkan masyarakat. One day service yang dimaksud disini adalah kecepatan pelayanan diminimalkan

kurang dari 30 menit dan selesainya berkas 3 hari kerja lalu masyarakat dihimbau untuk datang kembali. Adapun catatan bahwa seperti ketika blanko tidak tersedia ataupun jaringan yang gangguan.

Penelitian mengenai kinerja pegawai yang pernah diteliti oleh Maria Meliana Febrianti pada tahun 2022 dengan judul “Implementasi Good Governance dan Kinerja Pegawai dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik pada Masa Pandemi Covid-19” menunjukkan bahwa Kantor Kecamatan Candi juga telah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan cepat dan tepat waktu sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kantor Kecamatan Candi membutuhkan waktu paling lambat 14 hari kerja dengan catatan bahwa tidak ditemukan kendala jaringan dan jika tidak terdapat kendala apapun KTP bisa langsung jadi. Pelayanan dalam membuat Kartu Surat Keluarga (KSK) membuthkan waktu 1 bulan, mengurus surat pindah keluar dan datang membutuhkan waktu paling lambat 1 hari, untuk membuat akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, dan akta perceraian waktu tergantung dari peraturan yang berlaku di Dispendukcapil.

Berdasarkan hasil penelitian penulis dengan hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa instansi ataupun pegawai bersama untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan cepat dan tepat waktu seusai dengan peraturan yang berlaku.

4. Efektivitas

Efektivitas disini merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi seperti teknologi yang dimaksimalkan dengan maksud menaikan hasil dari setiap unit dalam menggunakan sumber daya yang ada di organisasi dapat digunakan semaksimal mungkin oleh pegawai. Efektivitas berhubungan antara output dengan tujuan, semakin besar kontribusi output terhadap pencapaian tujuan, maka semakin efektif organisasi yang akan menunjang suatu tujuan.

Berdasarkan hasil penelitian penulis telah lakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar dari segi efektivitas keterkaitan sebuah pelayanan tidak luput juga dalam penggunaan teknologi yang dimana dapat lebih membantu dalam proses pelayanan maupun hal lain. Seperti yang berada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar yang menerapkan dan menggunakan sistem teknologi berupa monitor antrian. Hal ini menjadi suatu himbauan untuk masyarakat lebih tertib mengantri dan menghindari berdempetan ataupun antrian panjang.

Keuntungan dari adanya monitor antrian yaitu dapat memantau urutan antrian biasanya di saat menuggu disediakan monitor yang menampilkan nomor urut antrian yang sedang dan akan dipanggil. Masyarakat dapat memantaunya melalui monitor untuk mengecek dan memperkirakan beberapa lama lagi nomor antriannya dipanggil. Dan juga masyarakat lebih teratur dan tertib.

Penelitian yang terkait dengan kinerja pegawai yang pernah diteliti oleh Maria Meliana Febrianti pada tahun 2022 dengan judul “Implementasi Good Governance dan Kinerja Pegawai dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik pada Masa Pandemi Covid-19” bahwa efektivitas dan efisiensi: Kantor Kecamatan Candi dalam kriteria penilaian evaluasi LAKIP telah memberikan pelayanan yang efektif dan efisien karena telah masuk dalam kategori memuaskan walaupun rasio capaiannya masih kurang dari 100%.

Berdasarkan hasil penelitian penulis dengan hasil penelitian terdahulu menunjukkan berbedaan tolak ukur hasil penelitian penulis dengan penelitian terdahulu. Dari hasil penelitian penulis menunjukkan bahwa efektivitas dalam penggunaan teknologi seperti yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar yaitu dengan adanya monitor untuk antrian. Sedangkan dari hasil penelitian terdahulu berfokus kepada kriteria penilain evaluasi LAKIP atau Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan.

5. Kemandirian

Kemandirian berkenaan dengan tugas dan keterampilannya mengerjakan sesuatu mencapai sesuatu dan mengelolah sesuatu. Dalam aspek kemandirian dilihat dari tanggung jawabnya, dimana seorang pegawai dapat mampu untuk menyelesaikan suatu tugas, mampu mempertanggung jawabkan hasil kerjanya, dan memiliki prinsip mengenai apa yang benar dalam berfikir dan bertindak.

Komitmen kerja serta tanggung jawab seorang pegawai terhadap tugas dan fungsinya terhadap instansi maka dapat dilihat dari pegawai yang mampu menjalankannnya dengan kemampuan dan keahlian yang terdapat dalam dirinya tanpa melimpahkan kepada orang lain.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kinerja pegawai dalam segi kemandirian pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar sudah berjalan dengan optimal. Di sebabkan karena pegawai mendedikasikan rasa tanggung jawab atas pekerjaannya untuk menyelesaikannya sendiri.

Penelitian terkait kinerja pegawai yang pernah diteliti oleh Norma Tiara pada tahun 2021 dengan judul “Kinerja Pegawai pada Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Banjarmasin I” bahwa dalam kinerja pegawai dapat dilihat dari kemandirian pegawai, berkenaan dengan pertimbangan derajat kemampuan pegawai untuk bekerja dan mengemban tugas secara mandiri dengan meminimalisasi bantuan orang lain. Kemandirian juga menggambarkan kedalaman komitmen yang dimiliki oleh pegawai.

Berdasarkan hasil penelitian penulis dengan hasil penelitian terdahulu menunjukkan dalam kemandirian pegawai mampu mengurangi bantuan orang lain. Serta bertanggung jawab terhadap tugas dan fungsinya untuk kinerjanya lebih baik lagi.

85 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan secara rinci pada bab-bab sebelumnya, maka peneliti dapat memberikan kesimpulan berdasarkan indikator penelitian bahwa Kinerja Pegawai dalam Pelayanan Administrasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar ialah sebagai berikut:

1. Kualitas. Kinerja pegawai dalam meningkatkan kualitas kinerja pegawai dapat dikatakan berhasil. Karena dengan pencegahan pungutan liar bisa menjadi pelayanan lebih bersih lebih teratur, dan dengan meningkatkan sistem keamanan seperti memasang CCTV di sisi ruangan kantor serta dengan memberikan tunjangan kepada pegawai ini juga suatu bentuk meminimalisirkan hal tersebut hal ini menjadikan pegawai dalam meningkatkan kualitas kinerja mereka.

2. Kuantitas. Kinerja pegawai dalam meningkatkan kuantitas kinerja pegawai dapat dikatakan berhasil. Sebab dengan prosedur hukum pada standar pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar, ini akan menjadikan pemahaman untuk masyarakat agar transparansi antar instansi ke masyarakat menjadi lebih baik

3. Ketepatan waktu. Kinerja pegawai dalam tepat waktu dapat dikatakan cukup baik. Sebab One day Service perlu ditingkatkan kembali agar program ini berjalan dengan terus menerus. Ada juga hal lain yang

menjadi butuhnya waktu ialah seperti ketika blanko tidak tersedia ataupun jaringan yang gangguan.

4. Efektivitas. Kinerja pegawai dalam efektivitas dapat dikatakan berhasil.

Sebab dalam adanya teknologi berbasis monitor untuk antrian ini dapat menjadi lebih dapat memantau uruta antrian jadi ini dapat menghindari antrian yang panjang dan berdempetan.

5. Kemandirian. Kinerja pegawai dalam kemandirian pegawai dapat dikatakan berhasil. Karena sikap kemandirian pegawai dapat dilihat tugas dan fungsinya untuk dapat menunjang kemampuannya dalam menyelesaikan pekerjaan. Dengan pembagian tugas kepada petugas loket maka tingkat kemandirian pegawai menjadi suatu penilaian kinerjamya.

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang dapat disampaikan penulis adalah sebagai berikut:

1. Diharapkan agar pimpinan lebih meningkatkan pegawasan terhadap pungutan liar, dimana dengan pemasangan CCTV dan memberikan tambahan penghasilan kepada pegawai.

2. Diharapkan agar lebih meningkatkan ketepatan waktunya dalam menyelesaikan berkas masyarakat.

3. Diharapkan agar teknologi yang berhubungan dengan pelayanan semakin baik lagi.

4. Diharapkan agar pegawai dapat meningkatkan kesadaran dan kerjasama untuk memberikan dampak indeks kepuasan terhadap masyarakat dan menjadi peningkatan terhadap kinerja setiap pegawai.

88

DAFTAR PUSTAKA

Afandi Pandi. 2018. Manajemen Sumber Daya Manusia: Teori, Konsep Dan Indikator. Bangka belitung: Zanafa Publishing.

Agus Dharma. 2001. Manajemen Supervisi: Petunjuk Praktis Bagi Para Supervisor. Revisi Cet. RajaGrafindo Perada.

Anwar, Mangkunegara Prabu. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Bungin, Burhan. 2012. Analisa Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Edy, Sutrisno. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.

Febrianti, Maria Meliana, and Maswar Patuh Priyadi. “IMPLEMENTASI GOOD GOVERNANCE DAN KINERJA PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA MASA PANDEMI COVID- 19.”

Hariandja. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo.

Hasibuan, Malayu. 2005. Dasar-Dasar Perbankan. 4th ed. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Islam, Universitas, Kalimantan Muhammad, and Arsyad Al. “Dalam Penelitian Ini Meliputi Dokumen-Dokumen Dan Data Yang Berkaitan Dengan Kinerja Pegawai Pada Unit Pelayanan Pendapatan Daerah ( UPPD ) Banjarmasin I .”

(63201).

Jackson. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia : Buku Dua. 6th ed. Jakarta:

Salemba Empat.

Kasmir. 2010. Manajemen Perbankan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Manado, Kota. 2021. “This Study Aims to Find out and Examine in Depth about the Performance of Civil Servants in Public Services at the Tikala Sub- District Office during the Covid-19 Pandemic . The Method Used in This Research Is Descriptive Qualitative Research Method . Sour.” 17: 531–40.

Miles and Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Moleong J Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Munir. 20006. Manajemen Pelayanan Umum. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Nawawi, Ismail. 2013. Budaya Organisasi Kepemimpinan Dan Kinerja. Jakarta:

Kencana.

Penyusun, Tim. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Rivai Veithzal Mulyadi Deddy. 2012. Kepemimpinan Dan Perilaku Organisasi.

Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Robbins. 2006. Perilaku Organisasi. 10th ed. ed. Molan Benyamin. Jakarta:

Erlangga.

S, Prajudi Atmosudirjo. 2006. Administrasi Dan Manajemen Umum. Jilid ke-2.

Jakarta: Ghalia Indonesia.

Sagala, Rivai Veithzal Ella Jauvani. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan: Dari Teori Ke Praktik. Bandung: Rajawali Pers.

Sondang P. Siagian. 2016. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiyono. 2012. Prosedur Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

———. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.

———. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Supriyono, R.A. 2000. Sistem Pengendalian Manajemen. Pertama. Yogyakarta:

BPFE-Yogyakarta.

Wibowo. 2016. Manajemen Kinerja. Jakarta: Rajawali Pers.

Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2019 tentang penilaian kinerja PNS Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008

https://makassarkota.bps.go.id/indicator/12/72/1/jumlah-penduduk-menurut- kecamatan-dan-jenis-kelamin-di-kota-makassar.html

https://dukcapil.makassar.go.id/

LAMPIRAN

1. Proses pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar

2. Wawancara dengan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

3. Wawancara dengan Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk

4. Wawancara dengan Sub Koordinator Identitas Penduduk

5. Wawancara dengan selaku masyarakat

6. Wawancara dengan selaku masyarakat

Dokumen terkait