Kelas XII Orang)
D. Pembahasan Penelitian
Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
a. Penyampaian ide pertama kali program shalat berjamaah.
Ide program shalat berjamaah disampaikan sebagai perencanaan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter Islami siswa.
b. Sambutan pengurus Persyarikatan Muhammadiyah dan sekolah terhadap ide program shalat berjamaah.
Program shalat berjamaah teridentifikasi dapat menguatkan karakter Islami siswa, sehingga ide akan pelaksanaannya disetujui dan disambut baik oleh pengurus yayasan Muhammadiyah dan seluruh warga sekolah.
c. Tahap-tahap pematangan dan pemantapan ide program shalat berjamaah.
Dalam tahap pematangan dan pemantapan program shalat berjamaah telah dilakukan penjadwalan, diantaranya; menentukan kapan dilaksanakan program, menetapkan koordinator program, penugasan stakeholder sekolah (para guru, staff TU dan pengurus IPM SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu) agar turut berpartisipasi mensukseskan pelaksanaan program, dan menentukan fokus program yaitu semua siswa.
d. Pengambilan keputusan penetapan ide menjadi program kerja beserta aneka pertimbangan yang menyertai pada program shalat berjamaah.
Program shalat berjamaah ditetapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa yang mencangkup tiga dimensi waktu (masa lalu, masa sekarang, masa depan), dengan penjelasan;
masa lalu berkaitan dengan latar belakang siswa, masa sekarang berkaitan dengan kebijakan pemerintah mengenai pendidikan karakter, dan masa depan berkaitan dengan fungsional program bagi kehidupan peserta didik di masa depan.
2. Prosedur Pelaksanaan Program shalat berjamaah di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu.
Pelaksanaan program shalat berjamaah adalah kegiatan di mana seluruh civitas akademik di sekolah melaksanakan tugas dan perannya masing-masing dengan baik, sehingga dapat dilihat pasang surut realisasi program, muatan kegiatan program, metode pemberian bimbingan, dan nilai-nilai karakter yang menjadi prioritas pada program. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
a. Pasang surut realisasi yang memperlihatkan seputar kecenderungan sifat yang melekat pada program shalat berjamaah.
Realisasi program shalat berjamaah merupakan salah satu proses belajar. Proses ini terjadi karena program shalat berjamaah dilakukan berulang-ulang, yakni setiap hari. Sehingga dapat diketahui pasang surut realisasi yang memperlihatkan seputar kecenderungan sifat menyadarkan agar siswa memiliki kemauan untuk melaksanakan shalat Dhuha dan Zuhur berjamaah.
b. Muatan kegiatan pada program shalat berjamaah.
Program shalat berjamaah merupakan salah satu kegiatan ektrakurikuler yang mengandung nilai spiritual. Sedangkan, muatan kegiatan yang ada pada program adalah pendidikan karakter melalui pembiasaan melalui pelaksanaan shalat Dhuha dan Zuhur berjamaah yang dilaksanakan setiap hari.
c. Metode pemberian bimbingan pada program shalat berjamaah.
Metode dalam pelaksanaan program shalat berjamaah terindentifikasi menjadi empat macam, antara lain;
1) Keteladanan, terlihat dari para guru dan staf yang ikut melaksanakan shalat Dhuha dan Zuhur berjamaah.
2) Kebiasaan, terlihat dari pelaksanaan shalat Dhuha dan Zuhur berjamaah yang terus-menerus.
3) Nasihat yang selalu disampaikan oleh para guru kepada siswa pada setiap kesempatan dan,
4) Perhatian, terlihat saat para guru dan staf mengkondisikan siswa untuk melaksanakan shalat Dhuha dan Zuhur berjamaah.
d. Nilai-nilai karakter yang dijadikan skala prioritas didikkan pada para siswa malalui program shalat berjamaah.
Shalat Dhuha dan Zuhur berjamaah memiliki keterkaitan dengan pembentukan karakter Islami siswa, terutama pada aspek syukur, disiplin dan tanggung jawab. Selanjutnya, dijadikanlah
karakter syukur, disiplin dan tanggung jawab sebagai prioritas didikkan pada para siswa malalui pada program shalat berjamaah.
3. Implementasi Program shalat berjamaah terhadap Pembentukan karakter Islami Siswa Aspek Syukur, disiplin dan tanggung jawab di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu.
Program shalat berjamaah setelah melalui prosedur penetapan dan pelaksanaan akan terlihat implikasinya terhadap pembentukan karakter Islami siswa, baik pada ranah karakter syukur, disiplin, maupun tanggung jawab. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
a. Implementasi program shalat berjamaah terhadap pembentukan karakter syukur siswa di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu.
Program shalat berjamaah dapat memperkuat karakter syukur pada siswa baik pisik, psikis, maupun sosial. Hal ini tampak ketika seorang siswa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT., termasuk di dalamnya nikmat akan perintah-Nya melakukan ibadah shalat (wajib maupun sunah). Nikmat yang dirasakan dengan hati, maka akan berimbas pada taatnya siswa dengan melakukan ibadah, serta tak lupa keshalehan sosialnya akan bertambah jika dalam pelaksanaan ibadah shalat dia memilih untuk berjamaah. Karakter syukur ini terlihat dalam keseharian siswa dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari di sekolah yaitu dalam pelaksanaan semua program yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah salah satunya yaitu tertib melaksanakan shalat Dhuha dan Zuhur berjamaah. Siswa
yang memiliki sifat syukur atas nikmat kesehatan dia akan melaksanakan ibadah sebagai bentuk syukurnya, karena fisiknya sehat. Dia juga akan memanfaatkan nikmat sehat tadi untuk belajar dengan sebaik-baiknya dengan mematuhi seluruh peraturan yang ada di sekolah dan menghormati para guru yang mengajar di sekolah. Hal itu semua adalah perwujudan rasa syukur sebagai bentuk terima kasih atas segala nikmat yang telah Allah berikan.
b. Implementasi program shalat berjamaah terhadap pembentukan karakter disiplin siswa di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu.
Program shalat berjamaah dapat memperkuat karakter disiplin siswa karena dengan dibiasakannya shalat Dhuha dan Zuhur berjamaah, siswa akan juga disiplin dalam kebaikan-kebaikan yang lain. Hal itu akan nampak pada kebaikan kepada Allah, diri sendiri, dan orang lain. Dalam prakteknya di kegiatan belajar mengajar di sekolah karakter disiplin ini tampak pada saat: (1) disiplin berangkat sekolah, (2) disiplin mengikuti pembelajaran di sekolah, (3) disiplin mengerjakan tugas, (4) disiplin belajar di rumah, (5) disiplin menaati tata tertib sekolah.
c. Implementasi program shalat berjamaah terhadap pembentukan karakter tanggung jawab siswa di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu.
Keterkaitan antara shalat Dhuha dan Zuhur berjamaah dengan pembentukan karakter tanggung jawab siswa tampak pada: pertama,
shalat adalah kewajiban setiap muslim kepada penciptanya dan hanya orang-orang yang bertanggung jawablah yang mampu melaksanakan shalat, walau di sisi lain shalat merupakan kebutuhan manusia dan bernilai banyak kebaikan bagi yang melaksanakan. Sehingga, apabila ada program yang mengharuskan seseorang melaksanakan shalat, cepat atau lambat karakter tanggung jawab akan menjadi lebih kuat.
Kedua, relasi pemimpin dan yang dipimpin dalam shalat berjamaah.
Akan bernilai pembentukan karakter Islami tanggung jawab apabila dalam melaksanakan shalat berjamaah seseorang memperhatikan dan mengambil pelajaran dari setiap proses shalat jamaah, baik shalat jamaah untuk shalat fardu maupun sunnah seperti shalat Dhuha dan Zuhur. Dalam prakteknya pada kegiatan belajar mengajar di sekolah karakter tanggung jawab ini tampak pada saat: (a) Siswa mengerjakan tugas sesuai pentujuk dari guru, (b) Siswa mengumpulkan tugas tepat waktu, (c) Siswa mengerjakan pekerjaan rumah (PR) di rumah, (d) Siswa tidak mencontek dalam mengerjakan tugas, (e) Siswa mengembalikan barang yang dipinjam di sekolah, (f) Siswa mengembalikan barang yang dipinjam sama temannya, (g) Siswa menjaga fasilitas belajar yang ada di sekolah dengan baik. (h) Siswa datang lebih awal ketika dapat jadwal tugas piket, (i) Siswa tidak membuang sampah sembarangan dan (j) Siswa menegur teman yang membuang sampah sembarangan.
BAB V PENUTUP