BAB IV Penyajian Data dan Analisis Data
C. Pembahasan
Pada bagian ini akan membahas tentang temuan yang ada di lapangan dengan teori yang melandasinya. Berdasarkan hasil penelitian melalui metode observasi, wawancara dan dokumentasi, maka peneliti akan menjelaskan lebih lanjut ke tahap pembahasan. Pembahasan yang akan dibahas ini berkaitan dengan fokus masalah, yang berguna untuk mempermudah dalam menjawab pertanyaan yang menjadi landasan dalam penelitian ini. Berikut ini adalah perincian pembahasanya:
1. Tujuan mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa di Desa Gugut
Berdasarkan data yang ditemukan dilapangan, tujuan dari mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa adalah untuk mengajarkan kepada masyarakat agar membiasakan membaca dalam kehidupan sehari-harinya dan agar nantinya SDM masyarakat menjadi lebih meningkat baik dalam hal bidang agama maupun umum.
Selain itu, tujuan yang lain agar masyarakat dapat bertambah pengetahuannya dan mampu mengolah informasi yang diperoleh dari membaca dan lebih senang membaca. Mengingat bahwa perpustakaan desa ini merupakan satu-satunya perpustakaan yang ada di Desa Gugut.
Sedangkan teori yang ada menyatakan bahwa kegiatan membaca memiliki beberapa tujuan sebagaimana yang diungkapkan oleh Farida Rahim87 yakni pertama; untuk kesenangan, kedua; untuk memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik, ketiga; untuk mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahui, keempat; untuk memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis, kelima; untuk mengkonfirmasikan atau menolak prediksi, keenam;
untuk menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.
87 Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), 3.
Selain itu, dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Misbahul Ummah dalam skripsi di IAIN Jember yang berjudul: Gerakan Seratus Buku dalam Meningkatkan Budaya Gemar Membaca di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017.88 Menunjukkan bahwa tujuan gerakan seratus dalam meningkatkan budaya gemar membaca di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017 yakni siswa memiliki motivasi untuk membaca, membaca menjadi suatu yang menyenangkan, menjadikan membaca sebagai kebutuhan bukan kewajiban saja.
Kelebihan dari penelitian terdahulu ini yakni untuk lebih mengajak siswa-siswi SMP An-Nur untuk mencintai buku dan senang membaca buku, dari inilah di harapkan dapat meningkatkan budaya gemar membaca yang diadakan melalui gerakan seratus buku. Gerakan ini lebih memotivasi siswa-siswi SMP An-Nur untuk gemar membaca.
Kekurangan dari penelitian terdahulu ini yakni kurangnya peran serta dukungan dari pihak keluarga atau masyarakat dalam memotivasi para siswa-siswi SMP An-Nur untuk lebih mencintai buku.
Mengingat bahwa keluarga dan lingkungan masyarakat juga memiliki peranan penting dalam penentu pendidikan yang diperoleh dari seorang anak. Apabila seorang siswi sudah termotivasi untuk gemar membaca akan tetapi tidak didukung dari pihak keluarga dan masyarakat, maka
88 Misbahul Ummah, Gerakan Seratus Buku dalam Meningkatkan Budaya Gemar Membac di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelayjaran 2016/2017 (Skripsi, IAIN Jember, 2017), 67.
motivasi tersebut bisa berkurang dan malah hilang. Sebab faktor keluarga dan lingkungan masyarakat juga sangat mendukung anak-anak sekolah untuk lebih gemar membaca, karena dengan adanya contoh nyata yang dilakukan oleh pihak keluarga dan masyarakat yang dilingkungan sekitar dapat menjadi motivasi tesendiri bagi anak untuk lebih gemar membaca.
Dari hasil perbandingan antara data yang ditemukan dilapangan, penelitian terdahulu dan teori yang telah dikemukakan di atas dapat diambil kesimpuan yang menunjukkan bahwa ada kesesuaian antara teori yang ada dibuku referensi, hasil penelitian terdahulu dengan praktek yang ada di lapangan. Kesesuainya disini yakni dalam hal untuk kesenangan, untuk memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik, dan untuk mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahui.
Selain itu, tidak semuan tujuan di laksanakan dan dipraktekkan secara langsung di lapangan, seperti halnya untuk mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahui, untuk mengkonfirmasikan atau menolak prediksi, untuk menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.
Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman dari masyarakat desa Gugut tentang pentingnya perpustakaan, serta kurangnya
pemberian informasi dari pihak balai desa mengenai tujuan membaca kepada masyarakat secara lebih luas. Selain itu, kurangnya upaya yang dilakukan oleh pihak balai desa untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca dan arahan akan pentingnya serta tujuan membaca secara lebih luas.
Berdasarkan pemaparan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan mewujudkan masyarakat gemar membaca sudah dapat terwujud sedikit demi sedikit seperti untuk kesenangan, memperoleh dan memperbaharui pengetahuan dan untuk mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahui. Walaupun tidak semua semua terwujudkan dikarenakan kuranya pemahaman dari masyarakat dan kurangnya sosialisasi akan tujuan membaca secara lebih luas dari pihak balai desa kepada masyarakat.
2. Pelaksanaan dalam mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa di Desa Gugut
Dari data yang ditemukan di lapangan mengenai pelaksanaan dalam mewujudkan masyarakat gemar membaca yakni dengan pengelolaan koleksi buku-buku perpustakaan dengan baik dan dengan meningkatkan pelayanan. Pelayanan yang dilakukan mulai dari jam dan hari buka perpustakaan desa sampai pada tahap peminjaman buku di perpustakaan desa.
Pelayanan yang dilakukan oleh pihak balai desa dilakukan dalam rangka untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca, terutama
buku yang berkaitan dengan keagamaan. Pelayanan yang mudah dan ramah, dapat menarik masyarakat untuk lebih senang lagi dalam membaca.
Sedangkan menurut teori yang dikemukakan Farida Rahim89 yang menyatakan bahwa pelaksanaan dalam kegiatan membaca terdapat tiga hal yakni: Pertama, kegiatan prabaca yang meliputi menentukan tujuan membaca, mendapatkan bacaan atau buku yang sesuai, melakukan survai awal untuk mengenali isi bacaan, membuat keputusan untuk membaca, mengaktifkan skemata yang dimiliki dan yang terakhir membuat daftar pertanyaan; kedua, kegiatan saat baca yang meliputi membaca bacaan atau buku dengan teliti, membuat analisis dan kesimpulan secara kritis, menyimpan informasi pengetahuan yang diperoleh, membuat catatan atau ringkasan, dan; ketiga, kegiatan pasca baca yang meliputi menentukan sikap: menerima atau menolak gagasan/isi bacaan, mendiskusikan dengan orang lain, membuat komentar, menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan yang kelima memunculkan ide baru.
Selain itu, dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Syarifatul Imama dalam skripsi di IAIN Jember yang berjudul:
Pendidikan Karakter Gemar Membaca melalui Ekstarkulikuler Jurnalistik (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Raudhotul Muta’allimin
89 Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), 99.
Simbar Tampo Cluring Banyuwangi 2015/2016.90 Menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan karakter gemar membaca dilaksanakan seminggu 2 kali, melalui kegiatan pembiasaan membaca, pelatihan keterampilan melalui tulisan, penyediaan fasilitas perpustakaan, kegiatan wakaf buku, pekan kunjungan perpustakaan.
Kelebihan dalam penelitian terdahulu ini yakni bahwa pelaksanaan yang dilakukan lebih mengarah kepada praktek secara langsung untuk membiasakan para siswa-siswa di Madrasah Aliyah Raudhotul Muta’allimin Simbar Tampo Cluring Banyuwangi lebih gemar membaca. Selain itu, di Madrasah Aliyah Raudhotul Muta’allimin Simbar Tampo Cluring Banyuwangi juga terdapat pelatihan-pelatihan keterampilan melalui tulisan. Jadi proses pembentukan karaktek gemar membaca yang dilakukan oleh pembina melalui kegiatan pembiasaan dan parktek secara langsung.
Kekurangan dari penelitian terdahulu ini yakni waktu dan tenaga yang kurang. Waktu yang yang diberikan dalam pelaksanaan karakter gemar membaca dapat dikatakan terlalu sedikit yakni hanya 2 kali dalam seminggu. Dalam kurun waktu yang terlalu sedikit itu, memungkinkan untuk mewujudkan para siswa-siswi di Madrasah Aliyah Raudhotul Muta’allimin untuk gemar membaca tidak dapat dapat berjalan secara sempurna. Sebab, mewujudkan anak-anak untuk gemar membaca itu memerlukan proses yang panjang dan waktu yang
90 Syarifatul Imama, Pendidikan Karakter Gemar Membaca melalui Ekstrakulikuler Jurnalistik (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Raudhotul Muta’alim Simbar Tampo Cluring Banyuwangi 2015/2016 (Skripsi, IAIN Jember, 2016), 203.
maksimal, agar nantinya pembiasaan anak untuk lebih gemar membaca dapat terwujud. Selain itu, tenaga yang perlukan untuk mengontrol setiap kegiatan anak-anak itu sangatlah penting, agar nantinya pelaksaanya dapat berjalan secara maksimal
Dari hasil data yang ditemukan di lapangan dengan teori yang ada bahwa ada kesesuainya yakni pada tahap menentukan terlebih dahulu tujuan dari membaca. Sudah jelas bahwa tujuannya tidak lain untuk mengajarkan masyarakat agar lebih gemar membaca baik itu untuk membaca buku tentang umum ataupun agama Islam sehingga dan masyarakat dapat bertambah pengetahuannya serta senang membaca.
Secara garis besar, bahwa tujuannya untuk menciptakan masyarakat yang gemar membaca.
Walaupun dalam kegiatan-kegiatan yang lain yang dikemukakan oleh Farida Rahim dalam pelaksanaan membaca tidak dilakukan sepenuhnya. Hal ini dikarenakan bahwa masih belum adanya struktur kepengurusan perpustakaan desa yang terstruktur secara jelas yang disebabkan oleh kuranganya tenaga kepegawaian di pihak balai desa. Sedangkan untuk merekrut anggota baru atau pegawai untuk mengurus perpustakaan desa membutuhkan biaya yang cukup banyak, mengingat semua orang yang bekerja memerlukan upah atau gaji untuk memenuhi kelangsungan hidupnya dan gaji yang nantinya diperoleh dapat dikatakan kurang untuk memenuhi kehidupan sehari-sehari,
sehingga masyarakat kurang berminat untuk menjadi pegawai di balai desa.
Oleh sebab itu, yang memberikan pelayanan pada saat ada masyarakat yang datang ke perpustakaan desa dan berniat untuk meminjam buku, dilakukan oleh pegawai pihak balai desa yang ada di balai desa. Jadi tidak ada struktur kepengurusan yang jelas, siapa yang bertanggung jawab secara penuh terhadap pelayanan perpustakaan desa, yang terpenting ada pegawai balai desa yang siap tidak siap harus melayani masyarakat yang membaca di perpustakaan desa Gugut.
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa pelaksanaan dalam mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa di Desa Gugut masih belum terwujud dan dilakukan secara baik sesuai dengan teori yang ada ada buku referensi, yang disebabkan oleh tidak adanya struktur kepengurusan yang jelas, tenaga, dan biaya yang cukup.
3. Strategi untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa di Desa Gugut
Berdasarkan data yang ditemukan di lapangan melalui wawancara, dokumentasi dan observasi, strategi yang dilakukan oleh pihak balai desa untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca yakni dengan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, pengumuman melalui pengajian atau kegiatan-kegiatan lain dan melalui neon books.
Strategi yang paling utama dilakukan yakni dengan menggunakan startegi gepok tular (Bahasa Jawa) yakni dengan memberikan informasi kepada masyarakat dari mulut ke mulut.
Mengingat bahwa masyakat Indonesia khusunya masyarakat pedesaan lebih banyak menerima informasi dari mulut ke mulut daripada informasi yang didapat dari hasil membaca.
Strategi-strategi tersebut dilakukan oleh seluruh bagian kepengurusan balai desa Gugut. Strategi-strategi ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk lebih mengajak masyarakat Desa Gugut untuk berkunjung dan membaca di perpustakaan desa dan dengan strategi- strategi tersebut, diharapkan masyarakat Desa Gugut dapat meluangkan waktunya untuk membaca di perpustakaan desa.
Sedangkan teori yang ada menyatakan bahwa strategi-staregi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca yang dikemukakan oleh Masri Sareb Putra91 adalah dengan menyediakan bahan bacaan yang berguna dan terjangkau, akses untuk memperoleh bacaan haruslah terbuka seluas-luasnya, mengadakan sayembara, hibah buku, kampanye, dan pemasangan moto yang mengarah ke membangun budaya membaca masyarakat seperti membaca satu buku satu minggu, tiada hari tanpa membaca, dan lain- lain.
91 Masri Sareb Putra, Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini (Jakarta: PT Indeks, 2008), 133.
Selain itu, dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Misbahul Ummah dalam skripsi di IAIN Jember yang berjudul: Gerakan Seratus Buku dalam Meningkatkan Budaya Gemar Membaca di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017.92 Menunjukkan bahwa strategi gerakan seratus dalam meningkatkan budaya gemar membaca di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017 yakni melalui pemberian reward dan seminar.
Kelebihan dalam penelitian terdahulu ini yakni cara untuk lebih menarik motivasi para siswa-siswinya untuk lebih gemar membaca buku sangatlah sederhana, akan tetapi mampu menggugah motivasi para siswa-siswi untuk gemar membaca. Mengingat para siswa-siswi di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi datang ke perpustakaan hanya saat sedang akan mengikuti ulangan atau ujian saja.
Jadi dengan diberikannya suatu hadiah maka para siswa-siswi akan berlomba-lomba untuk mendapatkan hadiah tersebut.
Kekurangan dalam penelitian terdahulu ini yakni harus lebih menggunakan strategi-strategi lain yang nantinya dapat memotivasi siswa-siswi di SMP An-Nur untuk lebih gemar membaca. Jika strategi yang dilakukan hanya itu-itu saja dan tidak ada usaha menggunakan strategi yang lain, maka tidak ada peningkatan yang signifikan. Jadi
92 Misbahul Ummah, Gerakan Seratus Buku dalam Meningkatkan Budaya Gemar Membac di SMP
An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelayjaran 2016/2017 (Skripsi, IAIN Jember, 2017), 67.
perlu dilakukan strategi-strategi yang jitu dan menarik untuk lebih menotivasi dan mengajak anak-anak untuk datang ke perpustakaan.
Dari hasi penelitian di lapangan, teori dan penelitian terdahulu yang telah dikemukakan di atas bahwa adanya kesesuaian antara teori yang ada dibuku referensi, penelitian yang dilakukan sebelumnya dengan praktek yang ada di lapangan. Kesesuaian tersebut diantaranya yakni dengan menyediakan bahan bacaan yang berguna dan terjangkau, akses untuk memperoleh bacaan haruslah terbuka seluas-luasnya, dan hibah buku.
Akan tetapi tidak semua strategi dilakukan, hanya beberapa point saja yang dilakukan, seperti tidak diadakannya sayembara membaca, kampanye dan slogan-slogan atau motto yang mengarah kepada membangun budaya membaca. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu, biaya dan tenaga untuk menggunakan semua strategi-staregi tersebut.
Keterbatasan waktu dan tenaga yang ada di pihak balai desa menjadi satu hal yang menyebabkan pihak balai desa tidak menggunakan semua strategi yang ada. Keterbatasan waktu ini dikarenakan adanya struktur kepegurusan perpustakaan desa yang kurang jelas. Sehingga timbullah adanya double jabatan, yakni semua pegawai balai desa turut andil dan melayani masyarakat yang berkunjung ke perpustakaan desa. Tentunya, pihak pegawai balai desa bukan hanya mengurusi tentang mayarakat yang ingin ke perpustakaan,
akan tetapi seluruh masalah-masalah kependudukan yang ada di masyarakat. Jadi waktu dan pemikiran yang dibutuhkan untuk menggunakan strategi-strategi tersebut terpecah, karena waktu yang diberikan bukan hanya mengurus perpustakaan desa saja melainkan semua keluh kesah masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukannya waktu dan tenaga yang cukup untuk melakukan semua strategi tersebut.
Selain keterbatasan waktu dan tenaga, yang tidak kalah pentingnya yakni kurangnya biaya operasioanal yang diperlukan untuk melakukan semua strategi tersebut. Biaya yang diperlukan untuk melakukan semua strategi tersebut terbilang tidak sedikit. Mengingat bahwa pihak bala desa, ketika akan melakukan suatu kegiatan harus melakukan pengajuan proposal terlebih dahulu untuk mendapatkan bantuan biaya dari pihak pemeritah. Sedangkan pihak balai desa tidak memungkinkan untuk meminta iuran dan sukarela masyarakat untuk membantu melakukan semua strategi tersebut.
Berdasakan pemaparan di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa strategi untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa di Desa Gugut sudah dilakukan sesuai dengan teori yang ada seperti dengan menyediakan bahan bacaan yang berguna dan terjangkau, akses untuk memperoleh bacaan haruslah terbuka seluas-luasnya, hibah buku, sosialisasi dengan masyarakat dan neon books. Walaupun masih belum semua strategi yang ada di buku
referensi dilakukan karena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga yang dimiliki.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Gugut Rambipuji Jember dapat diambil suatu kesimpulan yakni sebagai berikut:
1. Tujuan dari mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut - Rambipuji - Jember), yakni: untuk memotivasi masyarakat agar lebih gemar membaca dan untuk meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) masyarakat baik dalam hal bidang agama maupun umum.
2. Pelaksanaan dalam mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut - Rambipuji - Jember), yakni: pelaksanaannya di laksanakan dari hari Senin sampai Jum’at, mulai dari jam 08.00-13.00. Peminjaman buku di lakukan dengan menggunakan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Pengelolaa koleksi bukunya serta pelayanan dilakukan oleh Seketaris Desa Gugut dibantu oleh pegawai yang lain.
3. Strategi untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut - Rambipuji - Jember), diantaranya adalah: a. sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, b. melalui pengajian umum dan neon books. Strategi- strategi tersebut di lakukan untuk menarik minat dan motivasi masyarakat untuk gemar membaca.
87
B. Saran
Dari keseluruhan pembahasan yang telah dianalisa sebelumnya, tentu terdapat kelebihan maupun kekurangan. Oleh sebab itu, pada bagian ini akan dikemukakan saran-saran yang dapat digunakan untuk perbaikan ataupun rujukan kedepannya.
1. Kepala Desa Gugut
a. Untuk selalu memberikan dukungan berupa pengawasan yang lebih terhadap perpustakaan desa.
b. Untuk segera membuat struktur kepengurusan yang bertanggung jawab secara penuh terhadap perpustakaan desa.
c. Untuk segera membuat katalog mengenai data-data yang pemustaka yang hadir dan data tentang buku yang di pinjam
d. Untuk selalu mengajak berkomunikasi dengan pihak pegawai balai desa untuk untuk memberikan pelayanan yang mudah dan memuaskan kepada masyarakat yang berkunjung dan membaca di perpustakaan desa.
e. Untuk selalu mengajak masyarakat menuju gemar membaca dengan menggunakan strategi-strategi yang lebih menarik minat dan motivasi masyarakat untuk membaca di perpustakaan desa.
f. Agar lebih komikatif lagi dengan masyarakat yang membaca di perpustakaan desa dengan cara mengajak diskusi bersama tentang isi yang telah di baca.
g. Agar bisa bekerjasama dengan berbagai pihak yang nantinya bisa lebih menarik minat masyarakat seperti dengan bekerjasama dengan pihak-pihak lembaga sekolah.
h. Untuk segera menyediakan ruangan membaca yang khusus untuk pembaca agar tidak menjadi satu ruangan dengan ruang kepala desa.
2. Masyarakat
a. Agar selalu bersemangat dalam kegiatan membaca.
b. Agar dapat menjadikan membaca sebagai kebutuhan.
c. Agar selalu mendukung pihak balai desa untuk lebih menarik masyrakat gemar membaca
d. Agar bisa mengajak masyarakat yang belum pernah datang ke perpustakaan desa untuk membaca ke perpustakaan desa.
C. Rekomendasi
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dilapangan, ditemukan banyak data-data dan fakta-fakta yang ada dilapangan bisa dilakukan penelitian lanjutan oleh peneliti yang berbeda dengan menganggakat fakta-fakta atupun fenomena-fenomena yang ada yakni di perpustakaan desa Gugut.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, H. Zainuddin. 2008. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Antasari, Indah Wijaya. 2016. Support Parents on Building Children's Literacy : Dukungan Orang Tua dalam Membangun Literasi Anak. Semarang: IAIN Semarang.
Basuki, Sulistyo. 2000. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Creswell, John W. 2015. Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih di Antara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dalman, H. 2014. Keterampilan Membaca. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Departemen Agama RI. 2004. Al-Jumanatul Ali: Al-Qur’an dan Terjemanya.
Bandung: J-Art.
Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Undang-Undang No. 43 Tahun 2017 tentang Perpustakaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.
___________________________. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
___________________________. 2014. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Hanani, Silfia. 2013. Sosiologi Pendidikan Keindonesiaan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Handoko, T. Hani. 2000. Manajemen. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Idi, Abdullah. 2014. Sosiologi Pendidikan: Individu, Masyarakat, dan Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Imama, Syarifatul. 2016. Pendidikan Karakter Gemar Membaca melalui Ekstarkulikuler Jurnalistik (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Raudhotul Muta’allimin Simbar Tampo Cluring Banyuwangi 2015/2016. Skripsi, IAIN Jember.
Kurmen, Nur Rodji’ah. 2000. Buku Ajar Pengantar Perpustakaan (Jember:
STAIN Press.
90
Madjid, Abdul. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Mas’ud, Abdurrahman. 2004. Studi Agama dan Pendidikan. Semarang: CV.
Aneka Ilmu.
Nurhadi. 2016. Teknik Membaca. Jakarta: Bumi Aksara.
Putra, Masri Sareb. 2008. Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini. Jakarta: PT Indeks.
Qardhawi, Yusuf. 2001. Al-Qur’an Berbicara tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Gema Insani Press.
Rahardjo, Mudjia. 2010. Pemikiran Kebijakan Pendidikan Kontemporer. Malang:
UIN-Maliki Press.
Rahim, Farida. 2008. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Sahlan, Moh. 2015. Evaluasi Pembelajaran: Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Jember: STAIN Jember Press.
Rahman Saleh, Abdul. 2015. Pengertian Perpustakaan dan Dasar-dasar Manajemen Perpustakaan. Jakarta: PT Indeks.
Sugiono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Surahman, Arif . 2016. Pengelolaan Perpustakaan. Bandung: Pustaka Setia.
Syafaat, Hikmatusy. 2016. Peran Guru PAI dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Gemar Membaca Siswa di SMP Alam Banyuwangi Islamic School (BIS) Genteng Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017. Skripsi, IAIN Jember.
Tim Penyusun. 2017. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: IAIN Jember Press, 2017), 44.
Ummah, Misbahul. 2017. Gerakan Seratus Buku dalam Meningkatkan Budaya Gemar Membaca di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017. Skripsi, IAIN Jember.
Yin, Robert K. 2014. Studi Kasus: Desain & Metode (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.