SKRIPSI
Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember Untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam Program Pendidikan Agama Islam
Disusun Oleh:
Siti Munawaroh NIM : 084141217
INSTITUSI AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM 2018
Artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. Al-Alaq:1-5)1
1 Departemen Agama RI, Al-Jumanatul Ali: Al-Qur’an dan Terjemanya (Bandung:J-Art: 2004), Q.S. Al-Alaq:1-5.
1. Kedua orang tua saya yang tercinta. Terima kasih atas do’a yang telah engkau berikan demi melihat kesuksesan saya. Semoga kalian selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
2. Kakek dan Nenek saya yang selama ini telah mendidik dan membesarkan saya sampai saat ini. Terima kasih karena selalu mendengarkan semua keluh kesah saya selama ini, terutama pada saat proses kuliah sampai pada penyusunan skripsi ini.
3. Kakak-kakak sepupu saya yang tersayang, yang senantiasa menemai saya dalam penyusunan skripsi ini.
4. Sahabat-sahabat kelas A5 dan semua teman-teman seperjuangan angkatan 2014 yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Terima kasih atas do’a, semangat, motivasi, dan dukungan kalian selama ini.
Rambipuji-Jember)
Desa Gugut merupakan desa yang memiliki perpustakaan yang diberi nama dengan perpustakaan desa. Perpustakaan desa ini terletak di balai desa Gugut. Perpustakaan desa ini merupakan perpustakaan yang hadir sebagai bentuk bagian dari perpustakaan provinsi.
Fokus penelitian yang di teliti dalam skipsi ini adalah: 1) Apa tujuan dari mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut-Rambipuji-Jember)? 2) Bagaimana pelaksanaan dalam mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut-Rambipuji-Jember)? 3) Bagaimana strategi untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut -Rambipuji-Jember)?
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan apa tujuan dari mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut-Rambipuji-Jember), untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan dalam mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut- Rambipuji-Jember), untuk mendeskripsikan bagaimana strategi mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut-Rambipuji-Jember).
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dan jenis penelitiannya menggunakan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Analisis data yang digunakan menggunkan analisis data deskriptif, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Lalu keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan triangulasi yakti triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil dari penelitian ini adalah a) Tujuan dari mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut-Rambipuji-Jember), yakni: untuk memotivasi masyarakat agar lebih gemar membaca dan untuk meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) baik dalam bidang umum maupun agama. b) Pelaksanaan dalam mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut-Rambipuji-Jember), yakni: pelaksanaannya di laksanakan dari hari Senin sampai Jum’at, mulai dari jam 08.00-13.00. Peminjaman buku di lakukan dengan menggunakan KTP. Pengelolaa koleksi bukunya serta pelayanan dilakukan oleh Seketaris Desa Gugut dibantu oleh pegawai yang lain. c) Strategi untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut-Rambipuji-Jember), diantaranya adalah: a. sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, b. melalui pengajian umum dan neon books.
Segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan taufik-Nya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada tahap penyelesaian penyusunan skripsi ini, dapat terselesaikan dengan baik sesuai dengan harapan penulis.
Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, karena atas syafa’atnya dan risalahnya, manusia dapat mengenai agama Allah serta dapat membawa umat dari zaman jahiliyyah menuju ke zaman yang berpendidikan dan berakhlak.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan penyelesaian kegiatan akademik pada fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember Tahun ajaran 2017/2018.
Kesuksesan penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. H. Babun Soeharto, SE, MM selaku Rektor IAIN Jember yang telah memberi fasilitas yang memadai selama penulis menuntut ilmu di IAIN Jember.
2. Bapak Dr. H. Abdullah, M.HI. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan di IAIN Jember.
3. Bapak Dr. H. Mundir, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Islam di IAIN Jember.
4. Bapak H. Mursalim, M.Ag selaku Ketua Program Studi Pendidikan Islam di IAIN Jember.
5. Ibu Dra. Khoiriyah, M.Pd selaku dosen pembimbing yang ikhlas dan penuh kesabaran serta meluangkan waktunya untuk terus membimbing dan mengarahkan dalam proses penyusunan skripsi ini.
7. Bapak Nursalim selaku Kepala Desa Gugut beserta seluruh staf dan anggota kepemimpinan desa yang telah memberikan kesempatan dan waktu untuk berbagi ilmu dan informasi.
8. Rekan-rekan mahasiswa IAIN Jember angkatan tahun 2014 yang selalu memberikan dorongan dan semangat untuk segera menyelesaikan skripsi ini..
Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, terima kasih telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini secara langsung maupun tidak langsung. Penulis menyadari segala kekurangan dan kekeliruan, penulis selaku penyusun skripsi ini mohon adanya kritik dan saran yang membangun guna perbaikan dan penyempurnaan skripsi ini. Semoga segala ikhtiyar kita diridhoi Allah SWT. Akhir kata, semoga laporan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pembaca.
Jember, 2 Mei 2018 Penulis
Siti Munawaroh Nim 084141217
Persetujuan Pembimbing ... ii
Pengesahan Tim Penguji ... iii
Motto ... iv
Persembahan ... v
Abstrak ... vi
Kata Pengantar ... vii
Daftar Isi ... ix
Daftar Tabel ... xii
Daftar Gambar ... xiii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Fokus Penelitian ... 8
C. Tujuan Penelitian ... 8
D. Manfaat Penelitian ... 9
E. Definisi Istilah... 11
F. Sistematika Pembahasan ... 12
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 14
A. Penelitian Terdahulu ... 14
B. Kajian Teori ... 21
1. Kajian teori tentang masyarakat gemar membaca ... 21
a. Membaca ... 21
3) Manfaat membaca ... 25
b. Pelaksanaan membaca ... 28
c. Strategi membaca ... 30
1) Pengertian strategi... 30
2) Strategi membaca... 31
3) Strategi menuju masyarakat gemar membaca ... 33
2. Kajian teori tentang perpustakaan desa ... 36
BAB III Metode Penelitian ... 40
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 40
B. Lokasi Penelitian ... 41
C. Subyek Penelitian ... 41
D. Teknik Pengumpulan Data ... 42
E. Analisis Data ... 46
F. Keabsahan Data ... 48
G. Tahap-tahap Penelitian ... 48
BAB IV Penyajian Data dan Analisis Data ... 50
A. Gambaran Obyek Penelitian ... 50
B. Penyajian Data dan Analisis Data ... 57
C. Pembahasan ... 73
BAB V Penutup ... 87
A. Kesimpulan ... 87
Daftar Pustaka ... 90 Lampiran
2.2 Tabel struktur pemerintahan desa Gugut ...51
2.3 Tabel pemimpin yang pernah menjadi Kepala Desa Gugut...52
2.4 Tabel beberapa kategori buku di perpustakaan desa Gugut ...56
2.5 Tabel sarana dan prasarana di perpustakaan desa Gugut ...56
2.6 Tabel hasil temuan penelitian ...72
2.2 Gambar kartu peminjaman di perpustakaan desa Gugut ...57
A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan strategi untuk membangun manusia seutuhnya, karena ia diyakini sebagai aspek terpenting dalam mengangkat derajat masyarakat suatu bangsa. Oleh karena itu, dari waktu ke waktu pendidikan senantiasa dijadikan sebagai salah satu guru dalam peningkatan kualitas sebuah bangsa.1
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan merupakan kebutuhan setiap insan di sepanjang hayatnya. Setiap manusia membutuhkan pendidikan tanpa mengenal batas ruang dan waktu. Apabila keberadaan pendidikan dinafikkan, maka manusia tidak akan pernah berkembang dan tidak dapat bersaing, sehingga nantinya tidak akan mustahil jika menjadi bangsa yang terbelakang. Oleh sebab itu, dunia pendidikan saat ini perlu menciptakan keunggulan yang kompetititf dalam segala bidang. Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 yang menyatakan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangakan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.2
1 Mudjia Rahardjo, Pemikiran Kebijakan Pendidikan Kontemporer (Malang: UIN-Maliki Press, 2010), vii.
2 Sekertaris Negara RI, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Secara spesifik pelaksanaan dan penyelenggraan diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 4 ayat 5 dan 6 yang menyatakan bahwa:3
Pasal 4 ayat (5), Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.
Pasal 4 ayat (6), Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyenggaraan mutu pelayanan pendidikan.
Dari pasal tersebut menjelaskan bahwa dalam penyelenggaraan pendidikan yang paling utama untuk dilaksanakan adalah mengembangkan budaya membaca bagi semua komponen lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Budaya membaca merupakan hal penting dalam pendidikan.
Sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa membaca adalah jantung dari pendidikan. Seseorang yang sering membaca, akan memiliki pengetahuan, pengalaman dan wawasan yang luas yang tidak dimiliki oleh orang yang tidak membaca.4
Membaca sama halnya dengan membuka jendela dunia. Dengan membaca, seseorang membuka mata dan pikiran bahwa dunia itu sangatlah luas. Semakin banyak membaca maka semakin seseorang merasa belum melihat banyak tentang dunia luar. Sehingga nantinya membaca dapat mengubah sudut pandang seseorang akan dunia luar dan dapat memetik hikmah dan manfaat dari hasil membacanya.
3 Sekertaris Negara RI, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
4 H. Dalman, Keterampilan Membaca (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014), 5.
Selain itu, membaca merupakan simbol peradaban bangsa yang haus akan ilmu pengetahuan. Membaca menjadi simbol bangsa yang modern dan memiliki peradaban yang tinggi, bangsa yang masyarakatnya berkeinginan untuk terus menghasilkan kreatifitas dan inovasi baru.
Peradaban yang maju dan berhasil bertahan lama, dimulai dari membaca.5 Bahkan di dalam ajaran Agama Islam, membaca merupakan perintah yang pertama dan utama. Al-Qur’an sebagai sumber utama dari ajaran Islam mendorong umatnya untuk melakukan kegiatan membaca. Hal ini tercantum pada wahyu Allah SWT yang turun pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW yakni surat Al-Alaq ayat 1-5. Allah SWT berfirman:
Artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. Al-Alaq:1-5)6
Ayat di atas menjelaskan mengenai perintah membaca bagi seluruh umat manusia. Perintah membaca dalam surat ini, disampaikan oleh Allah SWT sampai dua kali. Hal ini menunjukkan akan pentingnya membaca bagi umat manusia. Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi, dalam keadaan yang lemah dan tidak berdaya. Akan tetapi,
5 Masri Sareb Putra, Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini (Jakarta: PT Indeks, 2008), 8.
6 Departemen Agama RI, Al-Jumanatul Ali: Al-Qur’an dan Terjemanya (Bandung: J-Art: 2004), Q.S. Al-Alaq:1-5.
manusia diberi kunci untuk bisa menguasai alam semesta yakni hasil berfikir dari kegiatan membaca.
Dari hasil membaca, manusia dapat menjaga kelestarian alam disekitarnya yang sudah di amanahkan oleh Allah SWT kepadanya. Namun, membaca dalam Islam bukan hanya dalam arti membaca sains atau empiris saja, tetapi juga membaca dalam hal kerohanian. Membaca dalam Islam bukan hanya ilmu untuk ilmu, tetapi didorong untuk beriman kepada Allah SWT.
Selain membaca secara tekstual, setiap insan dalam ajaran Agama Islam diperintahkan untuk membaca secara kontekstual yakni membaca akan fenomena-fenomena atau gejala-gejala alam yang terjadi disekitarnya.
Sehingga nantinya tujuan manusia menjadi insan kamil dapat terwujud.
Membaca dalam Agama Islam sangat dianjurkan, bahkan menganjurkan sepada semua umatnya untuk membiasakan membaca dan menjadikan kegiatan membaca sebagai budaya dalam kehidupannya.7
Budaya membaca (reading habit) sering menjadi tolok ukur kemajuan atau peradaban suatu bangsa. Ketika budaya membaca tinggi di suatu bangsa, maka peradaban serta ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi semakin berkembang. Dalam masyarakat maju, membaca menjadi bagain hidup yang tidak dapat dipisahkan. Misalnya negara Eropa, Amerika,
7 H. Zainuddin Ali, Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), 44.
dan sebagian Asia Timur (Jepang dan Korea), dimana membaca sudah menjadi budaya yang mengakar.8
Akan tetapi, fakta di lapangan tidak sesuai dengan teori-teori yang ada. Sebagian besar masyarakat Indonesia, belum menjadikan membaca sebagai budaya dan kebutuhan dalam kehidupannya. Kebiasaan dan kegemaran untuk membaca belum meluas kepada seluruh lapisan masyarakat. Hanya segelintir kalangan saja yang membiasakan membaca, itupun karena dituntut untuk membaca, seperti siswa/mahasiswa, guru, dan kaum intelektual.
Hal ini terbukti dengan rendahnya kualitas minat baca anak Indonesia. Data dari BPS pada tahun 2006 mempublikasikan bahwa aktivitas membaca masyarakat Indonesia belum dijadikan sebagai sumber kegiatan untuk mendapatkan informasi. 85,9% masyarakat lebih memilih menonton televisi dan 40,3% mendengarkan radio sedangkan 23,5%
memilih untuk membaca. Artinya, masyarakat lebih suka mendapatkan informasi dari televisi dan radio.9
Sedangkan hasil survai UNISCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) pada tahun 2012, menunjukkan bahwa negara Indonesia menempati urutan ke-60 dari 61 negara yang ditelit.
Negara Indonesia menempati urutan kedua diatas Botswana di Afrika.
Hasilnya menunjukkan bahwa, minat baca di Indonesia hanya 0,001%
8 Masri Sareb Putra, Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini (Jakarta: PT Indeks, 2008), 129.
9 Silfia Hanani, Sosiologi Pendidikan Keindonesiaan (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2013), 75.
artinya dari 1000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca.10 Hal ini menunjukkan betapa mirisnya minat baca di negara Indonesia.
Oleh sebab itu, budaya membaca perlu ditumbuhkembangkan dan perlu mendapatkan perhatian yang serius. Negara Indonesia yang merupakan negara berkembang, masih dalam proses menuju masyarakat gemar membaca (reading sociaty). Menuju masyarakat gemar membaca tidak akan semudah membalikkan telapak tangan, akan tetapi memerlukan proses yang panjang, waktu yang lama, upaya yang sistematis dan strategi yang khusus menumbuhkembangkan budaya membaca.11
Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah dengan menggalakkan Gerakan Literasi Nasional (GLN), baik si sekolah- sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Gerakan literasi nasional ini merupakan upaya dari pemerintah untuk mewujudkan pembiasaan membaca. Gerakan literasi adalah gerakan yang mendorong individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah serta mengurasi buta aksara pada masyarakat Indonesia. Gerakan literasi ini bukan hanya kemampuan untuk membaca teks saja akan tetapi mampu membaca dunia. Ketika Gerakan Literasi Nasional didukung dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat maka negara Indonesia dapat bersaing dalam perkembangan teknologi dunia.
Contoh nyata dari gerakan literasi nasional yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan adanya perpustakaan desa. Perpustakaan desa ini
10 Indah Wijaya Antasari, Support Parents on Building Children's Literacy : Dukungan Orang Tua dalam Membangun Literasi Anak, Edulib 6 (Semarang: IAIN Semarang, 2016), 144.
11 Masri Sareb Putra, Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini (Jakarta: PT Indeks, 2008), 130.
merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca. Salah satu perpustakaan desa itu terletak di Desa Gugut.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Salim selaku Kepala Desa Gugut menyatakan bahwa perpustakaan desa ini ada sejak tahun 2016 awal yang beralamatkan di Jl. Rengganis 01 Desa Gugut Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Selayaknya perpustakaan lainnya, perpustakaan desa ini memiliki berbagai jenis koleksi buku di dalamnya yakni terdapat 1000 buku dengan 500 judul buku. Perpustakaan desa ini hadir di tengah-tengah masyarakat karena bantuan dari perpustakaan provinsi. Perpustaakaan desa ini dibuka untuk masyarakat umum pada umunya, khususnya pada masyarakat Desa Gugut Kecamatan Rambipuji.12
Akan tetapi yang menarik dari perpustakaan desa ini adalah perpustakaan desa ini merupakan satu-satunya yang ada di Desa Gugut.
Perpustakaan yang masuk dalam lingkungan masyarakat desa pedesaan yang dapat dikatakan sangat awam mengenai perpustakaan dan masih kental akan adat istiadatnya. Perpustakaan yang mengajak masyarakat desa untuk bisa mendapatkan ilmu dari membaca dan dapat menambah ilmu pengetahunnya.
Berdasarkan ketimpangan antara teori yang menyatakan bahwa budaya membaca menjadi toloh ukur kemajuan peradaban suatu bangsa dengan realita yang ada dilapangan yang menunjukkan bahwa minat untuk membaca masyarakat Indonesia masih sangat rendah, maka peneliti tertarik
12 Nursalim, Wawancara, Balai Desa Gugut, 22 Januari 2018.
untuk meneliti mengenai “Upaya Mewujudkan Masyarakat Gemar Membaca melalui Pengadaan Perpustakaan Desa (Studi Kasus di Desa Gugut – Rambipuji – Jember)”
B. Fokus Penelitian
Pada bagian ini akan dicantumkan fokus penelitian. Fokus penelitian berisi semua fokus permasalahan yang akan dicari jawabannya melalui proses penelitian.13 Adapun fokus penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apa tujuan dari mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut - Rambipuji - Jember)?
2. Bagaimana pelaksanaan dalam mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut - Rambipuji -Jember)?
3. Bagaimana strategi untuk mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut - Rambipuji - Jember)?
C. Tujuan Penelitian
Pada bagian ini akan dicantumkan tujuan penelitian. Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian yang mengacu kepada masalah-masalah yang telah
13 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: IAIN Jember Press, 2017), 44.
dirumuskan pada fokus penelitian.14 Adapun tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui dan mendeskripsikan apa tujuan dari dari mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut - Rambipuji - Jember).
2. Untuk mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan dalam mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut - Rambipuji -Jember).
3. Untuk mendeskripsikan bagaimana strategi mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa (studi kasus di Desa Gugut - Rambipuji - Jember).
D. Manfaat Penelitian
Pada bagian ini akan dicantumkan manfaat penelitian. Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang akan diberikan setelah selesai melakukan penelitian, baik itu manfaat secara teoritis maupun praktis. Akan tetapi manfaat tersebut harus realistis.15 Adapun manfaat penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan akan bidang pendidikan dan menjadi sumbangsih akan pentingnya membaca.
14 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: IAIN Jember Press, 2017), 45.
15 Ibid,. 45.
2. Manfaat praktis a. Bagi peneliti
1) Penelitian ini dimanfaatkan oleh peneliti untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan tugas akhir perkuliahan di IAIN Jember.
2) Penelitian ini dimanfaatkan oleh peneliti untuk belajar melakukan penelitian mengenai pentingnya membaca terutama membaca mengenai buku ke-Islaman.
3) Penelitian ini dimanfaatkan oleh peneliti guna menambah wawasan pengetahuan yang lebih mendalam akan pentingnya membaca.
b. Bagi instansi yang diteliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi semangat baru untuk selalu memberikan inovasi-inovasi yang baru untuk menarik masyarakat pedesaan guna mendukung pemerintah dalam mewujudkan masyarakat gemar membaca.
c. Bagi IAIN Jember
Hasil penelitian yang ditemukan dilapangan, diharapkan dapat menjadi tambahan literature atau referensi bagi lembaga IAIN Jember dan mahasiswa yang ingin mengembangkan kajian tentang pentingnya membaca.
d. Bagi masyarakat
Hasil penelitian yang ditemukan dilapangan, diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat untuk lebih gemar membaca dan membudayakan membaca dalam kehidupan sehari-harinya.
E. Definisi Istilah
Pada bagian ini akan dijelaskan menganai definisi istilah yang digunakan dalam penelitian ini. Definisi istilah adalah istilah-istilah penting yang menjadi titik perhatian peneliti dalam judul penelitian. Definisi istilah ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap makna istilah yang dimaksud oleh peneliti.16 Adapun definisi istilah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Masyarakat gemar membaca
Masyarakat gemar membaca adalah suatu masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda baik itu secara pendidikan maupun ekonomi yang membudaya membaca dalam kehidupan sehari-harinya dan menjadikan membaca adalah sebuah kebutuhan dalam hidupnya.
2. Perpustakaan desa
Perpustakaan desa adalah sebuah perpustakaan yang dibentuk oleh pemerintah provinsi yang diselenggarakan di pedesaan tepatnya di balai desa. Perpustakaan desa ini dikelola oleh pihak balai desa untuk
16 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: IAIN Jember Press, 2017), 45.
masyarakat umum dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang gemar membaca.
F. Sistematika Pembahasan
Pada bagian akan dicantumkan mengenai sistematika pembahasan.
Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur pembahasan yang dimulai dari bab pendahuluan sampai bab penutup, dengan menggunakan format tulisan deskriptif naratif agar dapat dipelajari dan dipahami oleh pembaca. Adapun sistematika pembahasan dalam penyususn skripsi ini terdiri dari lima bab yakni:
Bab I, pendahuluan. Pada bab pendahuluan ini membahas tentang latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah dan sistematika pembahasan.
Bab II, kajian kepustakaan. Pada bab kajian kepustakaan ini membahas mengenai penelitian terdahulu yang terkait dan memiliki kemiripan dengan penelitian yang penelitian lakukan. Dilanjutkan dengan kajian teori yang membahas tentang teori-teori yang menjadi pijakan dalam penelitian, yang dalam hal ini mengenai upaya mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui pengadaan perpustakaan desa.
Bab III, metode penelitian. Pada bab metode penelitian ini membahasa mengenai pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data dan tahap-tahap penelitian
Bab IV, penyajian data dan analisis data. Pada bab penyajian data dan analisis data ini akan menguraikan tentang gambaran obyek penelitian, penyajian data dan analisis serta pembahasan temuan yang diperoleh dilapangan saat penelitian.
Bab V, penutup. Pada bab ini, berisi kesimpulan dari semua pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, sekaligus penyampaian saran-saran bagi pihak yang terkait.
BAB II
KAJIAN KEPUSTAKAAN
A. Kajian Kepustakaan 1. Penelitian Terdahulu
Pada kajian ini peneliti mencantumkan hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang terpublikasikan atau belum terpublikasikan (skripsi, tesis, disertai dan sebagainya).17 Adapun penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini antara lain:
a. Hikmatusy Syafaat (2016) dalam skripsi di IAIN Jember yang berjudul : “Peran Guru PAI dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Gemar Membaca Siswa di SMP Alam Banyuwangi Islamic School (BIS) Genteng Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017.”18
Persamaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti dengan penelitian sebelumnya yang ditulis dalam skripsi ini adalah sama-sama mengkaji mengenai gemar membaca. Pendekatan yang digunakan sama yaitu pendekatan kualitatif. Penentuan subyek penelitian yang digunakan sama yakni menggunakan purposive sampling.
17 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: IAIN Jember Press, 2017), 45.
18 Hikmatusy Syafaat, Peran Guru PAI dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Gemar Membaca Siswa di SMP Alam Banyuwangi Islamic School (BIS) Genteng Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017 (Skripsi, IAIN Jember, 2016), 159.
Sedangkan perbedaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti dengan penelitian sebelumnya yang ditulis dalam skripsi ini adalah pada objek yang dikaji, jenis pendekatan yang digunakan, latar tempat penelitian dan hasil penelitian. Objek yang dikaji pada penelitian sebelumnya adalah mengenai peran guru PAI dalam mananamkan pendidikan karakter gemar membaca sedangkan penelitian ini objek yang difokuskan terletak pada upaya mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui perpustakaan desa. Jenis pendekatan yang digunakan pada skripsi ini field research sedangkan jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus. Pada skripsi ini tempat atau lokasi penelitiannya adalah di SMP Alam BIS jln Kh. Imam Bahri, Desa Jenisari, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi sedangkan penelitian ini berlokasi di Balai Desa Gugut jln Rengganis 01 Desa Gugut Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.
Hasil dari penelitian dari skripsi tersebut adalah 1) Peran guru PAI sebagai teladan dalam menanamkan pendidikan karakter gemar membaca siswa telah dilakukan oleh guru PAI. Guru PAI mampu memberikan contoh nyata untuk senantiasa membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, minimal setelah melaksanakan sholat dan ketika memiliki waktu luang, 2) Peran guru PAI sebagai motivator dalam menanamkan pendidikan karakter gemar membaca siswa dilakukan dengan memperjelas tujuan yang ingin dicapai dan
menyampaikannya kepada siswa, membangkitkan minat siswa, memberikan pujian yang wajar, dan memberi komentar.
b. Syarifatul Imama (2016) dalam skripsi di IAIN Jember yang berjudul: “Pendidikan Karakter Gemar Membaca melalui Ekstarkulikuler Jurnalistik (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Raudhotul Muta’allimin Simbar Tampo Cluring Banyuwangi 2015/2016.”19
Persamaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti dengan penelitian sebelumnya yang ditulis dalam skripsi ini adalah sama-sama mengkaji mengenai gemar membaca. Pendekatan yang digunakan sama yaitu pendekatan kualitatif. Penentuan subyek penelitian yang digunakan sama yakni menggunakan purposive sampling.
Sedangkan perbedaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti dengan penelitian sebelumnya yang ditulis dalam skripsi ini adalah pada objek yang dikaji, latar tempat penelitian dan hasil penelitian. Objek yang dikaji pada penelitian sebelumnya adalah pendidikan karakter gemar membaca melalui ektrakulikuler jurnalistik sedangkan penelitian ini objek yang difokuskan terletak pada upaya mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui perpustakaan desa. Pada skripsi ini tempat atau lokasi penelitiannya adalah di Madrasah Aliyah Raudhotul Muta’allimin Simbar Tampo
19 Syarifatul Imama, Pendidikan Karakter Gemar Membaca melalui Ekstarkulikuler Jurnalistik (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Raudhotul Muta’allimin Simbar Tampo Cluring Banyuwangi 2015/2016 (Skripsi, IAIN Jember, 2016), 203.
Cluring Banyuwangi sedangkan penelitian ini berlokasi di Balai Desa Gugut jln Rengganis 01 Desa Gugut Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.
Hasil dari penelitian dari skripsi tersebut adalah 1) Pendidikan karakter gemar membaca melalui ekstrakulikuler jurnalistik memiliki tujuan untuk tercapainya misi sekolah, membiasakan siswa untuk membaca, memaksimalkan waktu luang siswa untuk kegiatan bernilai positif, memotivasi siswa untuk berkarya, 2) Pelaksanaan pendidikan karakter gemar membaca dilaksanakan sesuai jadwal yaitu seminggu 2 kali, melalui kegiatan pembiasaan membaca, pelatihan keterampilan melalui tulisan, penyediaan fasilitas perpustakaan, kegiatan wakaf buku, pekan kunjungan perpustakaan, 3) Evaluasi pendidikan karakter gemar membaca dengan menggunakan pengamatan/pembinaan langsung, pembiasaan, keteladanan serta evaluasi penilaian diri dan perubahan sikap siswa.
c. Misbahul Ummah (2017) dalam skripsi di IAIN Jember yang berjudul: “Gerakan Seratus Buku dalam Meningkatkan Budaya Gemar Membaca di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017.”20
Persamaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti dengan penelitian sebelumnya yang ditulis dalam skripsi ini adalah
20 Misbahul Ummah, Gerakan Seratus Buku dalam Meningkatkan Budaya Gemar Membaca di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017 (Skripsi, IAIN Jember, 2017), 67.
sama-sama mengkaji mengenai gemar membaca. Pendekatan yang digunakan sama yaitu pendekatan kualitatif. Penentuan subyek penelitian yang digunakan sama yakni menggunakan purposive sampling.
Sedangkan perbedaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti dengan penelitian sebelumnya yang ditulis dalam skripsi ini adalah pada objek yang dikaji, latar tempat penelitian dan hasil penelitian. Objek yang dikaji pada penelitian sebelumnya adalah mengenai gerakan seratus buku dalam meningkatkan budaya gemar membaca sedangkan penelitian ini objek yang difokuskan terletak pada upaya mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui perpustakaan desa. Pada skripsi ini tempat atau lokasi penelitiannya adalah di SMP An-Nur jln Suwadi no 5 Kalibaru Wetan Banyuwangi sedangkan penelitian ini berlokasi di Balai Desa Gugut jln Rengganis 01 Desa Gugut Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.
Hasil dari penelitian dari skripsi tersebut adalah 1) Tujuan gerakan seratus dalam meningkatkan budaya gemar membaca di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017 yakni siswa memiliki motivasi untuk membaca, membaca menjadi suatu yang menyenangkan, menjadikan membaca sebagai kebutuhan bukan kewajiban saja, 2) Strategi gerakan seratus dalam meningkatkan budaya gemar membaca di SMP An-Nur
Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017 diantaranya adalah pemberian reward (hadiah) bagi siswa yang rajin berkunjung ke perpustakaan, melaksanakan kegiatan seminar atau workshop, 3) Faktor penghambat gerakan seratus dalam meningkatkan budaya gemar membaca di SMP An-Nur Kematan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017 diantaranya adalah motivasi dan sarana prasarana, sedangkan faktor pendukung gerakan seratus dalam meningkatkan budaya gemar membaca di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017 diantaranya adalah lingkungan.
Tabel 1.1
Tabel Persamaan, Perbedaan dan Hasil Penelitian Terdahulu No Nama Judul Persamaan Perbedaan Hasil 1 Hikmatusy
Syafaat
Peran Guru PAI dalam Menanamkan Pendidikan Karakter Gemar Membaca Siswa di SMP Alam Banyuwangi Islamic School (BIS) Genteng Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017
Pendekatan, penentuan subyek penelitian dan sama- sama meneliti tentang gemar membaca,
Objek yang dikaji, jenis pendekatan yang digunakan dan lokasi penelitian
Hasil penelitian terdahulu bahwa 1) Peran guru PAI sebagai teladan dan motivator dengan memberikan contoh untuk senantiasa membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, minimal setelah sholat 2) Peran guru PAI sebagai motivator dengan
membangkitkan minat siswa, memberikan pujian yang wajar, dan memberi komentar
2 Syarifatul Imama
Pendidikan Karakter Gemar Membaca melalui Ekstarkulikul er Jurnalistik (Studi Kasus di Madrasah Aliyah Raudhotul Muta’allimin Simbar Tampo Cluring Banyuwangi 2015/2016
Pendekatan, penentuan subyek penelitian dan sama- sama meneliti tentang gemar membaca
Objek yang dikaji, jenis pendekatan yang digunakan dan lokasi penelitian
Hasil penelitian terdahulu bahwa 1) Pendidikan karakter gemar membaca melalui ekstrakulikuler jurnalistik memiliki tujuan untuk tercapainya misi sekolah,
membiasakan siswa untuk membaca, memaksimalkan waktu luang siswa untuk kegiatan bernilai positif, memotivasi siswa untuk berkarya 2) Pelaksanaanya seminggu 2 kali 3) Evaluasinya menggunakan pengamatan /pembinaan langsung, pembiasaan, keteladanan serta evaluasi penilaian diri
3 Misbahul Ummah
Gerakan Seratus Buku dalam Meningkatka n Budaya Gemar Membaca di SMP An-Nur Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2016/2017
Pendekatan, penentuan subyek penelitian dan sama- sama meneliti tentang gemar membaca
Objek yang dikaji, jenis pendekatan yang digunakan dan lokasi penelitian
Hasil penelitian terdahulu bahwa 1) Tujuan gerakan seratus dalam meningkatkan budaya gemar membaca yakni siswa memiliki motivasi untuk membaca, menjadikan membaca sebagai kebutuhan bukan kewajiban saja 2) Strateginya dengan pemberian reward (hadiah) bagi siswa
yang rajin berkunjung ke perpustakaan, melaksanakan kegiatan seminar atau workshop 3) Faktor penghambat adalah motivasi dan sarana prasarana sedangkan faktor pendukung adalah lingkungan 2. Kajian Teori
a. Kajian teori tentang masyarakat gemar membaca 1) Membaca
a) Pengertian membaca
Menurut Crawley dan Mountain dalam buku Farida Rahim21 menyatakan bahwa membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafatkan tulisan, akan tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik dan metakognitif. Membaca merupakan proses pengenalan kata, pemahaman kata dan menerjemahkan simbol tulisan (huruf) ke dalam kata-kata lisan.
Adapun menurut Klein dalam buku Farida Rahim mengemukakan bahwa:
Membaca merupakan suatu proses memiliki maksud bahwa informasi dari teks dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mempunyai peranan yang
21 Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), 2.
utama dalam membentuk makna. Membaca merupakan suatu strategis memiliki makna bahwa pembaca yang efektif menggunakan berbagai starategi membaca sesuai dengan teks dan konteks dalam rangka mengkontruk makna ketika membaca.
Membaca adalah interaktif memiliki makana bahwa terjadi proses interaksi antara pembaca dengan teks yang dibaca. Interaksi antara pembaca dengan teks tergantung pada konteks yang dibaca.22
Selain itu, menurut salah satu tokoh Islam yakni Yusuf Qardhawi23 menerangkan bahwa membaca merupakan sarana untuk belajar dan kunci ilmu pengetahuan, baik secara etimologis berupa membaca huruf-huruf yang tertulis dalam buku-buku, maupun termonologis yakni membaca dalam arti lebih luas. Maksudnya membaca alam semesta.
Sedangkan menurut Abdurrahman Mas’ud24, membaca merupakan kegiatan intelektual yang telah terbukti dalam sejarah mampu mengubah peradaban manusia dari masa kegelapan jahiliyah oral-intelektual dan membawanya pada peradaban tinggi di bawah petunjuk ilahi.
Adapun ayat-ayat al-Qur’an yang menerangkan tentang membaca diantaranya:
22 Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), 3.
23 Yusuf Qardhawi, Al-Qur’an Berbicara tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan (Jakarta: Gema Insani Press, 2001), 235.
24 Abdurrahman Mas’ud, Studi Agama dan Pendidikan (Semarang: CV. Aneka Ilmu, 2004), 69.
Artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah.Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (Q.S. Al- Alaq:1-5)25
Artinya:
“Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis.” (Q.S. Al- Qalam:1)26
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa membaca merupakan anjuran yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT kepada seluruh umat manusia dan merupakan suatu proses yang intelektual, interaktif dan rumit yang didalamnya melibatkan banyak hal, bukan hanya memahami suatu kata akan tetapi lebih kepada proses penyampaian kata-kata dalam teks kepada suatu kalimat lisan.
b) Tujuan membaca
Membaca hendaknya mempunyai tujuan yang hendak dicapai. Apabila seseorang membaca dengan suatu
25 Departemen Agama RI, Al-Jumanatul Ali: Al-Qur’an dan Terjemanya (Bandung: J-Art: 2004), Q.S. Al-Alaq:1-5.
26 Al-Quran: Al-Qalam:1.
tujuan tertentu akan lebih cenderung memahami apa yang dibaca dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki tujuan.
Adapun tujuan dari membaca menurut Blanton dalam buku Farida Rahim menyatakan bahwa tujuan membaca mencakup hal-hal berikut yakni:27 Pertama; untuk kesenangan, kedua; untuk memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik, ketiga; untuk mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahui, keempat; untuk memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tertulis, kelima; untuk mengkonfirmasikan atau menolak prediksi, keenam; untuk menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan yang spesifik
Sedangkan tujuan membaca menurut Anderson dalam buku Dalman menyatakan bahwa tujuan membaca terbagi menjadi tujuh tujuan, yakni:28 Pertama; reading for detail or fact (membaca untuk memperoleh fakta dan perincian), kedua; reading for main ideas (membaca untuk memperoleh ide-ide utama), ketiga; reading for sequase or organization (membaca untuk mengetahui urutan/susunan
27 Ibid,.11.
28 H. Dalman, Keterampilan Membaca (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014), 11.
struktur karangan), keempat; reading for inference (membaca untuk menyimpulkan), kelima; reading for classify (membaca untuk menggelompokkan /mengklasifikasikan), keenam; reading for evaluate (membaca untuk menilai, mengevaluasi) dan yang ketujuh yakni reading for compare or contrast (membaca untuk memperbandingkan /mempertentangkan)
Dapat disimpulkan bahwa tujuan membaca bukan hanya sekedar untuk mengerjakan tugas yang begitu banyak, akan tetapi lebih kepada sebagai sumber informasi yang dapat memberikan kesenangan, menambah pengetahuan dan wawasan.
c) Manfaat membaca
Membaca merupakan aktifitas yang penuh dengan segudang manfaat di dalamnya. Aktifitas membaca tentu dapat memberikan manfaat atau kegunaan tersendiri bagi pembaca, yang seringkali diabaikan oleh sebagian orang.
Adapun manfaat dari membaca adalah:29 (1) Dapat menstimulasi mental
Otak merupakan salah satu organ tubuh yang memerlukan latihan agar tetap kuat dan sehat. Dengan membaca buku, dapat menjaga otak agar bisa tetap aktif
29 Masri Sareb Putra, Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini (Jakarta: PT Indeks, 2008), 7-13.
sehingga dapat melakukan fungsinya secara baik dan benar.
(2) Dapat mengurangi stress
Kegiatan membaca selama beberapa menit dapat membantu menekan perkembangan hormon stress seperti hormon kortisol. Selain itu, membaca dapat membuat pikiran lebih santai dan dapat menurunkan tekanan darah.
(3) Menambah wawasan dan pengetahuan
Membaca dapat memberikan berbagai macam informasi baru yang belum diketahui sebelumnya. Cerita maupun ide-ide yang tertuang dalam sebuah buku yang dapat membantu untuk membuka jalan pikiran untuk lebih mengenal dunia lain.
(4) Dapat menambah kosakata
Membaca dapat menambah jumlah kosakata yang pembaca miliki. Hal ini, dapat membantu dalam mengartikulasikan, membantu menyampaikan pendapat dengan bahasa yang lugas, serta dapat menambah rasa percaya diri pada saat berbicara dengan orang lain.
(5) Dapat meningkatkan kualitas memori
Membaca dapat meningkatkan kualitas otak dalam proses mengingat berbagai macam hal dan dapat membantu melatih otak secara maksimal.
(6) Melatih ketrampilan untuk berfikir dan menganalisa Membaca dapat melatih otak untuk dapat berfikir lebih kritis dan mampu menganalisa masalah.
(7) Dapat meningkatkan fokus dan konsentrasi (8) Melatih untuk dapat menulis dengan baik
Dengan bertambahnya kosakata yang dimiliki dari hasil kegiatan membaca, tentu dapat membantu dalam menulis karya tulis sendiri dengan bahasa yang baik.
(9) Dapat meningkatkan hubungan sosial
Dengan membaca, seseorang dapat mengenal berbagai macam karakteristik, budaya, maupun kehidupan sosial suatu masyarakat. Sehingga akan ada rasa untuk saling menghormati adat serta kebudayaan mereka.
(10) Dapat lebih berhemat
Membaca akan berdampak pada segi perekonomian. Dimana dengan membaca dapat menghemat uang daripada harus bersusah payah mencari
jasa penyedia informasi atau hiburan lainnya, misalnya bioskop.
Dapat disimpulkan bahwa membaca terdapat segudang manfaat yang tidak disadari. Dengan membaca, bukan hanya informasi yang didapatkan akan tetapi secara tidak sadar orang yang membaca telah melakukan terapi gratis pada otaknya.
2) Pelaksanaan membaca
Dalam membaca terdapat beberapa kegiatan yang dilalui oleh pembaca. Berikut adalah macam-macam kegiatan tersebut:
a) Kegiatan prabaca
Kegiatan prabaca adalah kegiatan yang dilaksanakan sebelum melakukan kegiatan membaca.30 Kegiatan prabaca ini dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi dan skemata (pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya) pembaca.
Adapun kegiatan dari prabaca yakni:31 Pertama;
menentukan tujuan membaca, kedua; mendapatkan bacaan atau buku yang sesuai, ketiga; melakukan survai awal untuk mengenali isi bacaan, keempat; membuat keputusan untuk membaca, kelima; mengaktifkan skemata yang dimiliki dan yang terakhir membuat daftar pertanyaan.
30 Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), 99.
31 Nurhadi, Teknik Membaca (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), 4.
b) Kegiatan saat baca
Setelah kegiatan prabaca, kegiatan berikutnya adalah kegiatan saat baca (during reading).32 Pada kegiatan ini, seseorang mengerahkan kemampuannya untuk mengolah bacaan menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Kegiatan saat baca meliputi:33 Pertama; membaca dengan teliti bacaan atau buku, kedua; Membuat analisis dan kesimpulan secara kritis, ketiga; Menyimpan informasi pengetahuan yang diperoleh dan yang keempat; membuat catatan atau ringkasan
c) Kegiatan pasca baca
Kegiatan pasca baca adalah kegiatan akhir dalam membaca. Pada kegiatan pascabaca ini, seseorang memadukan informasi baru yang dibacanya kedalam skemata yang telah dimilikinya sehingga diperoleh tingkat pemahaman yang lebih tinggi.34 Selain itu, seseorang dapat melakukan suatu perbuatan atau mengubah sikap karena dorongan hasil membaca.
Kegiatan pasca baca meliputi:35 pertama;
menentukan sikap: menerima atau menolak gagasan/isi bacaan, kedua; mendiskusikan dengan orang lain, ketiga;
32 Farida Rahim, Pengajaran Membaca,.102.
33 Nurhadi, Teknik Membaca (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), 5.
34 Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), 105.
35 Nurhadi, Teknik,.5.
membuat komentar, keempat; menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dan yang kelima memunculkan ide baru.
Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan membaca terdapat tiga kegiatan yakni kegiatan pra-baca, saat baca dan pasca baca. Ketiga kegiatan ini berlangsung secara berurutan.
3) Strategi membaca a) Pengertian strategi
Strategi berasal dari bahaha Yunani yang terdiri dari dua kata yakni kata benda, strategos yang berarti memimpin dan kata kerja, stratego yang berarti merencanakan (to plan).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa strategi adalah rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus (yang diinginkan).36 Adapun beberapa pengertian mengenai strategi menurut para tokoh yakni:
(1) Menurut Joni dalam buku Hamdani menyatakan bahwa strategi adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan.37
(2) Menurut Mintzberg dan Waters dalam buku Abdul Majid mengemukakan bahwa strategi adalah pola umum tentang keputusan atau tindakan.38
36 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008), 1340.
37 Hamdani, Strategi Belajar Mengajar (Bandung: Pustaka Setia, 2011), 18.
38Abdul Madjid, Strategi Pembelajaran (Bandung: PT.Remaja Rosdakarya Offset, 2014), 3.
(3) Menurut Joni dalam buku Faida Rahim mengemukakan bahwa strategi adalah ilmu dan kiat dalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan/atau yang dikerahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.39
Strategi banyak digunakan dalam berbagai bidang kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa strategi adalah suatu prosedur yang direncanakan dan ditetapkan secara sengaja untuk melakukan suatu kegiatan atau tindakan demi tercapainya suatu tujuan yang diinginkan.
b) Strategi membaca
Untuk memperoleh pemahaman tertentu akan sebuah teks, seorang pembaca harus menggunakan strategi tertentu. Pada dasarnya, strategi membaca menggambarkan bagaimana pembaca memproses bacaan sehingga dapat memperoleh pemahaman terhadap bacaan tersebut. Adapun strategi dalam adalah sebagai berikut:40
(1) Strategi bawah-atas
Strategi bawah-atas adalah stategi yang dimulai dari tataran kebahasaan yang paling rendah menuju ke yang tinggi, yakni dari mengintifikasi huruf-huruf, kata,
39 Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), 36.
40 Farida Rahim, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008), 36.
frasa, kalimat sampai akhirnya dapat memahami isi teks.
Strategi ini dapat digunakan apabila teks yang dihadapi agak sulit.
(2) Strategi atas-bawah
Strategi atas-bawah adalah stategi yang dimulai dengan prediksi kemudian mencari input untuk mendapatkan informasi.
(3) Strategi campuran
Strategi campuran adalah strategi yang menggunakan strategi bawah-atas dan startegi atas-bawah dalam waktu bersamaan.
(4) Strategi interaktif
Strategi interaktif adalah strategi dimana pembaca membangun sendiri makna teks yang dibacanya berdasarkan pengetahuan awalnya.
(5) Strategi KWL (Know – Want to Know – Learned)
Strategi KWL (Know – Want to Know – Learned) adalah strategi yang menuntun pembaca tentang apa yang telah diketahui sebelumnya, menentukan apa yang ingin diketahui, dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari dari hasil membaca.
(6) Strategi DRA (Directed Reading Activity)
Strategi DRA (Directed Reading Activity) adalah strategi yang membaca terlebih dahulu keseluruhan teks bacaan, lalu menghubungkan isi bacaan yang telah dibaca dengan kehidupan sehari-hari, dan pahami konsep dan kosakata dalam teks bacaan tersebut, kemudian tulis isi teks bacaan yang telah dibaca dengan menggunakan bahasa sendiri.
(7) Strategi DRTA (Directed Reading Thingking Activity) Strategi DRTA (Directed Reading Thingking Activity) adalah strategi yang dilakukan dengan membaca keseluruhan teks bacaan, menemukan pokok- pokok pikiran yang terdapat dalam teks, membuat ringkasan sampai akhirnya dapat menjelaskan isi dari teks bacaan tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri.
c) Strategi menuju masyarakat gemar membaca
Strategi yang dapat dilakukan untuk menuju masyarakat gemar membaca yakni:41
41 Masri Sareb Putra, Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini (Jakarta: PT Indeks, 2008), 133.
(1) Menambah dan menyebarluaskan bahan bacaan
(2) Menggalakkan sarana yang menunjang seperti dengan perpustakaan keliling ataupun taman baca, dengan catatan harus memerhatikan lima faktor, yakni:
(a) Pelayanaan
Pelayananan yang mudah dan ramah mendorong masyarakat gemar mengunjungi sarana yang disediakan dan mengakses sumber yang ada.
(b) Ragam bacaan
Keragaman bahan bacaan akan menjadi peluang yang terbuka bagi masyarakat untuk meminjam dan membaca buku.
(c) Tempat
Tempat yang mudah untuk dijangkau akan mendorong masyarakat untuk mengunjungi sarana yang disediakan. Tempat tersebut tidak perlu mewah, akan tetapi nyaman untuk membaca dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.
(d) Pertukaran dan judul baru
Mekanisme pertukaran antarperpustakaan atau tempat lain serta tersedianya selalu judul baru, akan mendorong masyarakat semakin sering berkunjung untuk membaca.
(e) Cara penyajian
Lebih disukai penyajian bahan bacaan dengan bahasa yang populer, mudah dipahami dan disertai dengan gambar atau ilustrasi.
(3) Melalui jalur gerakan nasional, dengan melalui empat jalur, yakni:
(a) Jalur pendidikan sekolah
Gerakan membudayakan gemar membaca dilakukan melalui jalur pendidikan sekolah, dari jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.
Kepada siswa perlu diberikan penugasan wajib membaca bacaan tertentu yang bermanfaat.
(b) Jalur pendidikan luar sekolah
Kejar paket A dapat dilakukan dengan kegiatan baca, menulis, dan berhitung.
(c) Jalur pendidikan keluarga
Keluarga adalah basid pendidikan yang sesungguhnya. Karena itu, kebiasaan membaca dapat dimulai dan dipupuk dari keluarga. Orang tua perlu memberikan contoh pada anak, minimal mengkondisikannya dengan menyediakan atau membeli bahan bacaan.
(d) Jalur pendidikan masyarakat
Gerakan membudayakan gemar membaca di masyarakat dengan menyediakan bahan bacaan yang berguna dan terjangkau, akses untuk memperoleh bacaan haruslah terbuka seluas-luasnya, mengadakan sayembara, hibah buku, kampanye, dan pemasangan moto yang mengarah ke membangun budaya membaca masyarakat seperti membaca satu buku satu minggu, tiada hari tanpa membaca, dan lain-lain.
b. Kajian teori tentang pengadaan perpustakaan desa 1) Pengertian pengadaan perpustakaan desa
Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secra profesioanl dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka.
Perpustakaan memiliki banyak jenis, seperti perpustakaan nasioanl, pepustakaan umum, perpustakaan khusus, dan lain sebagainya. Salah satu contoh dari perpustakaan umum yakni perpustakaan desa. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 43 Tahun 2017 tentang Perpustakaan pasal 1 ayat 6 menyatakan bahwa:42
Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana
42 Sekertaris Negara RI, Undang-Undang No. 43 Tahun 2017 tentang Perpustakaan
pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi.
Dari pasal tersebut menjelaskan bahwa perpustakaan desa merupakan salah satu jenis dari perpustakaan umum.
Menurut Sulistyo Basuki43 perpustakaan desa merupakan salah satu jenis dari perpustakaan umum yang terdapat di desa dan dikelola oleh swadaya masyarakat. Perpustakaan desa adalah perpustakaan yang memberikan pelayanan kepada warga masyarakat lingkungan desa yang biasanya berada di kelurahan.
Status dari perpustakaan desa ini berada di bawah Pemda bersama Lembaga Masyarakat (LKMD).44
Perpustakaan identik dengan kegiatan pemustaka yang haus akan ilmu pengetahuan dan rekreasi (hiburan). Sama halnya dengan perpustakaan desa yang didalamnya terdapat kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yakni dengan cara membaca. Hal ini sesuai dengan anjuran agama Islam yang menuntut seluruh umatnya untuk membaca. Kegiatan membaca perlu adanya suatu sarana untuk menunjangnya salah satunya dengan berbagai koleksi buku yang lengkap dan menarik, seperti perpustakaan desa yang memberikan sarana dan parsarana bagi pemustaka untuk membaca.
43 Sulistyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2000), 48.
44 Nur Rodji’ah Kurmen, Buku Ajar Pengantar Perpustakaan (Jember: STAIN Press, 2000), 11.
2) Manajemen pengadaan perpustakaan desa
Manajemen adalah pengendalian dan pemanfaatan semua faktor dan sumber daya, yang menurut suatu perencanaan (planning) diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu tujuan kerja yang tertentu.45 Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.46
Adapun langkah-langkah perencanaan dalam melakukan suatu kegiatan diantaranya:47 Pertama: menetapkan tujuan yang hendak dicapai, kedua; merumuskan keadaan, ketiga; mengindentifikasi segala faktor yang mendukung dan menghambat kegiatan dan yang keempat; mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan.
Hal yang terpenting dalam manajemen perpustakaan adalah dalam hal pengelolaannya. Ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan perpustakaan yakni:48 a) Koleksi perpustakaan yang muktahir dan menarik. Koleksi
suatu perpustakaan tidak terletak dalam banyaknya jumlah bahan pustaka atau jenis terbitan lainnya melainkan
45 Abdul Rahman Saleh, Pengertian Perpustakaan dan Dasar-dasar Manajemen Perpustakaan (Jakarta: PT Indeks, 2015), 124.
46 Strategi Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008), 11230.
47 T. Hani Handoko, Manajemen (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2000), 78.
48 Arif Surahman, Pengelolaan Perpustakaan (Bandung: Pustaka Setia, 2016), 12.
ditekankan kepada kualitas koleksinya, agar dapat mendukung jasa penyebaran informasi yang muktahir serta penelusuran informasi. Koleksi perpustakaan dapat berupa bahan pustaka seperti referensi, buku teks, majalah, jurnal ilmiah, hasil penelitian dan sejenisnya, baik dalam bentuk tercetak maupun media rekam lainnya.
b) Layanan perpustakaan harus dapat memberikan nilai lebih kepada pengguna. Aspek layanan menjadi penting untuk diperhatikan dikarenakan tuntutan kebutuhan penyajian informasi yang cepat, tepat dan terbaru selalu ada. Jenis layanan perpustakaan dapat bersifat terbuka maupun tertutup, tergantung pada kebijakan organisasi, pengelola dan tipe penggunanya.
c) Sumber Daya Manusia. Perpustakaan memerlukan seorang yang ahli, mengerti dan paham dalam bidang keperpustakaan. Hal ini akan mempermudah perpustakaan dalam memberikan apa yang menjadi tuntutan dan kebutuhan pemakainya (pembaca).
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang mana objek yang dikaji adalah objek yang alamiah, dimana objek tersebut berkembnag apa adanya, tidak dimanipulasi pada objek tersebut.49
Pendekatan kualitatif dipilih dan digunakan pada penelitian ini dikarenakan bahwa dengan pendekatan ini dapat mengungkap data secara lebih detail dan mendalam mengenai upaya mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui perpustakaan desa.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian studi kasus. Penelitian studi kasus adalah pendekatan kualitatif yang penelitinya mengeksplorasi kehidupan nyata, sistem terbatas kontemporer (kasus) atau beragam sistem terbatas (berbagai kasus), melalui beragama sumber informasi dan melapokan secara deskripsi.50 Penelitian studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok bila pokok penelitian berkenaan dengan how and why, bila peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa-peristiwa yang akan diselidiki dan
49 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2016), 8.
50 John W. Creswell, Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih di Antara Lima Pendekatan
(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015), 135.
fokus penelitiannya terletak pada fenomena kontemporer (masa kini) di dalam konteks kehidupan nyata.51
Pertimbangan peneliti menggunakan jenis penelitian studi kasus ini dikarenakan cara pengumpulan data yang menggunakan beragam sumber infomasi yang terlibat dan terkait dalam hal upaya mewujudkan masyarakat gemar membaca melalui perpustakaan desa, sehingga nantinya data yang diperoleh lebih valid dan reliabel.
B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dalam penelitian ini di Balai Desa Gugut yang beralamatkan di Jl. Rengganis 01 Desa Gugut Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember. Penentuan lokasi ini dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa perpustakaan desa di Desa Gugut ini memiliki potensi untuk mewujudkan masyarakat pedesaan yang gemar membaca.
C. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah sumber bagi peneliti untuk memperoleh keterangan atau data penelitian. Memilih subyek penelitian harus sesuai dengan objek penelitian.52
Penentuan subyek penelitian atau sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling yakni teknik purposive sampling. Purposive
51 Robert K. Yin, Studi Kasus: Desain & Metode (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014), 1.
52 Abdullah Idi, Sosiologi Pendidikan: Individu, Masyarakat, dan Pendidikan (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2014), 54.
sampl