• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Skripsi: Pendidikan Islam di Institut Agama Islam Negeri Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Laporan Skripsi: Pendidikan Islam di Institut Agama Islam Negeri Jember"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana strategi penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak keluarga petani di desa Lojejer Wuluhan Jember? Untuk mendeskripsikan strategi penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak keluarga petani di desa Lojejer Wuluhan Jember.

Latar Belakang Masalah

Strategi penanaman nilai-nilai pendidikan aqidah merupakan strategi berpengaruh yang paling menjamin keberhasilannya dalam mempersiapkan dan membentuk anak secara akhlak, spiritual, dan sosial. Oleh karena itu, judul peneliti ini adalah Strategi Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak Keluarga Pekerja Pertanian di Desa Lojejer-Wuluhan-Jember.

Fokus Penelitian

Bagaimana strategi pengenalan nilai-nilai pendidikan agama Islam kepada anak-anak keluarga petani di desa Lojejer Wuluhan Jember. Apa saja materi pengenalan nilai-nilai pendidikan agama Islam kepada anak keluarga buruh tani di desa Lojejer Wuluhan Jember.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan dan wawasan serta khazanah terkait Komunitas Tani Karya dalam Pengenalan Nilai-Nilai Pendidikan Islam. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan data atau memberikan sumbangan pemikiran kepada desa Lojejer dalam penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam.

Definisi Istilah

Pendidikan agama Islam merupakan upaya berupa bimbingan dan kepedulian terhadap peserta didik, agar setelah menyelesaikan pendidikannya dapat memahami dan melaksanakan ajaran agama yang mencakup nilai-nilai Aqidah, nilai-nilai syariah, dan nilai-nilai moral. Sedangkan buruh tani adalah tenaga kerja yang memperoleh upah dengan cara bekerja di kebun atau sawah orang lain.

Sistematika Pembahasan

BAB EMPAT Bab ini memuat laporan hasil temuan penelitian dengan judul Strategi Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak Keluarga Buruh Tani di Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Fungsi bab ini adalah sebagai pembahasan penelitian untuk menjelaskan data yang diperoleh dan mencari kesimpulan.

Penelitian Terdahulu

23 Lutfi Hasan, dengan judul “Implementasi nilai-nilai pendidikan agama Islam di SMP Argopuro Panti Jember Skripsi Tahun Pelajaran: Institut Agama Islam Negeri Jember, Jember, 2009), viii. Perbedaannya terletak pada pengenalan PAI kepada anak-anak petani, sedangkan penelitian yang akan dilakukan peneliti lebih pada pengenalan nilai-nilai pendidikan agama Islam kepada anak-anak keluarga buruh tani di Desa Lojejer.24.

Kajian Teori

Materi Pendidikan Agama Islam

Hubungan manusia dengan Allah SWT terjalin dalam bentuk ibadat seperti solat, puasa, zakat dan haji. Mengingati Allah SWT dalam keadaan yang berbeza (ruang, sempit, senang, susah) merupakan salah satu bentuk tingkah laku manusia terhadap-Nya.

Ruang Lingkup Keluarga Buruh Tani

Pekerja dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah orang yang bekerja pada orang lain dan menerima upah atau imbalan, pekerja, pegawai, pembantu, mereka yang dibayar.60. Berdasarkan ketentuan ini, siapa pun yang telah melakukan dan melaksanakan pekerjaan tidak dapat dianggap sebagai pekerja. Sebab apabila ada beberapa hal yang tidak terpenuhi, maka ia tidak dapat dianggap sebagai pekerja berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan, sebenarnya pekerja tersebut terbagi menjadi dua jenis, yaitu: 62.

Pekerja sekunder adalah orang-orang yang bekerja untuk memperoleh upah atau gaji tertentu, seperti pekerja di lahan pertanian, industri perdagangan dan berbagai jasa lainnya, baik pekerjaan itu untuk orang tertentu maupun untuk negara. Indikasi seseorang dapat dikategorikan sebagai buruh tani adalah ia bekerja pada orang lain (pemilik tanah) dengan cara mengelola tanah, merawatnya, dan lain-lain, sehingga ia menerima upah dari pekerjaan tersebut. Bekerja sebagai buruh tani merupakan pekerjaan mereka sehari-hari, biasanya seorang buruh tani tidak mempunyai lahan sendiri, sehingga menjadi buruh untuk mengelola lahan orang lain, namun di desa Lojejer terdapat sekitar empat orang buruh tani yang memiliki lahan dan mengelola sendiri. tanah. dalam artian mereka tidak ada, ada buruh tani yang mempekerjakan buruh lain.

Pendekatan Dan Jenis Penelitian

Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan pada suatu tempat yang dipilih sebagai tempat untuk menyelidiki gejala obyektif, dalam hal ini Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember.

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Dalam suatu penelitian, topik penelitian merupakan sesuatu yang menempati kedudukan yang sangat sentral karena dalam topik penelitian tersebut peneliti dapat mengetahui data mengenai variabel yang diteliti. Sebagai teknik penentuan subjek, peneliti mengambil sampel saja, yaitu memilih sebagian dari populasi yang dianggap mewakili seluruh subjek. Dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dengan mengambil beberapa responden atau informan yang dianggap mampu memberikan informasi mengenai permasalahan yang disampaikan peneliti.

Responden atau informan dipilih dari kalangan orang-orang yang memahami hal yang diselidiki.

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara terkontrol dan wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang menggunakan pedoman terhadap pertanyaan pokok yang diselidiki.74. Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara terhadap tokoh desa, tokoh agama, buruh tani dan petani. Dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana strategi penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak keluarga buruh tani di desa Lojejer Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember.

Analisis Data

Kesimpulan yang diharapkan dalam penelitian kualitatif adalah temuan-temuan baru yang belum ada sebelumnya. Temuan dapat berupa gambaran atau gambaran suatu benda yang semula samar-samar, sehingga menjadi jelas setelah diteliti.

Keabsahan Data

Tahap-tahap Penelitian

Tiga langkah dalam menganalisis data penelitian sehingga dapat dicapai gambaran yang sistematis, akurat dan jelas. Temuan dapat berupa gambaran atau gambaran suatu benda yang semula samar-samar, sehingga menjadi jelas setelah diteliti. A. Bagian ini membahas rincian utama, namun peneliti tidak merinci bagaimana menganalisis data seperti yang telah dibahas pada poin sebelumnya.

Gambaran Obyek Penelitian

  • Sejarah Singkat Berdirinya Desa Lojejer
  • Visi dan Misi Desa Lojejer a. Visi
  • Potensi Sumber Daya Penduduk Desa Lojejer
  • Struktur Organisasi
  • Kondisi Ekonomi Desa Lojejer

Berdasarkan permasalahan yang mungkin terjadi dan harapan ke depan, maka Pemerintah Desa Lojejer pada periode ini menetapkan visi sebagai berikut: “Desa Lojejer Mandiri, Beragama dan Bertakwa”. Di Desa Lojejer hal ini terlihat dari jumlah penduduk Desa Lojejer sebanyak 20.039 jiwa, dimana mayoritas penduduknya adalah suku Jawa, dan mayoritas penduduk Desa Lojejer beragama Islam. Untuk lebih jelasnya mengenai struktur pemerintahan dan perangkat desa Lojejer dapat dilihat pada tabel berikut :.

Sumber : Dokumentasi Kantor Desa Lojejer 2016) 5. Berdasarkan data yang diperoleh dari profil desa, jumlah penduduk dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, yaitu :. Dari tabel diatas terlihat bahwa pendidikan di Desa Lojejer sudah baik, terbukti dengan banyaknya warga yang sadar akan pentingnya pendidikan. Dari data di atas terlihat bahwa mayoritas penduduk Desa Lojejer bermata pencaharian sebagai buruh tani dengan jumlah jiwa sebanyak 3.428 jiwa.

Penyajian Data Dan Analisis

Strategi Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak - Anak Keluarga Buruh Tani di Desa Lojejer Wuluhan Jember

Memang benar, ibu bapa buruh ladang di sekitar sini, menyuruh anak mereka belajar ngaji. Dan berkenaan pendidikan Syariah selain haji, ibu bapa hendaklah menunjukkan contoh yang baik kepada anak-anak mereka. Salah satu strategi ibu bapa dalam mengajar anak-anak ialah memberi arahan yang positif kepada anak-anak.

Dan hasil observasi menunjukkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Dari wawancara dengan beberapa informan di atas terlihat bahwa orang tua mengajarkan pendidikan akhlak yang baik kepada anaknya. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua sebenarnya selalu memberikan contoh yang baik kepada anaknya.

Materi Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak - Anak Keluarga Buruh Tani di Desa Lojejer Wuluhan Jember

Pendidikan keimanan dapat mencakup keimanan kepada Allah, keimanan kepada malaikat, keimanan kepada Rosulullah, keimanan kepada Kitab, keimanan kepada Hari Akhir, dan keimanan kepada Qadha dan Qadhar. Kemudian saya juga belajar bahwa kepercayaan terhadap malaikat juga harus diajarkan kepada anak-anak.115. Tn. Yudi yang hanya memiliki satu anak dan bekerja sebagai buruh tani di sawah mengatakan: “Iman kepada Kitabullah adalah rukun iman yang ketiga. Cara saya memberikan pendidikan kepada anak-anak adalah dengan mengajari mereka mengaji. an atau membaca Alquran 116.

Cara saya mendidik anak-anak beriman kepada Kitab Allah adalah dengan mengajari mereka membaca Al-Quran dengan benar. Saat saya mengajari anak-anak tentang iman hari akhir, saya tidak langsung memberitahu mereka seperti apa hari akhir nanti karena anak menjadi takut. Dari wawancara di atas terlihat bahwa pilar materi pendidikan agama yang diberikan kepada anak buruh tani di desa Lojejer antara lain: a) Kepercayaan kepada Allah; B).

Tabel 4.4 Hasil Temuan
Tabel 4.4 Hasil Temuan

Pembahasan Temuan

Strategi Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Anak Di Desa Lojejer Wuluhan Jember

Namun pada kenyataannya, orang tua, meskipun mereka adalah pekerja pertanian, kurang mampu mengontrol anak-anaknya. Mengajari anak membaca Al-Quran merupakan suatu keharusan bagi orang tua dan dapat menjadi ibadah yang bernilai ketika mereka membacanya. Jadi orang tua harus mempunyai banyak waktu untuknya, karena anak sangat membutuhkan strategi dari keluarga terutama orang tua.

Misalnya menjaga hubungan baik dengan teman-teman, berbicara sopan kepada orang tua, dan tidak berdebat ketika orang tua memberi tahu bahwa kamu berbuat baik. Anak dididik oleh orang tua untuk mencintai lingkungan melalui strategi atau cara menyiram tanaman. Kelima cara yang dijelaskan di atas bisa berhasil jika orang tua memaksimalkan strategi anaknya.

Materi Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak – Anak Keluarga Buruh Tani di Desa Lojejer Wuluhan Jember

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, materi penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak keluarga petani di desa Lojejer Wuluhan Jember menyangkut masalah aqidah, syariah dan akhlak. Materi syariah, terkait sholat berjamaah, sholat tarawih, membayar zakat, puasa ramadhan dan membaca al quran melalui tadarrus. Persoalannya adalah niat batin, mengajarkan Keesaan Allah SWT sebagai Tuhan Pencipta yang mengatur dan membinasakan alam ini; b) Masalah Islam (Syariah).

Aqidah, Syariah dan Akhlak, ketiganya merupakan ajaran hakiki yang menjadi hakikat dasar dalam tata kelola kehidupan manusia. Khususnya dalam lingkungan keluarga, orang tua bertanggung jawab dalam mendidik ketiga pelajaran tersebut kepada anaknya, baik melalui dirinya sendiri maupun melalui orang lain (guru). Pengenalan nilai-nilai syariah kepada anak dilakukan melalui pendidikan agama khususnya shalat, puasa di bulan Ramadhan dan zakat fitrah.

Kesimpulan

Strategi Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak- anak Keluarga Buruh Tani di Desa Lojejer Wuluhan Jember

Materi Penanaman Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam pada Anak- anak Keluarga Buruh Tani di Desa Lojejer Wuluhan Jember

Saran

Bagi Orang Tua

Bagi Masyarakat Lojejer

Bagi Anak

2010) Peran Keluarga Dalam Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Anak Di Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember 2010. 2010) Penanaman Pendidikan Agama Islam Pada Anak Di Kalangan Masyarakat Tani Di Desa Bagon Puger Kecamatan Kabupaten Jember 2010. Wawancara Kepala Desa Lojejer untuk memperoleh informasi mengenai pengenalan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak keluarga petani.

Wawancara dengan keluarga buruh tani dan petani untuk memperoleh informasi mengenai strategi pengenalan nilai-nilai pendidikan agama Islam kepada anak-anak di Desa Lojejer. Musholla Al-Hikmah merupakan salah satu tempat diadakannya kegiatan keagamaan untuk anak-anak Keluarga Buruh Tani di desa Lojejer. Menanamkan nilai-nilai pendidikan agama Islam pada anak-anak keluarga petani di desa Lojejer Wuluhan Jember.

Gambar

Tabel 4.4 Hasil Temuan

Referensi

Dokumen terkait

Saling menghormati sesama siswa ini merupakan akhlak terhadap sesama yang wajib diaplikasikan siswa, saya yakin jika ini di lakukan oleh anak-anak dalam

Pertama asas-asas sejarah yang memberi bekal kepada pendidik tentang pengalaman masa lalu terkait dengan pendidikan yang telah dilakukan sebelumnya, ke dua asas-asas sosial yang

Keharmonisam keluarga untuk meningkatkan tingkah laku akhlak anak remaja yaitu mengajarkan anak remaja berbuat sopan kepada orang tua.5 Dengan adanya keharmonisan keluarga dapat

Justru dengan bercadar atau apa, menutup wajah ini justru akan mengganggu aktivitas perempuan itu.334 2 Cadar sesuai dengan budaya Nusantara Berikut persepsi dosen IAIN Jember yang

Hosen dan Hasan Ali PKES, 2008 menyatakan bahwa BMT merupakan lembaga keunagn mikro yang dioperasi dengan prinsip bagi hasil, menumbuh kembangkan bisnis usaha mikro dalam rangka

Metode Pelaksanaan Kurikulum Di Pondok Pesantren Burhanul Abrar Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018 Terkait dengan metode pelaksanaan kurikulum di pondok

Hasil GP Ansor Ambulu dalam Menangkal Radikalisme di Ambulu Jember Dalam mengembangkan pemahaman dan pengenalan akidah bagi masyarakat peran dari individu atau kelompoklah yang sangat

Perbedaan hasil penelitian terdahulu yang menjadi jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif yang dilakukan kepada keluarga penerima dan bukan penerima PKH dengan judul “Studi