• Tidak ada hasil yang ditemukan

Skripsi Pendidikan Agama Islam di Institut Agama Islam Negeri Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Skripsi Pendidikan Agama Islam di Institut Agama Islam Negeri Jember"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam

Oleh:

Nafi’atul Khofifah NIM. T20151368

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

OKTOBER 2019

(2)
(3)
(4)

ِهِب ْتَّرَمَف ا ْنِئَل اَمُهَّ بَر َللها اَوَعَّد ْتَلَقْ ثَا ا

َنِم َّنَنْوُكَنَل اًِلِاَص اَنَ تْيَ ت ّشلا

: ْفَارْعَْلْا( َنْيِرِك

Artinya: Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhan mereka (seraya berkata), “Jika Engkau memberi kami anak yang shaleh, tentulah kami akan selalu bersyukur.

(QS. Al-A’raf:189)*

*Departemen Agama, Alquran Terjemah disertai Ayat-ayat Do’a, Ayat-ayat Keutamaan Alquran, Ayat-ayat Tazkiyatun Nafs dan Hadis Keutamaan Alquran (Jakarta: Pustaka Al-Mubin, 2013), 7:189.

(5)

Sebagai tanda kasih sayang dan cintaku

Yang telah mengiringiku dengan doa tulus dan usaha tiada batas, Sebagai rasa sayangku

Kepada kakakku Mafruk Naskhudin

Yang telah menyayangiku dan mendukungku dalam stiap langkahku

(6)

Pendidikan kepada anak tidak hanya dilakukan ketika anak lahir ke dunia, akan tetapi pendidikan dapat diberikan ketika anak masih dalam kandungan ibu.

Bahkan dalam konsep Islam, pendidikan anak telah dipersiapkan jauh sebelum terjadinya kelahiran yakni telah dimulai sejak pemilihan jodoh (prakonsepsi). Hal ini sebagaimana hasil observasi dan wawancara yang menunjukkan bahwa anak dapat dididik semenjak dalam kandungan ibu. Pendidikan dalam kandungan dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya melalui tradisi kehamilan yang berkembang di masyarakat seperti melalui tradisi tingkrban dan tradisi ngupati.

Pendidikan prenatal juga dapat dilakukan dengan cara penghayatan nilai-nilai pendidikan yang diterapkan oleh orang tua kapada anak yang dikandung. Seperti pembacaan surat-surat Alquran dengan menggunakan metode-metode tertentu oleh ibu atau orang tua.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana internalisasi materi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019?, (2) Bagaimana metode pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019?

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan internalisasi materi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019, (2) Untuk mendeskripsikan metode pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian dipilih dengan cara purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik, yaitu observasi, wawancara, dan dokumen. Sedangkan analisis datanya menggunakan analisis Miles Huberman, dan Saldana yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

Keabsahan datanya menggunakan triangulasi yaitu triangulasi sumber dan teknik.

Hasil penelitian: (1) Internalisasi materi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang khususnya di dusun Tegalrejo dilakukan melalui tradisi masyarakat sekitar. Tradisi kehamilan yang masih berkembang di dusun Tegalrejo yaitu ngupati dan tingkeban. Acara ngupati diisi dengan pembacaan surat-surat Alquran seperti membacakan surat Maryam, surat Yusuf, surat Waqi’ah, surat Toha, surat al Mulk, surat Kahfi, surat Yasin dan surat Ar Rohman. Sedangkan dalam acara tingkeban, masyarakat dusun Tegalrejo diisi dengan pembacaan Al Fatihah, surat Al Ikhlas, surat Al Falaq, surat An Nas, surat al Qodr, al Kautsar, surat Al insyiroh, Istighfar, Sholawat, Dzikir, dan prosesi adat jawa seperti pemecahan kelapa, mandi tujuh sumur. Internalisasi materi pendidikan prenatal ini juga dilakukan secara individu oleh ibu atau orang tua serta bersama orang-orang terdekat, seperti pembiasaan membaca ayat-ayat Alquran secara rutin, baik setelah sholat atau di waktu lain. (2) Metode pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019 khususnya di dusun Tegalrejo yaitu terdapat beberapa cara, antara lain: (a) Metode doa, (b) Metode Menjalankan ibadah, (c) Metode Membaca, (d) Metode berkomunikasi dan (e) Metode Bermain.

(7)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, dengan Memanjatkan Puji Syukur kehadirat Allah SWT.

yang melimpahkan rahmat, taufiq serta hidayah-Nya. Sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada Nabi akhir zaman Muhammad SAW. sehingga dapat terselesaikan penelitian yang berjudul “Internalisasi Pendidikan Prenatal dalam Tradisi Masyarakat Sabrang Ambulu Jember Tahun 2019”.

Kelancaran dalam menyelesaikan skripsi ini dapat penulis peroleh karena dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis sampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya dan penghargaan yang tulus kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE,.MM., selaku Rektor IAIN Jember yang selalu memberikan fasilitas yang memadai selama kami menuntut ilmu di IAIN Jember.

2. Ibu Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang telah mengizinkan penulis melakukan penelitian ini.

3. Bapak Drs. H. D. Fajar Ahwa, M.Pd. I., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Jember yang selalu memberikan arahannya dalam program perkuliahan yang kami tempuh.

4. Ibu Dra. Hj. Zulaichah Achmad, M.Pd.I, selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dan tenaga untuk membimbing dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi ini.

5. Bapak Ir. Subiantoro, selaku kepala desa Sabrang yang telah memberi kesempatan kepada peneliti untuk melakukan penelitian.

(8)

6. Bapak/ Ibu dosen IAIN Jember, yang telah membimbing dan mencurahkan ilmunya kepada peneliti.

7. Teman-teman seperjuangan khususnya kelas A10 program studi Pendidikan Agama Islam angkatan 2015, yang telah memberikan semangat kepada peneliti dalam penyelesaian skripsi ini.

8. Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu menyelesaikan skripsi ini, yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat beberapa kesalahan. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk memperbaiki dalam penulisan skripsi ini. Akhirnya, semoga Allah SWT. memberikan rahmat dan taufik-Nya sehingga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat dipergunakan sebagimana mestinya dan semoga amal baik yang Bapak/Ibu berikan kepada penulis mendapat balasan dari Allah SWT. Aamiin.

Jember, 12 September 2019 Penulis

Nafi’atul Khofifah NIM. T20151368

(9)

PENGESAHAN TIM PENGUJI ... iii

MOTTO ... iv

PERSEMBAHAN ... v

ABSTRAK ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTRA ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Fokus Peneitian ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 6

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Definisi Istilah ... 8

F. Sistematika Pembahasan ... 10

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu ... 11

B. Kajian Teori ... 16

1. Kajian Teori Tentang Internalisasi Pendidikan Prenatal ... 16

2. Kajian Teori tentang Tradisi Masyarakat ... 36

(10)

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian... 47

B. Lokasi Penelitian ... 48

C. Subjek Penelitian ... 48

D. Teknik Pengumpulan Data ... 50

E. Teknik Analisis Data ... 52

F. Keabsahan Data ... 55

G. Tahap -Tahap Penelitian ... 56

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS A. Gambaran Objek Penelitian ... 61

B. Penyajian Data dan Analisis... 63

C. Pembahasan Temuan ... 78

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 87

B. Saran ... 88

DAFTAR PUSTAKA ... 89 DAFTAR LAMPIRAN

1. Pernyataan Keaslian Tulisan 2. Matrik Penelitian

3. Pedoman Teknik Pengumpulan Data 4. Surat Permohonan Izin Penelitian

(11)

8. Biodata Penulis

(12)

2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu ... 14

2.2 Materi Pendidikan Prenatal ... 25

2.3 Jadwal Doa dan Ritual Muslim Jawa ... 36

4.1 Penggunaan Tata Ruang Wilayah Desa Sabrang ... 62

4.2 Jumlah Penduduk dalam Dusun di Desa Sabrang ... 63

4.3 Hasil Temuan ... 77

(13)

4.2 Pembiasaan Metode Membaca Alquran... 73 4.3 Kegiatan Mengajar Ibu Hamil ... 76

(14)

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi setiap individu dalam kehidupannya. Pendidikan diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.1 Melalui pendidikan setiap potensi yang dianugerahkan oleh Allah SWT dapat dioptimalkan dan dimanfaatkan untuk menjalankan fungsi sebagai khalifah di muka bumi.2 Oleh karenanya, pendidikan harus ditanamkan kepada setiap individu sejak dini.

Dalam konsep Islam pendidikan telah dipersiapkan jauh sebelum terjadinya kelahiran yakni telah dimulai sejak pemilihan jodoh (prakonsepsi), sesuai dengan sabda Rasulullah SAW bahwa sebagai laki-laki janganlah menikahi wanita-wanita karena kecantikan dan hartanya, melainkan menikahi wanita karena agamanya.3 Istri atau ibu yang sholehah dapat menciptakan ketentraman dan kebahagiaan dalam keluarga, sehingga ketentraman yang

1 Redaksi Sinar Grafika, UU Sistem Pendidikan Nasional (UU RI No. 20 Tahun 2003) (Jakarta:

Sinar Grafika, 2016), 3.

2Siti Nur Alfiyah, “Implementasi Pendidikan Pranatal dalam Islam (Studi atas Ibu Hamil di Desa Kajen Margoyoso Pati)” (Skripsi: UIN Wali Songo, Semarang, 2017), 1.

3 Mansur, Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan (Yogyakarta: Mitra Pustaka, 2014), 3-4.

(15)

tercipta dapat berpengaruh kepada anak dalam kandungan. Suasana yang tenang dapat menciptakan interaksi edukatif antara anak dan ibu. Dalam Alquran juga telah tergambarkan bahwa anak yang berada dalam kandungan memiliki kemampuan kognitif yang tinggi. Sebagaimana yang tergambarkan dalam QS. Al-A‟raf ayat 172.

ِْۤنَب ْنِم َكُّبَر َذَخَا ْذِاَو ِهِر ْوُهُظ ْنِم َمَد ا

ُذ ْم ۤ لَع ْمُهَدَهْشَاَو ْمُهَ تَّ يِّر ْمِهِسُفْ نَا ى

ُتْسَلَا

ج

ْمُكِّبَر ِب

ىلق

لَ ب اْوُلاَق

.’.

ى َۤنْدِهَش

.’.

ا ْوُقَ ت ْن َا يِقْلا َمْوَ ي اْو ُل َّنِا ِةَم

َّنُك ا ه ْنَع ا غ اَذ َْيِْلِف اَرْعَْلْا(

: ف 271 )

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak- anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan:

“Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan). (QS. Al-A‟raf:172)4

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah akan mengumpulkan seluruh manusia, membariskan mereka berdasarkan kumpulan, kelompok atau zaman-zaman tertentu memberikan mereka bentuk akal pikiran dan kemampuan berbicara. Lalu Allah mengambil perjanjian dan kesaksian bahwa Allah sebagai Tuhannya. Mereka menjawab dan membenarkan bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa. Ruh yang mengaku bertuhan kepada Allah SWT. dalam proses pembaiatan tersebut mengindikasikan bahwa anak yang dalam kandungan sudah dapat dididik dan telah beriman.5 Karena ia sendiri, sebenarnya sudah hidup berkat ruh yang diberikan Allah SWT

4 Departemen Agama, Alquran Terjemah disertai Ayat-ayat Do’a, 7:172.

5Syahrial Labaso‟, “Konsep Pendidikan Keluarga dalam Perspektif Alquran dan Hadis”, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XV, No. 1 (Juni, 2018), 64.

(16)

kepadanya. Nyawa ruh inilah yang membuat janin yang ada dalam kandungan menjadi renponsive terhadap rangsangan yang diberikan. Oleh karena itu, pendidikan kepada anak dapat diberikan ketika anak dalam kandungan ibu.

Dalam konteks masyarakat, terdapat kebiasaan atau tradisi tersendiri yang dilakukan oleh ibu hamil selama masa kehamilan. Tradisi disini dipahami sebagai sesuatu yang telah dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari suatu kelompok masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayan, waktu atau agama yang sama. Dalam bahasa latin, disebut tradition yang berarti „diteruskan‟ atau „kebiasaan‟.6 Salah satu bentuk tradisi yang sudah melekat di masyarakat pada masa kehamilan yaitu pembacaan ayat-ayat suci Alquran secara individu oleh ibu hamil, upacara empat bulanan dan upacara tujuh bulanan. Beberapa dari tradisi ini digunakan orang tua atau keluarga sebagai sarana untuk memberikan pendidikan kepada bayinya.

Tradisi ritual pada masa kehamilan ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar atau usaha yang bersifat fisik, baik penjagaan kesehatan sang ibu, sampai pada upaya konsultasi ke dokter dan sebagainya.7 Sehingga dengan berbagai ritual dan doa itu, kita sambungkan keinginan, kepasrahan, sekaligus permohanan kepada Allah SWT, agar perkembangan janin dalam kandungan beserta ibunya selalu berada dalam pemeliharaan dan perlindungan Allah SWT. Selain itu tradisi upacara kehamilan merupakan suatu bentuk rasa

6 Anton dan Marwati, “Ungkapan Tradisional dalam Upacara Adat Perkawinan Masyarakat Bajo di Pulau Balu Kabupaten Muna Barat”, Jurnal Humanika, Vol. 3, No. 15 (Desember, 2015).

7 Ubes Nur Islam, Mendidik Anak dalam Kandungan: Optimalisasi Potensi Anak Sejak Dini (Jakarta: Gema Insani, 2008), 75.

(17)

syukur kedua orang tua yang telah diberikan karunia seorang anak oleh Allah SWT.

Sebagaimana yang telah dijabarkan sebelumya, tradisi pada masa kehamilan juga merupakan tradisi yang masih ada di desa Sabrang kecamatan Ambulu kabupaten Jember khususnya di dusun Tegalrejo. Tradisi ini sudah menjadi kebiasaan secara turun temurun pada masyarakat dusun Tegalrejo desa Sabrang dan masih berlangsung sampai sekarang. Tradisi kehamilan di dusun Tegalrejo desa Sabrang dilakukan secara individu maupun bersama- sama. Biasanya ibu hamil secara individu membiasakan membaca surat-surat Alquran untuk bayi yang dikandungnya. Terdapat surah-surah tertentu yang dibacakan oleh ibu hamil, seperti surat Maryam dan Surat Yusuf. Pembacaan ayat-ayat Alquran ini dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah sholat atau pada kagiatan ibadah lainnya.

Tradisi masa kehamilan di dusun Tegalrejo desa Sabrang juga dilakukan bersama dengan masyarakat, seperti upacara 4 bulanan (ngupati) dan upacara 7 bulanan (tingkeban). Pada upacara ini keluarga ibu hamil mengadakan selametan dengan mengundang tetangga dan kerabat dekat. Dalam selametan, warga dan keluarga membacakan beberapa surah, seperti surah Maryam, surah Yusuf, surah Lukman, surah al-Waqi‟ah, surah al-Kahfi dan beberapa surah lainnya.8 Menurut pemimpin dari acara selametan, pembacaan beberapa surah ini memiliki makna masing-masing disetiap suratnya bagi bayi yang dikandung oleh ibu.

8 Observasi, Sabrang, 28 Maret 2019.

(18)

Pembacaan ayat-ayat al-Quran, baik yang dilakukan secara individu maupun dalam acara selametan merupakan salah satu bentuk internalisasi atau penghayatan nilai-nilai pendidikan prenatal oleh ibu hamil kepada bayinya. Bukan hanya pembacaan surat Alquran, menurut ibu hamil tradisi jawa pada acara selametan yang masih berkembang juga memberikan nilai pendidikan bagi bayi yang dikandung ibu seperti pemecahan kelapa, mandi tujuh sumur dan lain-lain. Kegiatan ini dianggap mengenalkan tradisi jawa yang masih melekat kepada bayi yang dikandung. Dalam hal ini, tradisi jawa dan tradisi pembacaan surat-surat Alquran menjadi satu dalam acara tradisi kehamilan tersebut, yang secara tidak langsung berfungsi sebagai penghayatan nilai-nilai pendidikan.

Melalui pendidikan prenatal, dipercaya oleh ibu hamil di dusun Tegalrejo desa Sabrang sebagai pembinaan atau penanaman nilai-nilai kebaikan kepada bayi sedini mungkin, sehingga ketika bayi lahir diharapkan dapat terbentuk kepribadian yang baik, sholeh/ sholehah sampai nanti tumbuh dan berkembang menjadi dewasa. Bukan hanya itu, melalui pendidikan prenatal bayi sudah dibiasakan atau diberikan stimulus positif dan edukatif seperti mengaji, berkomunikasi, bermain dan sebagainya. Sehingga ketika bayi lahir, bayi terbiasa dengan suasana atau lingkungan yang baik atau lingkungan keislaman sesuai dengan kebiasaan atau kondisi lingkungan yang dikenalkan oleh ibu sejak dalam kandungan.

Berdasarkan pemaparan di atas, yakni penanaman nilai-nilai pendidikan melalui tradisi kehamilan baik dari tradisi jawa maupun tradisi pembacaan

(19)

surat-surat Alquran, membuat peneliti merasa tertarik untuk mengeksplorasi dan mengkaji lebih kritis lagi terkait tradisi kehamilan sebagai bentuk pendidikan prenatal yang dilakukan oleh masyarakat dusun Tegalrejo desa Sabrang Ambulu Jember. Peneliti memandang bahwa eksplorasi tersebut untuk mengetahui lebih komprehensif dan mendalam tentang tradisi kehamilan yang berlaku, pembiasaan pembacaan surat-surat Alquran seperti pada surat Maryam dan surat Yusuf, serta mengetahui konsep internalisasi pembacaan sura-surat Alquran yang berfungsi sebagai materi pendidikan prenatal dalam kontruksi masyarakat.

B. Fokus Penelitian

Sebelum melakukan penelitian, peneliti telah melakukan analisis data untuk menentukan fokus penelitian yang akan dikaji oleh peneliti. Namun fokus penelitian ini masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti memasuki lapangan.9 Maka dapat dikemukakan fokus penelitian yang akan dikaji oleh peneliti adalah:

1. Bagaimana internalisasi materi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019?

2. Bagaimana metode pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019?

C. Tujuan

Berdasarkan pada fokus penelitian diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

9 Sugiyono, Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2016), 245.

(20)

1. Untuk mendeskripsikan internalisasi materi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019.

2. Untuk mendeskripsikan metode pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019.

D. Manfaat Penelitian

Penelitian yang akan dilakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoritis maupun praktis. Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam penambahan wawasan terkait dengan internalisasi atau penerapan nilai- nilai al-Quran sebagai materi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan bagi peneliti khususnya mengenai konsep pendidikan prenatal yang dilakukan oleh para calon ibu.

b. Bagi Instansi

Bagi Instansi yaitu IAIN Jember, diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan refrensi pada mahasisawa dan memberikan

(21)

kontribusi pada pengembangan keilmuan, khususnya dalam keilmuan pendidikan dan keagamaan.

c. Bagi Masyarakat

Penelitian ini diharapkan dapat dibaca oleh masyarakat secara luas, sehingga masyarakat lebih tahu mengenai konsep pendidikan prenatal yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, masyarakat lebih paham mengenai eksistensi al-Quran sebagai materi dalam internalisasi pendidikan prenatal.

E. Definisi Istilah

Penelitian ini mengkaji tentang internalisasi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember, sehingga ada beberapa istilah pokok yang dijelaskan dalam penelitian ini agar tidak ada kesalahpahaman makna. Adapun definisi istilah dalam penelitian ini, sebagai berikut:

1. Internalisasi

Internalisasi merupakan proses yang mendalam untuk menghayati nilai-nilai agama yang dipadukan dengan nilai-nilai pendidikan secara utuh yang sasarannya menyatu dalam kepribadian peserta didik, sehingga menjadi satu karakter atau watak peserta didik.10 Sedangkan yang dimaksud dengan internalisasi disini adalah proses penghayatan nilai-nilai agama dan nilai-nilai pendidikan secara mendalam yang ditujukan kepada

10 Saifullah Idris, Internalisasi Nilai dalam Pendidikan (Konsep dan Kerangka Pembelajaran dalam Pendidikan Islam) (Yogyakarta: Darussalam Publising, 2017), 35.

(22)

calon anak agar terbentuk karakter dan kepribadian baik yang diinginkan orang tua ketika lahir.

2. Pendidikan Prenatal

Pendidikan prenatal atau pendidikan dalam kandungan dapat diartikan sebagai usaha sadar orang tua (suami-istri) untuk mendidik anaknya yang masih dalam kandungan.11 Maksud pendidikan prenatal disini adalah proses mendidik anak yang dimulai sejak anak berada dalam kandungan ibu oleh kedua orang tua dengan berbagai cara atau metode agar anak yang dikandungannya sudah terdidik sedini mungkin (sejak dalam kandungan ibu).

3. Tradisi Masyarakat

Secara ringkas dapat dinyatakan bahwa tradisi adalah sesuatu yang diwariskan atau ditransmisikan dari masa lalu ke masa kini.12 Istilah

“tradisi” disini mengandung pengertian tentang adanya hubungan masa lalu dengan masa sekarang serta menunjukkan sesuatu yang diwariskan dari generasi sebelumnya ke generasi berikutnya untuk dilestarikan hingga sekarang.

Dengan demikian, yang dimaksud dengan internalisasi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat adalah suatu proses penghayatan atau penanaman nilai-nilai pendidikan sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh

11 Islam, Mendidik Anak, 9-10.

12 M. Gazali Rahman, “Tradisi Molonthalo di Gorontalo”, Jurnal al-Ulum, Vol. 12, No. 2 (Desember, 2012), 440.

(23)

orang tua untuk mendidik bayi ketika berada dalam kandungan. Hal demikian ialah sesuatu yang diwariskan oleh generasi sebelumnya dan menjadi kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun sampai saat ini.

F. Sistematika Pembahasan

Agar penelitian ini tersusun dengan teratur dan tidak keluar dari jalur yang ditentukan, maka peneliti memberikan gambaran sistematika pembahasan pada penelitian ini, antara lain:

Bab Satu, yang terdiri dari latar belakang, fokus penelitian, tujuan, manfaat penelitian, definisi istilah dan sistematika pembahasan.

Bab Dua, kajian kepustakaan yang terdiri dari kajian terdahulu dan kajian teori yang digunakan oleh peneliti sebagai landasan teori dalam melakukan penelitian.

Bab Tiga, metode penelitian yang terdiri dari jenis dan pendekatan penelitian, lokasi penelitian, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, keabsahan data dan tahap-tahap penelitian.

Bab Empat, berupa penyajian data dan analisis data yang terdiri dari gambaran objek penelitian, penyajian, dan analisis, pembahasan temuan.

Bab Lima, berupa penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.

Sebagai acuan dan data yang dihasilkan dalam penyusunan penelitian ini, akan dicantumkan kepustakaan dan lampiran-lampiran.

(24)

A. Penelitian Terdahulu

Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu, ada beberapa hasil penelitian yang penulis anggap mempunyai relevansi dengan penelitian yang akan dilakukan, antara lain:

1. Karya ilmiah berbentuk skripsi yang ditulis oleh Siti Nur Alfiyah Jurusan Ilmu pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Wali Songo Semarang dengan judul

“Implementasi Pendidikan Pranatal dalam Islam (Studi atas Ibu Hamil di Desa Kajen Margoyoso Pati)”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 3 kesimpulan, yaitu: Pertama, pemahaman ibu hamil di desa Kajen terkait dengan pendidikan prenatal sangat cukup, dimana orang tua percaya bahwa anak dalam kandungannya sudah bisa dididik dan direncanakan sesuai harapan orang tua dan kelak memiliki kecerdasan dan keindahan akhlak. Kedua, penerapan pendidikan prenatal yang dilakukan oleh ibu hamil berbeda tiap individum hal ini dipengaruhi tingkat pemahaman sang ibu. Penerapan ini dilakukan dengan memberi stimulasi berupa bacaan al-Quran yaitu surat Yusuf, surat Maryam, surat Ar-Rahman, dan surat Muhammad. Disamping itu ibu juga hamil juga melaksanakan ibadah-ibadah sunah. Ketiga, faktor pendorong dalam penerapan pendidikan prental oleh ibu hamil didesa Kajen yaitu adanya dukungan

(25)

dari orang-orang sekitar, faktor lingkungan dan faktor pendidikan.

Adapun faktor penghambat dari penerapan pendidikan prenatal adalah kondisi fisik dan emosi ibu hamil.13 Penelitian ini mengguanakn metode kualitatif dengan jenis penelitian Filed research, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik.

2. Karya ilmiah berbentuk skripsi yang ditulis oleh Rohma Nur Ichromi Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan judul

“Konsep Pendidikan Pranatal dalam Pandangan Dr. Mansur, M.A dan Ubes Nur Islam”. Kesimpulan dari penelitian ini diantaranya, Pertama, konsep pendidikan prenatal ialah kegiatan memberikan stimulasi edukatif orang tua kepada bayi selama dalam kendungan ibunya yang dilakukan secara sadar dengan langkah-langkah dan materi-materi yang dipilih oleh orang tua. Kedua, penggunaan metode pendidikan prenatal menurut pandangan Dr. Mansur MA dan Ubes Nur Islam, meliputi metode doa, metode ibadah, metode membaca dan menghafal, metode zikir, metode instruktif, metode dialog, metode aktivitas bersama dan metode kondusif alamiah. Ketiga, terdapat beberapa langkah dalam pendidikan prenatal dalam mengaplikasikannya yaitu dengan memilih pasangan sesuai dengan anjuran Rasulullah saw., pernikahan, prakehamilan, dan

13Alfiyah, “Implementasi, 149.

(26)

kehamilan.14 Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualtitatif dan jenis penelitian library research dengan metode analisa data deduktif, induktif dan deskriptif.

3. Karya ilmiah berbentuk skripsi yang di tulis oleh Chusnul Wardati Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Salatiga dengan judul “Pendidikan Pranatal Menurut Islam (Studi Kasus) Ibu Hamil di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang Tahun 2016”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan upaya pendidikan prenatal pada kasus ibu hamil di Desa Rowobani Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang yaitu dengan menggunakan berbagai metode, diantaranya metode berdo’a, beribadah, membaca al-Quran, berkomunikasi, berlagu, berzikir dan metode mengikuti pengajian di majlis ta’lim. Adapun faktor pendukung dalam penerapan pendidikan prenatal adalah motivasi ibu hamil yang menginginkan kelak anaknya menjadi orang yang lebih baik, dukungan keluarga, kepedulian masyarakat sekitar, dan lingkungan yang baik.

Sedangkan faktor penghambat penerapan pendidikan prenatal yakni rasa malas dari ibu hamil sendiri, kesibukan ibu hamil, ketidaksadaran keluarga dalam menerapkan pendidikan pranatal menurut Islam.15 Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan

14 Rohma Nur Ichromi, “Konsep Pendiidkan Pranatal Dalam Pandangan Dr. Mansur, M.A dan Ubes Nur Islam”(Skripsi: UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, 2016), 106.

15 Chusnul Wardati, “Pendidikan Pranatal Menurut Islam (Studi Kasus) Ibu Hamil di Desa Rowobani, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang Tahun 2016”(Skripsi:IAIN Salatiga, Salatuga, 2017), 110.

(27)

etnografi. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu No. Nama dan

Judul Penelitian

Persamaan Perbedaan

1 2 3 4

1. Siti Nur Alfiyah dengan judul

“Implementasi Pendidikan Pranatal dalam Islam (Studi atas Ibu Hamil di Desa Kajen Margoyoso Pati)”

Persaman dari penelitian ini adalah sama-sama membahas

mengenai tentang pendidikan

prenatal oleh ibu hamil. Persamaan lainnya yaitu sama-sama

menggunakan penelitian

kualitatif dengan teknik

pengumpulan data observasi,

wawancara dan dokumentasi.

Perbedaan dari

penelitian ini adalah pada penelitian yang dilakukan oleh Siti Nur

Alfiyah lebih

menekankan pada studi tentang pendidikan pranatal dalam Islam yang diterapkan oleh ibu-ibu hamil di desa Kajen Margoyoso Pati.

Meliputi pemahaman dan penerapan, serta faktor pendorong dan penghambat penerapan pendidikan prenatal dalam Islam yang dilakukan oleh ibu hamil yang ada di desa Kajen Margoyoso Pati.

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti berfokus pada proses internalisasi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat

Sabrang Ambulu

Jember.

2. Rohma Nur

Ichromi dengan judul “Konsep Pendidikan Pranatal dalam Pandangan Dr.

Mansur, M.A dan Ubes Nur

Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama membahas

tentang pendidikan

prenatal dengan menggunakan

Perbedaan dari

penelitian yang dilakukan oleh Rohma Nur Ichromi dengan peneliti yaitu dalam penelitian Rohma Nur Ichormi jenis penelitian yang digunakan adalah

(28)

1 2 3 4 Islam” penelitian

kualitatif.

library research sehingga teknik pengumpulan data yg digunakan adalah menelusuri buku dan tulisan-tulisan.

Sedangkan peneliti menggunakan

fenomenologi dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumen. Penelitian

Rohma membahas

tentang konsep

pendidikan prenatal menurut pandangan tokoh. Sedangkan peneliti tentang internalisasi pendidikan prenatal yang ditujukan kepada ibu hamil dalam tradisi masyarakat.

3. Chusnul Wardati dengan judul

“Pendidikan Pranatal Menurut Islam (Studi Kasus) Ibu Hamil di Desa Rowoboni, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang Tahun 2016”

Persamaan

penelitian ini adalah sama-sama membahas

tentang pendidikan

prenatal pada ibu hamil. Selain itu, jenis penelitian sama-sama

menggunakan kualitatif dengan teknik

pengumpulan data observasi,

wawancara dan dokumentasi.

Perbedaan dari

penelitian Chusnul dengan peneliti yaitu pada penelitian Chusunul pendekatan yang digunakan adalah etnografi, sedangkan peneliti menggunakan pendekatan

fenomenologi.

(29)

B. Kajian Teori

1. Kajian Teori tentang Internalisasi Pendidikan Prenatal

Internalisasi adalah suatu proses penanaman sikap ke dalam diri seseorang melalui pembinaan, bimbingan, dan sebagainya agar ego menguasai secara mendalam suatu nilai, sehingga dapat tercemin dalam sikap dan tingkah laku sesuai dengan standar yang diharapkan.16 Penanaman dan penumbuhkembangan nilai tersebut dilakukan melalui berbagai didaktik metodik pendidikan dan pengajaran. Seperti pendidikan, pengarahan, indoktrinasi, brainwashing dan lain sebagainya.17

Sedangkan pendidikan menurut Jasa Ungguh Muliawan, berdasarkan bentuknya dibedakan dalam tiga kategori. Pendidikan sebagai suatu proses pembelajaran, pendidikan sebagai suatu kajian ilmiah dan pendidikan sebagai lembaga pendidikan.

Pendidikan diartikan sebagai suatu proses pembelajaran karena pendidikan selalu melibatkan seorang guru yang berperan sebagai tenaga pengajar dan murid sebagai peserta didiknya. Kemudian, pendidikan sebagai kajian ilmiah karena pendidikan dapat digunakan sebagai salah satu objek penelitian ilmiah. Sedangkan, pendidikan sebagai suatu lembaga pendidikan karena pada dasarnya penggunaan istilah pendidikan mengarah kepada sekolah, madrasah atau lembaga perguruan yang menyelenggarakan proses belajar mengajar.18

Selain pengertian pendidikan diatas, pendidikan juga diartikan sebagai upaya secara sadar oleh pendidik kepada peserta didik terhadap

16 Idris, Internalisasi, 34.

17 Nurul Hasanah, “Internalisasi Pendidikan Karakter Melalui kegiatan Badan Dakwah Islam di SMA Negeri 7 Malang” (Skripsi: UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, 2018), 15.

18 Jasa Ungguh Muliawan, Ilmu Pendidikan Islam: Studi Kasus Terhadap Struktur Ilmu, Kurikulum, Metodologi dan Kelembagaan Penelitian (Jakarta: Raja Grafindo, 2015), 13.

(30)

semua aspek perkembangan kepribadian baik jasmani maupun rohani, secara formal, informal maupun non-formal yang berjalan terus menerus mencapai kebahagiaan dan nilai yang tinggi, baik insaniyah atau lahiriah.19 Jadi pendidikan adalah upaya sadar yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik dalam proses pembelajaran terhadap semua aspek perkembangan peserta didik di suatu lembaga pendidikan.

Pendidikan merupakan upaya mewariskan nilai, yang akan menjadi penolong dan panutan dalam proses kehidupan manusia, sekaligus memperbaiki nasib dan peradaban manusia.20 Proses pendidikan dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja oleh setiap manusia. Pendidikan yang dimaksud disini adalah pendidikan informal. Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.21 Adapun pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama bagi setiap individu.

Keluarga merupakan salah satu unit terkecil yang terdiri dari kepala keluarga (ayah), ibu dan anak.22 Dalam proses pendidikan, orang tua merupakan peranan terpenting dalam membentuk interaksi edukatif kepada anaknya.

Dengan demikian, adanya pendidikan yang dimulai dalam keluarga tepatlah bila pendidikan anak dimulai sejak anak ada dalam kandungan

19 M. Suyudi, Pendidikan dalam Perspektif Al-Quran: Integrasi Epistimologi Bayani, Burhani dan Irfani (Yogyakarta: Mikraj, 2005), 54.

20 Islam, Mendidik Anak, 1.

21 Redaksi Sinar Grafika, UU Sistem Pendidikan Nasional, 19.

22 Islam, Mendidik Anak, 1-2.

(31)

ibu atau pada masa prenatal. Periode anak dalam kandungan merupakan awal mula berperannya pendidikan, dari situlah perilaku dapat berpengaruh terhadap pembentukan ciri-ciri khas sang anak yang pembentukannya berlangsung dalam diri sang ibu.23 Jadi yang dimaksud dengan internalisasi pendidikan prenatal merupakan proses penanaman atau penghayatan nilai-nilai pendidikan yang dilakukan secara sadar oleh orang tua kepada bayi yang dikandung ibu agar terbentuk kepribadian yang diharapkan oleh orang tua.

Uraian pendidikan prenatal secara luas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Perkembangan Masa Prenatal

Masa perkembangan prenatal adalah masa pertumbuhan dan perkembangan calon makhluk hidup yang berada di dalam rahim.24 Secara biologi pertumbuhan manusia dimulai saat terjadinya pembuahan (konsepsi), yaitu bertemunya ovum dengan sperma, kemungkinan terjadinya konsep itu sebenarnya para ahli pun tidak banyak tahu persis, mereka biasanya mengatakan bahwa pembuahan tersebut terjadi secara ilmiah (sunnatullah).25 Elizabeth B. Hurlock menyatakan bahwa masa prenatal adalah masa konsepsi atau pembuahan, masa pembuahan sampai dengan masa pertumbuhan, dan

23 Islam, Mendidik Anak, 13.

24 Rosleny Marliani, Psikologi Perkembangan (Bandung: CV Pustaka Setia, 2015), 93.

25 Abu Ahmadi dan Munawar Sholeh, Psikologi Perkembangan (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2005), 79.

(32)

perkembangan individu, yaitu pada saat pembuatan telur pada ibu dan spermatozoa pada ayah.26

Periode prenatal atau masa sebelum lahir pada umumnya berlangsung selama 9 bulan kalender atau sekitar 280 hari sebelum lahir. Periode prenatal merupakan periode perkembangan manusia paling singkat jika dilihat dari segi waktunya, akan tetapi pada periode inilah dipandang terjadi perkembangan yang sangat cepat dalam diri individu. Perkembangan ini tidak hanya terjadi pada perkembangan fisik, melainkan sekaligus mengalami perkembangan secara psikologis. 27

Menurut Desmita, pada umunya ahli psikologis perkembangan membagi periode prenatal atas tiga tahap perkembangan, yaitu, 1) Tahap Germinal (Germinal Stage), 2) Tahap Embrionik (embriyonic stage), 3) Tahap janin (fetus stage). Berikut penjelasan dari masing- masing perkembangan periode prenatal.28

1) Tahap Germinal (Germinal Stage)

Tahap germinal, yang sering juga disebut periode zigot ovum atau periode nutfah, adalah periode awal kejadian manusia. Dalam Quran surat Al Mukminun ayat 12 telah dijelaskan proses penciptaan manusia, yang berbunyi:

26 Marliani, Psikologi, 93.

27 Desmita, Psikologi Perkembangan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), 69.

28 Ibid., 71.

(33)

سْن ِْلْا اَنْقَلَخ ْدَقَلَو لُس ْنِم َن

:نونمؤلما( ٍْيِْط ْنِم ٍةَل 21

)

Artinya: Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. (Q.S. Al Mukminun: 12)29

Pada ayat ke 12 surat Al Mukminun telah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari saripati yang berasal dari tanah (sulalah min tin) yang dalam ayat-ayat terdahulu tanah merupakan bahan dasar penciptaan manusia, sehingga dalam proses ini boleh dikatakan sebagai proses awal kejadian manusia.30

Periode ini berlangsung kira-kira 2 minggu pertama dari kehidupan, yakni sejak terjadinya pertemuan antara sel sperma laki-laki dengan sel telur (ovum) perempuan, yang dinamakan dengan “pembuahan” (fertilization). Saat itu sel sperma pria bergabung dengan sel telur wanita (ovum) dan menghasilkan satu bentuk sel baru, yang disebut zigot (zygote). Setelah beberapa hari, kira-kira seminggu setelah konsepsi, blastokis menempel di dinding rahim atau yang disebut dengan embrio.31 Peristiwa ini sekaligus menandakan akhir dari tahap germinal dan permulaan tahap embrio.

29 Departemen Agama, Alquran Terjemah disertai Ayat-ayat Do’a, 23:12.

30 Mansur, Mendidik Anak, 83.

31 Desmita, Psikologi Perkembangan, 71.

(34)

2) Tahap Embrionik (embriyonic stage)

Tahap kedua ini disebut dengan tahap embrio, yang dalam psikologi Islam disebut tahap ‘alaqah, yaitu segumpulan darah yang semakin membeku. Tahap embrio dimulai dari 2 minggu sampai 8 minggu setelah pembuahan, yang ditandai dengan terjadinya banyak perubahan pada semua organ utama dan sistem- sistem fisiologis.32 Pada tahap ini bagian-bagian tubuh sudah terlihat jelas dan dapat dikenali sebagai manusia dalam bentuk kecil.

Pada periode embrio juga ditandai dengan suatu perkembangan yang cepat pada sistem saraf. Hal ini terlihat bahwa pada umur 6 minggu embrio telah dapat dikenali sebagai manusia, tetapi kepala lebih besar dibandingkan dengan bagian-bagian lain.

Pada umur 8-9 minggu, perubahan janin semakin terlihat dengan jelas.33 Perubahan pada tahap ini, mula-mula terjadi dibagain kepala dan terakhir pada anggota tubuh.

3) Tahap Janin (Fetus Stage)

Tahap ketiga pada masa perkembangan prenatal adalah periode fetus atau periode janin, dalam psikologi Islam disebut periode mudhghah. Periode ini dimulai dari usia 9 minggu sampai lahir. Pada bulan-bulan berikutnya janin akan terus berkembang

32 Desmita, Psikologi, 73.

33 Ibid., 73.

(35)

dan organ dalam janin mulai terbentuk sampai tubuh janin terbentuk secara lengkap pada akhir bulan kedelapan.34

Menurut psikologi Islam, setelah janin dalam kandungan itu genap berumur 4 bulan, yaitu ketika janin telah terbentuk sebagai manusia, maka ditiupkan ruh ke dalamnya. Setelah ditiupkan roh, maka pada bulan keempat dan kelima ibu sudah merasakan gerakan-gerakan janinnya, seperti menonjok-nonjok atau menendang-nendang. Riset terbaru menunjukkan bahwa janin juga telah mampu mendengar atau responsive terhadap stimuli dari lingkungan eksternal, terutama sekali terhadap pola-pola suara. 35 b. Pendidikan Prenatal

Dalam dunia pendidikan dikatakan bahwa pendidikan dan perkembangan anak itu perlu mendapatkan perhatian tidak hanya setelah lahir (postnatal), melainkan sudah dimulai sejak anak berada dalam kandungan,36 hal ini untuk mewujudkan anak yang bermoral dan berkualitas.37 Pendidikan anak harus dilakukan jauh sebelum anak lahir, yakni dengan cara mencari pasangan dari keturunan yang baik.

Kemudian, memulai dan melakukan hubungan biologis secara sah dan

34 Desmita, Psikologi, 73.

35 Ibid., 74.

36 Mansur, Mendidik Anak, 59.

37 Abu Muhammad Iqbal, Pemikiran Pendidikan Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015), 464.

(36)

baik, serta berdoa kepada Allah SWT agar pembuatannya tidak sia- sia.38

Secara Umum, prenatal berasal dari kata pre yang berarti sebelum dan natal berarti lahir, jadi prenatal adalah sebelum kelahiran, yang berkaitan atau keadaan sebelum melahirkan.39 Jadi, pendidikan prenatal atau bisa disebut dengan pendidikan anak dalam kandungan diartikan sebagai usaha sadar orang tua (suami istri) untuk mendidik anaknya yang masih dalam kandungan sebelum dilahirkan ke dunia.

Menurut penelitian para ilmuan dalam bidang perkembangan pralahir menunjukkan bahwa selama berada dalam rahim, bayi dapat belajar, merasa, dan mengetahui perbedaan antara terang dan gelap.40 Pada saat kandungan berusia lima bulan (20 minggu), kemampuan bayi untuk merasakan stimulus telah berkembang dengan cukup baik sehingga dapat memulai permainan-permainan. Janin juga dapat menunjukkan telah mampu mendengar atau responsif terhadap stimuli dari lingkungan eksternal, terutama sekali terhadap pola-pola suara.41

Kemudian, para ilmuan telah melakukan riset baru dan ulang secara kontinu dengan membuat langkah dan metode baru mengenai praktik pendidikan pralahir. Mereka menemukan keistimewaan dalam

38 Islam, Mendidik Anak, 5.

39 Mansur, Mendidik, 16.

40 F. Rene Van de Carr dan Marc Lehrer, Cara Baru Mendidik Anak dalam Kandungan, terj.

Alwiyah Abdurrahman (Bandung: Kaifa, 2004), 35.

41 Desmita, Psikologi, 74.

(37)

pendidikan prenatal, diantaranya adalah peningkatan kecerdasan otak bayi, keyakinan lestari pada diri anak saat tumbuh dan berkembang dewasa nanti, dan keseimbangan komunikasi yang baik antara anak dan orang tua, anggota keluarga dan lingkungannya.42 Dalam pendidikan prenatal ini, ibu adalah orang yang paling berperan penting dalam memberikan stimulus edukatif terhadap bayinya. Oleh sebab itu, suasana kesehatan dan kejiwaan ibu juga harus diperhatikan.

Pendidikan prenatal atau pendidikan anak dalam kandungan bisa dilakukan orang tua atau lingkungan keluarga dengan beberapa cara atau metode dengan materi-materi tertentu. Berikut beberapa metode dan materi yang dapat dilakukan orang tua dalam mendidik anak sejak dalam kandungan, diantaranya:

1) Materi Pendidikan Prenatal

Selama proses kehamilan, ibu dapat memberikan pendidikan prenatal kepada bayi dalam kandungannya. Pada pendidikan prenatal ini, ibu dapat menerapkannya dengan memberikan materi yang dapat disampaikan kepada calon bayi. Ubes Nur Islam mengatakan, materi pendidikan anak dalam kandungan terbagi menjadi 3 tahap, diantaranya adalah:

42 Islam, Mendidik Anak, 2.

(38)

Tabel 2.2

Materi Pendidikan Prenatal43

Tahap 1 Periode

Perkembangan Janin Materi Sub Materi Kelas 1 18-20 minggu Ibadah dan

adzan

Doa dan takbir Kelas 2 20-24 minggu Bahasa Kata-kata

sensosional Kelas 3 24-28 minggu Al-quran dan

ibadah

Qiroatul Quran, adzan dan doa

Tahap 2 Periode

Perkembangan Janin Materi Sub Materi Kelas 1 28-29 minggu Ibadah Adzan, sholat,

wudlu, dzikir dan doa

Kelas 2 29-30 minggu Alquran Ayat-ayat kisah nabi atau ayat makiyyah Kelas 3 30-31 minggu Bahasa,

akidah, akhlak, keilmuan, seni

Kata-kata utama, tauhid atau keimanan, social, atau ukhuwah, syariah (fiqh), nasyid

43 Islam, Mendidik Anak, 82.

(39)

Tahap 3 Periode

Perkembangan Janin Materi Sub Materi Kelas 1 31-33 minggu Ibadah dan

bahasa

Sholat dan kata- kata kompleks Kelas 2 33- minggu

kelahiran

Alquran, aqidah, akhlak, keilmuan, seni

Tahfidz Quran, tauhid atau keilmuan

Tahap-tahap periode perkembangan janin diatas, salah satu materi yang dapat diterapkan adalah Alquran. Anak dalam kandungan direspon untuk mendengarkan bacaan-bacaan Alquran agar ia terbina dan terlatih pada kondisi suasana keislaman atau bersifat Islami, seperti pembacaan ayat-ayat Alquran.44 Hal ini karena Alquran merupakan sebaik-baik bacaaan yang diperdengarkan oleh seorang ibu hamil. Memperdengarkan Alquran bukan hanya otak sang janin saja yang nantinya akan testimulasi, melainkan dari segi ruhuahnyapun akan mulai terbina jika sedini mungkin akrab dengan lantunan ayat suci Alquran.45 Oleh karena itu, terdapat beberapa surat Alquran yang biasa dibaca oleh ibu hamil selama proses mengandung, diantaranya adalah:

44 Wardati, “Pendidikan Pranatal, 61-62.

45 Mahmud, Heri Gunawan dan Yuyun Yulia Ningsih, Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga:

Sebuah Panduan Lengkap bagi Para Guru, Orang Tua, dan Calon(Jakarta: Akademia, 2014), 90.

(40)

a) Quran Surat Maryam

Surat ini terdiri dari 98 ayat dan dikenal dengan surat Maryam. Nama tersebut telah dikenal sejak masa Nabi saw., bahkan beliaulah yang menamainya demikian. Thabathaba’i berpendapat bahwa tema utama surah ini adalah peringatan dan berita gembira46, sebagaimana diisyaratkan oleh ayat terakhirnya, yang berbunyi:

ًّدُل اًمْوَ ق ِهِب َرِذْنُ تَو َْيِْقمتُمْلا ِهِب َرِّشَبُتِل َكِن اَسِلِب ُه اَن ْرمسَي اَمنَّ ِإَف : يمرم(

79 )

Artinya: Maka sesungguhnya Kami telah memudahkannya dengan bahasamu, agar engkau dapat memberi berita gembira dengannya kepada orang-orang bertakwa dan agar engkau memberi peringatan dengannya kepada kaum pembangkang. (Q.S. Maryam:97).47

Surat ini ditampilkan dengan cara yang sangat indah mempesona, yakni dengan menuturkan kisah sebagian nabi dan rasul, yang dimulai dengan kisah Nabi Allah Zakaria dan putranya, Yahya a.s. surah ini juga menuturkan kisan Maryam, sang perawan suci, kisah Ibrahim Al Khalil dengan ayahnya yang kafir.48 Surat ini juga menyebutkan aneka nikmat yang dilimpahkan Allah kepada mereka, dan mengingat Nabi

46 M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an (Jakarta: Lentera Hati, 2002), 147-148.

47 Departemen Agama, Alquran Terjemah disertai Ayat-ayat Do’a, 19:97.

48 Muhammad Ali Ash-Shabuny, Cahaya Al-Quran: Tafsir Tematik Surah Al-Kahfi –al Mukminun(Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2001), 87.

(41)

Muhammad saw. bahwa mereka itu adalah orang-orang tunduk dan patuh lagi tulus kepada Tuhan mereka.49

Naungan atau bayang-bayang yang paling menonjol dalam surat ini adalah tentang rahmat Ilahi, keridhaan dan hubungan dengan-Nya. Itu dimulai dengan menyebut rahmat- Nya kepada Nabi Zakariyya as.50 Selanjutnya surat ini ditutup dengan keunggulan orang-orang yang benar dan beriman, yaitu mereka yang teguh pada kebenaran dan mengikhlaskan amal karena Allah.51

Selain tema utama diatas, surat Maryam juga terdapat nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya. Pertama, dalam ayat 41 menggambarkan sosok Nabi Ibrahim a.s. yang piawai dalam berdakwah dan cerdas dalam mendidik yang dituntun dengan wahyu Allah swt. atau yang berlandaskan tauhid.52 Bahkan pada ayat 43-44 dalam surat Maryam ini secara tegas memerintahkan kepada Bapak Nabi Ibrahim untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan memeluk agama Tauhid, dan melarang untuk menyembah berhala. Hal ini menunjukkan bahwa mendidik anak berlandaskan Tauhid berarti menjaga fitrah mereka dari kotoran dan perbuatan

49 Shihab, Tafsir, 148.

50 Ibid., 149.

51 Ash-Shabuny, Cahaya, 88.

52 Mustofa, “Nilai-nilai Pendidikan Dalam Surat Maryam (19) ayat 41-47”, Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim, Vol. 13 No. 2 (2015), 175.

(42)

salah, atau ikut-ikutan dalam kenistaan. Oleh karena itu, perlu menanamkan nilai-nilai keimanan pada anak dengan mengarahkan perhatian mereka kepada setiap gejala alam yang menunjukkan kekuasaan, keagungan dan wahdaniat Allah SWT.53

Kedua, dalam ayat 43 surat Maryam memberikan isyarat bahwa Nabi Ibrahim berusaha dengan keras untuk meyakinkan bapakanya dengan mengatakan “Aku telah dianugerahkan suatu Ilmu (pengetahuan) yang tidak dimiliki oleh bapak, oleh karena itu mari ikut bersamaku, aku akan menunjukkan jalan yang lurus”. Dengan ilmu tersebut, Ibrahim bertambah yakin bahwa kebenaran ajaran tauhid dan mengetahui bahwa azab akan menimpa bapaknya jika tetap dalam kesesatan menyembah berhala. Dengan demikian, seorang pendidik harus menguasai sains dan teknologi (Fathanah). Salah satu bentuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa Nabi Ibrahim adalah kampak yang digunakan untuk menghancurkan thagut.54

b) Quran Surat Yusuf

Surat Yusuf termasuk surat Makkiyah yang banyak menceritakan tentang kisah para nabi dan rasul secara

53 Mustofa, “Nilai-nilai Pendidika, 175.

54 Ibid., 176.

(43)

terperinci. Salah satu kisah yang menjadi tema utama adalah tentang kisah Nabi Yusuf bin Ya’qub a.s.55 Yusuf adalah putra Ya’qub Ibn Ishaq Ibn Ibrahim as. Ibunya adalah Rahil, salah seorang dari tiga istri Nabi Ya’qub as. Dalam kisah ini, pribadi Nabi Yusuf as. dipaparkan secara sempurna dan dalam berbagai bidang kehidupannya. 56

Tujuan dari surat ini adalah untuk menghibur Nabi Muhammad SAW. dari kesedihan dan cobaan akibat siksaan dan tekanan dari orang-orang zalim dan orang-orang kafir Makkah dan pengikutnya, sepereti saudara Yusuf kepadanya.57 Sedang menurut al-Biqa’i adalah untuk membuktikan bahwa kitab suci al-Quran adalah penjelasan menyangkut segala sesuatu yang mengantar kepada petunjuk, berdasar pengetahuan dan kekuasaan Allah swt. secara menyeluruh, baik terhadap yang nyata maupun yang gaib.58

Surat ini merupakan surat yang unik. Ia menguaraikan suatu kisah menyangkut satu pribadi secara sempurna dalam banyak episode. Disamping kandungannya yang demikian kaya dengan pelajaran, tuntunan dan hikmah, kisah ini kaya pula dengan gambaran yang sungguh hidup melukiskan

55 Muhammad Ali Ash-Shabuny, Cahaya Al-Quran: Tafsir Tematik Surat Huud-Al-Isra’(Jakarta:

Pustaka Al-Kautsar, 2001), 103.

56 M. Quraih Shihab, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, Keserasian Al-Quran (Jakarta:Lentera Hati, 2005), 387.

57 Ash-Shabuny, Cahaya, 103.

58 Shihab, Tafsir, 388-389.

(44)

gejolak hati pemuda, rayuan wanita, kesabaran, kepedihan, dan kasih sayang ayah.59 Inti dan rumus yang terkandung dalam surat Yusuf ini, memberikan kabar gembira dengan kemenangan bagi orang yang berpegang teguh kepada kesabaran, berjalan mengikuti jejak para nabi, rasul dan para da’i yang ikhlas.60

Pada surat Yusuf, terdapat juga nilai-nilai pendidikan yang terkandung didalamnya. Salah satu nilai pendidikannya adalah akhlak. Akhlak merupakan cerminan dari apa yang ada dalam jiwa seseorang. Akhlak seseorang ditampilkan dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan akhlak terbagi menjadi dua, yakni akhlak mahmudah dan akhlak madzmumah. Apabila dilihat dari surah Yusuf, maka yang termasuk kedalam akhlak mahmudah adalah kasih sayang dan rasa takut. Pertama, kasih sayang yang dimiliki oleh Nabi Yaqub untuk Yusuf dan Bunyamin. Kedua, takut kepada Allah yang dialami oleh saudara Yusuf karena merencanakan pembunuhan.61

Adapun yang termasuk dalam akhlak madzmumah adalah su’udzon, dengki dan takabur. Pertama, berprasangka buruk yang dilakukan oleh saudara Yusuf atas kecintaan yang lebih

59 Shihab, Tafsir , 389.

60 Ash-Shabuny, Cahaya, 105.

61 Ainun Miftakhul Jannah, Nilai-nilai Pendidikan Akhlak (QS. Yusuf Ayat 8-18 dab QS. Al Hujurat Ayat 110 (Skripsi: IAIN Surakarta, Surakarta, 2017), 102.

(45)

dari ayah mereka. Kedua, sifat dengki atau rasa iri saudara- saudara Yusuf terhadap kecintaan Yaqub yang lebih banyak dicurahkan kepada Nabi Yusuf dan saudara kandungnya Bunyamin. Ketiga, sifat takabur atau sifat sombong dan membanggakan diri yang dimiliki saudara-saudara Yusuf atas kenikmatan Allah swt.62

2) Metode Pendidikan Prenatal

Pada saat kandungan berusia lima bulan (20 minggu), kemampuan bayi untuk merasakan stimulus telah berkembang dengan cukup baik sehingga orang tua dapat memulai permainan belajar kepada bayi.63 Islam menuturkan bahwa metode pendidikan anak dalam kandungan yang sudah diaplikasikan dalam tatanan budaya kaum muslimin dan mukminin masa lampau, dan hasil yang diperoleh dari praktik pendidikan mereka cukup menggembirakan64 yaitu:

a) Membacakan doa’a

Doa merupakan instrumen yang sangat ampuh untuk mengantarkan kesuksesan sebuah perbuatan. Hal ini dikarenakan segala sesuatu upaya pada akhirnya hanya Allah lah yang berhak menentukan hasilnya bagi seseorang. Doa

62 Shihab, Tafsir, 97-101.

63 Carr dan Marc Lehrer, Cara Baru Mendidik, 35.

64 Wardati, “Pendidikan Pranatal, 56.

(46)

kedua orang tua, khususnya doa ibu kepada anaknya merupakan salah satu doa yang mustajabah. Maka, hendaknya orang tua senantiasa mendoakan anaknya bahkan sejak dalam kandungan.65 Doa yang dibaca agar buah hati menjadi anak yang shalih/shalihah adalah doa Nabi Zakaria, yang termaktub dalam Q.S Ali Imron ayat 38.

ُهمبَر ًاّيِرَكَز اَعَد َكِل اَنُه ِّبَر َلاَق

ج

ًةَيِّرُذ َكْن ُدمل ْنِم ِْلِ ْبَه ِءآَعُّدلا ُعْيَِسَ َكمنِا

ج

لا(

: نارمع 83

)

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik (shalih). Sesungguhnya Engkaulah Maha Pendengar doa.” (Q.S. Ali Imran:38).66

b) Menjalankan Ibadah

Segala bentuk ibadah, mahdah dan ghairu mahdah, wajib dan sunnah, seperti ibadah sholat, puasa, zakat, dan lain- lainnya dapat dijadikan sebagai metode untuk mendidik anak dalam kandungan.67 Seperti halnya dalam ibadah sholat, hendaknya pendidikan sholat sudah dimulai sejak kecil bahkan sejak dalam kandungan, di mana dalam keluargalah yang

65 Hani Fatma Yuniar, A Lifetime Islamic Parenting: Panduan Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan Hingga Akil Baligh (Jawa Tenagh: Caesar, 2018), 7.

66 Departemen Agama, Alquran Terjemah disertai Ayat-ayat Do’a, 3:38.

67 Wardati, “Pendidikan Pranatal, 56.

(47)

melakukan pendidikan ke arah itu.68 Metode ini akan memberikan pengaruh yang postif. Selain melatih kebiasaan- kebiasaan aplikasi kegiatan ibadah juga akan menguatkan mental spiritual dan keimanan anak setalah lahir, tumbuh dan berkembang dewasa. Contoh dari metode ini adalah ketika si ibu melakukan shalat maghrib, kemudian ibu berkata “hai nak... mari kita shalat!” sambil mengajak dan menepuk atau mengusap-usap perutnya.69

c) Membaca Alquran

Membaca merupakan salah satu cara yang paling utama untuk memperoleh informasi penting dan ilmu pengetahuan.

Anak dalam usia kandungan 20 minggu (5 bulan) atau lebih sudah bisa menyerap informasi melalui pengalaman stimulasi atau sensasi yang diberikan ibunya.70 Kegiatan membaca ini juga bisa dilakukan orang tua dengan membacakan atau mendengarkan ayat-ayat suci al-Quran kepada bayi sejak dalam kandungan, sehingga ketika lahir akan menjadi anak yang cinta al-Quran dan mengamalkannya. Menurut penelitian, memperdengarkan ayat-ayat suci al-Quran kepada bayi juga dapat menstimulus perkembangan saraf otak bayi.71

68 Mansur, Mendidik anak, 165.

69 Ichromi, “Konsep Pendiidkan,55-56.

70 Wardati, “Pendidikan Pranatal, 57.

71 Yuniar, A Lifetime, 8.

(48)

Pemberian stimulasi seperti ini sangatlah penting karena sel- sel otak yang sudah diberi stimulasi sedini mungkin dapat memicu otak untuk bekerja lebih optimal.72

d) Berkomunikasi

Pada usia 25 minggu, janin sudah dapat mendengar dan mengenali suara orang-orang terdekatnya seperti ibu dan ayah.

Ibu dan ayah dapat mengajak janin untuk berkomunikasi.73 Berkomunikasi lebih dari sekedar mendengarkan secara pasif, akan tetapi mendengar suara, merasakan sentuhan, melihat bayangan dan merasakan emosi merupakan bagian dari proses komunikasi.74 Proses komunikasi dapat dimulai dengan latihan-latihan seperti yang biasa dilakukan banyak orang tua.

Misalnya, banyak ibu yang secara naluriah akan balas menepuk ketika bayi mulai menendang pada usia kandungan lima bulan.

e) Bermain (Permainan Bayi Menendang)

Sekitar awal bulan kelima, ibu akan mulai merasakan tendangan atau gerakan kecil di perut bagian bawah. Situasi ini merupakan hal yang normal dan inilah cara bayi memulai mengeksplorasi dan belajar sesuatu tentang dunianya. Karena

72 Mahmud, Heri Gunawan dan Yuyun Yulia Ningsih, Pendidikan Agama, 90.

73 Ibid., 9.

74 Carr dan Marc Lehrer, Cara Baru, 36-37.

(49)

bayi mengambang di dalam rahim, dihubungkan dengan tali plasenta dan kadang-kadang menyentuh sisi-sisi uretus, satu- satunya cara untuk melakukan kontak dengan dunia luar adalah dengan menendang. Menendang juga membantu memperkuat kaki bayi pralahir. Dalam permainan bayi menendang ini, bayi akan belajar dasar-dasar menanggapi orang lain. Permainan ini sederhana, ketika bayi menendang kemudian ibu dengan lembut menepuk atau menekan tepat pada bagian perut yang ditendangnya.75

2. Kajian Teori tentang Tradisi Masyarakat

Pada konteks Islam, tradisi yang dimaksud adalah aneka tradisi umat Islam Indonesia, khususnya Jawa, yang pada mulanya beredar luas di Jawa, kemudian meluas ke berbagai daerah pelosok Indonesia, yang terkait dengan ritual dan tradisi kelahiran, pernikahan dan kematian.76 Terdapat beberapa “jadwal” doa dan ritual yang dilaksanakan oleh muslim Jawa, yang terkait dengan siklus kehidupan manusia, yaitu:

Tabel 2.3

Jadwal Doa dan Ritual Muslim Jawa77

No. Siklus Jenis Ritual Waktu Pelaksanaan

1 2 3 4

1. Kelahiran Ngupati atau Ngapati Kehamilan mencShoapai

75 Carr dan Marc Lehrer, Cara Baru, 103.

76 Muhammad Sholikhin, Ritual dan Tradisi Islam Jawa (Yogyakarta: Narasi, 2010), 27.

77 Ibid., 28.

(50)

usia 120 hari (4 bulan).

2. Nglimani Kehamilan (pertama)

mencapai 5 bulan.

3. Mitoni, juga disebut

tingkeban

Kehamilan mencapai usia 7 bulan.

4. Nyagani Kehamilan (pertama)

mencapai usia 9 bulan.

5. “Brokohan” Selametan kelahiran bayi,

pada hari bayi lahir.

6. Sepasaran Selametan hari ke-5

kelahiran bayi, pemberian nama dan aqiqahan.

Biasanya disertai dengan Kenduri dan bancakan.

7. Puputan Selametan setelah sisa tali

pusar lepas (jatuh)

8. Selapanan Selametan hari ke-35 dari

kelahiran bayi. Hari memperbagus fisik sang bayi. Biasanya disertai dengan Kenduri dan bancakan

9. Thedak Siti Selametan anak usia 7

lapan (245 hari/ 7 x 35).

Doa kepada Allah agar anak menjadi anak yang jujur, ahli ibadah, senang kepada ilmu, dermawan dan etos kerja tinggi.

10. Setahunan Selametan ketika usia anak

sudah 1 tahun.

11. Perkawinan Kumbarkanan Selametan setelah

memusyawarahkan segala hal yang akan dilaksanakan terkait dengan upacara pernikahan. Umumnya dilaksanakan 7 hari

sebelum acara di rumah yang akan menggelar hajat.

12. Pasang tarub Selametan diadakan pada

malam 2 atau 1 hari sebelum upacara, yakni mempersiapkan tempat acara.

13. Midadareni dan Ritual dan selametan

Gambar

Gambar 4.1  Tradisi Upacara Ngupati
Tabel 4.3  Hasil Temuan

Referensi

Dokumen terkait

Pemberdayaan melalui pengembangan pariwisata menjadi salah satu model pemberdayaan melalui pembangunan pariwisata menjadi salah satu model pemberdayaan tersebut diharapkan berhasil

Kesetaraan gender merupakan suatu kondisi dan posisi yang sama antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh akses, partisipasi, kontrol dan manfaat dalam aktivitas kehidupan baik

Dalam proses pembelajan agama, menurut saya karena kita memiliki mata pelajaran agama yang kompleks itu membantu saya dalam menjelaskan dan membantu dalam proses penerapan metode yang

Pasal 59 Dalam hal istri tidak mau memberikan persetujuan, permohonan izin beristri lebih dari satu orang berdasarkan atas salah satu alas an yang diatur dalam pasal 55 ayat 2 dan 57,

Tahap selanjutnya, setelah temuan-temuan tersebut didiskusikan dengan teori yang dikembangkan oleh Syamsu Yusuf dan Achmad Juntika Nurihsaan maka dapat disimpulkan bahwa peran

Dan untuk lebih lanjutnya saya belajar secara intens sunguh-sunguh dengan pembina dalam belajar membaca Al-Qur’an, kemudian belajar jadi imam salat yang baik seperti apa, dan juga

2 Heni Hamdiyah Metode Pembelajaran Menghafal Alquran pada Tunanetra di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an ”Yasinat” Kesilir Wuluhan Jember Sama-sama lokasi penelitiann ya di Yasinat

2 Syarifatul Imama Pendidikan Karakter Gemar Membaca melalui Ekstarkulikul er Jurnalistik Studi Kasus di Madrasah Aliyah Raudhotul Muta’allimin Simbar Tampo Cluring Banyuwangi