Fokus penelitian yang digali dalam skripsi ini adalah: 1) Bentuk pendidikan agama Islam bagi TNI untuk meningkatkan pola pikir spiritual. Babun Suharto, S.E., M.M., Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember yang telah meningkatkan kualitas penulisan ilmiah di IAIN Jember. Abdullah, S.Ag., M.H.I., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Pendidikan Guru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember yang menyetujui disertasi ini.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian
Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah. manusia melalui Rasul, dan pada saat akhir agama ini diturunkan kepada Nabi Muhammad a.s. Ini menunjukkan bahawa Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah. dan tidak disertai gangguan daripada pembawanya. Pembinaan agama Islam dalam pelaksanaannya amat berkait rapat dengan ilmu yang menghubungkan manusia dengan Allah Ta’ala, berhubung dengan Allah Ta’ala. manusia hendaklah berjiwa bersih dan suci, kerana sesungguhnya Allah Taala. ia adalah bahan suci.
Fokus Penelitian
Dari uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pembinaan Agama Islam TNI Angkatan Darat Guna Meningkatkan Pola Pikir Kerohanian Brigif Raider 9 Kostrad Kabupaten Jember”.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
16 Heni Hamdiyah, Metode Pembelajaran Hafalan Al-Qur’an Bagi Tunanetra Di Pondok Tahfidzul Qur’an Islam “Nahdlatuth Thalabah” Kesilir Wuluhan Jember, (IAIN Jember, 2015). Yang dimaksud dengan metode ini adalah menghafal ayat-ayat Al-Qur'an yang telah dibaca berulang-ulang sedikit demi sedikit. Bacaan atau hafalan Quraish Shihab hendaknya dilanjutkan dengan mempelajari maknanya dan melaksanakan tuntunannya.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Komandan Brigif Raider 9 Kostrad, karena sebagai Panglima tentu mengetahui bentuk-bentuk kegiatan pembinaan agama Islam yang dilakukan di lembaga tersebut. Kepemimpinan spiritual, bertujuan untuk memberikan atau menanamkan nilai-nilai agama Islam untuk memimpin dan mengarahkan militer. Personil TNI, karena pelaksanaan kegiatan pembinaan keagamaan Islam diperuntukkan bagi personel TNI di fasilitas Brigif Raider 9 Kostrad.
Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Observasi
- Teknik Wawancara
- Teknik Dokumentasi
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipasi pasif, yaitu peneliti hadir namun tidak terlibat. Wawancara adalah suatu proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dimana dua orang atau lebih mendengarkan secara tatap muka langsung suatu informasi atau pernyataan.56. Wawancara tidak terstruktur merupakan wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data.
Tujuan pengumpulan data disini adalah untuk memperoleh data atau informasi yang menjadi jawaban terhadap fokus penelitian, sehingga tujuan penelitian dapat tercapai dengan baik dan dapat terjawab melalui data yang telah diperoleh. Data yang diperoleh dari dokumentasi meliputi: profil Brigif Raider 9 Kostrad Patrang Jember, struktur organisasi, rencana pengembangan agama Islam serta kegiatan pengembangan agama Islam.
Analisis Data
Penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, dimana kegiatan dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung terus menerus hingga selesai, sehingga data menjadi jenuh. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang paling penting, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola, serta membuang hal-hal yang tidak diperlukan. Dengan demikian, data yang direduksi akan memberikan gambaran yang jelas, serta memudahkan peneliti dalam mengumpulkan dan mencari data selanjutnya jika diperlukan.
Penyajian data tersebut bisa dalam bentuk deskripsi singkat, grafik, hubungan antar kategori, dan lain-lain. Cara penyajian data yang paling umum dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif. Karena penyajian data akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, Anda dapat merencanakan pekerjaan lebih lanjut berdasarkan apa yang telah Anda pahami. Temuannya dapat berupa gambaran atau gambaran suatu benda yang sebelumnya redup atau gelap, sehingga menjadi jelas setelah diperiksa.
Keabsahan Data
Pada triangulasi sumber, peneliti menguji data dengan menggunakan teknik triangulasi dengan tiga sumber (informan) yang ditentukan peneliti yaitu Komandan Brigif Raider 9 Kostrad, Pembina spiritual Bintal dan anggota TNI, sedangkan triangulasi teknis dilakukan dengan cara mengecek kebenaran data. data terhadap sumber daya yang sama menggunakan teknik yang sama. Data yang diperoleh melalui wawancara kemudian diverifikasi melalui observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data yang akurat dan relevan.
Tahap-tahap Penelitian
Gambaran Objek Penelitian
- Sejarah singkat terbentuknya bimbingan mental spiritual
- Profil Brigif Raider 9 Kostrad Jember Nama lembaga : Brigif Raider 9 Kostrad
- Letak Geografis Brigif Raider 9 Kostrad Jember
- Visi dan Misi Brigif Raider 9 Kostrad Jember a. Visi
- Keadaan Lingkungan Brigif Raider 9 Kostrad Jember
“Pembangunan mental” yang fungsinya tidak lagi terbatas pada bidang spiritual saja, tetapi juga meliputi bidang pembinaan spiritual, ideologi, tradisi perjuangan dan historiografi, dokumentasi sejarah, museum dan perpustakaan. Perkembangan pelayanan pembinaan jiwa khususnya di tingkat Kotama diawali dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Kasad Nomor: Skep/29/X/1977 tanggal 13 Oktober 1977 yang menetapkan rencana pembentukan organisasi dan tugas pelayanan pembinaan jiwa. di masing-masing Komando Daerah Militer (Kodam). Secara teknis Kodam harus membentuk 3 unit pembinaan mental yang fungsinya tidak hanya sebatas pembinaan spiritual, tetapi juga mencakup bidang ideologi spiritual, Aji Karma dan Tradisi.1.
Profil Brigif Raider 9 Kostrad Jember Nama Instansi : Brigif Raider 9 Kostrad Nama Instansi : Brigif Raider 9 Kostrad Cabang : TNI Angkatan Darat Jenis Satuan : Satuan Tempur Infanteri. Brigif Raider 9 Kostrad mempunyai wilayah yang cukup luas, berdasarkan wawancara dengan Suhairi beliau mengatakan, Untuk Brigif sendiri luas wilayahnya sekitar 20 hektar dengan batasnya, sebelah timur berbatasan dengan SMKN 1 Jember, sebelah barat berbatasan dengan SMKN 3 Jember dan Departemen Pendidikan Nasional, di sebelah selatan berbatasan dengan Koramil Patrang, dan di sebelah utara. berbatasan dengan pabrik Gudang Garam.3.
Jadi, dapat disimpulkan dari hasil wawancara dengan Suhairi dan Nurul, Badan Brigif Raider 9 Kostrad memiliki lahan seluas 20 hektar. Lembaga Brigif Raider 9 Kostrad merupakan lembaga militer (tentara) yang mempunyai tugas suci dan mulia untuk menjaga keamanan dan stabilitas bangsa dan negara dari ancaman yang datang dari dalam dan luar negeri. Dalam pendidikan mental ideologi, para prajurit diberikan pendidikan intensif (serius) tentang ideologi, yaitu ideologi Pancasila.
Pancasila adalah harga mati, artinya ideologi Pancasila adalah sesuatu yang tidak bisa diubah dan khususnya anggota TNI harus ikut serta menjaga ideologi tersebut.
Penyajian Data dan Analisis
- Bentuk Pembinaan Agama Islam bagi Militer untuk Meningkatkan Mental Spiritual
- Pelaksanaan Pembinaan Agama Islam bagi Militer untuk Meningkatkan Mental Spiritual
- Istigasah
- Membaca Tahlil
- Membaca Selawat
- Al Asma Al Husna
- Pengajian Mingguan
- Pengajian Bulanan
- Salat Wajib Berjemaah
- Faktor Pendukung dan Penghambat Pembinaan Agama Islam bagi Militer untuk Meningkatkan Mental Spiritual
- Hasil Pembinaan Agama Islam bagi Militer untuk Meningkatkan Mental Spiritual
Sedangkan saat diwawancarai oleh Joko selaku prajurit, beliau mengatakan bahwa bentuk pembinaan keagamaan Islam di sini antara lain kegiatan istigasah, pembacaan tahlil, pembacaan salawat dan ada juga pengajian umum, saudara. Program pembinaan agama islam disini yang terpenting adalah sholat wajib berjamaah (sholat lima waktu), untuk kegiatan lainnya pada umumnya pak ada kegiatan membaca yasin, istigasah dan setiap bulan ada pengajian umum pada hari minggu Duha. (Minggu pagi).9. Kami bermitra dengan Nurul Hayat Jember untuk pengembangan mental spiritual ini untuk merencanakan kegiatan pengembangan agama Islam dari Brigifi sendiri.
Berdasarkan penjelasan di atas, pembinaan agama Islam diagendakan di Brigif Raider 9 Kostrad Jember. Pembinaan keagamaan Islam di lembaga Brigif Raider 9 Kostrad tentunya mempunyai tujuan untuk membentuk mental spiritual anggota TNI. Tahap pelaksanaan pengembangan agama Islam merupakan pelaksanaan tahap persiapan atau perencanaan yang dirancang oleh bagian pengelolaan kekayaan Masjid Nur Inka.
Faktor-faktor inilah yang akan menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan pembinaan agama Islam di lembaga Brigif Raider 9 Kostrad. Mengenai pembinaan akidah Islam di Brigif Raider 9 Kostrad, menurut keterangan Suhairi selaku pembina spiritual Bintal, katanya,. Pembinaan agama Islam bagi TNI di lembaga Brigif Raider 9 Kostrad secara umum berjalan dengan baik, namun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, berdasarkan wawancara dengan Doni selaku anggota, ujarnya,
Setiap kegiatan pelatihan hendaknya mempunyai tujuan yang telah ditentukan dan ingin mendapatkan hasil, seperti pelatihan agama Islam yang dilaksanakan di lembaga Brigif Raider 9 Kostrad. Pembinaan agama Islam yang dilakukan di lembaga ini ditujukan bagi pihak militer pada khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya. Hal yang hampir sama juga disampaikan oleh Sofjan Sauri selaku anggota TNI, beliau mengatakan, menurut saya banyak sekali manfaat yang bisa didapat dari pelatihan agama Islam di sini.
Pembahasan dan Temuan
Bentuk pendidikan agama Islam bagi TNI untuk meningkatkan mental spiritual di lembaga Brigif Raider 9 Kostrad antara lain kegiatan istigasah, pembacaan tahlil, pembacaan selawatan, Al Asma Al Husna, pengajian mingguan, pengajian bulanan dan shalat wajib berjamaah. Bentuk pendidikan agama Islam di sini dikemas dalam bentuk kajian Islam seperti yang telah dijelaskan di atas. Tahap pelaksanaan pembinaan agama Islam ini merupakan tahapan atau rangkaian kegiatan yang akan dilakukan dari jenis kegiatan pembinaan agama Islam yang telah direncanakan sebelumnya pada Brigif Raider 9 Kostrad.
Lembaga Brigif Raider 9 Kostrad Jember dalam mewujudkan pengembangan agama Islam telah menjalin kerjasama dengan instansi lain yaitu dengan Asrama Islam daerah dan juga telah berfungsi dengan baik serta mempunyai hubungan yang erat. Lembaga Brigif Raider 9 Kostrad dalam pengembangan agama Islam melaksanakan kegiatan Al Asma Al Husna guna menjamin para prajurit memupuk keimanannya dengan berzikir dengan nama baik Allah (Al Asma Al Husna). Tujuan pengembangan agama Islam secara keseluruhan adalah untuk meningkatkan ibadah seorang muslim, seperti yang tertuang dalam bukunya Sudirman menjelaskan bahwa ibadah dalam Islam menempati posisi terpenting dan menjadi titik fokus dari seluruh aktivitas umat Islam.
Berdasarkan analisis yang diperoleh disini faktor pendukung pengembangan agama Islam bagi tentara untuk meningkatkan mental spiritual di Brigif Raider 9 Kostrad kecamatan Patrang kabupaten Jember adalah yang pertama, tingginya motivasi dalam diri prajurit untuk belajar ilmu pengetahuan. Ketiga, telah menjalin kerjasama dengan instansi lain, dalam pembinaan agama Islam bagi TNI Angkatan Darat di Brigif Raider 9 Kostrad, dibantu oleh Pondok Pesantren di wilayah Jember dan Jawa Timur, sangat membantu para perwira dalam melaksanakan pembinaan. Ada tentara yang tinggal di asrama dan di luar asrama, sehingga perkembangan agama Islam tidak merata.
Kegiatan pembinaan agama Islam yang telah dilaksanakan di lembaga Brigif Raider 9 Kostrad Jember tentunya mempunyai tujuan dan ingin memperoleh hasil tertentu.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Analisis Perkembangan Mental Spiritual Islam di Kodam (KODAM) TNI AD Jaya/Jayakarta Cawang. Bentuk pembinaan agama Islam bagi TNI untuk meningkatkan mental spiritual di Brigif Raider 9 Kostrad Kabupaten Jember. Hasil Pembinaan Agama Islam TNI untuk Meningkatkan Mental Spiritual di Brigif Raider 9 Kostrad Kabupaten Jember.