SKRIPSI
diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu prasyarat memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam
Oleh : SITI NURFAIDA
NIM. 084 141 063
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
SEPTEMBER 2018
SKRIPSI
diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Jember untuk memenuhi salah satu prasyarat memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam
Oleh:
SITI NURFAIDA NIM. 084 141 063
DisetujuiPembimbing:
Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I.
NIP. 19640511 199903 2 001
Artinya : “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu”.
Al-Qur’an, 75: 16-18
kepada :
1. Bapak dan ibu tercinta, Ariyanto dan Hartini yang senantiasa memberikan doa, arahan, dukungan dan memberikan semangat selama menyelesaikan
tugas akhir ini. Semoga Allah SWT, senantiasa memberikan kesehatan, umur dan rezeki yang barokah. Selamat dunia dan akhirat. Aamiin.
2. Keluarga besarku yang selama ini sudah memberikan dukungan untuk tidak lelah menuntut ilmu.
Puji dan syukur patut dipanjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufiq, hidayah beserta inayahnya, sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pelaksanaan belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember”, sebagai salah satu syarat menyelesaikan program sarjana strata 1 (S1). Sholawat dan salam tetap tercurah limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman kebodohan menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan.
Ungkapan terima kasih patut disampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung dalam menyelesaikan penulisan skripsi. Sebab itu penulis sampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:
1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, MM. selaku Rektor IAIN Jember yang telah mendukung dan memfasilitasi kami selama proses kegiatan belajar mengajar di lembaga ini.
2. Dr. H. Abdullah, S.Ag., M.H.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember.
3. Dr. H. Mundir, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember yang telah memberikan izin dan kesempatan untuk mengadakan penelitian.
5. Dr. Hj. Mukniah, M.Pd.I selaku dosen pembimbing skripsi yang telah memberikan banyak ilmu pengetahuan, bimbingan dan arahan dalam menyelesaikan penyusunan skripsi.
6. Alfisyah Nurhayati, S.Ag, M.Si selaku Kepala Perpustakaan IAIN Jember, berserta karyawan yang telah memberikan pelayanan dan kemudahan fasilitas referensi.
7. Tim pedoman penulisan karya ilmiah yang telah memberikan arahan dan pedoman dalam penyusunan skripsi
8. Abdullah Syafi, S.H.I Koordinator PPBQ wilayah Kabupaten Jember yang telah memberikan ijin penelitian.
9. Jamaah PPBQ yang telah menerima dengan senang hati dan telah memberikan rasa semangat selama proses penelitian
10. Guru-guruku tercinta yang senantiasa memberikan doa-doa dan semangat.
11. Almamater IAIN Jember
Akhir kata, hanya kepada Allah SWT. penulis memohon ampunan, taufik, dan hidayahNya. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan mendatangkan barokah bagi kehidupan penulis dan pembaca dan dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Jember, 27 Juni 2018
SITI NURFAIDA NIM. 084 141 063
Program pelatihan baca Al-Qur’an atau PPBQ merupakan salah satu lembaga pendidikan non formal yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Safinatul Huda Surabaya. PPBQ sudah tersebar diberbagai daerah salah satunya di Kabupaten Jember. PPBQ lebih memfokuskan kepada para lanjut usia.
Fokus penelitian ini adalah : 1) Bagaimana langkah-langkah pemberian materi belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al- Qur’an. 2) Bagaimana metode belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an. 3) Bagaimana penggunaan media belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember
Tujuan penelitian ini adalah :1) Mendeskripsikan langkah-langkah pemberian materi belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an. 2) Mendeskripsikan metode belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an. 3) Mendeskripsikan penggunaan media belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penentuan subyek penelitian secara purposive. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data secara interaktif, dengan langkah pengumpulan data, konsensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian adalah : 1) langkah-langkah pemberian materi belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an. Terdapat dua langkah. Antara lain: langkah-langkah pemberian belajar baca Al-Qur’an belum bisa membaca Al-Qur’an pembukaan diawali dengan salam dan basmalah.
Pemberian materi berupa pengenalan huruf hijaiyah berharokat fathah, latihan baca makhroj, perubahan huruf, huruf sambung, pengenalan huruf panjang berbunyi aa, ii, uu, pengenalan huruf hijaiyah berharokat fathatain, kasrohtain, dan dhumatain, pengenalan huruf hijaiyah bertsydid, bacaan al-syamsiah dan al- qomariah, bacaan kalimat sambung, bacaan lam jalalah, cara mewaqofkan, pengenalan huruf awal surat. Dilanjut dengan pertanyaan dari jamaah, penutup dan doa. Langkah-langkah pemberian materi belajar baca Al-Qur’an bagi yang bisa membaca Al-Qur’an. diawali dengan salam lalu doa dan membaca Al-Fatihah dan dilanjut murojjah dari hafalan yang telah dihafalkan setelah itu setoran hafalan setiap jamaah dan secara bergilir. Lanjut pemberian materi. Setelah itu tanya jawab. penutup doa dan salam. 2) metode belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an menggunakan metode talqin, metode tahqiq dan metode tartil. 3) penggunaan media belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember menggunakan media berbasis manusia.
PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii
PENGESAHAN ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vi
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL... xiii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 6
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 7
E. Definisi Istilah ... 9
F. Sistematika Pembahasan ... 11
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 14
A. Penelitian Terdahulu ... 14
B. Kajian Teori ... 21
BAB III METODE PENELITIAN ... 46
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 46
B. Lokasi Penelitian ... 47
C. Subyek Penelitian ... 47
D. Teknik Pengumpulan Data ... 48
E. Analisis Data... 51
F. Keabsahan Data ... 54
G. Tahab-Tahab Penelitian ... 55
C. Pembahasan Temuan ... 71
BAB V PENUTUP ... 82
A. Kesimpulan ... 82
B. Saran-saran ... 83
DAFTAR PUSTAKA ... 84 LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Pernyataan keaslian tulisan 2. Matrik penelitian
3. Pedoman penelitian 4. Pedoman wawancara 5. Jurnal penelitian 6. Buku ajar 7. Foto kegiatan 8. Denah lokasi 9. Jadwal kegiatan 10. Surat izin penelitian 11. Surat selesai penelitian 12. Biodata penulis
Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan ... 18
Tabel 2.2 Huruf Hijaiyyah Berharakat ... 23
Tabel 4.1 Daftar Jamaah PPBQ ... 61
Tabel 4.2 Hasil Temuan ... 79
A. Latar Belakang Masalah
Manusia tidak lebih dari suatu bagian alam duniawi yang mengelilinginya. Sebab itu segala sesuatu yang terjadi pada diri manusiapun dapat diterangkan, seperti cara-cara yang terjadi pada kejadian-kejadian alamiah. Manusia ciptaan Allah SWT mempunyai naluri Agama tauhid. Fitrah yang dibawa manusia sejak lahir yang di dalamnya terkandung potensi dengan fungsinya masing-masing.1
Salah satu mencintai Allah SWT dapat di lakukan dengan cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Sebagai umat Muhammad SAW maka kita diwajibkan untuk mempelajari ilmu Agama salah satunya yaitu mempelajarai ilmu baca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Upaya bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar perlu bimbingan khusus untuk dapat melihat sejauh mana kemampuan kita membaca Al-Qur’an. Program pelatihan baca Al-Qur’an atau bisa disebut dengan PPBQ ini menawarkan program belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia yang belum bisa membaca Al-Qur’an atau yang ingin memperbaiki bacaaannya. PPBQ memiliki perbedaan dengan metode baca Al-Qur’an lainnya.
Abdullah Syafi mengatakan bahwa:
“Salah satu Program pelatihan belajar baca Al-Qur’an (PPBQ) yang dimiliki Pondok Pesantren Safinatul Huda ini merupakan metode untuk belajar baca Al-Qur’an yang sederhana dan cocok untuk orang
1 Hasan Basri, Filsafat Pendidikan Islam ( Bandung: Cv Pustaka Setia,2014), 3.
dewasa dan tidak memerlukan waktu yang lama untuk bisa membaca Al-Qur’an cukup 2 bulan”.2
Berdasarkan hasil wawancara tersebut peneliti melalukan observasi awal di lapangan bahwa:
“Proses belajar baca Al-Qur’an yang dimiliki Pondok Pesantren Safinatul Huda ini bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar saja akan tetapi di dalam proses belajar baca Al-Qur’an ustadz juga menjelaskan arti dan isi kandungan ayat dari bacaan tersebut”3
Melihat kenyataan tersebut bahwasannya saat kita mau dan ingin belajar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar maka akan dimudahkan urusan kita oleh sang pencipta. Sebab itu kita sebagai umat Muhammad SAW Al-Qur’an dijadikan pedoman hidup manusia. Allah SWT memerintahkan kepada umat manusia seluruhnya agar memperhatikan dan mempelajari Al- Qur’an.4 Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al Qomar ayat 17 :
Artinya : Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran.5
Keistimewaan yang telah Allah SWT berikan kepada kita berupa akal fikiran yang mana dengan akal kita telah diberikan kemudahan bagi orang- orang yang mau mengambil pelajaran dalam mempelajari Al-Qur’an.
2 Abdullah Syafi’, Wawancara, Tegal Besar,17 Desember, 2017
3 Observasi, Kaliwates, 20 Desember, 2017
4Quraish Shihab, Membumikan Al-Quran Fungsi Dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat (Bandung: Mizan, 1992 ), 33.
5Departemen Agama, Al-Qur‟an Dan Terjemahannya Al-Jumanatul „Ali ( Bandung : CV J-ART 2004), 529.
Hal tersebut juga dikuatkan dengan hadist Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan pahala seseorang yang mempelajari dan membaca Al- Qur’an.
،َناَمْثُع ُنْب ُكاَّحَّضلا اَنَ ثَّدَح :َلاَق ،ُّيِفَنَلحا ٍرْكَب وُبَأ اَنَ ثَّدَح :َلاَق ،ٍراَّشَب ُنْب ُدَّمَُمُ اَنَ ثَّدَح ْنَع
َّمَُمُ ُتْعَِسَ :َلاَق ،ىَسوُم ِنْب َبوُّيَأ ،ٍدوُعْسَم َنْب ِللها َدْبَع ُتْعَِسَ :ُلوُقَ ي َّيِظَرُقلا ٍبْعَك َنْب َد
،ٌةَنَسَح ِوِب ُوَلَ ف ِللها ِباَتِك ْنِم اًفْرَح َأَرَ ق ْنَم :َمَّلَسَو ِوْيَلَع ُوَّللا ىَّلَص ِللها ُلوُسَر َلاَق :ُلوُقَ ي ْرَح ْلْا ُلوُقَأ َلا ،اَِلِاَثْمَأ ِرْشَعِب ُةَنَسَلحاَو هاور( ٌفْرَح ٌميِمَو ٌفْرَح ٌمَلاَو ٌفْرَح ٌفِلَأ ْنِكَلَو ،ٌف
يذمترلا )
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Abu bakar al-Hanafie, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami al-Dlahhak bin Utsman, dari Ayyub bin Musa, ia berkata: saya mendengar Muhammad bin ka’ab al-Kuradzi berkata: saya mendengar Abdullah bin Mas’ud berkata: Rasulullah SAW berkata: Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya, saya tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu hurup, akan tetapi alif itu satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf. (HR. Tirmidzi)6
Pendidikan belajar baca Al-Qur’an telah diperintahkan melalui firman Allah SWT dan sabda Nabi Muhammad SAW yang keduanya diperintahkan untuk mempelajari Al-Qur’an. Belajar tidak mengenal usia hal ini merupakan konsep dari pendidikan seumur hidup. Bahwa manusia adalah makhluk yang tumbuh dan berkembang ia ingin mencapai suatu kehidupan yang optimal, selama manusia berusaha untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan, sikap atau nilai maupun keterampilan.
6 Imam Tirmidzî, Al-Jâmi‟ al-Kabîr - Sunanu al-Tirmidzî, Vol 5 (Beirut: Dâru al-Gharbu al- Islâmî,1998), 25.
Sebab itu secara sadar maupun tidak sadar, maka selama itulah pendidikan masih perjalan terus.7 Upaya melaksanakan pendidikan bukan hanya terjadi di lingkungan keluarga dan lembaga sekolah akan tetapi masyarakat juga memiliki peran penting dalam pendidikan.
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 26 ayat 1, menjelaskan bahwa “ pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat”8
Berdasarkan penjelasan tersebut bahwa pendidikan bukan hanya terjadi di lingkungan keluarga dan lembaga sekolah akan tetapi masyarakat juga memiliki peran penting dalam pendidikan dalam mengembangkan potensi- potensi yang dimilikinya, atau sebagai pengganti dari pendidikan sekolah.
Sebab itu pendidikan belajar baca Al-Qur’an yang diterapkan oleh Pondok Pesantren Safinatul Huda ini merupakan usaha sadar dalam mengembangkan pendidikan sepanjang hidup dan juga menerapkan fungsi akal yang dimiliki manusia.
Lembaga nonformal yang didirikan oleh pondok pesantren Safinatul Huda merupakan program pelatihan bagi masyarakat khususnya bagi lanjut usia yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar dengan adanya program ini masyarakat akan memiliki peluang belajar meskipun bukan di lembaga formal.
7Abdul Muis Thabrani, Pengantar & Dimensi-Dimensi Pendidikan ( Jember: STAIN Jember Pres,2013), 75.
8Undang – Undang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) UU RI No. 20 Th. 2003 (Jakarta:
Sinar Grafika, 2011), 17.
Menurut Undang-Undang System Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 26 ayat 5, menjelaskan bahwa “ kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, dan atau melanjutkan pendidikan jenjang yabg lebih tinggi”9
Sebab itu lembaga Safinatul Huda membuat program pelatihan baca Al-Qur’an bagi lanjut usia agar mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan diri dan membantu mereka yang membutuhkan bekal pengetahuan Agama. Lanjut usia di sini dari usia 60 sampai meninggal. Sebab itu seseorang yang sudah memasuki lanjut usia mereka mengalami perubahan- perubahan kekuatan fisik maupun daya ingat.
Muhammad Safrodin berpendapat bahwa huruf hijaiyah merupakan dasar utama kita untuk mengenal tulisan Al-Qur’an terangkai dari 28 huruf hijaiyah.10
Permasalahan lain muncul bagi masyarakat yang sudah memasuki lanjut usia akan tetapi belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Melihat kondisi tersebut lembaga pendidikan non formal yang dimiliki SAFINDA menawarkan solusi program baca Al-Qur’an untuk lanjut usia akan tetapi penyebarannya tidak sebanyak metode baca Al-Qur’an untuk anak usia dini.
Program pelatihan baca Al-Qur’an ini merupakan pendidikan non formal yang mana berfungsi sebagai penganti, penambah, dan pelengkap dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hidup.
9 Ibid., 18.
10Muahammad Safrodin, Belajar Sendiri Membaca Al-Qur‟an Dari Nol Hingga Mahir, (Yogyakarta: Pustaka Marwa, 2011), 1.
Metode belajar baca Al-Qur’an yang dimiliki Pondok Pesantren Safinatul Huda sudah mulai tersebar diberbagai Kota, salah satunya di Kabupaten Jember. Program pelatihan baca Al-Qur’an ini memiliki keunikan tersendiri dari metode baca Al-Qur’an lanjut usia lainnya. Keunikan yang dimiliki antara: lain metode yang sederhana, tidak memerlukan waktu yang lama, belajar baca Al-Qur’an dengan baik dan benar dan penjelasan arti dari ayat yang dibaca. Hal ini sangat jarang kita temui di lembaga baca Al-Qur’an lainnya.
Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk meneliti dan mengamati lebih dalam tentang “Pelaksanaan belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember”
B. Fokus Penelitian
Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif disebut dengan istilah fokus penelitian. Bagian ini mencantumkan semua fokus permasalahan yang akan dicari jawabannya melalui proses penelitian. Fokus penelitian harus disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik, serta operasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka fokus dalam penelitian antara lain:
1. Bagaimana langkang-langkah pemberian materi belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember?
2. Bagaimana metode belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember?
3. Bagaimana penggunaan media belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian harus mengacu kepada masalah-masalah yang telah dirumuskan sebelumnya. Berdasarkan fokus penelitian tersebut maka tujuan penelitian antara lain:
1. Mendeskripsikan langkah-langkah pemberian materi belajar baca
Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember
2. Mendeskripsikan metode belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember
3. Mendeskripsikan penggunaan media belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini berawal dari rasa ingin tahu tentang Pelaksanaan belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui pogram pelatihan baca Al-Qur’an
Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat kepada beberapa pihak, antara lain:
1. Manfaat Teoritis
a. Hasil penelitian ini dapat memiliki peran dalam mendukung teori yang sudah ada terutama berkaitan dengan pelaksanaan belajar baca
Al-Qur’an bagi lanjut usia.
b. Sebagai sumber informasi, bahan bacaan, dan referensi untuk pengembangan penelitian sejenis di masa yang akan datang.
2. Manfaat Praktis a. Peneliti
Hasil penelitian dapat memberikan manfaat bagi kehidupan peneliti untuk menyalurkan ilmu yang sudah didapat dalam penelitian dan menambah ilmu pengetahuan terkait dengan pelaksanaan baca Al-Qur’an bagi lanjut usia menggunakan program pelatihan baca Al- Qur’an. Serta dapat menjadi bekal di masa yang akan datang.
b. Mahasiswa IAIN Jember
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat dalam menambah wawasan ilmu pengetahuan dan dapat dijadikan refrensi khususnya kepada mahasiswa IAIN Jember
c. Lembaga PPBQ
Hasil penelitian ini dapat memberi manfaat dan saran kepada lembaga PPBQ dalam menjalankan proses belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia sesuai teori yang sudah ada
E. Definisi Istilah 1. Pelaksanaan
Pelaksanaan memiliki beberapa komponen yang terdapat dalam proses belajar mengajar, antara lain, materi pelajaran/kuliah, metode mengajar, peralatan dan media lalu evaluasi. Berhasil atau tidaknya kurikulum pendidikan yang telah direncanakan/ditetapkan, kuncinya terletak pada proses belajar mengajar sebagai ujung tombak dalam mencapai sasaran.11
Maksud pelaksanaan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan merupakan komponen-komponen dalam proses belajar mengajar yang sudah dipersiapkan diantaranya materi, metode, media dan evaluasi dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan tujuan untuk tercapainya pelaksanaan belajar baca Al-Qur’an dengan baik.
2. Belajar
Sebagaimana mengutip pendapat Burton, dalam sebuah buku “ The Guidance Of Learning Activities” merumuskan pengertian belajar adalah sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka mampu berinteraksi dengan lingkungannya.12
Maksud belajar dalam penelitian ini adalah sebagai perubahan tingkah laku pada diri individu yang sebelumnya belum mengetahui tentang baca Al-Qur’an dengan cara yang baik dan benar sehingga dengan
11 Mukniah, Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( Jember: STAIN Jember Press, 2013), 35-36.
12Aunurrahman, Belajar Dan Pembelajaran ( Pontianak: Alfabeta, 2014), 35.
belajar mereka dapat berubah dengan lingkungannya sehingga mereka mampu memperoleh tujuan tertentu.
3. Baca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an yang baik dan benar memerlukan tahapan- tahapan tertentu, hal ini sesuai dengan teori yang mengungkapkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an dapat dimiliki melalui beberapa tahapan, yaitu tahap kemampuan melafalkan huruf-huruf dengan baik dan benar, sesuai dengan makhroj dan sifatnya. 13
Maksud baca Al-Qur’an dalam penelitian ini adalah dimana seseorang sudah mampu melafalkan huruf-huruf dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditentukan dalam belajar baca Al- Qur’an dengan menggunakan metode PPBQ.
4. Lanjut Usia
Lanjut usia (LANSIA) atau bisa disebut dengan usia madya adalah preode penutup dalam rentang hidup seseorang. Setiap rentang hidup memiliki tugas-tugas perkembangan, Masa tua ditandai oleh adanya perubahan jasmani dan mental. Pada usia lanjut atau usia madya dibagi menjadi dua sub bagian, yaitu usia madya dini yang membentang antara usia 40 hingga 50 tahun dan usia madya lanjut yang terbentang antara usia 50 sampai 60 tahun. 14
Maksud LANSIA dalam penelitian ini adalah seseorang sudah memasuki usia 50 tahun ke atas yang ditandai oleh adanya perubahan
13Djaluddin. Cepat Membaca Al-Quran dengan Metode Tunjuk Silang (Jakarta: Kalam Mulia,2012),17.
14 Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan (Jakarta: Kencana, 2011), 254.
jasmani dan mental yang masih bisa beraktifitas untuk menerima ilmu pengetahuan belajar baca Al-Qur’an.
5. Program pelatihan baca Al-Qur’an
Program pelatihan baca Al-Qur’an atau bisa disebut dengan PPBQ merupakan program yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Safinatul Huda Surabaya (SAFINDA) program ini lebih memfokuskan untuk lanjut usia yang berkeinginan untuk belajar baca Al-Qur’an. PPBQ ini merupakan program yang dimiliki Pondok Pesantren Safinatul Huda Surabaya.
Program pelatihan baca Al-Qur’an ini sudah diterapkan diberbagai Kota salah satunya di Kabupaten Jember.
Maksud program pelatihan baca Al-Qur’an dalam penelitian ini adalah suatu pelaksanaan belajar baca Al-Qur’an yang diterapkan bagi lanjut usia yang berkeinginan untuk belajar baca Al-Qur’an dengan menggunakan PPBQ
Berdasarkan definisi-definisi istilah tersebut maka yang dimaksud dengan “pelaksanaan belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember” adalah pelaksanaan belajar baca Al-Qur’an yang berkaitan dengan materi, metode, media dalam belajar baca Al-Qur’an bagi lanjut usia dengan menggunkan metode program pelatihan baca Al-Qur’an.
F. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan dalam pedoman karya ilmiah berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga
bab penutup. Format penulisan sistematika pembahasan adalah dalam bentuk deskriptif naratif bukan seperti daftar isi. Sistematika pembahasan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bab satu berisi pendahuluan yang terdiri dari latar belakang masalah, kemudian fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, definisi istilah, dan sistematika pembahasan.
Bab dua tentang kajian kepustakaan yang terdiri dari penelitian terdahulu yang memuat penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan pada saat ini dan kajian teori yang digunakan sebagai perspektif oleh peneliti, yaitu tentang pelaksanaan belajar baca Al- Qur’an bagi lanut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur’an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember.
Bab tiga menjelaskan penyajian metode penelitian yang digunakan oleh peneliti yang berisi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, subyek penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data, dan terakhir adalah tahap-tahap penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti. Metode penelitian merupakan acuan yang harus diikuti guna menjawab pertanyaan dalam fokus penelitian.
Bab empat tentang penyajian data dan analisis data yang diperoleh dalam pelaksanaan penelitian secara empiris yang terdiri dari gambaran obyek penelitian, penyajian data dan analisis data, serta diakhiri dengan pembahasan temuan dari lapangan. Bab ini berfungsi sebagai bahan kajian untuk memaparkan data yang diperoleh guna menemukan kesimpulan.
Bab lima adalah bab terakhir atau penutup yang di dalamnya berisi kesimpulan dan saran-saran. Bab ini untuk memperoleh gambaran dari hasil penelitian berupa kesimpulan, dengan kesimpulan ini akan dapat membantu makna dari penelitian yang telah dilakukan. Selanjutnya skripsi ini diakhiri daftar pustaka dan lampiran-lampiran sebagai pendukung di dalam pemenuhan kelengkapan data skripsi.
A. Penelitian Terdahulu 1. Penelitian Terdahulu
Bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian yang sudah terpublikasikan maupun yang belum terpublikasikan. Melakukan langkah ini, maka dapat dilihat sampai sejauh mana orisinalitas dan perbedaan penelitian yang dilakukan. Penelitian terdahulu mendasari penelitian ini pernah dilakukan oleh beberapa peneliti tetapi setiap penelitian terdapat keunikan tersendiri.
Hal ini karena adanya perbedaan tempat penelitian, objek penelitian dan literatur yang digunakan peneliti.
Penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan antara lain:
a. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahyuni mahasiswa IAIN Jember pada tahun 2015 dengan judul “ Implementasi metode At-Tanzil dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di RA Nurul Huda Desa Krasak Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2014/2015”. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah:
1) Bagaimana perencanaan pembelajaran metode At-Tanzil dalam neningkatkan kemampuan membaca Al-Qur‟an di RA Nurul Huda?
2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran metode At-Tanzil dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur‟an di RA Nurul Huda 3) Bagaimana evaluasi metode At-Tanzil dalam meningkatkan
kemampuan membaca Al-Qur‟an di RA Nurul Huda
Metode penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian field research, sedangkan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif, dan penarikan kesimpulan dan bagian akhir penguji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini antara lain:
1)Perencanaan pembelajaran metode At-Tanzil dalam neningkatkan kemampuan membaca Al-Qur‟an di RA Nurul Huda sudah terlaksana mulai persiapan, memilih metode penyampaian serta memilih media yang digunakan dalam penyampaian materi At-Tanzil. 2) pelaksanaan pembelajaran metode At-Tanzil dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur‟an dalam mengajar Al-Qur‟an di RA Nurul Huda selama proses pembelajaran berlangsung mulai dari awal jam pelajaran sampai akhir jam pelajaran, sudah terlaksana dengan ketentuan mulai dari kegiatan pembuka, kegiatan inti, kegiatan penutup. 3) evaluasi metode At-Tanzil dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-
Qur‟an menggunakan evaluasi yang sesuai dengan buku panduan At- Tanzil.15
b. Penelitian yang dilakukan oleh Siti Rohmaniah mahasiswa IAIN Jember pada tahun 2016 dengan judul “Hubungan metode pembelajaran metode ummi terhadap kemampuan membaca Al- Qur’an siswa di Sekolah Dasar Al-Ikhlas Lumajang Tahun Pelajaran 2015/2016”. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah:
1) Adakah pengaruh metode pembelajaran ummi terhadap kemampuan membaca Al-Qur‟an siswa di SD Al-Ikhlash Lumajang tahun pelajaran 2015/2016?
2) Adakah pengaruh metode pembelajara ummi terhadap kemampuan membaca Al-Qur‟an dengan kaidah ilmu tajwid di SD Al-Ikhlash Lumajang tahun pelajaran 2015/2016?
3) Adakah pengaruh metode pembelajaran ummi terhadap kemampuan membaca Al-Qur‟an dengan fasih siswa di SD Al- Ikhlash Lumajang tahun pelajaran 2015/2016?
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian field research, sedangkan teknik pengumpulan data yaitu angket, observasi dan dokumenter, tes dan keputusan analisi data menggunakan skala Gutman yaitu interval 0-1. Hasil penelitian ini antara lain: 1) ada pengaruh yang singnifikan antara metode pembelajaran ummi terhadap kemampuan membaca Al-Qur‟an siswa
15 Sri Wahyuni, Implementasi Metode At-Tanzil Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al- Qur’an Di RA Nurul Huda Desa Krasak Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2014/2015 (Skripsi IAIN Jember, Jember, 2015)
di SD Al-Ikhlash Lumajang tahun pelajaran 2015/2016. 2) ada pengaruh yang signifikan antara metode pembelajara ummi terhadap kemampuan membaca Al-Qur‟an dengan kaidah ilmu tajwid di SD Al- Ikhlash Lumajang tahun pelajaran 2015/2016. 3) ada pengaruh yang signifkan antara metode metode pembelajaran ummi terhadap kemampuan membaca Al-Qur‟an dengan fasih siswa di SD Al-Ikhlash Lumajang tahun pelajaran 2015/2016.16
c. Penelitian yang dilakukan oleh Saifullah Romadoni, mahasiswa IAIN jember pada tahun 2017 dengan judul “ Penerapan metode ummi dalam pembelajaran baca Al-Qur’an pada orang dewasa di Madrasah Diniyah Al-Furqon Jember”. Fokus penelitian ini dalam penelitian ini adalah:
1) Bagaimana perencanaan pembelajaran Al-Qur‟an menggunakan metode ummi pada orang dewasa di MADIN Al-Furqon Jember?
2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran Al-Qur‟an menggunakan metode ummi pada orang dewasa di MADIN Al-Furqon Jember?
3) Bagaimana hasil pembelajaran Al-Qur‟an pada orang dewasa selama menggunakan metode ummi di MADIN Al-Furqon Jember?
Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil
16Siti Rohmaniah, Hubungan Metode Pembelajaran Metode Ummi Terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Di Sekolah Dasar Al-Ikhlas Lumajang Tahun Pelajaran 2015/2016 (Skripsi IAIN Jember, Jember, 2016)
penelitian ini antara lain: menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran Al-Qur‟an untuk orang dewasa menggunakan metode ummi ada tiga, pertama membuat silabus pembelajaran metode ummi, yang kedua membuat jadwal pembelajaran dan yang tiga melakukan prosedur penerimaan siswa baru. Proses pembelajaran Al-Qur‟an untuk orang dewasa menggunakan metode ummi dilakukan melalui 7 tahapan pembelajaran. Hasil yang diperoleh adalam kemampuan membaca Al-Qur‟an siswa dewasa selama menggunakan metode ummi mengalami peningkatan yang baik.17
Tabel 2.1
Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu dan Penelitian Sekarang
No Nama Judul Persamaan Perbedaan Orisiniltas
1 2 3 4 5
1 Sri Wahyuni, Implementasi metode At- Tanzil dalam meningkatkan kemampuan membaca Al- Qur‟an di RA
Menggunakan pendekatan kualitatif, serta sama-sama membahas tentang belajar baca Al-Qur‟an
Perbedaannya adalah pada penelitian terdahulu membahas tentang belajar
membaca Al-Qur‟an di RA Nurul Huda Sedangkan penelitian yang akan dilakukan
Penelitian yang akan dilakukan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus,
penentuan
17 Saiful Romadon, Penerapan Metode Ummi Dalam Pembelajaran Baca Al-Qur’an Pada Orang Dewasa Di Madrasah Diniyah Al-Furqon Jember (Skripsi IAIN Jember, Jember, 2017)
No Nama Judul Persamaan Perbedaan Orisiniltas
1 2 3 4 5
Nurul Huda Desa Krasak Kecamatan Kedung jajang Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2014/2015
membahas tentang pelaksanaan belajar membaca bagi lanjut usia
subyek penelitian menggunakan teknik
purposive, teknik
pengumpulan data
menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan model interaktif yaitu data reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Penelitian yang 2. Siti Rohmaniah,
IAIN “ Hubungan metode pembelajaran metode ummi terhadap kemampuan membaca Al- Qur‟an siswa di Sekolah Dasar Al-Ikhlas Lumajang
Sama - sama membahas tentang belajar membaca Al- Qur‟an
Perbedaannya adalah pada penelitian terdahulu membahas tentang 1. hubungan antara metode At- Tanzil dalm belajar baca Al-Qur‟an.
2. Menggunakan pendekatan kuantitatif Sedangkan penelitian yang akan dilakukan membahas tentang 1. Pelaksanaan belajar
No Nama Judul Persamaan Perbedaan Orisiniltas
1 2 3 4 5
Tahun Pelajaran 2015/2016”,
baca Al-Qur‟an 2. Menggunakan
penelitian kualitatif
akan dilakukan membahas tentang pelaksanaan belajar baca Al- Qur‟an bagi lanjut usia melalui program pelatihan baca Al-Qur‟an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember
uraian tersebut maka penelitian ini benar-benar berbeda dengan kajian terdahulu 3. Saiful Romadon
(2017) Dengan Judul “
Penerapan Metode Ummi Dalam
Pembelajaran Baca Al-Qur‟an Pada Orang Dewasa Di Madrasah Diniyah Al- Furqon
Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, serta persamaan pembahasannya yaitu sama-sam membahas tentang belajar baca Al-Qur‟an
perbedaannya adalah pada penelitian terdahulu membahas tentang belajar membaca Al-Qur‟an
menggunakan metode ummi
sedangkan pada penelitian yang akan dilakukan membahas tentang belajar baca Al- Qur‟an menggunakan metode PPBQ
Berdasarkan tabel tersebut, maka diketahui bahwa posisi penelitian ini melanjutkan penelitian yang sebelumnya, yaitu mengkaji tentang belajar baca Al-Qur‟an bagi lanjut usia dengan menggunakan metode program pelatihan baca Al-Qur‟an di PTPN XII Kaliwates Kabupaten Jember.
B. Kajian Teori
Pengertian belajar secara luas adalah aktivitas untuk memperoleh pengetahuan. sedangkan definisi belajar Menurut pendapat James O.
Whittaker mengemukakan belajar adalah proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.18
Belajar baca Al-Qur‟an adalah perubahan-perubahan tingkah laku yang terjadi pada setiap individu-individu yang awalnya tidak bisa menjadi bisa dan mampu membaca Al-Qur‟an dengan baik dan benar sesuai kaidah-kaidah yang telah dipelajari.
Pelaksanaan dalam proses pembelajaran memiliki beberapa komponen yang terdapat dalam proses belajar-mengajar, antara lain: materi pelajaran, metode mengajar, peralatan dan media, evaluasi.19 Sedangkan pelaksanaan belajar baca Al-Qur‟an adalah suatu proses kegiatan pembelajaran yang di dalamnya terdapat materi belajar baca Al-Qur‟an, metode belajar baca
Al-Qur‟an, media belajar baca Al-Qur‟an, yang mana komponen-komponen tersebut harus terpenuhi demi tercapainya tujuan pembelajaran baca Al-
18Aunurrahman, Belajar Dan Pembelajaran ( Pontianak: Alfabeta, 2014), 35.
19 Mukniah, Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( Jember: STAIN Jember Press, 2013), 35
Qur‟an yang efektif. Sebab itu pelaksanaan belajar baca Al-Qur‟an yang baik dan benar harus sesuai kaidah-kaidah yang telah ditentukan antara lain:
1. Langkah-langkah Pemberian Materi Belajar Baca Al-Qur’an Bagi Lanjut Usia
Materi belajar baca Al-Qur‟an adalah materi pelajaran yang diajarkan saat belajar membaca Al-Qur‟an.20 Di antara materi belajar baca Al-Qur‟an sebagai berikut:
a. Fashohah meliputi:
1) Al Waqfu Wal Ibtida‟ (menentukan cara berhenti dan memulai dalam membaca Al-Qur‟an) Waqof menurut bahasa adalah berhenti. Sedangkan menurut istilah adalah menghentikan suara dan perkataan sebentar (menurut adat) untuk bernafas. Sedangkan Ibtida‟ menurut bahasa adalah memulai, sedangkan menurut istilah adalah memulai bacaan sesudah seorang qori mewaqofkan bacaannya.21 Secara garis besar terbagi menjadi empat yaitu:
a) Idithirori (
لراىرًطٍضا
) artinya terpaksa, yaitu dilakukan seorang qori‟ dikarenakan dlorurot, seperti: kehabisan nafas, batuk, lupa dan sebagainya.b) Inthidhori (
لراظًتنا
) artinya berhenti untuk menunggu, Waqof ini hanya diberlakukan bagi seseorang yang mendalami/mempelajari qiro‟ah sab‟ah.
20Abdurrohim Hasan, Muhammad Arif, Abdul Rouf, Strategi Pembelajaran Al-Qur’an Metode Tilawati (Surabaya: Pesantren Al-Qur‟an Nurul Salah Surabaya: 2010), 11.
21 A. Hariri Shoheh, Abdullah Afif, Panduan Ilmu Tajwid (Jombang, Unit Tahfidh Madrasatul Qur An Tebuireng Jombang Jatim, 2013), 39.
c) Iktibari (
لًراىبًتخا
) artinya berhenti untuk diuji. bagi seorang pengajar Al-Qur‟an memutus-mutus ayat pada anak didiknya untuk memudahkan dalam pengajaran.d) Ikhtiyari (
لًراىيًتخا
) artinya berhenti pada kalimat yang pilihan, adalah waqof yang ada unsur kesenjangan, bukan karena sebab- sebab yang tersebut di atas.222) Muro‟tul huruf wal harokat (Yaitu kesempurnaan mengucapkan huruf dan harokat
Tabel 2.2
Huruf Hijaiyah Berharokat
َ ا =A َ د= DA َ ض= DHO َ ك= KA
َ ب= BA َ ذ= DZA َ ط= THO َ ل=LA
َ ت= TA َ ر= RO َ ظ= ZHO َ م= LA
َ ث = TSA َ ز= ZA َ ع= „A َ ن=NA
َ ج= JA َ س= SA َ غ= GHO َ و= WA
َىح = HA َ ش= SYA َ ف= FA َ ه=HA
َ خ= KHO َ ص= SHO َ ق= QO َ ء=A
َ ي=YA
3) Muro‟atul kalimat wal ayat Contoh Muro‟atul kalimat :
- انرٍػيًهىظَوضٍعىػبًلٍَميهيضٍعىػبَىفاىكٍَوىلىك - انرٍػيًدىقَوءٍيىشَِّليكَىلىعَيللهاَىفاىكىك
22 Ibid., 40.
Contoh Muro‟atul ayat :
َ
َ
َ
َ
َََ
َ
َ
َ
ََََ
َ
ََ َ َ
َ
َ
ََ َ َ
ََ
َ
ََ َ َ
َ
َ
ََ َ َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َ
َََ
َ
b. Tajwid meliputi:
1) Makhorijul huruf (
ًَؼكيريلحاَيجًراىىمَ ) َ
Makhorijul huruf Menurut Imam Ibnu Al-Jazary, tempat keluarnya huruf-huruf (Makharij al-huruf) hijaiyah itu ada tuju belas kemudian diringkas menjadi lima (5) makhraj, antara lain 23 a) Al- Jauf (
َيؼٍوىلجا)
: Lobang mulut . Contoh:ٍَنًًرىك - َيمٍيًحىر ََ
b) Al-Halqu (
َيقٍلىلخا):
Tenggorokan Huruf-huruf di antaranya:غ,خ ,ع,حَ,ء,ق
c) Al-lisan (
َيفاىسًللا)
: lidah Huruf yang keluar dari lisan diantaranya:تَ,دَ,طَ,ر,فَ,ؿَ,صَ,جَ,شَ,مَ,ؾَ,ؽ
d) Asy Syafataini (dua bibir) huruf yang keluar dari dua bibir diantaranya: ف,و,ب ,م
e) Al Khoisyum (janur hidung) yaitu tempat keluarnya huruf gunnah ( ّم, ّن ).ketika melafadkan huruf tersebut seakan-akan hidung tersebut berdetar.24
23 Faisol, Cara Mudah Belajar Ilmu Tajwid ( Malang,: UIN-Maliki Press, 2010), 7.
24Afif, Panduan Ilmu, 24-27.
2) Sifatul huruf (
ًَؼكريلحاَيتافًص
)a) Al-Hams (
سملذا
) : menurut bahasa artinya samar tau tidak terang. Huruf-huruf hams ada sepuluh yang terkumpul dalam kalimat :ٍَتىكىسَهصٍخ َىشَيويثىحىف
b) Al-Jarh
(رهلجا
) menurut bahasa artinya tampak atau terang.misalnya :
ٍَأىبَيأًَأَىأ
-ٍَبَاىبَيبَ ًبَىبأب
c) Al-Syiddah (
ةدشلا
)menurut bahasa artinya kuat. Huruf-hurufnya ada delapan yang terkumpul dalamkalimat:
ٍَتىكىبَِّطىقٍَد ًجىأ
d) Al-Rikhwah (
ةوخرلا)
menurut bahasa artinya lunak atau kendor.Misalnya :
ٍَخىبَيخًَخَىخ َ - ٍَغىبًَغَيغَىغ
e) Al-Tawassuth (
طسوتلا
) menurut bahasa ialah tengah-tengah yaitu huruf apabila diucapkan atau dimatikan suaranya antara tertahan dan terlepas. Yakni antara syiddah dan rikhwah.Misalnya:
ٍَلىبَيؿَ ًؿَىؿ َ – ٍَنىبَيفًَفَىف
f) Al-Isti’laa’ (
ءلاعتسلاا)
menurut bahasa berarti naik atau terangkat.Huruf-hurufnya ada tujuh yang terkumpul dalam kalimat :ظًقَ وطٍغىضََّصيخ
g) Al-Istifaal (
ؿافتسلاا
) menurut bahasa artinya turun atau ke bawah.h) Al-Ithbaaq (
ؽابطلاا )
menurut bahasa artinya melekat. Huruf- hurufnya ada empat, yaitu :ظ - ط - ض - ص
i) Al-Infitaah
(حاتفنلاا
) menurut bahasa artinya terbuka. huruf- hurufnya ialah semua huruf selain huruf-huruf ithbaaq.j) Al- Idzlaaq
( تامصلاا
) menurut bahasa artinya ujung. Huruf- hurufnya ialah :ََّرًفَِّبيلٍَنًم
k) Al- Ishmaat
(تامصلاا
) menurut bahasa artinya menahan atau diam, Yaitu huruf-huruf yang tidak bertempatan diujung lidah atau bibir.25
25 Faisol, Cara Mudah, 22.
3) Ahkamul Huruf (Hukum-hukum bacaan huruf dalam Al-Qur‟an) Hukum bacaan dalam Al-Qur‟an ada delapan antara lain:
a) Hukum nun mati dan tanwin terbagi menjadi lima macam yaitu:26
(1) Idhar Halqi
( ىقلحراهظا ) َ
Menurut bahasa (etimology) adalah jelas auatu tampak, menurut istilah (terminology) adalah melafadkan huruf idhar dari makhrojnya dengan suara jelas atau terang tanpa disertai dengung.27 Hukum bacaan disebut idhar halqi apabila nun sukun (
ٍَف
) atau tanwin bertemu dengan hurufء - ق - ح - خ - ع -
غ .
Contoh:َوتىنىسىح َ ٍَنًم
(2) Idghom Bighunnah (
ونغبَـاغدا
)Idgom menurut bahasa (etimology) adalah memasukkan sesuatu pada sesuatu. Menurut istilah (terminology) adalah bertemunya huruf yang mati dengan huruf yang hidup, sehingga kedua huruf tersebut seperti satu huruf yang bertasdid.28 Hukum bacaan disebut idghom binghunnah, yakni apabila nun sukun
(ٍَف)
atau tanwin bertemu dengan huruf( ك - ـ - ف - م - ).
Contoh :لىمٍعىػيٍَنىمىف َ
(3) Idghom Bilaghunnah (
ونغلابَـاغدا)
Idghom artinya memasukkan atau mentasydidkan.
Bilagunnah artinya tidak mendengung. Hukum bacaan disebut idghom bilagunnag yakni apabila (
ٍَف
) dan tanwin26 Basori Alwi Murtadho, Pokok-Pokok Ilmu Tajwid ( Malang: CV Rahmatka, 2009), 32-35.
27 Afif, Panduan Ilmu, 4.
28 Ibid., 4.
bertemu dengan huruf
ؿ
-ر
. Cara bacanya yaitu dengan mengidhomkan nun atau tanwin pada hurufؿ
-ر
tanpamendengung.29 Contoh:
ميكىلهرٍػيىخ
(4) Iqlab (
بلاقا
)Menurut bahasa (etimology) yaitu membaik atau menukar, sedangkan menurut istilah (terminology) adalah membunyikan huruf nun sukun atau tanwin dengan bunyi mim dan disertai dengung.30 Hukum bacaan disebut iqlab apabila (
ٍَف
) atau tanwin bertemu dengan huruf (ب
).Contoh:
اىمًدٍعىػبٍَنًم
(5) Ikhfa‟ (
ءافخا
)Menurut bahasa (etimologi) yaitu menyamarkan, menurut istilah (terminologi) adalah menyamarkan bunyi nun sukun atau tanwin dengan disertai dengung.31 Hukum bacaan disebut ikhaf yakni apabila nun sukun (ٍَف) bertemu dengan huruf 14 yaitu. -
ث
–ج َ
-د
-ذ
-ز
-س
-ش َ
-ص
-ض
-ط
-ظ
-ؼ
-ؽ.
Contoh :َىفٍويهىػتٍنيم
29 Suyuti, Ilmu Tajwid Lengkap, (t.tp: sangkala, t.t), 15
30 Afif, Panduan Ilmu, 6.
31 Ibid,.6.
b) Hukum Bacaan Mim Sukun
(ٍَـ)
Hukum bacaan mim sukun adalah apabila ada mim yang mati
(ٍَـ)
bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah, maka akan mempunyai tiga hukum bacaan.(1) Idhar Syafawi (
لوفشَراهظا
)Apabila ada mim sukun
(ٍَـ
) bertemu dengan huruf yang 26, huruf hijaiyah selain(ـ)
dan(ب).
Contoh:ٍَمًهٍيىلىع
ٍَميهىػتٍرىدٍنىاىء
(2) Ikhfa‟ Syafawi
(لوفشَءافخا )
Hukum bacaan disebut ikhfa‟ syafawi, yakni apabila mim sukun
(ٍَـ )
bertemu dengan huruf ba‟)ب . (
Contoh:
اىًبٍَِميكىقىػبىس
(3) Idghom Mimi (
ىميمَـاغدا
) Hukum bacaan disebut idghom mimi atau idghom mutamatsilain yakni apabila mim sukun(ٍَـ )
bertemu dengan huruf mim (ـ
).32Contoh:َىٍيًنًمٍؤهمٍَميتٍنيكٍَفًا
c) Idghom (
ـاغدا
)Bacaan idghom dibagi menjadi tiga di antaranya:
(1) Idghom Mutamatsilain (
يلثَامتمَـاغدا
) Yaitu apabila ada dua huruf yang sama baik makhroj dan sifatnya seperti ba‟
32 Suyuti, Ilmu Tajwid, 25-30.
mati (
ٍَب
) bertemu dengan ba‟ (ب)
atau dal mati (ٍَد
) bertemudengan dal (
د
). Contoh :ٍَميكىضٍعىػبٍَبىتٍغىػي
(2) Idghom Mutaqoribain (
يبراقتمَـاغدا َ
) Apabila ada dua huruf yang berdekatan baik makhrojnya maupun sifatnya. Contoh :ٍَب
Bertemuـ
=اىنىعَّمٍبىكٍرًا َ
(3) Idghom Mutajanisain (
يسنَاجتمَـاغدا
)Yakni apabila ada suatu huruf yang sukun berhadapan dengan huruf yang berharokat, kedua-duanya itu sama makhrojnya tapi lain sifatnya.33 Contoh :
ٍَت
bertemu dengan
ط = ًَىتىفًئاَّطٍَتَّىمٍَذًا َ
d) Ghunnah
Apabila ada huruf mim bertasydid
(ٌَـ)
dan nun yang bertasydid(ٌَف)
maka hukum bacaannya disebut ghunnah.Contoh:
ٌَفًإَ,ٌثَّ, ًساَّنلاَِّبىرًب
e) Qolqolah menurut bahasa (etimologi) berarti mengucapkan atau memantulkan, sedangkan menurut istilah (terminology) adalah memantulkan bunyi huruf qolqolah ketika mati. Ada hurufnya ada 5 yaitu:
َد - ج َ - ب َ - ط َ - ؽ
. Contohفٍويلىعٍىيََ,ىفٍويعىطٍقىػي
33 Ibid., 32-36.
f) Hukum Lam Ta‟rif (
فيرعتلاَ ـلا
) Hukum Lam ta‟rif ada dua macam yaitu:(1) Idhar Qomariyah (
ةيرمقَراهظا
)Apabila alif dan lam (ل ) bertemu dengan salah satu
ا
huruf qomariyah yang berjumlah empat belas (14) yaitu:
َا قَـَمَؽَعَؼَخَكَؾَجَحَغَب
Contoh:
رٍنْىٍلاا
(2) Idghom Syamsiyah (
ةيسشمَ ـاغدا
) idghom syamsiah yakni apabila alif dan lam (ؿا
) bertemu dengan huruf-huruf hijaiyah selain huruf-huruf qomariyah, yaitu :رَذَدَثَت َز َ فَؿَظَطَضَصَشَس.
Contoh:َيباَّوَّػتلا
g) Lam Tipis Dan Tebal (
قيقرت َ - َميخفت
)(1) Lam dibaca tebal (
ةمٌخفلداَـلا
) Apabila ada huruf Lam (ؿ
)yang terdapat dalam perkataan Allah ( َاللّ) dan didahului oleh huruf berharokat fathah atau dhommah. Contoh:
َيللهاىءاىشٍوىلىك,
َىللهاٍويقَّػتاىك
(2) Lam dibaca tipis (
ةققرلداَـلا
)Huruf lam (ل) yang terdapat dalam semua perkataan bahasa arab selain perkataan Allah ( هاللّ) harus dibaca tipis (
قيقرت).
Contoh:
ًَدىقيعٍلاَ ًفِ
,ٍَميكينٍػيًدٍَميكىل
h) Ro‟ Tipis Dan Tebal (
قيقرت َ - َميخفت
)(1) Ro‟ dibaca tebal
(ميخفت)
Contoh:َهرٍػيىخ ,َهرٍويفىغ , انراىهىػن
(2) Ro‟ dibaca tipis
(قٍيًقٍرىػت)
Contoh:َهقٍيًرىف ,ٍَمًىًراىيًد , ٍَجًرٍخىا
4) Ahkamul Mad Wal Qosr (hukum bacaan panjang dan pendek dalam Al-Qur‟an )
Memanjangkan bacaan suara huruf dengan panjang satu alif atau dua harokat, dua alif atau empat harokat dan tiga alif atau enam harokat disebu bacaan Mad. Bacaan mad terbagi menjadi 16 antara lain:
a) Mad Asli Atau Mad Thobi‟i )
ىعيبطَ دمَ (
Mad asli dan mad thobi‟I Yaitu apabila ada wawu mati ( و ) jatuh setelah dhommah, ya‟ mati ( ي ) jatuh setelah kasroh dan (ا) alif jatuh setelah fathah. Contoh:َيؿٍويقىػيَ,ىلٍيًقَ,ىؿاىقَ,اهيًحٍويػن
b) Mad Wajib Muttashil (
لصتمَبجاكَدم)
Hukum bacaan disebut mad wajib muttashil yakni apabila ada mad thobi‟I bertemu dengan hamzah (ء) berharokat hidup didalam satu kata/kalimat. Contoh :
َنءآىعيدَ,يءآىرٍفىصَ,يءآلدٍاَيوٍنًم
c) Mad Jaiz Munfashil (
ٍَلًصىفٍػنيمٍَزًئاجذم
)Yakni apabilamad thobi‟I berhadapan dengan hamzah (ء) di lainperkataan. Contoh:
اندىبىاَآىهٍػيًفَ,ىؿًزٍنيأآىًبِ
d) Mad Lazim Mutsaqqol kilmi
( ىملكَلقثمَـزلاَدم َ )
Hukum bacaan disebut mad lazim mutsaqqol kilmi yakni apabila mad thobi‟I berhadapan dengan huruf yang bertasdid di dalam satu perkataan. Contoh :
َىفٍوِّلآٌضلاييهَُ,ىٍيًلآٌضلاىلاىك
e) Mad Lazim Mukhoffaf Kilmi (
ىملكَففمََـزلاَدم َ
)Hukum bacaan disebut mad lazim mukhoffaf kilmi yakni apabila mad thobi‟I bertemu dengan huruf yang berharokat sukun tidak diakhiri perkataan. Contoh :
َىفٍلاآ
f) Mad Layyin (
دمنيل
)Hukum bacaan disebut mad layyin yakni apabila ada huruf mad, baik berupa wawu sukun
(ٍَك)
atau yaa‟ sukun(ٍَم)
didahului oleh huruf yang berharokat fathah. Contoh :
َ, ًب ٍَيىغٍلاًب
ٍَميكٍيىلىعَ,ًوٍيىلىع
g) Mad Aridl Lissukun (
فوكسلَضراعَدم
)Hukum bacaan disebut mad „aridl lissukun yakni apabila ada mad thobi‟I atau mad layyin dan sesudahnya ada waqof ( tempat berhenti). Contoh :
َيمًًبَِ,ًباىقًعٍلايدٍيًَدىشَ,َ وباىسًحًٍَيْىغًب
َىٍلاا
َيباىبٍس
h) Mad Shilah Qoshiroh (
ةيْصقَةلصَدم
)Hukum bacaan mad shilah qoshiroh yakni apabila ada huruf HA‟ dhomir/ kata ganti orang (benda ) ketiga yang berupa (
وى_ق
) berada sesudah huruf hidup (berharokat) . Contoh :َيةىدٍقيعًَهًدىيًبَ,ٍميت ٍَنيكًَوٍلٍويسىرىكَ,ىدٍنًعًَوًب
i) Mad Shilah Thowilah (
ةليوطَةلصَدم
)Hukum bacaan disebut mad shilah thowilah yakni apabila ada mad shilah qoshiroh bertemu dengan hamzah
(ء)
didahului oleh huruf yang berharokat hidup. Contoh :
َ,اىذًاىىيرٍمىا
ََّلاًاَيويلٍويسىرىك
j) Mad Iwadl (
ضوعدم
)Hukum bacaan disebut mad „iwadl yakni apabila ada fathah tatain ( ً ) yang jatuh apa waqof ( pemberhentian ) pada akhir kalimat (selain pada ta‟ marbutoh ) atau disebut mad ganti tanwin sehingga tanwin tidak berbunyi lagi.Contoh :
اَّمَّلَنلاٍكىاَ,انمٍيًلىاانب اىذىع
k) Mad Badal (
دلددب
)Hukum bacaan disebut mad badal yakni apabila ada hamzah
(ء)
bertemu dengan mad yang berasal dari hamzah sukun, kemudian hamzah ini diubah dengan diganti dengan alif(ا) َك م -
. Contoh :َيفاىٍيًْإَ,اٍويػتٍكيأ
l) Mad Lazim Harfi Mukhoffaf (
ففمََفِرحَـزلاَدم )
Hukum bacaan disebut mad lazim mukhoffaf yakni apabila ada permulaan surat dari Al-Qur‟an terdapat salah satu atau lebih dari huruf-huruf haa‟
(ح
) yaa‟(م)
tho‟ (ط)
ha‟( ق)
dan ro‟
(ر).
Huruf -huruf Contoh :وطَ,سيَ,مح َ
m) Mad Lazim Harfi Mutsaqqol (
لقثمَفِرحَـزلاَدم
)Hukum bacaan disebut mad lazim harfi mutsaqqol kayi apabila permulaan surat dari Al-Qur‟an terdapat salah satu atau lebih dari huruf-huruf nun (
ف
), qof(ؽ
), shod(ص),
ain(ع)
, sin(س)
, lam(ؿ)
, kaf(ؾ)
, dan mim(ـ).
Contoh :َ,ٌمسطَ,ضٌلداَ,ٌلما َ
n) Mad Lazim Musyabba‟ (
حبشمَـزلاَدم
)Hukum bacaan disebut mad lazim musyabba‟adalah seperti mad lazim harfi mustaqqol, hanya saja sesudah mad terdapat suara huruf mati yang tidak diighomkan atau ditasydidkan.Contoh :
ؽ,ص
o) Mad Tamkin (
يكتمَدم )
Hukum bacaan disebut mad tamkim yaitu apabila ada ya‟ sukun
(ٍَم)
yang didahului dengan ya yang bertasydid dan harokatnya kasroh(َِّم)
Contoh :َِّي َِّميٍلااَ ًفَِ,ىٍيِّػيًناَّبىرَ,ٍميتٍيِّػييحَاىذًاىك َ
p) Mad Farq (
ؽرفَ دم
) Hukum bacaan disebut mad farq adalah satu mad yang di dalam Al-Qur‟an hanya terdapat diempat tempat.34Contoh :
ًٍَيىػيىػثٍػنيٍلااًمىأَىـَّرىحًَنٍيىرىكََّذلاأ
c. Ghorib dan Musykilat
1) Pengertian gorib dan musykilat
Gorib adalah bacaan-bacaan dalam Al-Qur‟an yang cara membacanya tidak sesuai dengan kaidah ilmu tajwid secara umum.
Musykilat adalah bacaan dalam Al-Qur‟an yang mengandung kesulitan dalam membacanya sehingga harus berhati- hati.35
2) Macam-macam bacaan ghorib ada 12 antara lain:
a) Isymam (
ٍَـاىٍشمًا)
bacaan )اىن َىمٍاىتىلا
) nun dibaca isymam mencucu dan isymamnya setelah idghom (ghunnah ). Kalimat asalnya adalah (اىنيػنمَأتلا)
b) Naql )
ٍَلىقىػن(
harokat kasroh hamzahnya( َهمٍسًا)
pada lafadh (َسئب
َيمٍسلإا
) dipindahkan (naql) pada huruf sebelumnya.c) Tashil,)
َهلٍيًهٍسىت( َ
Hamzah kedua dibaca tashil (dipermudah membacanya) dengan menempati makhroj antara alif dan hamzah.
34 Ibid., 63-82.
35 Abdurrohim Hasan, Myhammad Arif, Abdul Raof, Strategi Pembelajaran Al-Qur’an Metode Tilawati (Surabaya : Pesantren Al-Qur‟an Nurul Falah Surabaya , 2010), 11.
d) Imalah
)ٍةىلاىمًا)
Kataاهيرلر
ro‟ dibaca imalah (condong) yaitu membaca antara harokat fathah dan kasroh ( dibawahnya taqlil) e)انا
Menurut Imam Hafsh pada dhomir muttasil mutakallim wahdah semuanya dibaca dengan pendek. Hal ini dikarenakan pada aslinya, bahwa asal (انا
) adalah (َىفىا
) tanpa alif. Sedangkan nun diberi alif ituf) Ibdalul huruf, mengganti huruf, yaitu mengganti hamzah dengan huruf yang munasabah dengna harokat hamzah yang pertama, hal ini dikarenakan adanya dua hamzah yang berkumpul dalam satu kalimat Contoh:
(َىنًيتمكيا)
asalnya (َىنًيتميأيأ)
,(
نيويتإ)
asalnya (نيو ) ٍَتإإ
,(اويتٍكيأ)
asalnya(اويتٍأيأ)
Kalimat-kalimat tersebut bias dijadikan ibtida‟/ permula, maka harus memakai kaidah ibdal contoh :نتمكيا , َ نىوتٍيًا , اويتكيأ
g) ha‟ dibaca pendek karena menjadi jawaban
(فإ)
syaratiyah, sebelumnya ha‟ dhomir ada huruf mati yang dibuang asalnya (ٍَميكىليهىضٍرىػي)
)ىضٍرىػي َ - َىيًضىرَ( َ
Yaitu pada kalimat (َيوىضٍرىػياكيريكٍشىتٍَفًإك َ
ٍَميكىل)
: (surat Az- Zumar ayat 7 jus 23) h)َىرٍػيًراىوىػق
dibacaاىرٍػيًراىوىػق
(1) Jika berhenti (waqof ) pada (
اىرٍػيًراىوىػق
) yang pertama, maka Ro‟yang terakhir dibaca panjang (satu alif).
(2) Jika diwasolkan, maka Ro‟ lafadh (
اريراوق ) َ
yang pertama dibaca pendek karena kalimat ini termasuk isim ghoiru munshorif,(3) Jika waqof pada (
رياوق
) yang kedua, maka Ro‟nya dibaca sukun dan jika washol dibaca pendek (satu harokat) karena kalimat tersebut adalah isim ghoiru munshorif.i) Saktah )
ٍَةىتٍكَّسلىاَ(
Menahan sejenak bacaan dengan tahan nafas.Hal ini disebabkan agar tidak salah dalam pengertiannya. Ukuran berhentinya adalah sekitar satu alif. Contoh :
ٍَؽا َىر
(ةتكس)َىمٍَن َىلَ َىكًَقٍَي
j) Lafadh (
انا
)Lafadh ana (
انا
) yang menjadi dhomir munfashil mutakallim wahdah, ketika diwasolkan semuanya dibaca pendek, Akan tetapi jika waqof ( berhenti) dibaca panjang ( satu alif) Seperti:انَءاقلَ,َانَءاج
Sedangkan lafadh ana yang bukan dhomir tetap dibaca panjang seperti kalimat:
(ـانلأا ), (اوبانا ), (ٌَيسانا)
k) Raum
(ـكرلا)
Yaitu meminimalisikan (menyedikitkan) suara huruf paling akhir atau harokat huruf itu tidak ditempakkan secara penuh (sepertiga huruf ), biasanya dijumpai pada akhir kalimat yang diwaqofkan. Walaupun ada yang berpendapat bacaan ini dinamakan ikfa‟ bimakna jaded. Contoh :
ٍَرٍصىعٍلاىك َ - ٍَرٍجىفلٍاىك
l) Sujud Tilawah
Sujud tilawah adalah sujud dikarenakan membaca atau mendengarkan ayat-ayat Al-Qur‟an tertentu.Disunnahkan bagi Qori‟ untuk melakukan sujud tilawah ketika mendengarka atau membaca ayat-ayat sajadah.36
(
ةداجسلاَتايا
) hal ini sudah menjadi kebiasaan Rasulullah SAW ketika membaca ayat tersebutd. Suara dan Lagu
1) Suara adalah bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.37 Dalam belajar membaca Al-Qur‟an di tekankan harus jelas dan lantang
2) Lagu adalah berbagai irama yang meliputi suara instrument dan bernyanyi.38 Dalam mempelajari baca Al-Qur‟an seorang qori‟ harus faham terhadap lagu yang di suarakan.
Lagu-lagu dalam membaca Al-Qur‟an itu ada 8 antara lain:
a) Lagu Bayati dan Rosta Alan Nawa
Lagu bayyati (husaini) terdiri dari 12 bentuk, dan tiga tingkatan suara yaitu: qoror-jawab-jawabul jawab, dengan satu fariasi yaitu syuri.
b) Lagu Shoba(Maya)
Lagu shoba terdiri dari 5 bentuk, dengan 3 fariasi, yaitu: ajami, mahur (muhur) dan bastanjar.
36Afif, Panduan Ilmu, 47.
37Susilo Riwayadi, Suci Nur Anisy