• Tidak ada hasil yang ditemukan

نارمع83

C. Pembahasan Temuan

pembacaan surat Maryam dan surat Yusuf.

2. Bagaimana metode

pendidikan prenatala dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019?

Metode pendidikan prenatal di dusun Tegalrejo Sabrang Ambulu terdapat lima metode yang digunakan, yaitu metode doa, metode menjalankan ibadah, metode membaca, metode berkomunikasi dan metode bermain.

1. Internalisasi Materi Pendidikan Prenatal Dalam Tradisi Masyarakat Sabrang Ambulu Jember Tahun 2019

Berdasarkan hasil temuan penelitian dapat diketahui bahwa internalisasi materi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat desa Sabrang Ambulu Jember antara lain melalui kegiatan atau pembiasaan ibu atau orang tua kepada bayinya yang sesuai dengan tradisi masyarakat.

Tradisi yang dimaksud disini adalah tradisi kehamilan yang berkembang di dusun Tegalrejo. Tradisi kehamilan yang berlaku di dusun tegalrejo, bukan hanya sebagai tradisi Jawa akan tetapi terdapat riual keislaman di dalamnya. Hal ini sesuai dengan pendapat Sholikhin, menurut konteks Islam tradisi merupakan aneka tradisi umat Islam Indonesia, khususnya Jawa, yang pada mulanya beredar luas di Jawa, kemudian meluas ke berbagai daerah pelosok Indonesia, yang terkait dengan ritual dan tradisi kelahiran, pernikahan dan kematian.143

Ritual keislaman pada tradisi kahamailan yang dilakukan oleh masyarakat dusun Tegalrejo antara lain seperti mengadakan tingkeban (tujuh bulanan) dan ngupati (empat bulanan). Dalam Acara tersebut, terdapat rangkaian acara, antara lain pembacaan surat-surat Alquran tertentu. Kalau dalam acara ngupati, masyarakat dusun Tegalrejo biasanya membacakan surat Maryam, surat Yusuf, surat Waqi’ah, surat Toha, surat al Mulk, surat Kahfi, surat Yasin dan surat Ar Rohman.

Sedangkan dalam acara tingkeban, masyarakat dusun Tegalrejo disi

143 Sholikhin, Ritual, 27.

dengan pembacaan Al Fatihah, surat Al Ikhlas, surat Al Falaq, surat An Nas, surat al Qodr, al Kautsar, surat Al insyiroh, Istighfar, Sholawat, Dzikir, dan prosesi adat jawa seperti pemecahan kelapa, mandi tujuh sumur. Pembacaan surat-surat Alquran selain sebagai doa untuk keselamatan bayi yang dikandungnya, juga digunakan sebagai sarana penghayatan nilai-nilai pendidikan atau internalisasi pendidikan.

Kegiatan ngupati dan tingkeban sebagai upaya masayarakat untuk berdoa mengharapkan keselamatan, sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Sholikhin yaitu upacara tingkeban dan ngupati hampir sama, yakni disamping dilaksanakan sedekahan, juga disertai dengan pembacaan doa, dengan harapan si bayi dalam kandungan diberikan keselamatan serta ditakdirkan selalu dalam kebaikan kelak setelah lahir di dunia.144 Pembacaan surat-surat Alquran tidak hanya dilakukan ketika acara tingkeban atau ngupati, akan tetapi orang tua atau ibu pada khususnya juga membiasakan diri membacakan surat-surat Alquran setiap harinya. Terdapat beberapa surat yang akan dibaca oleh orang tua, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Akan tetapi, yang sering dibaca adalah surat Maryam dan surat Yusuf. Menurut mereka dengan membacakan surat Yusuf, nantinya bayi yang dikandungnya menjadi anak yang tampan, berbudi pekerti yang baik, berakhlakul karimah, dan menjadi anak yang sholih sholihah. Sedangkan pembacaan surat Maryam dapat membantu memperlancar pada waktu persalinan. Selain itu, membiasakan

144 Sholikhin, Ritual, 79.

bayi yang dikandung ibu untuk mendengarkan ayat-ayat Alquran, agar terbiasa mendengarkan hal-hal yang positif sejak dalam kandungan.

Menndengarkan bacaan-bacaan Alquran kepada bayi dalam kandungan ibu sebagai salah satu penghayatan nilai pendidikan juga disampaikan oleh Wardati, yaitu anak dalam kandungan direspon untuk mendengarkan bacaan-bacaan al-quran agar ia terbina dan terlatih pada kondisi suasana keislaman atau bersifat Islami, seperti pembacaan ayat- ayat Alquran.145 Jadi dengan begitu, pembiasaan mendengarkankan bacaan surat Alquran dapat membantu ibu untuk memberikan pendidikan kepada bayi dalam kandungannya sebagai salah satu rangsangan kepada sang bayi sejak dini.

2. Metode Pendidikan Prenatal Dalam Tradisi Masyarakat Sabrang Ambulu Jember Tahun 2019

Pada pembahasan temuan ini, metode pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember, khususnya di dusun Tegalrejo secara tidak langsung telah diterapkan. Hal ini karena, interaksi yang dilakukan oleh ibu hamil dalam mendidik anaknya telah melakukan cara-cara tertentu dalam pelaksanaannya. Islam menuturkan bahwa metode pendidikan anak dalam kandungan yang sudah diaplikasikan dalam tatanan budaya kaum muslimin dan mukminin masa lampau, dan hasil yang diperoleh dari praktik pendidikan mereka cukup

145 Wardati, ―Pendidikan Pranatal, 61-62.

menggembirakan.146 Seperti yang dilaksanakan oleh masyarakat dusun Tegalrejo.

Ada beberapa metode pendidikan prenatal yang diterapkan oleh masyarakat atau ibu hamil di dusun Tegalrejo Sabrang Ambulu, diantaranya ialah metode doa, metode membaca, metode menjalankan ibadah, metode berkomunikasi dan metode bermain. Kelima metode yang telah diterapkan oleh ibu hamil, antara satu metode dengan metode lain saling berkesinambungan dalam satu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh ibu hamil. Berikut uraian dari setiap metode pendidikan prenatal yang diterapkan oleh ibu hamil di dusun Tegalrejo, antara lain:

a. Metode Berdoa

Metode berdoa biasa dilakukan oleh ibu hamil pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada selesai sholat. Reni mengatakan setiap selesai sholat mengistiqomahkan untuk mendoakan bayi dalam kandungannya, agar selamat selama masa kehamilan sampai masa kelahiran. Bukan hanya itu, Reni mendoakan agar anaknya kelak menjadi anak yang sholih dan membanggakan orang tua serta orang- orang disekitarnya. Metode ini juga diterapkan oleh Neny dan Mifta, yang mengharapkan kebaikan untuk bayinya kelak selama mengandung sampai kelahiran.

Menurut Hani, membacakan doa untuk anaknya sangat penting, hal ini dikarenakan, doa kedua orang tua, khususnya doa ibu kepada

146 Wardati, ―Pendidikan Pranatal, 56.

anaknya merupakan salah satu doa yang mustajabah. Maka, hendaknya orang tua senantiasa mendoakan anaknya bahkan sejak dalam kandungan.147

b. Metode Membaca

Metode membaca ini dilakukan ibu hamil di dusun Tegalrejo setiap kali selesai sholat dan berdoa. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa setiap metode saling berkesinambungan. Neny mengatakan diusahakan setiap hari membaca Alquran, seperti membaca surat Maryam dan surat Yusuf. Kalau malam jumat biasanya membacakan surat Yasin. Menurutnya dengan membaca Alquran sangat mendidik bayi yang dikandungnya, dapat membuat anak menjadi tenang dan mengajari mengaji sejak dini.

Pembiasaan membaca untuk bayi dalam kandungan, khususnya dalam membacakan ayat-ayat Alquran juga dilakukan oleh Mifta dan Reni. Hal ini karena, dengan membacakan sesuatu atau ayat Alquran dapat merangsang bayi dalam kandungan. Menurut Yanuar, dalam penelitian menunjukkan bahwa memperdengarkan ayat-ayat suci al- Quran kepada bayi juga dapat menstimulus perkembangan saraf otak bayi.148

c. Metode Menjalankan Ibadah

Metode menjalankan ibadah yang sering dilakukan oleh ibu hamil di masyarakat dusun Tegalrejo adalah ibadah sholat dan puasa.

147Yuniar, A Lifetime, 7.

148 Ibid, 8.

Ibadah sholat disini lebih kepada sholat lima waktu tepat waktu dan beberapa sholat sunnah lainnya. Hal ini dilakukan untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan belajar dalam mendisiplinkan waktu. Menjalankan ibadah sholat sebagai salah satu bentuk pendidikan bagi anak dijelaskan oleh Mansur, yaitu hendaknya pendidikan sholat sudah dimulai sejak kecil bahkan sejak dalam kandungan, di mana dalam keluargalah yang melakukan pendidikan ke arah itu.149

Selain ibadah sholat, ibu hamil di dusun Tegalrejo juga berusaha untuk istiqomah melaksanakan puasa wajib maupun puasa sunnah.

Seperti biasa puasa wajib dilakukan pada bulan ramadhan, meskipun dalam keadaan mengandung tidak menghalangi mereka untuk beribada puasa. Selain wajib, Reni mengatakan bahwa dia juga mengistiqomahkan untuk puasa senin kamis, bahkan sampai saat ini ketika kehamilan memasuki bulan kesembilan. Hal ini saya lakukan agar nantinya anak saya dapat belajar membiasakan diri sejak dalam kandungan untuk belajar beribadah.

d. Metode Berkomunikasi

Kebiasaan ibu hamil dalam mendidik anak salah satunya dengan mengajaknya berkomunikasi. Berkomunikasi dengan menagajak bayi yang dikandung oleh ibu berbicara, seperti mengajaknya mengobrol.

Neny mengatakan bahwa untuk merangsang bayi salah satunya

149 Mansur, Mendidik anak, 165.

dengan mengajaknya berbicara, yang sudah dimulai sejak awal kehamilan. Ketika bayi nanti sudah terbentuk dan bernyawa didalam kandungan ibu, nantinya bayi akan merespon dengan menunjukkan pergerakan. Hal ini penting dilakukan, bertujuan untuk merangsang perkembangan otak bayi yang dikandungnya.

Menurut Carr dan Marc Lehrer, Berkomunikasi lebih dari sekedar mendengarkan secara pasif, akan tetapi mendengar suara, merasakan sentuhan, melihat bayangan dan merasakan emosi merupakan bagian dari proses komunikasi.150 Jadi komunikasi tidak terbatas pada kegiatan mengajak berbicara, melainkan banyak factor, yang melibatkan orang disekitar ibu dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

e. Metode Bermain

Bermain disini bukan seperti bermain pada anak umunya, yang melibatkan antara orang satu dengan yang lainnya. Dalam metode bermain yang digunakan untuk ibu hamil ini, di dusun Tegalrejo dilakukan dengan cara sederhana. Permainan sederhana ini melibatkan antara ibu atau orang-orang disekitar ibu dengan bayi yang dikandungnya. Caranya dengan, mengusap-usap perut ibu, ketika bayi melakukan pergerakan seperti menendang-nendang. Ibu juga dapat menepuk secara lembut bagian perut yang ditendang.

150 Carr dan Marc Lehrer, Cara Baru,36-37.

Metode ini mengajari anak untuk dapat merespon orang lain sejak dalam kandungan. Hal ini sesuai dengan pendapat Carr dan Marc Lehrer yaitu dalam permainan bayi menendang ini, bayi akan belajar dasar-dasar menanggapi orang lain. Permainan ini sederhana, ketika bayi menendang kemudian ibu dengan lembut menepuk atau menekan tepat pada bagian perut yang ditendangnya.151

151 Carr dan Marc Lehrer, Cara Baru 103.

Dokumen terkait