• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pendidikan Prenatal Dalam Tradisi Masyarakat Sabrang Ambulu Jember Tahun 2019

نارمع83

B. Penyajian Data dan Analisis

2. Metode Pendidikan Prenatal Dalam Tradisi Masyarakat Sabrang Ambulu Jember Tahun 2019

Surat Maryam kelak anak akan menjadi anak sholeh/ sholehah, baik kepada orang tua atau berbakti kepada orang tua. Surat Arrahman dengan harapan kelak anak menjadi anak yang baik, pandai bergaul, memiliki rasa kasih sayang antar sesama manusia. Membaca surat Yasin supaya anak nanti menjadi anak yang cerdas. Surat-surat tesebut dibacakan semua ketika ibu mengandung, akan tetapi tatacara pembacaan surat Yusuf dan Maryam harus dibaca sampai khatam dan diutamakan dari surat lainnya dan suamilah yang membacakannya karena suami yang menanamkan benih kepada istrinya. Sehingga dengan membacakan ayat-ayat Alquran, kelak anak yang dilahirkan dapat ditata akhlaknya dan bermanfaat bagi sesama.128

Pembiasaan ibu membacakan ayat-ayat alquran dari beberapa surat tertentu seperti surat Yusuf dan surat Maryam juga diperkuat dengan observasi yang dilakukan oleh penulis, dimana ibu hamil biasa membacakan Alquran diwaktu selesai sholat maghrib.

2. Metode Pendidikan Prenatal Dalam Tradisi Masyarakat Sabrang

Interaksi antara ibu dan bayi dalam kandungannya di dusun Tegalrejo dapat diklasifikasikan menjadi beberapa metode pendidikan.

Metode pendidikan ini sesuai dengan kebiasaan yang dilakukan ibu hamil di dusun tegalrejo, yaitu sebagai berikut:

a. Metode Do’a

Salah satu usaha yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya adalah dengan mendoakannya. Sama halnya dengan ibu hamil di dusun Tegalrejo, yaitu mendoakan bayi dalam kandungannya dengan mengharapkan keselamatan sampai mempunyai anak yang sholeh dan sholehah. Hal ini sesuai dengan yang diakatakan oleh Reni.

Saya suka menasehati bayi dalam kandungan saya, dengan cara mendoakannya. Harapan saya semoga anak saya menjadi anak yang patuh, taat beragama, menjadi anak yang sholeh sholehah, memiliki akhlakul karimah, taat kepada Allah dan ahli ibadah.

Saya biasa melakukannya setelah selesai sholat.130

Mendoakan bayi dalam kandungannya juga dilakukan oleh Mifta, berikut pernyataan yang disampaikannya.

Selesai sholat saya tidak lupa mendoakan bayi saya, agar nantinya menjadi anak yang sholeh sholehah, lahir dengan sehat dan lengkap.131

Dari wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa orang tua senantiasa berdoa untuk keselamatan bayi yang dikandungnya sampai lahir kedunia dan menjadi anak yang berakhlakul karimah.

130 Reni Diana, Wawancara, Sabrang, 10 April 2019.

131 Miftahul Hidayah, Wawancara, Sabrang, 11 April 2019.

b. Metode Menjalankan Ibadah

Kegiatan ibadah yang biasa dilakukan oleh ibu hamil seperti sholat, puasa. Seperti yang dilakukan oleh Reni, selama masa kehamilannya Reni berusaha istiqomah untuk menjalankan puasa sunnah.

Salah satu cara yang biasa saya gunakan untuk mendiidik anak ya dengan berusaha menjalankan ibadah sholat lima waktu dengan tepat waktu serta menjalankan sholat sunnahnya. Bukan hanya sholat lima waktu, saya juga pada hari senin dan kamis mensiasati istiqomah puasa senin kamis. Hal ini saya lakukan agar nantinya anak saya dapat belajar membiasakan diri sejak dalam kandungan untuk belajar beribadah. 132

Hal senada juga disampaikan oleh Neny, yang membiasakan menjalankan ibadah sholat dan puasa..

Selain menjalankan sholat wajib lima waktu, saya juga membiasakan diri untuk menjalankan ibadah puasa. Seperti saat ini, saya tetap ikut melaksanakan ibadah puasa bulan ramadhan.

Agar saya kuat selama menjalankan ibadah puasa, saya makan- makanan sehat atau minum madu ketika berbuka atau sahur.133

Kebiasaan menjalankan ibadah juga dilakukan Mifta, selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, sholat juga dapat berfungsi sebagai sarana mendidik anak dalam kandungan.

Saya berusaha untuk istiqomah sholat lima waktu tepat waktu, hal ini saya lakukan untuk membiasakan anaknya saya disiplin dalam waktu dan mendidiknya untuk memberikan pengaruh yang positif kepada bayi saya terutama dalam hal ibadah.134

Dari Hasil wawancara di atas, menunjukkan bahwa ibu hamil di dusun Tegalrejo mengutamakan untuk melaksanakan ibadah sholat

132 Reni Diana, Wawancara, Sabrang, 10 April 2019.

133 Neny Cintya Wati, Wawancara, Sabrang, 29 April 2019.

134 Miftahul Hidayah, Wawancara, Sabrang, 11 April 2019.

fardu dengan tepat waktu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah serta dasar dari mendidik anak semenjak dalam kandungan.

c. Metode Membaca

Metode membaca merupakan salah satu metode yang sering juga digunakan oleh orang tua atau ibu hamil di dusun Tegalrejo dalam mendidik bayi dalam kandungannya. Metode ini biasa digunakan oleh orang tua untuk membaca Alquran atau membacakan cerita-cerita. Hal ini juga dilakukan oleh Neny, untuk membiasakan diri membacakan ayat-ayat Alquran.

Diusahakan setiap hari membaca Alquran, seperti membaca surat Maryam dan surat Yusuf. Kalau malam jumat biasanya membcakan surat Yasin. Membaca Alquran ini sangat mendidik sekali bagi bayi. Dengan membacakan Alquran dapat membuat bayi saya tenang, selain itu dapat mengenalkan Alquran sejak dini atau sejak dalam kandungan agar didengarkan oleh bayi.135

Pernyataan tersebut juga diungkapan oleh Reni, dimana ia memulai membiasakan membacakan ayat-ayat Alquran pada bayinya.

Setiap berdoa selesai sholat maghrib, saya istiqomahkan membaca Alquran setiap harinya. Biasanya surat yang baca surat-surat tertentu, seperti surat Yusuf dan Maryam. Selain pembiasaan yang saya lakukan sendiri, saya juga mengikuti acara binadoran atau khataman diacara pengajian. Saya juga terbiasa mengikuti kegiatan dibaan, nah.. disitu saya ikut serta membacakan sholawat nabi, yang bisa diperdengarkan untuk anak saya. Bahkan sampai saat ini saya masih aktif mengajar di Taman Pendidikan Al-quran. Jadi disitu, saya bisa sekaligus mengajari bayi dalam kandungan saya, dengan cara mendengarkan apa yang saya bacakan ketika mengajar, seperti belajar iqra’.136

135 Neny Cintya Wati, Wawancara, Sabrang, 29 April 2019.

136 Reni Diana, Wawancara, Sabrang, 10 April 2019.

Kegiatan pembiasaan membaca sebagai salah satu metode mendidik bayi yang dikandung oleh ibu, juga dilakukan oleh Mifta.

Metode tersebut diterapkan dengan membaca ayat-ayat suci Alquran, cerita-cerita Islami atau yang lainnya.

Aktivitas saya selama hamil, salah satunya mengaji Alquran.

Dengan mangaji, secara tidak langsung saya membacakan dan memperdengarkan bayi saya lantunan ayat-ayat Alquran. Bukan hanya itu, saya juga meperdengarkan asmaul husna untuk bayi dalam kandungan. Dengan membaca Alquran, dapat membantu mengajari anak pintar mengaji. Setiap malam, saya terkadang juga membacakan cerita tentang kisah-kisah Nabi. Hal ini bertujuan, untuk mengenalkan Nabi-Nabi Allah. Pembiasaan ini saya lakukan dengan harapan ketika lahir nanti, anak saya tidak merasa asing ayat-ayat Alquran atau tentang kisah-kisah Nabi.137

Gambar 4.2

Pembiasaan Metode Membaca Alquran

Dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa ibu hamil di dusun Tegalrejo biasa membacakan ayat-ayat Alquran, sebagai salah satu metode yang digunakan untuk memberikan pendidikan sejak dini bagi bayi yang dikandungnya.

137 Miftahul Hidayah, Wawancara, Sabrang, 11 April 2019.

d. Metode berkomunikasi

Salah satu metode yang digunakan oleh ibu hamil di dusun Tegalrejo yaitu berkomunikasi. Ibu berinteraksi dengan bayi yaitu dengan cara mengajak bayi yang dikadungnya berbicara. Hal ini senada dengan yang dikatakan oleh Neny, salah satu cara berkomunikasi dengan bayinya yaitu dengan mengajaknya berbicara.

Aktivitas saya setiap hari yaitu jalan-jalan pagi sebagai olahraga pagi ibu hamil untuk perkembangan bayi. Saya juga selalu berinteraksi dengan mengajak bayi saya berbicara, hal ini juga bertujuan untuk mendidik bayi dalam kandungan saya. Jika bayinya bergerak berarti bayinya telah merangsang apa yang didengarnya dari saya. Kebiasaan mengajak bayi saya berkomunikasi sudah saya lakukan sejak awal kehamilan, karena menurut bidan jika ingin anaknya aktif, harus sering diajak berkomunikasi. Akan tetapi bayi yang saya kandung mulai merespon pada bulan ke enam kehamilan. 138

Metode berkomunikasi ini juga dilakukan oleh Mifta, dimana bayi sudah mulai diajak berbicara selama masih dalam kandungannya.

Salah satu interaksi yang saya lakukan dengan bayi dalam kandungan saya yaitu dengan mengajaknya berbicara, hal ini untuk merangsang bayi dalam kandungan saya. Bayi biasanya merespon dengan cara bergerak-gerak.139

Pernyataan di atas sama halnya dengan yang disampaikan oleh Reni, yakni mengajak bayinya berbicara sebagai salah satu cara berinteraksi dengan bayinya.

Mungkin waktu malam kalau pas terasa bergerak-bergerak, langsung saya ajak berinteraksi, ya diajak berbicara dan dinasehati.140

138 Neny Cintya Wati, Wawancara, Sabrang, 29 April 2019.

139 Miftahul Hidayah, Wawancara, Sabrang, 11 April 2019.

140 Reni Diana, Wawancara, Sabrang, 10 April 2019.

Waawancara di atas, dapat terlihat bahwasannya kebiasaan ibu hamil di dusun Tegalrejo salah satu cara yang digunakan oleh ibu untuk merangsang bayinya yaitu dengan mengajaknya berkomunikasi atau berbicara.

e. Metode bermain

Metode bermain disini maksudnya adalah interaksi yang dilakukan ibu dengan calon anaknya ketika bayi mulai memasuki bulan ke enam kehamilan. Pada masa kandungan ini, bayi sudah mulai bergerak-gerak dalam kandungan ibu. Seperti yang disampaikan Neny bahwa bayi diajak berinteraksi selama masa kehamilannya.

Bayi yang saya kandung mulai merespon rangsangan pada bulan ke enam kehamilan. Selain itu, saya juga beraktivitas seperti biasa, seperti mengajar di taman pendidikan anak. Jadi, selain saya mengajar dan bermain dengan murid saya di sekolah, secara tidak langsung saya juga mengajar atau mendidik dan bermain dengan bayi dalam kandungan saya. Bayi dalam kandungan saya akan meresponnya dengan bergerak-gerak atau menendang di dalam kandungan saya. Kemudian saya membalasnya dengan dipijat-pijat atau di elus-elus. Begitu seterusnya yang saya lakukan kepada bayi saya, ya.. saya mengangapnya dia hanya ingin bermain-main dengan orang tuanya.141

141 Neny Cintya Wati, Wawancara, Sabrang, 29 April 2019.

Gambar 4.3

Kegiatan Mengajar Ibu Hamil

Pernyataan Neny juga diperkuat dengan hasil observasi bahwa Neny selama masa kehamilannya melakukan aktivitas mengajar di taman pendidikan anak, sebagai salah satu upaya juga dalam mendidik bayinya, dengan melibatkan bayi yang dikandungnya belajar bersama sebagai kegiatan positif.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Mifta, ketika kandungannya mulai membesar dan kehamilan memasuki bulan ke enam, bayi mulai bergerak-gerak atau menendang-nendang dalam perut. Mifta meresponnya dengan menepuk-nepuk perutnya sebagai respon dari aktivitas bayi di dalam perutnya.

Bayi saya kadang-kadang bergerak-gerak dalam perut saya, seperti saat ini. Kadang dia juga menendang-nendang, seperti mengajak berinteraksi sama saya. Kemudian saya mengelus-elus atau

menepuk-nepuk. Setelah itu bayinya akan berhenti, menendang- nendang. Seperti ingin bermain-main dengan saya.142

Dari pernyataan di atas dapat dapat diketahui bahwa ibu hamil di dusun Tegalrejo merespon pergerakan bayi dengan menepuk atau mengusap perutnya sebagai sarana bermain dan merangsang perkembangan bayi didalam kandungan ibu.

Tabel 4.3 Hasil Temuan

No. Fokus Penelitian Hasil Temuan

1. Bagaimana internalisasi materi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019?

Internalisasi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu khusunya dusun Tegalrejo yakni dilakukan melalui tradisi masyarakat dusun Tegalrejo.

Tradisi tersebut yakni upacara ngpati dan tingkeban.

Internalisasi pendidikan prenatal juga dilakukan oleh ibu atau orang tua secara individu, yakni dengan pembiasaan ayat Alquran secara rutin, khususnya

142 Mifta, Wawancara, Sabrang, 6 Mei 2019.

pembacaan surat Maryam dan surat Yusuf.

2. Bagaimana metode

pendidikan prenatala dalam tradisi masyarakat Sabrang Ambulu Jember tahun 2019?

Metode pendidikan prenatal di dusun Tegalrejo Sabrang Ambulu terdapat lima metode yang digunakan, yaitu metode doa, metode menjalankan ibadah, metode membaca, metode berkomunikasi dan metode bermain.

Dokumen terkait