• Tidak ada hasil yang ditemukan

نارمع83

G. Tahap-tahan Penelitian

Dalam penelitian ini, ada beberapa tahapan penelitian antara lain:

1. Tahap Pra Lapangan

Terdapat lima bagian pada tahap pra lapangan, yaitu:

a. Menyusun rancangan penelitian

Pada tahap ini peneliti membuat rancangan penelitian terlebih dahulu, mulai dari pengajuan judul, penyusunan matri penelitian yang dikonsultasikan kepada dosen pembimbing yaitu Dra. Hj.

114 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, untuk Penelitian, 191

115 Ibid.,191.

Zulaichah Achmad, M.Pd.I dan dilanjutkan dengan penyusunan proposal penelitian sampai diseminarkan.

b. Memilih lapangan penelitian

Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu menentukan lapangan penelitian. Lapangan penelitian yang terpilih yaitu di desa Sabrang Ambulu Jember khususnya di dusun Tegalrejo.

c. Mengurus perizianan

Sebelum melakukan penelitian, peneliti mengurus perizinan terlebih dahulu yakni dengan meminta surat permohonan penelitian kepada pihak kampus. Kemudian peneliti menyerahkan surat penelitian kepada kantor kepala desa Sabrang Ambulu Jember.

Proses selanjutnya peneliti menunggu izin dari tempat penelitian untuk melakukan penelitian.

d. Memilih informan

Selain memilih tempat penelitian, peneliti juga telah memilih informan untuk melakukan wawancara sebagai bahan informasi penelitian. Disini peneliti memilih tiga ibu hamil dan satu tokoh agama di dusun Tegalrejo Sabrang Ambulu Jember.

e. Menyiapkan perlengkapan penelitian

Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu menyiapkan keperluan yang diperlukan untuk mendukung proses penelitian. Seperti menyiapkan pedoman wawancara, handphone, alat tulis dan lain sebagainya.

2. Tahap Pelaksanaan Lapangan

Pada tahap ini, peneliti mulai mengadakan penelitian yang dilakukan di dusun Tegalrejo untuk memperoleh data mengenai fokus penelitian.

Adapun tahap yang dilalui oleh peneliti adalah:

a. Memahami Latar Penelitian

Sebelum memasuki lapangan penelitian, peneliti terlebih dahulu memahami situasi dan kondisi dilingkungan penelitian. Selain itu peneliti juga mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental.

b. Memasuk Lapangan Penelitian

Pada tahap ini, peneliti langsung terjun ke lapangan untuk memperoleh data, yaitu di dusun Tegalrejo Sabrang Ambulu.

c. Mengumpulkan data

Setelah peneliti terjun kelapangan, peneliti langsung mencari data yang kaitannya dengan focus penelitian, yaitu tentang

internalisasi materi pendidikan prenatal dalam tradisi masyarakat dan metode pendidikan prenatal.

d. Menyempurnakan data yang belum lengkap.

Apabila data belum lengkap pada penelitian sebelumnya, maka peneliti langsung mengumpulkan data kembali untuk melengkapi data yang kurang.

3. Tahap Paska Pelaksanaan

Ada beberapa tahap paska pelaksanaan, yakni sebagai berikut:

a. Menganalisis data yang diperoleh

Setelah data diperoleh selanjutnya peneliti melakukan analisis data yang telah diperoleh, untuk dipilah menjadi data yang kredibel.

b. Mengurus perizinan selesai penelitian

Setelah penelitian selesai dilaksanakan di dusun Tegalrejo, selanjutnya peneliti meminta surat selesai penelitian kepada pihak balai desa Sabrang. Sebagai bukti bahwa peneliti telah selesai melakukan penelitian di dusun Tegalrejo Sabrang Ambulu.

c. Menyajikan data

Setelah data sudah dianalisis maka, langkah peneliti selanjutnya adalah menyadikan data untuk disempurkan dalam bentuk laporan penelitian.

d. Merevisi laporan yang telah disempurnakan.

Apabila terdapat kekurangan dalam penulisan laporan, maka peneliti melakukan perbaikan untuk kesempurnaan laporan penelitian skripsi.

61 A. Gambaran Objek Penelitian

1. Sejarah Singkat Desa Sabrang

Desa Sabrang merupakan salah satu desa yang muncul dari sejarah kerajaan. Aryo Blater adalah pangeran utusan kerajaan Blambangan (Banyuwangi) yang mencetuskan nama Desa Sabrang. Pangeran Aryo mengikuti sayembara yang diadakan oleh pangeran Puger di kerajaan Puger. Keberangkatan pangeran Aryo menuju kerjaan Puger melewati jalan yang tidak biasa digunakan oleh masyarakat atau pedagang, oleh karena itu pangeran Aryo berjalan ke selatan. Jalan – jalan yang dilalui oleh pangeran Aryo untuk menuju kerajaan Puger inilah yang kemudian menjadi sejarah terbentuknya Desa Sabrang dengan beberapa dusun, diantaranya adalah Dusun Jatirejo, Dusun Krangkengan (saat ini dikenal dengan Dusun Tegalrejo), dan Dusun Kebonsari.116

2. Kondisi Umum Desa Sabrang

Kondisi desa Sabrang secara umum dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti dari aspek geografi maupun demografi. Jika dilihat dari aspek geografi, desa Sabrang merupakan desa yang berada di wilayah kecamatan Ambulu kabupaten Jember. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

116 Dokumentasi, Sabrang, April 2019.

Desa Sabrang merupakan desa yang terletak dari arah ke selatan + 5 Km dari Kecamatan Ambulu yang memiliki luas Desa + 3.513.194.700 M2. Desa Sabrang memiliki struktur tanah yang subur dengan ketinggian ± 15 m dari permukaan air laut, dengan suhu rata- rata 340- 400 C. Secara geografis terletak pada Garis Lintang - 08.371757 Lintang Utara / Lintang Selatan dan Garis Bujur 113.6029 Bujur Timur.117

Pernyataan diatas, dapat dilihat bahwa dengan memiliki struktur tanah yang subur, masyarakat desa Sabrang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani atau buruh tani, di samping sebagai pedagang, peternak, buruh bangunan atau tukang dan lain-lain.

Desa Sabrang terbagi menjadi beberapa dusun, yakni:

Dusun Kebonsari dengan luas wilayah +, 1.304.438 M2, di dusun ini terdapat pusat pemerintahan Desa Sabrang . Dusun Krajan dengan luas wilayah +, 1.514.635 M2, merupakan Dusun terdekat dari pusat pemerintahan Desa sabrang . Dusun Tegalrejo dengan luas wilayah +, 857.408 M2 , jarak melalui jalan darat menuju pusat pemerintahan desa kisaran 4,2 Km. Dusun Jatirejo dengan luas wilayah +, 293.236 M2 jarak melalui jalan darat dengan pusat pemerintahan desa kisaran 6 Km. dan Dusun Ungkalan dengan luas wilayah +, 344.411 M2, jarak melalui jalan darat dengan pusat pemerintahan desa kisaran 8,5 Km.118

Pembagian tata ruang wilayah desa Sabrang dapat dilihat pada table berikut ini:

Tabel 4.1

Pengunaan tata ruang wilayah Desa Sabrang119 No. Dusun Luas Wilayah

(M2)

Luas Dengan Satuan M2 Luas Wilayah Desa (M2)

Hutan Sawah

1. Kebonsari 1.304.438 3.501.823.492 1.296.088 3.513.194.700

117 Dokumentasi, Sabrang, April 2019.

118 Dokumentasi, Sabrang, April 2019.

119 Dokumentasi, Sabrang, April 2019.

2. Krajan 1514635 1.791.603

3. Tegalrejo 857408 3390705

4. Jatirejo 293236 578684

5. Ungkalan 344411 ~

Aspek demografi di desa Sabrang

menunjukkan bahwa

jumlah penduduk dalam wilayah dusun di desa Sabrang adalah pada tabel berikut ini:

Tabel 4.2

Jumlah Penduduk dalam Dusun di Desa Sabrang120

NO DUSUN L P KK JIWA

1 Kebonsari 2.012 1.974 1.249 3.986

2 Krajan 2.487 2.297 1.553 4.784

3 Tegalrejo 1.682 1.658 1.059 3.340

4 Jatirejo 558 545 380 1.103

5 Ungkalan 786 771 486 1.557

Jumlah 7.525 7.245 4.727 14.770

Dokumen terkait