PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi terkini dan dapat menambah ilmu pengetahuan mengenai strategi pembelajaran tahfidz Al-Quran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas siswa dan calon guru Pendidikan Agama Islam, sehingga dapat dijadikan informasi dan referensi dalam wawancara pendidikan.
Definisi Istilah
Dewan Gallic adalah perkumpulan keagamaan yang anggotanya sebagian besar terdiri dari kaum muda dan bertujuan untuk mengembangkan ilmu agama melalui ceramah dan diskusi. Arti dari judul Strategi Pembelajaran Tahfidz Al-Quran Generasi Milenial di Majlis Gaul (Ganiyatul Ulum) Jember adalah proses belajar mengajar menghafal Al-Quran antara ustadz dan santri berusia 20-40 tahun di Majlis Ganiyatul Ulum.
Sistematika Pembahasan
Strategi Menghafal Al-Qur'an di Kalangan Generasi Milenial di Majlis Gali (Ganiyatul Ulum) Jember (Ganiyatul Ulum). Setelah peneliti melakukan penelitian tentang strategi menghafal Al Quran di kalangan generasi milenial di Majlis Gaul (Ganiyatul Ulum) Jember.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
- Strategi Pembelajaran
- Tahfidz Alquran
- Generasi Milenial
- Pembelajaran Tahfidz Alquran pada Generasi Milenial
Seseorang yang menghafaz al-Quran hendaklah belajar secara langsung di hadapan guru, baik dalam hafazan mahupun hafazan. Maka dapat disimpulkan bahawa syarat menghafaz al-Quran adalah niat yang ikhlas; anda mempunyai kemahuan yang kuat; disiplin dan ketekunan meningkatkan hafalan; menceraikan guru; perwatakan yang terpuji. Antara waktu terbaik untuk menghafaz al-Quran ialah pada sepertiga malam terakhir selepas solat tahajud.
Oleh sebab itu, ketika menghafaz al-Quran, seseorang itu perlu berhati-hati dan cermat dalam mencatat ayat-ayat dalam ayat yang hendak dihafaz terutama ayat-ayat yang panjang. Memahami makna, kisah atau asbabun-nuzul yang terkandung dalam ayat hafazan merupakan unsur yang sangat mendukung dalam mempercepatkan proses menghafaz al-Quran. Dan dengan cara ini, para penuntut al-Quran akan menyerap banyak ilmu tentang ulumul Quran semasa proses menghafaz al-Quran.
Menghafaz al-Quran memerlukan bimbingan yang berterusan daripada seorang pengampu, sama ada untuk menambah titipan hafazan yang baru, atau untuk takr, iaitu mengulang ayat-ayat yang dihafaz sebelumnya. Pada dasarnya seseorang yang menghafaz al-Quran mestilah mempunyai prinsip tidak melupakan apa yang telah dihafaz.
Lokasi Penelitian
Data yang dihasilkan berupa kata-kata atau ungkapan verbal orang dan fenomena yang diamati secara intensif, rinci dan rinci, berupa data Profil Majelis Gaul (Ganiyatul Ulum); Kegiatan belajar mengajar;. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan pada tempat kejadian atau tempat terjadinya gejala-gejala yang diteliti.61 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang terdapat di lokasi penelitian, yaitu fenomena mengenai proses pembelajaran tahfidz. Al -Quran Selamat Majlis Gaul (Ganiyatul Ulum) Jember. Fenomenologi tidak berasumsi bahwa peneliti memahami makna sesuatu pada diri orang yang menjadi subjek penelitiannya.Menurut para ahli fenomenologi, penelitian ini menekankan pada aspek subjektif dari perilaku seseorang.
Kedua faktor tersebut tentunya berdampak pada beberapa program yang ada, mengingat lembaga tersebut masih berusia belum tua, tentunya belum mempunyai banyak pengalaman dalam proses belajar mengajar, dan tentunya banyak kendala mengingat minimnya sarana prasarana, seperti sekolah. . sebagai ruang dan media pembelajaran.
Subjek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini akan menggunakan observasi partisipatif, yaitu suatu teknik pengumpulan data dimana peneliti mengamati apa yang dilakukan masyarakat, mendengarkan apa yang dikatakannya dan berpartisipasi dalam kegiatannya. Metode observasi ini digunakan peneliti sebagai cara untuk mengungkap data tentang Majelis Galia (Ganiyatul Ulum) sebagai berikut: .. 1) Profil Majelis Galia (Ganiyatul Ulum); Teknik wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui dialog atau tanya jawab yang dilakukan pewawancara untuk memperoleh informasi dari informan yang diwawancarai.67 a.
Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data jika peneliti mengetahui secara pasti informan mana yang akan diambil. Oleh karena itu, dalam melakukan wawancara, pengumpulan data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis yang juga telah disiapkan alternatif jawabannya. Saat melakukan wawancara, peneliti hendaknya mendengarkan baik-baik dan mencatat apa yang disampaikan informan.
Analisis Data
Kondensasi data mengacu pada proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan dan penggantian data yang terdapat dalam catatan lapangan, transkrip wawancara, dokumen dan data empiris yang diperoleh. Anda dapat mengubah data kualitatif dengan memilih, merangkum atau mendeskripsikan dengan kata-kata Anda sendiri, dll. Berdasarkan data yang dimilikinya, peneliti akan mencari data, tema, dan pola yang penting, sekaligus membuang data yang dianggap tidak relevan.
Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, peta, hubungan, antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Kesimpulan awal yang diambil masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan pada tahap awal, didukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten ketika peneliti kembali ke lapangan.
Keabsahan Data
Tahap-tahap Penelitian
Strategi Mempertahankan Hafalan Al-Qur’an pada Generasi Milenial di Majelis Gaul (Ganiyatul Ulum) Jember merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian khusus Majelis dimana secara umum dapat mempertahankan hafalan yang telah dimiliki melalui sebuah media. strategi repetisi dan secara teknis dapat dibagi menjadi tiga strategi, yaitu 1) Strategi Individual Repetition; 2) Strategi pengulangan kolektif; dan 3) Strategi pengulangan guru.91. Kesimpulannya, strategi mempertahankan hafalan Al-Qur’an pada generasi milenial di Majlis Gaul (Ganiyatul Ulum) Jember adalah dengan menggunakan strategi hafalan melalui tiga teknik pembelajaran yaitu 1) Strategi repetisi individual, dimana strategi ini dilakukan oleh setiap orang. peserta tahfidz minimal dua kali sehari dengan pengawasan ketat oleh wali; 2) Strategi pengulangan kolektif, dimana strategi tersebut dilakukan setiap bulan oleh seluruh peserta tahfidz dengan bekerja sama sesuai hafalan yang dimiliki masing-masing; dan 3) Strategi pengulangan guru, yaitu strategi yang dilakukan dengan bimbingan langsung dari guru secara formal dalam suatu lingkungan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi menghafal Al-Qur’an pada generasi milenial di Majlis Gallien (Ganiyatul Ulum) Jember dilakukan melalui tiga strategi, yaitu: 1) Strategi talaqqi yang dilakukan oleh santri dan ustadz (guru) tahfidz pembelajaran langsung dengan tujuan agar santri segera memahami bacaan Al-Qur'an dengan benar dan ustadz dapat langsung mengevaluasi bacaan santri; 2) Strategi pengulangan, yaitu strategi yang dilakukan pada saat pembelajaran tahfidz bersama guru (Talaqqi) baik pada awal hafalan atau hafalan Al-Qur’an maupun dilakukan juga pada saat-saat di luar Talaqqi disesuaikan dengan aktivitas peserta tahfidz; 3) Strategi Al-Qur'an dan Kajian, yaitu strategi yang menitikberatkan pada pengetahuan peserta tahfidz tentang bacaan Al-Qur'an yang baik dan pemahaman yang sempurna terhadap makna yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur'an.
Setelah peneliti melakukan penelitian tentang strategi mempertahankan hafalan Al-Qur’an pada generasi milenial di Majlis Gallien (Ganiyatul Ulum) Jember dengan menggunakan metode penelitian berupa penelitian deskriptif kualitatif; Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mempertahankan hafalan Al-Qur’an pada generasi milenial di Majlis Gaul (Ganiyatul Ulum) Jember menggunakan strategi hafalan melalui tiga teknik pembelajaran yaitu 1) Strategi pengulangan individual, dimana strategi ini dilakukan oleh setiap orang. peserta tahfidz minimal dua kali sehari dengan pengawasan ketat dari wali; 2) Strategi pengulangan kolektif, dimana strategi tersebut dilakukan setiap bulan oleh seluruh peserta tahfidz dengan bekerja sama sesuai hafalan yang dimiliki masing-masing; dan 3) Strategi pengulangan guru, yaitu strategi yang dilakukan dengan bimbingan langsung dari guru secara formal dalam suatu lingkungan pembelajaran. Strategi Menghafal Al-Qur'an di Kalangan Generasi Milenial di Majlis Gaul (Ganiyatul Ulum) Jember. Strategi menghafal Al-Qur’an dilakukan melalui tiga strategi, yaitu: 1) Strategi talaqqi, santri dan ustadz (guru) tahfidz melakukan pembelajaran langsung; 2) Strategi pengulangan, yaitu strategi yang dilakukan ketika pembelajaran tahfidz dengan tutor (talaqqi); 3) Strategi tajwid dan tafsir, yaitu strategi yang menitikberatkan pada pengetahuan peserta tahfidz dalam membaca dan memahami Al-Qur’an secara sempurna.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Penyajian Data
- Strategi menghafal Alquran pada generasi milenial di Majelis
- Strategi menjaga hafalan Alquran pada generasi melenial di
Strategi hafalan Alquran generasi milenial di Majlis Gaul (Ganiyatul Ulum) Jember dilakukan dengan melibatkan dua unsur, yaitu unsur ustadz sebagai guru dan santri sebagai peserta tahfidz itu sendiri. Strategi yang diterapkan mencakup tiga fase sistem pembelajaran, yaitu 1) Strategi Talaqqi; 2) Strategi pengulangan; 3) Strategi penelitian dan evaluasi. Majelis Gaul Jember (Ganiyatul Ulum) belum menerapkan beberapa strategi yang lazim digunakan oleh berbagai lembaga tahfidz, yaitu “strategi memperhatikan ayat sejenis”. Kemarin kita sempat menambahkan strategi seperti “strategi memperhatikan ayat serupa”, namun karena alasan kesiapan mahasiswa, Ustadz Herman Santoso dan lain-lain menunda penggunaan strategi tersebut.90.
91 Pengamatan di Majelis Galia (Ganiyatul Ulum) Jember, 23 Februari 2019. . dilakukan oleh seluruh peserta tahfidz secara bersama-sama dalam satu tempat pembelajaran. Strategi pengulangan tutor merupakan strategi yang dilakukan antara peserta tahfidz dengan tutor pada saat pembelajaran tahfidz.92. Strategi pengulangan, yaitu strategi yang dilakukan pada saat pembelajaran tahfidz bersama guru (Talaqqi) baik pada awal hafalan atau hafalan Al-Qur’an maupun dilakukan juga pada saat-saat di luar Talaqqi, disesuaikan dengan aktivitas peserta tahfidz itu sendiri;
Pembahasan Temuan
Dari penafsiran hasil penelitian dan kajian teori diatas maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa strategi menghafal Al-Qur’an pada generasi milenial di dunia Jember Gaul (Ganiyatul Ulum) sudah sesuai dengan kajian teori ilmiah yang ada. Dalam pembahasan strategi menghafal Al-Qur’an pada generasi milenial di Majelis Gaul Jember (Ganiyatul Ulum) kali ini, peneliti akan menganalisis secara mendalam hasil penelitian yang ditemukannya dengan mengaitkannya dengan teori-teori pada Bab II o. Dari pemaparan data penelitian dan kajian teori keilmuan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa strategi pelestarian hafalan Al-Qur’an pada generasi milenial di Majlis Gaul (Ganiyatul Ulum) Jember sudah tepat. Kesesuaian ini mencakup seluruh strategi menghafal, yaitu 1) Strategi pengulangan individu;.
Dibutuhkan tambahan pengajar tahfidz agar pembelajaran di Majlis Gaul Bahagia Tahfidz (Ganiyatul Ulum) Jember dapat berjalan dengan baik dan maksimal; Ustadz harus berperan aktif dalam mensosialisasikan kepada masyarakat umum tentang keberadaan Majelis Gaul (Ganiyatul Ulum), guna mewujudkan visi dan misi majelis itu sendiri; Santri juga harus berperan aktif dalam mensosialisasikan kepada masyarakat umum tentang keberadaan Majelis Gaul (Ganiyatul Ulum), guna mewujudkan visi dan misi Majelis itu sendiri;
PENUTUP
Saran-saran
Terkait dengan pengangkatan pembelajaran tahfidz Al-Qur'an pada Selamat Tahfidz, dilakukan upaya untuk meningkatkannya, agar peserta tahfidz dapat menghafal Al-Qur'an lebih cepat dan lebih baik; Sarana dan prasarana Majelis Jember Gali (Ganiyatul Ulum) ke depan perlu diperhatikan khususnya yang berkaitan dengan sekretariat majelis, demi mengembangkan program-program yang sudah ada, antara lain Tahfidz Bahagia; Pendaftaran sekretariat Dewan Gaul Jember (Ganiyatul Ulum), termasuk daftar program kegiatan; anggota majelis; pendokumentasian kegiatan dan sebagainya perlu ditingkatkan demi kelancaran penyelenggaraan majelis;
Hendaknya setiap santri mempunyai jadwal hafalan Al-Qur’an secara pribadi di luar kajian berjamaah dan aktif berkonsultasi dengan ustadz mengenai hal-hal yang belum dipahaminya. Azis, Abdul Abdul Rauf Al Hafizh, Tips Sukses Menjadi Da'iyah Hafiz Qur'an (Bandung: PT. Syaamil Cipta Media, 2004), 2.