Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: a) apa saja metode evaluasi agunan emas di Pegadaian UPC Patrang, b) bagaimana penerapan metode evaluasi agunan emas di Pegadaian UPC Patrang Jember. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah: a) untuk mengetahui apa saja metode penilaian agunan emas di Pegadaian UPC Patrang, b) untuk mengetahui bagaimana metode penilaian agunan emas yang diterapkan di Pegadaian UPC Patrang Jember. Penelitian ini dilakukan di Pegadaian UPC PATRANG Jember dengan menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif.
Peneliti sampai pada kesimpulan bahwa di Pegadaian UPC Patrang terdapat tiga cara penentuan karat emas yaitu satu. Namun pada Pegadaian UPC Patrang, metode analisis kimia dan metode analisis fisika lebih sering digunakan bahkan dominan untuk menentukan karat dan jumlah kredit yang akan diberikan kepada nasabah. Penilaian keamanan emas ini bersifat wajib dan tidak lepas dari pelaksanaan gadai emas di Pegadaian UPC Patrang Jember.
Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan suatu kegiatan analisis yang mana peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Analisis Metode Evaluasi Agunan Emas di Toko Penghalang UPC Patrang Jember. Dapat menambah pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap lembaga lembaga keuangan, khususnya Pegadaian, dan diharapkan mereka dapat mempelajari lebih lanjut mengenai metode penilaian agunan emas.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Fokus Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Definisi Istilah
- Sistematika Pembahasan
Peneliti memilih lokasi ini karena Pegadaian UPC Patrang Jember dikarenakan jumlah nasabah pegadaian khususnya (emas) selalu meningkat setiap tahunnya dibandingkan dengan unit pegadaian lainnya. UPC Patrang mempunyai layanan gadai yang tugasnya khusus melayani nasabah yang ingin menggadaikan agunan (emas). Dalam teori estimasi, ada beberapa metode yang digunakan untuk menentukan karat suatu barang agunan (emas), seperti metode analisis kimia, analisis berat jenis, dan metode fisika.
Dalam melaksanakan proses penilaian agunan (emas), berikut ketentuan mengenai penilaian dan kecerobohan dalam penilaian agunan khususnya (emas). Berikut ketentuan beberapa metode yang digunakan yaitu 1. Metode analisis kimia, 2) . Proses penilaian agunan (emas) menggunakan metode kimia dan fisika: 1). menggoreskan perhiasan pada batu ujian 2). siram dengan air uji 1 HNO3 atau asam nitrat 3). lihat dan amati reaksinya jika ada reaksi lalu hentikan evaluasi. Proses penilaian agunan (emas) menggunakan metode kimia dan fisika yaitu: 1). menggoreskan perhiasan pada batu ujian 2). siram dengan air uji 1 HNO3 atau asam nitrat 3). lihat dan amati reaksinya, bila ada reaksi maka hentikan penilaian.
Dapat disimpulkan dari berbagai sumber, dan juga hasil observasi dari segi pelaksanaan yang sering digunakan dalam penetapan agunan (emas), dari penjelasan diatas dapat disimpulkan, bahwa di UPC Patrang Jember dalam pelaksanaan proses agunan pendugaan barang jaminan (emas) pada Pegadaian UPC Patrang Jember menggunakan metode analisis kimia dan metode analisis fisika. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian yang telah diuraikan di atas maka usulan pihak Pegadaian UPC Patrang Jember pada saat melakukan proses penilaian agunan (emas) adalah menggunakan ketiga metode tersebut yaitu analisa fisika, analisa kimia dan analisa gaya berat sejenisnya. karena cara-cara tersebut saling berkaitan dan dapat digunakan untuk membantu atau mempermudah pekerjaan seorang penilai.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
15 Mulsita Rahayu, “Analisis Perkiraan Nilai Barang Gadai Terhadap Jumlah Nasabah Pada Tahun Studi Kasus Pada PT Pegadaian (Persero) Syariah Cabang Kepanden Serang)”, Skripsi (IAIN Sultan Maulana Hasanuddin 2016). 16 Anita, “Pengaruh Penilaian Jumlah dan Uang Pinjaman Terhadap Laba Bersih PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Tamalate DI Kota Makassar,” Skripsi (Universitas Negeri Makassar 2016). Farina Salim, 17 majalah dengan judul “Pengaruh Uang Pinjaman, Perkiraan Jumlah dan Pembiayaan Gadai Emas Terhadap Laba Bersih PT Pegadaian Palembang” 2017.
Pinjaman uang, perkiraan jumlah dan pembiayaan agunan emas berpengaruh signifikan terhadap laba bersih PT Pegadaian Palembang. Kemudian secara parsial variabel pinjaman uang berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba bersih PT Pegadaian Palembang. 17 Farina Salim, Pengaruh Uang Pinjaman, Estimasi Jumlah Dan Pembiayaan Ikrar Emas Terhadap Laba Bersih PT Pegadaian Palembang”, Jurnal (2017).
Analisis Estimasi Nilai Barang Gadai Berdasarkan Jumlah Nasabah Studi Kasus Tahun Pada PT Pegadaian (Persero) Syariah Cabang Kepanden Serang. Pengaruh Uang Pinjaman, Perkiraan Jumlah dan Pembiayaan Gadai Emas terhadap Laba Bersih PT Pegadaian Palembang.
Kajian Teori
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Tujuan penggunaan metode kualitatif ini adalah untuk memperoleh informasi atau data deskriptif berupa kata-kata dan perilaku tertulis atau lisan yang diamati di PT Pegadaian UPC Patrang Jember. Penelitian kualitatif deskriptif adalah suatu metode untuk meneliti status suatu kelompok manusia, suatu objek dengan tujuan untuk menciptakan uraian, gambaran atau gambaran yang sistematis, faktual dan akurat tentang fakta atau fenomena yang diteliti.37. Dengan kata lain penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keadaan yang ada.38.
Lokasi Penelitian
Pada wawancara disini peneliti mendapatkan beberapa informasi bahwa metode yang digunakan hanya analisa fisik saja, karena metode yang lain hanya bersifat pelengkap dan tanpa menggunakannya maka evaluator sudah mengetahui dan dapat menilai karena jiwa dari evaluator pasti dapat menilai. jaminannya. , khususnya (emas). Yang saya tahu, dalam menilai barang gadai berupa emas, penilai disini menggunakan cara-cara yang sudah ditentukan oleh pegadaian yaitu cara kimia, cara fisika dan berat jenis digunakan untuk menentukan karat emas, namun dalam umumnya. Penilai sangat berhati-hati dalam menilai barang jaminan (emas) - Hati-hati dalam menentukan jumlah barang jaminan (emas). 58". Disini dalam proses penilaian suatu barang agunan yang sering saya gunakan dalam penilaian adalah metode kimia dan metode analisis fisika, karena menurut saya metode ini sangat efektif dalam menentukan karat, bukan berarti metode lain tidak. efektif. , melainkan metode Analisis Kimia Berat jenis, analisis fisika, kesalahan minimal dalam evaluasi penggunaan metode analisis kimia dan fisika.
Namun bila saya ragu dengan penentuan karat suatu unsur pengaman (emas), saya langsung menggunakan metode analisa berat jenis. Pelaksanaan analisa berat jenis adalah: 1) menyiapkan peralatan berupa timbangan 2) menimbang berat kering emas 3) berat basah emas 4) hitung volumenya dan bandingkan dengan tabel massa jenis 59”. Metode yang digunakan untuk menaksir agunan hanyalah metode kimia dan metode fisika yang menunjukkan keakuratan dalam proses pendugaan agunan dan minimnya kesalahan dalam proses penentuan karat suatu agunan (emas). Dalam dunia penilaian tidak selalu berjalan mulus tanpa kendala, terkadang kita sebagai penilai juga menemui kendala dalam menyelesaikan proses estimasi aset sekuritas khususnya (emas).
“Walaupun jarang sekali kita menjumpai keragu-raguan dalam menentukan karat suatu barang jaminan (emas), namun kita sebagai manusia berada pada posisi yang salah, sehingga titik keragu-raguan itu pasti pernah kita jumpai, walaupun saya hanya sesekali mengalaminya.” 60. Namun terkadang seorang penilai, terkadang hanya dengan satu metode, dapat menentukan karat emas, namun terkadang saya juga menjumpai dua metode sekaligus yaitu analisis kimia, fisika, dan berat jenis, walaupun saya sangat jarang menjumpainya. .61 Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa dikatakan bahwa dalam menaksir suatu barang agunan (emas) para penilai menggunakan cara analisis secara kimia dan fisika, dan ini merupakan cara yang sangat jelas yang selalu digunakan dalam menaksir atau menentukan suatu barang agunan ( emas) menggunakan penilai menggunakan metode lain, seperti analisis berat jenis, hanya pada emas tertentu dan hanya untuk memastikan apakah penilai mengidentifikasi keraguan dalam proses penilaian sebelumnya. Dan proses penilaian agunan dari luar negeri tidak secepat emas lokal/emas asli Indonesia. Pada saat melakukan grading emas yang berasal dari luar negeri, diperlukan waktu yang cukup lama bagi penilai dalam menentukan karat emasnya, dibandingkan dengan grading emas lokal, sehingga seringkali agunan berasal dari Tinggal di luar negeri terlebih dahulu atau diambil keesokan harinya di pegadaian, karena prosesnya sedikit lebih memakan waktu dibandingkan menilai agunan yang berasal dari emas lokal.
Dalam menentukan suatu barang jaminan (emas), karena seorang penilai ingin meminimalisir kesalahan dalam proses penentuan karat suatu barang jaminan emas, maka seorang penilai selalu berhati-hati dan sangat teliti dalam melakukan proses penilaiannya.
Subjek Penelitian
Tahap-Tahap Penelitian
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Objek Penelitian
Penyajian Data dan Analisis
Pembahasan Temuan
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Dalam praktiknya khususnya di Pegadaian UPC Patrang Jember, seorang penilai lebih cenderung menggunakan analisis kimia dibandingkan analisis fisika dan analisis berat jenis. Bukan berarti tidak menggunakan analisa berat jenis dan analisa fisis sama sekali, mereka menggunakan analisa berat jenis dan analisa fisis sama sekali, hanya sesekali saja ketika penilai menemui keragu-raguan dan keragu-raguan untuk menentukan suatu agunan baramng karatage (emas). Anita, Pengaruh Nilai Penilaian dan Uang Pinjaman Terhadap Laba Bersih (Pada PT Pegadaian (PERSERO) Cabang Tamalate DI Kota Makassar). Mengkaji Nilai Agunan dan Implikasinya terhadap Besaran Kredit dalam Sistem Pegadaian di Indonesia (Kajian Asas Keadilan Dalam Perspektif Muamalat Fikh).
“Pengaruh Pinjaman Uang, Estimasi Jumlah dan Pembiayaan Agunan Emas Terhadap Laba Bersih PT Pegadaian Palembang”, Jurnal. Sri Soedewi Mashhoen Sofwan, Hukum Garansi di Indonesia, Pokok-pokok Hukum Garansi dan Garansi Individual. Teori tersebut mengatakan bahwa ada tiga metode untuk menilai emas, dan ketiga metode ini terkadang digunakan secara bersamaan.