Bapak Baidhawi selaku pemilik Desa Wisata Organik dan seluruh pengurus atau warga masyarakat yang telah memberikan informasi untuk menyelesaikan tugas ini. Desa Wisata Lombok Kulon terletak di Dusun Krajan, Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso.
Fokus Penelitian
Apabila kedua hal tersebut tercapai maka sumber daya keuangan masyarakat secara otomatis akan meningkat. Dengan penjelasan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian disana dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Wisata Organik di Desa Lombok Kulon Kabupaten Bondowoso”.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk menambah wawasan, pengetahuan penelitian dan menulis karya ilmiah yang baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran dan pemahaman masyarakat khususnya masyarakat Lombok Kulon untuk mempelajari pemberdayaan ekonomi masyarakat ekowisata di Desa Lombok Kulon Kabupaten Bondowoso.
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan fokus penelitian pada strategi pengembangan desa wisata melalui pemberdayaan masyarakat di Desa Ketenger Batu Raden. Kesamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah sama-sama membahas tentang pengembangan desa wisata dan menggunakan pendekatan kualitatif.
Kajian Teori
Pengertian Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Hal ini dimaksudkan untuk memperjelas kedudukannya sebagai individu yang berkedudukan sebagai anggota masyarakat, yang memperoleh ilmu dan pemahaman yang bersumber dari transmisi ilmu orang lain kepada anggota masyarakat lainnya. 24. Pemberdayaan adalah proses peningkatan kemampuan individu atau kelompok dalam menentukan pilihan dan melaksanakannya.
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. 31
Setiap kelompok masyarakat harus dapat memilih pemimpinnya sendiri dan mengatur kegiatannya sendiri, seperti mengadakan pertemuan, mencatat dan melaporkan, serta mengelola kepemilikan masyarakat.
Konsep Pemberdayaan
Pemberdayaan dilakukan dengan menghindari unsur pemaksaan; setiap individu mempunyai hak yang sama untuk berdaya, dengan bakat dan potensi yang berbeda-beda. Kegiatan pemberdayaan didasarkan pada kebutuhan dan potensi sasaran, dimulai dengan penyadaran akan potensi yang dapat ditingkatkan. Sedangkan prinsip pemberdayaan menurut Dahama dan Bhatnagar adalah kepentingan dan kebutuhan masyarakat dengan melibatkan organisasi masyarakat bawah (keluarga). masyarakat, kerjasama dan partisipasi, demokrasi dalam penerapan ilmu pengetahuan, yaitu memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menawarkan penggunaan metode pemberdayaan atau dalam pengambilan keputusan.38.
Dalam hal ini pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata yaitu antara lain pemberdayaan yang didasarkan pada potensi yang ada untuk diberdayakan. Selain berguna untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai budaya lokal atau kearifan lokal, pemberdayaan juga harus diterapkan di semua negara. aspek kehidupan juga memerlukan partisipasi masyarakat dan upaya penumbuhan jiwa, kewirausahaan untuk mencapai kemandirian sesuai tujuan awal dan konsep pemberdayaan.
Tahap Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Ekonomi Masyarakat
Indikatornya adalah: rumah tangga yang karena alasan ekonomi dapat memenuhi salah satu atau beberapa indikator antara lain: 49. Dilihat dari pengertiannya, kesejahteraan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah aman, damai, sedangkan kemakmuran di dunia adalah konsep: 52 a kondisi dimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, meliputi kebutuhan pangan, sandang, papan, air minum bersih dan kesempatan melanjutkan pendidikan serta mempunyai pekerjaan yang layak yang dapat menunjang kualitas hidupnya sehingga mempunyai status sosial yang mengarah pada kedudukan sosial yang sama dalam masyarakat. Pendapatan seseorang merupakan salah satu faktor yang menentukan tingkat kesejahteraan hidup seseorang di masyarakat.
Rumah sebagai tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam sebuah rumah tangga, sehingga setiap orang ingin memiliki rumah yang aman, nyaman dan memenuhi kriteria kesehatan.
Pengertian Pariwisata
Para ahli manajemen mengutarakan pandangan yang hampir sama mengenai urutan fungsi manajemen, misalnya fungsi manajemen menurut George R. Guillick mengurutkan enam fungsi manajemen dengan singkatan POSDCORB (planning, pengorganisasian, staffing, pengarahan, koordinasi, pelaporan dan penganggaran). 60. Pengelolaan pariwisata harus mengacu pada prinsip-prinsip pengelolaan yang menekankan pada pelestarian lingkungan alam, kemasyarakatan, dan nilai-nilai sosial yang memungkinkan wisatawan menikmati kegiatan pariwisatanya dan memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Pitana Dan I Ketut Diarta, Pengantar Ilmu Pariwisata, (Yogyakarta: Andi Memberikan dukungan dan legitimasi terhadap pengembangan dan pengembangan pariwisata jika terbukti membawa manfaat positif, namun di sisi lain mengontrol dan menghentikan kegiatan pariwisata jika melebihi ambang batas. lingkungan alam atau penerimaan sosial, meskipun di sisi lain mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Desa Wisata
Suatu desa yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata harus mempunyai kriteria dan faktor pendukung yaitu: 63. Karena tujuan utama pengembangan desa wisata adalah pemberdayaan masyarakat setempat sehingga meningkatkan produktivitas dan perekonomian masyarakat. Hal ini memungkinkan wisatawan yang ingin tinggal sementara di desa wisata dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Desa Wisata Organik mempunyai beberapa keistimewaan yaitu pada seni dan budaya yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat, antara lain batik tulis alam, seni tari dan situs pura yang unik.65.
Lokasi Penelitian
Adapun jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dimana peneliti dalam penelitian ini melakukan pengamatan terhadap suatu fenomena. Penelitian lapangan juga dapat diartikan sebagai pendekatan kualitatif atau pengumpulan data kualitatif, namun penekanannya adalah peneliti terjun ke lapangan untuk melakukan pengamatan terhadap suatu fenomena di alam sekitar.
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Dengan demikian observasi dapat dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba dan pengecapan.72 Observasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan terhadap gejala-gejala yang muncul.73. Penelitian ini menggunakan metode observasi partisipan pasif, artinya peneliti datang ke tempat diamatinya aktivitas orang, namun tidak ikut serta dalam aktivitas tersebut.74 Atau observasi non partisipan, yaitu penelitian yang terlibat langsung dalam aktivitas orang tersebut. orang-orang yang diamati tanpa terlibat atau berpartisipasi dalam kegiatan, dengan peneliti hanya bertindak sebagai pengamat independen.75 Alasan peneliti menggunakan observasi partisipan karena peneliti melakukan observasi dan merasakan keterlibatan peneliti dalam kehidupan sehari-hari informan. . Wawancara dilakukan peneliti dengan Kepala Desa Wisata Lombok Kulon yaitu Bapak Baidhowi, Koordinator Pokja SDM Desa Wisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bondowoso, Kepala Desa Lombok Kulon, masyarakat Desa Wisata Lombok Kulon dan juga pengunjung desa wisata Lombok Kulon.
Dokumen lain yang relevan diperoleh dari berbagai sumber yang keabsahannya dilakukan untuk memperkuat analisis pokok bahasan.
Analisis Data
Dengan menyajikan data, maka akan lebih mudah untuk memahami apa yang terjadi, dan merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami. Menarik kesimpulan atau memverifikasi data adalah suatu kesimpulan yang dapat menjawab atau tidak menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sejak awal, karena sebagaimana dikemukakan, permasalahan dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang seiring dengan berjalannya penelitian. lapangan.77 F. Keabsahan data atau keabsahan data adalah derajat ketepatan antara data yang muncul pada subjek penelitian dengan kekuatan yang dapat dilaporkan oleh peneliti.
Oleh karena itu data yang valid adalah data yang “tidak berbeda” antara data yang dilaporkan peneliti dengan data yang sebenarnya terjadi pada objek penelitian 78 Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber.
Tahap-tahap Penelitian
Situasi kependudukan di Desa Lombok Kulon diidentifikasi berdasarkan jumlah penduduk dengan memperhatikan klasifikasi umur dan jenis kelamin. Jumlah penduduk usia kerja 19-59 tahun di Desa Lombok Kulon cukup signifikan yaitu sebanyak 2.609 jiwa atau 55,82%. Dengan demikian, data tersebut menunjukkan bahwa warga Desa Lombok Kulon mempunyai alternatif pekerjaan di luar sektor pertanian dan peternakan.
Baru pada tahun 2013 Desa Wisata Lombok Kulon menjadi desa wisata yang diresmikan oleh pemerintah setempat.
Penyajian Data Dan Analisis
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Wisata Organik Di Desa Lombok Kulon Kabupaten Bondowoso
Desa Wisata Lombok Kulon mengutamakan pengembangan sumber daya manusia dibandingkan pengembangan pariwisata yang sudah ada. Desa wisata Lombok Kulon bukan hanya wisata yang menjual keindahan alam saja, melainkan sebuah desa. Selain sektor kuliner, potensi yang masih dimiliki desa wisata Lombok Kulon adalah pada sektor kerajinan.
Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan yang dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sekitar lokasi Desa Wisata Lombok Kulon.
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Wisata Organik Di Desa Lombok Kulon Organik Di Desa Lombok Kulon
Adanya desa wisata Lombok Kulon banyak sekali manfaatnya seperti perekonomian masyarakat dan juga mengurangi pengangguran bagi masyarakat Lombok Kulon. Partisipasi masyarakat yang tinggi dalam pengembangan desa wisata memudahkan desa wisata Lombok Kulon dalam mempercepat pengembangan pariwisatanya. Pengelolaan Desa Wisata Lombok Kulon ditangani langsung oleh pengelola Desa Wisata Lombok Kulon beserta jajarannya.
Menurut saya pengelolaan di sini cukup baik tergantung konsep yang akan dikembangkan oleh desa wisata Lombok Kulon itu sendiri.
Dampak Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Wisata Di Lombok Kulon
Adanya desa wisata Lombok Kulon banyak sekali manfaatnya, seperti perekonomian masyarakat dan juga berkurangnya pengangguran warga Lombok Kulon.117. Keberadaan desa wisata Lombok Kulon menjadi cerminan bahwa pariwisata dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar lokasi wisata. Pak Baidhowi selaku kepala desa wisata Lombok Kulon mempunyai rekam jejak yang baik dalam pengembangan pariwisata.
Hal ini dapat menjadi bukti nyata bahwa keberadaan desa wisata merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang sangat progresif.119.
Pembahasan Temuan
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Wisata Organik Di Desa Lombok Kulon Kabupaten Bondowoso
Temuan penelitian skripsi tentang pengelolaan desa wisata organik di desa Lombok Kulon kabupaten Bondowoso yaitu pemberdayaan desa wisata pada awalnya dilatarbelakangi oleh Bapak. Baidhowi dalam menciptakan desa wisata ini. Keadaan di lapangan sesuai dengan apa yang ditulis oleh Ummiyati Qodriiyah bahwa pemberdayaan bertujuan untuk meningkatkan potensi masyarakat guna meningkatkan taraf hidup seluruh anggota masyarakat melalui kegiatan swadaya masyarakat itu sendiri. Tujuan yang ingin dicapai melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan adalah agar masyarakat dapat hidup lebih mandiri, mempunyai pengetahuan luas, mandiri, mampu menerima reformasi yang lebih baik dan mempunyai pola pikir kosmopolitan.120.
Pengembangan pariwisata di pedesaan memiliki prospek yang sangat baik, apalagi dengan potensi yang berbeda-beda di setiap desa.
Strategi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Wisata Organik Di Desa Lombok Kulon
Mengembangkan desa menjadi daerah tujuan wisata dengan beberapa atraksi wisata yang dikelola merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Pengembangan sumber daya manusia dilakukan melalui berbagai bentuk kegiatan seperti pelatihan keterampilan dan pemberian pengetahuan kepada masyarakat lokal Desa Lombok Kulon. Temuan di atas tidak jauh berbeda dengan teori Totok Mardikanto, dimana strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat didasarkan pada strategi pemberdayaan masyarakat. Disebutkannya ada lima (lima) aspek penting yang dapat dilakukan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pelatihan dan advokasi terhadap masyarakat miskin, yaitu motivasi, pengelolaan diri, mobilisasi sumber daya, dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Dampak Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Wisata Di Lombok Kulon
Faktanya saat ini mulai terlihat secara kasat mata adanya miskomunikasi yang sangat fatal antara Desa Wisata Organik dan GAPOKTAN AL-Barokah. Banyak orang yang percaya bahwa pionir dan pendiri pertanian organik adalah Bapak. Baidhowi, bukan Tuan. Mulyono, dan pertanian organik itu berada di bawah naungan Desa Wisata. Masyarakat di desa wisata ekologi bertujuan untuk menjadi masyarakat mandiri dengan tujuan mencapai kesejahteraan ekonomi.
Memberikan informasi yang tepat untuk memperkenalkan desa wisata kepada masyarakat luas agar banyak dikunjungi wisatawan memerlukan strategi pemasaran dan publikasi yang maksimal.
Saran
Dampak yang paling dirasakan masyarakat dengan adanya desa wisata adalah manfaat ekonomi, misalnya dengan adanya desa wisata ini angka pengangguran berkurang, dengan adanya pengunjung masyarakat juga merasakan dampak ekonomi karena pengunjung membeli barang-barang yang dibutuhkan masyarakat juga.