BAB V BAB V yaitu penutup, bab ini menjelaskan simpulan dari beberapa pembahasan tentang hasil analisa data penelitian yang diteliti, serta saran-
C. Pembahasan Temuan
b. Merespon dengan lantang yang telah disampaikan guru dengan sebelumnya kondisi kelas yang siswa cenderung
sulit untuk mau
mendegarkan karena kondisi kelas yang tidak kondusif.
pertanyaan dari materi Perkembangan Islam Masa Rasulullah Saw.
Periode Madinah yang dipelajari dan ditulis di kertas, 3) guru mengocok kertas yang sudah berisi pertanyaan yang dibuat siswa dan dibagikan ke siswa, 4) guru memberikan waktu kepada siswa untuk berpikir atau menyusun jawaban atas pertanyaan yang di dapat, 5) panggil secara bergantian, 6) Meminta siswa lain untuk memberi tanggapan dan ditambah dengan evaluasi.
Langkah-langkah tersebut sesuai dengan teori Silberman didalam buku Everyone is a Teacher Here seperti yang terdapat pada teori Silberman yang ditulis oleh Nur Asiza dan Muhammad Irwan yang menyatakan bahwa dalam langkah-langkah penerapannya dengan membuat sebuah pertanyaan di lembar kertas yang kemudian siswa membuat pertanyaan dan diperankan di depan teman-temannya sebagai guru bagi kawan-kawannya dengan daya nalar masing-masing siswa, siswa lainnya dapat memberikan umpan balik atau menambahkan jawaban temannya. 115Hanya saja di MA Ma‟arif NU Kencong dalam menerapkan strategi ini terdapat penambahan berupa evaluasi seperti post test yang berisi soal pilihan ganda untuk mengetahui pemahaman dari masing- masing siswa guna memberikan kesempatan bagi siswa yang belum mendapatkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang di dapat dikarenakan waktu yang tidak mencukupi.
115Nur Azisa, Muhammad Irwan, Everyone is a Teacher Here (Sulawesi Selatan: Penerbit CV Kaaffah Learning Center, 2019), 80.
Hal ini juga senada dalam buku yang berjudul Strategi Pembelajaran Aktif menjelaskan bahwa dalam langkah-langkahnya memberikan kesempatan kepada siswa bahwa semua bisa menjadi guru, karena siswa di dalam kelas bukan hanya sebagai obyek namun sebagai subyek yang berperan sebagai guru bagi temannya.116
Dengan referensi yang sama dalam Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5, No. 1 Januari 2020 menjelaskan bahwa penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here Menumbuhkan keaktifan siswa dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berperan sebagai guru bagi teman- temannya.117Sebagaimana sesuai dengan teori Paul bahwa keaktifan belajar siswa dikelompokkan menjadi 8 yakni visual activities yaitu segala kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas siswa dalam melihat, mengamati, dan memperhatikan, oral activities yaitu suatu aktivitas siswa untuk mengekspresikan apa yang di tangkap biasanya ditandai dengan berani dalam mengekspresikan baik berupa mengemukakan pendapat, mengajukan sebuah pertanyaan dan memberi saran. Listening activities yaitu siswa aktif dalam mendengarkan yang mana mampu memiliki daya ingat yang kuat tentang apa yang di dengar seperti mendengarkan penyajian bahan. Dari 8 bentuk keaktifan, hanya 3 yang peneliti ambil untuk dijadikan fokus penelitian.118
116 HisyamZaini, Bermawy Munthe, Sekar Ayu Aryani, Strategi Pembelajaran Aktif (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2019), 60.
117 Ade Irma Suriani, Sri Nenowati, “Penerapan Strategi Pembelajaran Everyone is a Teacher Here dampaknya terhadap Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Studi Pada Murid Kelas V SD Negeri Sungguminasa III Kabupaten Gowa”, Vol. 5. No. 1 Januari 2020.
118 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), 172-173.
2. Penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here dalam Menumbuhkan Keaktifan Siswa oral activities Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas X di MA Ma’arif NU Kencong Tahun Ajaran 2022/2023
Berdasarkan penyajian data dan analisis yang dilakukan peneliti di lapangan, peneliti menemukan data bahwa dalam penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here dapat menumbuhkan keaktifan siswa oral activities yaitu siswa aktif mendengarkan, siswa aktif dalam mengemukakan pendapatnya, siswa berani dan percaya diri dalam mengemukakan pendapatnya, antusias siswa dalam beropini dan mmeberikan sanggahan dan tanggapan atas jawaban temannya yang pro dan kontra.
Hal ini juga senada dengan teori Paul, mengatakan bahwa keaktifan siswa dikelompokkan menjadi 8 yakni visual activities yaitu segala kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas siswa dalam melihat, mengamati, dan memperhatikan, oral activities yaitu suatu aktivitas siswa untuk mengekspresikan apa yang di tangkap biasanya ditandai dengan berani dalam mengekspresikan baik berupa mengemukakan pendapat, mengajukan sebuah pertanyaan dan memberi saran. Listening activities yaitu siswa aktif dalam mendengarkan yang mana mampu memiliki daya ingat yang kuat tentang apa yang di dengar seperti mendengarkan penyajian bahan. Kegiatan-kegiatan menulis (writing activities) yaitu salah satu bentuk aktivitas siswa dalam mengekspresikan apa yang siswa
tangkap di lingkungan sekitar baik dalam menulis segala hal yang ia tangkap. Kegiatan-kegiatan menggambar (Drawing activities) seperti:
menggambar, membuat suatu grafik. Kegiatan-kegiatan metrik, seperti:
melakukan percobaan-percobaan. Kegiatan-kegiatan mental (mental activities),seperti: merenungkan, mengingat, memecahkan masalah.
Kegiatan-kegiatan emosional (emosional activities) seperti: menaruh minat, membedakan, merasa bosan, gembira, bersemangat, berani, tenang, dan gugup. Dari 8 bentuk keaktifan, hanya 3 yang peneliti ambil untuk dijadikan fokus penelitian karena keaktifan tersebut yang muncul saat Strategi Everyone is a Teacher Here diterapkan.119
3. Penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here dalam Menumbuhkan Keaktifan Siswa listening activities Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas X di MA Ma’arif NU Kencong Tahun Ajaran 2022/2023
Berdasarkan penyajian data dan analisis yang dilakukan peneliti di lapangan, peneliti menemukan data bahwa dalam penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here dapat menumbuhkan keaktifan siswa listening activities yaitu keaktifan siswa dalam mendengarkan ketika guru memberikn penjelasan materi dalam sebuah pembelajaran, siswa aktif dalam mendengarkan cenderung memiliki daya ingat yang kuat dengan apa yang di dengar.
119 Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, 172-173.
Hal ini sesuai dalam buku Everyone is a Teacher Here yang ditulis oleh Nur Asiza dan Muhammad Irwan dijelaskan bahwa setiap strategi dalam penerapannya mempunyai kelebihan dan kekurangan salah satu kelebihannya adalah siswa mampu mengemukakan pendapat, dan kekurangannya yaitu diperlukan penjelasan di awal agar pertanyaan yang dibuat siswa kelas X tidak melenceng.120
Hal ini juga sesuai pada skripsi yang berjudul Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Everyone is a Teacher Here untuk Menumbuhkan hasil belajar siswa Pelajaran Pendidikan Agama Islam yang ditulis oleh Afrizal Haqqul Yaqin dijelaskan bahwa terdapat kelebihan dalam penggunaan strategi Everyone is a Teacher Here salah satunya Menumbuhkan kemampuan siswa dalam mengatasi masalah, mampu mengemukakan pendapat. Sedangkan kekurangannya memerlukan penjelasan materi di awal oleh guru agar soal yang dibuat siswa tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran.121
Sesuai dengan Jurnal Al-Ta‟lim yang berjudul Pembelajaran berbasis Student Centered Learning Pada Materi Pendidikan Agama Islam menjelaskan bahwa Student Centered atau pembelajaran aktif yang berpusat kepada siswa dapat mengembangkan rasa percaya diri siswa selain itu siswa dapat berpikir kritis dalam berpikir, dari teori diatas sama seperti Penerapan Strategi Everyone is a Teacher Heredi MA Ma‟arif NU
120 Nur Azisa, Muhammad Irwan, Everyone is a Teacher Here (Sulawesi Selatan:
Penerbit CV Kaaffah Learning Center, 2019), 82-83.
121 Afrizal Haqqul Yaqin, “Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Everyone is a Teacher Here Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pelajaran Pendidikan Agama Islam”, (Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2017).
Kencong, strategi ini tidak hanya guru sebagai peran utamanya namun berpusat kepada siswa, siswa yang berperan sebagai guru bagi temannya.122
Dari kedua teori diatas senada dengan realita yang ada di MA Ma‟arif NU Kencong yaitu dalam kelas X pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan menerapkan strategi everyone is a teacher hereyaitu pertanyaan yang dibuat siswa dapat menarik siswa lainnya, siswa dilatih berani dalam menyampaikan pendapat atau ide nalarnya, memberikan daya ingat kepada siswa, melatih untuk percaya diri di kelas dalam menyampaikan pendapatnya, dan siswa mampu dalam menganalisis masalah. Dibalik kelebihan tersebut terdapat juga kekurangannya yang terjadi realitanya yaitu siswa di kelas X ketika menerapkan strategi Everyone is a Teacher Herediperlukan guru memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada siswa agar pertanyaan yang dibuat masih sinkron dengan materi yang dipelajari mengenai Perkembangan Islam Masa Rasulullah Saw. Periode Madinah dan mendorong siswa bahwa setiap siswa mempunyai potensinya masing-masing dan memberikan motivasi kepada siswa agar tidak takut salah dalam berpendapat.Dengan kelemahannya terdapat juga solusi di MA Ma‟arif NU Kencong ialah guru memberikan waktu untuk menjelaskan kepada siswa tentang pertanyaan yang dibuat sesuai dengan materi dan menciptakan suasana tidak tegang
122 Zulvia Trinova, “Pembelajaran Berbasis Student Centered Learning Pada Materi Pendidikan Agama Islam”. Jurnal Al-Ta‟lim, Jilid 1, No. 4 Februari 2013, 328.
dengan memberikan ruang sepenuhnya kepada siswa untuk berani dan bebas berpendapat.
109 BAB V PENUTUP A. Simpulan
Berdasarkan dari uraian di atas yang merupakan perpaduan dari kajian teoritis dengan hasil penelitian data yang diperoleh dari lokasi penelitian serta berpijak pada fokus penelitian skripsi ini, maka peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut:
1. Penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here dalam Menumbuhkan Keaktifan Siswa visual activities Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas X di MA Ma‟arif NU Kencong Tahun Ajaran 2022/2023 Dalam penerapannya pada langkah keempat yaitu guru memberikan kesempatan untuk siswa berfikir atau menyusun jawaban atas pertanyaan yang di dapat. Langkah tersebut dapat menumbuhkan keaktfan siswa dalam bentuk visual activities yang ditandai dengan siswa mengamati dan memperhatikan jwaban atas pertanyaan yang di dapat.
2. Penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here dalam Menumbuhkan Keaktifan Siswa oral activities Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas X di MA Ma‟arif NU Kencong Tahun Ajaran 2022/2023 Dalam penerapannya pada langkah keenam yaitu guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan umpan balik dari siswa.
Langkah ini dapat menumbuhkan keaktfan siswa dalam bentuk oral activities yang ditandai dengan siswa aktif dalam mengemukakan pendapatnya, siswa berani dan percaya diri dalam mengemukakan
pendapatnya, antusias siswa dalam beropini dan memberikan sanggahan dan tanggapan atas jawaban temannya.
3. Penerapan Strategi Everyone is a Teacher Here dalam Menumbuhkan Keaktifan Siswa listening activities Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas X di MA Ma‟arif NU Kencong Tahun Ajaran 2022/2023
Dalam penerapannya pada langkah kedua yaitu guru meminta siswa untuk membuat pertanyaan dari materi yang dipelakari dan ditulis di kertas.
Langkah ini dapat menumbuhkan keaktifan siswa dalam bentuk listening activities yang ditandai dengan siswa antusias mendengarkan penjelasan guru bahwa pertanyaan yang dibuat sesuai dengan materi yang dipelajari mengenai Perkembangan Islam Masa Rasulullah saw. Periode Madinah, merespon dengan lantang yang telah disampaikan guru.