• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA TEORI

D. Pembelajaran

1. Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Bab Pertama, adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan

79 Ludovikus Bomans Wadu dkk, "Penerapan Nilai Kerja Keras Dan Tanggung Jawab Penerapan Nilai Kerja Keras Dan Tanggung Jawab Dalam Ekstrakurikuler Pramuka Di Sekolah Dasar", Jurnal Bidang Pendidikan Dasar (JBPD), Vol.4 No.1 Januari 2020, h. 101

80 https://www.kompas.com/skola/read/2021/01/16/141921369/arti-tanggung-jawab-dan- ciri-cirinya. (Diakses pada hari Selasa tanggal 16 Maret 2021, jam 11.00 WIB).

sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.81 Menurut Degeng, sebagaimana dikutip oleh Hamzah B. Uno bahwa pembelajaran merupakan upaya untuk membelajarkan siswa.82 Kemudian menurut Surya, sebagaimana dikutip oleh Abdul Majid, bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku, sebagai hasil dari pengalaman individunya dalam berinteraksi dengan lingkungannya.83

2. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran yaitu mencapai perkembangan optimal dalam ketiga aspek (kognitif, afektif dan psikomotor), untuk mencapai tujuan tersebut maka siswa melakukan kegiatan belajar, dan guru melaksanakan pembelajaran serta kedua kegiatan itu harus dapat saling melengkapi.84 Di samping itu, Tujuan pembelajaran adalah faktor yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Dengan adanya tujuan, maka guru memiliki pedoman dan sasaraan yang akan dicapai dalam kegiatan mengajar.

Apabila tujuan pembelajaran sudah jelas dan tegas, maka langkah dan kegiatan pembelajaran akan lebih terarah. Tujuan dalam pembelajaran yang telah dirumuskan hendaknya disesuaikan dengan ketersediaan waktu, sarana prasarana dan kesiapan peserta didik. Sehubungan dengan hal itu, maka seluruh kegiatan guru dan peserta didik harus diarahkan pada tercapainya tujuan yang telah diharapkan.85

81 Pemerintah Republik Indonesia, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, Sinar Grafika, Jakarta, 2009, h. 5.

82 Hamzah B. Uno, Perencanaan Pembelajaran, Bumi Aksara, Jakarta, 2012, h. 2.

83 Abdul Majid, Strategi Pembelajaran, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2013, h. 4.

84 Tim MKDK IKIP Semarang, Belajar dan Pembelajaran, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Institut Keguruan Ilmu Pendidikan Fak. Ilmu Pendidikan, Semarang, 1996, h. 12.

85 Aprida pane dan Muhammad Darwis Dasopang, "Belajar dan Pembelajaran", FITRAH Jurnal KAJIAN Ilmu-ilmu Keislaman, Vol.03 no.2 Desember 2017 e-ISSN: 2460-2345, p-ISSN:2442-6997, h. 342.

3. Metode Pembelajaran

Terdapat beberapa metode dalam pembelajaran, diantaranya:

Menurut Abuddin Nata bahwa metode ceramah merupakan cara penyajian pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penuturan atau penjelasan secara langsung di hadapan peserta didik.86 Dan diungkap juga oleh Roestiyah NK bahwa dengan cara ceramah maka lebih mudah mengawasi ketertiban siswa dalam mendengarkan pelajaran, disebabkan mereka melakukan kegiatan yang sama. Bagi guru juga ringan, karena perhatiannya tidak terbagi-bagi atau terpecah-pecah.87

Kemudian terdapat juga metode tanya jawab. Penggunaan metode ini juga baik sebagaimana dikemukakan oleh Sudjana metode tanya jawab merupakan salah satu metode mengajar yang paling efektif dan efisien dalam membangun kreativitas siswa dalam proses pembelajaran.88

Selain metode tanya jawab, terdapat juga metode keteladanan, metode ini dikemukakan oleh Abdullah Nashih Ulwan bahwa keteladanan dalam pendidikan merupakan metode yang paling berpengaruh dan terbukti paling berhasil dalam mempersiapkan dan membentuk aspek moral, spiritual, dan etos sosial anak. Hal ini karena pendidik adalah figur terbaik dalam pandangan anak didik, yang tindak-tanduk dan sopan santunnya disadari atau tidak, akan ditiru anak didiknya.89

Selanjutnya dapat pula menggunakan metode pembiasaan dalam membentuk akhlak yang mulia. Metode pembiasaan merupakan upaya pembentukan anak dalam mempersiapkan dirinya untuk menjalani proses kehidupan yang mendukung karirnya, serta segi praktisnya dapat dilakukan dengan melatih anak untuk mentaati Allah dan menjauhi

86 Abuddin Nata, Prespektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran (Jakarta: Kencana, 2011), 181.

87 Roestiyah, NK, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), h.138.

88 Basrudin, dkk, Penerapan Metode Tanya Jawab untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Sumber Daya ALam di Kelas IV SDN Fatufia Kecamatan Bahodopi, Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol.1 No.1 ISSN 2354-614X. h. 216

89 Tono Rohmadi, Penerapan Metode Keteladanan Dalam Pembinaan Akhlak Santri di Pondok Pesantren WaLisongo Lampung Utara, Tesis Program Magister Ilmu Pendidikan Agama Islam Program Pasca Sarjan (PPs) UIN Raden Intan Lampung, 2020, h.22.

laranganNya. Peran pembiasaan dalam memberikan pengajaran kepada anak dapat berfungsi untuk menumbuhkan serta mengembangkan kecerdasan jiwanya dalam menemukan nilai-nilai tauhid bagi anak, rohani yang luhur, budi pekerti yang mulia, dan etika relegius yang lurus.90 4. Media Pembelajaran

Menurut Nasution bahwa media pengajaran merupakan alat bantu mengajar, yakni penunjang penggunaan metode mengajar yang dipergunakan guru.91 Kemudian menurut Azhar Arsyad bahwa media pembelajaran ialah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa dalam belajar.92

5. Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran adalah proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkah – langkah tertentu agar pelaksanaan mencapai hasil yang diharapkan (Nana Sudjana, 2010 : 136 ).

Berdasarkan Permendikbud Nomor 05 tahun 2003 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan bahwa pembelajaran dibagi menjadi 3 kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. 93

Jadi tahapan pelaksanaan pembelajaran, meliputi : a. Membuka Pelajaran

b. Menyampaikan Materi Pembelajaran

90 Utia Virli Susanti dan Arbi Yasin, "Metode Pembiasaan dalam Perkembangan Moral dan Nilai-nilai Agama Terhadap Perilaku Belajar Anak, Qurroti: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Vol. II No.2 oktober 2020 e ISSN:2721-1509, h.253.

91 Nasution,S. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar-Mengajar (Jakarta: Bina Aksara 1990), h.7.

92 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: PT.Rajagrafindo Persada), h.10.

93 Lilis seri Nurlaela, Ketrampilan Membuka dan Menutup Pembelajaran Pada Kelas Atas di MI Muhammadiyah Ajibarang Kulon, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, IAIN Purwokerto, 2020. Hlm.17-18

c. Menutup Pembelajaran.

Di samping itu dikemukakan juga tahapan pelaksanaan pembelajaran itu, yaitu :

a. Pengelolaan dan pengendalian kelas b. Penyampaian informasi

c. Penggunaan tingkah laku verbal dan non verbal d. Merangsang tanggapan balik dari anak didik e. Mempertimbangkan prinsip-prinsip belajar f. Mendiagnosis kesulitan belajar

g. Mempertimbangkan perbedaan individual h. Mengevaluasi kegiatan interaksi.94

Dokumen terkait