ASPEK PELAYANAN UMUM
2) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
formal dan meningkatnya pekerja informal.
menjelaskan lebih rinci siapa penerima manfaat program dan kegiatan bagi laki-laki maupun perempuan.
b. Persentase Perempuan Korban Kekerasan yang Mendapatkan Layanan Komprehensif.
Indikator ini bertujuan untuk melihat besarnya cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkan pelayanan kesehatan secara komprehensif di Kabupaten Purworejo. Secara umum, cakupan penanganan sudah mencapai 100%. Namun, data yang ada bersifat fluktuatif, pada tahun 2019 mengalami peningkatan yang signifikan. Kemudian pada tahun 2021 dan 2022 mengalami penurunan dan semua kasus tersebut telah mendapatkan penanganan oleh petugas kesehatan yang ada. Seiring pelayanan yang semakin baik maka tingkat penyelesaian kasus yang terlayani pun semakin meningkat. Selain itu ketika melakukan sosialisasi ke masyarakat tingkat kesadaran masyarakat untuk melapor juga mengalami peningkatan.
Tabel 82. Persentase Perempuan Korban Kekerasan yang Mendapatkan Layanan Komprehensif Tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah perempuan korban kekerasan yang mendapatkan layanan komprehensif
32 65 26 42 36
2 Jumlah seluruh perempuan korban kekerasan
32 65 26 42 36
3 Persentase Perempuan Korban Kekerasan yang Mendapatkan Layanan Komprehensif
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: DPPPAPMD Kabupaten Purworejo, 2022
Berdasarkan data di atas, jumlah perempuan korban kekerasan di Kabupaten Purworejo pada tahun 2022 sejumlah 36 orang. Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan pada tahun 2021 sejumlah 42 orang. Jumlah perempuan korban kekerasan tertinggi pada tahun 2019 sejumlah 65 orang. Layanan dan jenis layanan yang harus didapatkan seorang perempuan korban kekerasan hanya dapat dilakukan oleh pendamping atau manajer kasus setelah melalui proses asesmen mendalam dan bersifat subyektif serta kasuistik. Dengan kata lain, jumlah dan jenis layanan yang diberikan oleh unit pelayanan sangat bergantung pada kebutuhan korban, kompleksitas permasalahan yang dihadapi dan tingkat resiliensi korban.
c. Persentase Layanan Pemenuhan Hak Anak
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 yang merupakan perubahan atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menyatakan bahwa setiap anak memiliki hak yang merupakan bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi, dan
dipenuhi tidak hanya oleh orang tua dan keluarga tetapi juga oleh masyarakat, negara, pemerintah, dan pemerintah daerah.
Indikator layanan pemenuhan hak anak merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo dalam mewujudkan komitmen dalam memenuhi haka nak di Kabupaten Purworejo. Berikut merupakan data layanan pemenuhan hak anak di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022.
Tabel 83. Persentase Layanan Pemenuhan Hak Anak Tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah layanan pemenuhan hak anak
800 810 830 830 835
2 Jumlah seluruh layanan pemenuhan hak anak
1000 1000 1000 1.000 1.000
3 Persentase Layanan Pemenuhan Hak Anak
80,00% 81,00% 83,00% 83,00% 83,50%
Sumber: DPPPAPMD Kabupaten Purworejo, 2022
Data di atas menunjukkan bahwa dari tahun 2018-2022 jumlah layanan pemenuhan hak anak di Kabupaten Purworejo selalu mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Purworejo mempunyai komitmen untuk meningkatkan pemenuhan hak anak. Sejak tahun 2015 Kabupaten Purworejo selalu meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak.
Diawali dari pratama selama 4 kali dan madya 2 kali terturut-turut.
Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Purworejo dengan lembaga masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dalam rangka pemenuhan hak anak dinilai relatif baik. Kebijakan Kabupaten Layak Anak merupakan tanggung jawab publik terhadap pelaksanaan konstitusi UUD 1945 yang mengamanatkan kepada Pemerintah Daerah untuk memberikan hak anak untuk memberikan kelangsungan hidup tumbuh dan berkembang, serta dapat perlindungan dari kekerasan dan kemiskinan.
d. Persentase Anak Memerlukan Perlindungan Khusus yang Mendapatkan Layanan Komprehensif.
Indikator ini bertujuan untuk melihat besarnya cakupan anak korban kekerasan yang mendapatkan pelayanan kesehatan secara komprehensif di Kabupaten Purworejo. Secara umum, cakupan penanganan sudah mencapai 100%. Namun, data yang ada bersifat fluktuatif. Pada tahun 2018 sampai dengan tahun 2021 mengalami peningkatan, kemudian pada tahun 2022 mengalami penurunan dan semua kasus tersebut telah mendapatkan penanganan oleh petugas kesehatan yang ada.
Tabel 84. Persentase Anak Memerlukan Perlindungan Khusus yang Mendapatkan Layanan Komprehensif Tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah layanan pemenuhan hak anak
23 24 25 27 20
2 Jumlah seluruh layanan pemenuhan hak anak
28 26 25 27 20
3 Persentase Anak Memerlukan Perlindungan Khusus yang Mendapatkan Layanan Komprehensif
82,14% 92,31% 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber: DPPPAPMD Kabupaten Purworejo, 2023
e. Capaian TPB Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
Capaian TPB bidang pemberdayaan perempuan dan anak di Kabupaten Purworejo tahun 2018-2022 disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 85. Capaian TPB Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah kebijakan yang responsif gender mendukung pemberdayaan perempuan.
(5.1.1*)
3 3 3 1 1
2 Ketersediaan kerangka hukum yang mendorong, menetapkan dan memantau kesetaraan gender dan penghapusan diskriminasi berdasarkan jenis kelamin.
(5.1.1*)
NA NA NA NA NA
3 Proporsi perempuan dewasa dan anak perempuan (umur 15-64) mengalami kekerasan (fisik, seksual, atau emosional) oleh pasangan atau mantan pasangan dalam 12 bulan terakhir. (5.2.1*)
14.61 14.21 14.61 0,048 0,084
4 Prevalensi kekerasan terhadap anak perempuan. (5.2.1*(a))
N/A N/A N/A N/A 0,021
5 Proporsi perempuan dewasa dan anak perempuan (umur 15-64 tahun)
mengalami kekerasan seksual oleh orang lain selain pasangan dalam 12 bulan terakhir. (5.2.2*)
0.0055 0.0025 0.0055 0.0055 0,058
6 Persentase korban kekerasan terhadap perempuan yang mendapat layanan komprehensif. (5.2.2.(a))
100 100 100 100 19,44
7 Proporsi perempuan umur 20-24 tahun yang berstatus kawin atau berstatus hidup bersama sebelum umur 15 tahun dan sebelum umur 18 tahun. (5.3.1*)
1.48 1.05 1.05 1.05 0
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
8 Median usia kawin pertama perempuan pernah kawin umur 25-49 tahun. (5.3.1.(a))
N/A N/A N/A N/A N/A
9 Ketersediaan sistem untuk melacak dan membuat alokasi umum untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
(5.c.1*)
0 0 0 0 0
Sumber: DPPPAPMD Kabupaten Purworejo, 2022 3) Pangan
Skor Pola Pangan Harapan (PPH) didefinisikan sebagai komposisi kelompok pangan utama yang bila dikonsumsi dapat memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi lainnya. PPH berguna sebagai instrument sederhana untuk menilai baik situasi ketersediaan maupun situasi konsumsi pangan, berupa jumlah dan komposisi pangan menurut kelompok pangan secara agregat.
Tabel 86. Capaian Kinerja Sasaran Daerah yang Terkait Urusan Pangan Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1 Skor Pola Pangan Harapan (Skor PPH) 86,90 85,80 87,40 90,60 91,10 2 Ketersediaan Pangan Utama 296,08 287,06 297,01 296,31 295,96 Sumber: DKPP Kabupaten Purworejo, 2023
Berdasarkan data di atas, skor PPH Kabupaten Purworejo sebagai salah satu indikator daerah pada urusan pangan meningkat dari tahun 2018 hingga tahun 2022. Meskipun demikian, peningkatan ini belum signifikan untuk mencapai target nasional yang tercantum dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dimana ditargetkan mencapai 95,2 pada tahun 2024. Dengan demikian, perlu dilakukan upaya tambahan untuk mencapai target tersebut.
Berbicara terkait ketahanan pangan, Badan Pangan Nasional mengukur indeks ketahanan pangan tiap tiap kabupaten dan kota di Indonesia sejak tahun 2018. Berikut Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Purworejo dari tahun 2018-2022.
Gambar 29. Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022 Sumber: https://fsva.badanpangan.go.id/, 2023
Berdasarkan data indeks ketahanan pangan tersebut, Kabupaten Purworejo dari tahun 2018 hingga tahun 2022 selalu meningkat ketahanan pangannya dan berada pada prioritas 6 yakni merupakan kabupaten dengan kelompok ketahanan paling baik di Indonesia. Sedangkan jika dirinci per kecamatan, diketahui bahwa Kecamatan Kaligesing merupakan kecamatan paling rentan rawan pangan di Kabupaten Purworejo.
Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan/Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) yang disusun oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo pada tahun 2014 terdapat 45 desa rawan/ rentan pangan. Penyusunan FSVA selanjutnya dilakukan pada tahun 2020 hingga tahun 2022. Berikut penanganan desa rawan/ rentan pangan di Kabupaten Purworejo dari tahun 2018-2022.
Tabel 87. Penanganan Desa Rawan/ Rentan Pangan di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1. Desa Rawan/ Rentan Pangan 45 45 147 109 109
2. Desa Rawan/ Rentan Pangan yang Tertangani
9 6 13 6 8
3. Persentase Penanganan Desa
Rawan/Rentan Pangan 20,00 13,33 8,84 5,50 7,34
Sumber: DKPP Kabupaten Purworejo, 2023
Penanganan desa rawan/rentan pangan tersebut dilakukan dengan menyalurkan cadangan pangan pada desa rawan pangan untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat. Selain penyaluran cadangan pangan, pada desa-desa tersebut juga dilakukan pendampingan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan.
2018 2019 2020 2021 2022
Indeks Ketahanan Pangan 78,63 82,6 82,85 83,28 84,48
74 76 78 80 82 84 86
Indeks Ketahanan Pangan
Pada tahun 2022, dilakukan penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan/ yang mengacu pada panduan dari Badan Ketahanan Pangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 109 desa atau 19,85% termasuk dalam kategori rentan pangan (prioritas 1-3) di Kabupaten Purworejo, sedang sisanya merupakan kategori tahan (prioritas 4-6). Berikut hasil analisis FSVA di Kabupaten Purworejo pada tahun 2022.
Tabel 88. Analisis FSVA di Kabupaten Purworejo Tahun 2022
No Prioritas Jumlah Desa Persentase (%)
1 2 3 4
1 Prioritas 1 (Sangat Rentan) 9 1,82
2 Prioritas 2 (Rentan) 45 9,11
3 Prioritas 3 (Agak Rentan) 55 11,13
4 Prioritas 4 (Agak Tahan) 74 14,58
5 Prioritas 5 (Tahan) 188 38,06
6 Prioritas 6 (sangat tahan) 123 24,90
Sumber: Dokumen FSVA Kabupaten Purworejo Tahun 2022
Gambar 30. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Kabupaten Purworejo Tahun 2022 Sumber: Dokumen FSVA Kabupaten Purworejo Tahun 2022
Peta di atas menunjukkan bahwa desa rentan/rawan pangan yang berada di prioritas 1,2, dan 3 didominasi pada wilayah-wilayah perbatasan dataran tinggi. Prioritas 1 paling banyak berada di Kecamatan Bruno. Desa-desa yang dalam posisi prioritas 1-3 merupakan desa-desa dengan rasio lahan baku sawah yang rendah, daya beli masyarakat yang rendah, memiliki lokasi
yang cukup jauh dari pusat kota, dan mengalami kendala untuk mendapatkan akses air bersih.
Selanjutnya, capaian indikator kinerja pembangunan daerah urusan pangan di Kabupaten Purworejo pada tahun 2018-2022 selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 89. Capaian Kinerja Pembangunan Daerah Urusan Pangan di Kabupaten Purworejo tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1 Jumlah Lumbung Pangan yang Dibangun (unit)
30 32 32 34 37
2 Persentase Ketersediaan Pangan Utama (%)
296,08 287,06 288,87 286,74 341,76 3 Jumlah desa rentan/rawan
pangan yang ditangani (desa)
9 6 13 6 8
4 Jumlah desa rentan/rawan pangan
45 45 147 109 109
5 Persentase Pangan Segar Aman (%)
100,00 100,00 100,00 100,00 96,36 Sumber: DKPP Kabupaten Purworejo, 2023