ASPEK PELAYANAN UMUM
4) Perumahan dan Kawasan Permukiman
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman mengamanatkan kepada pemerintah untuk menjamin masyarakat untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Pemerintah juga bertanggung jawab melindungi segenap masyarakat melalui penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman agar masyarakat mampu bertempat tinggal serta menghuni rumah yang layak dan terjangkau di dalam perumahan yang sehat, aman, harmonis, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu pemerintah perlu lebih berperan dalam menyediakan dan memberikan kemudahan dan bantuan perumahan dan kawasan permukiman bagi masyarakat melalui penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman yang berbasis kawasan.
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, juga diamanatkan bahwa urusan perumahan rakyat dan Kawasan permukiman menjadi salah satu urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Sub urusan perumahan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah kabupaten/kota diantaranya : a). Penyediaan dan rehabilitasi rumah korban bencana kabupaten/kota; b). Fasilitasi penyediaan rumah bagi masyarakat yang terkena relokasi program Pemerintah Daerah kabupaten/kota; c). Penerbitan izin pembangunan dan pengembangan perumahan; dan d). Penerbitan sertifikat kepemilikan bangunan gedung (SKBG).
a. Perumahan
Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah yang Layak Huni Korban Bencana Kabupaten dan Relokasi Program Pemerintah di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 62. Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah yang Layak Huni Korban Bencana Kabupaten dan Relokasi Program Pemerintah di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1 Persentase Penyediaan dan Rehabilitasi Rumah yang Layak Huni Korban Bencana Kabupaten dan Relokasi Program
Pemerintah
N/A N/A 100% 100% 100%
2 Jumlah unit rumah korban bencana yang ditangani
N/A N/A 78 11 6
3 Jumlah total rencana unit rumah korban N/A N/A 78 11 6
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
bencana yang akan ditangani
Sumber: Dinperkimtan Kabupaten Purworejo, 2023
Sedangkan persentase Masyarakat yang Terkena Relokasi akibat Program Pemerintah Kabupaten yang Memperoleh Fasilitas Penyediaan Rumah Layak Huni di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 63. Persentase Masyarakat yang Terkena Relokasi akibat Program Pemerintah Kabupaten yang Memperoleh Fasilitas Penyediaan Rumah Layak Huni di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-
2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1 Persentase Masyarakat yang Terkena Relokasi akibat Program Pemerintah Kabupaten yang Memperoleh Fasilitas Penyediaan Rumah Layak Huni
0% 0% 0% 100% 0%
2 Jumlah rumah tangga penerima layanan yang tertangani
0 0 0 9 0
3 Jumlah total rumah tangga terkena relokasi program pemerintah daerah yang memenuhi kriteria penerima layanan
0 0 0 9 0
Sumber: Dinperkimtan Kabupaten Purworejo, 2023
Kegiatan relokasi masyarakat akibat program pemerintah daerah hanya dilakukan pada tahun 2021, yaitu akibat adanya program penanganan kumuh skala kawasan (National Slum Upgrading Program/NSUP). Pada tahun 2022 tidak ada lagi kegiatan relokasi masyarakat akibat program pemerintah. Sedangkan persentase jumlah rumah susun, rumah khusus yang terbina di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 64. Persentase Jumlah Rumah Susun, Rumah Khusus yang Terbina di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1 Persentase jumlah rumah susun, rumah khusus yang terbina
100% 100% 100% 100% 100%
2 Jumlah rumah susun yang dibina 1 1 1 1 1
3 Jumlah rumah susun yang ada 1 1 1 1 1
Sumber: Dinperkimtan Kabupaten Purworejo, 2023
Persentase Ijin Pembangunan dan Pengembangan Perumahan Terbit yang Diajukan Pemohon di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 65. Persentase Ijin Pembangunan dan Pengembangan Perumahan Terbit yang Diajukan Pemohon di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1 Persentase Ijin Pembangunan dan Pengembangan Perumahan Terbit yang Diajukan Pemohon
100% 90,32% 92,19% 89,80% 100%
2 Jumlah izin perumahan yang diterbitkan
31 56 59 44 46
3 Jumlah izin pembangunan perumahan yang diajukan
31 62 64 49 46
Sumber: Dinperkimtan Kabupaten Purworejo, 2023
Terdapat 2 (dua) jenis layanan bidang perumahan dan permukiman yang harus dipenuhi Kabupaten Purworejo dalam rangka mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM), antara lain penyediaan dan rehabilitasi rumah yang layak huni bagi korban bencana kabupaten/kota, dan fasilitasi penyediaan rumah yang layak huni bagi masyarakat yang terkena relokasi program pemerintah daerah kabupaten/kota.
Untuk penyedian dan rehabilitasi rumah yang layak huni bagi korban bencana nilainya stabil dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2022 yaitu sebesar 100%. Akan tetapi untuk fasilitasi penyediaan rumah yang layak huni bagi masyarakat yang terkena relokasi program pemerintah daerah nilainya dalam 2 tahun terakhir cenderung turun. Pada tahun 2021 capaiannya sebesar 100%, sedangkan pada tahun 2022 capaiannya sebesar 0%. Hal tersebut diakibatkan karena pada tahun 2022 tidak ada kegiatan fasilitasi penyediaan rumah yang layak huni bagi masyarakat yang terkena relokasi program pemerintah. Berikut tabel capaian SPM Bidang Perumahan dan Permukiman Kabupaten Purworejo.
Tabel 66. Capaian SPM Bidang Perumahan dan Permukiman Kabupaten Purworejo Tahun 2021-2022
No Jenis Layanan Indikator Tahun
2021 2022
1 2 3 4 5
1 Penyediaan dan Rehabiitasi Rumah yang Layak Huni Bagi Korban Bencana Kabupaten/Kota
Jumlah Rumah Korban Bencana Yang Berhak Memperoleh Rumah Layak Huni
100% 100%
2 Fasilitasi Penyediaan Rumah Yang Layak Huni Bagi Masyarakat Yang Terkena Relokasi Program Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
Jumlah Warga Negara yang terkena relokasi akibat program Pemerintah Daerah kabupaten/kota yang memperoleh fasilitasi penyediaan rumah yang layak huni
100% 0%
Sumber: Dinperkimtan Kabupaten Purworejo, 2023
SPM penyediaan dan rehabilitasi rumah yang layak huni bagi korban bencana kabupaten dicapai melalui optimalisasi Rehabilitasi rumah bagi korban bencana, Pembangunan kembali rumah bagi korban bencana, Pembangunan baru di lokasi baru/relokasi bagi korban bencana, serta Bantuan akses rumah sewa layak huni bagi korban bencana. Sementara itu, SPM fasilitasi
penyediaan rumah yang layak huni bagi masyarakat yang terkena relokasi program pemerintah daerah kabupaten dicapai melalui optimalisasi Fasilitasi penggantian hak atas penguasaan tanah dan/atau bangunan, Subsidi uang sewa, serta Penyediaan rumah layak huni.
Selain permasalahan terkait penyediaan perumahan khususnya bagi masyarakat yang terkena bencana dan relokasi program pemerintah, penyediaan rumah tidak layak huni juga menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Kabupaten Purworejo. Masih banyaknya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang belum mempunyai Rumah Layak Huni menjadi pekerjaan yang harus segera diselesaikan oleh Pemkab Purworejo, yang tentu saja hal tersebut membutuhkan upaya yang besar.
Untuk rumah tidak layak huni yang berada di Kawasan kumuh akan ditangani melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Perumahan. Akan tetapi untuk RTLH, yang berada di luar kawasan kumuh harus ada program pemerintah yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah salah satunya yaitu penyediaan Rumah Layak Huni melalui pendanaan APBD. Persentase pengurangan rumah tidak layak huni di luar Kawasan kumuh di Kabupaten Purworejo tahun 2018-2022 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 67. Persentase Pengurangan Rumah Tidak Layak Huni di Luar Kawasan Kumuh di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-222
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1
Persentase pengurangan rumah tidak layak huni di luar Kawasan kumuh
13,86% 12,08% 10,84% 10,80% 10,28%
2 Jumlah RTLH di luar kawasan kumuh berdasarkan SK Bupati
25.883 22.565 20.650 20.564 19.571 3 Jumlah rumah di luar kawasan
kumuh 186.801 186.801 190.429 190.429 190.429
Sumber: Dinperkimtan Kabupaten Purworejo, 2023 b. Kawasan Permukiman
Salah satu permasalahan bidang perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Purworejo adalah masih tingginya luasan kawasan kumuh. Permukiman kumuh merupakan salah satu permasalahan kompleks di perkotaan yang mencakup persoalan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Demikian juga yang terjadi di Kabupaten Purworejo. Berdasarkan SK Bupati Nomor 160.18/526/2020 Tentang Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Di Kabupaten Purworejo), terdapat 126,811 (Seratus dua puluh enam koma delapan ratus sebelas) Ha luasan kawasan kumuh di Kabupaten Purworejo yang tersebar di 7 (tujuh) kelurahan yaitu Kelurahan Kutoarjo, Kelurahan Purworejo, Kelurahan Mranti, Kelurahan Pangen Juru Tengah, Kelurahan Baledono, Kelurahan Pangerejo dan Kelurahan Keseneng. Luasan Kawasan kumuh per
kelurahan di Kabupaten Purworejo dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 68. Luasan Kawasan Kumuh Berdasarkan SK No. 60.18/526/2020
No Kelurahan Luasan SK Kumuh 2020
1 2 3
1 Pangenrejo 7,899
2 Mranti 4,390
3 Baledono 13,504
4 Purworejo 10,00
5 Keseneng 2,800
6 Pangenjurutengah 39,300
7 Kutoarjo 48,918
Luas Total 126,811
Sumber : Dinperkimtan, 2023
Sedangkan persebaran peta kawasan kumuh di Kabupaten Purworejo dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 26. Peta Kawasan Kumuh Di Kabupaten Purworejo Sumber: Dokumen RP2KPKPK, 2021
Kawasan kumuh perkotaan Purworejo terdiri dari kawasan kumuh yang ada di Perkotaan Purworejo dan Perkotaan Kutoarjo. Berikut adalah gambaran dan identifikasi terkait permukiman kumuh perkotaan Purworejo secara lebih rinci.
Tabel 69. Kawasan Kumuh Perkotaan Purworejo dan Kutoarjo N
o Nama Desa Wilayah Mikro Perencanan Luas (Ha)
1 2 3 4
Kecamatan Purworejo
1 Kel Pangenrejo RT 01 /RW II 7,899
RT 02 /RW V
N
o Nama Desa Wilayah Mikro Perencanan Luas (Ha)
1 2 3 4
RT 01, 02/ RW VI
2 Kel Mranti RT 03, 04 / RW III 4,390
3 Kel Baledono RT 02, 03 ,05, 06, 07 / RW IV 13,504
RT 01, 02, 03, 04 / RW V
RT 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07, 08 / RW VII RT 03, 04, 05 / RW VIII
4 Kel Purworejo RT 02 / RW I 10,000
RT 01 / RW IX
RT 01,02,03,06 / RW XII RT 02 /RW XIII
5 Kel Keseneng RT 01,04/RW I 2,800
6 Kel Pangenjurutengah RT 01, 02, 03 / RW IV 39,300
RT 01, 02, 03 / RW V
Luas Kawasan Kumuh Kecamatan Purworejo 88,13
Kecamatan Kutoarjo
1 Kel Kutoarjo RT 01, 02, 03, 04 / RW I 48,918
RT 01, 02, 03 / RW II RT 01, 02, 03, 04 / RW III RT 01, 02, 03, 04, 05 / RW XI RT 01, 02, 03, 04 / RW XII
Luas Kawasan Kumuh Kecamatan Kutoarjo 48,918
Total Luas Kawasan Kumuh Perkotaan Purworejo 126,811
Sumber: SK Bupati Nomor 160.18/526/2020
Kawasan kumuh di Kecamatan Kutoarjo seluas 48,918 Ha sudah ditangani melalui kegiatan penanganan kumuh skala kawasan pada tahun 2021-2022 melalui pendanaan dari National Slum Upgrading Program (NSUP). Persentase Kawasan Permukiman Kumuh di Kabupaten Purworejo periode Tahun 2018-2022 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 70. Persentase Luas Kawasan Kumuh 10-15 ha yang Ditangani di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2018 2019 2020 2021 2022
1 2 3 4 5 6 7
1 Persentase Luas Kawasan
Kumuh yang ditangani 34,37% 47,07% 26,26% 45,98% 90,70%
2 Luas Kawasan kumuh di bawah 10 ha yang ditangani (ha)
67,85 92,93 33,308 58,313 115,022 3 Luas Kawasan kumuh di bawah
10 ha (ha)
197,41 197,41 126,811 126,811 126,811 Sumber: Dinperkimtan Kabupaten Purworejo, 2023
Persentase penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh mulai tahun 2018 sampai dengan tahun 2019 selalu mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, capaiannya sebesar 34,37% meningkat menjadi 47,07% pada tahun 2019. Akan tetapi pada tahun 2020, Ketika luasan Kawasan kumuh di Kabupaten Purworejo sebesar 104,48 ha, karena kurangnya kegiatan pencegahan untuk muncul dan tumbuh berkembangnya permukiman kumuh baru, akhirnya pada tahun 2020, luasan permukiman kumuh di Kabupaten Purworejo naik kembali menjadi
126,811 ha dan telah dilegal formalkan dengan menggunakan SK Bupati Purworejo. Pada tahun 2020-2022 terjadi tren peningkatan penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh di Kabupaten Purworejo. Pada tahun 2018 terdapat penanganan sebesar 33,308 ha permukiman kumuh (26,26%); naik kembali di tahun 2021 sebesar 58,313 ha (45,98%) dan meningkat kembali di tahun 2022 sebesar 115,022 ha atau sebesar 90,70%.
Adapun rincian intervensi penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh per kelurahan di Kabupaten Purworejo pada tahun 2022 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 71. Rincian Intervensi Penanganan Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh per Kelurahan di Kabupaten Purworejo Tahun 2022
No. Kecamatan Desa/
Kelurahan
Luas Kumuh Awal (Ha)
Capaian Pengurangan Kumuh
s/d 2022(Ha)
Sisa Luasan Kumuh Akhir Tahun 2022 (Ha)
1 2 3 4 5 6
1 Kutoarjo Kutoarjo 48,918 46,991 1,927
2 Purworejo Purworejo 10,000 9,159 0,841
3 Purworejo Pangen Juru Tengah
39,300 39,3 0
4 Purworejo Baledono 13,504 8,75 4,754
5 Purworejo Keseneng 2,800 0 2,800
6 Purworejo Mranti 4,390 2,923 1,467
7 Purworejo Pangenrejo 7,899 7,899 0
TOTAL 126,811 115,02 11,789
Sumber: Dinperkimtan Kabupaten Purworejo, 2023
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan capaian penanganan permukiman kumuh di Kabupaten Purworejo masih rendah diantaranya:
● Penanganan kawasan kumuh di Kabupaten Purworejo terkendala pada penanganan kawasan kumuh berdasarkan luasan, dimana kawasan kumuh dengan luas > 15 ha menjadi kewenanganan pusat, kawasan kumuh 10 ha-15 ha menjadi kewenangan provinsi dan kawasan kumuh dengan luasan < 10 ha menjadi kewenangan kabupaten.
● Penanganan kumuh dengan menggunakan dana dari Pemerintah Pusat melalui APBN selama ini diintervensi melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang hanya terdapat di Kecamatan Kutoarjo, sedangkan Kecamatan Purworejo tidak pernah mendapatkan Program KOTAKU. Selain itu Program KOTAKU di Kabupaten Purworejo sudah berakhir di tahun 2020.
● Selain Program KOTAKU terdapat program lain dari sumber pendanaan APBN untuk penanganan kawasan kumuh yaitu penanganan kumuh skala kawasan dan DAK integrasi.
Akan tetapi proses untuk mendapatkannya sangat sulit karena harus berkompetisi dengan ratusan kabupaten/kota di Indonesia, dimana tiap tahun hanya terpilih 10 kabupaten/kota.
● Tidak adanya pendanaan dari APBD Provinsi dalam intervensi penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh dengan luasan 10-15 ha.
● Dalam upaya intervensi penanganan kumuh masih sering terkendala pada aspek legalitas lahan sehingga tidak jadi dilaksanakan, misalnya untuk proses Konsolidasi Lahan (Land Consolidation).
● Masyarakat yang tinggal di slum area enggan untuk pindah karena mereka sudah merasa nyaman dan secara turun temurun tinggal di permukiman kumuh.
c. Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU)
PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas umum) merupakan kelengkapan fisik untuk mendukung terwujudnya perumahan yang sehat, aman dan terjangkau. Dengan demikian ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum merupakan kelengkapan dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pengembangan perumahan dan kawasan permukiman. Persentase jumlah perumahan yang sudah dilengkapi Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) di Kabupaten Purwoejo Tahun 2018-2022 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 72. Persentase Jumlah Perumahan yang Sudah Dilengkapi Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU) di Kabupaten Purwoejo Tahun 2018-2022
No Uraian Tahun
2017 2018 2019 2020 2021
1 2 3 4 5 6 7
1 Persentase jumlah perumahan yang sudah dilengkapi Prasarana Sarana dan Utilitas Umum (PSU)
91,14% 91,14% 92,93% 92,93% 94,67%
2 Jumlah rumah yang telah dilengkapi dengan PSU
184.195 184.195 187.823 187.823 191.333
3 Jumlah rumah 202.106 202.106 202.106 202.106 202.106
Sumber: Dinperkimtan Kabupaten Purworejo, 2023
5) Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat