• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASPEK PELAYANAN UMUM

1) Tenaga Kerja

Penyediaan perbekalan Kesehatan, Pemberian bimbingan fisik, mental spiritual dan sosial, Pemberian bimbingan sosial kepada keluarga penyandang disabilitas lanjut usia terlantar, Fasilitas pembuatan Nomor Induk Kependuduk, Kartu Tanda Penduduk, Akta Kelahiran, Surat Nikah dan/atau Kartu Identitas Anak, Akses ke layanan pendidikan dan kesehatan dasar, Pemberian pelayanan penelusuran keluarga, Pemberian pelayanan reunifikasi keluarga,serta Layanan rujukan.

SPM rehabilitasi sosial dasar tuna sosial khususnya gelandangan dan pengemis di luar panti sosial dicapai melalui optimalisasi Penyediaan layanan kedaruratan bagi daerah yang belum memiliki kendaraan khusus layanan rehabilitasi sosial dasar diluar panti dan tidak mampu melakukan pengadaan kendaraan baru, Penyediaan permakanan, Penyediaan sandang, Penyediaan alat bantu, Penyediaan perbekalan kesehatan, Pemberian bimbingan fisik, mental spiritual dan sosial, Pemberian bimbingan sosial kepada keluarga penyandang disabilitas gelandangan dan pengemis terlantar, Fasilitas pembuatan Nomor Induk Kependuduk, Kartu Tanda Penduduk, Akta Kelahiran, Surat Nikah dan/atau Kartu Identitas Anak, Akses ke layanan pendidikan dan kesehatan dasar, Pemberian pelayanan penelusuran keluarga, Pemberian pelayanan reunifikasi keluarga, Layanan rujukan, Penyediaan layanan kedaruratan bagi daerah yang belum memiliki kendaraan khusus layanan rehabilitasi sosial dasar diluar panti dan mampu melakukan pengadaan kendaraan baru dan pembiayaan pemeliharaan, Layanan data dan pengaduan, serta Penyediaan layanan kedaruratan bagi daerah yang sudah memiliki kendaraan khusus layanan rehabilitasi sosial dasar diluar panti

SPM perlindungan dan jaminan sosial pada saat dan setelah tanggap darurat bencana bagi korban bencana daerah kabupaten dicapai melalui Penyediaan permakanan, Penyediaan sandang, Penyediaan tempat penampungan pengungsi, Penanganan khusus bagi kelompok rentan, serta Pelayanan dukungan psikososial.

4.2. Fokus Layanan Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar

Analisis kinerja pada urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar terdiri dari bidang urusan:

Pada tahun 2022, penduduk usia kerja meningkat dari tahun 2021 namun jumlah Angkatan Kerja menurun dari tahun 2021. Sejalan dengan hal tersebut, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami penurunan. TPAK menunjukkan besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi pada suatu daerah, TPAK di Kabupaten Purworejo pada tahun 2022 menurun menjadi 72,38 persen. Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Purworejo pada tahun 2022 meningkat menjadi 4,45 persen. Hal ini menunjukkan bahwa dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 4-5 orang menganggur.

Penurunan jumlah angkatan kerja yang dibarengi dengan penurunan jumlah penduduk yang bekerja mengakibatkan angka TPT meningkat. Hal ini disebabkan pula dengan tidak seimbangnya jumlah kesempatan kerja yang tersedia dibandingkan jumlah Angkatan Kerja.

Tabel 77. Indikator Makro yang Terkait Kinerja Urusan Tenaga Kerja

No Komponen 2018 2019 2020 2021 2022

1 2 3 4 5 6 7

1 Jumlah Penduduk Usia Kerja (jiwa)

554.788 558.360 563.729 566.620 569.380

2 Jumlah Angkatan Kerja (jiwa)

369.680 371.994 394.887 415.299 412.130

3 Jumlah Penduduk Bekerja (jiwa)

352.989 360.965 378.951 400.401 393.780

4 Jumlah Penduduk Bukan Angkatan Kerja (jiwa)

185.108 186.366 168.842 151.330 157.250

5 Pengangguran (jiwa) 16.691 11.029 15.936 14.890 18.350 6 Tingkat Pengangguran

Terbuka (TPT) (%)

4,51 2,96 4,04 3,59 4,45

7 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) (%)

66,63 66,62 70,05 73,29 72,38

• Laki-laki 78,52 81,73 80,40 84,49 83,96

• Perempuan 55,35 52,30 60,14 62,57 61,29

8 Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) (%)

95,49 97,04 95,96 96,41 95,54

Sumber: BPS Kabupaten Purworejo, 2023

Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) Kabupaten Purworejo pada tahun 2022 menurun dibandingkan tahun 2021 sejalan dengan menurunnya TPAK dan naiknya TPT pada tahun 2022.

Penurunan TKK dan TPAK memberikan indikasi adanya penurunan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Persentase pencari kerja yang ditempatkan di Kabupaten Purworejo pada kurun waktu tahun 2018-2022 cenderung meningkat. Pencari kerja terdaftar diperoleh berdasarkan data pemohon kartu kuning atau kartu tanda pencari kerja yang sering disebut pula dengan kartu AK1. Pemilik kartu AK1 secara otomatis akan terdaftar di Dinas Perindustrian, Transmigrasi dan Tenaga Kerja sehingga bila sewaktu-waktu ada informasi lowongan kerja, maka pihak dinas akan memprioritaskan pemilik kartu AK1 untuk mendapatkan informasi. Dinperintransnaker juga akan mempromosikan pemilik kartu AK1 kepada perusahaan-perusahaan yang mencari karyawan baru melalui Dinperintransnaker. Adapun data jumlah pencari kerja terdaftar dan ditempatkan melalui layanan antar kerja di Kabupaten Purworejo dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.

Tabel 78. Persentase Pencari Kerja yang Ditempatkan Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022 No Tahun

Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar

(jiwa)

Jumlah Pencari Kerja yang Ditempatkan

(jiwa)

Persentase Pencari Kerja yang DItempatkan

(persen)

1 2 3 4 5

1 2018 7.783 2.669 34,29

2 2019 8.345 2.951 35,36

3 2020 6.346 3.097 24,58

4 2021 6.389 3.097 48,47

5 2022 5.102 2.526 49,51

Sumber: Dinperintransnaker, 2023

Berdasarkan data di atas, menunjukkan terjadinya tren penurunan pencari kerja yang melakukan permohonan AK1 yang mencapai angka terendah pada tahun 2022. Disamping itu, pencari kerja yang ditempatkan juga menurun dan mencapai jumlah terendah pada tahun 2022.

Hal ini juga selaras dengan meningkatnya angka pengangguran yang ada di Kabupaten Purworejo pada tahun 2022.

Selanjutnya, capaian indikator kinerja pembangunan daerah urusan tenaga kerja di Kabupaten Purworejo pada tahun 2018-2022 selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 79. Capaian Kinerja Urusan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022

No Uraian Tahun

2018 2019 2020 2021 2022

1 2 3 4 5 6 7

1 Persentase Rencana Tenaga Kerja yang Disusun

0,00 100,00 0,00 0,00 100,00 2 Persentase Pencari Kerja yang Memiliki

Kompetensi

71,44 97,90 70,07 45,34 90,44 3 Persentase Peningkatan Produktivitas

Tenaga Kerja

0,00 0,00 0,00 0,00 1,56

4 Persentase Pencari Kerja yang Ditempatkan melalui Mekanisme

34,29 35,36 24,58 48,47 49,51

No Uraian Tahun

2018 2019 2020 2021 2022

1 2 3 4 5 6 7

Layanan Antar Kerja

5 Persentase Sarana Hubungan Industrial dan Syarat Kerja

28,59 29,22 30,16 31,09 46,56 Sumber: Dinperintransnaker, 2023

Pada tahun 2022 dilakukan penyusunan Rencana Tenaga Kerja Daerah Makro Kabupaten Purworejo Tahun 2022-2027 yang menjadi dasar pembangunan ketenagakerjaan bagi setiap sektor perekonomian dalam merumuskan dan mengimplementasikan berbagai kebijakan, startegi dan programnya, sehingga selaras dengan pembangunan ketenagakerjaan. RTKD Makro tersebut menjadi acuan bagi perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Purworejo untuk menyusun RTKD Mikro.

Sedangkan pencari kerja yang memiliki kompetensi cukup fluktuatif tiap tahunnya, dimana indikator ini dipengaruhi oleh kemampuan daerah untuk melatih para pencari kerja yang mendaftar pelatihan. Peningkatan produktivitas tenaga kerja mulai dilakukan pada tahun 2022 yang dimulai dengan melakukan pengukuran produktivitas dan konsultansi produktivitas pada 10 perusahaan yang ada di Kabupaten Purworejo. Dari 640 perusahaan yang ada di Kabupaten Purworejo pada tahun 2022 sekitar 46,56 persen atau 298 perusahaan telah memiliki sarana hubungan industrial dan menerapkan syarat kerja. Capaian ini meningkat tiap tahunnya dari tahun 2018-2022.

Guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi diperlukan peluang kerja yang layak.

Pentingnya kerja layak dalam mencapai pembangunan berkelanjutan disoroti oleh Tujuan 8 yang bertujuan untuk “mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja produktif serta kerja layak untuk semua”. Berikut capaian indikator TPB yang terkait urusan tenaga kerja di Kabupaten Purworejo dari tahun 2018-2022:

Tabel 80. Capaian Indikator TPB Urusan Tenaga Kerja Kabupaten Purworejo dari Tahun 2018-2022

No Uraian Tahun

2018 2019 2020 2021 2022

1 2 3 4 5 6 7

1. Laju pertumbuhan PDRB per tenaga kerja (8.2.1*)

2,18 3,11 -6,28 -2,16 7,06

2. Proporsi lapangan kerja informal sektor non- pertanian, (8.3.1*)

67,72 62,60 67,60 66,01 66,01*

3. Persentase tenaga kerja formal. (8.3.1.(a))

28,25 32,92 26,89 29,79 26,48

4. Persentase tenaga kerja informal sektor pertanian.

4,03 6,00 5,51 4,20 4,20*

No Uraian Tahun

2018 2019 2020 2021 2022

1 2 3 4 5 6 7

(8.3.1.(b))

5. Upah rata-rata per jam pekerja. (8.5.1*)

Rp.

9.831,25

Rp.

10.625,00

Rp.

11.531,25

Rp.

10.591,33

Rp.

10.591,33*

6. Tingkat pengangguran terbuka (8.5.2*)

4,51 2,96 4,04 3,59 4,45

7. Tingkat setengah

pengangguran. (8.5.2.(a))

33,07 36,12 43,92 48,86 48,86*

8. Proporsi peserta Program Jaminan Sosial Bidang Ketenagakerjaan. (10.4.1 (b))

76,98 77,32 81,80 77,78 77,78*

Sumber: Dinperintransnaker & BPS Kabupaten Purworejo, 2023

Gambar 28. Perbandingan Pekerja Informal dan Pekerja Formal di Kabupaten Purworejo Tahun 2018-2022

Sumber: BPS Kabupaten Purworejo, 2023

Diagram di atas menunjukkan kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Purworejo dari tahun 2018 hingga tahun 2022, dimana pada tahun 2019 telah terjadi penurunan pekerja informal pada sektor non pertanian yang kemudian beralih ke pekerja formal. Namun pada masa pandemi covid-19 yang melanda pada tahun 2020, terjadi penurunan pekerja formal dan kenaikan pada pekerja sektor informal. Lesunya perekonomian menyebabkan sektor industri/

perusahaan banyak yang melakukan PHK pekerjanya, sehingga terjadi peningkatan pengangguran, selain itu banyak yang kemudian beralih pada pekerjaan informal. Pada tahun 2021 terjadi penurunan pekerja informal dan meningkatnya pekerja formal. Sedangkan pada tahun 2022 terjadi penurunan jumlah tenaga kerja yang kemudian menyebabkan jumlah pekerja

2018 2019 2020 2021 2022

Formal 99.710 118.822 101.904 119.278 104.260

Informal 253.279 242.143 277.047 281.123 289.520

- 50.000 100.000 150.000 200.000 250.000 300.000 350.000

Formal Informal

formal dan meningkatnya pekerja informal.