• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembiayaan Musyarakah

Dalam dokumen Manajemen Pendanaan dan Jasa Perbankan Syariah (Halaman 178-183)

263

Syariah mengeluarkan biaya akad untuk administrasi dan notaris sebesar Rp250.000,00.

01 /03/2004 Pembiayaan mudharabah jatuh tempo dan PT Citra belum dapat melunasi pembiayaan. 02/03/2004 Ayam pedaging dapat terjual dengan harga setinggi Rp75.000.000,00.

Hal ini disebabkan oleh turunnya harga pasar ayam pedaging. Karena kerugian ini ditanggung oleh PT Citra sebagai mudharib maka kerugian ini ditanggung oleh Bank Muslim Syari‟ah.144

MANAJEMEN PENDANAAN dan JASA PERBANKAN SYARIAH

pembiayaan musyarakah, seperti yang tertera dalam Al-Qur‟an dan Al-hadist, yatu QS. Shaad : 24, dan Hadis “Allah Ta‟ala berfirman,‟Aku pihak ketiga dari dua orang yang berserikat selagi masing-masing dari keduanya tidak mengkhianati yang lain, jika salah seorang dari keduanya mengkhianati yang lain, aku keluar dari keduanya‟.”(Diriwayatkan Abu Daud), serta ijmak Ibnu Qudamah dalam kitabnya, al – Mughni, telah berkata, “kaum muslimin telah berkonsensus terhadap legitimasi musyarakah secara global walaupun terdapat perbedaan pendapat dalam beberapa elemen darinya.” 145 Rukun dan Syarat Pembiayaan Musyarakah

a. Ijab dan Qabul

Ijab dan Qabul harus dinyatakan dengan jelas dalam akad dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1) Penawaran dan permintaan harus jelas dituangkan dalam tujuan akad.

2) Penerimaan dan penawaran dilakukan pada saat kontrak.

3) Akad dituangkan secara tertulis.

b. Pihak yang Berserikat 1) Kompeten.

2) Menyediakan dana sesuai dengan konrak pekerjaan atau proyek usaha.

3) Memiliki hak untuk ikut mengelola bisnis yang sedang dibiayai atau memberi kuasa kepada mitra kerjanya untuk mengelolahnya.

4) Tidak diizinkan mengggunakan dana untuk kepentingan sendiri.

c. Objek Akad 1) Modal

145 Jurnal Islaminomic, Vol. 6 No. 2, Agustus 2015

265

(a) Modal dapat berupa uang tunai atau asset yang dapat dinilai. Bila modal dalam bentuk aset, maka asset ini sebelum kontrak harus dinilai dan disepakati oleh masing-masing mitra.

(b) Modal tidak boleh dipinjamkan atau dihadirkan ke pihak lain.

(c) Pada prinsipnya bank syariah tidak harus minta agunan, akan tetapi untuk menghindari wansprestasi, maka bank syariah diperkenankan meminta agunan dari nasabah atau mitra kerja.

2) Kerja

(a) Partisipasi kerja dapat dilakukan bersama-sama dengan porsi kerja yang tidak harus sama, atau salah satu mitra memberi kuasa kepada mitra kerja lain- lainnya untuk mengelola usahanya.

(b) Kedudukan masing-masing mitra harus tertuang dalam kontrak.146

3) Keuntungan atau Kerugian

(a) Jumlah keuntungan harus dikuantifikasikan.

(b) Pembagian keuntungan harus jelas dan tertuang dalam kontrak. Bila rugi, maka kerugian akan ditanggung oleh masing-masing mitra berdasarkan porsi modal yang diserahkan

Standardisasi akad pembiayaan musyarakahsebagai berikut:

a. Pada setiap permohonan pembiayaan musyarakah baru, bank berketentuan internal diwajibkan untuk menerangkan esensi dari pembiayaan musyarakah serta kondisi penerapannya. Hal yang wajib dijelaskan antara lain

146 Jurnal Islaminomic, Vol. 6 No. 2, Agustus 2015,..Op..Cit....

MANAJEMEN PENDANAAN dan JASA PERBANKAN SYARIAH

meliputi: esensi pembiayaan musyarakah sebagai bentuk kerja sama investasi bank ke nasabah, definisi dan terminologi, profit sharing, atau revenue sharing, keikutsertaan dalam skema penjaminan, terms and conditions, dan tata cara perhitungan bagi hasil.

b. Bank wajib meminta nasabah untuk mengisi formulir permohonan pembiayaan musyarakah, dan pada formulir tersebut wajib diinformasikan mengenai:13

1) Usaha yang ditawarkan untuk dibiayai 2) Jumlah kebutuhan dana investasi 3) Jangka waktu investasi

c. Dalam memproses permohonan pembiayaan musyarakah dimaksud, bank wajib melakukan analisis mengenai:

1) Kelengkapan administrasi yang disyaratkan 2) Aspek hukum

3) Aspek personal

4) Aspek usaha yang meliputi pengelolaan (manajemen), produksi, pemasaran, dan keuangan.

d. Bank menyampaikan tanggapan atas permohonan dimaksud sebagai tanda adanya tahapan penawaran dan penerimaan.

e. Pada waktu penandatanganan akad antara para nasabah dan bank, pada kontrak akad tersebut wajib diinformasikan: 147 1) Tanggal dan tempat melakukan akad

2) Definisi dan esensi pembiayaan musyarakah 3) Usaha yang dibiayai

4) Posisi para nasabah dan bank adalah sebagai pemilik modal

5) Penentuan pihak yang akan mengelola usaha 6) Hak dan kewajiban bank dan para pihak/pengelola 7) Investasi yang ditanamkan, dijamin atau tidak

147 Ascarya, Akad dan Produk Bank Syariah,…… hlm. 235.

267

8) Jumlah uang yang akan disetorkan/diinvestasikan oleh para pihak

9) Jangka waktu pembiayaan

10) Pembagian keuntungan adalah sesuai nisbah bagi hasil yang disepakati, sedangkan pembagian kerugian adalah proporsional sesuai sharing modal masing-masing dan tidak berubah sepanjang jangka waktu investasi yang disepakati

11) Metode penghitungan: profit sharing atau revenue sharing

12) Rumus penghitungan dan faktor-faktor yang mengurangi nilai pendapatan yang akan dibagi

13) Contoh perhitungan bagi hasil

14) Tata cara pembayaran baik penarikan maupun pengembalian dana

15) Kondisi-kondisi tertentu yang akan memengaruhi keberadaan investasi tersebut (terms and conditions) antara lain:

 Biaya pembuatan akad seperti biasa notaris dan pihak yang menanggung

 Biaya operasional menjadi beban modal bersama

 Para pihak dilarang mencairkan dana modal untuk kepentingan sendiri maupun pihak ketiga

 Pengelola harus tunduk pada hukum syariah maupun hukum positif yang berlaku.

16) Definisi atas kondisi force majeur yang dapat dijadikan sebagai dasar acuan bahwa bank tidak akan mengalami kerugian (dirugikan) oleh faktor-faktor yang bersifat spesifik

MANAJEMEN PENDANAAN dan JASA PERBANKAN SYARIAH

17) Lembaga yang akan berfungsi untuk menyelesaikan persengketaan antara bank dengan para nasabah apabila terjadi sengketa. 148

f. Bank dan para pihak wajib menyetorkan dana sebesar nominal yang ditulis dalam formulir permohonan dimaksud, sebagai bukti investasi tunai bukan utang serta menegaskan jumlah investasi yang sesuai dengan proporsi yang disepakati.

g. Dengan asumsi bank adalah sebagai sleeping partner, maka bank wajib melakukan pengawasan atas pengelolaan usaha dimaksud.

h. Bank wajib meminta pengelola untuk melaporkan angka basis bagi hasil (share base) berdasarkan laporan keuangan yang tervalidasi dengan baik.

i. Bank wajib memiliki standar prosedur untuk menetapkan tindakan yang diambil dalam rangka rescheduling kewajiban yang belum terselesaikan. Dalam hal pembiayaan bersifat revenue sharing.

Dalam dokumen Manajemen Pendanaan dan Jasa Perbankan Syariah (Halaman 178-183)