Semua biaya tambahan yang terkait secara langsung dengan pemberian kredit yang ditanggung
2) Penambahan fasilitas - konversi tunggakan bunga
- Penambahan fasilitas diakui sebagai pendapatan bunga yg ditangguhkan.
- pendapatan bunga yg ditangguhkan diamortisasi dan diakui sebagai pendapatan bunga sepanjang kredit termasuk kategori performing.
1)
Modifikasi persyaratan,
Jika nilai tunai < nilai tercatat Db. Kredit yg diberikan (baru)Kr. Kredit yg diberikan (lama)
Db. Beban kerugian restrukturisasi kredit Kr. Penyisihan kerugian kredit
2)
Penambahan fasilitas - konversi tunggakan bunga
Penambahan fasilitas dengan konversi tunggakan bunga Db. Kredit yg diberikan
Kr. Pendapatan bunga yg ditangguhkan
Amortisasi pendapatan bunga yg ditangguhkan selama performing
Db. Pendapatan bunga yg ditangguhkan
▪ Definisi
AYDA adalah aset yang diperoleh BPR, baik melalui pelelangan maupun di luar pelelangan berdasarkan penyerahan sukarela pemilik agunan atau berdasarkan kuasa untuk menjual di luar lelang dari pemilik agunan dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada BPR.(debt to asset swap)
▪ Penyelesaian kredit terkait agunan:
1. Penyerahan agunan sebagai penyelesaian kredit.
Pengambilalihan agunan merupakan penyelesaian kredit.
AYDA dicatat hanya yg berasal dari penyelesaian kredit.
2. Penjualan agunan (bersama atau dengan persetujuan debitur) untuk melunasi kewajiban debitur. Pengambilalihan agunan
Agunan
Perjanjian kredit selesai (penyelesaian kredit)
• Jika hasil penjualan agunan melebihi kewajiban debitur, BPR tidak
mengembalikan kelebihan kepada debitur
• Jika hasil penjualan agunan kurang dari kewajiban debitur, debitur tidak membayar kekurangannnya
• Jika hasil penjualan agunan melebihi kewajiban debitur, BPR
mengembalikan kelebihan kepada debitur
• Jika hasil penjualan agunan kurang dari kewajiban debitur, debitur membayar kekurangannnya
Perjanjian kredit belum selesai (proses penyelesaian kredit)
Nilai kredit > Nilai realisasi neto agunan
AYDA
AYDA = Nilai realisasi neto Kerugian
Nilai kredit < Nilai realisasi neto agunan
AYDA = Nilai kredit Tidak ada keuntungan
Jika AYDA belum terjual, maka minimal setiap akhir tahun dihitung nilai realiasasi neto
▪
Agunan diambil alih sbg penyelesaian kredit (AYDA)
▪ Perjanjian kredit berakhir
▪ BPR tidak berhak atas kekurangan pelunasan dari hasil penjualan agunan yang diambil alih.
▪ BPR tidak berkewajiban membayar kelebihan pelunasan dari hasil penjualan agunan kepada debitur.
▪
Agunan diambil alih sbg bagian proses penyelesaian kredit
▪ Perjanjian kredit belum berakhir
▪ BPR berhak atas tambahan kekurangan pelunasan dari hasil penjualan agunan.
▪ BPR berkewajiban membayar kelebihan pelunasan dari hasil penjualan agunan kepada debitur.
▪
Agunan diambil alih sebagai penyesaian kredit
AYDA > Kredit AYDA < Kredit
Db. Aset yang diambil alih (AYDA)
Kr. Penyisihan kerugian kredit Kr. Krdt yg diberikan – Baki
debet
Db. Krdt yg diberikan – Provisi Kr. Krdt yg diberikan – By.
transaksi
Db. Aset yang diambil alih (AYDA)
Db. Kerugian penyelesaian kredit Kr. Penyisihan kerugian kredit Kr. Krdt yg diberikan – Baki
debet
Db. Krdt yg diberikan – Provisi Kr. Krdt yg diberikan – By.
▪
Agunan diambil alih sebagai penyesaian kredit ..
Penurunan nilai, jika ada:
Db. Kerugian penurunan nilai Kr. AYDA
Pemulihan nilai AYDA:
Db. AYDA
Kr. Keuntungan peningkatan nilai (max = penurunan nilai )
→peningkatan nilai tanpa penurunan nilai sebelumnya tidak diakui
Keuntungan/kerugian penjualan AYDA, jika ada:
Db. Kas/Rekening Kr. AYDA
Db./Kr. Kerugian/keuntungan non-operasional
▪
Agunan diambil alih sebagai bagian proses penyesaian kredit – kredit selesai
Pada saat memperoleh agunan:
Tidak ada jurnal dan dicatat dalam rek administratif
Saat penjualan agunan (pelunasan):
> Kewajiban debitur < Kewajiban debitur Db. Kas/rekening
Kr. Krdt yg diberikan – baki debet
Db. Krdt yg diberikan – Provisi Kr. Krdt yg diberikan – By.
transaksi
Kr. Pendapatan bunga
Kr. Kewajiban segera (kpd
Db. Kas/rekening
Kr. Krdt yg diberikan – baki debet
Db. Krdt yg diberikan – Provisi Kr. Krdt yg diberikan – By.
transaksi
Kr. Pendapatan bunga
(debitur membayar keurangan
▪
Agunan diambil alih sebagai bagian proses penyesaian kredit – Kredit belum selesai
Pada saat memperoleh agunan:
Tidak ada jurnal dan dicatat dalam rek. administratif
Saat penjualan agunan: Db. Kas/rekening
Kr. Krdt yg diberikan – baki debet (sebesar realisasi penjualan)
Kr. Pendapatan bunga
Db. Beban penyisihan kerugian kredit Kr. Penyisihan kerugian kredit
▪ Kredit belum selesai (blm jatuh waktu)
▪ Provisi & Biaya transaksi diamortisasi s.d. Jatuh tempo
▪ Kewajiban adalah utang masa kini BPR yang timbul dari peristiwa masa lalu dan penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya milik BPR yang mengandung manfaat ekonomi.
▪ Pos-pos kewajiban yang umum dimiliki oleh BPR adalah sebagai berikut:
a. Kewajiban segera;
b. Utang bunga;
c. Utang pajak;
d. Simpanan;
e. Simpanan dari bank lain;
f. Pinjaman diterima;
g. Dana setoran modal – kewajiban;
h. Kewajiban imbalan kerja;
i. Pinjaman subordinasi;
j. Modal pinjaman;
▪ Definisi
Utang Bunga merupakan pos yang dimaksudkan untuk menampung kewajiban BPR yang timbul dari pengakuan biaya bunga dari aktivitas yang terkait dengan fungsi BPR. Termasuk dalam pengertian kewajiban bunga adalah kewajiban bunga yang telah jatuh tempo dan atau yang segera dapat ditagih oleh pemiliknya dan harus segera dibayar.
▪ Dasar Pengaturan
Kewajiban diakui dalam neraca jika kemungkinan pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban masa kini dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal. (SAK ETAP paragraf 2.35)
• Penjelasan
1.Termasuk dalam pengertian utang bunga adalah utang bunga yang timbul dari transaksi lainnya, seperti sewa pembiayaan, pinjaman yang diterima, pinjaman subordinasi, modal pinjaman dll.
2.Utang bunga antara lain terdiri dari:
a. Kewajiban bunga yang telah menjadi beban BPR tetapi belum dibayar (akrual bunga).
b. Bunga deposito yang sudah jatuh tempo namun belum diambil oleh nasabah.
c. Bunga dari transaksi lainnya yang sudah jatuh tempo namun belum diambil.
• Pengakuan dan Pengukuran
Utang Bunga diakui sebesar jumlah bunga kontraktual, baik untuk akrual bunga maupun yang telah jatuh tempo.
• Penyajian
Utang Bunga disajikan sebesar jumlah yang harus diselesaikan.
• Pengungkapan
Hal-hal yang harus diungkapkan antara lain:
1. Rincian utang bunga yang berasal dari akrual bunga dan bunga jatuh tempo.
2. Rincian utang bunga kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa dengan BPR.
•
Definisi
Simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat (di luar bank umum atau BPR lain) kepada BPR berdasarkan perjanjian penyimpanan dana.
•
Penjelasan
Beban bunga simpanan meliputi bunga kontraktual atas
simpanan dan biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung kepada simpanan
tersebut. Misalnya: hadiah, cashback yang dapat
diatribusikan secara langsung serta premi penjaminan
simpanan. Hadiah dan cash back umumnya hanya
dapat diatribusikan untuk simpanan yang memiliki
jangka waktu tertentu.
•