• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran Terbuka

Dalam dokumen daftar isi - PPID - Kabupaten Agam (Halaman 148-161)

BAB VII PENUTUP

B. Inflasi

3) Drainase

2.2 EVALUASI KEBIJAKAN KEBIJAKAN TEMATIK TAHUN 2021

2.2.1 Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran Terbuka

Masalah kemiskinan merupakan dampak dari permasalahan pembangunan yang muncul dari berbagai bidang seperti rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya derajat kesehatan, infrastruktur yang belum merata, masih tingginya penyandang masalah sosial dan tentunya kinerja ekonomi yang belum mampu memberdayakan penduduk miskin sehingga keluar dari kemiskinan. Berdasarkan data tahun 2021 masih terdapat 34,26 ribu penduduk Agam yang hidup dibawah garis kemiskinan. Secara persentase tingkat kemiskinan mencapai 6,85 persen. Perkembangan jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan pada kurun waktu 2017 - 2021 namun tidak signifikan.

Untuk menanggulangi hal tersebut diperlukan strategi dan kebijakan yang komprehensif, terintegrasi baik antar bidang pembangunan maupun antar tingkatan lembaga pemerintahan. Tujuannya adalah untuk menurunkan

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.118 disparitas pendapatan penduduk dengan sasaran berkurangnya jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan dan berkurangnya tingkat keparahan dan kedalaman kemiskinan

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.119 Tabel II.87

Capaian Kebijakan Pengentasan Kemiskinan 2021

No Strategi Arah Kebijakan Program. Indikator Anggaran Th

2021 Realisasi Anggaran

Capaian Kinerja

(Persen) Capaian Kinerja

1

Meningkatkan kinerja lapangan usaha yang dominan diusahakan masyarakat

Peningkatan pembangunan pertanian dalam arti luas.

Program

Penyediaan Dan Pengembangan Sarana Pertanian

Peningkatan Produksi

Pertanian (Ton) 1,253,445,864 1,136,771,484 100

Total PDRB di bidang pertanian tumbuh sebesar 3,32 persen dengan total nilai

4.493,17 juta

Namun secara total produksi pada tanaman pangan turun 1,1 persen dan perkebunan 6 persen. Sementara pada tanaman holtikultura naik sebesar 16 persen

Program

Penyediaan Dan Pengembangan Prasarana Pertanian

Peningkatan Luas Area Pertanian Yang Terfasilitasi Pembangunan Infrastruktur Dan Sarana Prasarana Pertanian (Ha)

13,575,958,100 13,341,387,788 1200 (100%)

Capaian Kinerja mencapai 100 persen.

Pembangunan prasarana pertanian meliputi pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi usaha tani, embung pertanian, jalan usaha tani, dam parit, pintu air dan balai penyuluh di kecamatan serta sarana pendukungnya.

Sementara prasarana pendukung pertanian berupa, mesin traktor dan hand traktor, mesin perontok padi, pemotong rumput

Penguatan dan

pemberdayaan usaha Mikro.

Program

Pendidikan Dan Latihan

Perkoperasian

Persentase Koperasi Dengan Pengelolaan Kelembagaan Sesuai Standar

390,304,000 291,327,800 22 (100%)

Kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan terhadap UMKM dan Koperasi yang dilaksanakan selama 3 kali dan pendampingan terhadap UMKM dan Koperasi sebanyak 70 unit

Program

Pengembangan Umkm

Persentase Peningkatan kemampuan kewirausahaan usaha kecil (mikro menjadi kecil, kecil menjadi menengah), Persentase peningkatan pertumbuhan unit usaha mikro

90,410,000 87,325,750 20 (100%)

Kegiatan yang dilakukan Pengembangan Usaha Mikro Dengan Orientasi Peningkatan Skala Usaha Menjadi Usaha Kecil dengan memFasilitasi Usaha Mikro dalam Pengembangan Produksi dan Pengolahan, Pemasaran, SDM, serta Desain dan Teknologi

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.120 No Strategi Arah Kebijakan Program. Indikator Anggaran Th

2021 Realisasi Anggaran

Capaian Kinerja

(Persen) Capaian Kinerja

Program

Penempatan Tenaga Kerja

Persentase pencari kerja yang terdaftar yang

ditempatkan

84,015,250 82,886,126 72.21

Pencari kerja yang terdaftar yang mendapatkan kesempatan kerja mencapai 54 persen atau 72,1 persen dari target.

Kegiatan pada program ini meliputi pendataan terhadap 1778 orang tenaga kerja dan pembinaan bursa tenaga kerja khusus kepada 300 orang tenaga kerja dan sosialisasi penempatan tenaga kerja kepada 135 orang tenaga kerja

Program Pelatihan Kerja dan Produktifitas Tenaga Kerja

Persentase pencari kerja yang mempunyai kompetensi dan produktif

217,292,300 205,900,861 75 (100%)

Persentase pencari kerja yang mempunyai kompetensi dan produktif mencapai 100 persen. Kegiatan pada program ini meliputi pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja berdasarkan klaster kompetensi bagi 32 orang dan pemagangan

bagi 27 orang peserta.

Pelatihan yang dilaksanakan adalah pelatihan menjahit pakaian sesuai style berlokasi di nagari bukik batabuah dan pelatihan servis sepeda motor konvensial di Nagari Salareh Aia

2

Meningkatkan perlindungan kepada masyarakat penyandang masalah sosial.

Penguatan perlindungan dan rehabilitasi sosial

Program Perlindungan Jaminan Sosial

Persentase Data Terpadu

Penanggulangan Kemiskinan Yang Dimutakhirkan

212,503,700 109,059,850 83.00

DTKS tersedia, tetapi pelaksanaanya tidak menggunakan aplikasi, hanya menggunakan verifikasi manual. Pada tahun 2021 direncanakan untuk membuat aplikasi verifikasi DTKS, namun tidak terlaksana karena adanya perubahan permensos tentang DTKS

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.121 No Strategi Arah Kebijakan Program. Indikator Anggaran Th

2021 Realisasi Anggaran

Capaian Kinerja

(Persen) Capaian Kinerja

Program

Rehabilitasi Sosial

Persentase Anak Terlantar Lansia Terlantar Disabilitas Terlantar Gelandangan Dan Pengemis Diluar panti Serta Pmks Lainnya Yang Terpenhunya Kebutuhan Dasarnya

519,248,400

366,025,776 97.00

Kegiatan rehabilitasi sosial dasar penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar, serta gelandangan pengemis di

luar panti sosial:

Kegiatan rehabilitasi sosial penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya bukan korban HIV/AIDS dan NAPZA di luar panti sosial

Peningkatan cakupan PPKS yang menerima bantuan.

Program Pemberdayaan Sosial

Persentase Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Dan Petenti Sumber Kesejahteraan Sosial (Psks) Yang Dilakukan Pembinaan Dan Pember Dayaan

910,340,750

799,005,615 87.77

Kegiatan pemberdayaan sosial meliputi : 1. Posdaya adalah sosialisasi tentang pos

pemberdayaan keluarga 3 kali

2. Sembako lansia terlaksana untuk 160 orang

3. Fasilitasi HUT asilitas HUT RI, perang kamang, perang manggopoh dan hari pahlawan

4. Jambore anak disabilitas berupa lomba di adakan di balirum Rumdis (LKKS)

5. Kube terlaksana untuk 6 kelompok (120)

Program

Penagganan Bencana

Persentase Korban Bencana yang menerima Bantuan Sosial

260,122,200 134,139,210 100.00

Bantuan kepada korban /pasien covid tidak bisa di laksanakan karena regulasi (PERBUB) belum final serta anggaranya pun belum di alokasikan kepada dinas sosial.

Sementara bantuan penangulangan kebencanaan dalam bentuk pemberian bantuan bencana sebanyak 83 KK

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.122 No Strategi Arah Kebijakan Program. Indikator Anggaran Th

2021 Realisasi Anggaran

Capaian Kinerja

(Persen) Capaian Kinerja

3

Meningkatkan infrastruktur dasar pendukung kegiatan ekonomi masyarakat

Peningkatan infrastruktur penyediaan air bersih dan sanitasi.

Program : Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Air Limbah.

Persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap layanan sanitasi layak dan berkelanjutan (%).

647,646,366 491,059,550 78.21

Focus pada program ini adalah terbangunnya fasilitas sanitasi berbasis masyarakat dan berkurangnya kawasan kumuh (unit). Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan dan penyediaan sistem pengelolaan air limbah terpusat, rehabilitasi/peningkatan /perluasan sitem pengelolaan air limbah domestik terpusat skala pemukiman.

Program

pengelolaan dan pengembangan sistem

penyediaan air minum

Persentase rumah tangga berakses air minum layak

8,109,564,450

5,426,113,600 100.00

Persentase runah tangga berakses air minum layak mencapai 100 persen.

Beberapa kegiatan pada program ini adalah pembangunan SPAM di Salareh Aia, Gantiang Koto, Pakan Sinayan. Kemudian peningkatan SPAM Jaringan Perpipaan di Kapalo Koto, Ladang Hutan Koto Tinggi, Pagadih Mudik, Sungai Rangeh Bayua

4

Meningkatkan konektifitas antar kawasan

Peningkatan pembangunan jalan dan jembatan.

Program:

Peningkatan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU)

Persentase Perumahan yang sudah dilengkapi PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum) (%)

1,879,444,972

1,739,557,890 114.9

Capaian kinerja melebihi 100 persen dimana jumlah unit perumahan yang terbangun PSU di delapan lokasi dan panjang jalan serta drainase lingkungan permukiman sepanjang 1.5 (km)

Program :

Penyelenggaraan Jalan.

Persentase kondisi mantap jalan kabupaten (%)

65,585,252,080

59,542,987,595 100.00

Capaian kinerja mencapai 100 persen dimana persentase peningkatan konektifitas wilayah mencapai 100 persen, persentase jalan dan jembatan dalam kondisi baik mencapai 72,76 dan rekonstruksi, rehabilitasi dan pembangunan jalan

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.123 No Strategi Arah Kebijakan Program. Indikator Anggaran Th

2021 Realisasi Anggaran

Capaian Kinerja

(Persen) Capaian Kinerja

dilaksanakan dilokasi yang tersebar di Kabupaten Agam

Peningkatan jaringan trasnportasi umum.

Program

Penyelenggaraan Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (LLAJ)

Terselenggaranya Penerangan Jalan

Umum (Persen) Terwujudnya Prasarana dan Fasilitas Perhubungan (Persen)

19,239,587,679

18,327,426,938 60.7 (76%)

Terselenggaranya penerangan jalan umum dan terwujudnya prasarana serta fasilitas perhubungan mencapai 60,7 persen dari target 80 persen. Kegiatan ini meliputi penyediaan perlengkapan jalan di jalan kabupaten/kota, pengelolaan terminal penumpang tipe c, pengujian berkala kendaraan bermotor, penetapan rencana umum jaringan trayek perkotaan dalam 1 (satu) daerah kabupaten/kota.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.124 2.2.2. Penanggulangan Stunting

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang ditandai dengan tubuh pendek. Anak tergolong stunting jika panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku.

Permasalahan stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit. Penyebab dari stunting adalah rendahnya asupan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak janin hingga bayi umur dua tahun. Selain itu, buruknya fasilitas sanitasi, minimnya akses air bersih, dan kurangnya kebersihan lingkungan juga menjadi penyebab stunting. Kondisi kebersihan yang kurang terjaga membuat tubuh harus secara ekstra melawan sumber penyakit sehingga menghambat penyerapan gizi.

Grafik II.33 : Angka Stunting Kabupaten Agam

14.8

28.4

13.4

8.8 8.14

2017 2018 2019 2020 2021

Angka stunting Kabupaten Agam sebagaimana data disajikan pada tabel diatas sudah menunjukkan tren yang positif, artinya jumlah bayi stunting semakin menurun, meskipun tahun 2021 persentase balita stunting masih mencapai 8,14 persen yang tersebar di seluruh kecamatan dikabupaten Agam.

Angka tersebut tidak terlalu jauh berbeda jika dibandingkan dengan angka stunting tahun 2020 sebesar 8.8 persen. Pemerintah kabupaten Agam telah melakukan penanggulangan stunting melalui pelaksanaan program-program

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.125 yang bertujuan untuk menekan angka stunting. Untuk tahun 2021, sejalan dengan strategi penanggulangan yang telah digariskan pada RPJMD 2021-2026, program terkait penanggulangan stunting disajikan pada tabel berikut.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.126

Tabel II.88 : Capaian Program Penanggulan Stunting

No Kegiatan Program Anggaran dan Realisasi Keluaran (Output) Capaian

Pilar 1 :

Peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah provinsi, Pemerintah Daerah kabupaten/kota dan Pemerintah Desa

1 Meningkatkan komitmen percepatan Penurunan stunting

kegiatan koordinasi bappeda : pengelolaan pelayanan kesehatan gizi masyarakat

1,830,693,348 1,597,183,273 (capaian 87,24 persen)

Terselenggaranya rapat koordinasi di tingkat kabupaten/kota

(Target : minimal 1 (satu) kali Tahun : setiap tahun)

Terlaksana sebanyak 8 (delapan) kali rapat koordinasi

Terselenggaranya rembug Stunting tingkat kecamatan (Target : minimal 2 (dua) kali Tahun : setiap tahun)

Kegiatan belum terlaksana karena Perpres diterbitkan Agustus tahun 2021 Pilar 2 :

Peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat

2

Melaksanakan kampanye dan komunikasi

perubahan perilaku yang berkelanjutan.

kegiatan koordinasi bappeda : pengelolaan pelayanan

kesehatan gizi masyarakat 1,830,693,348

1,597,183,273 (capaian 87,24 persen)

Terlaksananya Kampanye nasional pencegahan Stunting.

(Target : 3 kanal/metode Tahun : setiap bulan)

3

Melakukan penguatan peran organisasi keagamaan dalam komunikasi perubahan perilaku untuk penurunan Stunting.

Terlaksananya forum komunikasi perubahan perilaku dalam penurunan Stunting lintas agama.

(Target : minimal 2 (dua) kali Tahun : setiap tahun)

Kewenangan

pelaksanaan kegiatan tersebut terletak pada tingkat provinsi

Pilar 3 :

Peningkatan Konvergensi Intervensi Spesifik dan Sensitif di Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa

4

Melaksanakan konvergensi dalam upaya penyiapan kehidupan berkeluarga.

kegiatan koordinasi bappeda : pengelolaan pelayanan

kesehatan gizi masyarakat 1,830,693,348

1,597,183,273 (capaian 87,24 persen)

Tersedianya data hasil surveilans keluarga berisiko Stunting.

(Target : 1 Tahun: setiap 6 bulan)

Data hasil surveilans keluarga berisiko Stunting tersedia per 6 bulannya.

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.127 2.2.3 Penanganan Dampak Pandemi

Pandemi covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 telah berdampak besar terhadap kegiatan di segala bidang. Penyebaran virus yang begitu cepat belum mampu diimbangi dengan kecepatan dunia medis dalam menemukan penawarnya. Beberapa strategi dan kebijakan dibuat oleh pemerintah untuk menekan laju penyebaran tersebut seperti kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat. Kebijakan tersebut dinilai cukup berhasil memperlambat atau memutus rantai penyebaran covid-19 namun disisi lainnya memicu pelemahan aktivitas perekonomian. Laju pertumbuhan bahkan mengalami pertumbuhan yang minus periode tahun 2020, namun mulai membaik pada tahun 2021.

Sementara sepanjang tahun 2021 terjadi lonjakan kasus positif covid, baik itu secara nasional maupun di daerah. Pada tahun 2021 Kabupaten Agam berulang kali masuk ke zona merah, yang artinya daerah dengan level kewaspadaan tertinggi terhadap covid-19. Tercatat sebanyak 6.359 kasus positif covid-19 dan 188 orang meninggal dunia akibat covid-19 sepanjang tahun 2021.

Disamping kebijakan pembatasan aktifitas masyrakat, pemerintah juga melaksanakan vaksinasi secara masal sebagai wujud pengendalian penyebaran virus covid-19. Vaksinasi tersebut diinisiasi oleh pemerintah daerah dan diadakan di aula kantor Bupati Agam. Pada tahun 2021 tercatat sudah 218.299 orang yang sudah menerima vaksin pertama. Sementara untuk dosis ke dua sudah mencapai 133.340 orang. Vaksin yang diberikan terdiri dari berbagai jenis seperti Sinovac, Sinopharm, Astrazeneca, Moderna dan Pfizer. Pelaksanaan vaksin dilakukan secara masal di beberapa fasilitas umum dan perkantoran seperti Puskesmas, Kantor Kecamatan dan Walinagari hingga Kantor Polres dan Polsek.

a. Kesehatan

Pemerintah Daerah telah menetapkan berbagai kebijakan dan melakukan upaya-upaya pengendalian seperti halnya pembatasan interaksi sosial masyarakat, penerapan protokol kesehatan, dan berbagai kebijakan lainnya guna menekan laju penyebaran virus Covid-19. Selama tahun 2021 jumlah kasus positif covid-19 mengalami lonjakan yang cukup signifikan dibanding tahun 2020. Pada tahun 2021 tercatat terjadi 6.359 kasus, jauh meningkat dari angka tahun sebelumnya sebesar 1.448 kasus. Secara persentase kenaikan ini mencapai 400 persen. Untuk kasus meninggal karena covid-19 pada tahun 2021

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.128 mencapai 188 jiwa, meningkat dari tahun sebelumnya sebanyak 23 jiwa.

Kenaikan kasus meninggal mencapai 800 persen.

Kenaikan kasus positif tersebut berdampak terhadap tingginya permintaan terhadap sarana dan prasarana layanan kesehatan. Rumah sakit dan Puskesmas dioptimalkan sebagai pusat layanan bagi kasus positif covid. Permasalahan terjadi ketika kasus positif terjadi pada tenaga kesehatan yang bertugas di pusat layanan kesehatan. Beberapa puskesmas sempat ditutup sementara akibat hal tersebut, sehingga pelayanan kesehatan tidak optimal. Disisi lain, kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan guna meminimalkan penyebaran virus dirasa sangat kurang.

Untuk memenuhi kebutuhan penanganan dan dampak penyebaran Covid- 19 Pemerintah daerah diharuskan untuk melakukan refocusing anggaran berbagai kegiatan pembangunan dalam rangka mendukung pelayanan kesehatan menghadapi pandemi. Hal ini merupakan amanat pemerintah pusat melalui aturan yang dikeluarkan seperti Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 17/PMK.07/2021 tentang pengelolaan Transfer ke daerah dan dana desa Tahun anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19) dan dampaknya dan Surat Edaran Nomor SE- 2/PK/2021 tentang Penyesuaian Penggunaan Anggaran Transfer ke Daerah dan dana Desa Tahun Anggaran 2021 untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease Tahun 2019

b. Ekonomi.

Pasca mengalami kontraksi ekonomi pada tahun 2020, perekonomian secara nasional termasuk Kabupaten Agam kembali menunjukkan tren positif.

Tercatat periode 2021 ekonomi bertumbuh sebesar 3.70 persen. Hal ini didukung oleh pertumbuhan di sektor utama seperti sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan besar dan eceran.

Secara perkapita, PDRB sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. PDRB perkapita tahun 2021 Kabupaten Agam sebesar 39,96 juta, namun masih dibawah PDRB perkapita Sumatera Barat sebesar 45,29 juta dan Nasional sebesar 62,23 juta rupiah.

Namun pertumbuhan ekonomi yang terjadi periode 2021 bertolak belakang dengan indikator ekonomi lainnya seperti tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan. Tingkat pengguran terbuka di Kabupaten Agam pada tahun 2021

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.129 adalah sebesar 5,06 persen, artinya terdapat 5,06 penduduk yang aktif di pasar kerja yang tidak terserap lapangan kerja yang ada. Sementara penduduk Agam yang hidup dibawah garis kemiskinan pada tahun 2021 sebesar 34,26 ribu jiwa.

Secara persentase, artinya 6,85 persen penduduk Agam tergolong kepada penduduk miskin.

Penanganan dampak Covid-19 dibidang ekonomi diantaranya adalah pemberian bantuan-bantuan dari pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun daerah. Pada tahun 2020 Pemerintah Agam telah menerbitkan perbup tentang bantuan kepada masyarakat yang terdampak covid melalui Peraturan Bupati nomor 23 tahun 2020. Beberapa jenis bantuan yang disalurkan oleh pemerintah adalah bantuan Program Keluarga Harapa (PKH, Program Kartu Sembako, Bantuan Beras Bulog, Bantuan Sosial Tunai (BST), Diskon Listrik dan Program Prakerja.

c. Pendidikan.

Penyebaran Covid-19 telah melahirkan berbagai kebijakan, salah satunya adalah kebijakan penghentian proses belajar mengajar tatap muka yang ditetapkan oleh Pemerintah baik ditingkat pusat ataupun daerah. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran dan menjaga peserta didik dari dampak meluasnya wabah pandemi Covid-19 dengan mempertimbangkan resiko yang lebih besar jika dilakukan proses tatap muka. Meski dinilai kurang efektif, pelaksanaan proses belajar mengajar selama pandemi tetap dilaksanakan secara on line (dalam jaringan/ daring). Pelaksanaan evaluasi akhir yang dilakukan pada tahun ajaran tidak dilakukan secara normal, sehingga pada akhirnya peserta didik dinyatakan lulus atau naik kelas.

d. Penyelenggaraan Pemerintahan

Kebijakan pembangunan dalam upaya merespon kondisi pandemi covid-19 yang telah dilaksanakan pada tahun 2020 dan akan dilanjutkan di tahun 2022 antara lain kebijakan pembangunan yang mengarah kepada lanjutan upaya penanggulangan pandemi covid-19 dengan prioritas penguatan sektor kesehatan termasuk upaya kesehatan preventif dan meningkatan jaring pengaman sosial untuk menjamin ketersediaan bahan pokok masyarakat, serta upaya recovery dampak pasca pandemi Covid-19 dengan prioritas pemulihan ekonomi dan tetap memperkuat sektor kesehatan.

Salah satu inovasi menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam bersinergi dengan Pemerintah Nagari dalam mengambil kebijakan

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Agam Tahun 2023 II.130 pencegahan penyebarluasan Covid-19 serta menanggulangi dampak yang ditimbulkannya yang dikemas dalam gerakan bersama penanganan Covid-19 berbasis nagari atau kaum, dengan harapan kebijakan tersebut efektif menangani dan mengatasi penyebaran Covid-19 serta dampak yang ditimbulkannya.

Pendekatan nagari/kaum dalam penanganan Covid-19 bukan tanpa alasan. Di samping kondisi luasnya wilayah Kabupaten Agam dengan topografi yang beragam dan menyulitkan pemerintah daerah untuk menangani Covid-19 dengan cepat dan efektif, ninik mamak di Ranah Minang termasuk di Kabupaten Agam merupakan sosok panutan anak kemenakan yang disegani. Berdasarkan hal tersebut, melalui inovasi penanganan Covid-19 berbasis kaum/nagari ini, Pemerintah Kabupaten Agam mensinergikan stakeholder serta memberdayakan seluruh potensi yang ada di nagari maupun yang diperantauan dalam mencegah penyebaran dan penanganan dampak Covid-19

2.2.4 Inovasi Daerah

Dalam dokumen daftar isi - PPID - Kabupaten Agam (Halaman 148-161)