BAB I PENDAHULUAN
F. KERANGKA TEORITIK
2. Pendidikan Agama Islam
a. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Pendidikan berasal dari kata didik, yang mengandung arti memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.21 Sedangakan Pendidikan berarti proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.22 Sementara Ramayulis menyatakan bahwa:
Pendidikan Agama dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah religion education, yang diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan orang beragama. Pendidikan
20 Ramayulis, Metodologi Pendidikan, h. 474-475.
21 Depertemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar, h. 263.
22 Ibid. h. 263
agama tidak cukup hanya memberikan pengetahuan tentang agama saja, tetapi lebih ditekankan pada feeling attituted, personal ideals, aktivitas kepercayaan23.
Dalam bahasa. Arab, ada beberapa istilah yang bisa digunakan dalam pengertian pendidikan, yaitu sebagai berikut:
Ta’lim (mengajar), ta’dib (mendidik), dan tarbiyah (mendidik).
Namun menurut al-Attas dalam Hasan Langgulung, bahwa kata tadib yang lebih tepat digunakan dalam pendidikan agama Islam, karen a tidak terlalu sempit sekedar mengajar saja, dan tidak terlalu lugs, sebagaimana kata terbiyah juga digunakan untuk hewan dan tumbuh-tumbuhan dengan pengertian memelihara. Dalam perkembangan selanjutnya, bidang speliasisai dalam ilmu pengetahuan, kata adab dipakai untuk kesusastraan, dan tarbiyah digunakan dalam pendidikan Islam hingga populer sampai sekarang.24
Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam di sekolah diarahkan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Abdul Majid Pendidikan Agama Islam yaitu usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimaniajaran agama Islam dibarengi dengan tuntutan untuk menghormati penganut ajaran agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama sehingga terwujud persatuan dan kesatuan negara.25
Berangkat dari beberapa penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah usaha sadar, yakni suatu kegiatan membimbing, pengajaran, dan latihan yang dilakukan guru
23 Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2001), h.3
24 Pengajaran Metodologi Pengajaran Agama Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2001), h. 3.
25 Abdul Majid & Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h. 130.
pendidikan agama Islam secara terencana dan radar dengan tujuan agar peserta didik bisa menumbuh kembangkan akidahnya melalui dengan mengembangkan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, Berta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi muslim yang terns berkembang keimanan dan ketakwaannya serta taat kepada Allah SWT yang pada akhimya mewujudkan manusia yang beragama dan berakhlak mulia.
b. Fungsi Pendidikan Agama Islam
Dalam pendidikan agama Islam yang diajarkan di sekolah tentunya memiliki beberapa fungsi yang dapat berguna bagi peserta didik diantaranya ialah:
1) Pengembangan, yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasamva dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap, orang tua dalam keluarga. Sekolah berfungsi untuk menumbuh kembangka lebih lanjut dalam diri anak melalui bimbingan, pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.
2) Penyaluran, yaitu untuk menyalurkan peserta didik yang memiliki bakat khusus dibidang agama agar bakat tersebut dapat
berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan dapat pula bermanfaat untuk orang lain.
3) Perbaikan, yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan, pemehaman, dan pengalaman ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
4) Pencegahan, yaitu mengkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya.
5) Penyesuaian, yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, baik lingkungan pisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran Islam.
6) Sumber lain, yaitu memberikan pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.26
c. Tujuan Pendidikan Agama Islam
Pendidikan agama Islam di sekolah bertujuan untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT Berta berakhlak mulia
26 Ibid, h. 22.
dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Berta untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.27
Lebih lanjut, menurut Arifin, ada tiga aspek nilai yang terkandung dalam tujuan pendidikan Islam yang hendak direalisasikan melalui metode, yaitu:
1) Membentuk peserta didik menjadi hamba Allah yang mengabdi kepadaNya semata.
2) Bernilai edukatif yang mengacu kepada petunjuk Al-Qur'an dan Al-hadist.
3) Berkaitan dengan motivasi dan kedisiplinan sesuai dengan ajaran al-Qur'an yang disebut pahala dan siksaan.28
Agar hal diatas tercapai, maka guru pendidikan agama Islam dituntut mampu mengembangkan kemampuannya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, disinilah pentingnya mempelajari metode pembelajaran pendidikan agama Islam.
d. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
Ruang lingkup pendidika agama Islam meliputi keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara:
1) Hubungan manusia dengan Allah SWT 3) Hubungan manusia dengan sesama manusia 4) Hubungan manusia dengan dirinya sendiri
27 Ibid, h. 21-22.
28 Tazkiyatun Nafs. ―Kegunaan Berbagai Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam‖, nauzz—, http://sen%umkudakwahku.blogspot.co.id/2013/12/makalah-pendidikan-agama- islam.html, don fl pada 12 Oktober 2018 Pukul 20.24 WITA.
Hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya.
Adapun ruang lingkup bahan pelajaran pendidikan agama Islam meliputi lima unsur pokok, yaitu:
1) Al-Qur'an
2) Aqidah (keimanan) 3) Syari'ah
4) Akhlak 5) Tarikh
Pada tingkat Sekolah Dasar (SD) penekanan diberikan kepada empat unsur pokok yaitu: Keimanan, lbadah, Al-Qur'an, Akhlak. Pada Sekolah Lanjut Tingkat Pertama (SLIP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) disamping empat unsur pokok di atas maka unsur pokok syari'ah semakin dikembangkan. Unsur pokok tarikh diberikan secara seimbang pada setiap satuan pendidikan.29