• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Karakter dan Budaya Sekolah

Dalam dokumen DOKUMEN 1 KOS KURIKULUM 2013 SD CONTOH(1) (Halaman 37-42)

Kegiatan Contoh

 Berani berkata benar

 Melindungi kaum yang lemah

 Membantu kaum yang fakir

 Sabar mendengarkan orang lain

 Mengunjungi teman yang sakit

 Membela kehormatan bangsa

 Mengembalikan barang yang bukan miliknya

 Budaya antri

 Mendamaikan

 Penanaman Budaya Minat Baca / Baca Senyap sebelum Belajar

 Peduli dan cinta lingkungan F. Kriteria Ketuntasan Belajar

Tabel 5.

Ketuntasan Belajar Minimal (KBM)

No. Mata Pelajaan KBM Mata Pelajaran

Semester 1

Kelas Semester 2

Kelas

1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6

Kelompok A

1. Pendidikan Agama dan

Budi Pekerti 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 2. Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaraan 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 3. Bahasa Indonesia 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78

4. Matematika 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78

5. Ilmu Pengetahuan Alam - - - 78 78 78 - - - 78 78 78 6. Ilmu Pengetahuan Sosial - - - 78 78 78 - - - 78 78 78 Kelompok B

7. Seni Budaya dan Prakarya 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 8. Pendidkan Jasmani,

Olahraga dan Kesehatan 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75 Muatan Lokal

1. Bahasa Inggris 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78

2. Kesenian Daerah 75 75 75 75 75 75 75 75 75 75

3. Komputer

pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin). Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu.

Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa bersifat progresif, artinya, perilaku tersebut berkembang semakin komplek antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya, bahkan dalam jenjang kelas yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih kompleks.

Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa, ekonomi kreatif dan kewirausahaan menggunakan pendekatan proses belajar aktif dan berpusat pada anak, dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas, sekolah, dan masyarakat. Di kelas dikembangkan melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru dengan cara integrasi. Di sekolah dikembangkan dengan upaya pengkondisian atau perencanaan sejak awal tahun pelajaran, dan dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Di masyarakat dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler dengan melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial.

Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan mengacu pada indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter, ekonomi kreatif dan kewirausahaan melalui pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah, model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan), maupun memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya.

Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya guru dapat memberikan kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut ini.

MB : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten)

PB : Perlu bimbingan ( apabila peserta didik belum mencapai kriteria dalam indikator) Baik: Baik (apabila peserta didik sudah mencapai kriteria dalam indicator)

SB : Sangat Baik (apabila peserta didik sudah mencapai kriteria dalam indikator secara maksimal)

Dalam rangka mewujudkan akhlak mulia, pembentukan watak bangsa/character building, serta budi pekerti luhur, SD... Palembang mengembangkan prioritas 8 nilai karakter yaitu : 1. Religius

2. Disiplin 3. Jujur 4. Kreatif 5. Kerja keras 6. Kerjasama

7. Peduli lingkungan 8. Cinta tanah air

Pembiasaan yang dikembangkan di SD... Palembang sebagai upaya pengembangan budaya dan karakter bangsa, ekonomi kreatif dan kewirausahaan.

SD... Palembang memberlakukan berbagai pembiasaan sebagai berikut:

Tabel 6.

Bentuk Pembiasaan Pengembangan Karakter Bangsa, Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan

No Jenis Aktivitas dan Pembiasaan Nilai Karakter yang Dikembangkan 1 Petugas piket setiap pagi berdiri di gerbang,

menyambut siswa dengan cara mengucapkan salam dan berjabat tangan

5S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun)

2 Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran Religius

3 Upacara Bendera diiringi Lagu Indonesia Raya oleh

kelompok paduan suara Cinta Tanah Air

4 Pengibaran bendera selain Senin oleh petugas piket

kelas Cinta Tanah Air/ Nasionalisme

5 Pembiasaan 5 S; senyum, sapa, salam, sopan dan santun antara sesama guru/ karyawan, siswa dengan guru/

karyawan, dan antar siswa serta dengan orangtua

Religius, Kerjasama, Bersahabat/ Komunikatif 6 Piket kebersihan kelas sebelum dan sesudah

pembelajaran Peduli Lingkungan

7 Sabtu bersih dan penghijauan sekolah Peduli Lingkungan 8 Kegiatan operasi semut setelah istirahat dan sebelum

pulang memungut dan memasukkan sampah di tempat sampah

Kerja keras dan Peduli Lingkungan 9 Pemutaran lagu-lagu wajib/perjuangan dan lagu-lagu

daerah Cinta tanah air/ Nasionalisme

10 Pembiasaan beribadah bersama (sholat berjamaah) Religius dan Toleransi 11 Pembelajaran olah raga yang diawali dengan berbaris

secara tertib dan berdoa. Religius dan disiplin

12 Budaya antri dalam pelayanan di kantin, koperasi,

perpustakaan, dan lain-lain Disiplin dan kerjasama

13 Pemberian reward bagi yang berprestasi dan

punishment bagi yang melanggar. Menghargai prestasi

14 Olah raga senam bersama setiap Sabtu pagi Kerja keras

15 Mengantar teman yang sakit ke UKS Peduli Lingkungan

16 Bertanya jawab pagi hari sebelum masuk ke dalam kelas Kreatif 17 Kelas VI mendampingi kelas I pada kegitan MOS Kasih Sayang 18 Pembiasaan membaca 15 menit setiap hari Peduli Pengetahuan H. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

a. Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran dengan Kriteria sebagai berikut:

1. Siswa dinyatakan naik kelas setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester di kelas yang diikuti.

2. Tidak terdapat nilai di bawah Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) maksimal 3 (tiga) Mata Pelajaran yang diajarkan di sekolah

3. Memiliki nilai minimal baik untuk aspek kepribadian pada semester yang diikuti sesuai dengan aturan tambahan bobot poin reward dan punishment yang berlaku

4. Jumlah mata pelajaran yang belum tuntas tidak boleh melebihi 25% dari jumlah mata pelajaran yang diajarkan di kelas masing-masing. Sekolah dapat menetapkan kriteria kenaikan kelas dengan jumlah mata pelajaran yang belum tuntas lebih dari 25% atau kurang dari 25%, atas pertimbangan tertentu.

5. Memiliki nilai baik pada aspek kepribadian

6. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran pada dua semester pada kelas yang diikuti

b. Kelulusan

Siswa dinyatakan lulus / tamat belajar jika :

1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran

2. Memperoleh nilai minimal baik untuk seluruh kelompok mata pelajaran; Agama dan Akhlak mulia

3. Lulus Ujian Akhir Sekolah (UAS)

4. Lulus Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USP) sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional yang berlaku

5. Nilai rata-rata akhir seluruh mata pelajaran minimal 80.

BAB V

KALENDER AKADEMIK A. Kalender Akademik

Kalender akademik adalah kalender pendidikan yang memuat pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

1. Alokasi Waktu

Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal khusus.

tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur.

2. Penetapan Kalender Pendidikan

Dalam menetapkan kalender pendidikan, SD... Palembang memperhatikan hal- hal sebagai berikut :

a. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir bulan Juni tahun berikutnya.

b. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan keputusan Mendiknas dan atau Menteri Agama dalam hal terkait dengan hari raya keagamaan.

c. Pemerintah pusat dan daerah dapat menetapkan hari libur untuk sekolah.

d. Kalender Pendidikan ini disusun oleh .SD... Palembang.

Alokasi waktu minggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya tertera pada tabel 7.

Tabel 7.

Alokasi Waktu pada Kelender Pendidikan

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

1. Minggu efektif belajar Minimum 34 minggu dan maksimum 38

minggu

Digunakan untuk kegiatan

pembelajaran efektif pada setiap satuan pendidikan

2. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester 3. Jeda antar semester Maksimum 2 minggu Antara semester I dan II 4. Libur akhir tahun

pelajaran

Maksimum 2 minggu Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun pelajaran

5. Hari libur keagamaan 2 – 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan libur keagamaan lebih panjang dapat mengaturnya sendiri tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu

pembelajaran efektif 6. Hari libur

umum/nasional

Maksimum 2 minggu Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

7. Hari libur khusus Maksimum 1 minggu Untuk satuan pendidikan sesuai dengan ciri kekhususan masing-masing

8. Kegiatan khusus sekolah/madrasah

Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan yang diprogramkan secara khusus oleh sekolah/madrasah tanpa mengurangi jumlah minggu efektif belajar dan waktu

pembelajaran efektif KALENDER PENDIDIKAN .SD...

PALEMBANG TAHUN PELAJARAN 2022/2023 SEMESTER I

Juli 2023 HE Tanggal Uraian Kegiatan

Minggu 2 9 16 23 30 2 Hari Perdamaian Dunia

Senin 3 10 17 24 4 29 Hari Raya Idul Adha 1444 H

Selasa 4 11 18 25 4 19 Tahun Baru Islam 1445 H

Rabu 5 12 19 26 4 13-16 MPLS

Kamis 6 13 20 27 4

Jum’at 7 14 21 28 5

Sabtu 29 15 22 29 30 3

Jumlah Hari Efektif (HE) 24

Agustus 2023 HE Tanggal Uraian Kegiatan

Minggu 7 14 21 28 14 Hari Pramuka

Senin 1 8 15 22 29 5 17 HUT Kemerdekaan RI

Selasa 2 9 16 23 30 5 22 HUT ... Palembang

Rabu 3 10 17 24 31 4

Kamis 4 11 18 25 4

Jum’at 5 12 19 26 4

Sabtu 6 13 20 27 4

Jumlah Hari Efektif (HE) 26

September 2022 HE Tanggal Uraian Kegiatan

Minggu 4 11 18 25 8 Hari Aksara

Senin 5 12 19 26 4 9 Hari Olahraga Nasional

Dalam dokumen DOKUMEN 1 KOS KURIKULUM 2013 SD CONTOH(1) (Halaman 37-42)

Dokumen terkait