BAB IV BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V PENUTUP
2. Penelitian non eksperimental
Ada beberapa metode penelitian yang dapat dimasukkan ke dalam penelitian kuantitatif yang bersifat noneksperimental, yaitu
a. deskriptif, merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterprestasi objek dengan sesuai dengan apa adanya (Best,1982 : 119).
Dalam metode ini, Tim Pelaksana memungkinkan untuk melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan generalisasi dan mengembangkan teori yang memiliki validitas universal (West, 1982)
b. survey, kegiatan penelitian yang mengumpulkan data pada saat tertentu dengan tiga tujuan penting yaitu:
1) mendeskripsikan keadaan alami yang hidup saat itu.
2) mengidentifikasi secara terukur keadaan sekarang untuk dibandingkan.
3) menetukan hubungan sesuatu yang hidup diantara kejadian spesifik.
c. ex-post facto, merupakan penelitian dimana variabel-variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat dalam suatu penelitian. Pada penelitian ini, keterikatan antar variabel bebas dengan variabel bebas, maupun antar variabel bebas dengan variabel terikat, sudah terjadi secara alami, dan peneliti dengan setting tersebut ingin melacak kembali jika memungkinkan apa yang menjadi faktor penyebabnya (sukardi, 2009. 157-210).
Contoh :
Secararandomkitameneliti200perusahaandaripopulasi 1000 perusahaan
mengenai sistem penggajiannya. Surveidilakukan
dengancaramengirimkuesionerpada200manajer,makakonfigurasi desainnya akan seperti di bawahini:
(R) O1
Dimana Olmewakili survei di 200 perusahaan dengan memberikan kuesioner kepada 200 manajer yang dipilih secara random (R ).
d. komparatif, penelitian diarahkan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat berdasarkan pengamatan terhadap akibat yang terjadi dan mencari faktor yang menjadi penyebab melalui data yang dikumpulkan
e. korelasional, penelitianyang akan melihat hubungan antara variabel atau beberapa variabel denga variabel lain. Variabel yang digunakan untuk memprediksi disebut variabel prediktor atau variabel bebas, sedangkan variabel yang diprediksi disebut variabel kriteria atau variabel terikat.
f. penelitian tindakan merupakan cara suatu kelompok atau seseorang dalam mengorganisasi suatu kondisi sehingga mereka dapat mempelajari pengalaman mereka dan membuat pengalaman mereka dapat diakses oleh orang lain.Penelitian tindakan merupakan mengembangan penelitian terpakai atau apllied research, dalam hal ini peneliti bersifat sebagai :
1) pemeran aktif kegiatan pokok.
2) agen perubahan atau agent of change.
3) subjek atau objek yang diteliti memperoleh manfaat dari hasil tindakan yang diberikan secara terencana oleh peneliti.
Dalam penelitian kuantitatif cara pengambilan sampel, diarahkan menggunakan metode sampling probability, yaitu :
a. sampel random sederhana (Simple Random Sampling)
Dikatakan simpel (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian bila anggota populasi dianggap homogen.
Misal : N (populasi) = 1000 n (sampel) = 100
bersarnya kesempatan = n/N = 100/1000 = 0,1. Artinya setiap anggota populasi memiliki kemungkinan untuk dipilih sebagai sampel 0,1. Teknis acak sederhana yaitu dengan cara undian.
b. sampel random berstrata (proportionate stratified randong sampling)
Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai unsur/anggota yang tidak homogen dan berstrata secara propesional.
Misal : jumlah populasi 2050, yang terdiri atas : strata I : 1500
perbandingan : 30 strata II : 500 perbandingan : 10
strata III : 50 perbandingan : 1
jadi 2050 : 41
Apabila ukuran sampel adalah sebanyak 82, maka jumlah sampel masing- masing strata dapat diambil secara proporsional sebagai berikut :
Strata I : 30/31 x 82 = 60 Strata II : 10/41 x 82 = 20 Strata III : 1/41 x 82 = 2
82
c. Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional
Misal : Pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai : Lulusan S3 : 3 orang
Lulusan S2 : 4 orang Lulusan S1 : 90 orang
SMU : 800 orang
SMP : 700 orang
Maka tiga orang lulusan S3 dan empat orang S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena kedua kelompok tersebut terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok S1, SMU, dan SMP.
d. Sampel Random Berkelompok (Cluster Sampling)
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu Negara, Provinsi, atau Kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan.
Misal : Di Indonesia terdapat 30 Provinsi, dan sampelnya akan menggunakan 15 provinsi, maka pengambilan 15 provinsi itu diambil secara random. Karena provinsi-provinsi di Indonesia itu berstrata (tidak sama) maka pengambilan sampelnya perlu menggunakan stratifield random sampling. Propinsi di Indonesia ada penduduknya padat, ada yang kaya bahan tambangada yang mempunyai hutan banyak. Karakteristik semacam ini perlu diperhatikan sehingga pengambilan sampel menurut strata populasi itu dapat ditetapkan.
Teknik sampling daerah ini sering digunakan melalui dua tahap yaitu tahap pertama mementukan sampel daerah, dan tahap kedua menentukan orang- orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga
c. Hipotesis, Variabel dan Instrumen
Menurut Sugiyono (2009: 96), hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk pertanyaan.Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum berdasarkan fakta empiris yang diperoleh melalui pengolahan data.Prinsip penelitian kuantitatif, menggunakan hipotesis, kecuali penelitian kuantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif.
1. Jenis-Jenis,cara merumuskan,menguji hipotesis, dan analisis data a. Hipotesis dilihat dari kategori rumusannya
Menurut Yatim Riyanto (1996: 13) hipotesis dilihat dari kategori rumusannya dibagi menjadi dua, yaitu hipotesis nihil( null hypotheses) disingkat menjadi Ho dan hipotesis alternative (alternative hypotheses) biasanya disebut hipotesis kerja atau disingkat Ha.
1) hipotesis nihil (Ho) yaitu hipotesis yang menyatakan tidak adanya hubungan atau pengaruh antara variable dengan variable yang lain. Misal : tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SD.
2) hipotesis alternative (Ha) yaitu hipotesis yang menyatakan adanya hubungan atau pengaruh antara variable dengan variable lain. Misal: ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SD.
Hipotesis alternative ada 2 macam yaitu directional hypotheses dan nondirectional hypotheses (Fraenkel dan Wallen, 1990: 42; Suharsimi Arikunto, 1989 : 57), menjelaskan :
1) Hipotesis terarah (directional hypotheses) adalah hipotesis yang diajukan oleh peneliti,dimana Tim Pelaksana sudah menemukan dengan tegas yang menyatakan bahwa variabel independent memang sudah diprediksi berpengaruh terhadap variabel dependent.
2) Hipotesis tak terarah (nondirectional hypotheses) adalah hipotesis yang diajukan dan dirumuskan oleh peneliti tampak belum tegas bahwa variabel independent berpengaruh terhadap variabel dependent.
b. Hipotesis dilihat dari sifat variabel yang akan diuji
Menurut Yatim Riyanto (1996: 14) berdasarkan sifat yang akan diuji hipotesis penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu hipotesis tentang hubungan dan hipotesis tentang perbedaan.
Hipotesis tentang hubungan yaitu hipotesis yang menyatakan tentang saling hubungan antara dua variabel atau lebih, mengacu pada penelitian korelasional.Hubungan antara variabel tersebut menurut Yatim Riyanto (1996:
14-15) dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
1) Hubungan yang sifatnya sejajar tidak timbal balik.
2) Hubungan yang sifatnya sejajar tmbal balik
3) Hubungan yang menunjukan pada sebab akibat tetapi tidak timbal balik.
Hipotesis tentang perbedaan yaitu hipotesis yang menyatakan perbedaan dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda.Hipotesis tentang perbedaan ini mendasari berbagai penelitian komparatif dan eksperimen.
c. Hipotesis yang dilihat darilingkup variabel yang diuji
Hipotesis dapat dibedakan menjadi hipotesis mayor dan hipotesis minor.Hipotesis mayor adalah hipotesis yang mencakup kaitan seluruh variabel dan seluruh subyek penelitian, sedangkan hipotesis minor adalah hipotesis yang terdiri dari bagian-bagian atau sub-sub dari hipotesis mayor (jabaran dari hipotesis mayor).
Misal: hipotesis mayor
ada hubungan antara keadaan sosial ekonomi orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA
Contoh hipotesis minor :
1) ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA
2) ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA
3) ada hubungan antara kekayaan orang tua dengan prestasi belajar siswa SMA
Pendapat lain dikemukakan Jonathan Sarwono (2006 : 39-41), bahwa menurut bentuknya cara merumuskan hipotesis, dengan tahapan yaitu :
1) Hipotesispenelitianialahhipotesisyangkitabuatdandinyatakan dalam bentukkalimat.
Contoh 1 : hipotesis asosiatif rumusan masalah:
Adakah hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja pegawai?
Hipotesis penelitian adalah
adahubunganantaragayakepemimpinandengankinerjapegawai
2) Hipotesis operasional ialah mendefinisikan hipotesis secara operasional variabel-variabelyang ada didalamnya agar dapat dioperasionalisasikan.
Contoh : “gaya kepemimpinan”dioperasionalisasikan sebagai cara memberikan instruksi terhadapbawahan.Kinerja pegawai dioperasionalisasikan sebagai tinggi rendahnya pemasukan perusahaan.
Hipotesis operasional dijadikan
menjadidua,yaituhipotesisOyangbersifatnetraldanhipotesis1yang bersifat tidaknetral
Maka bunyi hipotesis operasionalnya:
HO : tidak ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi-rendahnya pemasukan perusahaan
H1 : adahubunganantaracaramemberikaninstruksiterhadapbawahan dengan tinggi-rendahnya pemasukanperusahaan
3) Hipotesisstatistikialahhipotesisoperasionalyangditerjemahkan kedalam bentuk angka-angka statistik sesuai dengan alat ukur yang dipilih oleh peneliti. Dalam contoh ini asumsi kenaikan pemasukan sebesar3O
%,makahipotesisnyaberbunyisebagaiberikut : HO : P=O,3
H1 : P ¹O,3
Contoh 2: Hipotesis deskriptif rumusan masalahnya:
seberapabesarpenguasaanBahasaInggrisdikalanganmahasiswa?
hipotesis penelitian:
penguasaanBahasaInggrisdikalanganmahasiswakurangdari standar hipotesis operasional bunyinya:
HO = PenguasaanBahasaInggrisdikalanganmahasiswasama denganstandar
H1 = PenguasaanBahasaInggrisdikalanganmahasiswatidak sama denganstandar
Hipotesis statistik HO : r=8O%(O.8) H1 : r¹8O%(O.8)
Diasumsikan standar sama dengan 8O% penguasaan Bahasa Inggrisnya.
Contoh 3: Hipotesiskomparatif rumusan masalahnya:
bagaimana sikap mahasiswa di Bandung terhadap penyalahgunaan narkoba dibandingkan dengan sikap mahasiswa di Yogyakarta
hipotesis penelitian:
ada perbedaan sikap terhadap penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa di Bandung dan mahasiswa di Yogyakarta
hipotesis operasional:
HO = Tidak ada perbedaan persentase sikap terhadap penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa di Bandung dan mahasiswa di Yogyakarta
H1 = Ada perbedaan persentase sikap terhadap penyalahgunaan narkoba pada mahasiswa di Bandung dan mahasiswa di Yogyakarta
Hipotesis Statistik:
HO : r Bandung = r Yogyakarta H1 : r Bandung ¹ r Yogyakarta d. Uji Hipotesis
Hipotesis yang sudah dirumuskan kemudian harus diuji. Pengujian ini akan membuktikan HO atau H1 yang akan diterima. Jika H1 diterima maka HO ditolak, artinya ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi-rendahnya pemasukan perusahaan.Dalam membuat hipotesis ada dua jenis kekeliruan yang kadang dibuat oleh peneliti, yaitu:
a) menolak hipotesis yang seharusnya diterima. Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan alpha (a).
b) menerima hipotesis yang seharusnya ditolak. Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan beta (b).
Dengan demikian, secara garis besar pendekatan-pendekatan dalam melakukan uji hipotesisyaitu :
1. Pendekatan Uji Parametrik (data metrik)
2. Pendekatan Uji Non Parametrik (data non metrik) lihatlah pada bagan di bawah ini :
Perbedaan uji hipoetesis parametrik dan non parametrik dapat disimak pada matrik di bawah ini :
Jenis Analisis
Parametrik Jenis Analisis Non
Parametrik Pengujian
Uji - t berpasangan Uji tanda Meneliti perbedaan
dalam suatu
kelompok
Uji - t untuk sample bebas Uji Mann Whitney U; Membandingkan dua Uji Hipotesis
Uji Non Parametrik Uji Paramterik
Satu Sampel : 1. Uji T 2. Uji Z
Dua Sampel
Sampel Independen : 1. Uji t
2. Dua Kelompok 3. Uji Z
Sampel Berpasangan : 1. Uji t
berpasangan
Satu Sampel : 1. Chi square 2. K-S 3. Runs 4. Binomial
Dua Sampel
Sampel Independen : 1. Chi square
2. U Mann
Whitney 3. Uji Median 4. Wilcoxon
Sampel Berpasangan : 1. Sign
2. Wilcoxon 3. McNemar 4. Chi square
Uji Wilcoxon jumlah
peringkat sample bebas
Analisa varians satu jalur (Uji F )
Analisa varians dengan menggunakan peringkat Kruskal Wallis
Membandingkan tiga kelompok atau lebih
Analisa varians dua jalur Analisa varians dua jalur Friedman
Membandingkan tiga kelompok atau lebih dengan menggunakan dua faktor yang berbeda
Koefisien korelasi Pearson Koefisien korelasi peringkat Spearman
Mengetahui hubungan korelasi linier antara dua perubah