• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Pengembangan R&D

Dalam dokumen PDF Metode Penelitian Pendidikan - Unibos (Halaman 45-56)

BAB II JENIS PENELITIAN

E. Penelitian Pengembangan R&D

yang ada d lapangan. Observasi yang baim adalah observasi yang fleksibel dan terbuka untuk dapat mencatat gejala yang muncul, baik yang diharapkan maupun yang tidak diharapkan.

4. Refleksi; langkah reflektif erupakan langkah atau sarana untuk melakukan pengkajian kembali tindakan yang telah dilakukan terhadap subjek penelitian dan telah dicatat dalam observasi. Langkah reflektif ini berusaha mencari alur pemikiran yang logis dalam kerangka kerja proses, problem, isu, dan hambatan yang muncul dalam perencanaan tindakan strategik. Langkah reflektif ini biasanya dilakukan dan direalisasi melalui diskusi sesama partisipan, seminar antara partisipan ataupun para peneliti dengan partisipan. Hasil reflektif ini penting untuk melakukan tiga kemungkinan yang terjadi terhadap perencanaan semula terhadap subjek penelitian, yaitu diberhentikan, modifikasi, atau dilanjutkan ke siklus berikutnya.

(2) suatu situasi di mana seseorang melakukan atau melaksanakan rancangan, pengembangan pembelajaran, atau kegiatan evaluasi dan mengkaji proses pada saat yang sama, atau berupa: (3) kajian tentang rancangan, pengembangan, dan proses evaluasi pembelajaran, baik yang melibatkan komponen proses secara menyeluruh maupun komponen proses tertentu saja.

Penelitian pengembangan R & D sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penelitian jenis lain. Hal yang membedakan bisa dilihat dari sisi metodologisnya. Paling tidak ada dua hal yang menjadi pembeda, yaitu penelitian pengembangan memerlukan analisis kebutuhan dan pada akhirnya menghasilkan produk. Jika dilihat dari sisi metodologisnya, menurt Sugiyono (2008), peneliti penelitian pengembangan R &

D perlu memperhatikan langkah-langkah berikut.

1. Potensi dan masalah

2. Kegiatan mengumpulkan informasi 3. Desain produk

4. Validasi desain 5. Perbaikan desain 6. Uji coba desain 7. Revisi produk 8. Uji coba pemakaian 9. Revisi produk

10. Pembuatan produk masal

Sehubungan dengan penelitian pengembangan R & D, ada beberapa model yang dapat dipilih untuk diterapkan.

Model-model tersebut oleh Setyosari (2015) diuraikan berikut ini.

1. Model konseptual

Model ini bersifat analitis yang memerikan atau menjelaskan komponen-komponen produk yang akan dikembangkan dan keterkaitan antarkomponennya. Model

konseptual memperlihatkan hubungan natarkonsep yang satu dengan yang lain yang dalam hal ini konsep-konsep itu tidak memperlihatkan urutan secara bertahap. Ciri model ini urutan boleh diawali darimana saja. Artinya, komponen yang satu tidak harus lebih awal daripada konsep atau komponen yang lain. Model konseptual lebih bersifat konstruktivistik. Artinya, urutan bersifat terbuka, berulang atau rekursif dan fleksibel. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat gambar berikut.

Gambar 4. Hubungan Konseptual Antarkomponen Kurikulum

2. Model prosedural

Salah satu model yang akan dibicarakan lagi adalah model prosedural yang diperkenalkan oleh Dick &

Carey (2009: 91);. Model prosedural adalah model

MATERI

prosedural yang harus diikuti untuk menghasilkan suatu produk tertentu. Model ini berbeda dengan model konseptual karena model ini lebih mementingkan urutan langkah-langkah yang diikuti secara bertahap dari langkah awal hingga langkah akhir. Model ini paling sering dipakai dalam penelitian pengembangan, terutama dalam penelitian pendidikan. Ada sepuluh langkah yang harus ditempuh dalam model ini dengan tahapan sebagai berikut.

Tahap Analisis Kebutuhan

Pada tahap ini pengembangmenganalisis kebutuhan untuk menentukan tujuan program atau produk yang akan dikembangkan. Kebutuhan yang dimaksud terkait dengan kondisi riil di lapangan, di kelas, atau latar lainnya. Pengembang mencatat segala keadaan, misalnya bahan, produk yang dipakai belum memadai atau belum memenuhi kebutuhan untuk belajar sehingga berdampak rendahnya keterampilan atau penguasan peserta didik dalam bidang studi tertentu.

Tahap Analisis Pembelajaran

Proses, prosedur pembelajaran yang berlangsung selama ini, dan hasil belajar dianalisis. Kemudian, hal yang dirasakan kurang, perlu diidentifikasi dan selanjutnya dimasukkan ke dalam rancangan produk yang dikembangkan.

Tahap Analisis Peserta Didik dan Konteks

Peneliti menganalisis pembelajar dan konteks yang mencakup keterampilan, sikap, karakteristik awal pembelajar, dan keadaan bahan ajar (jika bahan ajar yang akan dikembangkan) yang digunakan.

Tahap Merumuskan Tujuan Performansi

Peneliti merumuskan tujuan performansi atau unjuk kerja dengan cara menjabarkan tujuan yang lebih spesifik. Perumusan tujuan ini memberikan gambaran tentang rumusan operasional produk yang dikembangkan.

Tahap Mengembangkan Instrumen

Setelah pengembang merumuskan tujuan, langkah selanjutnya adalah mengembangkan instrumen untuk mengukur ketercapaian tujuan operasional dengan mengacu pada indikator-indikator tertentu. Selain itu, pengembangan instrumen juga untuk megukur perangkat produk yang dikembangkan. Instrumen yang dikembangkan adalah yang berkaitan dengan produk bahan ajar. Instrumen dapat berupa kuesioner atau daftar cek.

Tahap Mengembangkan Strategi Pembelajaran

Pada tahap ini, pengembang mengembangkan strategi pembelajaran yang secara spesifik membantu pembelajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Strategi yang dikembangkan berkaitan dengan produk yang dikembangkan.

Tahap Mengembangkan dan Memilih Bahan Pembelajaran Langkah berikutnya adalah mengembangkan dan memilih bahan ajar. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan cetak, manual, baik untuk pebelajar maupun untuk pembelajar, dan media lain yang dirancang untuk mendukungpencapaian tujuan. Prodeuk atau desain yang dikembangkan berdasarkan tipe, jenis, dan model tertentu perlu diberikan argumen atau alasan mengapa memilih dan mengembangkan berdasarkan tipe atau model tersebut.

Tahap Rancangan dan Pelaksanaan Evaluasi Formatif Tahap selanjutnya, pengembang merancang dan

Mertler dalam Mertler (2011: 229) adalah evaluasi atau penilaian yang dilakukan selama pengajaran demi tujuan penentuan penyesuaian pada hal yang perlu dilakukan terhadap proses belajar-mengajarnya pada saat masih berjalan. Dalam hubungan dengan penelitian pengembangan ini, evaluasi formatif, yaitu aktivitas mengumpulkan informasi, keterangan, data yang dilaksanakan oleh pengembang selama proses, prosedur, atau produk sedang dikembangkan. Evaluasi formatif ini dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan maksud untuk mendukung proses peningkatan efektivitas. Kegiatan pengumpulan data ini dikenal sebagai kegiatan validasi. Kegiatan validasi merupakan proses- proses atau aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh pengembang selama produk dikembangkan untuk menentukan kelayakan produk yang dikembangkan.

Tahap Revisi

Setelah pengembang melakukan evaluasi formatif, langkah berikutnya adalah melakukan revisi. Kegiatan ini dilakukan terhadap produk yang dikembangkan.

Tahap Evaluasi Sumatif

Menurut Mertler dalam Mertler (2011: 229) dan Thiagarajan (1974: 147) , evaluasi sumatif adalah evaluasi yang diselenggarakan setelah selesai periode pengajaran tertentu (misalnya, setelah selesainya satu pelajaran, akhir semester, akhir perkuliahan) demi tujuan-tujuan pengambilan keputusan administratif, seperti penentuan nilai akhir atau sekadar pemberian paparan yang lebih luas tentang hasil belajar. Evaluasi sumatif dalam penelitian ini dilaksanakan untuk menentukan tingkat efektivitas produk yang telah dikembangkan. Untuk uji efektivitas produk diperlukan uji atau evaluasi secara eksternal. Untuk lebih

jelasnya dapat dilihat pada gambar 5 tentang bagan alur model prosedural sebagai berikut.

Gambar 3. Bagan Alur Model Prosedural Dick & Carey

PENDALAMAN BAB II

1. Jelaskanlah pengertian penelitian deskriptif dan uraikanlah jenis-jenisnya menurut metode pengumpulan datanya!

2. Jelaskanlah pengertian penelitian expostfacto dan uraikanlah langkah-langkahnya!

3. Jelaskanlah pengertian penelitian eksperimen dan uraikanlah rancangan penelitiannya!

4. Jelaskan pengertian penelitian tindakan kelas dan uraikan pula prinsip-prinsipnya!

5. Jelaskanlah pengertian penelitian pengembangan dan uraikan pula model-modelnya!

Siapa pun kamu, jadilah sesuatu yang baik!

(Abraham Lincoln) Setelah mempelajari BAB III, mahasiswa diharapkan:

1. Dapat menyusun latar belakang penelitian.

2. Dapat menyusun rumusan masalah penelitian.

3. Dapat menyusun tujuan penelitian.

4. Dapat menyusun manfaat penelitian.

BAB III

Dalam dokumen PDF Metode Penelitian Pendidikan - Unibos (Halaman 45-56)