• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Penelitian Terdahulu

Penelitian terkait kinerja keuangan pemerintah daerah telah banyak dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan membuktikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Kinerja keuangan juga diukur menggunakan proksi yang beragam serta adanya perbedaan hasil penelitian yang satu dengan yang lainnya.

Penelitian Halachmi, A. (2005) menyatakan bahwa pengukuran kinerja merupakan salah satu cara untuk mengelola kinerja. Pengukuran kinerja dilakukan di sektor swasta dan pemerintahan dengan berbagai cara pengukuran dan bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya telah digunakan secara optimal untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam konteks pemerintahan, pengukuran kinerja sangat penting karena banyaknya kritik tentang kinerja pemerintah yang menyatakan bahwa pemerintah tidak efisien, tidak efektif, terlalu birokratis, dibebani oleh aturan yang tidak perlu, tidak responsif terhadap keinginan dan kebutuhan publik dan tidak demokratis. Adapun pengukuran kinerja pemerintah dapat diukur dari laporan keuangannya.

Penelitian Mustikarini dan Fitriasari (2011) ditujukan untuk mengetahui pengaruh ukuran pemerintah daerah, tingkat kekayaan daaerah, tingkat ketergantungan pada pemerintah pusat, belanja daerah dan temuan audit terhadap

kinerja pemerintah kabupaten/kota di Indonesia tahun 2007. Kinerja pemerintah daerah diukur dengan skor kinerja pemerintah daerah. Dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran pemerintah daerah, tingkat kekayaan daaerah, tingkat ketergantungan pada pemerintah pusat berpengaruh positif terhadap skor kinerja pemerintah daerah sedangkan belanja daerah dan temuan audit berpengaruh negatif terhadap skor kinerja pemerintah daerah.

Penelitian Arnaldi & Yusra, I. (2019) bertujuan untuk mengukur kinerja sektor publik untuk membantu pemerintah daerah memperbaiki kinerjanya dengan fokus pada tujuan dan sasaran program unit kerja. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi sektor publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kinerja keuangan diukur dengan perhitungan rasio keuangan terhadap APBD Pemerintah Kota Padang Tahun Anggaran 2014-2018 antara lain rasio kemandirian keuangan daerah, rasio ketergantungan keuangan daerah, rasio desentralisasi fiskal, rasio efisiensi dan analisis kemampuan keuangan daerah. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian Pemerintah Kota Padang masih cukup untuk memenuhi kebutuhan dana untuk penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan, tingkat ketergantungan kepada pemerintah pusat masih tinggi, tingkat derajat desentralisasi fiskal sedang, tingkat efisiensi pengelolaan keuangan daerah tidak efisien, dan kemampuan keuangan daerah masih belum ideal.

Penelitian Rusmita, S. (2019) bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik pemerintah daerah terhadap kinerja pemerintah daerah kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Kinerja keuangan pemerintah daerah sebagai variabel dependen diukur menggunakan tingkat efisiensi sedangkan variabel independen yang digunakan adalah total aset, belanja daerah, DAU, PAD dan leverage. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian membuktikan belanja daerah dan ketergantungan terhadap pemerintah pusat berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Barat sedangkan ukuran pemerintah, kemakmuran dan leverage tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Penelitian Purnama, H. & Putri (2019) bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik yang diproksikan dengan total pendapatan dan ukuran pemerintah daerah (total aset) dan kompleksitas yang diproksikan dengan ukuran legislatif dan jumlah SKPD terhadap pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah. Data yang digunakan adalah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dari 9 Pemerintah Kota dan 18 Pemerintah Kabupaten di Jawa Barat periode 2014-2017.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pendapatan dan ukuran pemerintah daerah (total aset) berpengaruh positif terhadap pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah dan ukuran legislatif dan jumlah SKPD tidak berpengaruh terhadap pengungkapan laporan keuangan pemerintah daerah.

Penelitian Kiswanto, Ain, H. & Nani F. (2019) bertujuan untuk menguji pengaruh hasil audit dan kinerja keuangan terhadap tingkat korupsi yang dimoderasi oleh ukuran pemerintah daerah provinsi di Indonesia periode 2012-

2015. Variabel dependen adalah tingkat korupsi, variabel independen adalah temuan audit, tindak lanjut pemeriksaan, rasio independensi dan rasio aktivitas, variabel moderating adalah ukuran pemerintah daerah. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil audit antara lain temuan audit, tindak lanjut hasil pemeriksaan dan rasio independensi berpengaruh positif terhadap tingkat korupsi sedangkan kinerja keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat korupsi. Ukuran pemerintah daerah secara signifikan memoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap tingkat korupsi.

Penelitian Kirana, A.S. & Sulardi (2020) bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik pemerintah daerah dan opini terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah kabupaten dan kota di Indonesia tahun 2018. Kinerja keuangan pemerintah daerah diukur menggunakan logaritma natural dari perbandingan pendapatan dan beban yang terdapat pada struktur pembentuk laporan operasional.

Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian membuktikan hanya belanja modal dan ukuran pemerintah daerah yang mempengaruhi kinerja keuangan pemerintah daerah. Adapun latar belakang penelitian yaitu pemerintah daerah memiliki peranan besar dalam terselenggaranya pelayanan publik yang optimal agar dapat diterima oleh masyarakat. Dasar penunjang perbaikan pelayanan masyarakat dimulai dari peningkatan kinerja keuangan pemerintah daerah. Oleh karena itu, BPK sebagai lembaga yang berwenang untuk memeriksa kinerja pemerintah daerah dari segi pengelolaan keuangan akan memberikan opini audit atas laporan keuangan. Selain itu, kinerja

yang dicapai oleh setiap daerah kabupaten/kota di Indonesia sangat beragam karena adanya perbedaan karakteristik pada setiap daerah sehingga pengukuran kinerja keuangan pemerintah daerah.

Penelitian Kurnia, D. (2020) bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh temuan audit, opini audit, tindak lanjut hasil pemeriksaan dan struktur anggaran terhadap kinerja pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Banten periode tahun 2013 s.d 2016. Kinerja pemerintah daerah diproksikan dengan Indeks Pembangunan Manusia. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temuan audit tidak berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Banten, opini audit berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Banten, tindak lanjut hasil pemeriksaan berpengaruh dengan arah negatif terhadap kinerja pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Banten, serta struktur anggaran tidak berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Adapun latar belakang penelitian yaitu pemerintah daerah wajib mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah untuk mewujudkan good governance sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Penelitian Wijayanti, Y. & Dhini (2020) bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel ukuran daerah, belanja daerah, tingkat kekayaan daerah, leverage, kompleksitas pemerintahan, temuan audit dan opini BPK terhadap kinerja

keuangan pemerintah daerah di Jawa dan Bali Tahun Anggaran 2014-2015. Kinerja keuangan pemerintah daerah sebagai variabel dependen diukur menggunakan tingkat efisiensi sedangkan variabel independen yang digunakan adalah ukuran (total aset), belanja daerah, opini audit, temuan audit, tingkat kekayaan daerah, leverage, kompleksitas (total SKPD). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa ukuran, belanja daerah dan opini audit berpengaruh terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah sedangkan tingkat kekayaan daerah, leverage, kompleksitas pemerintahan dan temuan audit tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah.

Penelitian Faridatussalam, S.R. (2020) bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Kinerja pemerintah daerah diproksikan dengan analisis rasio kemandirian, rasio ketergantungan daerah dan analisis kemampuan keuangan daerah. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio keuangan adalah kurang baik karena peran pemerintah pusat masih lebih dominan dan kontribusi PAD masih relatif kecil untuk membiayai belanja daerah.

Adapun perbedaan dan persamaan penelitian ini terhadap penelitian terdahulu dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 2.1 Perbedaan dan Persamaan terhadap Penelitian Terdahulu

No Nama Peneliti Judul Penelitian Perbedaan Persamaan 1 Arie Halachmi (2005) Performance Measurement is

Only One Way of Managing Performance

Jenis Penelitian, Sampel Penelitian, Metode Analisis Data

Membahas terkait pengukuran kinerja 2 Widya Astuti

Mustikarini dan Debby Fitriasari (2011)

Pengaruh Karakteristik Pemeritah Daerah dan Temuan Audit BPK terhadap Kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Indonesia Tahun Anggaran 2007

Sampel Penelitian, Proksi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Variabel Dependen), Variabel Independen

Metode Analisis Data, Variabel Independen (Ukuran Pemerintah Daerah, Temuan Audit) 3 Arnaldi dan Irdha

Yusra (2019)

Analisis Keuangan Pemerintah Daerah Kota Padang untuk Mengukur Kinerja Keuangan Daerah

Sampel Penelitian, Metode Analisis Data

Proksi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah

4 Sari Rusmita (2019) Effect of Regional Government Characteristics of Financial Performance

Sampel Penelitian, Proksi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Variabel Dependen), Variabel Independen

Metode Analisis Data, Variabel Independen (Ukuran Pemerintah Daerah)

5 Hari Purnama dan Putri (2019)

Which Ones Are More Important:

Characteristics or Complexities?

A Study of Disclosure in Local Government Financial Reports

Sampel Penelitian, Proksi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Variabel Dependen), Variabel Independen

Metode Analisis Data, Variabel Independen (Ukuran Pemerintah Daerah)

6 Kiswanto, Ain dan Nani (2019)

The Effect of Audit Result and Financial Performance on Corruption Level Moderated by Government Size

Sampel Penelitian, Proksi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Variabel Dependen), Variabel Independen, Variabel Moderating

Metode Analisis Data, Variabel Independen (Temuan Audit)

7 Akhila Santika Kirana dan Sulardi (2020)

Pengaruh Karakteristik Pemerintah Daerah dan Opini Audit terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah di Indonesia

Sampel Penelitian, Proksi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Variabel Dependen), Variabel Independen

Metode Analisis Data, Variabel Independen (Ukuran Pemerintah Daerah)

8 Dede Kurnia (2020) Pengaruh Temuan Audit BPK atas Laporan Keuangan

Sampel Penelitian, Proksi Kinerja

Metode Analisis Data, Variabel

No Nama Peneliti Judul Penelitian Perbedaan Persamaan Pemerintah Daerah, Opini Audit

atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan dan Struktur Anggaran terhadap Kinerja Pemerintah Daerah

Keuangan Pemerintah Daerah (Variabel Dependen), Variabel Independen

Independen (Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan)

9 Yulia Wijayanti dan Dhini (2020)

The Effect of Regional Characteristic, Leverage, Government Complexity, BPK Audit Findings and Opinions on Local Government Financial Performance

Sampel Penelitian, Proksi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah (Variabel Dependen), Variabel Independen

Metode Analisis Data, Variabel Independen (Ukuran Pemerintah Daerah, Temuan Audit) 10 Sitti Retno

Faridatussalam (2020)

Analisis Kinerja Keuangan dalam Meningkatkan Kemandirian Daerah

Sampel Penelitian, Metode Analisis Data

Proksi Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah

Dokumen terkait