BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Penelitian Terdahulu
e. Katalisator perubahan (change catalyst), yaitu memulai dan mengelola perusahaan.
f. Membangun hubungan (building bond), yaitu menumbuhkan hubungan yang bermanfaat.
g. Kolaborasi dan kooperasi (collaboration and cooperation), yaitu kerjasama dengan orang lain demi tujuan bersama.
h. Kemampuan tim (tim capabilities), yaitu menciptakan sinergi kelompok dalam memperjuangkan tujuan bersama.
seluruh mahasiswa jurusan akuntansi yang telah menempuh 120 SKS. Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa secara parsial, kecerdasan emosional memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat pemahaman akuntansi
Ardiani, et al., (2011) melakukan penelitian mengenai bagaimana pengaruh kecerdasan emosional dan perilaku belajar mahasiswa terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebagai variabel pemoderasi.
Penelitian ini menggunakan purposive sampling dan convenience sampling.
Populasi penelitian ini adalah mahasiswa fakultas ekonomi program studi akuntansi di 7 perguruan tinggi Semarang. Hasilnya menunjukkan bahwa pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi, dan empati memeliki pengaruh postif terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Sedangkan, keterampilan sosial mempunyai pengaruh negatif terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Dwi Setiawan dan Ardiani Ika S. (2011), melakukan penelitian untuk membuktikan pengaruh kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akuntasi. Sampel yang digunakan berupa purposive sampling dan convenience sampling. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi Universitas Semarang dengan mahasiswa yang berjumlah 466 mahasiswa. Hasil dari penelitian mereka menunjukkan bahwa pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Penelitian selanjutnya mengenai kecerdasan emosional juga dilakukan oleh M. Wimbo Wiyono pada tahun 2012 yang berjudul “Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi”. Sampel yang digunakan
berupa purposive sampling dan convenience sampling. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi semester 6 STIE Widya Gama Lumajang yang telah menempuh 120 SKS. Hasil menunjukkan keterampilan sosial berpengaruh positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Sedangkan, pengenalan diri, pengendalian diri, empati, dan motivasi mempunyai pengaruh negatif terhadap tingkat pemahaman akuntansi mahasiswa.
Pada tahun 2013, Arnike Amisye Manansal melakukan penelitian yang mengambil judul “Kecerdasan Emosi Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Pengaruhnya Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi”. Sampel yang digunakan sebanyak 100 orang mahasiswa dengan populasi mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsrat angkatan 2010-2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan keterampilan sosial secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi mahasiswa.
Pada tahun 2013, Liviawati dan Afvam Aquino melakukan penelitian yang mengambil judul “Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi Ditinjau dari Perspektif Gender”. Sampel yang digunakan berupa purposive sampling dan convenience sampling. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa akuntansi level strata satu pada Universitas Negeri dan Swasta di Kota Pekanbaru. Hasil dari penelitian ini menunjukkan motivasi dan pengendalian diri berpengaruh positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Sedangkan pengenalan diri, empati, dan keterampilan sosial memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat pemahaman akuntansi mahasiswa.
Ongky Ansharullah (2013) melakukan penelitian mengenai bagaimana kecerdasan emosional berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Sampel yang digunakan berupa purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, jurusan Akuntansi. Hasilnya menunjukkan bahwa pengenalan diri, pengendalian diri, dan motivasi berpengaruh positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Sedangkan, empati dan keterampilan sosial berpengaruh negatif terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Miftania Annisa Fitriyani (2015), melakukan penelitian mengenai bagaimana menganalisis faktor-faktor pengaruh kecerdasan emosioanl pada kemampuan pemahaman akuntansi yang dilihat dari perspektif gender. Sampel yang digunakan berjumlah 60 sampel pada siswa SMKN 3 Jepara kelas 3 jurusan Akuntansi. Populasi penelitian ini adalah siswa jurusan akuntansi kelas 3 SMKN 3 Jepara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan diri, pengaturan diri, motivasi, dan keterampilan sosial secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Sedangkan empati tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi
Alien Aulia (2016) melakukan penelitian mengenai bagaimana pengaruh pengendalian diri, motivasi, dan perilaku belajar terhadap tingkat pemahaman akuntansi mahasiswa. Sampel yang digunakan berjumlah 111 mahasiswa yang diambil menggunakan rumus slovin. Populasi penelitian ini adalah 153 mahasiswa Fakultas Ekonomi, program studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri
Semarang. Hasilnya menunjukkan bahwa pengendalian diri dan motivasi secara parsial berpengaruh positif terhadap tingkat pemhaman akuntansi.
Tabel 2.2.
Ikhtisar Peneliti Terdahulu
Peneliti Judul Penelitian
Sampel / Populasi yang
Dipakai
Variabel Hasil Penelitian
Lauw, Santy, dan Sinta
(2009)
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Pemahaman Akuntansi Dilihat Dari Perspektif Gender
Sampel: 125 sampel dari mahasiswa Akuntansi Univ. Kristen Maranatha Populasi:
Mahasiswa akuntansi tingkat akhir yang
menempuh 120 sks
Variabel Dependen:
Pemahaman Akuntansi Variabel
Independen:
Pengenalan diri,
pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial
Ada pengaruh positif antara kecerdasan emosional terhadap pemahaman akuntansi dan ada perbedaan pemahaman akuntansi antara mahasiswa pria dan mahasiswa wanita.
Poppy Nurmayanti
(2009)
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi, Kepercayaan Diri Sebagai Variabel Pemoderasi:
Ditinjau Dari Perspektif Gender
Sampel:
sampel mahasiswa jurusan akuntansi dari 3 perguruan tinggi di
Pekanbaru.
Populasi:
seluruh mahasiswa jurusan
akuntansi yang telah
menempuh 120 sks.
Variabel Dependen:
Tingkat Pemahaman Akuntansi Variabel
Independen:
Pengenalan diri,
pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial.
Ditinjau dari perspektif gender,
pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial antara mahasiswa akuntansi perempuan dan mahasiswa laki- laki tidak berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi
Peneliti Judul Penelitian
Sampel / Populasi yang
Dipakai
Variabel Hasil Penelitian
Ardiani, Febrina, dan
Oky (2011)
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Perilaku Belajar Mahasiswa Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi, Kepercayaan Diri Sebagai Variabel Pemoderasi
Sampel:
purposive sampling dan convenience sampling Populasi:
mahasiswa Fakultas Ekonomi Prodi S1 akuntansi di 7 Perguruan Tinggi Semarang
Variabel Dependen:
Tingkat Pemahaman Akuntansi Variabel
Independen:
Pengenalan Diri,
Pengendalian Diri,
Motivasi, Empati, Keterampilan Sosial, dan perilaku belajar.
Pengenalan diri, pengendalian diri, motivasi, empati, perilaku belajar
mempunyai pengaruh positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Keterampilan sosial
mempunyai pengaruh negatif terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Dwi Setiawan dan
Ardiani Ika S. (2011)
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Sampel:
Convenience Sampling dan purposive sampling Populasi:
mahasiswa (S1) akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Semarang.
Variabel Dependen:
Tingkat Pemahaman Akuntansi Variabel
Independen:
Pengenalan Diri, Pengaturan Diri, Motivasi, Empati, dan Keterampilan Sosial
Pengenalan diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi
Peneliti Judul Penelitian
Sampel / Populasi yang
Dipakai
Variabel Hasil Penelitian
M. Wimbo Wiyono
(2012)
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Sampel:
purposive sampling dan convenience sampling Populasi:
mahasiswa akuntansi semester 6 STIE Widya Gama Lumajang yang telah menempuh 120 SKS
Variabel Dependen:
Pemahaman Akuntansi Variabel
Independen:
Pengenalan diri,
pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial
Secara partial, pengenalan diri, pengendalian diri, empati, dan motivasi adanya pengaruh
negatif.
Keterampilan sosial
berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi
Arnike Amisye Manansal
(2013)
Kecerdasan Emosi Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Pengaruhnya Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Sampel: 100 orang
mahasiswa.
Populasi:
mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsrat angkatan 2010- 2012.
Variabel Dependen:
Pemahaman Akuntansi Variabel
Independen:
Motivasi dan keterampilan sosial
Motivasi dan Keterampilan sosial secara parsial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap pemahaman akuntansi
Liviawati dan Afvan Aquino
(2013)
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi Ditinjau Dari Perspektif Gender
Sampel:
purposive sampling dan convenience sampling Populasi:
mahasiswa akuntansi pada level strata satu pada Universitas Negeri dan Swasta di Kota Pekanbaru
Variabel Dependen:
Pemahaman Akuntansi Variabel
Independen:
pengenalan diri,
pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial
Motivasi dan pengendalian diri berpengaruh positif terhadap tingkat
pemahaman akuntansi.
Pengenalan diri, empati, dan keterampilan sosial memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Peneliti Judul Penelitian
Sampel / Populasi yang
Dipakai
Variabel Hasil Penelitian
Ongky Ansharullah
(2013)
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Sampel:
purposive sampling Populasi:
Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, Jurusan Akuntansi.
Variabel Dependen:
Tingkat Pemahaman Akuntansi Variabel
Independen:
Pengenalan diri,
pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial
Pengenalan diri, pengendalian diri, dan motivasi berpengaruh positif terhadap tingkat
pemahaman akuntansi.
Empati dan keterampilan sosial berpengaruh negatif terhadap tingkat
pemahaman akuntansi.
Miftania Annisa Fitriyani
(2015)
Analisis Faktor Pengaruh Kecerdasan Emosional Pada
Kemampuan Pemahaman Akuntansi Dilihat Dari Perspektif Gender Studi Empiris SMKN 3 Jepara
Sampel: 60 sampel pada siswa SMKN 3 Jepara kelas 3 jurusan
Akuntansi Populasi:
siswa jurusan akuntansi kelas 3 berjumlah 60 siswa
Variabel Dependen:
Tingkat Pemahaman Akuntansi Variabel
Independen:
Pengenalan Diri,
Pengendalian Diri,
Motivasi, Empati, dan Keterampilan Sosial
Pengenalan diri, pengaturan diri, motivasi, dan keterampilan sosial secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Empati tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi
Peneliti Judul Penelitian
Sampel / Populasi yang
Dipakai
Variabel Hasil Penelitian
Alien Aulia (2016)
Pengaruh pengendalian Diri,
Motivasi, dan Perilaku Belajar Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi Mahasiswa
Sampel: 111 mahasiswa yang diambil menggunakan
rumus Slovin Populasi:
mahasiswa Fakultas Ekonomi prodi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Semarang angkatan 2011.
Variabel Dependen:
Pemahaman Akuntansi Variabel
Independen:
Pengendalian Diri,
Motivasi, dan Perilaku Belajar
Pengendalian diri dan
motivasi secara parsial
berpengaruh positif terhadap tingkat
pemhaman akuntansi.
Sumber oleh: Penulis, 2016.
2.3 Pengembangan Hipotesa
Untuk mencapai tujuan penelitian ini maka dibutuhkan hipotesis mengenai permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini, maka di dalam penelitian ini menggunakan hipotesis sebagai berikut:
2.3.1 Dampak Pengenalan Diri Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi Teori belajar sosial yang dikemukakakan oleh Albert Bandura (1986), menekankan pada peran penting proses kognitif dalam pembelajaran sebagai proses membuat keputusan yaitu bagaimana membuat keputusan perilaku.
Menurut Goleman (2015), pengenalan diri adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui perasaan dalam dirinya dan digunakan untuk membuat keputusan bagi diri sendiri, memiliki tolok ukur yang realistis atas kemampuan diri dan memiliki kepercayaan diri yang kuat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ardiani (2011), Dwi dan Ardiani (2011), dan Ongky (2013) telah menguji
apakan pengenalan diri secara partial berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan sampel yang berbeda. Hasilnya menunjukan bahwa pengenalan diri berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Berdasarkan uraian tersebut, mahasiswa dalam menghadapi masa depan akan pemahaman akuntansi, diharapkan dapat mengenali diri mereka sesuai dengan unsur-unsur dari pengenalan diri, yaitu kesadaran akan emosinya, penilaian dirinya secara teliti, dan percaya diri. Maka dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat belajar dengan sungguh- sungguh dan sadar akan kemampuan dan kewajibannya serta mempunyai rasa percaya diri yang kuat.
H01: Pengenalan diri tidak berdampak terhadap tingkat pemahaman akuntansi
Ha1: Pengenalan diri berdampak positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi
2.3.2 Dampak Pengendalian Diri Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Berdasarkan teori belajar sosial yang dikemukakakan oleh Albert Bandura (1986), menekankan pada peran penting proses kognitif dalam pembelajaran sebagai proses membuat keputusan yaitu bagaimana membuat keputusan perilaku.
Teori belajar sosial dapat mempengaruhi perilaku sesorang membuat keputusan perilaku dalam mengendalikan diri.
Menurut Esthi (2008: 70), pengendalian diri merupakan kemampuan individu dalam menangani emosinya dengan baik sehingga berdampak positif dalam melaksanakan tugas, peka terhadap kata hati sehingga dapat mencapai
tujuannya. Hasil Penelitian dari Dwi dan Ardiani (2011), Ardiani et al (2011), Liviawati (2013), Miftania (2015), Pedi (2015), dan Alien (2016) telah melakukan penelitian secara parsial mengenai pengaruh pengendalian diri terhadap tingkat pemahaman akuntasni dengan sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa pengendalian diri berpengaruh positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Suasana hati dapat menguasai pikiran, ingatan, dan wawasan. Bila kita sedang marah, pikiran menjadi sibuk dengan objek kemarahan. Tanda–tandanya meliputi ketegaran saat menghadapi stress atau mengadapi sesorang yang bersikap permusuhan tanpa membalas dengan sikap serupa. Menolak suasana hati yang jahat ini penting sekali agar kita dapat belajar dengan produktif.
Bila mahasiswa sudah dapat mengendalikan dirinya, maka ia akan mampu menyeimbangkan semangat, ambisi, dan kemampuan mereka dengan mengendalikan dirinya, sehingga mampu mahasiswa sanggup memadukan kebutuhan pribadinya dalam meraih ilmu. Maka hipotesis yang diambil oleh penulis:
H02: Pengendalian diri tidak berdampak terhadap tingkat pemahaman akuntansi
Ha2: Pengendalian diri berdampak positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi
2.3.3 Dampak Motivasi Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Menurut Dr. Hamzah B. Uno (2008: 3), motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya. Hasil penelitian
yang dilakukan oleh Ardiani et al., (2011), Arnike (2013), Liviawati (2013), Miftania (2015), Dwi dan Ardiani (2011), dan Alien dan Subowo (2016) yang menguji secara partial apakah motivasi berpengaruh terhadap pemahaman akuntansi dengan sampel dan populasi yang berbeda. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa motivasi memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Motivator yang paling berpengaruh adalah motivator dalam diri kita sendiri, buka dari luar. Ketika mengerjakan suatu tugas karena menikmatinya, suasana hari akan berada di puncak, bahagia, dan bergairah. Mahasiswa yang memiliki dorongan dalam berprestasi yang kuat maka mahasiswa cenderung lebih memiliki motivasi yang tinggi karena dia percaya akan kemampuan dirinya sendiri dibandingkan dengan mahasiswa yang mempunyai dorongan prestasi yang kurang dan juga yang cenderung memiliki motivasi yang rendah pula.
Maka dalam pemahaman akuntansi, mahasiswa lebih termotivasi untuk terlihat lebih menonjol bersaing dibandingkan dengan mahasiswa lainnya agar terlihat lebih bisa dalam memahami akuntansi. Maka hipotesis yang diambil oleh penulis:
H03: Motivasi tidak berdampak terhadap tingkat pemahaman akuntansi Ha3: Motivasi berdampak positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi 2.3.4 Dampak Empati Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Menurut Bandura (1986), prinsip dasar teori belajar sosial adalah moral terjadi melalui peniruan (imitation) dan penyajian contoh perilaku (modeling).
Maka, peniruan yang dimaksud dalam empati adalah memahami apa yang
dirasakan oleh orang lain, sehingga muncul suatu sikap apa yang harus dilakukan untuk memahami perasaan orang tersebut.
Menurut Esthi (2008), empati atau kecakapan sosial adalah kemampuan dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain, mampu memahami prespektif mereka menyelaraskan diri dengan bermacam-macam orang. Hasil penelitian yang dilakukan oleh M. Wimbo (2012), Dwi dan Ardiani (2011), dan Ardiani (2011) melakukan penellitian bagaimana kecerdasan emosional dapat mempengaruhi tingkat mahasiswa dalam pemahaman akuntansi. Hasil dari penilitan tersebut menunjukan secara partial, empati memiliki mempunyai pengaruh positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Empati yang paling mayoritas di kalangan mahasiswa adalah memiliki kemampuan tinggi dalam menolak sinyal-sinyal tubuh sendiri mulai dari mendengar, memahami, dan bersosial dengan lingkungan kampus. Maka hipotesis yang diambil oleh penulis adalah:
H04: Empati tidak berdampak terhadap tingkat pemahaman akuntansi Ha4: Empati berdampak positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi 2.3.5 Dampak Keterampilan Sosial Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi
Menurut Goleman (2015), keterampilan sosial adalah kemampuan menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain, bisa mempengaruhi, memimpin, bermusyawarah, menyelasaikan perselisihan, dan bekerjasama dalam tim.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Arnike (2013), Miftania (2015), dan Dwi dan Ardiani (2011) yang menguji secara partial apakah keterampilan sosial berpengaruh terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Hasil penelitian menunjukan, bahwa keterampilan sosial berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemahaman akuntansi.
Keterampilan sosial seorang mahasiswa dapat dilihat dari sikroni antara dosen dan mahasiswanya bagaimana hubungan yang merasakan. Berdasarkan teori belajar sosial, ada hubungannya dengan keterampilan sosial. Semakin besar, perasaan bersahabat, bahagia, antusias, minat, adanya keterbukaan ketika melakukan interaksi dalam bermusyawarah, dan mengambil keputusan dalam berprilaku. Maka inilah yang dapat menyebabkan mahasiswa dapat belajar dengan suasana yang baik sehingga hasil dalam mendapatkan ilmu yang disampaikan dosen dapat dicapai dengan maksimal. Maka hipotesis yang diambil oleh penulis adalah:
H05: Keterampilan sosial tidak berdampak terhadap tingkat pemahaman akuntansi
Ha5: Keterampilan sosial berdampak positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi
2.2 Kerangka Pemikiran
Berdasarkan tinjauan pustaka dan penelitian terdahulu seperti pada uraian sebelumnya, maka dapat digambarkan suatu kerangka pemikiran sebagai berikut:
Gambar 2.1.
Kerangka Pemikiran Kecerdasan Emosional (X)
(sumber oleh: penulis, 2016)
Kerangka pemikiran diatas menjelaskan pengaruh variabel bebas pertama (X1) yaitu Pengenalan Diri dan pengaruhnya terhadap variable terikat (Y) yaitu tingkat pemahaman akuntansi. Lalu pengaruh variabel bebas kedua (X2) yaitu Pengendalian diri terhadap variabel terikat (Y) yaitu tingkat pemahaman akuntansi. Dilanjutkan dengan variabel bebas ketiga (X3) yaitu Motivasi terhadap variabel terikat (Y) yaitu tingkat pemahaman akuntansi. Keempat, dengan variabel bebas keempat (X4) yaitu Empati terhadap variabel terikat (Y) yaitu tingkat pemahaman akuntansi, dan yang terakhir dengan variabel bebas kelima (X5) yaitu keterampilan sosial terhadap variabel terikat (Y) yaitu tingkat pemahaman akuntansi.
Pengenalan Diri (X1)
Pengendalian Diri (X2)
Motivasi (X3)
Empati (X4)
Keterampilan Sosial (X5)
Tingkat Pemahaman
Akuntansi (Y)
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dampak kecerdasan emosional mahasiswa terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Objek yang diteliti adalah mahasiswa STIE Indonesia Banking School Program Studi Akuntansi.
3.2 Desain Penelitian 3.2.1 Statistik Deskriptif
Analisis Deskriptif berkenaan dengan bagaimana data dapat dideskripsikan atau disimpulkan baik secara numerik (menghitung rata- rata dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik) untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut sehingga lebih mudah dibaca dan dimengerti.
Analisis statistik deskriptif merupakan teknik deskriptif yang memberikan informasi mengenai data yang dimiliki dan tidak bermaksud menguji hipotesis.
Analisis deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata, standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range (Ghozali, 2016: 19).
Mean digunakan untuk mengetahui rata-rata data yang bersangkutan.
Standar deviasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar data yang bersangkutan bervariasi dari rata-rata. Maksimum digunakan untuk mengetahui
jumlah terbesar data yang bersangkutan, sedangkan minimum digunakan untuk mengetahui jumlah terkecil data yang bersangkutan (Winarno, 2011).
3.3 Metode Pengumpulan Data 3.3.1 Jenis dan Sumber Data
Pada penelitian ini jenis data yang digunakan adalah jenis data subyek.
Data subyek adalah jenis data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman atau karakteristik dari seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subyek penelitian atau responden (Fillia, 2010). Sedangkan, untuk sumber data yang digunakan penelitian ini adalah data primer yaitu sumber data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner.
3.3.2 Teknik Penghimpunan Data
Teknik penghimpunan data dalam penelitian ini yaitu:
1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Penelitian ini dilakukan dengan cara menentukan teori-teori sebagai landasan literarur, jurnal penelitian,
2. Angket (self-administered questionnaire)
Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan (respons) terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
3.3.3 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi adalah keseluruhan kelompok yang terdiri dari orang, peristiwa atau sesuatu yang ingin diselidiki oleh peneliti. Populasi dalam penelitian ini
adalah mahasiswa S1 STIE Indonesia Banking School angkatan 2012 dan 2013 Populasi untuk penelitian ini berjumlah 140 mahasiswa akuntansi.
Cara pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan non probability sampling berupa convenience sampling dan purposive sampling dengan tujuan untuk mendapatkan sampel yang sesusai dengan kriteria yang ditentukan. Adapun dalam kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah:
1. Mahasiswa S1 STIE Indonesia Banking School program studi Akuntansi tingkat akhir angkatan 2012 dan 2013 yang sudah menempuh 120 SKS atau lebih, karena peneliti menganggap bahwa mahasiswa angkatan tersebut sudah mengalami proses pembelajaran yang lama dan telah mendapat manfaat maksimal dari pengajaran akuntansi.
2. Telah menempuh mata kuliah Pengantar Akuntansi I, Pengantar Akuntansi II, Akuntansi Keuangan Menengah I, Akuntansi Keuangan Menengah II, Akuntansi Biaya, Perpajakan Pengantar, Sistem Informasi Akuntansi, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Manajemen, Perpajakan Menengah, Akuntansi Keuangan Lanjutan I, Akuntansi Keuangan Lanjutan II, Pengauditan II, Pengauditan II, dan Teori Akuntansi pada STIE Indonesia Banking School. Alasan dari pemilihan sampel ini, karena peneliti menganggap mahasiswa yang sudah mengambil mata kuliah tersebut telah mendapatkan manfaat maksimal dari pengajaran akuntansi dan dapat memberikan
umpan balik bagi perguruan tinggi untuk dapat menghasilkan para akuntan yang berkualitas.
3.4 Variabel dan Operasional Variabel
Definisi operasional variabel adalah penenentuan variabel sehingga menjadi variabel yang dapat diukur. Definisi operasional menjelaskan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengoperasionalisasikan variabel sehingga memungkinkan peneliti yang lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau mengembangkan cara pengukuran variabel yang lebih baik.
3.4.1 Variabel Dependen
Variabel dependent atau variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. (Sugiyono, 2008).
Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat pemahaman akuntansi. Pemahaman akuntansi yaitu merupakan tingkat kemampuan seseorang untuk mengenal dan mengerti tentang akuntansi.
Dalam mengukur tingkat pemahaman akuntansi di penelitian ini menggunakan rata-rata nilai mata kuliah yang berkaitan dengan akuntansi yaitu Pengantar Akuntansi I, Pengantar akuntansi II, Akuntansi Keuangan Menengah II, Akuntansi Keuangan Menengah II, Akuntansi Biaya, Perpajakan Pengantar, Sistem Informasi Akuntansi, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Manajemen, Perpajakan Menengah, Akuntansi Keuangan Lanjutan I, Akuntansi Keuangan Lanjutan II, Pengauditan II, Pengauditan II, dan Teori Akuntansi. Mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah yang didalamnya terdapat unsur-unsur yang menggambarkan akuntansi secara mendalam.