• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen BAIQ LI - etheses UIN Mataram (Halaman 37-42)

f. Analisis dan selaraskan faktor kelemahan dengan faktor peluang, kemudian putuskan strategi berbasis kelemahan dan peluang (strategi WO).

g. Analisis dan selaraskan faktor kekuatan dengan faktor ancaman, kemudian putuskan strategi berbasis kekuatan dan ancaman (strategi ST).

h. Analisis dan selaraskan faktor kelemahan dengan faktor ancaman, kemudian putuskan strategi berbasis kelemahan dan ancaman (strategi WT).

Selaraskan hasil identifikasi faktor kunci internal dan eksternal, kemudian dilanjutkan dengan analisis pro dan kontra antara faktor- faktor tersebut, kemudian tarik kesimpulan dan putuskan strategi yang dilakukan.

(KSU) Syari’ah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Anggota Dusun Mendugul Desa Badrain Kec. Narmada Kab. Lombok Barat”26

Penelitian yang dilakukan oleh Rokyal Aini merupakan jenis penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan juga menggunakan penelitian kepustakaan.

Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa setiap lembaga keuangan memiliki peluang dan tantangan tersendiri dalam upaya-upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggota dengan melakukan kontribusi KSU Syari’ah Mitra Paerta melakukan pelatihan wajib mitra usaha, pemberian motivasi, monitoring, serta pembangunan relasi dengan masyarakat dan menjaga rasa kekeluargaan untuk menjaga eksistensinya.

Dalam penelitian tersebut, peneliti menemukan kesamaan yaitu dalam metode yang digunakan, sama-sama menggunakan metode kualitatif deskriptif. Yang membedakan penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan saat ini adalah dalam lembaganya yang dimana penelitian terdahulu meneliti di Koperasi Serba Usaha Syariah sedangka penelitian saat ini dilakukan di BMT Al-hasan Mitra Ummat kantor cabang Keruak.

2. Jurnal yang di tulis oleh Arif Pujiono dkk, dengan judul ”Peluang Dan Tantangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Untuk Membardayakan Industri Mikro, Kecil Menengah Di Jawa Tengah27

26 Rokyal Aini, “Peluang dan Tantangan Koperasi Serba Usaha (KSU) Syariah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Anggota Dusun Mendugul Desa Badrin kec. Narmada kab.

Lombok Barat”, (Skripsi Universitas Islam Negeri Mataram,2019)

Penelitian tersebut merupakan penelitian statistik deskriptif yang bersumber dari data-data primer dan sekunder dari BMT dan tokoh kunci yang relevan.

Hasil dari penelitian tersebut adalah di mana terdapat tantangan yang dihadapi BMT ke depan terdiri dari supra dan infrastruktur yang terbatas, terkait dengan kompetensi sumberdaya manusia dan minimnya pelatihan yang diikuti, keterbatasan sarana modern yang bersifat onlline, rendahnya modal untuk membuka cabang baru dan tingkat persaingan dengan lembaga keuangan bank-bank besar yang masuk di sektor keuangan mikro, dan standarisasi keuangan serta jaminan bagi nasabah.

Persamaan yang terdapat dalam penelitian tersebut dengan penelitian yang akan dilakukan saat ini adalah sama-sama meneliti pada lembaga BMT, adapun perbedaannya yaitu penelitian tersebut menggunakan pendekatan statistik deskriptif sedangkan penelitian saat ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Yusrialis dengan judul “Tantangan Pengembangan Baitul Maal Wat Tamwil Di Pekan Baru Riau”28

Penelitian tersebut merupakan penelitian deskriptif dan eksploratif.

Studi teknis dilakukan dengan metode studi pustaka dan observasi secara langsung.

27 Arif Pujiyono, “Peluang dan Tantangan Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Untuk Memberdayakan Industri Mikro, Kecil dan Menengah di Jawa Tengah”, (Semnas Fekon:

Optimisme Ekonomi Indonesia, 2013).

28 Yusrialis, “Tantangan Pengembangan Baitul Maal Wat Tamwil di Pekanbaru Riau”, (Maqdis Jurnal Kajian Ekonomi islam Vol.1 No. 02. 2016). hlm . 189

Hasil dari penelitian tersebut adalah bahwa tantangan yang dihadapi BMT di Pekanbaru Riau antara lain tantangan dari luar yaitu makro ekonomi Indonesia, dinamika sektor perbankan, masalah legalitas dan regulasi, Peran dan Posisi Koperasi. Disamping itu tantangan dari dalam berupa Kepatuhan syariah, Penguatan Kelembagaan dan pegawai.

Persamaan yang terdapat dalam penelitian tersebut dengan penelitian saat ini adalah sama-sama meneliti di lembaga BMT. Adapun perbedaannya dalam metode penelitiannya, penelitian tersebut menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dan eksplorasi sedangkan peneliti saat ini menggunakan metode kualitataif bersifat deskriptif. Perbedaan lainnya juga terdapat dalam fokus penelitian, dimana penelitian tersebut hanya membahas tentang tantangan pengembangan BMT saja sedangkan dalam penelitian saat ini membahas tetang peluang dan tantangan dalam pengembangan BMT.

4. Penelitian yang dilakukan oleh Irwan Suriadi dengan judul “Peluang dan Tantangan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (BMT) dalam mengurangi kemiskinan di Nusa Tenggara Barat.29 Penelitian tersebut merupakan penelitian yang bersifat deskriptif, dengan menggunakan analisis SWOT.

Hasil penelitian tersebut adalah bahwa faktor pendukung dapat dilihat dari kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh lembaga keuangan mikro syariah (BMT) di Nusa Teggara Barat yang harus memiliki lokasi

29 Irwan Suriadi, “Peluang dan Tantangan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (BMT) Dalam Mengurangi Kemiskinan di Nusa Tenggara Barat”, (Jurnal Ekonomi dan Bisnis, vol 4.

No.1. 2018 ). hlm. 79-91

yang strategis dan pemberdayaan masyarakat oleh lembaga keuanngan mikro syariah (BMT), faktor penghambat dapat dilihat dari kelemahan dan ancaman yang dimiliki oleh BMT di Nusa Tenggara Barat yaitu kurangnya sosialisasi dari bank syariah yang mengharap pasar mikro, strategi yang digunakan dalam menghadapi ancaman yaitu lembaga keuangan mikro syariah (BMT) di Nusa Tenggara Barat harus terus menerus mengembangkan diri secara kreatif, inovatif, dan selalu memiliki perbaikan dalam pelayanan kepada nasabah lembaga keuangan mikro syariah (BMT).

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian saat ini adalah sama-sama melakukan penelitian bersifat deskriptif dengan analisis SWOT. Sedangkan perbedaannya adalah penelitian tersebut cakupan penelitian lebih luas yaitu pada BMT di Nusa tenggara barat sedangkan dalam penelitian saat ini hanya meneliti di satu BMT saja yaitu BMT al- hasan mitra ummat kantor cabang keruak.

5. Penelitian yang dilakukan oleh Roissatun Hidayah dalam skripsinya yang berjudul “SWOT Analysis Baitul Maal Waat Tamwil (BMT) di Usaha Mikro Propinsi DIY 2012-2013 (studi kasus BMT Bina Ihsanul Fikri, kota Gede Yogyakarta).” Penelitian tersebut merupakan penelitian kualitatif, dengan tehnik deskriptif.30

Hasil penelitian tersebut adalah bahwa analisis SWOT BMT BIF berada pada posisi pertumbuhan, hal ini di pertegaskan dengan kekuatan

30 Roissatun Hidayah,“SWOT Analysis Baitul Maal Waat Tamwil (BMT) di Usaha Mikro Propinsi DIY 2012-2013 (studi kasus BMT Bina Ihsanul Fikri, Kota Gede Yogyakarta)”, (Skripsi, Universita Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2015)

lebih besar daripada kelemahan. BMT BIF berada pada posisi pasar yang tinggi dengan peluangnya lebih besar dari ancaman. BMT BIF juga memiliki beberapa faktor pendukung yaitu besarnya kekuatan dan peluang sedangkan faktor penghambat yaitu kelemahan dan ancamannya.

Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian saat ini adalah sama-sama merupakan jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif, dengan menggunakan teori analisis SWOT . Sedangkan perbedaannya terdapat dalam pembahasan penelitian dimana penelitian tersebut membahas tentang SWOT analisis BMT pada usaha mikro propinsi DIY 2012-2013 sedangkan dalam penelitian ini membahas tentang peluang dan tantangan pengembangan BMT Al-hasan Mitra Ummat kantor cabang keruak.

Dalam dokumen BAIQ LI - etheses UIN Mataram (Halaman 37-42)