Tabel 2. 4 Tabel Penelitian Terdahulu No Peneliti Variabel
Penelitian
Hasil
1. Puspitasari (2009)
NPL dan ROA Risiko kredit (NPL) yang semakin tinggi akan menyebabkan semakin buruk kualitas kredit bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar sehingga menyebabkan kerugian sebaliknya jika risiko kredit (NPL) semakin rendah maka laba atau profitabilitas bank akan semakin meningkat.
43
2. Wibowo (2013) CAR dan ROA Permodalan CAR Semakin tinggi maka semakin baik kemampuan bank dalam menanggung resiko dari setiap aktiva produktif yang beresiko. Jika nilai permodalan CAR tinggi maka bank tersebut mampu membiayai kegiatan operasionalnya dan berkontribusi cukup besar bagi profitabilitas.
3. Fahmi Shofianto (2012)
ROA, CAR, NPL, NIM dan LDR
Secara simultan CAR, NPL, NIM dan LDR berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara parsial CAR dan NIM berpengaruh signifikan positif terhadap ROA. Sedangkan NPL dan LDR tidak berpengaruh pada ROA.
4. Fariya Kusumawati (2009)
CAR, NPL, LDR dan ROA
Secara simultan CAR, NPL dan LDR berpengaruh terhadap ROA. Secara parsial CAR dan NPL tidak signifikan terhadap ROA. Sedangkan LDR berpengaruh signifikan terhadap ROA.
5. Sudiyatno dan Suroso (2010)
LDR dan ROA Semakin tinggi likuiditas (LDR), maka laba bank semakin meningkat (dengan asumsi bank tersebut mampu menyalurkan kreditnya dengan efektif). likuiditas (LDR) berpengaruh positif terhadap profitabilitas (ROA) 6. Ardiani (2007) CAR, RORA,
ROA, LDR, NPM dan BOPO
CAR, RORA, LDR, NPM dan BOPO Secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara parsial CAR, RORA dan LDR berpengaruh secara signifikan terhadap ROA. Sedangkan NPM dan BOPO tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROA.
7. Purnomo (2007) CAR, ROA, RORA, NIM dan LDR
Secara parsial CAR berpengaruh secara signifikan terhadap ROA.
Sedangkan rasio RORA, NIM dan LDR tidak berpengaruh secara signifikan.
8. Pasaribu dan Sari (2011)
LDR dan ROA Menyatakan rasio likuiditas (LDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA).
9. Efryanto (2007) CAR, NPM, ROA, ALR dan LDR
Secara simultan CAR, NPM, ALR dan LDR berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap ROA. Secara parsial CAR dan NPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.
Sedangkan ALR dan LDR tidak berpengaruh terhadap ROA.
10. Fitri Purbasari Listiyowati (2014)
ROA, ROE, NPM, EPS dan PER
Secara simultan ROE, NPM, EPS dan PER berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara parsial NPM, EPS dan PER berpengaruh secara signifikan terhadap ROA. Sedangkan ROE tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA.
11. Yuliani (2007) CAR, ROA dan BOPO
Menyatakan bahwa permodalan CAR berpengaruh positif terhadap profitabilitas ROA. BOPO signifikan negatif terhadap profitabilitas.
12. Farah
Margaretha dan Letty (2017)
CAR, BOPO, Size, Risiko, Privatization, Inflation, Listed dan Business Cycle
Menyatakan bahwa variabel ukuran memiliki pengaruh signifikan positif terhadap seluruh variabel kinerja perbankan. Variabel permodalan memiliki pengaruh signifikan positif terhadap seluruh variabel kinerja keuangan perbankan. Variabel efisiensi berpengaruh positif terhadap variabel kinerja keuangan yang diukur dengan variabel ROA dan ROE.
Variabel resiko berpengaruh signifikan positif terhadap variabel kinerja
45
keuangan perbankan Variabel privatisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel kinerja keuangan perbankan. Variabel inflasi terdapat signifikan positif terhadap variabel kinerja keuangan.
Variabel listed tidak berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel kinerja keuangan. Variabel siklus bisnis terdapat signifikan positif terhadap variabel kinerja keuangan.
13. Robin, I., Salim, R., & Bloch, H.
(2018)
NIM, GDP, CPI, ROA dan Market Power
Menyatakan bahwa NIM tidak signifikan terhadap ROA, Market Power signifikan terhadap profitabilitas, GDP tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROA) bank besar sementara CPI meningkatkan ROA pada bank.
14. Pasiouras, F., &
Kosmidou, K.
(2007)
ROAA, ROA, Cost to Income Ratio, GDP, Inlfation dan Size
Menyatakan bahwa ROAA merupakan variabel yang paling signifikan terhadap profitabilitas. Cost to Income Ratio signifikan negatif terhadap profitabilitas. Size dan profitabilitas signifikan negatif terhadap perbankan.
GDP dan inflation memiliki signifikansi terhadap ROAA.
15. Gul, S., Irshad, F., & Zaman, K.
(2011)
Equity capital, Total Assets, Loans, Deposit, economic growth, inflation and stock market
capitalization
Menyatakan bahwa equity capital, Total Assets, Loans, Deposits and macro factors i.e., economic growth, inflation and stock market capitalization signifikan terhadap profitabilitas bank.
16. Anbar, A., &
Alper, D. (2011)
ROA, ROE, GDP, NII, Size, Ratio of
Menemukan bahwa ukuran aset berpengaruh positif dan signifikan berpengaruh pada profitabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa bank yang lebih besar mencapai ROA dan ROE yang
loans/assets dan Inflation Rate
lebih tinggi. Lalu, koefisien positif dan signifikan dari variabel size assets memberikan bukti teori skala ekonomi.
Ratio of loans/assets ditemukan pengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Ini menunjukkan kredit volume portofolio dan kualitas aset yang lemah berdampak negatif terhadap pengembalian aset. Namun ditemukan hubungan negatif antara pinjaman dan profitabilitas. Variabel khusus bank lainnya, rasio NII berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Hal ini menandakan bahwa aktivitas bank semakin besar diversifikasi mempengaruhi keuntungan secara positif. Pada variabel makroekonomi, hanya riil tingkat suku bunga berpengaruh positif terhadap profitabilitas, yang diukur dengan ROE.
17. Sufian, F., &
Chong, R. R.
(2008)
Size, credit risk, overhead
expensed, NII, Market
Capitalization, Inflation, Money Supply, CAR, GDP dan ROA
Menenumkan bahwa ukuran, credit risk, dan overhead expensed berhubungan negatif dengan profitabilitas bank, sedangkan NII dan CAR memiliki dampak positif. Temuan empiris tampaknya menunjukkan bahwa tingkat inflasi berhubungan negatif dengan bank. Tingkat profitabilitas menunjukkan bahwa selama periode penelitian tingkat inflasi tidak diantisipasi oleh bank. Di sisi lain, GDP, pertumbuhan di jumlah uang beredar, dan tingkat kapitalisasi pasar saham belum signifikan menjelaskan variasi profitabilitas bank.
47
18. Abreu, M., &
Mendes, V.
(2001)
ROA, Total Assets, Total Equity, Total Loans, Total Deposits dan size.
Menyatakan bahwa Total Loans tidak signifikan terhadap profitabilitas. Total Deposits dan Total Equity signifikan positif terhadap profitabilitas. Serta size signifikan negatif pada tingkat 1%
terhadap profitabilitas.
19. Werdaningtyas, H. (2002)
ROA, CAR, LDR, Pangsa Aset, Pangsa Dana dan Pangsa Kredit
Menyatakan bahwa CAR signifikan positif, LDR signifikan negatif dan Pangsa Aset, Pangsa Dana dan Pangsa Kredit tidak signifikan.
20. Mawardi, W.
(2004)
ROA, NPL,
BOPO, NIM dan CAR.
Menyatakan bahwa NIM signifikan positif. NPL dan BOPO signifikan ngeatif. CAR merupakan variabel yang tidak signifikan.