• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penetapan Tarif Jasa Pelayanan Peti Kemas

BAB IV. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

F. Penetapan Tarif Jasa Pelayanan Peti Kemas

Penetapan tarif jasa pelayanan peti kemas adalah tarif yang berdasar pada surat keputusan Menteri Perhubungan sebagai pihak penentu kebijaksanaan, dimana tarif yang ditetapkan disesuaikan dengan jenis jasa pelayanan yang ada di PT. Jakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 67 Tahun 1994, tentang Pedoman Bongkar Muat Peti Kemas ( Container ) di Terminal container Diklasikafikasikan dalam empat kategori, yaitu :

1. Tarif Bongkar Muat container. Tarif bonkar muat container meliputi :

a. Status FLC ( Full Container Load ), yaitu membongkar container isi atau kosong dari kapal, mengangkut, menurunkan dan menyusun dilapangan penumpukan untuk diserahkan kepada pemiliknya didalam daerah lingkungan kerja pelabuhan.

b. Status LCL ( Less Container Load ), yaitu membongkar muat container isi dari kapal, mengangkut, menurunkan dan menyusun dilapagan penumpukan container, mengangkut kegudang, mengeluarkan dan menysusn barang di tempat penumpukan untuk diserahkan kepada pemiliknya, kemudian memindahkan peti kemas kosong ke lapangan penumpukan.

c. Transhipment, Yaitu tarif kegiatan kegiatan alih kapal.

d. Shifting, yaitu pekerjaan memindahkan container dari satu tempat ke tempat lain dalam kapal yang sama.

2. Tarif Penumpukan container.

Tarif penumpukan container merupakan tarif yang dikenakan pada pihak pemilik container akibat penggunaan area lokasi milik pelabuhan dan container yang dikenakan tersebut adalah :

a. Container kosong, yaitu peti kemas tanpa isi tetapi mengabil area.

b. Container isi, yaitu peti kemas dalam keadaan isi.

c. Container reefer, yaitu container yang menggunakan pelayanan listrik.

d. Chassis kosong, yaitu container dalam kondisi kosong menempati dermaga.

e. Chassis bermuatan, yaitu container yang berisi muatan yang menempati dermaga.

3. Tarif Gerakan Container

Tarif gerakan container disini adalah jasa pelayanan container menyangkut masalah orderan berupa pihak-pihak yang membutuhkan pelayanan jasa.

Tarif gerakan container ini merupakan tiga bagian, yaitu :

a. Tarif gerakan ekstra, yaitu jasa pelayanan dalam bentuk penyewaan untuk pemindahan peti kemas darisatu tempat ketempat lain sesuai perjanjian.

b. Lift on atau Lift off ( Delivery Receiving container ), yaitu kegiatan mengangkat peti kemas dari chassis ke chassis lain atau dari chassis ketempat penumpukan atau dari penumpukan ke chassis.

c. Batal muat, yatiu tarif kompensasi atas batalnya penggunaan jasa yang telah disepakati.

Dengan klasifikasi tarif jasa pelayanan container pada PT. Jakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan didasari atas performance atau perilaku alat-alat berat yang digunakan, yang didalamnya mencakup beberapa hal, seperti biaya, waktu dan tenaga manusia yang mengoperasikannya, sehingga mengakibatkan tarif bongkar muat berfariasi.

Ukuran muatan dalam pembongkaran kapal peti kemas dinyatakan dalam TEU ( Twenty Footer Equivalent Unit ) dan FEU ( Forty Footer Equivalent Unit ).

Oleh karena itu ukuran standar dari peti kemas dimulai dari panjang 20 feet,untuk satu peti kemas 20 feet dinyatakan sebagai satu TEU ( Twenty Footer Equivalent Unit ) Sedangkan peti kemas 40 feet dinyatakan dengan dua TEU ( Twenty Footer Equivalent Unit ) atau satu FEU ( Forty Footer Equivalent Unit ).

Untuk mengetahui produktivitas bongkar muat pada PT. Jakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar dapat dilihat tabel berikut ini

Tabel 1 Produktivitas Bongkar Muat Peti Kemas Tahun 2009 – 2013 Tahun Muat ( TEU ) Bongkar ( TEU ) Produktivitas

2009 2010 2011 2012 2013

6.571 7.526 8.211 8.358 9.947

6.706 7.977 8.412 9.407 9.888

92,98 94,34 99,92 101,48 119,56

Sumber : PT Jakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar 2014

Berdasarkan tabel 1 tampak bahwa produktivitas bongkar muat (BM) peti kemas tertinggi selama 2009 – 2013 cukup bervariasi. Produktivitas tertinggi yang dicapai perusahaan pada tahun 2013 yaitu sebesar 119,56, dengan arus bongkar muat sebanyak 9.888 dan arus muat sebanyak 9.947, kemudian pada tahun 2009, 2010, 2011, dan 2012 produktivitas relatif sama meskipun arus bongkar dan arus muat mengalami peningkatan.

Sedangkan produktivitas terendah terjadi pada tahun 2009, yaiu 92,98 dengan arus muat sebanyak 6.571 dan arus bongkar sebanyak 6.706. Kondisi ini masih disebabkan oleh perekonomian negara kita yang belum stabil dan belum lagi naiknya harga minyak dunia yang berimplikasi pada perekonomian itu sendiri.Kemudian berdasarkan tabel; di bawah ini dapat melihat perkembangan arus bongkar muat pada perusahaan selama tahun 2009 – 2013 cukup berfluktuasi.

Produktivitas perkembangan bongkar muat peti kemas sangat ditentukan oleh tiga faktor masing-masing impor, ekspor dan antar pulau (interinselur) dan pelabuhan lain ke pelabuhan Makassar merupakan arus bongkar, sedangkan untuk ekspor

dan antar pulau adalah dari pelabuhan Makassar ke pelabuhan lain yang merupakan arus muat.

Tabel 2 Perkembangan bongkar muat (BM) Peti Kemas Tahun 2009 - 2013

Impor Interin Ekspor interin 2009

2010 2011 2012 2013

715 1.000 1.349 1.300 1.888

6.129 6.977 7.389 8.500 9.890

6.77 1.500 1.670 1.437 1.737

5.894 6.026 6.440 6.972 7.804

13.415 15.003 16.848 18.156 20.919

- 11,83 12,29 13,38 15,21

Sumber : PT Jakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar 2014

Berdasarkan tabel 2 tampak bahwa Perkembangan bongkar muat (BM) Peti Kemas tertinggi selama 2009 – 2013 cukup bervariasi. Produktivitas tertinggi yang dicapai perusahaan pada tahun 2013 yaitu sebesar 20.919, dengan perkembangan sebesar 15,21 % kemudian pada tahun 2009, 2010, 2011, dan 2012 produktivitas relatif sama meskipun arus bongkar dan arus muat mengalami peningkatan.Penetapan Jasa Tarif Peti Kemas (Container) Pengenaan jasa tarif peti kemas bagi perusahaan adalah biaya yang harus ditanggung oleh pemakai jasa (konsumen) kepada pihak perusahaan dalam hal ini PT Jakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar. Besarnya tarif yang di berlakukan oleh perusahaan sama dengan biaya pengangkutan Dan untuk tiap peti kemas yang tarif berlaku padaperusahaan berbeda sesuai dengan ukuran peti kemas itu sendiri, dengan

Tahun

Muat (TEU) Bongkar (TEU)

Total

Perkembangan ( % )

demikian kegiatan bongkar muat barang baik itu interinsuler maupun ekspor dan impor.

Tabel 3 Tarif Jasa Angkutan Bongkar Muat Peti Kemas Tahun 2013

Jenis Interinsuler Ekspor Impor Peti Kemas (US $/Teus) (US $/Teus)

Muat Bongkar (Rp/TEU) (Rp/TEU)

20’ Feet 800.000 1.600.000 1000 130 40’ Feet 1.400.000 2.500.000 - -

Sumber : PT Jakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar 2014 a. Container 20’ Dry Freight ( 20 Feet )

Ukuran Luar : 20’ (p) x 8’ (1) x 8’6” Atau 6.058 x 2.438 x 2.591 m Ukuran Dalam : 5.919 x 2.340 x 2.380 m

Kapasitas : Cubic Capacity : 33 Cbm Pay Load : 22,1 Ton b. Container 40’ Dry Freight ( 40 Feet )

Ukuran Luar : 40’ (p) x 8’ (1) x 8’6” (1) Atau 12.192 x 2.438 x 2.591 m Ukuran Dalam : 12.045 x 2.309 x 2.379 m

Kapasitas : Cubic Capacity : 67,3 Cbm Pay Load : 27,6 Ton

Kontribusi pendapatan perusahaan pada PT Jakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar yang diperoleh dari hasil pelayanan jasa peti kemas (container) kepada pemakai jasa atau konsumen berdasarkan jenis peti kemas yang digunakan dan

Ekspor ( US $/TEU )

Impor ( US $/ TEU)

1.700 -

430 - 1.800.000

2.900.000

2.400.000 3.600.000

disesuaikan dengan tarif yang berlaku. Berikut ini tabel tingkat pendapatan perusahaan dan hasil kegiatan bongkar muat selama 5 tahun terakhir yaitu tahun 2009 – 2013.

Tabel 4 Tingkat Pendapatan Perusahaan Bongkar Muat Barang tahun 2009 – 2013

Rp. (000) ( % ) 2009

2010 2011 2012 2013

13.415 15.003 16.014 18.156 18.929

17.985.382 20.371.471 23.595.400 27.774.109 34.503.491

- 2.386089 3.223.929 4.178.709 6.729.382

- 13,26 15,82 16,33 24,23 Sumber : PT Jakarta Lloyd (Persero) Cabang Makassar 2014

Berdasarkan tabel 4 di atas, nampak bahwa pendapatan yang diperoleh perusahaan pada tiap tahunnya mengalami peningkatan. Pada tahun 2009 pendapatan sebesar 17.985.382 Sedangkan tahun 2010 pendapatan sebesar 20.371.471 dengan perkembangan 13,26 % dan pada tahun 2011 pendapatan sebesar 23.595.400 perkembangan 15,82 %, Pada tahun 2012 pendapatan 27.774.109 sedangkan pada tahun 2013 pendapatan semakin meningkat sebesar 34.503.491 perkembangan sebesar 24,23 %.

Dari hasil perhitungan data data diatas diperoleh perkembangan PT Jakarta llyod setiap tahunnya mengalami peningkatan sehingga dapat ditarik kesimpulan

Tahun

Jumlah Peti Kemas (TEU)

Pendapatan ( Rp. 000 )

Perkembangan

bahwa pengiriman barang dengan menggunakan peti kemas dapat memperlancar arus pengiriman barang telah terbukti atau dapat diterima

Dokumen terkait