FUNGSI PENGARAHAN
D. Pengarahan dan Supervisi Keperawatan
8 Positive Feedback
Tanggapan/respon atau umpan balik seseorang yang positif yang diberikan
oleh komunikan terhadap
informasi/pesan yang disampaikan oleh komunikator. Umpan balik ini dapat diartikan sebagai bentuk persetujuan, dukungan atau hanya sekedar bentuk simpati. Klien yang kooperatif terhadap rencana keperawatan yang diberikan merupakan contoh dari Feedback ini.
9 Negative Feedback
Merupakan bentuk dari kontra-reaksi yang menunjukkan reaksi komunikan terhadap informasi/pesan yang disampaikan oleh komunikator. Umpan balik ini dapat digambarkan sebagai pertentangan atau ketidaksetujuan komunikan terhadap apa yang
disampaikan langsung oleh
komunikator. Misalnya respon orang tua yang menolak anaknya dipasang infus dan menginginkan pulang paksa karena anaknya menangis saat didekati oleh perawat.
kepala ruangan yang ditujukan untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Kegiatan supervisi bukan hanya sekedar kegiatan kontrol antara kepala ruangan dan perawat pelaksana semata, namun supervisi kepala ruang dilakukan sebagai upaya perbaikan agar terlahirnya pelayanan yang bermutu dan efisien (Siagian et al., 2020). Supervisi keperawatan yang dilakukan kepala ruangan bertujuan untuk meningkatkan kinerja perawat dalam suatu pelayanan keperawatan. Kepala ruangan berperan untuk menganalisis setiap masalah sehingga perawat dalam bekerja tidak memiliki hambatan di lingkungan kerja (Panjaitan et al., 2022).
1. Proses Supervisi dalam Fungsi Pengarahan di Keperawatan
Dalam kegiatan supervisi menurut (ElZeneny, 2017) menjelaskan terkait materi ataupun pengawasan akan diselaraskan dengan tugas dari masing- masing perawat pelaksana yang berhubungan dengan kemampuan dari asuhan keperawatan yang dilaksanakan. Personil atau bagian yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan fungsi pengarahan pada bagian supervisi keperawatan, antara lain:
Tabel 4.4: Proses Supervisi dalam Fungsi Pengarahan di Keperawatan No Peran Proses Supervisi dalam Fungsi Pengarahan di
Keperawatan
1 Kepala
Ruangan
Kepala ruangan bertanggung jawab penuh untuk melakukan supervisi pelayanan keperawatan yang diberikan pada pasien diruangan yang dipimpinnya.
Kepala ruangan mempunyai tanggung jawab diruangan dan menentukan pencapaian tujuan ruangan tersebut, dalam hal ini melaksanakan fungsi pengarahan dan pengawasan untuk meningkatkan keselamatan pasien yang di lakukan perawat serta mencegah terjadinya insiden terhadap keselamatan pasien. Kepala ruangan juga perlu mengembangkan kepemimpinan dalam mendukung peran perawat dalam meningkatkan keselamatan pasien dengan selalu mengidentifikasi kebutuhan dalam pelaksanaan sasaran keselamatan pasien dan lebih intensif dalam pengawasan secara berkala diruangan.
2
Pengawas Perawatan (Supervisor)
Ruang perawatan dan unit pelayanan yang berada di bawah Unit Pelaksana fungisional (UPF) memiliki petugas pengawas yang bertanggung jawab mengawasi jalannya pelayanan keperawatan dirumah sakit.
Pengawas perawatan bertanggung jawab terhadap suvervisi pelayanan keperawatan pada areanya yaitu
seperti beberapa karu yang ada pada UPF seperti melakukan kunjungan harian keruang perawatan untuk memantau langsung pelaksanaan pelayanan keperawatan serta memastikan semua prosedur di jalankan sesuai dengan standar yang berlaku.
Mengamati kegiatan perawat dan interaksi mereka dengan pasien untuk memastikan kualitas pelayanan dan kepatuhan terhadap protokol yang diberikan.
3 Kepala Bidang Keperawatan
Kepala bidang keperawatan bertanggung jawab melakukan supervisi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui para pengawas keperawatan dengan kondisi yang aman dan nyaman, efektif dan efesien.
Kepala bidang keperawatan juga memahami ide-ide yang telah di rancang dan dapat menggambarkan pemikiran strategis serta menjelaskan kepada staf bagaimana melaksanakan ide tersebut, berkonsultasi kepada perawat yang bertugas mengenai masalah atau kendala, pemecahan masalah, keputusan-keputusan dan bertukar informasi tentang hasil yang diperoleh.
Menyusun dan mengimplementasikan rencana supervisi yang mencakup jadwal kunjungan langsung maupun rencana untuk pengawasan tidak langsung melalui para pengawas keperawatan dirumah sakit.
2. Evaluasi Berkala terhadap Fungsi Pengarahan
Evaluasi berasal dari bahasa inggris yang memiliki arti sebagai evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran, evaluasi juga diartikan sebagai “The process of a delineating, obtaining, and providing useful information for judging decision alternatives” dimana diartikan sebagai sebuah tindakan dari evaluasi proses menggambarkan, memperoleh, dan menyajikan infomasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternatif keputusan yang diberikan. Evaluasi merupakan bentuk penilaian terhadap data yang dikumpulkan melalui asesmen. Sementara itu evaluasi yaitu suatu keputusan yang dihasilkan tentang nilai berdasarkan hasil pengukuran.
Sejalan dengan pengertian yang diberikan, evaluasi dapat dinyatakan sebagai suatu proses pengambilan keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil asesment, baik dengan menggunakan instrumen tes maupun non tes (Asnawati & Simbala, 2021).
Evaluasi merupakan sebuah proses mengumpulkan informasi mengenai objek evaluasi serta mampu untuk menilai objek evaluasi dengan
Evaluasi dan umpan balik fungsi pengarahan oleh kepala ruangan dalam melakukan evaluasi kinerja perawat pelaksana dan memberikan umpan balik yang konstruktif sangat penting dalam meningkatkan kinerja perawat. Melalui evaluasi yang objektif tersebut, kepala ruangan dapat mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan setiap perawat pelaksana. Umpan balik yang diberikan dengan jelas dan berfokus pada peningkatan kinerja membantu setiap perawat pelaksana dalam mengetahui aspek-aspek yang perlu diperbaiki dan memotivasi mereka untuk mencapai standar yang lebih tinggi dalam melaksanakan asuhan keperawatan dirumah sakit (Gao et al., 2019). Komunikasi dan kolaborasi fungsi pengarahan oleh kepala ruangan dalam membangun komunikasi dan kolaborasi antara perawat pelaksana dengan anggota tim perawatan dan manajemen sangat berpengaruh terhadap kinerja mereka (Spence Laschinger et al., 2014). Komunikasi yang baik dan kolaborasi yang efektif dapat memfasilitasi pertukaran informasi yang penting, koordinasi tugas, dan pemecahan konflik bersama. Hal ini memperkuat sinergi tim, meningkatkan efisiensi, dan mendukung setiap perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan secara efektif (Kayiga et al., 2016).
Dengan demikian, fungsi pengawasan kepala ruangan mempengaruhi kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan.
Pengawasan yang efektif membantu meningkatkan pemahaman, keterampilan, motivasi, dan kolaborasi perawat pelaksana, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan.